Saturday, April 12, 2014

Sinopsis : Empress Ki - Episode 46

Standard

Dalam episode sebelumnya Yeonhwa terbunuh oleh Khutugh , dan Seungnyang menjadi kambing hitam . Melihat wanita tercintanya meninggal , Byeongsoo beraliansi dengan Khutugh untuk mengenyahkan Seungnyang.  Misi Khutugh - Byeongsoo kali ini adalah membunuh Pangeran Maha agar Seungnyang dan orang2 Korea (Goryeo) dipersalahkan di negara Yuan . Untuk itu Byeongsoo dkk mulai mengagitasi pedagang2 Goryeo versus Yuan , vice versa.  Kasim Bang mendapatkan bocoran tentang rencana jahat Byeongsoo , dan tidak ada pilihan lain untuk meminta bantuan Seungnyang sebagai orang satu2nya yang mampu menyelamatkan Maha.

Kasim Bang akhirnya menemui Seungnyang dan mengungkap identitas Pangeran Maha yang sebenarnya adalah Byul (bintang) , anak Seungnyang dan Wang Yoo yang dikira sudah mati , sebelum di adopsi secara rahasia oleh Tanashiri .
Dapat dibayangkan pusingnya Seungnyang , disatu sisi sedang berjuang untuk menggolkan Pangeran Maha menjadi Pangeran Mahkota , disisi lain mendengar fakta baru bahwa Pangeran Maha yang juga menjadi pesaing Pangeran Ayu ternyata anaknya juga .

UPDATE

  • Menambahkan preview ( April 12 ,  07.00 WIB)
  • Disarankan follow Twitter Bentara agar bisa mengikuti update terbaru

Sinopsis

Empress Ki – Episode 46 – Sinopsis / Writen Preview / Preview

(NB : Banyak ilustrasi gambarnya , mudah2an aksesnya tidak lambat)
Diawali dengan perkataan Byeongsoo bahwa apapun akan lancar jika Pangeran Maha terbunuh .
***
Pangeran Maha terluka (tertembak panah ?) dan dibawa oleh tandu dibawah pengawasan Dokman .  Terlihat Pangeran Maha meringis wajahnya karena menahan sakit . Ibu Suri dan Tahwan muncul untuk melihat apa yang terjadi .
Ibu Suri dan Tahwan menghampiri tandu Pangeran Maha . Ibu Suri panik bercampur khawatir , bertanya apa yang sebenarnya terjadi ? . Wajah Tahwan juga terlihat khawatir .
Ibu Suri berkata : Kaisar , cobalah lihatlah sendiri , betapa Selir Agung Ki Seungnyang itu sangat menakutkan dan jahat. Tahwan : Jaga ucapan anda !
***
Bayan menemui Seungnyang di kediamannya . Seungnyang bertanya apa yang hendak dikatakan Bayan ? . Bayan membahas masalah penunjukkan Putera Mahkota . Seungnyang bertanya apa Bayan hendak membicarakan suatu kesepakatan ? . Bayan berkata bahwa dia tidak peduli terhadap masalah dan perasaan pribadi . Seungnyang mengatakan bahwa dialah yang ingin melindungi Bayan .
***
Anak buah Wang Yoo sedang membahas masalah Pangeran Maha . Moosong bertanya apakah akan mengirimkan Maha kepada Seungnyang ? . Kasim Bang menegaskan kalau mereka semua harus merahasiakan hal ini dari Wang Yoo , dan pada saatnya Wang Yoo akan tahu kalau Maha itu anaknya .
Wang Yoo muncul dan mendengarkan perkataan Kasim Bang . Wang Yoo bertanya apa maksudnya kalau Maha itu anaknya ?

Rekap

Empress Ki – Episode 46
Seungnyang melihat Kasim Bang sedang menunggu di depan kediaman Seungnyang . Didalam kediaman Seungnyang , Kasim Bang berlutut memohon Seungnyang menyelamatkan Pangeran Maha yang akan dibunuh malam ini . Seungnyang tentu saja bingung untuk apa Kasim Bang menyelamatkan Pangeran Maha yang tidak ada kaitannya.
Kasim Bang meratap bahwa hanya Seungnyang yang bisa menyelamatkan Maha.  Kasim Bang mengatakan kalau Pangeran Maha adalah Byul (red – berarti bintang sesuai tanda lahir tiga bintang di kaki) . Seungnyang sulit percaya dengan hal ini karena yakin Byul sudah mati . Namun Seungnyang jadi menangis memikirkan kemungkinan Byul masih hidup .

Kasim Bang berkata bahwa dia telah melihat sendiri Pangeran Maha punya tanda tiga bintang di kakinya , sebagai bukti bahwa Maha = Byul .
Seungnyang menangis dan terhenyak mendengar kenyatan hal ini .
Kasim Bulhwa bertanya dimana Maha sekarang. Kasim Bang berkata Pangeran Maha akan menuju kuil untuk penghormatan leluhurnya.  Kasim Bulhwa berkata kalau begitu mereka harus bergegas.
Seungnyang lebih sibuk menangis .
***

Byeongsoo dkk yang mengenakan pakaian dan cadar hitam ala ninja mulai bergerak di malam hari .  Mereka mengawasi situasi dan kondisi , dimana ada beberapa pengawal yang berjaga2.
Didalam kuil , Pangeran Maha mulai melakukan ritual penghormatan terhadap leluhurnya didampingi oleh Kasim Dokman .
Diluar , beberapa pengawal tumbang oleh serangan Byeongsoo dkk . Pengawal yang masih hidup berteriak : Pembunuh , Pembunuh !!!
Didalam , Pangeran Maha dkk terperanjat mendengar teriakan pengawal .  Dokman mendesak Pangeran Maha untuk menyelamatkan diri duluan .
Byeongsoo dkk berhasil mengatasi para pengawal dan menerobos masuk kedalam kuil , namun Byeongsoo hanya menemukan Dokman dkk .  Byeongsoo menodongkan pedang keleher Dokman dan mengancam agar Dokman memberitahu dimana Pangeran Maha berada .

Jocham menemukan Pangeran Maha sedang melarikan diri .  Byeongsoo dkk memutuskan untuk memburu Pangeran Maha keluar kuil . Dokman berusaha mencegah Byeongsoo , namun Byeongsoo mendorong Dokman hingga terjatuh .  Pada saat itu sebuah kalung bertali hitam yang dikenakan Byeongsoo terjatuh ke lantai .  Dokman memperhatikan kalung dan mengenali mata cincin dalam kalung itu .
(Red - Cincin itu milik Permaisuri Khutugh . Byeongsoo mendapatkan cincin itu dari Yeonhwa sebagai modal untuk hidup diluar istana kelak.)
***
Pangeran Maha terus melarikan diri menjauhi kuil , dan bertemu dengan rombongan Seungnyang .


Seungnyang berusaha membujuk agar Maha datang padanya .  Pangeran Maha tentu saja tak percaya dengan Seungnyang . Sementara itu  Byeongsoo dkk sudah tiba . Maha terjepit diantara kelompok Byeongsoo dan kelompok Seungnyang .
Byeongsoo mengaku dikirim oleh Dangkise , untuk membujuk Pangeran Maha.  Seungnyang membujuk Pangeran Maha agar tidak tertipu karena Byeongsoo dkk hendak membunuhnya.  Kasim Bang dan Jeokhoo dari tempat persembunyiannya juga memberikan isyarat pada Maha untuk pergi ke sisi Seungnyang.
Byeongsoo mengingatkan apa Maha lupa terhadap orang yang membunuh Ibunya ? . Seungnyang hampir menangis karena sulit sekali membujuk Maha datang kesisinya.
Maha akhirnya condong melangkah ke kelompok Byeongsoo . Namun Dokman muncul memberitahu Maha bahwa Byeongsoo adalah pembunuh , dan berteriak agar Maha pergi ke sisi Seungnyang .
Pangeran Maha akhirnya setuju pada suara "mayoritas" (Isyarat Kasim Bang , desakan Kasim Dokman dan juga desakan Seungnyang sendiri) . Maha  melangkah mendekati Seungnyang .
Byeongsoo sudah kalap karena tidak berhasil membujuk Maha . Byeongsoo memutuskan menembak Maha dengan panah yang mendarat tepat di punggung Maha.  Seungnyang panik dan langsung menghampiri dan memeluk Pangeran Maha.

Byeongsoo merasa misinya berhasil dan mengajak anak buahnya untuk melarikan diri .
Seungnyang berusaha membuat Maha tetap siuman , dan menenangkan Maha dengan memeluknya. Maha bertanya kenapa Seungnyang menangis ?
Setelah itu Maha mulai kehilangan kesadaran dan pingsan .
***
Tahwan berlari kencang dan berusaha menggedor pintu gerbang , seakan sedang menghindar dari kejaran seseorang . Tiba2 sebuah anak panah melesat mengenai lengan jubahnya , sehingga tangan Tahwan terpaku ke pintu gerbang.
Orang yang memburu Tahwan ternyata Seungnyang yang menatap tajam kearah Tahwan dengan mempersiapkan senjata andalan panahnya. Tahwan bertanya kenapa Seungnyang menginginkan kematiannya ? .
Seungnyang menuding Tahwan telah membunuh Wang Yoo .  Tahwan membela diri bahwa Wang Yoo telah menginjak2 mimpi Tahwan selama ini (red - menggagalkan usaha ekspansi Dinasti Yuan) . Seungnyang juga membenarkan diri , karena Tahwan telah menginjak-nginjak hatinya , karena hanya Wang Yoo pria yang ada dihatinya.
Tahwan dengan wajah sedih bertanya : Lalu bagaimana aku dimatamu , kamu adalah satu2nya yang aku cintai .  Seungnyang : Pembantai rajaku , aku tidak akan pernah memaafkanmu .


Seungnyang menyiapkan panah untuk menembak Tahwan .

Tiba2 Tahwan terbangun dari mimpi buruknya , dan gelisah dalam ranjangnya. Kasim Golta muncul dan bertanya apakah Tahwan sedang mimpi buruk lagi ?
Tahwan seperti setengah tidak waras , langsung bangkit dari ranjang dan bergegas hendak menemui Seungnyang.   Tiba2 Tahwan mengurungkan niat , dan meminta Golta untuk memberikan pena dan kertas untuk menulis surat pada Seungnyang.
***
Dokman mengambil anak panah dari tubuh Pangeran Maha . Dokman menemukan racun dalam panah itu .  Kasim Bang dan Seungnyang terperanjat mendengar hal ini . Dokman menenangkan bahwa masa krisis sudah berlalu , tetapi tetap saja kondisi Maha harus diawasi terus menerus .  Menurut Dokman , jika racun tidak menyebar hingga ke bagian vital tubuh , maka Maha seharusnya baik2 saja.
Seungnyang hanya bisa menitikkan air mata mendengar hal ini . Demikian juga dengan Kasim Bang yang juga menangis . Hal ini tidak luput dari perhatian Dokman .
***

Diluar ruangan , Dokman menanyai Kasim Bang , kenapa Seungnyang menangis untuk Maha yang notabene adalah rival Ayushiridara untuk posisi Putera Mahkota.  Kasim Bang memutuskan untuk tidak memberitahu sekarang , melainkan nanti jika saatnya tepat.
Bulhwa dkk tiba dan memberitahu Dokman - Bang bahwa Byeongsoo dkk telah lolos.
***
Didalam ruangan , Seungnyang masih terus menunggui Maha.  Saat Bulhwa memasuki ruangan , Seungnyang mengkonfirmasi kebenaran ucapan Kasim Bang dengan melihat tanda lahir di kaki Pangeran Maha.

Seungnyang semakin yakin kalau Maha adalah Byul . Seungnyang hanya bisa menyesal dan teringat masa lampau .
Sebuah kilas balik . Seungnyang menyembunyikan diri di goa dalam kondisi hamil tua . Sambil mengusap2 perutnya yang semakin besar , Seungnyang berjanji akan melindungi janinnya , sebagai Ibu Seungnyang mati karena melindungi Seungnyang cilik .  Kemudian Seungnyang melahirkan dan memberi nama bayinya sebagai Byul sesuai tanda lahir tiga bintang di kaki Byul .  Malangnya , Seungnyang tertembak oleh Byeongsoo sehingga kehilangan Byul yang terjatuh ke ke jurang bersama seorang anak buah Byeongsoo .
Seungnyang menangis dan meminta maaf pada Pangeran Maha yang masih tertidur.
Seungnyang : Aku tidak mengenalimu hingga sekarang . Aku tidak menyentuhmu dan juga tidak melakukan apapun .  Bulhwa ikut bersedih dan berkata : Itu bukan kesalahan anda . Jangan salahkan diri anda .  Seungnyang menggelengkan kepala  : Aku membencinya . Anakku , Byul-ku . Putera kecilku .  Aku begitu menyesal .
***
Khutugh menanti dengan gelisah disebuah tempat . Byeongsoo menghadap untuk melaporkan bahwa Pangeran Maha telah tertembak panah .  Khutugh tampak puas mendengarnya . Byeongsoo berbisik mengatakan Seungnyang juga muncul di TKP .

Khutugh terperanjat tetapi malah senang karena ini malah kesempatan bagus untuk menyebarkan rumor bahwa orang2 Goryeo menyerang Pangeran Maha.   Byeongsoo berkata bahwa Khutugh harus benar2 menghancurkan Seungnyang kali ini untuk membalaskan dendam kematian Yeonhwa.
Di Istana , Tal Tal melaporkan pada Tahwan bahwa misi mencari Wang Yoo hidup atau mati tidak berhasil , jikapun masih hidup maka Wang Yoo akan menuju Goryeo .  Tahwan bertanya siapa yang membantu Wang Yoo kali ini ? . Bayan menduga Seungnyang pasti terlibat.
Tahwan tidak mau mendengarkan Bayan , dan meminta Bayan untuk tidak mengungkitnya lagi . Tahwan memerintahkan Tal Tal untuk mengirim pesan pada Raja Goryeo yang baru agar menghukum mati Wang Yoo jika kembali hidup2 ke Goryeo .

Tiba2 Ibu Suri dkk muncul melaporkan bahwa Pangeran Maha telah diserang , dan pelakunya mungkin orang2 dari Goryeo .  Guru Jang menambahkan bahwa Maha diserang oleh panah beracun di sekitar kuil .  Ibu Suri menambahkan kalau Seungnyang juga berada di TKP saat Maha diserang.
Tahwan terperanjat mendengar hal ini .
***
Khutugh pura2 terkejut saat mendengar Seungnyang punya anak buah Goryeo yang menyerang Maha. Dayang Seo membenarkan bahwa tindakan itu tidak manusiawi .  Khutugh bertanya apa Tahwan sudah mendengarnya ? . Dayang Seo membenarkan .
Khutugh kembali pura2 tidak menyangka bisa begini kejadiannya. Khutugh berdoa pada Buddha , diikuti oleh Dayang Seo .

Dayang Seo mengingatkan Khutugh bahwa Pangeran Maha akan tiba dan harus menyambutnya .
Khutugh tiba2 tersadar kalau cincin pemberian Kaisar Tahwan telah hilang dari tempat perhiasannya.  Khutugh gelisah dan panik bertanya apa Dayang Seo pernah melihat cincin itu ? . Dayang Seo mengatakan tidak tahu menahu .
***
Maha di kawal kembali ke istana oleh Dokman dkk , namun kondisi Maha masih sangat lemah dan hanya bisa meringis kesakitan di dalam tandu .


Dibawah ini adalah text dalam bentuk JPEG . Dianjurkan membaca artikel ini dalam ponsel ukuran 5 inchi keatas (rotate horizontal) , tablet , laptop dan PC. Jika tidak muncul lakukan Refresh 


Part 2 (of 3)


Seungnyang : Apa kau percaya kalau aku mencoba membunuh Pangeran Maha ? .  Tahwan : Kamu pernah bilang bahwa kamu akan melakukan apapun demi Pangeran Ayu .  Seungnyang : Aku bersumpah demi para dewata bahwa bukan aku pelakunya.  Tahwan : Lalu siapa yang hendak melakukan hal seperti itu ? .  Seungnyang : Aku akan mengungkapnya nanti , dan ijinkan aku untuk menentukan hukuman .  Tahwan : Dan jika kamu tidak berhasil ? . Seungnyang : Lakukan apapun yang kau rasa pantas.
***
Semua orang berkumpul di Ruang Tahta . Seungnyang dkk muncul kemudian . Tahwan mempersilahkan Seunngyang untuk menjelaskan kasus ini .
Ibu Suri memprotes : Kasus ? Seungnyang yang seharusnya di pertanyakan dan dipaksa untuk mengaku . Seungnyang menukas : Akulah yang menyelamatkan Pangeran Maha . Ibu Suri : Kamu hendak menggunakan tanganmu untuk menutupi langit ?



Dibawah ini adalah text dalam bentuk JPEG . Dianjurkan membaca artikel ini dalam ponsel ukuran 5 inchi keatas (rotate horizontal) , tablet , laptop dan PC. Jika tidak muncul lakukan Refresh 





Diluar dugaan semua orang , Dayang Seo membenarkan ucapan Seungnyang , bahwa Khutugh memang pernah bertemu dengan Byeongsoo , namun Dayang Seo tidak mengira kalau mereka merencanakan pembunuhan Maha.
Khutugh berang , menjerit dan menuduh Dayang Seo telah berdusta.  Namun Tahwan sudah memutuskan agar Khutugh diseret keluar Ruang Tahta.  Dua Pengawal Kaisar menggiring Khutugh keluar .  Khutugh sempat meminta pertimbangan Tahwan , bahwa dia tidak bersalah . Tahwan tidak menggubris . Khutugh juga meminta Paman Bayan untuk menolongnya. Dua Pengawal tetap menyeret Khutugh meninggalkan ruangan .
Seungnyang menenangkan Bayan , bahwa Khutugh akan diperlakukan dengan adil .
***
Khutugh diseret keluar bersamaan dengan Hongdan yang membawa seorang biarawati masuk ruang tahta.
Bulhwa berbisik pada Seungnyang bahwa biarawati sebagai saksi sudah tiba.
Seungnyang berkata di hadapan hadirin bahwa masih ada yang harus diungkap , bahwa Pangeran Maha bukanlah anak kandung Tanashiri .
Kembali semua terperanjat mendengar hal ini .
Seungnyang mempersilahkan sang biarawati memasuki ruang tahta.  Biarawati itu maju menghadap dan bersaksi bahwa salah satu dari rekan biarawati menemukan bayi yang akhirnya di adopsi Tanashiri , dan kemudian Tanashiri membakar biara mereka .


Tahwan dkk tentu saja terkejut , namun yang paling terpukul adalah Ibu Suri yang stress berat langsung semaput dan dilarikan Guru Jang untuk mendapat bantuan medis.  Tahwan juga berkata pada Bayan bahwa kali ini keputusan hukuman terhadap Khutugh akan diserahkan pada Seungnyang .
***
Seungnyang menjenguk Pangeran Maha yang sudah siuman (namun pura2 tidur) . Seungnyang membelai dahi Pangeran Maha dengan penuh kasih sayang.  Seungnyang memerintahkan Dokman untuk mengatakan yang sebenarnya pada Maha jika sudah siuman , bahwa Maha akan di kirim dari istana karena bukan lagi anak Kaisar.
Namun Maha tiba2 siuman dan bertanya apa yang terjadi . Seungnyang akhirnya menjelaskan sendiri bahwa Maha bukanlah anak Kaisar dan Tanashiri , dan tidak bisa lagi tinggal di Istana .
Maha sempat mengira Seungnyang berdusta , namun akhirnya bertanya siapa sebenarnya kedua orangtuanya ? . Seungnyang mengungkap half-truth bahwa Maha ditembukan di lereng bukit . Seungnyang mendesak Maha untuk tidak menangis , dan tabah , karena tidak punya seorangpun yang melindunginya untuk saat ini , jadi jangan berharap apapun dari siapapun , maka Maha bisa bertahan hidup . Seungnyang meminta Maha mengingat nasehatnya ini .
Seungnyang meninggalkan ruangan dan bergumam di balik pintu dengan segala kesedihan , bahwa hanya ini yang bisa dilakukan untuk Maha saat ini . Seungnyang berharap Maha bisa bertahan dan bersabar.
***
Di perbatasan Yuan - Goryeo ,  Jeombakyi , Moosong dan Suri bergegas menuju tempat dimana Wang Yoo sedang menanti bersama Bisoo .
***

Wang Yoo bersandar di gerobak , sementara Bisoo membuat masakan seadanya untuk Wang Yoo dengan mengandalkan api unggun .  Bisoo menyuguhkan masakan yang mirip sate ini . Wang Yoo tersenyum dan berusaha membersihkan noda di wajah Bisoo .
Bisoo merasa malu dan bangkit berdiri untuk membersihkan sendiri .  Namun wajah Bisoo berubah melihat Dangkise dkk sedang mengemudikan kuda mendekati posisi mereka.
Bisoo meminta Wang Yoo untuk mengemudikan gerobak kuda , sementara Bisoo akan duduk dibelakang bertahan dengan anak panah .  Wang Yoo bersikeras hendak melawan , namun Bisoo menganggap Wang Yoo masih belum pulih ,dan mendesak Wang Yoo untuk mendengar sarannya , dan berkata apapun yang terjadi nanti jangan melihat ke belakang.
Wang Yoo akhirnya menyerah dan mengemudikan gerobak kuda , sementara Dangkise dkk mulai menembaki mereka dengan crossbow.  Bisoo berhasil menembak jatuh seorang anak buah Dangkise.
Wang Yoo mengemudikan dengan panik karena mengkhawatirkan keselamatan Bisoo . Namun Bisoo mengingatkan agar Wang Yoo tidak menatap ke belakang.  Untuk kedua kalinya , Bisoo berhasil menembak jatuh seorang anak buah Dangkise.


Bisoo dengan ceroboh mengorbankan pertahanan gentong yang menjadi perisainya , dan menjatuhkan gentong itu kejalan untuk menghambat jalan Dangkise dkk . Akibatnya Bisoo tanpa pertahanan dan menjadi sasaran empuk panah crossbow Dangkise dkk , 1 , 2 , 3 panah mendarat di dada dan perut Bisoo .
Wang Yoo punya firasat buruk dan bertanya apa yang terjadi dengan Bisoo dibelakang gerobak .  Dangkise sendiri terjatuh karena kudanya tersandung gerobak yang menggelinding . Jadi pengorbanan Bisoo tidaklah sia2.
Wang Yoo mengikuti nasehat Bisoo sebelumnya , tidak menatap kebelakang dan terus mengemudikan gerobak kudanya.  Setelah dirasa aman , Wang Yoo berhenti dan melihat kondisi Bisoo yang mengenaskan dengan beberapa panah menancap di tubuhnya.

Pemandangan sekitar seharusnya sangat indah jika Bisoo tidak sekarat. Wang Yoo menurunkan Bisoo dari gerobak . Bisoo hanya berkata lirih menyebut nama Wang Yoo , dan bertanya apakah wajahnya masih tercoreng ? . Wang Yoo menghapus kotoran debu di wajah Wang Yoo . Bisoo menguicapkan terimakasih .  Wang Yoo bertanya kenapa Bisoo tidak menangis . Bisoo mengaku sangat nyaman berduaan saja dengan Wang Yoo .  Bisoo merasa harapannya terkabul .
Wang Yoo terisak , meminta Bisoo untuk bertahan . Wang Yoo berjanji akan menyelamatkan Bisoo . Dengan tenaga terakhirnya , Bisoo menggerakkan tangan dan membelai pipi Wang Yoo , dan berharap Wang Yoo dapat memikirkannya sekarang dan kemudian . Tangan Bisoo terkulai lemas terjatuh . Bisoo menghembuskan nafas terakhir dalam pelukan Wang Yoo .

Wang Yoo tidak menerima kenyataan ini dan terus mencoba menyadarkan Bisoo . Wang Yoo menangis dengan hebatnya.
***

Malam hari , Bisoo di kuburkan seadanya oleh Wang Yoo dkk , terutama Suri yang berduka kehilangan majikannya.  Moosong menyerahkan barang peninggalan Bisoo kepada Wang Yoo .  Suri bangkit didepan makam Bisoo , dan berkata kalau Bisoo wanita yang baik dan mencintai Wang Yoo .
Wang Yoo bersedih dan teringat perkataan Bisoo

Sebuah kilas balik . Bisoo : Bolehkah aku tinggal tinggal di Goryeo ?  Aku pernah berada dimanapun , tetapi tidak ada tempat seperti Goryeo . Wang Yoo : Kau tidak perlu ijinku untuk hal itu .  Apa yang ada dalam pikiranmu ? . Bisoo : Aku akan mengatakan padamu nanti jika sudah tiba di Goryeo .  
Part 3 (of 3)

Diluar dugaan , Wang Yoo memerintahkan anak buahnya untuk bersiap pergi ke Daidu , Ibukota Yuan (Modern Beijing) .
***
Di Ibukota Yuan , Seungnyang sedang memberi makan ikan di kolam hias di kediamannya. Bayan muncul dan berkata tidak akan menentang penobatan Pangeran Ayushiridara sebagai Putera Mahkota.

Seungnyang menyindir : Sebagai ganti untuk mahkota Permaisuri Khutugh ? Aku takut aku tidak memerlukan bantuanmu . Tetapi aku terkejut kalau anda bisa sejauh ini demi klan-mu .  Khutugh akan kehilangan mahkotanya . Kaisar juga telah menyiapkan dekrit .
Bayan : Aku pernah berkata akan melindungimu .  Seungnyang : Tetapi sekarang , akulah yang akan melindungimu sekarang .
Seungnyang tersenyum sinis berlalu dari hadapan Bayan .
***
Khutugh berjalan mondar - mandir di kediamannya , gelisah , dan masih berharap kalau Paman Bayan akan datang menolongnya .
Dokman muncul dan menyebut Khutugh sebagai "Mantan Permaisuri" , serta memerintahkan para dayang melucuti jubah kebesaran Khutugh .
Setelah tinggal menyisakan gaun putih polos (sebagaimana Tanashiri dulu di masa akhirnya) , Khutugh digiring keluar walaupun terus meronta.
Di luar sudah ada Seungnyang , yang memerintahkan Guru Jang membacakan dekrit Kaisar.  Khutugh memandang Bayan - Tal Tal yang berdiri agak jauh dan hanya berdiri mematung tanpa turun tangan .
Khutugh berseru pada pamannya kenapa tidak membantunya ? . Bayan berkata agar Khutugh tidak mempermalukan diri sendiri .  Khutugh memprotes apakah Paman akan membiarkan Seungnyang bertindak sesuka hati ?
Bayan memalingkan wajah dari ponakannya ini .
Guru Jang membacakan Dekrit Kaisar bahwa tindakan Khutugh adalah penghinaan bagi Istana Dalam dan Keluarga Istana .  Untuk kejahatan menentang negara maka Khutugh akan disingkirkan mahkotanya .
Seungnyang menghampiri Khutugh , dan memasang wajah congkak berkata bahwa Khutugh telah diusir dari Istana.  Khutugh hanya bisa mendelik memandang Seungnyang .

Seungnyang dengan sikap menghina , memegang dagu Khutugh , seraya berkata : Kamu tidak akan melangkah keluar dari rumahmu , juga tidak bisa mengadakan kontak dengan orang lain . Juga hanya mendapat jatah satu karung beras selama setahun .
Khutugh memprotes keras apakah Seungnyang menginginkan Khutugh mati kelaparan ?
Seungnyang memerintahkan Khutugh diseret pergi . Khutugh sempat berseru pada pamannya agar membalas dendam dan membunuh Seungnyang.

Bayan dan Tal Tal hanya berdiri mematung.
Bayan saling memandang dengan Seungnyang . Seungnyang tersenyum sinis merasa menang.
***

Byeongsoo dan Jocham terperanjat menyadari Khutugh telah di turunkan dan dibuang dari posisi Permaisuri .  Tiba2 Dangkise dkk muncul menodongkan pedang keleher Jocham dan Byeongsoo .

Dangkise dengan geram menuding Byeongsoo telah berusaha membunuh Maha . Pada saat Dangkise bersiap menghabisi , Byeongsoo menjelaskan kalau Maha bukan keponakan kandung Dangkise. Jocham menambahkan dengan mempersilahkan Dangkise bertanya sendiri pada orang2 lain .
***
Wang Yoo mendengar kabar bahwa Pangeran Maha adalah pangeran gadungan .  Kasim Bang membenarkan , dan berkata kalau Maha akan dikirim keluar meninggalkan Istana .
Kasim Bang dengan hati2 bertanya pada Wang Yoo , kenapa mereka semua harus kembali ke Daidu .  Wang Yoo berkata kalau Bisoo telah meninggal , sedangkan Dangkise berada dibawah perlindungan Eagle House.
Jeokhoo mengakui sudah mencoba mencari tahu namun belum beruntung , ada yang mengatakan bahwa Ketua Eagle House adalah seorang wanita , ada yang mengatakan seorang kakek tua , ada yang mengatakan seorang pria asing bermata hijau .
Wang Yoo berkata singkat , seorang Ksatria Bayangan , dengan menyembunyikan Ketua yang sebenarnya.
***
Dalam rapat Eagle House di umumkan bahwa saatnya sudah tiba dan negri ini akan menjadi milik mereka .
***

Seungnyang menjenguk Ibu Suri dan membawakan obat ginseng dari Goryeo untuknya. Ibu Suri menolak maksud baik Seungnyang dan membuang obat itu ke lantai .  Ibu Suri menuntut jawaban apakah Seungnyang sudah lama tahu bahwa Maha itu bukan anak kandung Tahwan dan Tanashiri ?
Seungnyang : Aku pikir anda akan memujiku .  Ibu Suri : Memujimu ? Setelah kau membodohiku selama ini ? .  Seungnyang : Anda menghargai tinggi kemurnian garis darah kekaisaran . Aku menyelamatkan anda dari kesalahan yang teramat besar ( red - berusaha menggolkan Maha menjadi Pangeran Mahkota padahal bukan anak kandung Kaisar) . Ibu Suri mencerca dengan mata berkaca2 karena emosi  : Dasar kamu kecil ...........
Seungnyang memotong , dan mengingatkan kalau Ayushiridara menjadi Pangeran Mahkota , dan Seungnyang akan menjadi Wali Kaisar mendatang . Seungnyang memperingatkan Ibu Suri agar berhati2 menyebut Seungnyang dengan sembarangan .
Tiba2 Dokman masuk mengabarkan Pangeran Maha ingin pamit dan memberi hormat pada Ibu Suri sebelum pergi . Ibu Suri pakai jurus habis manis sepah dibuang dan berkata tidak mau menerima kedatangan Maha.
Seungnyang pergi keluar dan memberitahu Maha kalau Ibu Suri tidak mau menerima kedatangannya.
Tahwan muncul didepan kediaman Ibu Suri . Tahwan tampak bersimpati terhadap nasib Maha .
Maha sempat keceplosan menyebut "Ayah" , kemudian meralatnya menjadi "Yang Mulia " .
Tahwan dengan sportif bahwa Maha sama sekali tidak masalah , melainkan Tahwan sendiri yang salah karena membiarkan hal ini terjadi .
Maha bersujud didepan kediaman Ibu Suri dan memberi hormat dalam2 sesuai tradisi istana yang berlaku .
Tahwan sepertinya tidak tahan melihat hal ini , dan memasuki kediaman Ibu Suri untuk melabrak Ibu Suri yang telah meninggalkan anak kecil setelah dipandang tidak berguna lagi .
Tahwan mengingatkan : Anda harus mendampingi Maha , apapun yang orang lain katakan . Tidak kah anda setuju ? . Ibu Suri : Siapa yang tahu darimana Maha berasal ? . Tahwan : Kini anda memperlihatkan sifat asli anda . Anda kejam seperti saat aku di Goryeo , dan adikku menjadi Kaisar. Tetapi begitu aku dinobatkan menjadi Kaisar . Anda tersenyum dan menghormat. Anda belum berubah .
Ibu Suri : Aku adalah walimu , seperti seorang Ibu bagimu , bagaimana bisa kamu ........
Tahwan : Aku sangat kesepian , aku merasa sendiri dan ketakutan .  Ibu Suri : Ini semua gara2 Seungnyang . Hari dimana penyihir itu muncul ...
Tahwan : Anda berbeda dengan Seungnyang .....

Namun Tahwan tiba2 lemas dan lunglai saat mengingat mimpi buruk dimana Seungyang memburu dengan busur dan panah , menyalahkannya atas kematian Wang Yoo .
Ibu Suri panik dan menghampiri Tahwan untuk menenangkannya.
***
Seungnyang membawa Maha ke tempat tinggal sementara. Seungnyang menegaskan bahwa mulai sekarang Maha dibawah perlindungannya.  Seungnyang berharap Maha dapat tumbuh kuat dan bijaksana.

Seungnyang berlalu meninggalkan rumah sementara . Diluar dia mengatakan pada Dayang Seo : Anda diampuni karena loyalitas anda terhadap Pangeran Maha. Ketika dia cukup kuat , bawalah dia ke Goryeo .
Dayang Seo : Kenapa harus Goryeo ? .
Seungnyang : Bawalah Maha sejauh mungkin hingga aku tidak bisa melihatnya. Penuhi tugas anda , maka anda akan mendapatkan kebebasan .
Dayang Seo : Terimakasih Yang Mulia.

Seungnyang memerintahkan Bulhwa untuk mencarikan tempat tinggal yang baik di Goryeo nanti .
(Diam2 Kasim Bang mengamati semuanya , dan lega mengetahui Seungnyang menaruh perhatian terhadap Maha) .
***
Kasim Bang dkk membahas masalah Seungnyang dan Maha . Tiba2 Wang Yoo muncul memergoki mereka , dan menuntut penjelasan apa betul Maha adalah anak kandungnya ?
***
Di ruang tahta . Pangeran Ayushiridara memasuki ruangan menghadap tahta dan memberi hormat kepada Ayahanda Kaisar . Tahwan tersenyum melihat putera kesayangannya ini . Demikian pula dengan Seungnyang.
Hanya Ibu Suri dan Bayan yang memasang wajah masam .
Ayu melangkah menuju kursi singgasana disamping Kaisar . Tahwan mengumumkan dengan resmi bahwa Pangeran Ayushiridara akan menjadi Pangeran Mahkota dan calon pewaris tahta.

Seungnyang bangkit dari kursinya dan mengajak hadirin untuk mengelu2kan Kaisar .  Ajakan Seungnyang disambut hangat oleh para hadirin .
***

Ibu Suri menggerutu hebat dengan penuh emosi bahwa seorang berdarah Goryeo seperti Ayushiridara bisa menjadi Pangeran Mahkota.  Ibu Suri mengeluh kalau hal ini akan menjadi akhir dari segalanya.
Bayan berkata kalau mereka harus menyingkirkan Seungnyang.  Tal Tal terperanjat , demikian juga dengan Ibu Suri .
Ibu Suri khawatir karena seorang El Temur saja tidak sanggup menghabisi Seungnyang , dan khawatir setiap salah langkah akan menjadi akhir bagi Ibu Suri dan Bayan .
Bayan meminta Ibu Suri tidak usah khawatir , dan mengaku punya satu cara untuk menghadapi Seungnyang.
Tal Tal jadi gelisah karenanya.
***

Tiga Paduka bersama para gubernur mengucapkan selamat pada Seungnyang .
Seungnyang mengucapkan terimakasih , tetapi mengaku tidak bisa tenang dan berdiam diri saja karena ada beberapa orang yang mengharapkan kejatuhan Seungnyang dan Ayushiridara.
Mereka bertanya siapa pula yang berani menentang Seungnyang saat ini . Seungnyang berterus terang bahwa mereka harus menyingkirkan Bayan dan Ibu Suri .

Disarankan follow Twitter Bentara agar bisa mengikuti update terbaru

0 comments:

Post a Comment