Monday, April 7, 2014

Sinopsis : Empress Ki – Episode 44

Standard

Dalam episode sebelumnya . Wang Yoo berhasil ditangkap oleh delegasi Yuan yang dipimpin oleh Guru Jang dan Pangeran Maha . Wang Yoo digiring ke istana Yuan . Dan Tal Tal mendampingi Wang Yoo memasuki istana . Tahwan keluar menyambut kedatangan Wang Yoo dkk . Disaat bersamaan Seungnyang juga pergi keluar untuk melihat situasi .

Tahwan mengambil pedang dan menghampiri Wang Yoo yang berdiri dalam posisi terikat.   Tahwan dengan pandangan bengis bersiap menghabisi Wang Yoo ditempat.  Seungnyang khawatir melihat hal itu dari kejauhan .

UPDATE

  • Menambahkan preview ( April 08 ,  07.00 WIB)
  • Menambahkan rekap final part 1 ( April 09 , 07.00 WIB)
  • Menambahkan rekap final part 2 dan 3 ( April 09 , 22 .00 WIB)
  • Disarankan follow Twitter Bentara agar bisa mengikuti update terbaru

Sinopsis

Empress Ki – Episode 44 - Sinopsis / Writen Preview / Preview

Tahwan merasa bahwa penurunan tahta Wang Yoo masih tidak cukup untuk menebus kesalahan yang telah dilakukan , yakni menghianati Yuan dan membantu musuh Yuan ( Il-Khanate) . Dengan alasan itu Tahwan tidak akan mengampuni nyawa Wang Yoo kali ini .
Sementara itu Ibu Suri masih tidak puas dengan hanya Wang Yoo yang akan dihukum , karena pastinya Wang Yoo tidak akan bertindak sendirian , dan anteknya / partnernya juga harus dihukum . Ibu Suri tentu bermaksud menyeret Seungnyang untuk dihukum bersama Wang Yoo .
Seungnyang melontarkan pertanyaan klasik tentang identitas diri kepada Bulhwa , apakah mereka semua itu warga negara Yuan ataukah warga negara Goryeo ?
Bayan menghadap Tahwan dan memohon agar Tahwan memerintahkan eksekusi .  Tahwan merasa kematian Wang Yoo harus diketahui rakyat. .
Malam harinya , Wang Yoo , Kasim Bang dan Moosong diikat tangan menggantung diantara dua pasak satu sama lain dan mendapat pengawalan ketat.

Rekap

Empress Ki – Episode 44 - Part 1 / Part 2 / Part 3

Wang Yoo berhasil ditangkap oleh delegasi Yuan yang dipimpin oleh Guru Jang dan Pangeran Maha . Wang Yoo digiring kembali ke Ibukota Yuan dan melewati rakyat yang marah karena menganggap Wang Yoo sebagai penyebab kekalahan .

Byeongsoo dan Jocham berada ditengah massa dan ikut menjadi provokator dengan meneriakkan nama Seungnyang sebagai salah satu kolaborator Wang Yoo , dan berteriak agar nama yang disebut di hukum mati .
Dangkise sendiri berada tak jauh disitu (karena statusnya sebagai buronan yang tidak bisa muncul sembarangan didepan publik) . Dangkise memberi isyarat pada Byeongsoo dengan menganggukkan kepala sambil tersenyum .
***
Tahwan mendengar pula tentang aspirasi rakyat yang menghendaki Seungnyang di hukum mati . Tahwan panik dan bertanya apa yang terjadi ? . Golta mengatakan bahwa rakyat mengira Wang Yoo dan Seungnyang berklompot.
Tahwan berkata tidak mungkin . Golta mengingatkan kalau kehendak rakyat tidak bisa diabaikan begitu saja .
***
Seungnyang juga sudah mendengar suara rakyat yang ingin dia dihukum mati . Seungnyang menerka ada yang menghasut rakyat , yakni Ibu Suri dan Perdana Mentri Bayan .
Seungnyang bertanya pada Bulhwa , siapa saja yang akan berpihak padanya ? . Bulhwa menyebutkan sejumlah mentri , dan terutama Tiga Paduka (red - pentolan para gubernur) .
Seungnyang berkata sudah saatnya memanfaatkan segala kekuatan yang ada .   Bulhwa bertanya apa tidak terlalu dini ? . Seungnyang menegaskan kalau dia tidak bisa tinggal diam .
***
Tahwan mulai khawatir Seungnyang berada dalam bahaya dan satu2nya cara untuk menyelamatkan Seungnyang adalah dengan membunuh Wang Yoo .
***
Sebaliknya , Seungnyang ingin Wang Yoo diselamatkan  agar Seungnyang sendiri bisa bertahan hidup demi Pangeran Ayushiridara.
Hongdan muncul dan mengabarkan Wang Yoo sudah tiba.
***
Kita kembali ke akhir episode 43 dimana Tahwan menarik pedang dan bersiap menghabisi Wang Yoo .





Tahwan menuding Wang Yoo : Kau telah mengacaukan cita2ku yang mulia , dan kau telah melakukan kejahatan besar yang tidak bisa diampuni dengan hanya dilengserkan dari tahtamu sebagai Raja.  Karena itu aku tidak bisa membiarkanmu hidup .
Moosong dan Kasim Bang maju memasang badan untuk melindungi Wang Yoo . Mereka meminta dibunuh dulu sebelum Wang Yoo .
Wang Yoo meminta dua anak buahnya untuk menyingkir .  Tal Tal berkata pada Tahwan bahwa sekarang bukan saat yang tepat untuk membunuh Wang Yoo .  Tahwan meminta Tal Tal untuk tidak ikut campur.
Seungnyang mendekat dan berusaha mencegah . Tahwan marah : Aku sudah bilang sebelumnya agar kau jangan ikut campur !!
Bukan Seungnyang yang berhasil menghentikan Tahwan , melainkan Ibu Suri .
Ibu Suri mendesak Tahwan untuk menangguhkan kematian Wang Yoo sampai kolaboratornya ditangkap dan dihukum bersama  (red - maksudnya Seungnyang) .  Seungnyang dalam taraf sensi akut , dan memandang tajam Ibu Suri seraya bertanya apa Ibu Suri mencurigainya ?
Ibu Suri berkilah bukan dia saja , melainkan rakyat juga yang mengatakan keterlibatan Seungnyang .  Seungnyang mendesak Tahwan untuk menyelidiki dahulu sebelum mengambil keputusan .

Tahwan tidak berkutik lagi dan akhirnya menanamkan pedang ke tanah .
Wangyoo selamat untuk sementara.
***
Tahwan dan Seungnyang bertengkar . Tahwan mengeluh kalau Seungnyang tidak pernah mau mendengarkan perkataannya .

Seungnyang :  Wang Yoo tidak bersalah , karena hamba juga tidak bersalah juga .  Pasti ada seseorang yang ingin menjatuhkan aku dan Wang Yoo .
Tahwan meradang seakan sakit kepala dan menghardik Seungnyang agar jangan menyebut nama Wang Yoo lagi dihadapannya.  Seungnyang protes kalau begitu siapa lagi yang mau mendengarkan keluh kesahnya ?
Tahwan berkata bahwa tuduhan / rumor itu bukan tanpa sebab , seperti masa lalu Seungnyang dengan Wang Yoo .  Seungnyang hampir menangis dan bertanya apa Tahwan mencurigainya ?
Seungnyang menegaskan dia sendiri yang akan menangani masalah ini .
Seungnyang berlalu dari ruangan . Tahwan berteriak2 agar Seungnyang jangan pergi .
Golta muncul .
Tahwan stress dan meminta dibawakan anggur.
***
Habis dari tempat Tahwan , Seungnyang melihat Bisoo sudah tiba di istana untuk mengantarkan barang2. Seungnyang melaporkan pada Bisoo bahwa Wang Yoo selamat untuk sementara ini . Bisoo bertanya apakah ada cara untuk menyelamatkan Wang Yoo ?
Seungnyang berkata sedang ada urusan penting , dan nanti akan mengabari Bisoo ?
Seungnyang berlalu dari hadapan Bisoo .


Tal Tal mengawasi Seungnyang - Bisoo dari kejauhan .
***

Para pelayan istana membawakan anggur sesuai permintaan . Tahwan ragu2 , sedih dan bimbang karena teringat janjinya pada Seungnyang untuk tidak mabuk lagi .
Golta hanya bisa bingung karena Tahwan yang meminta anggur , Tahwan pula yang menyuruh anggur2 itu disingkirkan dari hadapannya.
***
Dipenjara , Kasim Bang memohon pada Bayan bahwa Baginda Wang Yoo tidak terlibat sama sekali dalam kasus ini .
Bayan tidak mempedulikan hal itu dan kembali menghampiri Wang Yoo yang duduk di kursi interogasi . Bayan mendesak Wang Yoo untuk mengatakan dengan siapa dia berkomplot.
Wang Yoo berkata bukankah dia disini karena tuduhan telah menjual belerang ke pihak musuh ?
Bayan berkata bahwa Goryeo telah diembargo hampir enam tahun , dan tak mungkin Wang Yoo bisa melakukan semua transaksi itu tanpa mendapat bantuan dari orang istana .
Wang Yoo membantah telah melakukan transaksi .
Bayan menuding : Gara2 kamu , aku telah kehilangan harga diri sebagai komandan militer ( red - karena kalah perang) .
Bayan bersiap menghukum , namun Ibu Suri datang ke ruang penjara dan meminta semua orang keluar karena hendak berbicara empat mata dengan Wang Yoo .
Semua pergi meninggalkan ruangan .
Ibu Suri berkata bahwa dia bisa memaklumi Wang Yoo sebagai raja yang tentu memikirkan kepentingan rakyatnya , dan masih bisa dimaafkan . Namun Ibu Suri menegaskan tidak bisa memaafkan orang yang membantu Wang Yoo selama ini .

Ibu Suri menawarkan asalkan Wang Yoo mau membantunya , maka Wang Yoo akan tetap sebagai raja , dan itu terjadi asalkan Wang Yoo mau menyebutkan keterlibatan Seungnyang .  Ibu Suri berharap Wang Yoo membiarkan Seungnyang menanggung semua kesalahan , dengan demikian nyawa dan posisi Wang Yoo sebagai raja bisa selamat.
Wang Yoo berkata bahwa Ibu Suri bukan membantu , tetapi sedang bernegosiasi . Wang Yoo merasa Ibu Suri salah memilih orang untuk diajak beraliansi .
Ibu Suri menekankan bahwa semua orang akan sama , ketakutan begitu mendekati kematian . Ibu Suri yakin Wang Yoo akan berubah pikiran .
***

Seungnyang menemui Tiga Paduka dkk dan langsung mengungkap bahwa Ibu Suri dan Bayan sedang berusaha untuk menyingkirkan Seungnyang dari Istana.
Mereka berdiplomasi bahwa dengan senang hati akan membantu Seungnyang , tetapi khawatir jika harus membantu Wang Yoo , karena setiap kesalahan akan berbahaya.  Mereka membujuk Seungnyang untuk meninggalkan Wang Yoo .
Seungnyang menegaskan bahwa meninggalkan Wang Yoo sama saja dengan meninggalkan dirinya.  Seungnyang bertanya2 apakah mereka hendak berhianat ? .
Mereka buru2 menyangkal .
Dibawah ini adalah text dalam bentuk JPEG . Dianjurkan membaca artikel ini dalam ponsel ukuran 5 inchi keatas (rotate horizontal) , tablet , laptop dan PC. Jika tidak muncul lakukan Refresh 

Bayan merasa Wang Yoo bukan tipe orang yang mudah mengaku , dan mengancam menambahkan siksaan dengan membutakan mata dengan besi panas , kalau perlu telinga dan lidah Wang Yoo juga akan mendapatkan bagian .
Kasim Bang dan Moosong semakin menangis .
Bayan menawarkan asalkan Kasim Bang dan Moosong mau mengakui keterlibatan Seungnyang maka Wang Yoo akan selamat.
Wang Yoo memperingatkan dua anak buahnya untuk tidak mengatakan apapun .  Wangyoo mengecam Bayan sebagai seorang jendral besar yang tak tahu malu karena telah membuat pembukuan palsu dan menyiksa kedua anak buahnya agar mau mengaku .
Bayan menebalkan muka karena menegaskan semua yang dia lakukan adalah demi Tahwan dan negara ini .

Bayan mulai menggerakkan besi panas kearah wajah Wang Yoo .
Moosong dan Kasim Bang semakin panik .
Tiba2 asisten Bayan melaporkan ada sesuatu yang terjadi didepan balai istana.
***

Dihalaman luar depan balai Istana , Tiga Paduka memimpin rekan2nya untuk berlutut dan memohon agar Wang Yoo dibebaskan .
Disaat hampir bersamaan , Ibu Suri , Bayan dan Tahwan tiba di TKP.

Tahwan menegur apa yang sedang mereka semua lakukan .  Salah satu dari Tiga Paduka berkata bahwa Perdana Mentri Goryeo , Kim Seunjo telah mendapat perintah rahasia untuk membuat pembukuan palsu .

Mendengar hal ini , Ibu Suri dan Bayan terperanjat dan saling memandang .  Seungnyang muncul dan mendesak Tahwan untuk menanyakan langsung pada Kim Seunjoo .
Tiga Paduka dkk menyerukan agar Tahwan memanggil Kim Seunjoo untuk menghadap .
Tahwan akhirnya menyerah dan meminta Bayan untuk mengirim orang ke Goryeo dan membawa Kim Seunjoo untuk menghadap .  Bayan terpaksa mematuhi perintah Tahwan .
Tahwan berkata sampai Kim Seunjoo tiba di negara Yuan , maka Wang Yoo dkk harus diikat tanpa minuman dan makanan .
Seungnyang hendak memprotes.
Tahwan berkata bahwa sampai sini batas kemurahan hati yang bisa diberikan dalam kasus Wang Yoo .
***
Ibu Suri , Bayan , Guru Jang bingung bagaimana bisa setiap tokoh penting Istana juga menjadi pendukung Seungnyang.

Bayan tak menyangka pengaruh Seungnyang bisa sebesar itu , dan bertanya apa Tal Tal mengetahui hal ini ? .
Tal Tal berpura2 baru tahu tentang hal ini .
Ibu Suri bertanya bagaimana membereskan masalah Kim Seunjoo ? . Bayan berkata kalau Seunjoo satu kubu . Ibu Suri lebih waswas bahwa Seungnyang sanggup mempengaruhi para pejabat Yuan , apalagi hanya seorang pejabat Goryeo . Ibu Suri khawatir Seunjoo berbalik berpihak pada Seungnyang .
Bersambung ke Part 2 (of 3)

Bayan meminta Tal Tal untuk mengirimkan  Wujin dan Seodam untuk menyingkirkan Kim Seunjoo .
Ibu Suri mengungkap kekhawatiran kalau Seungnyang diampuni maka akan menelan seisi negri .
***
Tahwan pun dapat menerka kalau Seungnyang punya pengaruh untuk menggerakkan para pejabat tinggi . Tahwan bertanya bagaimana Seungnyang bisa melakukan hal itu ?
Seungnyang mengakui menggunakan uang yang didapat dari Wang Yoo . Tahwan terperanjat mendengar hal ini . Seungnyang menjelaskan penggunaan uang itu demi menggalang kekuatan untuk mendukung Pangeran Ayu .
Tahwan meyakinkan Seungnyang bahwa posisi Pangeran Mahkota pasti jatuh ke Pangeran Ayu .
Seungnyang mengungkap kekhawatiran bahwa Pangeran Ayu nanti diperlakukan tidak adil karena ada darah setengah Goryeo .  Sebagaimana Tahwan ingin menjadi ayah yang bisa dibanggakan oleh anaknya sehingga menerapkan kebijakan ekpansif  , demikian pula Seungnyang ingin menjaga anaknya dari mereka yang ingin menyakitinya .
Seungnyang memohon agar Tahwan mengerti ketulusan Seungnyang , ketulusan seorang Ibu demi melindungi putranya sendiri .

Namun Tahwan sudah terlampau kecewa dan meminta Seungnyang untuk pergi dari ruangan .  Tahwan memalingkan wajah dari Seungnyang , dan kembali meminta Seungnyang pergi .
Mata Seungnyang berkaca-kaca .
Tahwan berkata kalau Seungnyang tidak pernah percaya padanya .  Tahwan kembali meminta Seungnyang untuk pergi .
Seungnyang berlalu dan Tahwan kembali memalingkan wajah seperti enggan melihat Seungnyang.
Tahwan matanya berair dan meminta Golta masuk . Tahwan meminta Golta membawakan arak .
***
Seungnyang dkk berjalan meninggalkan kediaman Tahwan . Bulhwa berkata bahwa kali ini melihat Tahwan marah pada Seungnyang.  Hongdan khawatir lama kelamaan Seungnyang tidak menjadi selir favorit Tahwan lagi .

Seungnyang dkk kembali berjalan dan melalui area dimana Wang Yoo dkk masih dihukum dalam posisi terikat tanpa makan dan minum .
Bulhwa khawatir Wang Yoo dkk akan mati sebelum Seunjoo dibawa dari Goryeo ke Yuan .  Seungnyang meminta pelayan untuk memberikan makanan dan minuman .
Seungnyang juga memerintahkan Bulhwa untuk menghubungi Bisoo .
***
Team pembunuh yang dikirim Bayan memacukan kuda menuju Goryeo .
Bersamaan dengan itu Bisoo - Jeombakyi - Jeokho juga menuju Goryeo
Sebuah kilas balik malam sebelumnya.  Seungnyang berkata pada Bisoo : Demi keselamatan Wangyoo , pastikan Seunjoo dibawa ke Yuan hidup2 .  Bisoo : Tetapi mungkin Seunjoo tidak akan mau berkerja sama dengan kita . Seungnyang : Turuti saja arahanku .

***
Perdana Mentri Kim Seunjoo sedang melintas keramaian kota bersama rombongannya . Tiba2 team pembunuh suruhan Bayan , Wujin dan Seodam mengintai dan memanah Seunjoo yang berada ditandu . Mereka yakin Seunjoo sudah mati karena panah itu diolesi racun .


Padahal Kim Seunjoo yang asli sedang menyaksikan bagaimana orang yang diperintahkan untuk menyamar sebagai Seunjoo tertembak panah .  Kim Seunjoo dengan tubuh bergetar nyaris tak percaya kalau Bayan memerintahkan anak buah untuk membunuhnya .
Seunjoo kini berpikir lain , dan bertanya apakah Seungnyang akan mengampuni nyawanya ?
Bisoo berkata dengan wajah dingin , jika bukan karena Seungnyang , maka Seunjoo sudah mati .
***
Wang Yoo semakin lemas seiring waktu . Mereka semua terikat tanpa makan dan minum , berada diluar terkena udara dingin malam dan teriknya siang .  Walaupun dalam kondisi mengenaskan , Wang Yoo masih menyesali nasib kedua anak buahnya yang ikut menderita bersamanya.
Moosong lebih mengutamakan keselamatan Wang Yoo , sementara Kasim Bang berharap Wang Yoo dapat bertahan sebentar lagi , asalkan Seunjoo ........
Namun Kasim Bang terkejut melihat Pangeran Maha muncul . Diluar dugaan Pangeran Maha memerintahkan pengawal untuk memberikan air pada Wang Yoo dkk .
Wang Yoo meminum air itu dan berterimakasih pada Maha .

Pangeran Maha dengan wajah dingin berkata Wang Yoo tidak perlu berterimakasih , karena belum boleh mati hingga kejahatan Seungnyang terungkap juga .
Wang Yoo meninggi suaranya karena kesal : Apa Ibu Suri yang mengajarimu seperti itu ? Jika ingin membalas dendam kematian ibumu , maka Kaisar , Ibu Suri dan seluruh pejabat yang terlibat juga harus kau bunuh .
Pangeran Maha membelalak mendengar fakta baru ini . Guru Jang yang mendampingi Maha jadi khawatir dan meminta Pangeran Maha lekas kembali .
Maha bertanya pada Jang apa maksud perkataan Wang Yoo ? . Guru Jang mendesak Maha untuk tidak terpancing perkataan Wang Yoo .
Wang Yoo  kembali mengatakan : Kematian ibumu itu , tidak bisa hanya kau tuduhkan padaku dan Seungnyang . Semua orang disampingmu .........
Ibu Suri muncul dan memotong perkataan Wang Yoo : Kamu masih tak mau diam ?
Ibu Suri langsung memerintahkan Guru Jang untuk membawa Pangeran Maha pergi dari sini .

Pangeran Maha berlalu , tetapi tampak terpengaruh dengan perkataan Wang Yoo .
Kini Wang Yoo memandang tajam kearah Ibu Suri .
Ibu Suri tersenyum culas dan berkata Seunjoo tidak akan bisa datang dari Goryeo  . Wang Yoo dkk terperanjat karena berarti peluang mereka bertiga untuk selamat menjadi nihil .
Ibu Suri : Aku memberi kesempatan hidup . Jangan mati sampai keinginanku terwujud .
***
Tahwan menenggelamkan diri dalam minuman . Bayan menghadap dan melaporkan kalau Seunjoo sudah mati dan kini tidak ada alasan lagi untuk menyelamatkan Wang Yoo . Bayan memohon agar Wang Yoo di hukum mati .
Tahwan dalam wajah setengah mabuk berkata sangat ingin rakyat Yuan melihat sendiri bagaimana kematian Wang Yoo , dan diseret di jalanan kota.
***
Tal Tal dkk mengambil Wang Yoo dkk dari tempat mereka ditahan ditempat terbuka .  Seungnyang muncul dan bertanya hendak dibawa kemana para tahanan ini ?
Tal Tal berkata Kaisar Tahwan telah memerintahkan Wang Yoo dkk di eksekusi didepan rakyat .  Tal Tal juga memberitahu kalau Seunjoo yang menjadi saksi kunci sudah mati.
Wang Yoo dan Seungnyang saling berpandangan , seakan untuk yang terakhir kali .
Wang Yoo dkk akhirnya dibawa pergi untuk bersiap dieksekusi didepan publik .
Seungnyang cemas dan bertanya pada Bulhwa apa sudah ada kabar dari Bisoo ?
Seungnyang ingin melihat eksekusi itu .
***
Ibu Suri mendapat kabar dari Guru Jang bahwa Tahwan telah memvonis mati Wang Yoo dihadapan publik . Guru Jang juga mengatakan kalau Tahwan sendiri akan hadir untuk melihat eksekusi .
Ibu Suri memerintahkan Guru Jang untuk mengirim orang untuk menghasut rakyat , dengan tujuan agar Tahwan melihat sendiri "suara rakyat" .
***
Ditempat eksekusi , Bayan duduk bersama Tahwan , Maha dan Ibu Suri untuk melihat proses eksekusi .
Seungnyang muncul di TKP , dan mendengarkan desakan rakyat Yuan agar semua orang Goryeo dihukum mati .
Seungnyang dan Tahwan tampak terpukul dengan "suara rakyat" ini . Sementara Ibu Suri dan Bayan saling memandang .

Tiba2 muncul suara rakyat tandingan , dimana beberapa orang meneriakkan bahwa Seungnyang telah memberi rakyat makan.  Mereka itu memuji2 Seungnyang dan berharap Seungnyang panjang umur.
Giliran Bayan dan Ibu Suri yang mulai gelisah . Segera opini publik terbentuk ulang dan condong memfavoritkan Seungnyang.


Seungnyang malah terkejut bagaimana mungkin rakyat bisa tahu kalau dirinya yang memberi bantuan makanan ?
Walaupun tidak tahu siapa yang merancang semua ini , Seungnyang dapat menerka kalau Tal Tal yang menjadi dalang dibalik suara rakyat pro Seungnyang .
Sebuah kilas balik . Tal Tal bertemu dengan dua perwakilan rakyat jelata , memberikan uang dan meminta mereka menyebarkan rumor bahwa Seungnyang yang memberi bantuan pangan selama bencana kelaparan sebelumnya.
(Red - Sebenarnya karakter utama favorit aku di serial drama ini adalah Tahwan dan Tal Tal . Mereka terlihat serasi dalam hal kecerdasan . Jika saja mereka sepasang kekasih akan sangat berbahaya dan bisa menyingkirkan siapa saja . )
Hongdan membisikkan sesuatu kepada Seungnyang .
Pada saat itu Wang Yoo dkk sudah tiba digiring ditengah massa dan bersiap untuk menghadapi eksekusi .
Wang Yoo mulai gelisah karena tidak melihat Seungnyang dan Bisoo disekitar.  Wang Yoo dkk mulai diseret ke panggung tiang gantungan .

Tahwan memerintahkan agar mereka bertiga di gantung .  Kasim Bang meradang dan ingin agar dia dulu yang dihukum mati , walaupun hanya mengulur waktu untuk sekian menit saja.  Moosong juga menujukkan kesetian yang sama .
Wang Yoo terharu dan menegur mereka agar jangan seperti ini .  Mosoong berkata apapun yang terjadi mereka harus mengulur waktu dan berharap Wang Yoo agar tidak menyerah demi secercah harapan . Wang Yoo menangis melihat kesetiaan mereka berdua.
Padahal Kasim Bang sendiri tegang dengan tubuh bergetar saat bersiap akan dieksekusi .
Wang Yoo masih berusaha mencari Bisoo atau Seungnyang muncul disaat2 genting seperti ini .
Kasim Bang mulai dieksekusi gantung dan mulai meregang nyawa.  Disaat genting bagi Kasim Bang , Seungnyang mengambil panah salah satu pengawal dan menggunakan keahlian lamanya dalam memanah tepat di tali yang menggantung Kasim Bang .

Nyawa Kasim Bang selamat untuk sementara.
Ibu Suri dan Bayan menegur Seungnyang dengan keras.  Seungnyang memandang tajam dan berkata kalau Seunjoo telah tiba.
Benar saja , Seunjoo sudah tiba didampingi Bisoo dkk .
Seungnyang mengeluarkan amplop berisi titah rahasia untuk Seunjoo dari Perdana Mentri Bayan . Didalamnya tertulis perintah Bayan untuk membuat catatan pembukuan palsu dan petisi .
Tahwan semakin pusing dengan apa yang sebenarnya terjadi . Tiba2 Tahwan berhalusinasi kalau Wang Yoo sedang menertawakannya dengan menyeramkan .

Wang Yoo dalam versi hayalan berkata sambil tertawa : Kamu Tahwan sama sekali tidak bisa membunuhku , karena Seungnyang adalah milikku  .
Tahwan mulai kehilangan kewarasannya lagi seperti dalam episode2 sebelumnya.
***
Tahwan terbangun di ruang kamarnya , dengan Bayan yang menunggui Tahwan disisinya.  Tahwan bertanya kenapa Bayan melakukan perbuatan rendah dengan menipu seperti itu ? . Tahwan merasa kecewa karena menganggap reputasi Bayan lebih baik dari siapapun .
Bayan : Walaupun saya bodoh , tetapi bukan tidak mengerti bagaimana perasaan majikan . Yang Mulia juga berharap Wang Yoo lenyap bukan ? . Tahwan : Maksudmu kau melakukan demi aku ? .  Bayan : Hamba tidak mampu meringankan kepedihan Paduka Yang Mulia , mohon jangan ampuni hamba .
Tahwan : Kenapa kau setia kepadaku ? . Bayan : Hamba berutang budi pada ayah Paduka yang telah meninggal , dan budi itu tak mungkin kuhapus . Hamba sebagai seorang jendral tidak mampu melindungi ayah Paduka , dan hamba merasa sangat bersalah .  Hamba tidak akan lagi mengulangi kejahatan bodoh seperti ini .
Tahwan : Jika perkataanmu memang tulus , apa kau akan menerima seberat apapun hukuman dariku ? .
Bayan : Iya , Paduka .
***
Di ruang tahta , Guru Jang membacahkan titah Kaisar Tahwan : Selama ini Wang Yoo sebagai raja yang telah dilengserkan tidak bersikap hormat kepada Kaisar , dan telah menyingkirkan pejabat2 Goryeo yang setia pada Yuan , dan juga menolak untuk mengirimkan upeti . Berdasarkan alasan ini Wang Yoo akan diasingkan ke provinsi Liaoyang .
Tahwan bertanya apa Wang Yoo hendak mengatakan sesuatu ?
Wang Yoo dengan geram dan lantang berkata : Penipuan oleh Perdana Mentri Bayan adalah kejahatan besar . Dia berusaha membunuh aku , dan anda malah mengeluarkan titah untuk mengasingkanku . Aku harap Perdana Mentri juga dihukum .
Part 3 (of 3)

Diluar dugaan , Tahwan malah mengumumkan bahwa dia akan menyerahkan segel kekaisaran kepada Bayan  .
Tahwan berkata kalau Bayan tidak akan dihukum jika melakukan kejahatan apapun , terkecuali kejahatan pemberontakan . Dan tak ada yang bisa melampaui kekuasaan Bayan kecuali Kaisar Tahwan sendiri .  . Bahkan Ibu Suri pun terkejut mendengar keputusan Tahwan .

Bayan menerima titah itu dengan penuh haru dan bersujud hingga kepala menyentuh lantai kepada Tahwan .
Dengan keputusan Tahwan ini , Seungnyang sadar berada dalam bahaya .
***
Dipenjara , Wang Yoo berkata pada Bang dan Moosong agar kembali ke Goryeo setelah dibebaskan .
Seungnyang muncul diruang penjara .
Wang Yoo mengungkap kekhawatiran akan keselamatan Seungnyang setelah Bayan mendapat wewenang yang besar dari Tahwan .  Seungnyang meminta maaf karena Wang Yoo jadi terlibat gara2 Ibu Suri dan Bayan ingin menyingkirkan Seungnyang .
Seunngyang meminta Wang Yoo bersabar , sampai Seungnyang bisa mengumpulkan kekuatan kembali untuk membebaskan Wang Yoo dari masa pembuangan .
Sebaliknya Wang Yoo malah kasihan terhadap Seungnyang .
Seungnyang curiga apa maksud perkataan Wang Yoo ? Apa betul Wang Yoo menjual belerang kepada musuh Yuan ? .
Wang Yoo tidak menjawab pertanyaan selain berkata dalam peperangan ini mereka semua tidak akan bisa menang melawan Dinasti Yuan .
Seungnyang kecewa bahwa Wang Yoo telah berdusta . Seungnyang bertanya apa Wang Yoo sudah lupa kalau Seungnyang sendiri adalah selir kekaisaran Yuan . Sangking kecewanya , Seungnyang berkata aliansi mereka berdua sudah berakhir sampai disini .
Seungnyang berlalu dari ruang penjara .
***
Diluar , Seungnyang yang galau bertanya pada Bulhwa dkk  : Sebenarnya kita ini warga negara Yuan atau Goryeo ?
Bulhwa berkata : Kasim Dokman juga pernah berkata seperti itu . Ada orang yang bukan milik manapun , jadi harus tahu bagaimana melindungi diri sendiri .
Mata Seungnyang berair karena sedih dan mulai menitikkan air mata.
***
Tal Tal menghadap Bayan .
Bayan memerintahkan Tal Tal untuk bertanggungjawab dalam masalah mengawal Wang Yoo menuju tempat pembuangannya.  Bayan berkata kalau nanti akan bertemu di pegunungan .
Tal Tal heran kenapa pamannya ada di pegunungan ? . Bayan mengakui ingin melenyapkan Wang Yoo secara pribadi .
Tal Tal hendak memprotes , namun Bayan berkata kalau Wang Yoo benar2 berhianat pada Yuan walaupun tidak terbukti .  Tal Tal bertanya apakah ini perintah Kaisar ?
Bayan berkata kalau dalam hati Tahwan juga pastinya mengharapkan Wang Yoo lenyap dari bumi ini .  Bayan akan melapor pada Tahwan jika sudah memenggal Wang Yoo . Bayan meminta agar Tal Tal merahasiakan hal ini dari siapapun .
***
Wang Yoo digiring pengawal untuk diberangkatkan menuju tempat pengasingan . Seungnyang melihat Wang Yoo dibawa pergi .

Walaupun Seungnyang marah pada Wang Yoo malam kemaren , tetapi Seungnyang dkk memberi hormat pada Wang Yoo , vice versa Wang Yoo juga membungkuk hormat dengan mata berair .
Seungnyang menghela nafas .
Wang Yoo mulai berangkat dikawal oleh Tal Tal dkk .
***
Wang Yoo dimasukkan kedalam kurungan roda (sebagaimana El Temur dahulu ) . Kasim Bang dan Moosong menangis melepas kepergian Wang Yoo . Demikian juga Bisoo yang tak rela melihat pria yang dicintainya bernasib tragis seperti itu .
***
Dangkisee dkk menunggu disebuah tempat yang diperkirakan akan dilalui rombongan Tal Tal .
Dangkise tampaknya sedang beruntung kali ini karena anak buahnya melaporkan kalau Bayan juga ada disekitar daerah sini dan sedang menunggu sesuatu .
Byeongsoo tersenyum bahwa ini kesempatan langka , Wang Yoo dan Bayan sekaligus , dua musuh besar mereka muncul bersamaan .
***
Bayan mencegat rombongan Tal Tal .   Tal Tal turun dari kuda menyambut pamannya . Bayan memerintahkan Wang Yoo dilepas dari kurungan dan diberi pedang .

Bayan berkata : Kejahatan besarmu bukanlah penghianatan , tetapi gagal menjadi teman yang bisa kupercaya .  Sebagai seorang jendral aku tidak akan membiarkan kematianmu begitu memalukan .
Bayan mengajak Wang Yoo bertarung hingga tewas , dan melarang siapapun ikut campur.
Pertarungan mereka relatif seimbang karena skillnya tidak berbeda jauh , sehingga yang akan menentukan adalah kelelahan Wang Yoo karena melalui masa hukuman sehingga kekurangan tenaga dan tentu saja keberuntungan .

Dangkise dkk menonton diam2 dari tempat persembunyian mereka . Byeongsoo berbisik pada Dangkise bahwa ternyata Bayan hendak membunuh Wang Yoo .  Dangkise memberi aba2 pada anak buahnya untuk menyiapkan cross-bow
Pertarungan Bayan - Wang Yoo terhenti sejenak . Mereka beralih dengan perang psikologis . Bayan berkata agar Wang Yoo jangan membuatnya kecewa . Wang Yoo memperingatkan kalau pedang di tangannya ini bukanlah pedang kayu lagi .
Mereka kembali bertarung . Wang Yoo membuktikan sesumbarnya dengan mendesak Bayan dan bersiap menebas Bayan . Namun pada saat itu Dangkise dkk menembakkan crossbow sehingga Wang Yoo terluka dan kehilangan kesiagaan . Pertarungan  diakhiri tusukan Bayan ke perut Wang Yoo .
Bayan sendiri tertembak di bagian dadanya.
Wang Yoo terluka parah dan berguling ke lereng didekatnya.
Bayan sendiri hanya terluka biasa dan masih bisa berdiri . Dangkise dkk mulai menyerang . Para pengawal melindungi Bayan .
Tal Tal meminta pengawal melarikan Bayan dari tempat ini . Tal Tal yang akan menghadapi pembunuh bertopeng itu .
***
Bayan diungsikan beberapa pengawal .   Moosong - Bisoo dkk merasa heran mengintai Bayan yang terluka , dan bertanya apa yang sebenarnya terjadi .
Bisoo hendak memeriksa keadaan , tetapi dicegah oleh Jeokho karena kondisi sangat berbahaya .
***
Dangkise dkk berhasil mengatasi para pengawal yang tersisa . Dangkise ingin memastikan kematian Wang Yoo . Namun Byeongsoo dan Jocham berkata kalau Wang Yoo kemungkinan besar sudah mati karena tertembak panah dan juga tertusuk pedang .
Dangkise bersikeras hendak memastikan kematian Wang Yoo . Byeongsoo - Jocham menggerutu kalau Dangkise benar2 keras kepala .
***
Jeombakyi yang pertama kali menemukan tubuh Wang Yoo setelah mengiranya sebagai mayat.  Semua panik dan sedih melihat keadaan Wang Yoo .
Bisoo memeriksa dada dan mengetahui kalau Wang Yoo masih hidup .
Sayangnya team Goryeo ini kepergok oleh Dangkise , dan terpaksa melarikan diri membawa serta tubuh Wang Yoo .
Akibat gugup , Jeombakyi tanpa sengaja membuat Wang Yoo terjatuh lagi ke lereng terdekat.  Jeombakyi menyerahkan Wang Yoo pada Bisoo , sedangkan Jeombakyi kembali lagi ke lereng atas untuk mengalihkan perhatian .
Di lereng bawah , Bisoo terisak  memohon agar Wang Yoo bangun .
***
Di Istana , Khutugh dan para selir lain sedang bersenang2 bersama Tahwan menyaksikan tarian . Tahwan sendiri terlihat mabuk dengan gaya duduk ala warteg-nya.

Khutugh menawarkan diri menuangkan arak untuk Tahwan dan bertanya kenapa Tahwan memanggil mereka semua ?
Tahwan berkata apakah aneh kalau seorang kaisar memanggil permaisuri dan para selir ?
Tahwan meneguk arak dan mengajak semuanya minum .
Tiba2 Seungnyang muncul .  Khutugh menyapa Seungnyang dengan ramah . Namun Seungnyang tidak mempedulikan Khutugh dan lebih peduli pada kondisi Tahwan .
Seungnyang menagih janji Tahwan yang tidak akan mabuk lagi .  Tahwan memerintahkan Seungnyang (menyebutnya sebagai hanya selirku ) untuk kembali .
Melihat Seungnyang tidak beranjak , Tahwan bangkit dan menghardik Seungnyang yang berani menentang perintah seorang Kaisar.
Tahwan memerintahkan Seungnyang untuk tidak muncul , sebelum dipanggil .  Seungnyang mematuhi perintah dan berlalu dari hadapan Tahwan .

Khutugh tersenyum menikmati perubahan situasi diantara hubungan Tahwan dengan Seungnyang.

Tiba2 Tahwan membanting semua gelas cawan dan piring diatas meja , dan memerintahkan permaisuri dan para selir meninggalkan ruangan juga.
***
Seungnyang dkk meninggalkan tempat Tahwan berpesta , dan berpapasan dengan Tal Tal yang terluka .
Seungnyang terperanjat bukankah Tal Tal seharusnya mendampingi Wang Yoo ketempat pengasingan ?
Tal Tal mengatakan Wang Yoo sudah meninggal .
Sungguh malang Seungnyang . Setelah mendapat perlakuan kasar dari Tahwan , kini mendengar kabar kematian Wang Yoo .
Seungnyang dengan mata berair mulai bertanya siapa pelakunya ?
Disarankan follow Twitter Bentara agar bisa mengikuti update terbaru

0 comments:

Post a Comment