Tuesday, April 1, 2014

Sinopsis : Empress Ki - Episode 42

Standard

Setiap pihak tentu punya pembenaran sehingga kebenaran menjadi subjektif . Pahlawan disatu negara bisa menjadi penghianat di negara lain . Itulah kerumitan drama fiksi yang berbasis sejarah . Sebuah cerita yang diangkat dari latar sejarah sedemikian kuat dan hidup , kompleks , indah sekaligus tragis . Patut diingat bahwa salah satu yang menjadi penyebab populernya drama Korea adalah dibangun dari drama sejarah yang fenomenal , sebut saja serial Janggeum , yang bersetting sejarah Joseon abad 16.

Update

  • Menambahkan rekap 1 , 2 , 3 sementara ( April 02 ,  07.00 WIB)
  • Menambahkan rekap final part 1 (April 04 ,  19.oo WIB)
  • Menambahkan rekap final part 2 , 3 (April 04 ,  21.oo WIB)
  • Disarankan follow Twitter Bentara agar bisa mengikuti update terbaru
Rekap
Empress Ki - Episode 42
NB : Rekap ini rekap sementara . Rekap final akan dirilis jika subtitle versi final Empress Ki dirilis 2-3 hari setelah episode ini ditayangkan . 
Bisoo mengantarkan harta karun eks El Temur kekediaman Seungnyang . Tahwan kebetulan berada disekitar dengan Ibu Suri Budashiri dan Bayan Khutugh , dkk . Tahwan pada awalnya hanya penasaran apa yang berada dalam kotak kiriman itu . Semakin Seungnyang menghalangi dengan berbagai cara , maka semakin penasaranlah Tahwan.

Tahwan akhirnya membuka peti itu dan terperanjat melihat emas berlimpah dalam peti itu . Tahwan berusaha menutupi fakta dari Ibu Suri yang juga penasaran . Namun diluar dugaan Seungnyang malah membuka tutup peti didepan umum .  Seungnyang beralasan bahwa emas itu dikirim sebagai hadiah dari pedagang sebagai ucapan terimakasih karena telah mendapatkan hak menyuplai istana.


Ibu Suri Budashiri tentu saja curiga dan mendesak Tahwan agar memerintahkan semua peti dibuka . Tahwan ragu-ragu . Seungnyang sudah keburu memerintahkan semua peti dibuka . Ternyata Ibu Suri dan Guru Jang hanya menyaksikan sisa peti2 yang ada berisi komoditas sutera , porselen dll .
Rupanya sebelumnya Seungnyang sudah merencanakan hal itu bersama Bisoo , bahwa untuk berjaga2 hanya bisa menyelipkan satu peti harta karun setiap harinya.
***
Tahwan memandang emas2 itu bersama Golta. Tahwan menghela nafas dan  mengeluh kalau sikap dan ekspresi Seungnyang tidak seperti dulu . Tahwan merasa ada tembok pemisah diantara dirinya dan Seungnyang , dan mereka berdua semakin jauh saja.

Golta mengingatkan Tahwan bahwa Seungnyang sudah jauh sejak awal  . Tahwan berkata kalau bukan karena Seungnyang , dia tidak akan seperti sekarang ini . Golta berkata bahwa Tahwan tidak bisa bermuram durja terus karena Seungnyang , dan berharap Tahwan menjadi kuat dan menjadikan Seungnyang miliknya sendiri .
Golta berkata Tahwan bukan lagi kaisar yang lemah dan kesepian , hingga seorang selir belaka bisa menyakiti Tahwan .
Tahwan meradang : " Hanya selir belaka ?"
Tahwan murka dan mencengkram kerah Golta .
Golta tanpa gentar berkata bahwa dia mempertaruhkan nyawa untuk memberanikan diri mengatakan apa yang harus dikatakan .
Tahwan menghardik Golta : Aku tidak peduli seberapa banyak Seungnyang menyakitiku . Aku tidak akan menyerah begitu saja.
Golta mencoba berbicara lagi .  Tahwan menegaskan bahwa dia tidak bisa membiarkan dan memaafkan siapapun berkata buruk tentang Seungnyang.
***
Seungnyang juga membuka peti harta karun di ruang rahasia kediamannya.
Seungnyang bertanya2 apakah harus mengatakan soal harta karun itu pada Tahwan .
Kasim Bulhwa berkata kalau harta karun bagi Tahwan akan digunakan untuk keperluan kampanye militer.
Seungnyang : Aku akan mencoba meyakinkannya . Aku tahu apa yang terbaik untuk Tahwan .
***

Tahwan duduk di singgasana .  Salah satu dari Tiga Paduka terperanjat mendengar rencana perang. Tahwan bertanya kenapa mereka begitu terperanjat ?
Tiga Paduka tidak setuju dengan ide kampanye militer mengingat rakyat masih berurusan dengan kelaparan , gagal paneh dan wabah penyakit , dan dalam kondisi seperti ini bagaimana bisa bertarung dalam pertempuran .
Mendengar protes keras , Tahwan bangkit berdiri Namun Tahwan bertanya pada Bayan , apa hukuman bagi orang yang menentang titah kaisar.
Bayan menjawab bahwa hal ini sama saja dengan sebuah pemberontakan dan akan menerima kematian .  Mendengar hal ini Tiga Paduka terdiam .
Bayan membacakan titah kaisar : Sebagaimana para pendahulu Khan yang agung . Aku mengangkat pedang dan bergerak menuju kejayaan . Setiap provinsi akan menyediakan 20 ribu prajurit untuk membangun kekuatan 200 ribu pasukan , termasuk Provinsi Yunnan , Sichuan , Shanxi , Lingbei akan menyediakan batu mineral , belerang , besi dan timah . Yang lainnya akan menyedikan logistik . Goryeo sendiri akan menyediakan 10 ribu prajurit dan 2 ribu kuda ditambah logistik yang diperlukan .
Tahwan : Kita akan kembali dimasa kejayaan dan kemakmuran . Bayan menjadi Panglima dalam misi ini . Turuti perintahnya.
Wang Yoo hanya berdiri diam .
***

Tal Tal mengungkap ketidaksetujuan akan rencana militer ini .  Tal Tal berpendapat : Kita harus menghemat kekuatan . Sebuah perang sekarang hanya untuk meraih kembali kejayaan masa lampau ........
Bayan memotong : Tal Tal , kita pernah memerintah seluruh dunia . Darah dan keringat yang membangun negara ini . Tal Tal : Negara dimenangkan oleh pedang , tetapi diperintah oleh ide. Bayan : Kamu adalah keluargaku sendiri yang paling kupercaya.  Jangan membuatku kecewa !!!
Bayan tidak mau mendengarkan pendapat Tal Tal .
Tal Tal berlalu bersamaan dengan Seungnyang yang datang menghadap sekalipun Bayan enggan bertemu .

Seungnyang berkata bahwa El Temur dulu dogmatis , dan Bayan tidak seperti El Temur  dalam hal ini .. Bayan menukas bahwa El Temur bertindak demi kepentingan diri sendiri , sedangkan Bayan mengklaim untuk mewujudkan mimpi melihat negara yang kuat.
Seungnyang merasa Bayan hendak menjadi jendral terbesar di negara ini dengan mengorbankan banyak darah dan nyawa. Pada dasarnya Seungnyang merasa Bayan juga sama saja dengan El Temur .
Bayan merasa Seungnyang tidak akan bisa memahami jalan ksatria . Bayan dengan emosional berkata : Kamu tahu tidak seperti apa kawasan utara (kawasan Mongolia di utara Tiongkok ) . Memakan tikus ladang , mengemudi kuda sampai tanganmu membeku .  Ketika kuda kami berhenti , maka kami juga akan mati .  Kami akan menginjak2 apapun yang menghalangi jalan kami . Itulah takdir agung dari orang2 Mongol.
Seungnyang : Menjarah dan membunuh orang tidak berdasa apakah itu dapat dikatakan sesuatu yang besar ? . Bayan : Kamu tidak bisa menjinakkan seorang serigala. Seorang predator membutuhkan mangsa untuk bertahan hidup .  Para pewaris "Serigala Biru" akan mati tanpa hal ini .  Seorang wanita dari tempat yang nyaman seperti Goryeo tidak akan bisa mengerti hal ini .  Karena itu aku menentang kamu menjadi Permaisuri .
(Red - Serigala Biru adalah legenda Mongolia yang berkata bahwa orang2 Mongol adalah keturunan Serigala Biru . )
Seungnyang bertanya : Akankah aku berharga (dimata anda) jika aku juga pencinta perang ? . Bayan : Aku memandang kamu bernilai , tetapi kepentingan negara harus didahulukan .  Aku ingin dapat melindungimu .  Serahkan ambisimu itu .
Seungnyang berpikir dalam hati : Bayan , kamu lebih parah dari El Temur .
***

Dangkise dkk sudah kembali ke Ibukota . Kondisi mereka semakin mengenaskan saja , selain kelaparan juga berpenampilan compang-camping lebih daripada rakyat jelata. Asisten menawarkan Dangkise makanan , namun Dangkise enggan makan dan membiarkan yang lain saja yang makan .
Jocham sambil makan bertanya kenapa mereka kembali ke tempat ini ? . Dangkise mengaku mendapat surat dari Big Boss Eagle House yang menginstruksikan untuk pergi ke kuil .  (Dangkise mendapatkan surat itu melalui anak panah yang melesat nyaris mengenai tubuhnya)  .
Byeongsoo bertanya apa Dangkise bisa menerka siapa sebenarnya Big Boss Eagle House ? . Dangkise mengatakan bahwa pemimpin lama Eagle House cabang Ibukota mengatakan kalau Big Boss adalah orang yang menyamar dan punya posisi bagus di Istana dan mungkin pernah saling berjumpa tanpa disadari .  Byeongsoo terperanjat sehingga lupa makan , dan jatah makanan di lahap habis oleh Jocham .  Byeongsoo gusar dan menjitak Jocham .

Byeongsoo terpaksa pergi keluar lagi untuk mencari makan . Pada saat itu dia melihat Wang Yoo dkk sedang menuju sebuah tempat.  Byeongsoo diam2 membuntuti mereka .
***
Wang Yoo masuk kedalam bertemu Seungnyang dan Bulhwa.  Seungnyang mengakui bahwa mereka tidak bisa menghentikan peperangan .
Wang Yoo mengungkap renccana untuk memberi Seungnyang kendali terhadap aset dan tentara Dinasti Yuan .  Wang Yoo sendiri akan kembali ke Goryeo sementara Kasim Bang dan Jeombakyi akan tetap berada di Yuan , sementara Bisoo dan Jeokho akan mengorganisir grup dagang yang baru .
Byeongsoo yang mengintai diluar menyadari Wang Yoo bertemu dengan Seungnyang.
***
Byeongsoo melaporkan pertemuan Wang Yoo - Seungnyang kepada Dangkise dkk .  Dangkise kehilangan kesabaran dan hendak bangkit untuk membalas dendam .  Byeongsoo dll mencegah Dangkise , karena pergi keluar sama saja mati konyol.
Dangkise mengaku bahwa dia tidak bisa membiarkan musuh besarnya hidup  .  Byeongsoo mengaku kalau dia punya satu ide bagus dengan satu proverbia  " Bagaimana sebuah benih kecil bisa melakukan banyak hal " .
Jocham yang lugu bertanya apa maksudnya . Byeongsoo tersenyum licik dan mengatakan mereka semua akan tahu nanti jika Seungnyang terjatuh dalam genggaman Byeongsoo .
***

Seunngyang kembali ke kediamannya , dan Tahwan sedang menanti sedari tadi . Tahwan bertanya Seungnyang sedang mendoakan apa dan siapa ? . Seungnyang berharap orang2 akan selamat dari perang. Tahwan menganggap hal itu sia2 saja . Seungnyang membujuk Tahwan untuk menarik rencana perang.
Tahwan merasa heran kenapa beberapa hari ini Seungnyang bertentangan dengan dirinya.  Seungnyang berkata kalau kondisi rakyat seperti sekarang ini , maka rakyat akan menyalahkan Tahwan karena memutuskan perang ditengah penderitaan rakyat.
Tahwan meminta Seungnyang untuk tidak ikut campur . Seungnyang bertanya memangnya Tahwan tidak tahu apa yang dibutuhkan rakyatnya sendiri ?
Tahwan bertanya balik : Apakah kamu tahu bagaimana kisah Sisik Naga dari Han Feizi ?. Seungnyang yang melek literature menjawab : Hal itu merujuk pada sisik yang terekspos di punggung naga.
Tahwan : Benar sekali , sang naga itu jinak hingga setiap orang bisa menungganginya . Tetapi sekali menyentuh salah satu sisik yang terekspos maka sang naga akan membunuh orang yang menungganginya.  Aku tidak masalah membiarkan kamu menggunakan aku sebagai alat membalas dendam . Tunggangi punggungku , gunakan pengaruh untuk dirimu .  Tetapi ada satu tempat yang tidak boleh kau sentuh . Perang ini akan mengembalikan kekaisaranku dan menjamin kekuasaanku .  Jangan mengusik sang naga . Jangan melepaskan sang naga .
Seungnyang : Atau kau akan membunuhku ? . Tahwan : Kamu selalu berada disampingku dan hanya satu2nya yang bisa kupercaya . Apa yang aku lakukan adalah demi untukmu dan Pangeran Ayu . Aku perlu kekuatan untuk menjadi penguasa yang sesungguhnya.
Tahwan memeluk Seungnyang .
Dan Seungnyang berkata dalam hati bahwa suatu hari Tahwan akan mengerti bahwa Seungnyang juga berbuat sesuatu demi Tahwan juga.
***

Seungnyang mulai menjalankan rencana Wang Yoo dengan melobby "Tiga Paduka" atau tiga pentolan para Gubernur.  Seungnyang tahu bahwa mereka diperintahkan Kaisar untuk menyediakan suplai untuk pasukan .  Seungnyang memperkenalkan Bisoo - Bang - Jeokho .
Seungnyang menyarankan Tiga Paduka untuk  menyerahkan hanya setengah dari suplai yang seharusnya kepada pasukan  , dan kebutuhan sisanya akan dibeli oleh Bisoo untuk dijual ke pasukan dengan harga yang lebih tinggi .  Seungnyang mengatakan bahwa hasil keuntungannya akan dialihkan kepada mereka , para Gubernur  untuk menyelamatkan penderitaan rakyat.
Namun Seungnyang mengingatkan bahwa bisnis semacam ini sangat beresiko jika tidak berhati2 dan akan menghadapi hukuman berat jika ketahuan .  Tiga Paduka berkata bahwa perang atau apapun tetap saja ada yang dinamakan resiko .
***

Selir Seolhwa sedang bermain bersama Pangeran Maha di halaman luar istana .  Seungnyang bertanya kenapa Seolhwa memeluk Pangeran Maha ? . Seolhwa merasa khawatir pangeran kesepian , dan Ibu Suri juga telah memerintahkan agar mereka semua sering2 menemani Pangeran Maha.
Seolhwa menyadari Pangeran Maha seperti hendak menggapai Seungnyang .  Seungnyang memasang wajah dingin dan berlalu dari Seolhwa dan Pangeran Maha .

Khutugh dkk berada disekitar. Dayang Seo dan Yeonhwa sibuk mengompori Khutugh sambil menjelekkan Seungnyang .  Ocehan mereka memberikan inspirasi bagi Khutugh .  Dan Khutugh menatap Yeonhwa dengan wajah licik .
Part 2 ( of 3)

***
Khutugh menatap mangkok air dengan bunga didalamnya.  Yeonhwa kemudian datang menghadap .  Kali ini Khutugh bersikap lebih tegas daripada biasanya . Khutugh bertanya apa yang akan dilaporkan Yeonhwa pada Ibu Suri hari ini ?  . Yeonhwa berusaha menyangkal dan berlagak bodoh . Khutugh berkata kalau dia tahu kalau Seo dan Yeonhwa melaporkan setiap gerak-geriknya pada Ibu Suri .
Yeonhwa berkata kalau Khutugh salah paham .  Khutugh lalu menjebak Yeonhwa dan mempersalahkan Yeonhwa telah meracuninya . Khutugh membuktikan hal itu dengan benda perak yang menghitam terkena racun .

Yeonhwa langsung bersujud ketakutan . Khutugh mengklaim bahwa dia melihat sendiri Yeonhwa meracuninya .  Yeonhwa berusaha menyangkal (karena memang tidak merasa berbuat) . Khutugh menggebrak meja karena tersinggung dianggap berbohong dan untuk pertama kalinya memamerkan wajah bengis pada Yeonhwa. Khutugh mengancam Yeonhwa akan mati kecuali mau menuruti perintahnya.
Khutugh membisikkan sesuatu pada Yeonhwa tentang rencana untuk menggunakan Pangeran Maha untuk menjebak Seungnyang.   Yeonhwa ketakutan mendengar rencana ini . Khutugh menenangkan kalau Yeonhwa berhasil membuktikan kesetiaan maka akan mendapatkan hadiah .
***

Ibu Suri  - Khutugh - Seungnyang duduk di meja yang sama disebuah saung istana .  Ibu Suri menggendong Maha , dan Seungnyang menggendong Pangeran Ayu .  Melihat hanya Khutugh wanita bertangan hampa (tanpa anak) , Ibu Suri meminta Seungnyang membiarkan Tahwan bersama Khutugh agar bisa melahirkan seorang pangeran .
Khutugh berkilah bahwa yang terpenting adalah hubungan persaudaraan , antara Pangeran Maha dan Pangeran Ayu .  Dengan kata lain Seungnyang harus menjaga Pangeran Maha sesekali agar hubungan kedua pangeran bisa dekat. Ibu Suri berkata bahwa Khutugh ada benarnya , karena Ayu dan Maha adalah satu ayah .
Seungnyang bersedia untuk mengawasi Maha kapanpun saatnya.
Khutugh diam2 tersenyum licik ke arah Yeonhwa.
***
Dikediaman Seungnyang , Pangeran Maha terus memperhatikan Seungnyang yang sedang mengeloni Pangeran Ayu hingga tertidur . Pangeran Maha kemudian menghampiri Seungnyang . Hongdan mencandai kalau Pangeran Maha mungkin cemburu terhadap perhatian Seungnyang kepada Ayu .

Seungnyang tersenyum melihat Pangeran Maha yang lucu , kemudian menggendongnya.  Kasim Bang yang datang jadi terperanjat melihat Seungnyang sedang menggendong Maha yang sebenarnya anak kandungnya sendiri . ( Red - Dayang Seo dan Yeonhwa tahu bahwa Maha bukan anak kandung Tanashiri . Sedangkan Kasim Bang lebih dalam mengetahui kalau Maha sebenarnya anak Seungnyang dan Wang Yoo) .
Dayang pengasuh datang untuk menjemput Maha . Entah kenapa Pangeran Maha enggan dipisahkan dari Seungnyang.  Kasim Bang hanya bisa memandang prihatin karena tidak bisa mengatakan apapun .  Tak lama Kasim Bang juga berlalu dari ruangan .
Bulhwa bertanya kapan identitas Maha akan diungkap ? . Seungnyang berkata bukan saatnya untuk mengungkap hal ini karena dapat berdampak buruk bagi Pangeran Ayu juga.  Lagipula Seungnyang merasa nasib Pangeran Maha itu menyedihkan .
***

Kasim Bang menangis ketika sudah tiba diluar. Jeombakyi yang menunggu bertanya kenapa Bang menangis.  Bang berkata kalau Seungnyang tadi menggendong Pangeran Maha.  Kasim Bang sedih mengingat Maha tidak mau melepaskan diri dari Seungnyang .
***

Yeonhwa mendapat giliran untuk menemani Pangeran Maha sejenak . Yeonhwa menggendong dan memandang dengan wajah bengis.
***

Beralih pada Pangeran Maha yang menangis dalam gendongan Ibu Suri .  Ibu Suri bingung apa yang terjadi . Dokman memeriksa dan menyimpulkan tidak demam tinggi . Khutugh berkomentar bahwa Maha mungkin terluka.
Ibu Suri akhirnya membuka baju Maha , dan terperanjat menemukan luka2 memar di sekujur tubuh Maha.  Dayang pengasuh panik dan memohon agar Ibu Suri percaya padanya . Ibu Suri : Kamu hampir selalu menjaga Maha . Kalau kamu saja tidak tahu , siapa yang akan tahu .
Dayang Pengasuh : Seungnyang yang baru menjaga sebelumnya , dan sebelumnya Maha menangis ketika dijemput dari Seunngyang .
(Red - Dayang Pengasuh tidak mengira kalau Maha menangis karena enggan berpisah dari Seungnyang) .
Khutugh berlagak membela Seungnyang tidak mungkin melakukan hal sekeji ini .
Ibu Suri tidak bisa menahan kesabaran lagi dan langsung beranjak pergi setelah Dokman memberitahu Seunngyang sedang bersama Tahwan .
Khutugh diam2 tersenyum licik .
***
Tahwan sedang menyuapi Pangeran Ayu ketika Ibu Suri datang dan langsung menampar Seungnyang.
Plakkkk

Tahwan - Seungnyang terperanjat  .
Ibu Suri meradang : Anak Tanashiri atau bukan , betapa beraninya kamu ?. Tahwan menghardik : Ibu Suri !!!!
Ibu Suri : Pangeran Maha tubuhnya penuh luka .  Seungnyang yang melakukan hal ini . Aku tahu dia berpuas diri , tetapi anak kecil ?  .  Tahwan berteriak : Jika bukan Seungnyang pelakunya apa anda mau bertanggungjawab ?  . Ibu Suri :  Apa kamu sedang meninggikan suaramu kepadaku ? .
Tahwan : Kamu menerobos masuk kesini dan menampar Seunngyang !!  Apakah ini sikap yang pantas ? . Ibu Suri semakin emosi dan bergetar suaranya : Aku ini Ibu Suri . Aku ini bagaikan Ibu bagimu , walimu juga .  Tahwan : Baik Ibu atau bukan , tidak ada masalah yang penting daripada Seungnyang denganku .  Anda paham ?
Ibu Suri : Seungnyang menyakiti Maha . Sadarkan dirimu .  Tahwan : Seungnyang tidak akan melakukan hal itu .  Ibu Suri : Kamu telah terpesona olehnya . Lihatlah dirimu .
Tahwan tetap saja tidak percaya dan memerintahkan Dokman untuk mengumpulkan orang yang sempat bersama Maha . Seungnyang yang merasa dicurigai , kemudian meminta Pangeran Maha juga dibawa serta.
***

Ibu Suri bersama Maha dan Khutugh hadir di ruangan dimana para selir dan dayang sudah berkumpul .  Ibu Suri menghampiri Seungnyang dan bertanya akan melakukan apa ?  . Seungnyang berkata tentu saja mencari pelakunya. Seungnyang menggendong Maha dan Maha tidak menangis menunjukkan Seungnyang bukan pelakunya.
Seungnyang berkata walaupun balita tidak bisa berbicara namun akan mengenali wajah pelaku dan bereaksi .  Setiap orang mendapat giliran menggendong Maha .

Dan ketika Yeonhwa menggendong , Maha langsung menangis.  Seungnyang kini yakin Yeonhwa pelakunya . Yeonhwa langsung menyangkal , dan mana mungkin berani melakukan sesuatu terhadap seorang Pangeran .
Seungnyang dan Ibu Suri berebut perintah , namun pada akhirnya Seungnyang merasa didukung Tahwan dan memerintahkan Yeonhwa untuk diseret .
Khutugh gelisah karenanya , takut akan terseret oleh rencananya sendiri .  Seungnyang dapat menerka kalau Khutugh yang menjadi dalang kali ini .
Seungnyang berkata kalau Yeonhwa tidak akan berani tanpa ada yang mendukungnya. Ibu Suri bertanya apa Seungnyang hendak menuduhnya ? Seungnyang menenangkan bahwa dia sudah tahu bukan Ibu Suri yang menjadi dalang.  Seungnyang berkata akan menemukan siapa dalang yang sebenarnya.
***
Yeonhwa disiksa dengan dua batang kayu menyilang diantara kakinya.  Yeonhwa tetap tidak mengakui perbuatannya atau siapa yang menyuruhnya. Seungnyang memerintahkan semua kasim kecuali Bulhwa untuk keluar ruangan penyiksaan .

Seungnyang membelai wajah Yeonhwa dan mengatakan :  Kamu sungguh malang . Jika Permaisuri menjadi dalang semua ini . Kamu akan dibunuhnya tanpa ada pertimbangan apapun . Kamu bukan Permaisuri , kamu yang akan mati ditanganku . Yeonhwa aku memahamimu . Kita pernah berkerja bersama2 .
Yeonhwa : Ampuni hamba . Aku menyesal .
Seungnyang menenangkan bahwa dia tidak akan membunuhnya .  Yeonhwa merasa lega hingga menangis .
Namun Seungnyang mengatakan : Ketika Maha dilahirkan (adegan Tanashiri berpura2 melahirkan) , hanya kamu dan Dayang Seo yang berada diruangan .Aku tahu Maha bukan anak Kaisar.  Ketika waktunya tiba , kamu akan mengatakannya.  Karena itu aku membiarkanmu hidup .  Kamu paham ?
Yeonhwa menangis dan mengatakan paham dengan ucapan Seungnyang.
Khutugh pun tiba di ruang penyiksaaan .  Khutugh berlagak ikut bersalah dengan perbuatan Yeonhwa (maksudnya Yeonhwa secara teknis adalah anak buah Khutugh) . Khutugh bertanya apa Yeonhwa sudah mengatakan sesuatu ?
Dayang Seo menanti dengan tegang apa jawabannya. Khutugh memerintahkan Seo dkk keluar dari ruangan .
Seungnyang berpura2 mengatakan Ibu Suri yang memerintahkan Yeonhwa.  Khutugh lega mendengarnya , padahal Seungnyang sedang bersiasat.
Khutugh bertanya apa Seunngyang akan mengatakan hal ini pada Kaisar. Seungnyang berkilah bahwa hal ini tidak bisa diungkap dengan mempertimbangkan kondisi istana.  Khutugh berkata hal ini tidak bisa ditutup2i terlebih pernah ada usaha untuk meracuni Pangeran Ayu .
Seunngyang berpikir dalam hati kalau ternyata Khutugh yang mencoba meracuni Ayu.

Khutugh bertanya jika memang Ibu Suri dalangnya , sungguh sangatlah menakutkan .
Khutugh menawarkan bantuan . Seungnyang meminta untuk menanti waktunya tiba.  Khutugh bertanya bagaimana dengan Yeonhwa ? .
Seungnyang berkata kalau Yeonhwa bisa menjadi saksi penting dari kejahatan Ibu Suri .
***

Wang Yoo kembali bertahta sebagai Raja Goryeo .  Wang Yoo langsung bergerak cepat melakukan beberapa perubahan , yakni menghentikan dukungan terhadap ekspedisi militer Yuan , dan juga memerintahkan agar pengiriman wanita tribute dan pria kasim pada Yuan untuk di hentikan .
Salah satu pejabat memprotes bahwa hal ini sama saja dengan memperburuk hubungan Yuan dan Goryeo .
Wang Yoo dengan dingin berkata dia belum selesai bicara.
Wang Yoo berkata agar orang yang disebut namanya maju kedepan . Satu persatu mentri maju kedepan ketika namanya disebut , Kang Dohwan , Choehwan ,  Kim Yijung , Yun Jigyom , Hong Sunghak , Yichol , Yun Sung , Kwang Kyom , Pak Ui .
Mereka adalah pejabat2 yang menjadi kolaborator Yuan dan posisi serta harta mereka akan di cabut .  Moosong dan anak buahnya masuk untuk menangkap mereka semua.
Part 3 (of 3)

Tahwan menerima kabar buruk tentang sikap Wang Yoo yang menentang Yuan , menghentikan pengiriman wanita tribute dan kasim kepada Yuan , dan juga telah membasmi faksi yang pro Yuan .
Para petinggi Yuan menganggap hal ini sama dengan penghianatan .
Bayan berharap Tahwan memerintahkan untuk  melengserkan Wang Yoo dan menganeksasi Goryeo .
Tal Tal mengatakan bahwa sekarang bukan waktu yang tepat untuk berperang. Tal Tal menyarankan blokade perdagangan maritim Goryeo . Tahwan setuju ide Tal Tal dan memutuskan untuk memblokade jalur perdagangan maritim Goryeo .
***
Taltal muncul dihadapan Seungnyang dan berkata kalau Wang Yoo baru saja naik tahta tetapi sudah membuat masalah baru dengan menghukum para kolaborator dan melakukan reformasi anti Yuan .
Seungnyang bertanya kenapa Tal Tal mengatakan itu padanya. Tal Tal berkata bahwa Seungnyang pasti telah berkerjasama dengan Wang Yoo sebelumnya.
Seungnyang berkilah bahwa dia tidak ada urusan dengan negara Goryeo yang telah mengabaikan rakyatnya yang telah dibuang ke Yuan (termasuk Seungnyang)  . Seungnyang mengaku tidak peduli dengan masalah Goryeo .
Tal Tal menghela nafas dan mengingatkan Seungnyang untuk tidak terlibat dengan masalah Goryeo  demi kebaikan Seungnyang sendiri .
Tal Tal berlalu .
Bulhwa mengatakan jika blokade perdagangan maritim diberlakukan , Goryeo akan mengalami pukulan berat.  Seungnyang khawatir apa yang akan menimpa Goryeo setelah mendengar hal ini .
***
Bisoo dkk berkunjung ke Goryeo untuk menghadap Wang Yoo . Kali ini Bisoo dan Jeokho gugup bertemu Wang Yoo dengan suasana formal sebagai Raja. Jeokho mengaku gugup melihat Wang Yoo duduk di singgasana .
Wang Yoo menenangkan bahwa dia masih memandang Bisoo dan Jeokho sebagai rekan seperjuangan .

Wang Yoo mengatakan bahwa Dinasti Yuan telah menyatakan embargo terhadap Goryeo , terutama akses laut.   Wang Yoo bertanya apa Bisoo masih ingat apa yang mereka bahas ketika Bisoo masih berada di Batolu ?
Bisoo mengingat diskusi masa lampau mereka diperbatasan , bahwa Yuan mengontrol perdagangan laut , tetapi tidak mengontrol Jalur Sutera .

Kini Wang Yoo ingin agar Bisoo bersedia membuka kembali Jalur Sutera . Wang Yoo : Buka kembali Jalur Sutera . Jika Dinasti Yuan menghentikan jalur maritim , mari kita membuka perdagangan via jalur darat. Bukan dengan pedagang2 Yuan , melainkan pedagang2 kawasan Barat. Wang Yoo memberikan hak istimewa pada Bisoo untuk berdagang .
Bisoo meminta komoditas penting Goryeo seperti sutera dan ginseng untuk diperdagangkan .
***

Bayan bersama pasukannya siap berangkat untuk ekspedisi militer.  Tahwan gelisah kalau Bayan kenapa2 , mengingat Bayan adalah pilar dari negara Yuan saat ini .
Bayan berkata bahwa pertempuran awal sangat menentukan . Bayan menenangkan Tahwan bahwa dia akan kembali dengan selamat walaupun perjuangan ini perlu waktu lama.
Tahwan memerintahkan para prajurit untuk kembali dengan selamat , sehingga nama mereka akan terukir dalam sejarah . Bayan dan Tal Tal berlutut memberi hormat pada Tahwan , sementara prajurit2 mengelu2kan nama Kaisar.
***
Guru Jang menghadap Tahwan untuk melaporkan perkembangan awal , bahwa Pasukan Yuan telah meraih kemenangan ketika menyerang enam provinsi Il-Khanate  . Tahwan puas mendengarnya .
Guru Jang menambahkan bahwa Bayan menyapu bersih musuh laksana reinkarnasi dari Genghis Khan .
Tahwan memerintahkan kabar kemenangan disebarkan pada rakyat untuk berbagi kebahagiaan dari kemenangan .
***
Kabar kemenangan awal Yuan terhadap musuh2 juga telah tiba ditelinga Wang Yoo .   Wang Yoo berpendapat lain bahwa kemenangan awal tidaklah menentukan , stamina untuk berperang dalam waktu lama itu yang terpenting .
Sementara itu Bisoo dikabarkan telah pergi ke negara musuh Yuan untuk berdagang komoditas belerang dan batu mineral ke Il Khanate.
***

Seungnyang berbagi hasil keuntungan dari perdagangan itu kepada Tiga Paduka , untuk dibagikan pada rakyat yang menderita.  Tiga Paduka tampak senang.
***

Golta menghadap Tahwan dan memberikan sepucuk surat rahasia yang dikirim Wang Yoo kepada Seungnyang. Tahwan membaca surat itu dan wajahnya berubah menjadi gusar .  Tahwan meminta Golta untuk merahasiakan hal ini . Tahwan benar2 gusar dengan surat itu , yang menunjukkan Seungnyang berkomplot dengan Wang Yoo . Tahwan memutuskan membakar surat itu .
Bersamaan dengan itu Seungnyang masuk dan bertanya kenapa Tahwan belum tidur.  Tahwan menghampiri Seungnyang dan memeluknya dan berterimakasih Seungnyang selalu berada disampingnya selama ini . Seungnyang bingung ada apa gerangan dan berusaha melepaskan pelukan . Tahwan kembali memeluk dengan erat . Mata Tahwan yang lembut perlahan2 menjadi bengis sambil terus memeluk Seungnyang.

***
Di markas Eagle House . Sambil menunggu , Dangkise memuji rencana Byeongsoo yang brilian , dengan mengirimkan surat palsu dan menanam benih keraguan yang akan membuat hubungan Tahwan dan Seungnyang semakin renggang .  Byeongsoo berkata lagipula bahwa mereka tidak terlalu berbohong karena Seungnyang dan Wang Yoo memang dekat .

Dangkise berkata bahwa sekali guci pecah maka tidak bisa diperbaiki lagi .
Byeongsoo berkata mereka bisa mengambil keuntungan dan kesempatan dari renggangnya hubungan Seungnyang dan Tahwan .
Big Boss Eagle House dkk tiba , dan seperti biasanya mereka mengenakan topeng untuk menyamarkan identitas.  Dan seperti biasanya , Big Boss menuliskan sesuatu di kertas.
Dangkise dkk membaca kertas itu dan terperanjat.
LIMA TAHUN KEMUDIAN .
Pangeran Ayushiridara dan Pangeran Maha sudah bertambah besar.  Suatu ketika Pangeran Ayu terjatuh . Pangeran Maha bersikap sebagai kakak yang baik dengan membantunya.
Pangeran Maha bersikap ketus pada Seungnyang yang datang memuji perhatian Maha kepada Ayu . Seungnyang menepuk bahu Pangeran Maha . Dan Maha menepis tangan Seungnyang dengan kasar.

Pangeran Maha berlalu dengan jengkel .  Bulhwa datang untuk melaporkan Pasukan Yuan kembali mengalami kekalahan dari musuh2nya.
***

Pangeran Maha tiba di kediaman Ibu Suri dengan wajah badmood.  Maha menjelaskan kalau dia melihat Seungnyang .  Ibu Suri kembali mengingatkan agar Maha jangan melupakan Seungnyang sebagai pembunuh ibunya (maksudnya Tanashiri) .
***

Kondisi mental Tahwan semakin parah , dan penampilan acak2an , terutama rambutnya  . Tahwan mabuk2an dan membanting apapun di meja.
Tahwan kesal karena menerima berita kekalahan terus menerus. Golta memohon agar Tahwan bisa tenang. Sementara itu pasukan yang kalah telah menanti di ruang tahta. Seungnyang muncul di ruang tahta dan tampak prihatin .
Jendral dan pasukan berharap mati . Bayan  berusaha menghibur mereka.
Tahwan muncul terhuyung2 .  Seungnyang bertanya kenapa Tahwan mabuk2an disaat seperti ini .



Tahwan meminta Seungnyang diam :  Selir , aku tidak ingin mendengar omelan . Tetapi melihat selirku , hatiku agak sedikit tenang.
Seungnyang prihatin dengan Tahwan .
Tahwan dengan wajah psikopat menghampiri jendral pasukan , dan memegang dagu sang Jendral seakan mahluk tak berarti .  Tahwan bertanya apa orang ini yang dimaksud ?

Bayan menjelaskan kalau sang jendral memang kalah perang , tetapi dengan mengandalkan 3000 prajurit bisa memukul mundur 20 ribu pasukan musuh . Bayan memuji sang jendral adalah pemberani , dan kalah karena tidak mendapat tambahan pasukan .
Tahwan seperti orang gila menghampiri Bayan , dan berkata kalau jendral itu melakukan blunder.  Tahwan tiba2 mengambil pedang Tal Tal . Secepat kilat Tahwan membantai sang jendral .

Semua orang terperanjat , termasuk Seungnyang . Sang jendral tewas seketika dihadapan para anak buahnya .
Tahwan menuding bahwa pasukan2 kalah ini merusak seleranya menikmati wine.  Tahwan berkata semuanya harus mati . Tahwan tertawa terkekeh seperti orang tidak waras.  Tahwan tiba2 berkata kepada Seungnyang : Aku benar khan Selir ?"

Seungnyang melongo , takjub , terkejut , ngeri menjadi satu .

0 comments:

Post a Comment