Saturday, April 19, 2014

Sinopsis : Empress Ki – Episode 47

Standard

Mohon maaf atas keterlambatan sinopsis ini . Hari jepit nasional minggu ini tidak bisa dihindari , aku ada aktivitas lain dalam long weekend . Dalam episode sebelumnya , Seungnyang membuat dua gebrakan yang menghantam musuh2 politiknya. Pertama dia membuktikan keterlibatan Khutugh berkolaborasi dengan Byeongsoo menyerang Pangeran Maha . Kedua , Seungnyang membuktikan Pangeran Maha bukan anak kandung Tahwan - Tanashiri .
Akibatnya Khutugh terpental dari Istana dan posisinya sebagai Permaisuri . Bahkan Perdana Mentri Bayan pun tidak bisa berbuat apa2 untuk membela keponakannya ini . Disisi lain , Ibu Suri stress berat karena jagoan yang diusungnya , Pangeran Maha gagal dengan sendirinya untuk menjadi Pangeran Mahkota.
Pangeran Ayushiridara melenggang tanpa rival untuk menjadi Pangeran Mahkota.  Disisi lain , Wang Yoo dkk hendak kembali ke Ibukota Yuan , Daidu (kini Beijing) untuk menangani masalah misteri Eagle House.

UPDATE

  • Menambahkan rekap final  ( April 19 ,  07.00 WIB)
  • Disarankan follow Twitter Bentara agar bisa mengikuti update terbaru

Rekap

Empress Ki – Episode 47
Seungnyang mengunjungi kediaman Tahwan . Golta memberitahu bahwa Tahwan sedang tidur.
Tahwan tidak sedang tidur nyenyak karena mimpi buruk kembali mendatanginya . Seungnyang versi bengis muncul dalam mimpinya dan masih mengarahkan panah kearahnya. Kali ini lokasinya bukan didepan gerbang seperti mimpi terdahulu , melainkan di kursi singgasana Tahwan sendiri .

Tahwan bertanya kenapa Seungnyang melakukan hal ini ? . Seungnyang berkata kalau akhirnya Pangeran Ayushiridara telah menjadi Pangeran Mahkota , dan Seungnyang merasa tidak membutuhkan Tahwan lagi .  Tahwan bertanya kenapa Seungnyang begitu tega terhadapnya ? .  Seungnyang berkata bahwa musuh dari ayahnya , dan juga rajanya (Wang Yoo) akan mati ditangannya.
Tiba2 muncul Ibu Suri dalam versi yang lain dalam mimpi Tahwan . Ibu Suri menertawakan Tahwan dan berkata : Apa kubilang ?  Tahta itu membunuh saudaramu dan juga ayahmu . Sudah saatnya kamu mati ditangan Lady Ki Seungnyang .
Tahwan meminta semua itu dihentikan . Wujud Ibu Suri berganti menjadi Seungnyang yang kembali bersiap untuk memanahnya. Tahwan memohon agar Seungnyang tidak melakukan hal itu .
Tahwan terus mengigau dalam tidurnya , dan tampak terpengaruh oleh mimpi buruknya ini .
Seungnyang mencoba untuk membangunkan . Tahwan membuka mata dan melihat Seungnyang ada di hadapannya , terlihat pula Seungnyang mengenakan pakaian yang sama dengan yang versi mimpi .  Seungnyang bertanya apa yang dimimpikan Tahwan ? .

Tahwan tiba2 mencekik Seungnyang dan menuduh Seungnyang hendak membunuhnya dengan menarik busur panah .
Seungnyang berkata kalau itu hanya mimpi belaka.  Tahwan tersadar dan meminta maaf . Seungnyang bertanya apakah Tahwan masih minum (mabuk2an) lagi ? . Tahwan meminta Seungnyang untuk tidak mengomelinya lagi .
Golta tiba2 memasuki ruangan dan melaporkan bahwa ada petisi untuk melengserkan Bayan dari posisi Perdana Mentri .
***
Para pejabat berkumpul di Ruang Tahta menantikan kemunculan Kaisar. Tahwan muncul dengan langkah terhuyung2 . Mereka berharap Bayan di demosi (diturunkan pangkat) karena punya hubungan keluarga dengan Khutugh yang mencoba membunuh Maha , dan menjebak Seungnyang.  Hal ini dianggap sama dengan usaha serupa untuk menggulingkan tahta , dan karena itu Bayan harus digeser dari posisinya.

Tahwan menghardik agar para pejabat diruangan diam . Tiga Paduka dkk bersikeras mendesak Tahwan untuk mendengarkan permohonan ini .

Bayan malah berlutut diluar ruang Tahta , dan memohon sendiri agar di demosikan .  Tahwan dan para pejabat menyusul keluar ruangan . Tahwan menghampiri dan berkata kalau Bayan tidak ada kaitannya dengan usaha pembunuhan . Bayan mengakui keponakannya , Khutugh begitu bodoh dan membawa bahaya terhadap Tahta dan merasa kegagalannya tidak bisa dihapus bersih begitu saja.
Tahwan mengajak para pejabat untuk melihat sikap Bayan , yang lebih memilih untuk mengundurkan diri daripada melihat Kaisarnya putus asa.  Tiga Paduka mendesak Tahwan untuk mengabulkan permohonan Bayan .  Tahwan mencerca dan menyindir kalau Tiga Paduka dkk belum melakukan sesuatu , dan hanya memaksakan pandangan terhadap Tahwan .  Tiga Paduka berkata ini demi kebaikan Negara Yuan . Tahwan menukas bahwa apa yang baik baginya juga baik bagi Yuan .
Tahwan berkata bahwa bagaimanapun Bayan setia padanya , mempertanyakan Bayan sama saja dengan mempertanyakan Kaisar , dan bisa dianggap penghianatan !!!!

Semua orang terdiam melihat hardikan Tahwan .
***
Tal Tal memandang dari kejauhan , dimana Seungnyang - Bayan sedang berbincang disebuah gazebo istana.

Bayan memuji sekaligus menyindir kemampuan Seungnyang dalam menggerakkan para pejabat .  Seungnyang merendah bahwa dia tidak sehebat Bayan yang mampu merengek agar di berhentikan , tetapi malah membuat Tahwan semakin dekat pada Bayan .
Bayan : Jika aku tiada , kamu akan memiliki segalanya. Aku tidak akan membiarkan kamu menghancurkan Dinasti Yuan . Seungnyang : Jadi ini yang dinamakan perang bukan ? Sebuah perang terjadi jika musuh nyaris seimbang.  Bayan : Apa kau membayangkan kamu ini sepadan denganku ?  .
Seungnyang tersenyum sinis : Kita tidak bertarung karena kita musuh , kita menjadi musuh karena kita harus bertarung .  Bayan : Aku tidak akan berhenti sampai kamu pergi , kamu dan segenap sampah Goryeo .  Seungnyang : Hal yang kuinginkan adalah perdamaian , dan kita hanya bisa menikmati perdamaian jika salah satu dari kita meninggalkan Istana ini .
Bayan : Hal ini tidak lama lagi kok . Seungnyang : Semakin cepat semakin baik .
***

Maha mendatangi sebuah kuil untuk berdoa di hadapan Buddha .  Maha terlihat tidak dalam kondisi fit (mungkin pengaruh racun yang masih tersisa ? ) . Dayang Seo tampak khawatir melihat kondisi Maha.
Maha memaksakan diri berlutut di hadapan Buddha dan berdiri lagi . Dayang Seo membujuk Maha untuk berhenti karena akan membuat kondisinya makin parah .
Sementara itu Wang Yoo dkk mendekati kuil itu , dan mengamati dari kejauhan , Dayang Seo sedang berjalan sendiri meninggalkan kuil .
Kasim Bang berkata pada Wang Yoo , bahwa Maha akan berada di kuil selama beberapa hari untuk berdoa.  Moosong bertanya apakah Wang Yoo akan berbicara dengan Maha ? . Kasim Bang mengingatkan bahwa demi Seungnyang , Wang Yoo tidak bisa mengaku sebagai ayah Maha.
***
Didalam kuil , kondisi Maha semakin terlihat tidak sehat dan terus terbatuk darah .  Maha terlihat berusaha menyembunyikan fakta itu . Menyembunyikan sapu tangan yang berdarah dan wajahnya terus2an berkeringat dingin .
Wang Yoo memasuki kuil , dan untuk pertama kalinya menatap Maha setelah tahu anaknya sendiri . Wang Yoo berdiri mendampingi Maha untuk ikut berdoa . Wang Yoo bertanya Maha berdoa untuk apa ? .  Maha menerka Wang Yoo hendak membalas dendam .
Wang Yoo : Aku ingin melihatmu disini . Jika kamu bukan seorang pangeran , apakah kamu bukan sesuatu ? Ada banyak sesuatu dalam dirimu , baik ayahmu adalah seorang Kaisar ataupun Pengemis . Kamu tetaplah kamu  . Seorang Pangeran tanpa sesuatu didalam dirinya bisa meruntuhkan sebuah negara. Seorang anak pengemis dapat membuat sesuatu .
Maha terisak : Apakah menyedihkan ? Kenapa anda terganggu ?

Wang Yoo : Tindakan dengan martabat , maka tidak ada seorangpun yang akan mengasihanimu . (Dalam hati Wang Yoo : Maafkan aku anakku . Hal ini yang dapat aku berikan padamu sekarang ini .)
Kasim Bang muncul kedalam ruangan dan memberitahu Wang Yoo sudah saatnya pergi .
Maha bertanya apakah bisa bertemu dengan Wang Yoo lagi ? . Wang Yoo akan datang lagi .
Wang Yoo sempat membelai pipi Maha dengan penuh kasih sayang sebelum pergi .
***
Diluar bangunan kuil ,  Wang Yoo bertanya pada anak2 buahnya , apakah Seungnyang ingin Maha ke Goryeo ? . Kasim Bang menjawab jika Maha sudah pulih sepenuhnya.  Kasim Bang masih khawatir dengan racun tersisa dalam tubuh Maha.   Wang Yoo berkata akan mengambil Maha jika waktunya tepat.
Moosong bertanya apakah Wang Yoo tidak akan memberitahu Maha ? . Wang Yoo berkata bahwa Maha tidak akan hidup sendirian . Wang Yoo akan mengatakan kalau dia dan Seungnyang adalah orangtua Maha jika sudah di Goryeo nanti .
Tanpa Wang Yoo dkk sadari , Dayang Seo mendengarkan semua percakapan mereka.
***
Seungnyang sedang tergesa2 karena Tahwan mulai minum2 lagi dan bermain bersama para dayang.

Di gazebo , Tahwan mengenakan penutup mata dan berusaha menangkap para selir dalam permainan itu .
Para selir gentar saat melihat Seungnyang muncul . Tahwan belum menyadari dan malah menangkap Seungnyang yang berdiri ditengah permainan .  Tahwan membuka penutup mata , dan terperanjat sesaat melihat Seungnyang ada dihadapannya . Tetapi tak lama kemudian , kondisi mabuk membuat Tahwan tersenyum dan meminta Seungnyang melanjutkan permainan setelah "tertangkap" tadi .

Seungnyang menolak bermain . Tahwan meminta Seungnyang tidak mengucapkan sepatah katapun , karena Tahwan sedang merasa senang hari ini. Tahwan menunjukkan langit yang cerah dan bunga yang bermekaran , dan telah menangkap Seungnyang dalam permainan tadi .
Seungnyang mengingatkan Tahwan untuk tidak minum lagi . Tahwan berkilah bahwa minuman membuatnya tidak bermimpi buruk , dan tidak lagi melihat Seungnyang dalam mimpi itu berusaha membunuhnya.


Tiba2 Bayan muncul menghadap . Tahwan seperti anak kecil yang dalam mabuknya memeluk Bayan .  Tahwan senang karena Bayan datang di waktu yang tepat , selagi Tahwan merasa bosan karena minum seorang diri .
Bayan berkata ada banyak hal yang memerlukan perhatian Tahwan .
Tahwan merajuk seperti anak kecil karena keasikannya terganggu oleh keseriusan Bayan .  Bayan berkata ada masalah penting yang perlu review dan stempel Tahwan .
Tahwan yang tidak mau repot lantas memerintahkan Golta untuk mengambilkan stempelnya.  Seungnyang tidak membiarkan hal itu terjadi begitu mudah bagi Bayan .
Seungnyang mempertanyakan Tahwan kenapa tidak membacanya dulu petisi2 itu ?  .
Tahwan : Bayan adalah Aku , Aku adalah Bayan . Apa yang dia lakukan adalah untukku .
Seungnyang tidak berdaya untuk mencegah , karena Tahwan tetap memerintahkan Golta untuk mengambilkan stempel untuk Bayan .
Bayan pamit dan berlalu , dan sempat memandang tajam pada Seungnyang.
***
Golta sudah menyerahkan stempel milik Tahwan kepada Bayan , dan menanti Bayan yang sedang sibuk mencap dokumen2 yang ada di meja kerja.  Tal Tal muncul dan mempertanyakan petisi apa yang sedang ditujui dan di cap oleh Bayan ?
Bayan berkata sedang "bersih2 rumah" .  Tal Tal mempertanyakan Bayan yang menyingkirkan orang2 yang kompeten di bidang keuangan , personalia , dan masalah negara.  Bayan berkilah kalau mereka2 itu adalah orang2 Seungnyang.  Tal Tal berkata kalau penempatan orang2 itu bukan berdasarkan pada transaksi politik melainkan kompetensi .  Bayan menukas bahwa negara ini tidak perlu kompetensi , melainkan memerlukan loyalitas.
Tal Tal berargumen bahwa negara Yuan sedang mengalami kemerosotan .
Bayan menghardik :  Aku berbicara untuk Yang Mulia Kaisar . Apa kamu bisa melihat stempel Kaisar ? Penilaianku , dan keputusanku adalah diri Kaisar.  Tidak hanya itu , para mentri , kanselir dan militer dan semua yang berpihak pada Seungnyang akan di singkirkan . Hal ini yang akan menyelamatkan Negara Yuan dan mengembalikan ke masa jayanya.

Sebelum berlalu , Bayan meminta Tal Tal untuk mencari cara guna mengisi kas negara yang sudah hampir habis.
***
Diruang penjara dan introgasi , Bayan menyiksa para pejabat yang pro - Seungnyang.

Seungnyang muncul dan mempertanyakan apa yang sedang dilakukan Bayan ? . Bayan berkilah bahwa para pejabat itu melakukan korupsi .  Seungnyang meminta bukti konkrit .
Bayan malah menjadikan petisi dengan stempel Kaisar sebagai bukti konkrit .  Seungnyang bersikeras kalau para pejabat itu tidak bersalah .
Seungnyang menantang Bayan : Jika anda ingin aku enyah dari istana , seranglah aku secara langsung.  Bayan : Mereka itu berkontribusi atas kemerosotan negara ini .  Seungnyang : Yang kau maksudkan aku khan ?  . Bayan : Apa kamu tidak setuju ? . Seungnyang : Kamulah yang meruntuhkan negara ini .  Tirani membusukkan negara dari dalam .
Bayan : Kamu yang salah dalam hal ini . Negara ini bukanlah negaramu , tetapi orang2 Mongol . Seungnyang : Aku adalah Ibunda dari Pangeran Mahkota . Bayan memotong : Dari Goryeo .
Seungnyang gusar dan menyerukan Bayan dengan suara tinggi . Bayan dengan tenang mengatakan darah akan mengatakan (red - darah Goryeo) , dan darah yang buruk yang harus disingkirkan sebelum menyebar luas .  Seungnyang menukas bahwa "darah buruk" (red - pangeran Ayushiridara) akan menjadi kaisar berikutnya.
Seungnyang sempat mengancam secara halus , sebelum berlalu dari ruang penjara. Kepergian Seungnyagn di sertai teriakan minta tolong dari para pejabat yang di tahan Bayan .
Part 2 (of 3)

***

Tahwan sedang menasehati Ayu agar menjadi seorang Kaisar yang kuat dan berani suatu hari nanti  , seorang ksatria , seorang penakluk .  Ayushiridara berkata bahwa Ibu pernah berkata agar melindungi yang lemah . Tahwan berkata karena itu Ayu harus menjadi kuat agar bisa melindungi yang lemah  , terlebih Goryeo dan negara2 lain sedang menanti kesempatan untuk menyerang Yuan .
Ayu bertanya bukankah Goryeo itu negara asal Ibunya ?  . Tahwan berkata apa Seungnyang yang mengatakan hal itu ? . Ayu berkata kalau para pelayan sering mengatakan bahwa ketika Ayu menjadi kaisar maka Goryeo .........
Tahwan menghardik anaknya agar tidak menyebut Goryeo lagi . Ayu menangis karena takut oleh amarah Ayahnya.  Melihat Seungnyang muncul , Ayu langsung berlari menuju Ibunya .
Golta membawa Ayu keluar ruangan .
Seungnyang memohon agar Tahwan menghentikan Bayan . Tahwan bersikeras berpendapat bahwa apa yang dilakukan Bayan demi Negara Yuan . Seungnyang berargumen kalau Bayan telah menyingkirkan orang2 baik  . Tahwan menegur apa Seungnyang merasa kecewa karena orang2 yang pro padanya telah disingkirkan ?
Tahwan memperingatkan Seungnyang untuk fokus pada perannya sebagai Ibunda dari Pangeran Ayu dan meninggalkan masalah Goryeo . Seungnyang mempertanyakan apa Tahwan melihatnya selama ini sebagai seorang wanita asal Goryeo ? .
Tahwan : Apa kamu tidak berpikir bagaimana orang2 akan melihatmu kalau kau terus mencampuri urusan pemerintahan ? Demi Pangeran Ayu , ingatlah akan posisimu .  Seungnyang : Bayan bukan bertindak demi Negara Yuan . Lebih dari siapapun , aku
Tahwan memotong : Karena itu Wang Yoo harus mati . Kamu mencoba menyelamatkannya di depanku . Dia itu penghianat bagi Yuan .  Cukup sudah , menyingkirlah dari masalah pemerintahan .

Seungnyang gusar dan berlalu dari ruangan sekalipun Tahwan menjerit2 .  Diluar ruangan Golta memandang kepergian Seungnyang dengan tatapan yang berbeda kali ini .
***
Di markas Eagle House , Byeongsoo - Jocham terperanjat mendapat perintah dari sang Ketua untuk menemui Bayan . Mereka berdua tentu saja khawatir Bayan akan membunuh mereka seketika .

Ketua Eagle House melemparkan surat ke lantai . Asisten Ketua meminta Byeongsoo - Jocham untuk menyerahkan surat itu kepada Bayan untuk mendapatkan kepercayaan dari Bayan .
Usai pertemuan dan ruangan sudah sepi , Ketua Eagle House membuka topeng , dan ternyata Golta yang menjadi Ketua misterius selama ini .  Asisten Ketua juga membuka topeng , dan terlihatlah wajah Namu , salah satu pengawal Tahwan . Asisten bertanya bagaimana keputusan Golta untuk Bayan ?

Golta tersenyum licik : Seungnyang mulai kehilangan dukungan Tahwan , dan Bayan mungkin akan jadi pemenang.  Siapapun diantara mereka yang menang , kita akan mengambil keuntungan dari konflik mereka. Suatu hari akan tiba dimana uanglah yang memerintah dunia.
***

Benar saja , Bayan langsung ingin menebas Jocham dan Byeongsoo begitu dengan pedang muncul di hadapan Bayan .  Byeongsoo dan Jocham buru2 menunjukkan amplop surat dari Ketua Eagle House , berisikan informasi tentang pedagang2 asing .  Byeongsoo menambahkan bahwa menyita aset2 para pedagang itu akan mengisi kekosongan kas negara dan menyingkirkan sakit kepala.
Bayan bertanya : Bukankah Eagle House selama ini membantu El Temur ? Kenapa sekarang malah membantuku ? . Byeongsoo : Para pedagang asing itu , terutama pedagang2 Goryeo telah merugikan Eagle House.  Singkirkan mereka , maka Eagle House akan mendukungmu .
Bayan menurunkan pedang pertanda setuju .
***
Para prajurit dibawah pimpinan Tal Tal mengobrak-ngabrik para pedagang asal Goryeo di jalanan .  Para pedagang itu kemudian ditangkap dan digiring paksa .


Wang Yoo dkk berada disekitar dan diam2 memantau , dan menyaksikan sendiri salah satu pedagang berusaha kabur , tetapi diiinjak2 oleh salah seorang prajurit.  Wang Yoo menganalisa bahwa dalam hal ini pihak Goryeo yang paling dirugikan , dan masalah ini harus segera diatasi . Jeombakyi bertanya bagaimana menghubungi Seungnyang ? .  Wang Yoo menjelaskan bahwa Seungnyang bukan lagi aliansi mereka.  Wang Yoo memerintahkan untuk menghubungi Suri untuk mencari tahu tentang Eagle House.
***
Byeongsoo dan Jocham tersenyum puas melihat lembar2 penyitaan aset di atas meja. Byeongsoo merasa yakin mendapat kepercayaan Bayan tinggal masalah waktu saja.  Tal Tal muncul dan langsung menodongkan pedang ke leher Byeongsoo .

Byeongsoo memperlihakan setumpuk lembar2 penyitaan aset.  Tal Tal dengan sinis menganggap aset terbaik untuk saat ini adalah leher Byeongsoo .  Bayan muncul dan memerintahkan Tal Tal menurunkan pedang.
Tal Tal dengan tegas meminta Bayan menghentikan semua aksi terhadap para pedagang .  Akhirnya Tal Tal malah berdebat dengan Bayan .
Bayan : Para pendatang menghisap negara kita hingga kering.  Tal Tal : Para pendatang juga membangun negara ini . Tal Tal menurunkan pedang dari leher Byeongsoo yang terus menyeringai , seraya berkata pada Bayan :  Negara diambang kejatuhan ekonomi . Menghancurkan sektor komersial akan mendorong kelaparan yang meluas keseantero negara.  Bayan : Ketika negara makmur maka rakyatnya akan makmur.  Dan kau ingin menentangku ?

Bayan untuk pertama kalinya menampar Tal Tal karena dianggap berani menguliahi . Tal Tal bersikeras harus mengkoreksi setiap pandangan yang bodoh  , baik Bayan atau siapapun .  Tal Tal berujar bahwa "Keberanian Tanpa Kebijaksanaan Akan Membawa Kejatuhan " . Bayan kesal dan hendak menghajar Tal Tal lagi , namun dicegah oleh dua asistennya.
***

Tal Tal tidak ada pilihan lain selain mengikuti kemauan Bayan , dan menggiring para pedagang dan mereka diberikan cap di wajah mereka dengan besi panas . Tal Tal menjelaskan bahwa mereka tidak akan dibunuh , melainkan diberi cap untuk menandakan status mereka sebagai budak .
Tal Tal membalikkan wajah karena tidak tahan melihat hal ini . Tiba-tiba Seungnyang muncul dan berusaha mencegah penandaan besi panas pada para pedagang itu . Tal Tal mencengkram tangan Seungnyang dan berkata ini bukan tempat Seungnyang untuk ikut campur.
***

Seungnyang - Tal Tal melanjutkan perbincangan secara pribadi di sebuah gazeboo . Seungnyang menyebut Tal Tal sebagai seorang pengecut yang tidak bisa menghentikan kediktatoran Bayan .  Tal Tal beralasan bahwa Bayan kini di dukung Kaisar sehingga tidak tersentuh .   Tal Tal meminta Seungnyang untuk menghentikan konfliknya dengan Bayan , atau Seungnyang bisa kehilangan segalanya termasuk nyawanya.  Seungnyang menegaskan akan bertarung hingga akhir karena bukan seorang pengecut.
***

Wang Yoo berdiri disamping Maha untuk berdoa bersama dihadapan Buddha . Wang Yoo bertanya apa yang sedang didoakan Maha ? . Maha mengaku mendoakan kedua orangtuanya , jika memang masih hidup agar bisa bertemu kembali .
Kasim Bang tidak bisa menahan sedih .
Maha bertanya Wang Yoo sedang mendoakan apa ? . Wang Yoo mengaku mendoakan doa Maha agar terkabul .
Wang Yoo merasa khawatir karena Maha seperti tidak sehat.  Maha menenangkan kalau dia baik2 saja.
Dayang Seo diam2 mengawasi dan menguping .
***
Tahwan melintasi istana dan tertarik melihat jemuran pakaian di tengah courtyard . Tiba2 Seungnyang muncul dan tersenyum ramah , mengajak Tahwan untuk jalan2 keluar istana melihat pemandangan menarik .

***

Berjalan2 diatas kuda bersama Seungnyang , Tahwan terlihat jengkel karena merasa dikerjai Seungnyang untuk melihat penderitaan rakyat.  Seungnyang mengaku sengaja berdusta , karena Tahwan pasti tidak akan mau ikut jika diberitahu yang sebenarnya.
Tahwan hendak berlalu . Seungnyang mengingatkan bahwa ratusan hingga ribuan rakyat mati kelaparan setiap hari , itu karena Bayan mengejar ambisi untuk mengembalikan kejayaan masa lampau Yuan .  Tahwan berkata itu bukan urusan Seungnyang.
Seungnyang mengaku telah memberi makan rakyat dengan dana yang didapatkan dari Wang Yoo . Seungnyang melakukan itu karena khawatir rakyat akan berbalik menentang Tahwan . Seungnyang membujuk Tahwan bahwa belum terlambat untuk melupakan kemashuran dan kejayaan , dan  menyelamatkan rakyat dari kediktatoran Bayan .
Tahwan bersikeras masih mempercayai Bayan , hasrat Bayan dan juga kekuatan Bayan , diyakini akan menyelamatkan negara Yuan ini .  Tahwan tidak mau mendengarkan hal ini lagi .
Diam2 Golta aka ketua Eagle House ini memandang tajam kearah Seungnyang.
Seungnyang terus meyakinkan Tahwan bahwa rakyat kini membenci kaisarnya sendiri . Tiba2 Tahwan seperti melihat Wang Yoo sedang menertawakan ditengah kerumunan rakyat  . Seungnyang mengira Tahwan sedang kambuh .  Tahwan sesak nafas dan terjatuh pingsan dari kuda.


Wang Yoo bercaping sempat memperhatikan Seungnyang yang sedang berada diatas kuda.  Seungnyang memerintahkan Tahwan dibawa kembali ke Istana.
***
Tabib Istana mengatakan kondisi Tahwan lemah karena kebanyakan minum arak .  Seungnyang menjadi khawatir dan meminta Tabib untuk melakukan yang terbaik . Tak lama Ibu Suri dan Bayan juga muncul dan khawatir melihat Tahwan .
Part 3 (of 3)
***

Kasim Bulhwa khawatir melihat kondisi Maha yang tergeletak di ranjang . Dayang Seo juga mengaku tidak tahu menahu kenapa Maha bisa begitu . Bulhwa menyerahkan sebatang emas yang cukup untuk bekal Dayang Seo hidup , dan meminta Dayang Seo pergi karena Maha sendiri akan dibawa ke Goryeo .
Bulhwa berusaha memberikan obat dan menyadarkan Maha , namun Maha malah menghembuskan nafas terakhir. Bulhwa terperanjat dan menangis menyebut Yang Mulia Maha .
Diluar , Wang Yoo dkk sudah tidak sabar menantikan kemunculan Maha agar bisa segera dibawa ke Goryeo . Wang Yoo juga tidak sabar karena bisa menyebut Maha sebagai anaknya jika sudah kembali ke Goryeo nanti .
Setelah melihat Dayang Seo meninggalkan rumah sementara Maha , Kasim Bang masuk duluan untuk mencari tahu dan terperanjat saat Bulhwa mengatakan Maha sudah meninggal dunia.
Kasim Bang dengan terhuyung2 berjalan pergi menemui Wang Yoo yang menunggu diluar . Kasim Bang menangis tanpa bisa berkata2. Wang Yoo punya firasat buruk dan segera memasuki rumah sementara Maha.

Wang Yoo dengan sedih menghampiri jenasah Maha .  Wang Yoo : Bukalah matamu Maha .
Semua anak buah Wang Yoo berlutut dan ikut menangis .
Wang Yoo : Maha , ini ayahmu , pria tua yang tidak berharga. Maha , kamu tidak bisa mati . Maha Maha Maha !!!! Mahaaaaaaaaaaaaaaaa !!!
***

Seungnyang mengusap wajah Tahwan dengan penuh kasih sayang .  Tahwan belum sadarkan diri . Seungnyang bergumam : Yang Mulia , suatu saat kau akan tahu apa yang sesungguhnya yang aku rasakan . Kamu akan tahu apa yang telah aku lakukan untukmu .  Membaiklah , Yang Mulia tidak sendirian .
***
Bulhwa menemui Seungnyang untuk melaporkan . Seungnyang bertanya apa yang terjadi dengan Byul alias Maha ? .
Bulhwa teringat perkataan Wang Yoo .
Sebuah kilas balik . Sambil memegangi jenasah Maha , Wang Yoo berkata pada Bulhwa agar jangan mengatakan pada Seungnyang nanti kalau Maha sudah mati , melainkan katakan saja Maha sudah kembali ke Goryeo .  Wang Yoo khawatir kabar kematian Byul akan mengganggu Seungnyang yang sedang dalam masalah saat ini .
Bulhwa akhirnya berdusta pada Seungnyang , kalau Maha terus membaik seiring waktu .
Tiba2 Hongdan muncul dan mengabarkan pesan dari Dokman bahwa Ibu Suri dan Bayan mulai merencanakan sesuatu . Seungnyang langsung memerintahkan pertemuan resmi di Ruang Tahta.
***

Ibu Suri menyarankan Bayan untuk membereskan Seungnyang dkk ketika Tahwan masih belum sadarkan diri .  Bayan khawatir bagaimana nanti kalau Tahwan siuman ?Ibu Suri menenangkan bahwa mereka masih punya waktu untuk menjebak Seungnyang , dengan tuduhan melakukan kudeta ketika Tahwan masih tak sadarkan diri .Namun Guru Jang mengabarkan masalah baru bahwa para pejabat tinggi sedang menghadap Seungnyang di ruang tahta.
***
Bayan dan Ibu Suri terperanjat melihat Seungnyang duduk sebagai Wali dari Pangeran Ayushiridara.

Ibu Suri mencoba memprotes.
Seungnyang berkata sesuai protokol istana , dengan ketiadaan Tahwan yang belum sadarkan diri , maka pewarisnya , yakni Pangeran Ayushiridara harus menggantikan memerintah .
Ucapan Seungnyang didukung oleh Tiga Paduka dkk . Bayan mencoba memprotes , namun mendapat kecaman dari Tiga Paduka karena dinilai mengabaikan protokoler Istana.
Bayan meradang didepan hadirin bahwa negara lebih penting daripada protokoler Istana.
Seungnyang memotong : Apakah itu juga yang menjelaskan kenapa protokel tidak berarti apa2 dibawah kediktatoranmu ? . Bayan : Lady Ki !!!! . Seungnyang : Sebagai Wali , aku dapat membangun kembali apa yang telah kau hancurkan .  Ibu Suri : Ini absurd , kau duduk di tahta Naga.   Seungnyang berkata dingin : Kita dapat mengartikan penolakanmu sebagai penentangan terhadap Tahta .
Ibu Suri dan Bayan terdiam .
Seungnyang berkata lagi : Kas negara kita sudah hampir kosong . Ibu Suri telah menunjukkan ketidakmampuan dalam pekerjaan ini , dan akan mundur digantikan oleh Dokman yang akan memegang Bendahara Istana , sedangkan Pengawal Istana akan dipimpin oleh Kasim Bulhwa.
Kasim Bulhwa dan Dokman menyatakan kesediaan . Ibu Suri memprotes kalau begitu posisi2 penting Istana akan diduduki oleh orang2 Goryeo ? .
Tidak merasa cukup , Seungnyang meminta Bayan untuk menyerahkan stempel Wali dan Kaisar. Menurut Seungnyang , kekuasaan absolute melahirkan korupsi (red - di masa modern dicetuskan oleh Lord Acton) .
Bayan dan Ibu Suri tidak bisa berkata apa2 selain menahan geram .
***
Dokman mulai mengambil wewenang dari Ibu Suri sebagai pemegang Bendahara Istana . Demikian pula dengan Bulhwa yang mulai mengenakan seragam militer sebagai Komandan Pengawal Istana.

***
Bulhwa dengan seragam militer kini menagih stempel Wali Kaisar dan Kaisar dari Bayan .
Bayan tak bisa berbuat2 apa2 selain menahan geram saat menyerahkan stempel itu .
***

Tal Tal menemui Seungnyang , dan berkata bahwa perebutan kekuasaan bagaikan perburuan kelinci , dan pemenang ditentukan oleh yang tercepat dan yang paling yakin .
Seungnyang menegaskan bahwa perburuan "kelinci" akan selesai sebelum Tahwan siuman .   Seungnyang bertanya apakah Tal Tal masih menolak untuk membantu ?
Tal Tal tidak memberi jawaban langsung selain meminta Seungnyang melihat buku taktiknya (kitab Sun Tzu)  di perpustakaan .
***
Seungnyang mengunjungi perpustakaan untuk mengambil kitab yang dimaksud oleh Tal Tal .
Seungnyang membuka kitab itu dan menemukan daftar nama para pejabat koruptor yang berpihak pada Bayan .
***
Seungnyang berkata pada Bulhwa bahwa tidak ada bukti yang tertera dalam kitab milik Tal Tal .
Bulhwa bertanya bagaimana dengan nama2 yang tertera dalam daftar Tal Tal ? . Seungnyang berkata punya rencana bertepatan dengan hari ultah Ayu , dan akan mengundang para pejabat dalam daftar Tal Tal untuk menghadiri perjamuan .
Seungnyang juga merencanakan untuk memindahkan Tahwan ke Paviliun Xingde.
***
Seungnyang duduk diruang tahta. Para pejabat dalam daftar Tal Tal hadir dalam pertemuan ini .  Seungnyang berterimakasih atas kehadiran mereka dan meminta para pelayan menyuguhkan minuman biasa kepada para pejabat.
Semua bingung kenapa perjamuan hanya disuguhkan air minum saja ? . Bayan bahkan mengira Seungnyang sedang becanda. Seungnyang berkilah bahwa Pangeran Mahkota sulit untuk melangsungkan perjamuan sementara rakyat sedang kelaparan .
Bayan merasa sudah cukup sabar dan ingin berlalu . Seungnyang berkata acara ini belum selesai . Seungnyang bangkit dari singgasana dan memperlihatkan buku yang mengungkap penyalahgunaan kekuasan termasuk korupsi diantara para pejabat itu .

Bayan mulai jengkel .
Seungnyang berkata bahwa air putih saja sudah terlalu kebagusan buat para pejabat yang menyalahgunakan kekuasaan , namun karena hari ini adalah ultah Ayu , maka Seungnyang berlagak berbaik hati menambahkan sesuatu yang spesial dalam minuman itu , yakni arsenik (racun) .
Seungnyang berkata barang siapa yang tidak bersalah , silahkan minum . Seungnyang mengaku akan mundur sebagai seorang pembunuh orang yang tidak bersalah , tetapi bagi yang tidak meminum itu sama saja dengan pengakuan bersalah .
Seungnyang mulai menghitung sampai tiga , 1 2 3 . Namun hanya Bayan yang tidak sabaran dan tanpa takut meminumnya. Tal Tal berusaha mencegah , namun Bayan merasa yakin , terlebih Seungnyang berkata akan mundur.
Seungnyang tersenyum dan berkata tidak ada racun arsenik , tetapi hampir seluruh pejabat takut mati dan tidak meminum , dan itu sama saja dengan pengakuan bersalah . Seungnyang memerintahkan Bulhwa untuk menangkap seluruh pejabat yang ada , terkecuali Bayan dan Tal Tal .
***
Dayang Seo berkata pada Golta yang menunggui kamar Tahwan , bahwa ada sesuatu yang hendak dikatakan . Pada saat Golta hendak mengatakan Tahwan tidak bisa menerima siapapun , tiba2 Tahwan terbangun .
Golta dan Dayang Seo bergegas masuk kamar.

Dalam keadaan masih setengah pusing , Dayang Seo mengambil kesempatan untuk meminta ijin mengatakan sesuatu . Tahwan mengabulkan .
Dayang Seo mengatakan :  Yang Mulia , Pangeran Maha sesungguhnya adalah ..........

0 comments:

Post a Comment