Thursday, April 24, 2014

Sinopsis : Empress Ki – Episode 48

Standard

Episode sebelumnya diwarnai oleh kematian Pangeran Maha , yang menjadi jembatan fiktif penghubung romantisme Seungnyang dan Wang Yoo . Seperti dedaunan yang berguguran di musim gugur , demikian juga akhir dari Pangeran Maha yang telah meramaikan suasana serial drama ini dari episode pertengahan hingga episode terakhir.  

Betapapun karakter fiktif sangat diperlukan untuk menambah konflik dan kompleksitas cerita. Karena peran dan karakter fiktif yang ditambahkan dalam cerita membuat jalan cerita sulit ditebak dibandingkan figur historis . Demikian juga peran Golta , yang hampir selama 46 episode berperan sebagai orang baik yang selalu mendukung Tahwan dengan setia , namun ternyata adalah Ketua Eagle House yang selama ini misterius di mata semua orang.

UPDATE

  • Menambahkan rekap final  ( April 19 ,  07.00 WIB)
  • Disarankan follow Twitter Bentara agar bisa mengikuti update terbaru

Sinopsis

Empress Ki – Episode 48
Dayang Seo hendak menghadap Tahwan untuk melaporkan sesuatu yang penting . Golta mengatakan Tahwan dalam kondisi tidak bisa di ganggu . Namun tiba2 Tahwan siuman . Dayang Seo dan Golta memasuki kamar Tahwan . Terlihat Tahwan masih belum fit sepenuhnya setelah siuman .
Dalam preview terlihat Seungnyang juga mendadak ada diruangan Tahwan . Pada saat itulah Dayang Seo mengatakan bahwa ...............Pangeran Maha sudah meninggal dunia. Seungnyang jelas lebih terperanjat daripada Tahwan hingga mundur selangkah karena gugup .  Tahwan berusaha memastikan kembali dengan bertanya pada Dayang Seo , apa betul Maha sudah meninggal ?
***

Kasim Bang menyerahkan sebuah pot (abu jenasah?) pada Seungnyang . Dan Seungnyang hanya bisa memeluk pot itu sambil menangis dan menyerukan nama Byul (aka Maha) .
***

Diruang Tahta , Seungnyang berkata di hadapan hadirin bahwa dia tidak bisa memaafkan Perdana Mentri Bayan yang telah berusaha membunuh Pangeran Ayushiridara dan dirinya.  Seungnyang menegaskan ingin menghukum mati Perdana Mentri Bayan . Seungnyang bertanya pada hadirin apakah ada yang tidak setuju dengan idenya ?
Namun pada saat itu Tahwan muncul disertai Bayan yang menggendong Pangeran Ayushiridara.
Komentar
Dalam 3-4 episode terakhir masih banyak persoalan yang belum tuntas. Bagaimana Seungnyang menjatuhkan Bayan dan Ibu Suri ?  Bagaimana Tal Tal akan berkolaborasi dengan Seungnyang ?  Bagaimana Wang Yoo akan berurusan dengan Golta sebagai Ketua Eagle House , berkaitan dengan Dangkise yang dibawah perlindungan Eagle House , dan kematian Bisoo ?

Rekap

Dayang Seo mengambil kesempatan untuk memasuki ruangan Tahwan yang sudah siuman dan memanggil Golta untuk masuk kedalam .  Dayang Seo meminta ijin untuk berbicara , dan Tahwan bersedia mendengarkan walau terlihat wajahnya masih pusing karena baru siuman . Golta menawarkan untuk memanggil Tabib Istana , namun Tahwan memilih untuk mendengarkan dulu apa yang hendak dikatakan Dayang Seo .
Dayang Seo : Yang Mulia , Pangeran Maha ...........

Belum selesai berbicara , Seungnyang muncul dan memasuki ruangan Tahwan . Seungnyang terlihat khawatir melihat kondisi Tahwan yang masih pucat .  Tahwan kembali bertanya pada Dayang Seo apa yang terjadi dengan Maha.
Dayang mengubah rencana tentu saja , dan hanya mengatakan Pangeran Maha telah mati . Seungnyang terperanjat hingga mundur selangkah , mendengar anak kandung rahasianya telah mati .  Seungnyang berdiri mematung sesaat , dan Dayang Seo menelan ludah karena ngeri memikirkan apa yang akan dilakukan Seungnyang nanti .

Diluar ruangan , anak buah Seungnyang juga terlihat gelisah .
***
Dayang Seo diseret Bulhwa dkk keluar . Bulhwa memperingatkan Dayang Seo untuk tidak muncul lagi di istana atau akan mati .  Dayang Seo mengerti dan bersumpah tidak akan muncul kembali .

Dayang Seo dengan wajah pucat digiring para pengawal istana .
***
Diruangan Tahwan , suasana menjadi hening . Seungnyang masih berdiri mematung . Tahwan berpikir kalau Maha pastinya sangat membencinya.  Tahwan bertanya apakah Seungnyang baik2 saja ? . Seungnyang walaupun ekpresi wajahnya terlihat sedih , berusaha menutupi dengan menjawab dia baik2 saja .
Hongdan masuk membawakan obat untuk Tahwan . Dan Tahwan tampak enggan mengkonsumsinya . Namun Seungnyang meminta Tahwan lekas meminum obat itu .  Tahwan akhirnya meminum obat , dan tak lama kemudian mulai lemas dan mengantuk .  Seungnyang lekas menghampiri dan menyambar tubuh Tahwan hingga tertidur di bahunya.
Golta terperanjat , gusar dan menuntut penjelasan obat apa yang diberikan pada Tahwan hingga jadi begini . Seungnyang berkata obat yang membantu Tahwan untuk tertidur , dan meminta Golta untuk tidak usah khawatir.
Seungnyang diluar dugaan meminta Bulhwa masuk dan membawa Tahwan untuk di pindahkan ke kediaman Seungnyang (Paviliun Xingde) .  Dua anak buah Bulhwa  mencegah dua pengawal Tahwan (salah satunya adalah Namu , Asisten Ketua Eagle House) yang keberatan Kaisar di pindahkan begitu saja .
Golta memprotes keras keputusan Seungnyang : Aku harus menolak . Kaisar adalah tanggungjawabku . Bulhwa menimbrung : Pelayan !!! . Golta : Pelayan ? Beraninya kamu !!! . Bulhwa : Diam !! Apa kamu telah lupa bahwa aku memimpin Censorate (red - Agensi atau badan pengawas Tiongkok di masa kekaisaran yang seolah menjadi mata dan telinga bagi Kaisar) . Siapapun yang menentang Lady Ki harus berurusan denganku .

Bulhwa memerintahkan anak buah untuk membawa Tahwan . Golta berusaha menghalangi dan mempertanyakan Seungnyang untuk alasan apa membawa Tahwan ? .  Seungnyang berkata alasannya bukan urusan seorang "pelayan" seperti Golta.
Golta hanya bisa memandang Seungnyang dengan geram .
***
Di kediaman Seungnyang ,  Tahwan sedang dirawat dan diselimuti oleh Seungnyang . Wajah Seungnyang masih terlihat sedih memikirkan kematian Maha aka Byul .
Bulhwa masuk .

Seungnyang dengan wajah yang berangsur2 bengis berkata : Aku harus memberikan kedamaian bagi arwah Maha . Bunuh Bayan-Khutugh , dan berikan dia racun dengan dekrit kekaisaran .  Byeongsoo juga harus membayar perbuatannya . Naikkan hadiah 10 kali lipat bagi orang yang berhasil menangkap Byeongsoo .
Bulhwa berlalu .
Seungnyang menitikkan air mata.
***
Keesokan hari , Kasim Bang menemui Seungnyang di biara Buddha , menyerahkan abu jenasah Maha didalam pot.

Seungnyang mengambil pot itu , memeluknya erat2  , dan menangis : Sayangku . Anakku . bayiku yang malang .
Kasim Bang juga ikut menangis .
***
Bayan - Khutugh diseret keluar dari tempat pengasingannya .  Khutugh bangkit berdiri dengan gusar dan menghardik bahwa dicopot atau tidak (sebagai Permaisuri)  , tetapi tetap saja dia itu keponakan Perdana Mentri Bayan yang perlu untuk diperlakukan dengan respek .  Khutugh mempertanyakan atas dasar apa dia mengalami penghinaan ini ?
Bulhwa mengatakan bahwa Seungnyang telah memerintahkan Khutugh untuk dihukum mati .  Khutugh mendengus karena kesal dan kepalang , menghardik apa Bulhwa tidak takut ?
Bulhwa tanpa bersikap hormat , memaksa dan mencekoki Khutugh untuk meminum racun .  Walaupun Khutugh meronta-ronta akhirnya efek racun langsung berkerja . Khutugh tersungkur ketanah . Tewas mengenaskan .


Sementara itu Seungnyang sambil menitikkan air mata berdoa di biara untuk mendiang Maha .  Seungnyang berpikir bahwa kematian saja tidak cukup bagi Khutugh untuk menebus kejahatan yang dilakukan terhadap Maha.
***

Tal Tal mengantar jenasah Khutugh ke depan kediaman Bayan . Dan Bayan berlari bersama Byeongsoo - Jocham melihat kondisi jenasah Khutugh .
Tal Tal menjelaskan Khutugh mati diracun .  Bayan dengan sedih bercampur gusar , menyalahkan diri sebagai penyebab kematian keponakannya , karena telah menjadikan sebagai Permaisuri .

Bayan bersumpah tidak akan membiarkan Seungnyang  yang jahat dan menjijikkan begitu saja , dan akan membayar perbuatannya .
***

Bayan dkk menuju Istana dan menerima kabar dari Ibu Suri bahwa Tahwan telah dipindahkan ke kediaman Seungnyang . Bayan heran bertanya bagaimana hal itu bisa terjadi ? . Ibu Suri mendesak agar mereka mengambil Tahwan dari Seungnyang .
Tal Tal sempat memperhatikan Golta dan Namu diam2 mengawasi dari jauh . Begitu di pandang tajam oleh Tal Tal , Golta dan Namu memberi hormat dan berbalik arah .

Golta berlalu sambil  membahas dengan asistennya , kali ini pemikirannya dari sudut kepentingan Eagle House (bukan sebagai kasimnya Tahwan ) . Golta berkata : Lihatlah , Lady Ki telah salah melangkah . Sekearang mari berharap Bayan akan melakukan apa yang kita inginkan .
Namu bertanya apakah mereka sanggup menyingkirkan Seungnyang ? . Golta berpendapat bahwa Bayan berbeda dengan El Temur , bahwa Bayan mendapatkan kepercayaan dari Tahwan , belum lagi dihormati di kalangan militer , dan walaupun Seungnyang mungkin memiliki istana dan pengawal sendiri , tetap saja bukan apa2 jika berani menentang militer.
***

Di kediaman Seungnyang , Tahwan terbangun dan merasa heran kenapa bisa berada di tempat ini ? . Seungnyang mengaku membawa Tahwan ke tempat ini .
Dibawah ini adalah text dalam bentuk JPEG . Dianjurkan membaca artikel ini dalam ponsel ukuran 5 inchi keatas (rotate horizontal) , tablet , laptop dan PC. Jika tidak muncul lakukan Refresh 

Bayan memperingatkan kalau Tahwan kenapa2 maka kediaman Seungnyang akan hancur menjadi abu , bukan saja Seungnyang tidak akan selamat , tetapi Pangeran Ayu juga bisa menjadi sasaran. Seungnyang menanggapi dengan tenang akan mengingat ucapan Bayan ini .
Bayan dkk berlalu . Tal Tal sempat memandang Seungnyang , kemudian Tal Tal ikut berlalu juga.
***
Tahwan kembali siuman memanggil nama Golta , dan bersamaan itu pula Seungnyang yang sudah kembali masuk kekamarnya.  Tahwan menanyakan Golta dimana . Seungnyang berkata Golta tidak ada disini . Mendengar hal ini Tahwan semakin ingin kembali ke Istana , dan mulai melangkah dengan terhuyung2 . Seungnyang memohon Tahwan untuk tinggal dulu disini . Tahwan tetap bersikeras ingin kembali . Seungnyang terpaksa mencegah dengan memeluk Tahwan erat2 , dan berkata jangan pergi .

Tahwan jadi curiga dan bertanya apa yang sedang terjadi di Istana selama tak sadarkan diri ? . Seungnyang berkata tidak ada yang terjadi , memohon Tahwan agar percaya padanya .
***
Tal Tal mencegat Tabib Istana , dan memerintahkan anak buahnya untuk menggiring Tabib Istana menuju ke kediaman Ibu Suri .
Dokman memperhatikan hal ini dari kejauhan .
***

Ditempat kediaman Ibu Suri .  Tabib Istana di desak untuk memberitahu obat apa yang diberikan kepada Tahwan . Tabib ketakutan dan mengaku hanya mengikuti paksaan Seungnyang , dan obat itu sebenarnya bisa menjadi beracun untuk kondisi Tahwan yang saat ini kondisi jantungnya lagi bermasalah . Semua terperanjat mendengar hal ini .
Ibu Suri gugup dan menerka Seungnyang sedang berkomplot untuk membunuh Kaisar Tahwan .  Tabib mengaku tidak pernah melihat batang hidung Tahwan setelah di tangan Seungnyang.
Sebuah kilas balik . Tabib Istana menunggu diluar ruangan didampingi Hongdan dan Bulhwa . Seungnyang muncul dari dalam keluar , mengambil minuman obat dan masuk kembali untuk memberikan secara pribadi pada Tahwan  . Tabib memohon agar diberikan ijin untuk memeriksa kondisi Tahwan .  Seungnyang meminta Tabib Istana pergi , dan akan dihubungi kembali jika kondisi Tahwan kritis. Tabib berusaha mengintip namun dihalangi oleh Bulhwa.

Bayan - Ibu Suri jadi khawatir karena Tahwan berada di tangan Seungnyang dan dikelilingi orang2 dipihak Seungnyang .  Tabib mengatakan bahkan kasim kaisar pun tidak diperbolehkan masuk . Guru Jang berkata hal ini lebih buruk daripada yang mereka kira .  Ibu Suri bahkan menerka bahwa Tahwan mungkin saja sudah mati .
Tabib Istana berlalu dari ruangan .
Suasana semakin tegang ketika anak buah Bayan masuk keruangan dan melaporkan bahwa Seungnyang sedang memanggil para komandan dan jendral militer.
Bersambung ke Part 2 (of 3)

Part 2 (of 3)
Seorang anak buah Bayan terus mengintai sebuah gazebo istana dimana Seungnyang sedang melakukan pertemuan dengan para petinggi militer.
Padahal Seungnyang sendiri berkata pada para petinggi militer , hanya ingin menjamu minum teh saja .
Sudah jelas tujuan Seungnyang adalah sengaja membuat kesan seolah2 hendak melakukan kudeta untuk memprovokasi kubu Bayan dan Ibu Suri .  Terlihat dari cara Bulhwa pun sebenarnya sudah tahu sedang diawasi oleh anak buah Bayan .  Anak buah Bayan berlalu dari tempat pengintaiannya .  Seungnyang dan Bayan saling memberikan isyarat. Seungnyang tersenyum sinis .
***
Bayan - Ibu Suri dkk membahas masalah pertemuan Seungnyang dan para petinggi militer.  Guru Jang menerka Seungnyang ingin mendudukkan Pangeran Ayu di tahta Kaisar dan memerintah di balik layar.  Ibu Suri mendesak Bayan agar tidak berdiam diri . Bayan pusing tujuh keliling sambil menggaruk2 kepalanya sendiri .
Bayan bertanya pada Tal Tal berapa estimasi kekuatan penjagaan di tempat kediaman Seungnyang . Tal Tal menjawab tidak sampai 200 personil . Bayan bertekad ingin menghabisi Seungnyang dan Pangeran Ayushiridara.  Tal Tal tampak kecewa mendengar hal ini , berbeda dengan Ibu Suri yang tampak antusias.
***
Seungnyang tersenyum berkata pada Dokman bahwa minuman obat yang menimbulkan praduga banyak orang , sebenarnya di konsumsi Seungnyang sendiri .  Bulhwa menjelaskan kalau Tahwan dirawat oleh tabib istana yang lain . Dokman jadi khawatir dan bertanya apa yang di rencanakan Seungnyang sebenarnya ? .
Belum sempat mendapat jawaban , muncul kabar dari Hongdan bahwa Tal Tal ingin bertemu Seungnyang.  Bulhwa ingin menghalau Tal Tal , namun Seungnyang mengatakan tidak perlu , karena akan menemuinya  .
***
Seungnyang merawat bunga di tamannya ketika Bulhwa mengantar Tal Tal menghadap Seungnyang.
Tal Tal yakin Seungnyang tidak akan membahayakan Tahwan .  Seungnyang bertanya apa Bayan berkata sebaliknya ? . Tal Tal bertanya apa yang direncanakan Seungnyang ? .
Seungnyang berkata bahwa diantara dia dan Bayan , salah satu harus ada yang mati , jika tidak kedamaian tidak akan terjadi , dan akan disalahkan karena penderitaan rakyat. Karena itu demi rakyat , maka drama Istana ini harus di akhiri .
Tal Tal berkata kalau rencana Seungnyang memaksa Bayan sudah setengah sukses , dan setengahnya lagi tergantung pada kemauan Tal Tal saja . Jika Tal Tal melaporkan hal ini pada Bayan , maka rencana Seungnyang akan gagal , dan akibatnya Seungnyang dan Pangeran Ayu tidak akan selamat.
Seungnyang memprediksi malam ini akan terjadi sesuatu . Tal Tal bertanya apa Tahwan sudah siuman ?  . Seungnyang merahasiakan masalah ini karena hanya setengah mempercayai Tal Tal .
Tal Tal berlalu .
Bulhwa merasa cemas karena Tal Tal terlalu banyak tahu .  Seungnyang cenderung mempercayai Tal Tal .
***

Tal Tal sedang melamun seorang diri ketika Bayan tiba2 muncul dan menodongkan pedang di leher Tal Tal . Bayan berkata akan membunuh Tal Tal demi kebaikan negara Yuan .
Bayan mendesak Tal Tal mengungkap apa alasan bertemu Seungnyang barusan ? . Tal Tal berkata apapun tidak akan merubah situasi , dan menerka Bayan berniat membunuh Seungnyang dkk malam ini .
Masalah pertemuan dengan Seungnyang , Tal Tal beralasan untuk mempelajari kekuatan Seungnyang , yang diperkirakan 200 personil dan 50 pemanah .  Bayan bertanya apa pendapat Tal Tal tentang kondisi Tahwan , apa masih hidup ? .
Tal Tal mengaku tidak bisa menerka. Bayan berkata walau pandangan Tal Tal berbeda , tetapi masih mempercayai Tal Tal , mempercayai sebagai pewarisnya.
Bayan berlalu .
Tal Tal mengeluh seorang diri , kenapa Pamannya ini selalu mengambil jalan yang sulit dan tidak bisa melihat apa yang benar.  Tal Tal hampir menangis sesudah itu .
***
Tahwan sudah siuman dan mengamuk membanting2 barang di kediaman Seungnyang , karena dihalangi oleh para kasim dan pengawal ketika akan pergi .   Tahwan mulai merasa sebagai tawanan .
Seungnyang tiba disaat Tahwan hendak membanting pot bunga lainnya lagi .  Seungnyang meminta yang lain keluar semua.
Tahwan bertanya kenapa di tawan di sini . Seungnyang menjelaskan kalau Bayan akan membawa pasukan ke sini pada malam ini untuk membunuh Seungnyang dan Ayu .  Tahwan masih mempercayai Bayan tidak mungkin jadi penghianat. Seungnyang meminta Tahwan tinggal dulu sampai malam ini untuk melihat sendiri .
Tahwan bertanya bagaimana kalau Seungnyang keliru ? . Seungnyang bersedia pensiun untuk menjadi biarawati hingga akhir hayat.
***
Malam hari , Tabib Istana diam2 membuka pintu agar orang2 Bayan bisa masuk . Dokman mengawasi diam2 .
Tak jauh dari situ , Golta melaporkan pada Bayan bahwa Tabib Istana sudah membukakan pintu masuk .  Bayan berpidato sambil menepuk bahu Tal Tal bahwa mereka semua harus menyingkirkan sampah2 Goryeo demi kebaikan Negara Yuan .
Bayan dkk mulai menerobos masuk kediaman Seungnyang . Beberapa kasim dan dayangnya Seungnyang tewas seketika mendapat serangan .  Bayan dkk merangsek maju kedalam kediaman Seungnyang dan mendapat perlawanan dari anak buah Seungnyang.  Bayan memberikan perintah tegas agar siapapun yang merintangi jalan harus dibunuh ditempat.
Diam2 Golta tersenyum licik seperti seekor hyena yang menanti dua kekuatan predator , kubu Bayan dan Seungnyang yang sedang bertarung.
***
Ditempat lain , seperti biasa dalam setiap konflik besar , Ibu Suri berdoa sambil menggunakan tasbeh .
Guru Jang masuk dan melapor bahwa Bayan dkk mulai beraksi di kediaman Seungnyang , Paviliun Xingde .
Ibu Suri semakin berdoa untuk harapannya pada Sang Buddha .
***
Laju Bayan dkk tidak bisa dicegah dan tiba di bangunan utama kediaman Seungnyang .
Seungnyang dkk menyambut kedatangan Bayan , dan langsung menuding Bayan melakukan pemberontakan .  Bayan menuntut penjelasan Seungnyang tentang kondisi Tahwan .  Seungnyang berkata : Bukankah sudah kubilang kalau aku akan merawatnya ?
Bayan menganggap Seungnyang terlalu berani mengangkangi dan memanfaatkan kondisi kesehatan Kaisar.  Bayan bersitegas bahwa hanya kematian Seungnyang yang bisa mengakhiri semua ini .
Seungnyang tetap bersikap tenang .  Pada saat Bayan mulai mengayunkan pedang untuk menghabisi Seungnyang , pada saat itu pula Seungnyang menyerukan nama Tahwan .


Tahwan keluar di papah oleh Hongdan dan Dokman . Itupun Tahwan hampir terjatuh karena kondisi tubuh yang lemah dan terpukul karena melihat sendiri aksi Bayan seperti apa yang di prediksi Seungnyang .
Tahwan meminta penjelasan dari Bayan , kenapa Bayan mengacungkan pedang kearah Seungnyang ? .
Seungnyang berkata sinis dan dingin , meminta Bayan menurunkan pedang.
Dokman berbisik menghasut Bayan untuk menghabisi Seungnyang . Tal Tal berbisik meminta Golta diam .  Golta berbisik kalau Bayan tidak membunuh Seungnyang sekarang , nanti akan menyesal .  Tal Tal berbisik kalau itu terjadi maka akan membuktikan penghianatan Bayan sendiri .
(Red - Agak lucu karena Tal Tal berdiri di kiri Bayan , dan Golta di kanan . Keduanya berperan sebagai Iblis dan Malaikat yang membisikkan dua hal yang bertentangan) .
Bayan akhirnya memilih menuruti saran Tal Tal , dan menurunkan pedang , berlutut dihadapan Tahwan . Bayan mempersilahkan Tahwan menghukum mati . Tal Tal menuruti jejak pamannya dan ikut berlutut. Disusul oleh para anak buah Bayan .
Seungnyang memerintahkan Bayan dkk ditangkap .  Tahwan tidak bisa berbuat apa2 untuk melindungi Bayan yang tertangkap basah ini . Bayan sempat memandang tajam kepada Seungnyang sebelum digiring . Seungnyang tersenyum penuh kemenangan .
Sudah barang tentu Golta sangat kecewa melihat hal ini karena rencana besarnya gagal . Tahwan pun kecewa karena Bayan yang paling di percaya berakhir seperti ini .
***

Markas Eagle House . Golta dalam mode sebagai boss Eagle House bertopeng menuliskan perintah kepada Dangkise untuk memilih jalan perang , yakni  membantu pemberontak White Lotus , termasuk bantuan finansial . Dangkise dkk terperanjat  , bahkan Byeongsoo pun sampai menghela nafas.
***
Wang Yoo berpendapat bahwa kelemahan terbesar Boss Eagle House justru terletak pada tidak seorangpun yang pernah melihat wajahnya. Wang Yoo merencanakan untuk menggunakan topeng dan menyaru sebagai Boss Eagle House.  Untuk rencana ini Wang Yoo meminta bantuan Suri , anak buah mendiang Bisoo , untuk memanggil dan mengumpulkan orang2 Eagle House.
***
Malam harinya , Dangkise dkk menghadiri sebuah pertemuan yang di penuhi oleh para petinggi Eagle House.
Didalam , Wang Yoo dkk bersiap dengan topeng dan jubah hitamnya.  Wang Yoo bertanya apa diluar sudah berkumpul semua ? . Kasim Bang membenarkan , termasuk Dangkise juga turut hadir.
Moosong menyarankan Wang Yoo untuk membunuh Dangkise. Wang Yoo berkata belum saatnya.
Wang Yoo dkk mulai mengenakan topeng dan keluar menemui para hadirin .  Wang Yoo dalam penyaraman sebagai Ketua Eagle House memerintahkan anak buahnya untuk mengumumkan likuidasi seluruh emas kedalam bentuk uang .

Byeongsoo jadi terheran dan curiga kenapa harus melakukan hal itu sekarang ? . Dangkise bertanya bagaimana rencana dengan Kelompok White Lotus dan Red Turban Army , apakah akan diberikan emas kepada mereka ?
Anak buah Wang Yoo jadi gugup sendiri karena tidak siap menghadapi pertanyaan ini . Wang Yoo dengan tenang memberi isyarat kepada salah satu anak buahnya .
Anak buah Wang Yoo mengumumkan bahwa rencana itu ditunda untuk sementara . Byeongsoo yang cerdik semakin curiga dengan hal ini .
***
Keesokan harinya , Guru Jang melaporkan pada Ibu Suri bahwa Seungnyang sudah mengumpulkan para pejabat di Ruang Tahta .  Ibu Suri dapat menerka kalau Seungnyang sedang menggalang opini para pejabat untuk menyetujui hukuman mati terhadap Bayan .
Ibu Suri bersiap meninggalkan kediaman untuk mengantisipasi rencana Seungnyang .

Namun Seungnyang sudah keburu tiba di kediaman Ibu Suri , dan bertanya apakah Ibu Suri berniat meminta pengampunan untuk Bayan ?
Ibu Suri dengan ketus berkata , bukan hanya untuk Bayan saja , tetapi juga akan mengungkap siapa Seungnyang .
Seungnyang : Tidakkah anda melihat betapa sabarnya aku ini ? . Ibu Suri tersenyum sinis : Sabar katamu ? . Seungnyang : Anda terlibat dalam usaha pemberontakan Bayan .  Ibu Suri : Kudeta katamu ? Dia itu hendak menghentikan kediktatoranmu !! . Seungnyang : Tunggu sampai aku selesai (berurusan dengan Bayan ) , baru anda di perkenankan meninggalkan kediaman , sampai Bayan di hukum .
Ibu Suri : Sekarang anda mengurungku ? . Seungnyang : Jangan menguji kesabaranku . Jika anda tetap bersikeras , aku tidak bisa menjamin keselamatan anda.
Seungnyang memerintahkan Dokman untuk menyiapkan penjagawan terhadap Ibu Suri . Dengan sinis Seungnyang berkata : Kita harus melindungi Ibu Suri dari dirinya sendiri .
Ibu Suri hampir menangis karena gusar , marah , terhina  dan putus asa.
***
Ibu Suri hampir menangis karena gusar , marah , terhina  dan putus asa.
***
Bayan meringkuk di penjara , namun tiba-tiba mendapat kunjungan dari Tahwan .
Tahwan : Apa kamu berpikir Seungnyang ingin melukaiku ? . Bayan : Iya aku salah paham , tetapi Seungnyang memperdayaku .  Tahwan : Hal ini tidak akan terjadi jika kamu mempercayai Seungnyang .
Golta menimbrung : Paduka , ini adalah jebakan yang digunakan Lady Ki .
Tahwan meminta Golta untuk diam .
Tahwan dengan sedih berkata kepada Bayan  , bahwa Bayan dan Seungnyang sama2 penting . Tahwan mengaku patah hati melihat Bayan – Seungnyang saling bertikai seperti ini .
Part 3 (of 3)

Bayan bersikeras menghendaki Tahwan menyingkirkan Seungnyang.  Bayan mempersilahkan Tahwan membunuhnya jika mau , namun apapun yang terjadi Bayan tidak akan mau berubah .  Bayan mengulang desakannya agar Tahwan menyingkirkan Seungnyang dan mengembalikan kejayaan Dinasti Yuan .  Bayan merasa ini nasehat terakhirnya untuk Tahwan .
Tahwan semakin sedih : Aku ingin kamu mengalah demi aku . Hanya dengan demikian aku bisa menyelamatkanmu .  Ini bukan perintah , tetapi sebuah pemintaan dariku . Mohon , sekali ini saja , lakukan demi aku .
***
Seungnyang memasuki ruang tahta yang di hadiri para pejabat tinggi termasuk Tiga Paduka .
Seungnyang menegaskan tiada maaf bagi seorang pria yang mengancam dirinya dan anaknya , dan ingin Bayan di hukum mati .  Seungnyang mempersilahkan siapa yang keberatan untuk berbicara.
Tiga Paduka tentu saja berpihak pada Seungnyang , dan mengatakan tidak keberatan .  Seunngyang terharu dengan dukungan mereka dan tidak akan melupakan kesetiaan mereka.
Tiba2 Tahwan muncul , bersama Bayan yang menggendong Pangeran Ayushiridara.
Seungnyang terperanjat dan berkata seharusnya Bayan berada di penjara.

Tahwan menjelaskan kehadiran Bayan disini untuk mengikrarkan kesetiaan kepada Seungnyang.
Bayan menurunkan Pangeran Ayushiridara dari gendongan dan menatap Seungnyang .
Seungnyang menyatakan tidak butuh “kesetiaan” Bayan . Tahwan jadi stress lagi .  Seungnyang menyodorkan buah simalakama untuk Tahwan , memilih Seungnyang atau Bayan ?  Seungnyang yang menyingkir atau Bayan yang menyingkir ?
Tahwan dengan tulus menjawab  : Tidak kedua2nya . Jika aku harus kehilangan salah satu , aku lebih baik kehilangan kamu dan Bayan sekaligus. Aku pernah kesepian , sendirian . Kalian berdua membuatku terlupa , dan bagaimana bisa kamu tidak tahu tentang hal itu ? Kenapa ?
Tahwan membalikkan tantangan Seungnyang dengan “indahnya “ : Kalian berdua tetap tinggal , atau kalian berdua pergi dari Istana ini ?

Bayan sesuai janjinya pada Tahwan akhirnya menyatakan kesetiaannya pada Seungnyang.  Bahkan Bayan bersedia merendahkan diri dengan berlutut di hadapan Seungnyang.
Bayan : Terimalah sumpahku , Yang Mulia .
Seungnyang berdiri mematung tak bisa berkata apa2 lagi .
Tal Tal mengawasi dari jauh dan tampak khawatir dengan perkembangan ini .
***

Tal Tal menemui Bayan yang sedang stress di kantornya .  Bayan masih tidak bisa menerima kenyataan harus berlutut terhadap Seungnyang yang dianggap rendah .
Bayan : Aku harus berlutut di hadapan dia , bukan kaisarku , melainkan sampah Goryeo . Aku menyatakan sumpahku .  Tal Tal : Paman melakukan itu demi kaisar . Bayan : Aku memohon untuk nyawaku .
Tal Tal : Paman !!
Bayan : Untuk menyelamatkan diriku sendiri , yang patetik dan pengecut ini .  Aku telah mempermalukan klan kita .  Tal Tal , dapatkah kamu melakukan satu hal terakhir untukku ? Mintalah Seungnyang untuk menemuiku .  Dia akan datang jika kamu yang mengatakan .
Tal Tal : Aku bisa menyampaikan pesan . Bayan : Aku akan membunuhnya dengan tanganku sendiri .  Tal Tal : Paman , jika  Kaisar tahu .
Bayan : Ini demi untuk Kaisar juga. Jika kamu tidak bersedia menolongku , aku terpaksa akan mengumpulkan pasukanku . Dan Istana akan bersimbah darah . Seungnyang , Pangeran Ayu dan yang lainnya akan mati . Mohon , tolonglah pamanmu ini .
***

Tal Tal – Seungnyang bertemu secara pribadi .  Seungnyang berkata , apapun yang dipikirkannya tetap saja mengarah pada satu kesimpulan (bahwa salah satu dari Seungnyang – Bayan harus mati) .
Sebagaimana Bayan , Seungnyang juga meminta apakah Tal Tal bisa melakukan hal terakhir untuknya ?
Seungnyang meminta Tal Tal mengatur pertemuan dengan Bayan , karena Seungnyang ingin membunuh Bayan .
Tal Tal semakin stress dan meminta waktu untuk berpikir . Seungnyang bertanya mau berpikir sampai berapa lama ?  . Tal Tal berkata pada jam 11 malam di ruang tahta.  Seungnyang berkata akan menanti di jam tersebut .
***
Bayan sedang membersihkan pedangnya ketika Tal Tal melaporkan jadwal jam 11 bagi Bayan untuk bertemu Seungnyang . Bayan bertanya bagaimana dengan Bulhwa ? . Tal Tal berkata kalau Bulhwa sedang ada urusan di luar istana pada malam ini .
Bayan meminta Tal Tal untuk menyiapkan orang2nya di ruang tahta lebih awal .
Tal Tal mengiyakan .
Bayan tampak puas.
**
Bayan berjalan didampingi Tal Tal menuju Ruang Tahta yang sepi di larut malam ini .
Sebelum melangkah masuk , Bayan berkata :  Jika Kaisar membunuhku karena perbuatanku ini . Negara Yuan berada ditanganmu .
Tal Tal terharu dan semakin merasa bersalah .
Bayan : Aku tidak khawatir  karena ada kamu disini .


Bayan akhirnya melangkah masuk .  Tal Tal bingung dan serba salah  antara berusaha ingin mencegah , merasa bersalah namun sekaligus tidak bisa berbuat banyak berada ditengah2 perseteruan dua kubu yang sama2 di hormati Tal Tal , yakni Seungnyang versus Bayan .
Mata Tal Tal mulai berkaca2 seakan tahu peristiwa buruk yang akan menjelang . Toh baik Seungnyang atau Bayan yang mati masalahnya tetap sama saja .
***
Bayan melangkah mendekati Seungnyang yang sedang duduk santai .
***
Tahwan terbangun dan mendapat laporan dari Golta bahwa orang2 bersenjata ada diruang tahta.
Tahwan terperanjat.
****
Seungnyang dengan santai menuangkan teh dan menawarkan pada Bayan .  Dan Bayan menolak secara halus .
Seungnyang pun meminumnya sendiri seraya berkata bahwa pertama kali datang ke Istana adalah belajar minum the sambil berharap membalas kematian keluarganya .
Bayan bertanya apa point yang hendak disampaikan  ?  .
Seungnyang mulai menatap tajam dan berkata : Setia padaku ?  Orang tidak berubah . Aku tidak pernah mendengarmu menyarungkan pedangmu . Kamu bukan seseorang yang merubah kesetiaan . Apakah aku salah ?
Bayan masih percaya diri karena mengira Tal Tal sudah menyiapkan orang2nya diruangan ini sebelumnya. Bayan mengeluarkan pedang dari sarung sebagai jawaban dan memanggil orang2nya untuk muncul .
Namun yang muncul malah para pengawal Seungnyang , dan yang lebih mengejutkan lagi Bulhwa pun ada (bukan pergi urusan seperti kata Tal Tal ) .

Seungnyang tersenyum licik : Terkejutkah anda ? Bunuh dia !!
Bayan dikepung oleh beberapa pengawal .  Pertarungan sengit terjadi . Biar bagaimanapun Bayan adalah jendral besar Yuan yang sanggup merobohkan hampir semua pengawal Seungnyang , sekalipun Bulhwa ikut mengeroyok .
Bayan menyerukan nama Tal Tal untuk ikut membantu .
Diluar , Tal Tal mulai mengeluarkan pedang dari sarungnya sambil menangis .
So far , Bayan masih bisa bertahan sambil melangkah keluar . Namun yang tidak diduga sama sekali , begitu pintu terbuka , Tal Tal yang sudah menunggu langsung menusukkan pedang ke pamannya sendiri .

Bayan yang sekarat masih tak percaya kenapa Tal Tal bisa melakukan ini ? Kenapa berhianat ? .
Tal Tal menjawab : Ingatkah Paman pernah mengatakan padaku untuk membunuh Paman jika mulai terobsesi dengan kekuasaan .  Bayan : Itukah cara kamu memandang aku ?  Terobsesi dengan kekuasaan ?  Aku melakukan untuk Kaisar dan Negara Yuan .
Tal Tal mengingatkan bahwa rakyat yang menjadi korban atas ambisi dan obsesi  Bayan .
Bayan semakin kepayahan , dan dengan tenaga terakhir mengelus pipi Tal Tal .
Tal Tal semakin menangis dan mengucapkan selamat tinggal pada Pamannya untuk terakhir kali sambil menarik pedang .
Pada saat itu pula Tahwan muncul dan terperanjat melihat orang kepercayaannya sekarat secara mengenaskan .
Tahwan menghampiri dan memapah kepala Bayan dengan panik . Bayan dengan tenaga terakhirnya berkata untuk yang terakhir kalinya : Maafkan aku Yang Mulia . Aku gagal untuk melindungimu .
Tahwan menangis histeris sambil berusaha membangunkan Bayan yang sudah mati .
Tahwan : Tidakkk , Bayannnn !!!
Tal Tal juga masih menangis sedih .


Tahwan dengan nafas tersengal2 menahan emosi menatap marah pada Seungnyang .
Disarankan follow Twitter Bentara agar bisa mengikuti update terbaru

0 comments:

Post a Comment