Saturday, March 29, 2014

Sinopsis : Empress Ki – Episode 41

Standard

Rekap minggu ini delay karena kami ada keperluan tertentu dan masalah teknis blog . Mohon maaf atas keterlambatan ini . Sebisa mungkin kami akan teruskan sampai garis finish episode terakhir nanti yang tinggal satu setengah bulan lagi .

Update

  • Menambahkan rekap final ( March 29 ,  07.00 WIB)
  • Disarankan follow Twitter Bentara agar bisa mengikuti update terbaru

Rekap

Empress Ki – Episode 41 – Sinopsis , Screencaps , Preview
Byeongsoo - Dangkise menguping pembicaraan Bisoo dan Bayan , dimana Bisoo memberitahu lokasi (palsu) harta karun di pertambangan . Tentu saja Byeongsoo dan Dangkise menjadi kesal karena selama ini mereka berada di pertambangan sebelumnya.

Dangkise bergerak cepat dan memerintahkan asistennya untuk mencari jalan keluar meninggalakn Ibukota.  Sementara Byeongsoo diam2 memandang Dangkise dan berpikir dalam hati : Maafkan aku , tetapi tidak mungkin aku berbagi uang itu.
***
Seungnyang menemui Wang Yoo untuk membahas masalah perkembangan harta karun terbaru . Wang Yoo berkata kalau Bayan sudah tertipu dan sudah saatnya untuk bergerak . Seungnyang bertanya bagaimana cara Wang Yoo mengangkut harta karun rahasia ?
Wang Yoo berkata ada dua cara dalam menangkap seekor harimau ,yakni dengan memancingnya ke gunung , atau langsung menyerang sarangnya.  Menurut Wang Yoo lebih aman dengan cara pertama , yakni memancing , tetapi tidak untuk kali ini .

Seungnyang setuju dan berkata kalau Tal Tal akan bergerak besok hari . Wang Yoo berkata perjalanan ini seharusnya membutuhkan empat hari .  Wang Yoo berkata akan mengurus hal ini , dan Seungnyang tidak perlu terlibat. Seungnyang bersikeras kalau Wang Yoo tidak bisa pergi seorang diri , karena jikapun berhasil , Wang Yoo akan dicurigai nanti .  Wang Yoo berkata perjalanan ini akan berbahaya bagi Seungnyang.
Seungnyang menenangkan kalau dia akan membawa pelayan2 Tahwan agar tidak dicurigai . Wang Yoo merasa hal ini akan memperumit masalah .  Seungnyang kembali menenangkan Seungnyang.
Seungnyang keluar ruangan dan langsung memerintahkan Hongdan dan Bulhwa.
***
Hongdan mulai bergerak dengan memasuki dapur dan menambahkan susu sapi yang sudah basi kepada makanan sup para pelayan istana.   Sementara itu Bulhwa menyebarkan beberapa tikus .
***
Tahwan sedang bersama Seungnyang di paviliun ketika Bayan dan Tal Tal menghadap untuk pamit dalam mengambil harta karun .  Tahwan masih merasa resah karena Dangkise belum ditemukan dan juga sedang mengincar harta karun itu .
Tal Tal menenangkan Tahwan agar tidak perlu khawatir . Tahwan mempersilahkan Tal Tal untuk berangkat.
Tal Tal dan Bayan berlalu dari Tahwan . Bayan berkata pada ponakannya bahwa misi ini penting untuk dana perang . Tal Tal hendak mengatakan sesuatu pada pamannya , tetapi diurungkan , dan hendak mengatakan nanti saja kalau sudah kembali .
***
Seungnyang masih bersama Tahwan di Paviliun . Seungnyang berpendapat bahwa mengobarkan perang itu tidak ada artinya , dan  bertanya kenapa Tahwan mendukung ide Bayan yang ekspansionis .
Tahwan menjelaskan bahwa Perdana Mentri sebelumnya selalu menjadi sebuah ancaman bagi tahta Kaisar , tetapi Bayan menunjukkan tidak terobsesi dengan hal itu . Tahwan mengaku sangat lega.
Seungnyang berkata kalau El Temur juga dulunya seorang loyalis , tetapi setiap orang bisa berubah . Tahwan membenarkan , karena itu terus mengawasi Bayan karena belum percaya sepenuhnya.  Seungnyang terus membujuk agar Tahwan mencegah peperangan .

Tahwan berkata : Perang bukan pertumpahan darah , tetapi sebuah kewajiban .  Aku tidak ingin dikenang (sejarah) sebagai seorang kaisar yang bodoh , (leluhurku) Genghis Khan dan Khubilai Khan adalah pahlawanku . Aku juga ingin menjadi pahlawan bagi Pangeran Ayushiridara juga. Dan kamu mungkin membenci Bayan karena menentang kamu diangkat sebagai Permaisuri . Tetapi hal ini malah baik bagi aku dan Pangeran Ayu .
Seungnyang terdiam .
(Red - Pahlawan di negara X bisa menjadi penjahat perang bagi negara Y. Vice Versa. Jadi alasan Tahwan bisa diterima karena dia juga ingin pencapaian dan prestasi tertentu di masa pemerintahannya. Dia ingin menjadi pahlawan bagi Dinasti Yuan (Tiongkok) , bagi kejayaan Mongol . Sedangkan Seungnyang ingin menjadi pahlawan bagi negara asalnya , Goryeo )
***
Tal Tal dkk mulai bergerak didampingi Asistennya Bisoo , yakni Suri  . Tal Tal meminta asistennya Bisoo untuk mencari rute tercepat menuju pertambangan.
Diam2 asisten Bisoo bermain mata dengan Bisoo yang mengawasi dari kejauhan.
Belum lama Tal Tal berlalu , Bisoo diringkus agen2 Eagle House dan langsung dibawa ke markas dengan tubuh terikat.


Big Boss Eagle House bertanya kenapa Bisoo bisa bebas sendirian dikala Biro Cabang Ibukota hancur ?
Bisoo menjelaskan kalau Wang Yoo telah menemukan tempat Dangkise disembunyikan sehingga agen2 Eagle House cabang Ibukota tidak bisa lolos dari persekusi . Bisoo mengklaim bahwa dia penyelamat Eagle House dengan membuka jalur perdagangan dengan Istana dan mendapat kepercayaan Bayan , dan Bayan tidak akan mengusik lagi Eagle House.
***


Wang Yoo berlatih tanding pedang kayu dengan Bayan. Pertarungan berlangsung seimbang. Usai pertarungan Wang Yoo berkata bahwa latihan ini akan menjadi yang terakhir kali sebelum kembali ke Goryeo.  Wang Yoo berterimakasih atas kerjasama Bayan selama ini .
Bayan berbasa-basi turut menyesal melihat kepergian Wang Yoo . Wang Yoo menggoda apakah Bayan cukup menyesal hingga akan menjamu Wang Yoo nanti ? . Bayan mempersilahkan Wang Yoo untuk kembali besok dalam suatu perjamuan .
***

Dalam acara makan siang , Ibu Suri komplen mau sampai kapan Tahwan menghindari Permaisuri .  Ibu Suri mendesak Tahwan agar Permaisuri segera hamil dan melahirkan seorang putra , seorang putra mahkota.
Tahwan bilang cukup .
Ibu Suri tidak peduli dan terus nyerocos :  Kamu telah membuat Khutugh menjadi bahan tertawaan seperti misalkan permaisuri yang sederhana dan lemah , dan Lady Ki adalah seorang monster.
Tahwan gusar .  Khutugh berlagak tidak apa2 . Ibu Suri menuding Seungnyang memonopoli Tahwan .  Tahwan karena kesal menggebrak meja.
Namun ketegangan ini berganti menjadi seorang dayang istana yang tiba2 pingsan . Bulhwa memeriksa dayang itu dan menemukan terjangkit penyakit pes dengan tangan2 berbintik .
***
Ibu Suri dan Seungnyang masuk ke ruang dayang yang tumbang karena terkena wabah . Mereka berdua mengenakan sapu tangan untuk menutupi hidung agar tidak tertular.

Dokman melaporkan bahwa ditemukan bangkai hewan disekitar. Ibu Suri menegaskan agar penyebaran penyakit ini dihentikan sebelum menyebar keseluruh istana.
Seungnyang mengusulkan agar keluarga Istana mengungsi ke tempat lain hingga wabah ini reda. Ibu Suri setuju dan mengusulkan agar Tahwan nanti bisa mengungsi ke Istana Musim Panas. Seungnyang berkilah bahwa sangat sulit untuk membawa Pangeran Ayu keluar dari Ibukota .
***
Bayan menghadap Tahwan - Seungnyang di pinggir kolam istana . Dan Tahwan memberitahu kalau istana sedang terjangkit wabah penyakit. Tahwan meminta Bayan bersedia untuk menampung keluarga Istana untuk sementara di tempat Bayan.

Bayan tentu saja bersedia dan menganggap sebuah kehormatan besar.
***
Bisoo melangkah gontai mengingat keputusan Big Boss Eagle House yang akan memberikan kesempatan terakhir pada Bisoo .
Bisoo memandang jajaan pejual perhiasan di pinggir jalan ketika Bulhwa tiba2 menepuk bahunya dan berkata kalau Seungnyang ingin berbincang.
***
Bisoo menghadap Seungnyang .
Seungnyang meminta Bisoo untuk pergi ke rumah Bayan (eks rumah El Temur) berkaitan dengan harta karun itu . Bisoo perlu alasan agar tidak dicurigai . Lalu Seungnyang menyediakan alibi bahwa Kaisar hendak memberi Bayan hadiah .
Bisoo mengerti.
Namun Bisoo bertanya apakah hubungan Seungnyang dan Wang Yoo hanya sebatas sekutu , tidak lebih ? .  Seungnyang bertanya apa maksudnya ?
Bisoo mengakui mencintai Wang Yoo . Seungnyang berkilah kalau pertanyaan Bisoo terlalu lancang untuk dilontarkan kepada seorang Selir Kaisar.
Seungnyang akan berlalu . Bisoo mengakui bahwa Seungnyang sangat melukai hati Wang Yoo yang belum bisa melupakan Seungnyang selama ini .

Seungnyang berusaha keras menutupi emosinya dan balik memandang tajam Bisoo .
Bisoo mengaku tidak bisa mengurangi luka batin Wang Yoo karena itu bertanya kepada Seungnyang tadi . Bisoo berlalu dari ruangan meninggalkan Seungnyang yang terpengaruh oleh pengakuan Bisoo.
Sebuah kilas balik . Wang Yoo memeluk Seungnyang dari belakang dan melontarkan harapan agar mereka berdua bisa hidup selamanya dan mati bersama . 
Sebuah kilas balik . Wang Yoo untuk pertama kalinya bertemu Seungnyang setelah menjadi selir Tahwan . Seungnyang berkata apakah Wang Yoo marah ? . Wang Yoo berkata kalau itu hanya masa lampau , dan mengaku bahwa dalam hatinya sudah menganggap Seungnyang mati sejak lama , dan tidak ada artinya lagi .  Ketika Wang Yoo akan berlalu , Seungnyang meminta maaf . Wang Yoo berkata agar Seungnyang tidak usah minta maaf atau menangis.
***
Dangkise dkk tiba di desa pandai besi dimana Jeokho tinggal untuk sementara.  Jeokho mengatakan bahwa bengkel pandai besi sudah tidak ditutup secara tempat itu sudah ditinggalkan karena di hantui oleh arwah para budak2 yang mati .  Dangkise mendesak agar Jeokho menunjukkan tempatnya.
(Sementara itu Tal Tal dkk terus melarikan kudanya menuju pertambangan) .
Dangkise tiba di bengkel yang angker itu dan menemukan peti2 yang kosong pada awalnya. Byeongsoo terkejut ketika menginjak tengkorak di lantai .
Part 2 (of 3)

Jocham menunjukkan arah ruangan lain . Dan mereka semua tiba di ruangan penuh peti besar.  Dengan wajah yang tamak bercampur terpana , Byeongsoo dan Dangkise menikmati harta (palsu) itu sesaat.

Dangkise memerintahkan agar disiapkan kereta untuk mengangkut harta ini .  Diam2 Byeongsoo memberi isyarat pada Jocham kearah Dangkise.  Mereka berdua tersenyum culas melihat Dangkise yang sedang asik menikmati harta.
Dan harta itu mulai ditaruh diatas kereta . Jeokho diam2 memasang sumbu mesiu disalah satu peti .
Dangkise memutuskan akan melewati gunung , daripada naik perahu yang akan dengan mudah dikejar Tal Tal nanti .  Jeokho menawarkan diri untuk menjadi pemandu .
Diam2 Byeongsoo dan Jocham mulai berpikir kapan waktu yang tepat untuk membunuh Dangkise. Byeongsoo nanti setelah pasukan Bayan tiada , barulah membunuh Dangkise.
***

Keluarga Istana bersiap untuk mengungsi ke kediaman Bayan . Tahwan tidak berharap Khutugh ikut serta.  Khutugh dengan lemah lembut bersedia untuk pindah ke tempat lain . Ibu Suri membela Khutugh yang notabene keponakan Bayan yang tentu saja berhak untuk berada dirumah paman sendiri .
Sebagai gantinya Ibu Suri mendesak agar Seungnyang mengungsi ke tempat lain . Seungnyang beralasan kalau dia juga putri angkat Bayan   Ibu Suri tidak punya alasan lain untuk mendebat , dan Khutugh sendiri yang malah memohon pada Ibu Suri agar membolehkan Seungnyang yang akan membuat suasana semakin meriah .
Tahwan yang sabar meminta semua lekas pergi ke tempat Bayan , sambil menarik tangan Seungnyang.  Khutugh mencoba bersikap tenang seakan tidak terjadi apa2.
***
Tahwan dkk berpapasan dengan para tawanan agen2 Eagle House yang diungsikan ke tempat lain karena tempat Bayan akan digunakan keluarga Istana.

Seniornya Bisoo tampak terperanjat melihat salah satu orang diantara rombongan Tahwan dkk .
(Red - Di screenshoot , mata Senior Eagle House membelalak melihat Guru Jang , Tahwan , Golta . Apakah salah satu diantara mereka ini pemimpin rahasia Eagle House ) .
***
Wang Yoo tiba di kediaman Bayan dan terperanjat melihat kesibukan untuk membenahi rumah . Wang Yoo berseloroh kalau Bayan terlalu berlebihan . Bayan menjelaskan kalau Tahwan dkk akan mengungsi kerumah ini karena ada wabah penyakit di Istana.
Bayan berkata kalau kepergian Wang Yoo sekaligus menjadi penyambutan bagi Tahwan .  Wang Yoo berharap bisa bertemu Tal Tal sebelum pergi .  Bayan berkata kalau Tal Tal bisa tiba kapanpun .
***

Tal Tal sudah tiba di desa Jeokho dan menyadari kalau Dangkise sudah berada disini satu jam yang lalu . Tal Tal masih optimis Dangkise tidak bisa bergerak cepat dengan membawa harta karun yang berat itu . Tal Tal dkk mulai mengejar Dangkise.
***
Malam hari , Dangkise dkk terus bergerak melintasi gunung. Sementara itu Tal Tal dkk semakin mendekati posisi Dangkise.
Jeokho diam2 ke arah belakang kereta , dan membakar sumbu mesiu yang sudah disiapkan di peti paling belakang. Harta karun itu segera meledak berhamburan . Dangkise - Byeongsoo terpana melihat harta mereka berserakan hangus.  Asisten mencoba menenangkan Dangkise , dan Jocham berusaha menenangkan Dangkise agar segera pergi sebelum dikejar Tal Tal (yang sudah mendengar bunyi ledakan) .
Mereka pun kabur disaat Tal Tal tiba. Tal Tal memerintahkan pasukannya untuk memburu dan membunuh Dangkise dkk. Jeokho terus mengintai perkembangan situasi dan segera berlalu .
Tal Tal memungut salah satu uang kertas yang sebagian terbakar dan menyadari uang yang ditemukannya adalah uang palsu .
***
Keesokan pagi , Tal Tal kembali ke desa . Asisten melaporkan bahwa Dangkise dkk berhasil kabur melintasi sungai . Tal Tal berpikir keras apa yang terjadi . Tiba2 Tal Tal tertarik dengan nyanyian anak2 didesa itu , dan meminta asistennya untuk mendapatkan lirik lagu itu .
Sebagaimana Seungnyang berhasil memecahkan misteri itu , Tal Tal juga bisa menerkanya bahwa lokasi harta karun itu berada di "sarang" El Temur dimana Bayan tinggal sekarang.
(Red - Bagaimanapun Tal Tal adalah gurunya Seungnyang. Tentunya punya kecerdasan yang luar biasa)
Tal Tal memerintahkan asisten untuk segera kembali ke Ibukota bersama2. Diam2 Asisten Bisoo menguping hal ini .
***
Setelah kata "sarang" berhasil dipecahkan sebagai "tempat kediaman El Temur" , berikutnya adalah misteri kata "ladang" padahal di rumah El Temur tentu tidak ada ladang.
Seungnyang menerka kalau lokasi harta karun itu disekitar kantornya Tal Tal .
***

Pengasuh Pangeran Maha tidak bisa meredakan tangisan Maha . Wang Yoo muncul disekitar dan menggendong Pangeran Maha , walaupun Kasim Bang memperingatkan agar Wang Yoo tidak menyentuh pangeran dengan sembarangan.
Segera Pangeran Maha menjadi tenang dalam gendongan Wang Yoo.
Wang Yoo berkata : Yang Mulia , anak hebat tidaklah menangis. Seorang pria menangis untuk hal lain , tidak untuk diri sendiri .
Seungnyang dkk muncul . Seungnyang tersenyum dan berkata kalau Pangeran Maha terlihat akrab dengan Wang Yoo .
Pengasuh membawa Pangeran Maha berlalu .
Wang Yoo melaporkan bahwa Tal Tal sudah mengetahui rahasia harta karun . Seungnyang merasa mereka harus segera bertindak sebelum keduluan .
Seungnyang bertanya apa Wang Yoo pernah bermain Mahjong ? . Wang Yoo mengaku bermain beberapa kali selama di Goryeo .  Seungnyang menyarankan Wang Yoo bermain Mahjong nanti untuk mengecoh perhatian yang lain . Seungnyang berkata nanti akan sengaja mengalah dan pamit diri .

Perbincangan mereka terhenti oleh kemunculan Tahwan yang ingin tahu mereka sedang membicarakan apa ? . Seungnyang buru2 berkata tentang permainan mahjong yang diusulkan Wang Yoo. Tahwan percaya diri untuk bermain mahjong karena merasa pandai dalam hal ini .

Tahwan sengaja merangkul Seungnyang dan mengajaknya berlalu dari hadapan Wang Yoo .
***

Permainan Mahjong dimulai . Tahwan membuktikan sesumbarnya bahwa dia memang pandai bermain mahjong. Semua senang melihat Kaisar mereka menang . Ketika Ibu Suri mengingatkan giliran Seungnyang , Tahwan menjelaskan kalau Seungnyang jarang bermain mahjong. Seungnyang merendah kalau dia tidak bisa menyaingi kemampuan Tahwan .

Wang Yoo menjelaskan aturan ronde berikutnya , barang siapa yang kehabisan uang maka dia yang kalah . Tinggal para pria yang ikut bermain dalam ronde berikutnya , Wang Yoo - Bayan - Tahwan .
Pada saat itu Wang Yoo memberi isyarat mata kepada Seungnyang untuk mencari alasan pergi dari ruangan itu .
(Sementara itu Tal Tal dan Asisten terus melarikan kudanya dengan cepat untuk segera kembali ke Ibukota) .
***
Malam hari ,  Hongdan dkk mulai bergerak untuk memberikan minuman mengandung obat bius pada para pengawal .  Lalu Hongdan mengabarkan pada Moosong - Kasim Bang - Jeombakyi kalau obat itu akan melumpuhkan pengawal selama satu jam .  Jeombakyi mengabarkan kalau Bisoo sudah tiba pula.
Diluar , Bisoo dkk membawa barang dagangan untuk dikirim . Pengawal merasa curiga kenapa Bisoo datang lebih awal ? .
Bisoo berkilah tidak ingin kehilangan klien penting .
PART 3 (of3)

***
Tahwan dkk masih juga bermain mahjong. Hongdan muncul untuk mengabarkan pangeran Ayu sulit tidur.  Hal ini menjadi alasan yang cukup bagi Seungnyang untuk ijin keluar ruangan . Bahkan Tahwan yang sedang asik bermain (sedang mirit kartu) pun tidak curiga , dan hanya meminta Seungnyang untuk segera kembali .

Begitu keluar ruangan , Seungnyang meminta Bulhwa dan Hongdan untuk bergegas karena waktu sudah mendesak.
***
Tal Tal sudah kembali ke kantornya di istana , dan menemukan peta kediaman El Temur (kini kediaman Bayan) . Sebagaimana Bulhwa sebelumnya , Asisten Tal Tal juga berkata tidak ada "ladang" di kediaman Perdana Mentri. Namun Tal Tal sangat cerdas untuk menerka dengan cepat lokasi harta karun , diruangan study di kediaman Bayan.
Seungnyang dkk lebih cepat lagi , dan kini sudah masuk ruangan studi . Tak butuh waktu lama bagi Seungnyang dkk untuk menemukan pintu rahasia dibalik lemari . Semua terpana saat melihat begitu banyak peti harta karun didalam ruang rahasia itu . Terdapat emas berlimpah dalam peti2 itu .

Jeombakyi masuk belakangan untuk mengabarkan kalau Bisoo sudah tiba. Jeombakyi ikut terpana melihat emas2 itu .
Kasim Bang - Moosong - Jeombakyi diluar ruangan dimana para pengawal Bayan masih tertidur pulas . Mereka bertiga memberi isyarat pada Bisoo untuk berlalu mengamankan harta peti karun .


Bisoo dkk mulai bergerak dan berpapasan dengan Tal Tal dengan kudanya. Wajah Bisoo tampak tegang , tapi untung saja Tal Tal tidak curiga dan membiarkan Bisoo berlalu .
***
Seungnyang kembali tepat sebelum permainan Mahjong berakhir dengan kemenangan Tahwan .  Tahwan tersenyum bangga menjadi juara dalam permainan ini , dan Seungnyang ikut tersenyum .
Seungnyang memberi isyarat pada Wang Yoo bahwa misi mereka berhasil .  Permainan pun bubar , Ibu Suri - Permaisuri Khutugh - PM Bayan segera pamit undur diri  sejenak . Wang Yoo pun akan berlalu sejenak .
Tahwan berkata dengan sinis pada Wang Yoo : Baiklah Wang Yoo , aku pikir ini selamat tinggal . Aku tidak berharap untuk melihatmu lagi setelah kamu pergi .Tetapi jangan salah paham , aku hanya mengatakan agar kamu tidak kehilangan tahtamu lagi .
Wang Yoo menjawab singkat , tidak akan hilang tahta.
***
Komandan pengawal menendangi anak buahnya yang tertidur pulas didepan gerbang kediaman Bayan.  Bersamaan dengan itu Tal Tal tiba.
Komandan melaporkan pada Tal Tal bahwa Kaisar dkk menginap ditempat ini karena wabah penyakit di Istana.

Tal Tal langsung masuk ke ruang studi , dan tidak sulit bagi Tal Tal untuk menerka pintu rahasia berada dimana. Tal Tal masuk ke ruang rahasia , tetapi ruang itu sudah kosong melompong .
***
Bayan - Wang Yoo - Ibu Suri sudah kembali ke meja yang sama , yang kini berganti untuk acara makan malam bersama dengan Tahwan dan Seungnyang.
Bayan berkata : Kekuatan dibangun oleh darah dan keringat rakyat . Kita menggunakan kemakmuran kita untuk berjuang bagi negara kita.   Tahwan : Iya benar . Ibu Suri : Ketika perang datang , apa yang terjadi dengan Goryeo ? . Tahwan : Goryeo seperti anak dari negara , kita tidak akan kampanye militer kesana . Wang Yoo , serahkan nama Goryeo dan jadilah bagian dari Dinasti Yuan . Bayan kepada Wang Yoo : Pikirkan manfaat bagi rakyatmu .
Wang Yoo terlihat badmood dengan topik ini . Raja mana yang rela negaranya jadi bagian dari negara lain . Wang Yoo dengan dingin menjawab bahwa belum saatnya untuk menentukan sikap secara belum resmi kembali sebagai raja.
Tiba2 Tal Tal menghadap Tahwan . Dan Tahwan bertanya bagaimana harta karun itu ? . Tal Tal memandang tajam ke arah Seungnyang sebelum melaporkan setengah saja , bahwa harta karun sudah terbakar selama pengejaran terhadap Dangkise.

Bayan tentu saja kesal dengan hasil buruk ini . Seungnyang bertanya bagaimana dengan Dangkise? . Tal Tal memasang wajah dingin kepada Seungnyang , dan menjawab bahwa Dangkise melarikan diri .
Tahwan masih bersyukur bahwa paling tidak Dangkise tidak memiliki harta karun itu juga.  Ibu Suri bertanya bagaimana dengan kelanjutan perang ? . Bayan berkata kalau peperangan harus ditunda.  Bayan mempersilahkan Tal Tal untuk beristirahat.
Tal Tal kembali memandang tajam kearah Seungnyang.
***

Di koridor ruangan , Wang Yoo berkata kalau harta karun itu akan dibagi dua diantara mereka. Seungnyang sempat mengucapkan terimakasih atas bantuan Wang Yoo.  Mata Seungnyang terlihat sedih saat Wang Yoo mulai berjalan pergi .
***
Seungnyang bertemu dengan Tal Tal yang memang sudah menunggunya. Tal Tal bersikeras mengajak Seungnyang kesebuah tempat (ruang rahasia) untuk menunjukkan harta karun sudah hilang.
Tal Tal : Disinilah harta karun El Temur tersimpan dan tersembunyi , tetapi kini telah hilang disaat bersaman dengan wabah penyakit .
Seungnyang mencoba bersikap tenang menanyakan apa maksud Tal Tal , tetapi mata Seungnyang dapat menunjukkan Seungnyang gelisah (seperti ekspresi maling yang gugup karena nyaris ketahuan dan matanya sedikit tegang)
Tal Tal langsung bertanya dimana Seungnyang menyembunyikan harta karun itu ? .  Seungnyang berkilah tidak tahu menahu , dan jikapun memang mengambil harta karun itu , juga tidak akan menyerahkan uang yang hanya untuk digunakan dalam membunuh rakyat. Seungnyang bersukur uang haram El Temur sudah hilang.
Tal Tal : Lady Ki , anda menang kali ini . Ini jarang , dimana ada masa-masa dimana kita tidak bisa berbuat apa2 sekalipun tahu kebenaran , seperti sekarang . Aku adalah gurumu , tetapi kamu mengalahkan aku .
Seungnyang dengan tulus mengatakan dia tidak pernah berniat bertanding dengan Tal Tal .

Tal Tal memberikan peringatan terakhir : Aku tidak akan di bodohi dua kali . Aku akan mengawasi bagaimana harta karun itu digunakan . Jika mengancam klan kita , kamu akan berurusan denganku .
Seungnyang : Sebuah klan ? Apakah lebih penting dari rakyat ? . Aku benci melihat pria hebat sepertimu , diperbudak oleh nama baik keluarga.
(Red - Politik memang diplomatis . Walau Tal Tal tahu Seungnyang dalang dibalik hilangnya harta karun . Tal Tal serba salah dalam mengungkap hal ini , terlebih Seungnyang berstatus sebagai anak angkat Bayan .)
***
Keesokan pagi , Bisoo dkk mengantarkan harta karun itu ke Istana seolah2 produk dagangan . Tiba2 Tahwan , Ibu Suri dan Khutugh muncul ditengah Seungnyang dan Bisoo . Tahwan penasaran barang kiriman apa untuk Seungnyang.

Seungnyang mencoba tenang dan berkata itu hanya barang2 untuk paviliunnya. Tahwan tersenyum dan  masih saja penasaran menghampiri peti kiriman itu . Seungnyang berusaha mencegah dan Bisoo pun ikut tegang.  Semakin Seungnyang mencegah , Tahwan semakin penasaran dan meminta Seungnyang untuk menyingkir.
Ibu Suri memandang dengan curiga dari jauh . Tahwan membuka sedikit tutup peti dan terperanjat melihat emas berlimpah dalam harta karun itu .  Tahwan - Seungnyang saling memandang .
Ibu Suri dkk mendekat karena ingin melihat juga . Tahwan buru2 tutup peti karena sadar bahaya apa yang akan menimpa Seungnyang jika ketahuan .  Tahwan meminta Seungnyang meneruskan barang2 kiriman dibawa .


Diluar dugaan , Seungnyang malah sengaja membuka peti harta karun itu . Alhasil Ibu Suri dan semua orang disitu terkejut.

0 comments:

Post a Comment