Thursday, March 27, 2014

Sinopsis : Empress Ki - Episode 40

Standard

Byeongsoo memberitahu Dangkise bahwa ada kesempatan bagus untuk membalas dendam pada Seungnyang yang sedang pergi meninggalkan istana .  Dangkise langsung memerintahkan anak budah dikumpulkan .

Update

  • Menambahkan preview ( March 28 ,  07.00 WIB)
  • Disarankan follow Twitter Bentara agar bisa mengikuti update terbaru

Sinopsis

Empress Ki – Episode 40 – Sinopsis , Screencaps , Preview
Byeongsoo memberitahu Dangkise bahwa ada kesempatan bagus untuk membalas dendam pada Seungnyang yang sedang pergi meninggalkan istana .  Dangkise langsung memerintahkan anak budah dikumpulkan .
***
Jeombakyi mengabarkan Wang Yoo dkk , bahwa Bisoo telah mengirim pesan bahwa Seungnyang dalam bahaya.
***

Seunngyang dkk dikepung para pembunuh bercadar hitam . Seungnya tidak gentar dan malah bertanya siapa yang mengutus mereka ? . Dangkise membuka cadar dan berkata bahwa dewa telah mengabulkan harapannya (untuk membalas dendam atas kematian keluarganya) . Seungnyang pun punya alasan yang sama , bahwa ini kesempatan bagus untuk membalas dendam pada Dangkise yang telah membunuh ibunya .
Bulhwa meminta Seungnyang untuk melarikan diri . Seungnyang sempat berduel dengan Dangkise untuk sesaat sebelum akhirnya melarikan diri . Dangkise terus mengejar dan kehilangan jejak . Seungnyang meloncat dari atas untuk membokong Dangkise. Duel antara mereka berdua pun tak terhindarkan . Seorang jendral besar seperti Dangkise tentu punya kemampuan bertarung lebih baik dari Seungnyang. Tak lama pedang Seungnyang terjatuh .
Dangkise merasa diatas angin sekarang. Dangkise menyesal tidak membunuh Seungnyang dari dulu .  Seungnyang masih juga tidak mengenal takut , ketika Dangkise hendak menghabisi , malah Seungnyang yang melempar tusuk rambut kemata Dangkise.

Sementara itu , Wang Yoo dkk sudah tiba ditempat Bulhwa.
Kembali ke Seungnyang yang sekarang diatas angin menghadapi Dangkise yang matanya buta sebelah . Salah satu anak buah Dangkise menyelamatkan majikannya. Dangkise melarikan diri .
Wang Yoo tiba . Anak buah Wang Yoo langsung memburu Dangkise. Namun Dangkise berhasil diselamatkan oleh Byeongsoo dan Jocham .
***
Wang Yoo menerima laporan gagalnya Dangkise ditemukan .  Seungnyang bertanya bagaimana kelanjutan penyelidikan harta karun itu ? .  Wang Yoo berkata tidak mungkin berada di pertambangan .  Wang Yoo menyebut salah satu petunjuk yang mungkin , nyanyian anak2 di tempat Jeokho .
Wang Yoo berkata kalau anak2 itu terus menyanyikan lagu itu selama bertahun2.  Seungnyang meminta agar lirik lagu dituliskan .
***
Bayan dan Boyan-Khutugh sedang berbincang.  Bayan mengingatkan alasan Khutugh bisa berada di istana seperti sekarang ini .

Bayan : Apa alasan aku menjadikan kamu Permaisuri ? . Khutugh : Untuk mengendalikan keluarga istana dan mendukung visi masa depan Paman . Bayan : Dan apakah visiku itu ? . Khutugh : Sebuah dunia yang didominasi oleh Yuan dengan cara Mongol .
Khutugh berpendapat bahwa Seungnyang punya cakar yang lebih dalam daripada yang diduga.  Bayan menambahkan kalau Seungnyang juga pengaruh kuat terhadap Kaisar Tahwan dan juga keluarga istana . Bayan berkata kalau mereka harus memulai dengan Perbendaharaan Istana. Bayan mengingatkan ketangguhan Seungnyang yang sanggup menggulingkan Tanashiri yang kuat , dan apa Khutugh sanggup menghadapinya ? . Khutugh mengaku sudah punya beberapa ide .
***
Seungnyang membaca lirik lagu anak2 yang intinya kurang lebih : Delapan raja , sebuah tabungan , sebuah ladang , kehidupan ini dan berikutnya.
Bulhwa penasaran apa makna lagu ini , karena terdengar seperti ratapan daripada petunjuk .
Tiba2 Hongdan mengabarkan kalau Permaisuri bertemu dengan para Selir.
***
Seungnyang dkk keluar dari kediaman dan berpapasan dengan Tal Tal .
Tal Tal mengungkit keterlibatan Seungnyang dalam perebutan harta karun El Temur , termasuk kasus orang yang menerobos kantor Tal Tal dan melihat pembukuan El Temur ( Tal Tal tahu dari posisi buku yang berubah) .

Seungnyang berlagak bodoh , dan Tal Tal terus mendesak . Seungnyang akhirnya mengatakan bahwa dia peduli dengan harta negara.
Tal Tal berkata : Lain kali minta ijin dariku , dan akupun akan berkerjasama. Seungnyang bersedia .
Seungnyang dkk berlalu dari hadapan Tal Tal .  Bulhwa merasa Tal Tal tidak mencurigai apapun , namun Seungnyang mengingatkan kecerdasan Tal Tal harus di waspadai .
***

Boyan-Khutugh mengadakan pertemuan pertama sebagai Permaisuri . Khutugh mengajukan dua permintaan , tentang tata krama dan aturan kepada para Selir.
Para Selir tampaknya tidak menaruh hormat pada Permaisuri baru ini . Berbeda ketika Seungnyang yang datang kemudian dan disambut hormat oleh para selir.
Namun Khutugh seakan tidak terpengaruh dan malah mempercayakan pertemuan seperti ini kepada Seungnyang untuk kedepannya.
Khutugh mengkomentari Seungnyang : Seorang wanita yang penuh pekerti , tidak heran selir2 lain tidak menjadi favorit Kaisar. Siapa orang yang berani ketika cinta Kaisar adalah milik anda sendiri . Aku sungguh merasa beruntung punya orang sepertimu disekitarku .
Seungnyang malah menatap curiga terhadap sikap Khutugh yang bersahabat ini (kebalikan Tanashiri) .
***
Usai pertemuan , Dayang Seo dan Yeonhwa mempertanyakan kenapa Khutugh malah membuat Seungnyang semakin berkuasa saja .  Khutugh pura2 cemas kalau setiap pandangan Seungnyang itu seperti ancaman , dan terlebih para selir dan dayang juga tidak ada yang menerima keberadaan Khutugh sebagai Permaisuri .
Khutugh berjalan sendiri meninggalkan dayang2nya di atas jembatan . Pada saat itu Dayang Seo memberi isyarat agar melaporkan "ketakutan" Khutugh kepada Ibu Suri Budashiri .

Khutugh sendiri memang sengaja pura2 takut karena dia juga tahu dayang2nya adalah orang2 Ibu Suri , dan tahu pula kalau "ketakutan"-nya ini akan dilaporkan pula ke Ibu Suri . Taktik Khutugh kali ini berpura2 lemah , untuk membenturkan Seungnyang dan Ibu Suri .
***
Wang Yoo terus berusaha memecahkan rahasia harta karun El Temur yang diduga ada dibalik makna lirik  Bahkan Kasim Bang membantu dengan menyanyikan lagu itu berulang2.

The Eight-Eight King is gone.
He reached for a nest...
...and fell in the dung.
When will we feast on the fields?
This life is scarier than the next.
Kasim Bang kembali menawarkan menyanyi lagi , tetapi Wang Yoo merasa tidak perlu . Kasim Bang berkata kalau memecahkan teka-teki ini hanya buang2 waktu saja , dan menyarankan agar Wang Yoo mencari Eagle House atau Dangkise.
Wang Yoo bertanya bagaimana dengan Bisoo ? . Kasim Bang menjelaskan Bisoo tidak sama lagi dengan dulu karena tidak suka Wang Yoo berkerjasama dengan Seungnyang.. Kasim Bang juga menjelaskan kalau Dangkise mungkin masih berada di Ibukota tetapi belum ditemukan.
***
Jeombakyi dan Moosong menyisir ibukota untuk memburu Wang Yoo , dengan menanyai warga sekitar.
Diam2 Byeongsoo dan Jocham memperhatikan hal itu . Joocham menyarankan Byeongsoo untuk menyingkirkan Dangkise saja. Byeongsoo merasa masih perlu Dangkise untuk mencari harta karun .
Jocham bertanya kenapa Byeongsoo membantu Dangkise , sementara Boss Eagle House pun tidak ? . Byeongsoo berkata masalah menyingkirkan atau membantu Dangkise adalah sebuah pilihan , tanpa resiko .
***
Bisoo mendapat informasi dari seniornya bahwa Boss Eagle House sudah datang dan ingin bertemu .
***
Bisoo dan Senior tiba di markas Eagle House , dimana boss dan anak buah mengenakan topeng .
Bisoo dan Senior menghadap dan memberi hormat.  Senior memberitahu tentang misi Dangkise dalam mencari harta karun , dan bertanya apa sang Boss tahu tentang harta karun itu ?
Boss Eagle House menuliskan sesuatu yang berarti TIDAK . Senior bertanya bagaimana berurusan dengan Dangkise ? . Boss Eagle House menulis lagi diatas kertas yang berarti jawabannya " Bantu Dangkise" .
Tampaknya Boss Eagle ini benar2 misterius karena tidak bersuara dalam menjawab , melainkan menulis diatas kertas untuk jawaban setiap pertanyaan.
***
Dangkise bersembunyi disebuah ruangan kotor (gudang?) bersama dengan asistennya.  Dangkise sangat kesakitan hingga mencengkram jerami . Asisten menenangkan Dangkise dengan setia.
Sebuah kilas balik : Sebelum Dangkise pergi untuk menyerbu ke provinsi Bayan , El Temur memberi tahu bahwa Dangkise akan menjadi Perdana Mentri berikutnya dan akan memiliki harta karun El Temur. Dangkise sangat terharu atas kepercayaan ayahnya . Ini adalah pertemuan terakhir Dangkise sebelum terjebak oleh Bayan dkk .
Part 2 (of 3)

Sebuah kilas balik :  Usai jatuhnya El Temur , Dangkise menyamar bersama Byeongsoo dan Jocham , menyaksikan hukuman mati terhadap Tanashiri . Dangkise tidak bisa berbuat banyak dan merasa sebagai kakak yang tidak berguna.
Kenangan pahit Dangkise ini melengkapi penderitaan luka di matanya yang sedemikian sakit , dan yang lebih menderita lagi , Dangkise tidak menerima sebelah matanya terluka oleh seorang Seungnyang belaka.
***
Tahwan menunggu Seungnyang yang tak kunjung tiba. Tahwan mulai merasa Seungnyang menghindar darinya , terlebih karena Tahwan tidak mewujudkan janjinya untuk menjadikan Seungnyang sebagai Permaisuri .
Tahwan bertanya pada pengawal dimana gerangan Golta ? .
Tak lama Golta muncul dan berkilah kalau ibunya sedang sakit. Tahwan jengkel dan menjitak kepala Golta yang dianggap bermalas2an .  Tahwan memerintahkan Golta untuk menyiapkan pertunjukkan bayangan (shadow play) , agar Seungnyang bisa bahagia .
Golta protes kalau Tahwan sudah berbuat terlalu banyak untuk Seungnyang. Tahwan mencerca : Memangnya aku minta pendapatmu ? . Golta akhirnya menurut walaupun memasang wajah prihatin saat berlalu .
***

Diruang rahasia kediaman Seungnyang , Bulhwa berpendapat kalau tidak ada kata "88 Raja" dalam pembukuan El Temur.  Seungnyang menenangkan kalau mereka belum tahu saja rahasianya. Tak lama Hongdan mengabarkan kalau Ibu Suri tiba di kediaman Seungnyang.

Seungnyang menyambut Ibu Suri yang baru tiba. Ibu Suri langsung bertanya : Apa yang paling kuhargai dari berbagai hal ?  . Seungnyang : Hukum dan Disiplin .  Ibu Suri : Dan sekarang kamu berani mengabaikan Permaisuri ? . Seungnyang : Apa Permaisuri mengatakan sesuatu ? . Ibu Suri : Dan jika iya bagaimana ? Akankah aku membiarkanmu memperlakukan wanita yang tidak berdosa dengan buruk ? . Seungnyang : Pasti ada kesalahpahaman .
Ibu Suri dengan tegas meminta Seungnyang untuk mengembalikan pembukuan Imperial Treasury dan segel , dan Ibu Suri akan mengembalikan hal itu kepada Khutugh . Seungnyang tidak keberatan dan meminta Bulhwa untuk mengembalikannya.
Ibu Suri berlalu bersama Dokman .
Bulhwa berkata pada Seungnyang bahwa Permaisuri Boyan Khutugh lebih licik daripada yang diperkirakan, karena bisa berlagak polos didepan namun menyerang diam2.  Seungnyang merasa tak masalah kehilangan hak untuk pembukuan dan segel secara ada tujuan yang lebih besar , jadi apalah artinya brankas kosong ?
Golta tiba dan memberitahukan Seungnyang untuk hadir dalam acara pertunjukan bayangan (shadow play) yang diadakan oleh Tahwan .  Seungnyang menghindar dengan alasan sedang tidak enak badan . Golta membujuk bahwa Tahwan mempersiapkan dengan susah payah pertunjukkan ini .
***

Seungnyang berpapasan dengan Boyan Khutugh .  Dan Khutugh mengaku tidak bermaksud membuat Seungnyang dalam masalah . Seungnya berkata tidak mengapa . Khutugh tersenyum dan berkata tidak salah mengira kalau Seungnyang memang baik hati .

Tiba2 Tahwan muncul ditengah2 mereka.  Tahwan mengabaikan Khutugh dan hanya mempedulikan Seungnyang . Khutugh kembali bertanya pada Tahwan ada even apa gerangan . Tahwan berkata agar Khutugh tidak usah memikirkan hal itu . Seungnyang berpura2 baik bahwa Permaisuri pasti akan menikmati pertunjukkan juga.
Khutugh mengulangi kalau dia akan menikmati pertunjukkan seperti itu . Tahwan tetap tidak mempedulikan Khutugh dan ingin menikmati tontonan berdua saja. Tahwan memandang muka Khutugh dan berjanji akan memerintahkan pertunjukkan kedua setelah Seungnyang menonton . Tahwan langsung menarik Seungnyang untuk menuju ruang pertunjukkan .
Dayang Seo dan Yeonhwa mengompori Khutugh yang pastinya cemburu atau marah mendapat perlakukan Tahwan yang buruk .  Khutugh tersenyum getir kalau dia sebenarnya tidak peduli pertunjukan itu , dan akan kembali kekamarnya.
Khutugh berlalu duluan . Dayang Seo bergunjing dengan Yeonhwa , berusaha menerka2 kepribadian Khutugh seperti apa yang sebenarnya.
Khutugh sendiri berjalan sambil berpikir dalam hati dalam sorot mata yang tajam : " Kita akan lihat berapa lama Kaisar akan memanjakan Seungnyang."
***
Di pertunjukkan shadow-play , Tahwan menyadari pikiran Seunngyang melayang kemana2 , dan tidak fokus dalam menonton pertunjukkan . Seungnyang sendiri terus berpikir dalam hati misteri lagu anak2 yang ditemukan Wang Yoo sebelumnya.

Tahwan meraih tangan Seunngyang , dan Seungnyang berkilah merasa risih karena banyak orang disekitar yang ikut menonton . Tahwan menggombal bahwa Seungnyang terlihat lebih baik daripada pertunjukkan apapun .  (Tahwan menonton Seungnyang dan Seunngyang menonton pertunjukkan) .
Tatkala pertunjukkan bayangan terus bergulir , Seungnyang mulai terinspirasi oleh pertunjukkan itu : "Bentuk yang berbeda memiliki makna yang berbeda. Diatur dan di gabung kembali untuk makna yang baru . Itulah rahasia "8-8 Raja" .
***

Perdana Mentri Bayan sedang menatap peta besar China seukuran tembok . Tal Tal dkk melaporkan telah berusaha melacak Eagle House namun tidak berhasil . Bayan memerintahkan Jadan untuk mengumpulkan orang dan menangkap Eagle House agar bisa mendapatkan harta karun .
Namun Bayan tidak senang ketika mendengar dari Tal Tal bahwa Seungnyang sedang menonton pertunjukkan bersama Tahwan. Bayan meminta pertemuan dengan Kaisar nanti .
Bayan juga berkata pada Tal Tal bahwa mimpi telah menjadi kenyataan.
***
Tahwan tidak tahan lagi dengan sikap dingin dan cuek Seungnyang kepadanya . Tahwan mulai mengomel kalau Seungnyang tidak sekalipun memikirkan Tahwan seolah2 seperti hantu yang transparan.
Seungnyang kembali berkilah sedang tidak enak badan .  Tahwan bertanya apakah Seungnyang bersikap seperti itu karena tidak dijadikan Permaisuri ?
Seungnyang belum sempat menjawab panjang lebar , Golta sudah masuk mengabarkan bahwa Bayan meminta bertemu di Main Hall.
Seungnyang sempat mendengar hal ini .
***
Bayan menghadap Tahwan di Main Hall . Bayan langsung melepaskan pedang dari sarungnya dan memberanikan mengajukan permintaan .
Bayan : Aku ingin melihat Yang Mulia menjadi seorang Khan yang lebih besar daripada Genghis Khan atau Khubilai Khan . Tahwan : Lebih besar ? Jangan absurd deh .  Bayan : Paduka , arwah El Temur akan mengawasi kita. Bebaskan diri anda dari dia (Seungnyang) dan jadilah Khan yang seharusnya .  Tahwan gusar : Kamu sudah melangkah terlalu jauh , dan makin mirip dengan El Temur.
Bayan dengan penuh emosi memohon : Mohon dengarkan aku . Aku telah lama bermimpi untuk menganeksasi Il-Khanate , Chagatai dan Goryeo untuk Yang Mulia.
(Red - Kekaisaran Mongol pernah menguasai hampir sebagian dunia , dan kemudian terpecah kedalam beberapa kekaisaran / khanate / kaghanate , seperti  Chagatai Khanate , Il-Khanate dan Dinasti Yuan merupakan bagian dari Mongol Empire yang berdiri sendiri .  Didunia modern sekarang , Chagatai Khanate meliputi beberapa kawasan Kirghistan , sebagian kecil China , Uzbekistan , Tajikistan , Kazakstan , Afghanistan , Pakistan , Turkmenistan , Mongolia , Russia dan India. Il-Khanate meliputi beberapa kawasan Iran , Azerbaijan , Russia , Tajikistan , Syria , Georgia , Irak , Turkmenistan , Turki , Afghanistan . Dinasti Yuan dalam hal ini walaupun bagian dari kekaisaran Mongol , tetapi berdiri sendiri dan berkiblat pada sistem politik Tiongkok sebelumnya. Ciri utama kebijakan Tiongkok adalah sistem tribute daripada menyerbu dan menjajah ala Mongol  Jadi dalam fiksi ini , Bayan terlalu ambisius mendorong praktek ekpansionisme yang bukan naturenya Tiongkok . )
Tahwan : Maksudmu dengan menaklukan ? Itu perlu uang padahal rakyatku sedang kelaparan , dan ini sangat menggelikan .
Bayan : El Temur punya harta karun besar . Aku tidak menjadi Perdana Mentri untuk tujuan pribadi belaka . Aku akan menyerahkan hidupku bagi Yang Mulia. Aku akan mengembalikan kejayaan dinasti seperti dulu . Kabulkan aku . Aku akan membuktikan kesetiaanku .

Tahwan tersentuh : Kamu itu ksatria besar . Aku punya salah , tetapi aku bersumpah untuk segala dewata , kita akan melihat hal ini berhasil bersama2.
Bayan dengan emosional berlutut sebagai sikap penuh syukur.
Diam2 Seungnyang menguping dari jauh .
***
Sudah jelas Seungnyang kini tahu bahwa Bayan berambisi untuk menjadikan Dinasti Yuan untuk menyamai kejayaan Mongol sebelumnya , dan Goryeo akan menjadi salah satu sasaran. Seungnyang semakin termotivasi untuk memecahkan teka-teki harta karun El Temur.
Di ruang rahasia , Seungnyang berpikir keras memecahkan teka-teki lagu (dan kaitannya dengan pertunjukkan shadow-play) .  Seungnyang mengkombinasi aksara2 dalam lagu itu (aksara hanzi Tiongkok) untuk menjadi kata "Harta Karun" . Bulhwa terperanjat dan bertanya apa Seungnyang sudah menemukan lokasi harta karun ?
Mereka keluar dari ruang rahasia . Seungnyang berkata pada Bulhwa : Mencari dan mendapatkan itu dua hal yang berbeda.  Wang Yoo punya orang dalam Eagle House , apa kamu mengenal dia ? .
Bulhwa : Dia adalah seorang gadis , bernama Bisoo yang telah menolong Wang Yoo berulang kali .
Seungnyang sedikit terkejut.
***
Bisoo menghadap Seungnyang di biara . Seungnyang berterimakasih atas kedatangan Bisoo . Namun Bisoo bertanya apa alasan dipanggil kesini ?

Tak lama kemudian Wang Yoo dkk tiba . Wang Yoo dkk terperanjat melihat Bisoo bertemu Seungnyang.
Seungnyang berkata kalau dia telah berhasil memecahkan teka-teki harta karun .
Semua terperanjat.
Seungnyang menjelaskan bahwa seperti dugaan Wang Yoo , kata "8-8 Raja" memegang peranan penting.  Seungnyang menyerahkan kertas berisi lokasi kepada Wang Yoo . Seungnyang juga mengingatkan kalau Bayan juga mengincar harta karun itu untuk membiayai perang ekspansi termasuk mengincar Goryeo pula.
Kembali Wang Yoo dkk terperanjat.  Wang Yoo berkata kalau Bayan tidak mungkin melakukan tanpa mendapat sanksi dari Kaisar. Seungnyang menjelaskan kalau Tahwan sudah setuju dengan Bayan .
Wang Yoo bertanya kenapa Seungnyang ingin bertemu dengan Bisoo ? . Seungnyang menjelaskan bahwa dia telah mendengar Bisoo menentang Seungnyang untuk berkerjasama dengan Wang Yoo selama ini ..
(Part 3 of 3 )

Wang Yoo memperlihatkan peta lokasi harta karun pada Bisoo . Wang Yoo bertanya apakah Bisoo puas ? .
***
Moosong - Kasim Bang meninggalkan ruangan dengan terkagum2 pada kecerdasan Seungnyang . Hanya Jeombakyi yang tidak mengerti karena buta huruf. Kasim Bang meledek Jeombakyi agar belajar aksara.
Sementara itu Bisoo menatap sedih kearah pintu dimana siluet bayang2 Wang Yoo dan Seungnyang sedang berdiri .
Bisoo teringat sesuatu .
Sebuah kilas balik . Bisoo merawat luka Wang Yoo yang parah akibat melindungi Seungnyang dari usaha pembunuhan keluarga El Temur. Ketika itu Bisoo bertanya apa Seungnyang yang selama ini dirindukan Wang Yoo . Dan Wang Yoo menghindar pertanyaan dengan menjawab itu hanya masa lampau .
***
Bayan sedang melintas di jalan dengan kereta kuda yang megah . Tiba2 sebuah panah menancap di kereta . Tal Tal dkk segera siaga untuk melindungi Bayan .
Dalam panah itu terdapat surat. Bayan membaca surat dari Bisoo yang berkata jika Bayan ingin harta karun El Temur harap segera bertemu dalam dua jam dan harap datang sendiri.
Tal Tal melihat surat itu dan menawarkan diri untuk menggantikan Bayan bertemu dengan Bisoo yang misterius itu .  Bayan bersikeras hendak pergi sendiri secara wajahnya sudah dikenali .  Tal Tal cemas kalau Bayan akan ada dalam bahaya. Bayan menenangkan tidak akan terjadi apa2.
Diam2 Bisoo mengawasi dari jauh . Asisten berkata pada Bisoo , bahwa menghianati Wang Yoo itu tidak masalah ketimbang menghianati Boss Eagle House.  Bisoo menenangkan karena dia punya rencana.
***
Bayan menemui Bisoo , tetapi sebelum masuk ruangan , Asisten Bisoo meminta Bayan menyerahkan pedang terlebih dahulu . Bayan tidak ada pilihan lain untuk menyerahkan pedang , dan kemudian masuk menemui Bisoo .

Bayan seperti pernah mengenali Bisoo , dan langsung curiga , berkata kalau Bisoo tahu tentunya tidak ada alasan untuk memberitahu Bayan akan lokasi harta karun .  Bisoo ingin melakukan kesepakatan . Bayan bertanya apa kemauan Bisoo ? .
Bisooo berkata keseluruhan Eagle House dari Boss hingga kepala cabang , dan juga hak berdagang dengan istana dengan kontrak yang dibubuhi stempel kaisar.
Bayan bertanya dimana harta karun itu ? . Bisoo akan mengatakan jika Bayan bersedia memenuhi persyaratan . Bayan bertanya bagaimana bisa yakin Bisoo punya informasi bagus , dan terlebih lagi masalah stempel kaisar tidaklah sulit , yang sulit adalah menangani Eagle House .
Bisoo menyerahkan pembukuan Eagle House , dan jika Bayan beruntung bisa menemukan Dangkise di salah satu tempat yang tertera dalam buku itu . Bisoo mengingatkan lagi , jika Bayan sanggup menjatuhkan Eagle House dan bisa menyerahkan kontrak kekaisaran maka Bisoo akan membantu Bayan .
***
Bayan menemui Tahwan yang sedang bersama Seungnyang dan Pangeran Ayushiridara.  Bayan mendesak Tahwan untuk berbicara pribadi , dan meminta Seunngyang untuk pergi .  Seungnyang tanpa keberatan segera berlalu .

Setelah berdua saja , Bayan langsung melaporkan informasi tentang harta karun El Temur.  Sementara itu diluar ruangan , Seungnyang meminta Golta dkk untuk menyingkir (agar bisa menguping pembicaraan Tahwan - Bayan didalam)
Bayan : Dia (Bisoo) ingin cabang Eagle House di Ibukota dan kontrak perdagangan eksklusif . Tahwan : Apakah informasinya bisa dipercaya ?
Seungnyang kini tahu Bisoo menghianati Wang Yoo . Seungnyang langsung meminta Bulhwa untuk memperingatkan Wang Yoo akan penghianatan  Bisoo .
***
Jeokho sudah tiba di tempat Wang Yoo .   Jeokho bertanya pada Jeombakyi apa yang sebenarnya terjadi ? . Jeombakyi mengeluh dia tidak tahu apa2 karena tidak bisa membaca.
Wang Yoo muncul menyambut Jeokho .

Wang Yoo mengajak Jeokho untuk melihat berpeti2 uang palsu yang di rampas dari Eagle House.  Wang Yoo memerintahkan Jeokho untuk membawa berpeti2 uang palsu ini ke pertambangan , untuk mengecoh pihak lain yang juga sedang berburu uang palsu .
Moosong muncul mengabarkan penghianatan Bisoo .  Wang Yoo lantas memerintahkan Moosong untuk mengumpulkan orang untuk menyerang cabang Eagle House.  Senior Bisoo langsung ditangkap .
Jeombakyi dkk juga menangkap agen2 Eagle House yang menyamar di jalan .
***

Wang Yoo melaporkan tentang Eagle House pada Bayan , dimana Dangkise juga sedang bersembunyi di Ibukota atas perlindungan Eagle House.  Tal Tal bertanya darimana Wang Yoo tahu ? .
Kasim Bang menyerahkan pembukuan Eagle House yang sama dengan milik Bayan .  Bayan berkata kalau Wang Yoo telah menghemat waktu  , karena tadinya Bayan hendak menangkap sendiri agen2 Eagle House di ibukota.
Bayan dan Tal Tal berlalu .
Wang Yoo bermain mata dengan Seungnyang bahwa semua masalah lancar.
***
Akibat penangkapan besar2an agen2 Eagle House di Ibukota , Dangkise dkk terpaksa berusaha menyelinap malam hari untuk melarikan diri .  Dangkise heran apa yang terjadi dengan Eagle House ? . Byeongsoo menerka kalau ada penghianat dalam .  Dangkise murka dan mencengkram leher Byeongsoo .
Byeongsoo mengungkit kalau ini salah Dangkise. Namun pada saat itu mereka melihat Bisoo berjalan disekitar. Byeongsoo - Dangkise membuntuti karena curiga karena Bisoo yang luput dari penangkapan massal anggota Eagle House di ibukota.
Bisoo menemui Bayan sesuai yang dijanjikan . Bayan menyerahkan surat kontrak disertai jaminan perlindungan kalau Big Boss Eagle House mengetahui penghianatan Bisoo .
Akhirnya Bisoo mengatakan lokasi harta karun El Temur terdapat di pertambangan .

Byeongsoo - Dangkise yang menguping ,  jadi kesal ketika menyadari selama2 ini harta karun tak jauh dari mereka semua.  Dangkise bergegas bergerak cepat sebelum keduluan Bayan , dan untuk itu harus meloloskan diri meninggalkan ibukota.  Diam2 Byeongsoo menatap Dangkise , seakan sedang berpikir bagaimana mengenyahkan Dangkise setelah sama2 tahu lokasi harta karunnya.
***

Diruang rahasia , Seungnyang tersenyum licik didepan Bulhwa - Hongdan .
Sebuah kilas balik .  Seungnyang rupanya memang sudah merencanakan hal ini bersama Bisoo sebelumnya , bahwa Bisoo akan berpura2 berhianat untuk mengelabui .
Seungnyang mulai menulis lokasi harta karun yang sebenarnya.

0 comments:

Post a Comment