Tuesday, April 8, 2014

Sinopsis : Empress Ki – Episode 45

Standard

Sepertinya dalam episode 45 ini akan semakin mendekati awal episode 1 .  Walaupun kita semua tahu bahwa Wang Yoo akan selamat , tetapi tetap saja menggugah rasa penasaran bagaimana Wang Yoo akan selamat dari amarah Tahwan karena Seungnyang . Dan bagaimana kisah Pangeran Maha ? Apakah akan mengetahui bahwa orangtua sesungguhnya adalah Seungnyang dan Wang Yoo ?

Btw , jujur saja walaupun aku menyukai serial drama ini hingga berusaha merekapnya , staminaku sudah mulai hampir habis karena drama ini begitu panjang , 50 atau 51 episode yang berarti setara dengan tiga serial Full Sun yang hanya 16 episode.   . Padahal bagi seorang recapper , ada saja serial lain yang ingin aku rekap , dan kaki dan tanganku masih terikat oleh drama ini .  Mudah2an bisa mengakhiri hingga tuntas drama Empress Ki yang tinggal hitungan minggu akan berakhir agar aku bisa merekap drama lain yang juga seru .

UPDATE

  • Menambahkan preview ( April 08 ,  07.00 WIB)
  • Menambahkan rekap final (April 11 , 04.00 WIB)
  • Disarankan follow Twitter Bentara agar bisa mengikuti update terbaru

Sinopsis

Empress Ki – Episode 45 – Sinopsis / Writen Preview / Preview


Tal Tal meminta Seungnyang untuk lebih memikirkan Yang Mulia Kaisar Tahwan saja . Terlihat Seungnyang menitikkan air mata dihadapan Tal Tal .
Pangeran Maha dkk berpapasan dengan Kaisar Tahwan dkk .  Pangeran Maha memberikan salam pada Tahwan sebagai ayahanda .  Tahwan yang tidak punya rasa terhadap anaknya yang tidak jelas ini . Tahwan berkata bahwa Pangeran Maha tidak akan punya kesempatan dalam pemilihan Pangeran Mahkota.
Tahwan berkata seharusnya Pangeran Maha tidak perlu dilahirkan .  Well , ketika orang2 dewasa memulai benang kusut maka anak tak bersalah yang menjadi korban , seperti Pangeran Maha ini . (Red - Thanks to Tanashiri .)

Tahwan menjadi liar dihadapan Seungnyang , bahkan memaksa untuk menciumnya . Tahwan menuntut Seungnyang mencintainya . Tahwan berkata : Selir , berhentilah berpikir bahwa aku akan meninggalkanmu jika kamu bersikap begitu sombong seperti ini .

Rekap

Tahwan berjalan mondar mandir diruangannya . Pikirannya terusik oleh surat rahasia Wang Yoo untuk Seungnyang (red - Sebenarnya surat yang dipalsukan oleh Dangkise dkk ) .
Isi surat Wang Yoo yang palsu dengan narasi dari suara Byeongsoo : Seungnyang , aku masih ingat yang pernah kamu katakan , tubuhmu boleh milik Kaisar , tetapi hatimu tetaplah jadi milikku , dan tak akan berubah sepanjang waktu . Aku sangat merindukanmu Seungnyang .
Memikirkan hal itu Tahwan semakin gusar.  Tak lama kemudian , Seungnyang menghadap diluar ruangan , dan Golta mengumumkan Seungnyang telah tiba .

Tahwan bahkan menolak bertemu dengan Seungnyang  : Katakan agar kembali saja , sudah aku katakan tanpa dipanggil jangan muncul dihadapanku !!  Mengapa perintah seorang Kaisar dianggap MAINAN ? !!!
Seungnyang menyerukan sebutan Kaisar .
Tahwan mengancam jika sekali lagi Seungnyang melanggar titah Kaisar maka akan dihukum tanpa ampun .
Golta membujuk Seungnyang agar kembali . Seungnyang bertanya pada Golta apa Tahwan minum arak lagi ? . Golta berkata setelah minum disiang hari , Tahwan tidak minum arak sedikitpun .
Seungnyang kecewa karena ternyata Tahwan "mengusir" dalam keadaan tidak mabuk .
Setelah Seungnyang berlalu . Tahwan memanggil Golta kedalam dan berkata  ingin minum dengan Bayan . Golta mengatakan Perdana Mentri Bayan sedang tidak sehat (tentu saja dalam kondisi terluka setelah tertembak panah) .
***

Tal Tal memberitahukan Seungnyang  kalau Wang Yoo telah mati . Seungnyang terkejut dan terpukul mendengar hal ini . Seungnyang menuntut diberitahu siapa pelakunya .
Tal Tal berkata jika Seungnyang tahu pelakunya , jangan bilang akan membalas dendam . Seungnyang menerka kalau Bayan yang membunuh Wang Yoo .
Seungnyang tidak bisa menerima kenyataan ini .  Tal Tal menghardik : Apa bagi anda , Wang Yoo itu sangat penting ? Aku sangat tahu dengan jelas tentang hal ini .
Seungnyang : Apa maksudmu ? .
Tal Tal : Sewaktu kalian menjadi majikan dan bawahan , kalian telah saling membantu , dan kemungkinan hubungan kalian lebih dalam dari itu .  Tahukah kamu kenapa aku diam2 memihak pada anda .  Saat ini Kaisar dan Perdana Mentri hanya memikirkan untuk memulihkan kejayaan masa lampau kekaisaran ini . Mereka terjebak dalam ambisi yang berlebihan . Dan yang bisa mencegah hal ini adalah anda.  Dan karena itu aku tutup mata terhadap kesalahan2 anda.  Sebelumnya anda telah mengatakan padaku agar jangan mementingkan klan . Kini kalimat itu aku kembalikan pada anda Yang Mulia Selir Agung .  Jangan tergoda dengan perasaan pribadi terhadap Wang Yoo . Pikirkan hanya seorang wanita upeti menjadi seorang Selir Agung kekaisaran ini , dan pikirkan Yang Mulia Kaisar.
Seungnyang : Tidak ada yang bisa menjamin bahwa pedang yang membunuh Wang Yoo tidak akan dihunuskan kepadaku ?  Anda ingin aku menghentikan ambisi mereka yang berlebihan khan ? Akan aku lakukan tetapi bila cara PM Bayan seperti itu , aku juga akan melakukan apapun untuk menghadapinya. Tidak dengan belas kasih dan senyuman , menghadapi seorang musuh yang berpedang.
Seungnyang berlalu dari hadapan Tal Tal , dan beberapa langkah sesudahnya Seungnyang tidak bisa menahan emosi lagi untuk menangis .

***
Tal Tal melaporkan kepada Bayan bahwa mayat Wang Yoo belum ditemukan . Tal Tal mengatakan saat fajar tiba akan mengirimkan prajurit untuk mencari Wang Yoo hidup atau mati .

Tiba2 asisten Bayan masuk dan berkata Tahwan telah tiba ke tempat Bayan .
Bayan yang setengah telanjang , panik dan meminta bajunya diserahkan . Namun terlambat , Tahwan sudah masuk ruangan dan melihat kondisi Bayan yang setengah telanjang dadanya
Tahwan mengaku tiba2 datang karena ingin menjenguk , karena khawatir mendengar kabar Bayan sedang tidak sehat . Tahwan mengamati luka dan menyadari Bayan tidak sakit tetapi ditikam .

Bayan mengakui kalau dia mencoba membunuh Wang Yoo , dan yakin kalau Wang Yoo mati karena lukanya .
***
Seungnyang -- sebagaimana Tahwan -- juga tenggelam dalam minuman . Bulhwa hanya berdiri disampingnya . Seungnyang masih tak percaya Wang Yoo telah meninggal .

Bulhwa meminta maaf karena lepas kendali karena menangis mendengar berita kematian Wang Yoo . Seungnyang meminta Bulhwa menangis mewakili Seungnyang , karena Seungnyang tidak merasa layak untuk menangisi Wang Yoo .
Well tetapi Seungnyang juga berakhir dengan tangisan sebagaimana Bulhwa.

***
Dangkise dkk masih menyisiri lereng hutan untuk menemukan / memastikan Wang Yoo maupun Bayan sudah mati . Byeongsoo berkata bahwa mereka tidak berhasil menemukan Wang Yoo maupun Bayan . Byeongsoo menyarankan Dangkise untuk pergi sebelum prajurit2 Bayan tiba.

Anak buah Wang Yoo mengintai Dangkise dkk , dan merasa yakin kalau Wang Yoo masih hidup . Kasim Bang yang cengeng kembali menangis berharap Wang Yoo baik2 saja.
***
Sementara itu Bisoo yang terpisah dari rekan2nya terus merawat Wang Yoo disebuah tempat.
Wang Yoo masih hidup dan dalam kondisi parah  , dan hanya mengigau nama Seungnyang berulang kali .

Bisoo dengan lirih berkata sambil menggenggam tangan Wang Yoo : Mohon jangan mati , masih banyak yang belum kukatakan padamu . Kau harus selamat agar mendengar apa yang ingin kukatakan .
***
Maha sedang merenung di jembatan pinggir telaga Istana sambil melemparkan batu ke telaga .  Maha teringat perkataan Wang Yoo yang mengatakan jika Maha ingin membalas dendam maka Kaisar , Ibu Suri dan tokoh2 terkait juga harus dibunuh .
Seungnyang dkk muncul disekitar dan memperhatikan Maha sedang melamun .
Lepas dari lamunan , Pangeran Maha menghela nafas dan tersadar kalau Seungnyang ada dihadapannya.  Seungnyang langsung memasang wajah cuek dan hendak berlalu .
Maha berkata pada Seungnyang , bolehkah bertanya satu hal , bagaimana ibunya (Tanashiri) mati .
Seungnyang bertanya apa yang telah Ibu Suri ceritakan kepada Maha ? .
Maha mengakui kalau Ibu Suri selalu menceritakan hal yang sama dan sampai saat ini tidak ada yang menceritakan detailnya . Seungnyang bertanya apakah Maha akan percaya jika diceritakan ? .
Maha berkata bagaimana nanti , dan dia sendiri yang akan memutuskan .
Seungnyang menundukkan wajah agar lebih dekat ke wajah Maha dan berkata kalau Tanashiri .........
Namun belum sempat mengatakan lebih lanjut , Ibu Suri dkk muncul dan bertanya apa yang sedang dilakukan Maha ? .

Ibu Suri memanggil Pangeran Maha untuk mendekat . Maha mendekat , Ibu Suri tersenyum dan berkata sudah mencari Maha seharian . Ibu Suri meminta  agar Maha jangan pernah pergi sendirian .
Ibu Suri memandang sinis kearah Seungnyang , kemudian tersenyum pada Maha dan mengajaknya berlalu dari tempat itu .
Seungnyang berkata pada anak buahnya : Kita harus memohon pada Tahwan agar mengelurkan titah berkaitan dengan posisi putera mahkota.
Bulhwa menyarankan kalau mood Tahwan sedang kurang bagus belakangan ini , dan lebih meminta pejabat untuk melakukan petisi .  Namun Seungnyang punya rencana lain , jika memang harus petisi , maka lebih baik pihak Ibu Suri yang melakukannya.
Bulhwa bertanya apakah Seungnyang sudah punya cara ? .

Seungnyang mengalihkan pandangan terhadap Khutugh dkk yang sedang melintas di jembatan sekitar.
Seungnyang memberi hormat pada Khutugh , dan Khutugh membalas dengan senyum palsunya.  Lalu Khutugh pun berlalu .
Seungnyang mengatakan lagi kepada anak buahnya bahwa ada satu cara untuk membuat Ibu Suri menjadi goyah .
***
Khutugh menemui Ibu Suri dan mengungkap kepeduliannya mengenai pemilihan Pangeran Mahkota , dengan alasan Tahwan mulai sering sakit2an .

Ibu Suri heran merasa Khutugh tidak punya ambisi sama sekali .  Khutugh menekankan bahwa dia tidak cemburu pada Seungnyang , namun tetap menurut hukum / tradisi istana yang paling pantas untuk menjadi pangeran mahkota adalah Maha.
Khutugh menyarankan agar meminta pejabat untuk mengajukan petisi .  Ibu Suri menganggap hal itu ide bagus karena Tahwan membenci Pangeran Maha.

***
Dibawah ini adalah text dalam bentuk JPEG . Dianjurkan membaca artikel ini dalam ponsel ukuran 5 inchi keatas (rotate horizontal) , tablet , laptop dan PC. Jika tidak muncul lakukan Refresh 


(Red - Luar biasa akting Ji Changwook. Superbb !!! )
Tahwan kembali mendekati kursi singgasananya dan berkata lagi : Kalian pikir aku tidak tahu maksud tersembunyi kalian semua ?  Ada yang ingin memperalatku , ada yang ingin kekuasaan .
Tahwan memandang kearah Khutugh yang duduk didekatnya dan berkata : Ada yang sedang mengincar kesempatan bagus .
Bayan : Yang Mulia mohon perhatikan perkataan anda .  Tahwan : Perdana Mentri , coba kau lihat petisi ini , semuanya mengajukan Maha sebagai Pangeran Mahkota.  Bayan : Lalu bagaimana dengan pendapat Yang Mulia ? .
Tahwan : Dalam darah Maha mengalir darah El Temur.  Dan akulah yang menghancurkan keluarga mereka dengan tanganku sendiri .
Ibu Suri sambil memandang Seungnyang berkata : Dalam diri Pangeran Ayushiridara mengalir darah Goryeo .
Bayan mengusulkan kalau siapapun yang terpilih harus memiliki syarat kecakapan ,dan karena itu harus diadakan sayembara , dan jika hasilnya keluar maka tidak akan ada lagi yang bisa menentang keputusan itu .
Tahwan memprotes kalau Pangeran Ayu masih kecil .  Bayan juga beralasan kalau Pangeran Maha juga tidak belajar dengan baik karena dilarang oleh Tahwan selama ini .
Tahwan semakin tersudut menghadapi desakan Perdana Mentri Bayan dan Ibu Suri Budashiri .
Ibu Suri dan Seungnyang saling memandang sinis. Sementara itu Khutugh tersenyum liciik .

***
Ibu Suri dan Khutugh berjalan bersama . Ibu Suri berkata tidak ada yang perlu mereka khawatirkan karena selama ini Khutugh sendiri yang mengajari Pangeran Maha.
Khutugh tersenyum dan berkata karena itu telah meminta pamannya , Perdana Mentri Bayan untuk menyampaikan masalah ini .  Dan karena Tahwan tidak tahu tentang pengetahuan Pangeran Maha yang sebenarnya.
Ibu Suri memuji Khutugh sudah melakukan dengan baik .  Mereka saling tersenyum .
Tiba2 Seungnyang dkk muncul dihadapan mereka.
Ibu Suri bertanya apa ada yang ingin dipertanyakan Seungnyang soal sayembara ? . Seungnyang menjawab tidak akan menolak apapun demi keadilan .
Ibu Suri berkata sangat yakin dengan kemampuan Pangeran Maha. Ibu Suri lantas menyarankan Seungnyang untuk mengerahkan seluruh kemampuan yang ada.
Seungnyang berpura2 mengerti dan memberi hormat. Seungnyang kembali bermain mata dengan Yeonhwa.
***
Tahwan benar2 frustasi kali ini . Seorang diri diruangan , dia membanting cawan ke lantai . Mimik wajah Tahwan bercampur aduk antara teriakan frustasi , tertawa getir , menangis , bercampur aduk menjadi satu .

Golta masuk ruangan dan bertanya apa yang terjadi ? .  Tahwan berkata : Golta , aku rasa ini aneh . Sekarang aku menjadi kaisar sejati , tetapi lebih kesepian dibandingkan ketika aku dikendalikan El Temur . Kenapa bisa begini ?
Golta menjelaskan : Ketika El Temur masih hidup , siapapun tak berani menggalang kekuatan , tetapi lihatlah sekarang , semuanya haus akan kekuasaan . Sekarang yang bisa Yang Mulia percayai adalah aku dan Perdana Mentri . Sedangkan Ibu Suri dan Seungnyang lebih memikirkan kepentingan sendiri .
Tahwan : Seungnyang , masih ada Seungnyang disampingku .  Golta : Tetapi sekarang Seungnyang yang paling berbahaya diantara semuanya ! . Tahwan gusar : Harap jaga ucapanmu !!!
***
Tahwan berjalan sempoyongan keluar ruangan dan menuju kediaman Seungnyang.
Ditempat Seungnyang . Tahwan melihat Seungnyang sempat2nya membaca buku . Tahwan menuding Seungnyang hidup dengan tenang .

Seungnyang meminta semua keluar dari ruangan agar bisa berbicara berdua dengan Tahwan .
Bersambung ke part 2 (of 3)

Seungnyang lalu bertanya apa Tahwan minum arak lagi ?
Tahwan menuding : Kau sama sekali tidak menatapku saat di Balai Agung . Apa kau pikir akan menang lagi kali ini ?

Tahwan yang kehilangan kontrol diri berusaha mencium Seungnyang .
Seungnyang meronta.
Tahwan nyerocos dalam mabuknya :  Jangan kau anggap dirimu itu mulia , kau itu perlu mencintaiku dan memohon akan cintaku . Tak peduli seberapa bangga dirimu , jika aku tidak menginginkanmu lagi , maka berakhirlah kau . Kau harus berterimakasih padaku karena telah membuat dirimu bisa di posisi bangsawan seperti ini .
Betapapun Seungnyang meronta , Tahwan mulai menindih tubuh Seungnyang .

Seungnyang berkata : Apa kau puas jika aku bercumbu denganmu seperti pelacur di rumah bordil ?

Seungnyang menepis tubuh Tahwan dan duduk kembali . Seungnyang  mengatakan : Jika kau ingin meninggalkan aku , lakukanlah segera ..
Tahwan berkata tidak akan pernah ingin meninggalkan Seungnyang dan kembali menarik dan menghempaskan Seungnyang ke ranjang . Tahwan mulai memaksa dan membuka baju  Seungnyang ....
***

Seungnyang memandang Tahwan yang sedang tertidur disampingnya.  Seungnyang berpikir dalam hati : Yang Mulia tidak tahu tentang kekhawatiranku . Aku sangat takut jika Yang Mulia tidak menginginkan diriku lagi .
Tahwan terbangun dan mengingat apa yang terjadi . Seungnyang tertidur dengan menyenderkan bahu ke headboard.  Tahwan hendak meraba pipi Seungnyang , namun mengurungkan dan tampak menyesal dan turun dari ranjang , berlalu dari ruangan Seungnyang.


Pada saat itu juga Seungnyang membuka mata dan memandang kepergian Tahwan dengan sedih .
***
Poster Wang Yoo sebagai buronan dipajang ditembok2 kota.  Jocham mengamati Tal Tal dkk sudah ada didaerah ini .
***
Byeongsoo menyarankan Dangkise untuk kembali ke Yanjing , karena kemunculan Tal Tal sudah memupus harapan mereka untuk menemukan Wang Yoo di daerah ini  .

Namun Byeongsoo dan Dangkise sepakat kemungkinan besar Wang Yoo akan diamankan ke Goryeo .  Byeongsoo menunjuk peta dan berkata jika Wang Yoo memang akan diamankan ke Goryeo maka lokasi rute perjalanan yang mungkin.
Dangkise berkata harus mendahului dan menunggu ditempat itu .
***
Wang Yoo dan Bisoo berada di tong besar yang diangkut dalam gerobak dikawal oleh asisten Bisoo , yakni Suri .
Suri menenangkan Bisoo yang bersembunyi dalam tong bahwa masalah pengawal gerbang kota sudah diatasi .



Tal Tal ada disekitar dan curiga melihat gentong itu . Tal Tal menembakkan panah ke salah satu gentong , yakni gentong Bisoo . Bisoo tertembak dan tembus kebagian perutnya . Bisoo menahan sakit agar tidak ketahuan .
Tal Tal menghampiri dan nyaris memeriksa gerobak gentong itu . Suri berusaha setenang mungkin  agar tidak ketahuan .
Namun Tal Tal melihat darah yang mengalir dari tong Bisoo .
Tal Tal sengaja membiarkan Suri dkk berlalu . Tal Tal sengaja tidak memberitahukan apapun kepada anak buahnya , dan memerintahkan mereka untuk tetap mencari .
***
Suri terus membawa gerobak gentong dalam perjalanan .  Suri berhenti sejenak dan menarik panah dari tubuh Bisoo . Walaupun terluka Bisoo lebih mencemaskan Wang Yoo .
Bisoo memerintahkan Suri untuk pergi mengabari yang lain .
Suri berlalu .
Tiba2 Tal Tal muncul seorang diri dengan berkuda. Tal Tal turun dari kuda dan memerintahkan Bisoo untuk membuka tutup gentong .
Bisoo melawan namun dengan bertarung walaupun dalam kondisi terluka . Sudah jelas Bisoo bukanlah tandingan Tal Tal .
Tal Tal menghunuskan pedang ke leher Bisoo .
Bisoo memohon agar dia saja yang dibunuh , jangan Wang Yoo .  Tal Tal bertanya apa alasannya ? . Bisoo mengaku kalau Wang Yoo adalah orang baik yang telah menyelamatkan nyawanya. Tal Tal teringat perkataan Seungnyang .
Dalam sebuah kilas balik . Seungnyang memohon bantuan Tal Tal agar menyelamatkan Wang Yoo . Tal Tal menolak membantu kalau alasan Seungnyang hanya sekedar menyelamatkan Wang Yoo belaka. Seungnyang menjelaskan kalau sebagian dana untuk menolong rakyat berasal dari Wang Yoo , karena harta karun El Temur sendiri sudah banyak berkurang.
Tal Tal bertanya Bisoo hendak pergi kemana ? . Bisoo menjawab hendak keperbatasan . Tal Tal menyarankan kalau musuh2 tahu Wang Yoo masih hidup maka akan terus diuber2.

Tal Tal memutuskan untuk mengampuni Wang Yoo asalkan Bisoo bisa memastikan kalau Wang Yoo seolah mati di mata dalam anggapan setiap musuh2nya.Tal Tal berlalu dari hadapan Bisoo .
***
Hongdan membawa Yeonhwa untuk menemui Seungnyang.
Diam2 seorang kasim sempat melihat mereka .
***
Seungnyang sedang membaca buku ketika Yeonhwa tiba .  Seungnyang mengingatkan Yeonhwa agar membuka identitas Pangeran Maha yang sebenarnya didepan Kaisar saat sayembara pemilihan Pangeran Mahkota nanti .
Yeonhwa tampak ragu .
Seungnyang menjanjikan Yeonhwa akan dibebaskan dari Istana jika Pangeran Ayu terpilih sebagai Pangeran Mahkota.  Yeonhwa senang dan terharu mendengar janji ini .  Seungnyang menenangkan Yeonhwa bahwa mereka berdua sesama orang kelahiran Goryeo , dan sangat disayangkan sekali rekan sebangsa tetapi menjadi musuh ? .
Seungnyang berjanji akan melindungi Yeonhwa.
Yeonhwa akhirnya bersedia .
***
Yeonhwa mengendap2 kembali namun kepergok Khutugh yang memandang curiga karena Yeonhwa baru meninggalkan kediaman Seungnyang.
***
Yeonhwa di gantung kepalanya dengan bagian kaki ditopang oleh beberapa buku . Khutugh mengancam akan menarik satu persatu buku .  Nyawa Yeonhwa diujung tanduk ketika salah satu buku ditarik dari kakinya.

Yeonhwa ketakutan dan meminta diampuni .  Khutugh mendesak Yeonhwa untuk mengatakan apa yang dibicarakan dengan Seungnyang .
Yeonhwa akhirnya menyerah dan akan mengatakan . Khutugh memerintahkan para kasim pergi dari ruangan . Yeonhwa mengatakan kalau Pangeran Maha bukan darah daging Tanashiri , dan Seungnyang ingin Yeonhwa mengungkap hal itu .

Khutugh terperanjat mendengar hal ini dan segera memperlihatkan wajah Iblisnya. Khutugh kini tahu kenapa Seungnyang begitu percaya diri .
Yeonhwa sendiri bingung seperti pelanduk diantara dua kekuasaan besar , Khutugh versus Seungnyang . Yeonhwa memohon agar Khutugh memberikan petunjuk harus melakukan apa.  Yeonhwa memohon nyawanya diampuni .
Khutugh bukan wanita bodoh , dan tahu rahasia Yeonhwa yang punya kekasih misterius , mantan Komandan Pengawal Istana (red - Byeongsoo) .  Khutugh tersenyum licik dan berkata akan mengirimkan Yeonhwa keluar istana saat pemilihan Pangeran Mahkota , sekaligus untuk menggagalkan rencana Seungnyang.
***

Maha pergi ke kuil untuk menghormat mendiang keluarga Ibunya .  Ibu Suri kembali mengindoktrinasi agar Maha tidak melupakan dendam bagaimana Ibu , Paman dan Kakeknya dibunuh . Ibu Suri mengingatkan Maha untuk membalas dendam jika kelak menjadi kaisar di negri ini .
***

Yeonhwa bertemu Byeongsoo dan memberikan kabar baik sebentar lagi tidak akan menjadi dayang lagi , dan segera meninggalkan istana.  Byeongsoo terharu mendengar hal itu .  Yeonhwa berkata nanti setelah meninggalkan istana , tidak ingin melayani orang lain lagi . Byeongsoo mengerti keinginan Yeonhwa.
Yeonhwa menginginkan rumah yang besar dan memerintah pelayan dan hidup dengan bermartabat.
Byeongsoo berkata kalau permintaan Yeonhwa ini bisa dipenuhi . Yeonhwa ingin anak sembilan , dan Byeongsoo tertawa kalau dia juga punya keinginan yang sama.
Yeonhwa berusaha memastikan apa Byeongsoo bisa membahagiakannya hingga akhir ? . Byeongsoo dengan tulus mengiyakan , karena hanya menginginkan menjadi suami dan ayah .
Yeonhwa memperlihatkan cincin milik Yang Mulia , dan memberikannya ke Byeongsoo sebagai modal untuk membeli rumah besar. Byeongsoo berkilah tidak perlu cincin itupun masih sanggup membelikan rumah besar untuk Yeonhwa.
***
Yeonhwa kembali ke Istana dan melaporkan ke Khutugh bahwa dia sudah mempersiapkan diri untuk tinggal diluar Istana.  Bayan dengan licik meminta Yeonhwa untuk menuliskan surat pesan yang berisi bahwa Seungnyang telah menindas Yeonhwa dengan kejam .  Bayan berkilah perlu surat itu agar punya alasan kuat untuk membebaskan Yeonhwa dari Istana.
Yeonhwa dengan polos memenuhi permintaan Khutugh dan menuliskan pesan sesuai yang diminta.
Yeonhwa bertanya apa sekarang sudah boleh pergi ? . Khutugh dengan senyum palsunya berharap agar Yeonhwa hati2 dijalan .  Yeonhwa terharu akhirnya merasa akan bebas. Tetapi pada saat itu juga seorang kasim muncul dari belakang memasangkan tali untuk menjerat leher Yeonhwa.

Selagi Yeonhwa meregang nyawa , Khutugh bergumam bahwa bukti ini cukup untuk menghabisi Seungnyang.
(Red - Walau Yeonhwa selama ini antagonis , aku tidak tega melihat seorang wanita yang ingin harapan dan kehidupan baru dijegal oleh kematian yang kejam seperti ini . hiks . Damn you Khutugh  )
***
Dokman dan Dayang Seo terperanjat menemukan Yeonhwa sudah tewas gantung diri . Dayang Seo yang paling sedih dengan hal ini . Dokman juga ikut terpukul dengan kematian seorang dayang istana .
Tiga kasim membantu mayat Yeonhwa diturunkan dari tali gantungan .

Dokman menemukan surat tulisan Yeonhwa yang sengaja ditinggalkan Khutugh di meja untuk menciptakan kesan bunuh diri .
Yeonhwa meratap kematian Yeonhwa.
***
Part 3 (of 3)

Seungnyang terperanjat mendengar kabar kematian Yeonhwa.  Seungnyang heran padahal sudah menjanjikan kebebasan Yeonhwa ,  kenapa bisa begini ? . Bulhwa mengatakan tidak ada tanda2 bunuh diri .
Seungnyang menerka Khutugh memergoki Yeonhwa dan akhirnya membunuhnya.  Seungnyang bertanya dimana mayat Yeonhwa sekarang .
Namun Dokman sudah datang .  Seungnyang merasa lega melihat kedatangan Dokman .

Dokman mengatakan Yeonhwa telah menuliskan surat dendam kepada Seungnyang sebelum tewas.  Seungnyang benar2 clueless kali ini . Dokman dengan nada tinggi menegur Seungnyang : Betapapun menyebalkannya Yeonhwa , anda sama sekali tidak boleh melakukan hal ini .
Seungnyang : Apa anda pikir aku penyebab kematian Yeonhwa . Dokman masih dengan nada tinggi mengungkit masa lampau :  Memasukkan Paduka Selir Agung ke istana adalah jasa hamba . Fakta kehamilan Paduka juga hamba tutup erat2 .
Seungnyang menghadik menyebut nama Dokman .
Dokman masih menegur dengan nada tinggi : Alasan hamba berpihak pada Paduka Selir Agung adalah tidak tahan melihat kelaliman Tanashiri . Tetapi , sekarang Paduka tidak ada bedanya dengan Tanashiri .
Seungnyang menghardik : Jaga ucapanmu !!!
Dokman : Jika hamba memihak Ibu Suri dan membongkar rahasia anda , pada saat itu apa yang bisa anda lakukan ? .
Seungnyang : Jika kau mau bongkar rahasiaku , maka kau tidak akan kemari untuk mengatakan segala hal .
Dokman meminta konfirmasi apakah Seungnyang masih fair seperti dulu ? atau sudah tenggelam dalam keserakahan ?
Seungnyang berkata bahwa Yeonhwa tidak bunuh diri melainkan dibunuh . Seungnyang bersumpah akan mencari kebenaran tentang kasus ini dan akan mengungkap siapa pelaku kejahatan ini .
***

Byeongsoo yang masih belum tahu apa yang terjadi dengan Yeonhwa , masih asik memandang cincin pemberian Yeonhwa dengan penuh senyum .  Tiba2 Byeongsoo terperanjat melihat Dayang Seo membawa mayat Yeonhwa.

Dayang Seo dengan sedih meratap mengatakan Yeonhwa telah mati .  Byeongsoo terpukul melihat mayat kekasihnya yang sudah pucat . Byeongsoo bertanya kenapa bisa begini padahal sudah membelikan rumah dengan 12 kamar. Byeongsoo mulai menangis dengan tangan gemetar.
(Red - OMG , cinta dua antagonis tetapi menyentuh hati juga) .
***
Seungnyang mulai mempersiapkan Pangeran Ayushiridara untuk menghadapi Sayembara Pangeran Mahkota.
Tahwan muncul untuk melihat keadaan anak kesayangannya.  Ayu tampak senang melihat kemunculan ayahanda.  Tahwan meminta maaf atas sikap mabuknya beberapa waktu lalu . Seungnyang tidak terlalu mempersoalkan hal ini .
Tahwan ingin membahas masalah Sayembara , dan meegaskan bahwa Pangeran Ayu akan menjadi Kaisar di masa mendatang.
Tahwan : Aku harap kau bisa melupakan dirimu adalah orang Goryeo .  Jika aku masih tak sanggup kuharap , Pangeran Ayu bisa membuat Goryeo sebagai bagian dari negara Yuan .  Tahwan meminta Pangeran Ayu dididik dalam konsep seperti itu .
Tahwan bertanya kenapa Seungnyang diam saja ? .  Seungnyang menyanggupi permintaan ini . Tahwan tersenyum dan berlalu .
***
Kasim Bang berjalan bersama Jeokhoo , dan merasa senang mendengar kabar Wang Yoo selamat.  Jeokho menerka kalau Bisoo jatuh hati pada Wang Yoo . Kasim Bang tidak mempercayai hal itu .

Tiba2 mereka berdua melihat Khutugh dkk bertemu dengan Byeongsoo .
***
Disebuah ruangan , Khutugh menghasut Byeongsoo bahwa Yeonhwa dalam suratnya mengatakan akan dibunuh Seungnyang.

Byeongsoo menelan bulat2 hasutan ini , terlebih sudah menjadi musuh bebuyutan Seungnyang sejak awal . Byeongsoo bersumpah akan membalas dendam .  Khutugh merasa akan sulit bagi Byeongsoo untuk bergerak sendirian , dan menawarkan Byeongsoo untuk menjadi anakbuahnya.  Byeongsoo tidak ada alasan untuk menolak tawaran ini .
Khutugh memberitahu kalau Seungnyang selama ini  memberi bantuan pangan kepada rakyat , sehingga menjadi terpuji dimata rakyat.
Khutugh : Air dan minyak tidak akan pernah senyawa. Jika kita mau memisahkan minyak harus sapu bersih orang Goryeo di kekaisaran Yuan ini . Dengan itu maka Selir Agung Seungnyang juga akan ikut musnah .  Cara pertama , kita harus membeli orang yang mau membantu kita.
***
Byeongsoo dan Jocham mulai beraksi dengan penutup wajah , menyiksa orang2 Yuan untuk membenci orang Goryeo , vice versa agar muncul konflik diantara orang Yuan dan Goryeo .

Rencana busuk itu diendus oleh Kasim Bang yang mengawasi terus menerus.
***

Byeongsoo puas mendengar laporan bahwa pedagang Yuan dan Goryeo saling baku hantam . Byeongsoo berkata pada teamnya bahwa  rencana berikutnya adalah mencari waktu yang tepat untuk membunuh Pangeran Maha.
Semua terkejut mendengar rencana nekat ini .  Byeongsoo menenangkan bahwa Pangeran Maha adalah anak yang diabaikan Kaisar , dan malam ini Pangeran Maha akan berdoa di biara . Jocham menambahkan bahwa mereka semua akan mendapat untung dan hadiah besar jika rencana ini berhasil .
***
Salah satu dari anggota team Byeongsoo melaporkan hal ini pada Kasim Bang . Dia mengatakan rencana membunuh Pangeran Maha akan disusul rumor bahwa orang Goryeo yang melakukan pembunuhan .

Jeokho menerka jika itu terjadi , bukan hanya Selir Agung Seungnyang , tetapi semua orang Goryeo di Yuan bisa basmi hingga keakar2nya.
Kasim Bang memberikan uang untuk pemberi info , dan berpesan : Jangan sebut2 tentang kami kepada orang lain .
Sang pemberi info pun berlalu .
Kasim Bang berkata pada Jeokho , bahwa hanya Seungnyang satu2nya yang bisa menghentikan rencana jahat ini .
Jeokhoo bertanya2 apakah Seungnyang menganggap Pangeran Maha sebagai musuh karena masalah posisi Pangeran Mahkota ?
Kasim Bang sudah saatnya merasa harus bertindak karena khawatir dengan Pangeran Maha.
***

Maha dan Tahwan berpapasan . Maha memberikan salam pada ayahandanya. Tahwan seperti biasa bersikap dingin , dan berubah menjadi ketus begitu tahu Maha sedang membaca sebuah buku .
Tahwan memperingatkan Maha , bukankah sudah dilarang membaca buku ?

Dibawah ini adalah text dalam bentuk JPEG . Dianjurkan membaca artikel ini dalam ponsel ukuran 5 inchi keatas (rotate horizontal) , tablet , laptop dan PC. Jika tidak muncul lakukan Refresh 

Ibu Suri gusar karena Seungnyang membuntutinya. Seungnyang mengancam apa yang terjadi jika Tahwan tahu hal ini .
Pangeran Maha membela Ibu Suri , dan berkata dialah yang meminta Ibu Suri melakukan hal ini .
Seungnyang mengambil hio . Pangeran Maha menghardik Seungnyang agar jangan mengalihkan pembicaraan .
Seungnyang berkata : Dupa ini untuk Ibuku yang sudah dibunuh Dangkise. Pada saat aku seusia anda Pangeran Maha , aku kehilangan ibu . Tak hanya itu , orang yang kamu sebut Kakek , telah membunuh ayahku . Untuk membalas dendam maka aku membunuh orang2 yang namanya ada di papan arwah ini .
Ibu Suri berusaha mencegah Seungnyang berkata lebih lanjut.
Seungnyang tetap nyerocos : Pangeran , aku tidak akan melukai kamu . Ingat satu hal bahwa pelaku yang telah membunuh Ibunda dan Kakek anda juga berada disini , yakni Ibu Suri .
Ibu Suri kembali berusaha mencegah Seungnyang berkata lebih lanjut.
Seungnyang menegur Ibu Suri : Mau sampai kapan kamu membohongi Pangeran cilik ini ? Hentikan itu , semua akan terungkap nanti . Siapa sebenarnya Pangeran Maha , dan siapa yang telah membunuh siapa . Siapa dalang yang memanipulasi hal ini , dan orang seperti apa Permaisuri . Semuanya akan terungkap !!!
Seungnyang berlalu .
Pangeran Maha mulai bimbang dan menuduh Ibu Suri menyembunyikan sesuatu darinya.  Ibu Suri dengan nada tinggi memperingatkan Pangeran Maha agar jangan menggubris perkataan Seungnyang.
***
Seungnyang melihat Kasim Bang sedang menunggu di depan kediaman Seungnyang .
Didalam kediaman Seungnyang , Kasim Bang berlutut memohon Seungnyang menyelamatkan Pangeran Maha yang akan dibunuh malam ini .
Seungnyang tentu saja bingung untuk apa Kasim Bang menyelamatkan Pangeran Maha yang tidak ada kaitannya.
Kasim Bang meratap bahwa hanya Seungnyang yang bisa menyelamatkan Maha.  Kasim Bang mengatakan kalau Pangeran Maha adalah Byul (red - berarti bintang sesuai tanda lahir tiga bintang di kaki) .
Seungnyang sulit percaya dengan hal ini karena yakin Byul sudah mati .
Namun Seungnyang jadi menangis memikirkan kemungkinan Byul masih hidup .

Kasim Bang berkata bahwa dia telah melihat sendiri Pangeran Maha punya tanda tiga bintang di kakinya , sebagai bukti bahwa Maha = Byul .
Seungnyang menangis mendengar hal ini .
(Red - Dapat dibayangkan pusingnya Seungnyang , disatu sisi sedang berjuang untuk menggolkan Pangeran Maha menjadi Pangeran Mahkota , disisi lain mendengar fakta baru bahwa Pangeran Maha yang juga menjadi pesaing Pangeran Ayu ternyata anaknya dari Wang Yoo) .

Disarankan follow Twitter Bentara agar bisa mengikuti update terbaru

0 comments:

Post a Comment