Tuesday, March 18, 2014

Sinopsis : Empress Ki – Episode 39

Standard

Episode sebelumnya (episode 38) ditandai dengan akhir tragis Tanashiri yang berakhir di tiang gantungan . Di sisi lain muncul kandidat kuat Permaisuri Utama , yakni Bayan Khutugh
Bagi pemirsa drama berlatar fiksi - sejarah seperti Empress Ki ini . Tidak perlu bingung antara mana yang fiksi dan tidak .  Drama sebagai produk budaya tentunya berlandaskan budaya di negara asal drama ini di produksi dan berlandaskan budaya di negara mana setting cerita dibuat.


 Artinya , untuk memahami keindahan cerita roman ini dengan maksimal tentunya harus ditunjang pengetahuan sejarah Tiongkok . Karena ada dialog2 berkualitas yang hanya hanya dimengerti orang yang memahami sejarah dan budaya ybs . Kenapa Bayan berubah pikiran terhadap Seungnyang , kenapa Seungnyang berambisi naik ke atas , kenapa Ibu Suri menentang Seungnyang jadi Permaisuri . Semuanya ada reasoning sejarah dan tradisi yang berlaku di masa itu , dan bahkan dipelajari oleh sarjana2 Barat sekalipun yang meminati sejarah Asia Timur.
Berbeda dengan serial Korea lain seperti  Janggeum , Dongyi dsbnya , maka "Empress Ki" adalah produk budaya Korea Selatan , tetapi meminjam sejarah Tiongkok . Jadi ada dua negara yang terlibat disini . Di negara maju hal ini sudah lumrah . Jepang sendiri mengangkat roman Water Margin , Samkok , Sun Go Kong yang notabene Roman Tiongkok .
Dalam lingkup sejarah Korea era Joseon saja muncul serial Dongyi dan serial Jang Okjung yang memfokuskan dua tokoh wanita yang hidup di era bersamaan. Sudah jelas ada perbedaan pandangan yang muncul . Itu dalam lingkup satu negara , apalagi yang melibatkan dua negara ?
Cara menyikapi drama / novel berlatar sejarah tentunya harus memahami prinsip politik kuasa dan kalangan elite. Bahwa tidak ada yang 100% baik dan 100% jahat . Semuanya didasarkan kepentingan . Seungnyang memang di posisikan protagonis disini , tetapi jika dicermati lagi , Seungnyang sendiri tidak ada bedanya dengan Ibu Suri dan Tanashiri . Semuanya berdasarkan kepentingan dan kuasa , semuanya bisa kejam dan tanpa belas kasihan . Itu hal alami , tidak berusaha naik kuasa akan diinjak oleh yang lebih kuat , vice versa.
Jadi aku sendiri sebagai yang menulis rekap dan menonton drama ini tetap berusaha netral , dan menikmati siasat2 yang dilancarkan setiap kubu , daripada terjebak pro dan kontra terhadap tokoh tertentu .
Betapapun fiksinya sebuah drama sejarah , baik penulis maupun sutradara tidak bisa mengubah fakta sejarah yang penting seperti kapan El Temur mati , kapan Tanashiri mati , siapa yang akan menjadi Pangeran Mahkota , kapan Bayan naik dan tumbang , kapan Tal Tal naik dan tumbang,  bagaimana saat Ayushiridara besar , siapa Permaisuri utama (First Empress) dan siapa Permaisuri Kedua (Second Empress) itu sudah ada patokannya dalam sejarah .
Kreativitas pembuat drama yang tersisa hanya memberikan kesan baik pada satu tokoh dan kesan buruk pada tokoh yang lain , mendramatisir sejarah hingga menjadi tontonan menarik . Seungnyang dan Wang Yoo diberi kesan baik , terlebih dia adalah figure orang Korea dari sebuah drama Korea. Jika suatu saat TV Tiongkok besar seperti Hunan TV mengangkat kisah yang sama , cerita fiksinya bisa lain lagi dari versi Korea.
Itu baru contoh dari segi tokoh dan karakter . Jika anda membuat drama sejarah betapapun fiksinya tetap saja perlu mendalami sejarah dan budaya yang berlaku pada jamannya. Misal anda membuat drama Joseon , anda perlu riset tradisi , busana Joseon , latar sejarah dsbnya . Jika anda membuat drama Joseon tetapi menggunakan kostum Goryeo maka drama itu akan menjadi dagelan .  Sama dengan tidak masuk akalnya ketika kita melihat produk ponsel canggih Iphone di sebuah drama berlatar tahun 80an .

Perkenalan Bayan Khutugh
Bayan Khutugh (Boyan Hudu)  adalah sosok sejarah yang memang ada dalam sejarah yang akan dipinjam sebagai karakter baru dalam Empress Ki  , tetapi belum bisa dipastikan apa betul  dia keponakan Bayan atau bukan . Yang pasti dia memang seorang wanita dari klan Onggirat yang punya posisi khusus diantara klan Mongol elite (itu pentingnya garis keturunan dalam struktur kekuasaan dinasti) .   Ini alasan kuat bagi Perdana Mentri Bayan yang seorang Mongol konservatif dan memegang teguh tradisi . Disisi lain Ibu Suri juga punya kepentingan untuk meletakkan sesamanya , klan Onggirat untuk menjadi Permaisuri . Apa bedanya dengan Seungnyang yang ingin orang2 Goryeo mendampinginya. ?

Perspektif Sejarah : Seabad sebelum era Tahwan . Jenghis Khan pernah mendapatkan dukungan dari klan Onggirat pada awal Mongol menghimpun kekuatan sehingga hampir menguasai setengah dunia  . Sejak saat itu Jenghis Khan menegaskan bahwa posisi Empress secara tradisi akan jatuh pada wanita2 dari klan Onggirat. Contoh dari serial ini adalah Ibu Suri Budashiri sendiri . (Referensi : Referensi : Encyclopedia of Mongolian and The Mongol Empire , Christopher P. Atwood Indiana University, Bloomington ) .

Update

  • Menambahkan preview ( March 19 ,  23.00 WIB)
  • Disarankan follow Twitter Bentara agar bisa mengikuti update terbaru

Sinopsis

Empress Ki – Episode 39 - Sinopsis , Screencaps , Preview

Episode 39 akan ditayangkan hari ini (Selasa , 18 Maret 2013) di negara asalnya . Episode 39 diawali dengan pertemuan rahasia Wang Yoo dan Seungnyang , dan ajakan Seungnyang untuk bersatu padu demi Goryeo . Wang Yoo khawatir kalau Seungnyang merasa terbebani . Seungnyang sesumbar bahwa dia bahkan bisa bertahan hidup dari racun sekalipun .

Eskalasi ketegangan Ibu Suri dan Seungnyang perlahan tapi pasti terus meningkat . Dua wanita paling berkuasa di masa akhir Dinasti Yuan .  Ibu Suri Budashiri mengkritik Seungnyang yang mengalami delusi karena berpikir semua orang sama dengan El Temur.
Seungnyang menginterogasi Dayang Seo dan Yeonhwa , entah berkaitan dengan masalah apa lagi .  Tampaknya Dayang Seo dan Yeonhwa akan terus mengabdi pada pengganti Tanashiri .

Sementara itu Tahwan menegaskan dengan ini menyatakan bahwa Bayan Khutugh (Bayan Hudu)  , seorang wanita dari klan PM Bayan menjadi Permaisuri utama Dinasti Yuan .  Bayan Khutugh tampil sebagai wanita anggun dan cerdas yang bakal menjadi saingan Seungnyang .
Disebuah malam , Seungnyang dkk di kepung para pembunuh misterius. Seungnyang menghardik siapa yang mengirim mereka.

Rekap

Empress Ki – Episode 39
Penting untuk dibaca : Dibandingkan rekap2 serial lain di blog ini , khusus untuk rekap Empress Ki  , rekap hari pertama sesudah tayang merupakan rekap sementara dan perlu menyempurnaan dan perbaikan di hari kedua setelah drama ini ditayangkan .  Update perbaikan akan dibarengi dengan full recap (Rekap Final) tak lama kemudian yang akan diumumkan di twitter kami .
Episode ini dibuka dari akhir episode sebelumnya . Pertemuan rahasia antara Seungnyang - Wang Yoo . Seungnyang meminta Wang Yoo untuk membantunya menjadi Permaisuri. Seungnyang menunjukkan surat dari Raja Goryeo (Ayah Wang Yoo) dan juga memperlihatkan tanggapan terhadap surat itu .

Wang Yoo akhirnya setuju untuk membantu Seungnyang  dan bertanya apa yang harus dilakukan ? . Seungnyang berkata mereka harus mendapatkan harta karun rahasia El Temur . Padahal Wang Yoo dkk sudah mencari harta karun rahasia juga terutama via Bisoo dan Jeokho selama ini .
***
Dalam perjalanan pulang , Kasim Bulhwa memperhatikan kegalauan Seungnyang . Bulhwa menenangkan Seungnyang bahwa dia telah membuat keputusan terbaik .  Hongdan muncul dan menginformasikan bahwa Tahwan sedang menantikan Seungnyang .

Seungnyang menemui Tahwan . Dan Tahwan heran kemana Seungnyang pergi larut malam begini . Seungnyang berkilah bahwa dia sedang jalan2 malam saja.  Tahwan merasa bersalah karena tidak bisa memenuhi janji untuk menjadikan Seungnyang sebagai Permaisuri .
Tahwan mengungkap rencana untuk tidak memilih siapapun untuk sementara waktu menjadi Permaisuri  . Seungnyang menyadari tidak ada pilihan lain selain menjadikan keponakan Bayan menjadi Permaisuri secara Bayan juga memberikan kontribusi besar bagi terjungkalnya El Temur.
Seungnyang meminta agar diijinkan pindah ke Heungdeokjeon , sebuah tempat yang tidak sesuai dengan posisi Seungnyang sekarang ini . Alasan Seunngyang demi melindungi Pangeran Ayushiridara.
Tahwan tentu saja bersedia , paling tidak hal ini menjadi janji yang pasti bisa dipenuhi Tahwan (Red - selagi janji menjadikan Seungnyang menjadi Permaisuri mulai mengawang2) .
***
Menindaklanjuti hasil pertemuan dengan Seungnyang , Wang Woo membahas bersama anak buahnya.  Bisoo menentang keras gagasan untuk membantu Seungnyang , karena sulit mempercayai seorang selir yang melahirkan seorang pangeran bagi Kaisar , dan Seungnyang bisa saja berhianat.
Wang Yoo merasa bisa mempercayai Seungnyang. Bisoo mengancam akan memutuskan kerjasamanya dengan Wang Yoo , jika masih ingin berkerjasama dengan Seungnyang.  Bisoo berlalu dari ruangan dengan gusarnya.
Trio Bang - Moosong - Jeombakyi mendesak Wang Yoo untuk berpikir ulang karena Bisoo lebih banyak berjasa bagi Wang Yoo selama ini . Mereka merasa akan sia2 saja karena hampir dipastikan keponakan Bayan yang akan menjadi Permaisuri .
Wang Yoo menyatakan asalkan saja Pangeran Ayu menjadi Putera Mahkota. Dan kembali Jeombakyi keceplosan bicara dengan bertanya bagaimana nasib Pangeran Maha (jika Pangeran Ayu yang menjadi Pangeran Mahkota ? ). Kasim Bang dan Moosong langsung melotot kearah Jeombakyi .
Wang Yoo sempat menatap curiga . Kasim Bang dan Moosong mengomel kalau Jeombakyi terus saja mengatakan hal2 yang tidak berguna. Kasim Bang waswas memandang ke arah Wang Yoo , karena nyaris saja ketahuan .
***
Keesokan hari Wang Yoo pergi ke Istana Yuan dan berpapasan dengan Pangeran Maha yang tersasar bermain bola. Wang Yoo menggendong Pangeran Maha ketika Ibu Suri muncul . Wang Yoo mengungkap bahwa perasaannya tidak enak hati ketika melihat Pangeran Maha ini .

Ibu suri tersenyum dan menyadari kalau Pangeran Maha yang biasa pemalu bertemu orang asing , kini jadi bersikap baik dalam gendongan Wang Yoo .  Ibu Suri mengajak Maha untuk kembali , tetapi Maha tetap betah dalam gendongan Wang Yoo .
Ibu Suri tersenyum kembali berpikir Maha kurang kasih sayang dari figur ayah , karena Tahwan sama sekali tidak memperhatikan Maha selama ini . Karena itu Ibu Suri merawat Pangeran Maha selama ini .
Pangeran Maha tetap betah dan tersenyum kepada Wang Yoo . (Apa ini yang dinamakan naluri ayah dan anak ? )
***
Dayang Seo dan Yeonhwa tidak dihukum sebagaimana Tanashiri , tetapi harus turun pangkat menjadi dayang rendahan dan mengerjakan pekerjaan membersihkan .

Kali ini mereka membersihkan lantai kayu koridor istana ketika Hongdan menendang ember pel mereka.  (Red - Sementara Hongdan terkena sindrom kuasa , Dayang Seo malah mengalami sindrom post-power dan masih tidak terima di bully Hongdan ) .
Dayang Seo berang dan hendak melawan , namun Yeonhwa lebih mengerti keadaan dan mematuhi omelan Hongdan .
Hongdan berlalu .
Dayang Seo sulit menerima penghinaan ini . Yeonhwa berkata kalau Hongdan pasti akan menjadi Dayang Istana setelah keberhasilan Seungnyang.
Yeonhwa mengeluh kalau hidup seperti sekarang ini sama saja dengan mati .  Dayang Seo berkata mereka harus hidup , demi kesetiaan pada Tanashiri , dan  harus bertahan menantikan kesempatan untuk membalas dendam .
***
Seungnyang sedang menggendong Pangeran Ayu . Hongdan menyodorkan meal untuk Ayu . Seungnyang mulai bersiap menyuapi anaknya , dan menemukan meal itu beracun . Seungnyang meradang .

Sementara Tahwan dkk bergegas menemui Seungnyang , maka Bulhwa mulai menyiksa para dayang agar mengakui kejahatan mereka.  Seungnyang sedang berpikir keras untuk mengetahui apa yang terjadi .
Tahwan muncul dan juga marah besar menghardik para dayang tersangka agar dihukum . Seungnyang menghentikan kemarahan Tahwan , dan meminta Tahwan menyerahkan masalah ini padanya.
***
Beralih pada Dayang Seo dan Yeonhwa yang menjadi tersangka kuat , diseret Hongdan dkk .

Kini mereka diikat di kursi , dan Seungnyang mulai menyiapkan batang pemukul untuk mengancam mereka untuk mengakui kejahatan mereka. Namun Dayang Seo dan Yeonhwa sendiri merasa heran tentang apa yang terjadi . Seungnyang tidak percaya pada mereka karena telah melakukan banyak kejahatan sebelumnya.  Seungnyang memberikan mereka kesempatan untuk mengaku agar diampuni , atau harus menghadapi kematian .
Hongdan mulai menuangkan air ke paha Dayang Seo . Dan Seungnyang mulai menyiksa dengan memukuli Dayang Seo . Dayang Seo mengerang kesakitan , dan Yeonhwa meringis membayangkan dia juga akan mengalami nasib serupa.
(Sementara itu Ibu Suri dengan wajah kesal bergegas berjalan menuju kediaman Seungnyang  didampingi Dokman) .
Seungnyang masih memukuli , kali ini giliran Yeonhwa yang babak belur mendapat pukulan .  Dayang Seo sendiri sudah pingsan .
Ibu Suri muncul dan menegur Seungnyang telah bertindak tanpa bukti kuat.  Ibu Suri memerintahkan agar Seo dan Yeonhwa di lepaskan .  Perintah Ibu Suri tidak bisa dibantah karena secara hirarki merupakan orang berpangkat paling tinggi diruangan itu .
Dokman mematuhi , dan memerintahkan kasim untuk melepaskan Yeonhwa dan Seo . Yeonhwa dan Seo segera berlalu dari ruangan .

Kali ini argumen Tahwan adalah tepat dengan menyodorkan jasa Seungnyang sehingga Ibu Suri tidak bisa berkata-kata lagi . Tahwan menegaskan kalau dia tidak mengatakan hal ini demi ijin dari Ibu Suri , karena sudah keputusan Tahwan sendiri . Tahwan meminta pengertian dari Ibu Suri .
Ibu Suri dan Seungnyang saling memandang tajam
***
Mengantisipasi pindah kediaman , Seungnyang memerintahkan Bulhwa untuk memilih dayang2 dan pengawal dari Goryeo , dan Hongdan akan menjadi Court Lady .  Seungnyang  memerintahkan Bulhwa untuk menyiapkan ruang rahasia untuk misi mengusut Harta Karun El Temur .
Bulhwa bertanya apa Seungnyang sama sekali tidak dapat menerka siapa orang yang berniat meracuni dan membunuh Pangeran Ayushiridara ?
Seungnyang berpikir dalam hati , berharap dalang yang mencoba meracuni Ayushiridara bukanlah Ibu Suri , karena Seungnyang tidak bisa memaafkan pelakunya.
***
Ditempat kediaman Ibu Suri , Dayang Seo - Yeonhwa menghadap dengan wajah khawatir.  Ibu Suri yang baru mengeloni Pangeran Maha , berkata kalau Seo dan Yeonhwa akan ditempatkan sebagai dayang istana untuk mendampingi Permaisuri yang baru nanti , Bayan Khutugh .

Dayang Seo dan Yeonhwa terperanjat sekaligus antusias karena bagi mereka adalah kesempatan kedua setelah terpuruk menjadi dayang rendahan pasca Tanashiri . Mereka berlutut sebagai wujud terimakasih .
Bagi Seo dan Yeonhwa dikembalikan dalam posisi Dayang Istana saja sudah senang , dan tidak ada alasan untuk menolak "kebaikan" Ibu Suri .  Mereka bersiap menantikan perintah dari Ibu Suri.
Tidak ada makan siang gratis tentu saja , Ibu Suri menghendaki Seo dan Yeonhwa untuk menjadi orang yang paling dipercayai Permaisuri Baru nanti , tanpa diketahui kalau mereka adalah agen Ibu Suri.
Dayang Seo paham maksud Ibu Suri dan bersedia melakukannya.  Dayang Seo sempat meringis kesakitan akibat merasakan luka ketika berdiri . LOL .
Seo dan Yeonhwa berlalu .
Guru Jang bertanya apakah Ibu Suri memang berniat menjadikan Pangeran Maha sebagai Putra Mahkota ? . Ibu Suri kembali menyebut alasan kuat bahwa Pangeran Ayu berdarah Goryeo . (Tentunya Ibu Suri belum tahu kalau Maha lebih murni Goryeo secara anak dari Wang Yoo dan Seungnyang) .
Ibu Suri punya rencana bagus , yakni akan mengatakan pada Pangeran Maha bahwa ibu Maha (Tanashiri) dibunuh oleh Seungnyang yang iri , dan mati mengenaskan.
Kembali Ibu Suri memamerkan tawa nenek sihirnya .
***
Bayan Khutugh kini sudah mengenakan jubah kebesaran Permaisuri . Dan Dayang Seo dan Yeonhwa sudah mengenakan kembali jubah Dayang Istana.  Dayang Seo dan Yeonhwa mengaku senang bisa mengabdi pada Bayan Khutugh .
Bayan Khutugh dengan rendah hati dan santun berkata sudah mendengar tetang mereka dari Ibu Suri , dan meminta bimbingan dari mereka .



Bayan Khutugh tiba di ruang tahta. Diam2 Ibu Suri tersenyum penuh kemenangan terhadap Seungnyang.  Bayan Khutugh berjalan dengan anggun untuk bersiap menerima pelantikan . Dayang Seo dan Yeonhwa mendampingi sebagai dayang utama .
Hongdan juga ikut terpukul ketika melihat musuh lamanya , Seo dan Yeonhwa , sudah kembali sebagai dayang istana.
Bayan Khutugh dengan santun dan anggun menghadap Tahwan dan berlutut . Tahwan memandang Seungnyang dan Ibu Suri sesaat , kemudian maju menghampiri Bayan Khutugh , mengulurkan tangan .

Ajakan itu disambut oleh Bayan Khutugh dengan meraih tangan Bahwan . Mereka bersama naik ke singgasana . Tahwan mengumumkan secara formal bahwa Bayan Khutugh resmi sebagai Permaisuri .

Segera sorak sorai dan puja puji untuk Permaisuri baru berkumandang seisi ruangan . Seungnyang menatap dingin kearah Bayan Khutugh yang tersenyum dengan ramah .
Part 2 (of 3)

***
Seungnyang memasuki kediaman barunya bersaman dengan promosi menjadi seorang Noble Consort  . Hongdan kini sudah mengenakan jubah dayang istana pula . Seungnyang melihat seisi kediaman yang tampak indah . Seungnyang bertanya dimana ruang rahasia yang sudah disiapkan .
Bulhwa menunjukkan tempat rahasia kepada Seungnyang yang disamarkan dalam tembok dan partisi . Seungnyang masuk kedalam melihat ruangan dan tampak puas melihat kondisi ruangan  .
Bulhwa kemudian menyerahkan surat rahasia dari Wang Yoo .
Wang Yoo berkata kalau dia sedang menuju ke sebuah bukit tambang yang mungkin menjadi lokasi harta karun rahasia. Wang Yoo mengingatkan agar tidak ada yang tahu rahasia mereka , atau mereka berdua akan kehilangan segalanya , namun jika berhasil , maka kemenangan diambang mata.


(Red - Mungkin misi ini berkaitan dengan flashback di Episode 1 . Ini tebakanku saja yah , kalau misi ini gagal Wang Yoo akan mendapat hukuman berat karena mencuri "harta" Dinasti Yuan.  Seungnyang yang nanti menyelamatkan Wang Yoo dengan pengorbanan tertentu . )
Berpikir hal ini Seungnyang merasa penasaran karena telah mendengar Bayan menemukan catatan El Temur tentang harta karun .  Seungnyang memerintahkan Bulhwa untuk menyelidiki masalah ini secara rahasia.
***
Malam ini semestinya Tahwan melalui ritual pertamanya bersama Bayan Khutugh . Namun Bayan terus menunggu dengan jubah resminya , menantikan Tahwan yang tak kunjung datang.  Khutugh berkata bahwa Tahwan yang bisa melepaskan jubah permaisuri di malam pertama.
Seo memuji Permaisuri begitu baik hati dan mulai mengompori tentang Seungnyang. Bayan Khutugh berkata tidak peduli denan semua itu dan meminta Dayang Seo untuk pergi saja.
***
Tahwan mabuk2an di kediamannya. Golta mengingatkan kalau Tahwan seharusnya mengunjungi kediaman Bayan Khutugh untuk malam pertama .  Tahwan yang mabuk bersikeras hendak pergi mengunjungi kediaman Seungnyang.
Golta memprotes bagaimana bisa Tahwan ke tempat seorang selir dikala harus melalui malam pertama bersama seorang Permaisuri ?  . Tahwan menggerutu kalau merasa tidak punya wewenang sebagai kaisar untuk menyukai selir yang mana.
Ibu Suri muncul di kediaman Tahwan . Ibu Suri mengingatkan kalau Tahwan adalah seorang Kaisar yang tidak bisa mendapatkan apapun yang diinginkan . Ibu Suri menasehati , bahwa menjadi seorang Kaisar berarti akan bertindak sesuai Aturan Istana , itulah pertanda seorang Kaisar yang agung .
Tahwan tertawa sinis kalau hal itu sama saja sebuah gambaran kaisar yang lemah . Tahwan juga mulai mencurigai Ibu Suri .
Ibu Suri dengan terisak memperingatkan kalau Tahwan tetap bersikeras , maka tidak ada pilihan lain bagi Ibu Suri untuk mengusir Seungnyang dari Keluarga Istana.

Tahwan menjadi gusar dan menghardik Ibu Suri . Ibu Suri mengingatkan kondisi Tahwan persis seperti kaisar Xuanzong dan Selir Yang dari masa Dinasti Tang.
(Red - Selir Yang atau Yang Guifei adalah salah satu empat wanita tercantik sepanjang sejarah Tiongkok . Dan Kaisar Xuanzong adalah salah satu kaisar terbesar Dinasti Tang , kira2 hidup 6 abad sebelum era Tahwan . Xuanzong dikenal kaisar besar tetapi lemah terhadap pengaruh Selir Yang yang cantik. 
Kembali ke Tahwan , betapapun Ibu Suri punya maksud terselubung , tetapi argumen yang di ajukan Ibu Suri adalah benar. Jika Tahwan menghabiskan malam bersama seorang selir seperti Seungnyang dan melewatkan malam pertama bersama Permaisuri , itu sama saja membuat posisi Seungnyang sendiri terancam . Orang-orang akan mempergunjingkan "ketamakan" Seungnyang yang mengangkangi Tahwan . Dan ketidakpuasan dari Bayan dll akan mencuat , menimbulkan pertentangan baru yang akan membuat Tahwan seperti Kaisar Xuanzong dari era Tang tersebut. )
Ibu Suri mengingatkan walau hanya demi Seungnyang , Tahwan juga harus melindungi posisi sendiri sebagai Kaisar dan menyelesaikan ritual pernikahan dengan melalui malam terakhir bersama Permaisuri Bayan Khutugh .
***
Wajah Seungnyang berubah ketika mendengar laporan Hongdan , bahwa Tahwan akhirnya mengunjungi kediaman Bayan Khutugh .
Seungnyang memandang Pangeran Ayushiridara yang tertidur . Seungnyang teringat masa bahagianya bersama Tahwan .
Sebuah kilas balik . Tahwan duduk diranjang mencandai Pangeran Ayu . Tahwan pura2 menggerutu pada Ayu , yang telah membuat Seungnyang tidak memperhatikan Tahwan lagi . Seungnyang mencandai Tahwan agar jangan menggangu anak mereka berdua. Tahwan tiba2 cemburu dengan perhatian Seungnyang pada Pangeran Ayu .
Tahwan mengajukan satu pertanyaan klise : Mana yang lebih berharga ? Aku atau anak kita ? .Seungnyang tidak kehabisan akal dengan melontarkan pertanyaan yang sama : Mana yang lebih berharga ? Aku atau Pangeran Ayu ?

Tahwan tersenyum dan meletakkan Pangeran Ayu kembali keranjang. Tahwan menghampiri Seungnyang dan berkata kalau tak pernah sebahagia ini sebelumnya. Tahwan khawatir ini hanya mimpi sesaat. Seungnyang berkata itu bukan mimpi , melainkan kenyataan bahwa kini Seungnyang mendampingi Tahwan bersama Ayu .
Tahwan berkata justru karena itu makin merasa khawatir akan terbangun menemukan realita yang berbeda. Seungnyang menenangkan hal itu tidak akan terjadi .
(Red - Well sebagaimana ucapan Bayan yang minta dibunuh Tal Tal jika Bayan nanti berubah seperti El Temur . Pertanyaan klise ini bisa berarti sesuatu di masa depan . Ketika Ayushiridara nanti dewasa , pikiran seorang Seungnyang mungkin sudah berbeda lagi , antara memilih Tahwan untuk terus bertahta atau Ayushiridara ? Wait and See )
Tahwan berkata lagi bahwa terlepas dari masalah mimpi atau realita , tetap berjanji untuk menjadikan Seungnyang sebagai Permaisuri , dan menjadikan Ayu sebagai Putera Mahkota. Dan mereka bertiga akan bahagia kelak .
***
Tahwan kini sudah berada di kediaman Bayan Khutugh . Tahwan masih mabuk2an juga. Bayan Khutugh mencoba menuangkan minuman untuk Tahwan .

Tahwan menepis tangan Khutugh dan berkata : Maafkan aku , mulai sekarang dan kedepannya , akan ada beberapa kali aku akan meminta maaf padamu . Dan aku minta maaf lagi , bahwa tidak ada yang bisa kau lakukan saat ini . Jangan mencoba untuk mencari perhatian dariku , wahai Permaisuri .
Bayan Khutugh : Yang Mulia , aku mohon panggil namaku saja sebagai Boyan . Sebagai permaisurimu , tentu aku dapat meminta itu khan ? Itupun aku sudah merasa cukup , dan tidak akan mencari perhatianmu lagi .
Tahwan terbangun keesokan harinya , menyadari Khutugh terus duduk menunggu di kursi semalaman . Tahwan bangkit dari ranjang dan masih merasakan pusing akibat mabuk kemaren malam . Tahwan bertanya apa Khutugh duduk semalaman disitu ?
Khutugh mengangguk untuk membenarkan .  Tahwan bertanya kenapa Khutugh tidak memanggil para dayang istana agar bisa berganti pakaian . Khutugh berkata bahwa dayang istana tidak berharga untuk membuka pakaian seorang Permaisuri di malam pertama.

Khutugh bangkit dan tiba2 merasakan keram di kaki hingga terjatuh ke lantai .  Tahwan berkata kalau Khutugh gigih juga memaksakan diri duduk semalaman .Tahwan bangkit dari ranjang dan membantu Khutugh duduk kembali di kursi .
Tahwan tidak menjawab dan malah memanggil Golta masuk untuk menyiapkan sarapan di kediaman Seungnyang . Khutugh menenangkan , kalau dia akan bersikap bersahabat dengan Seungnyang .
***
Tahwan senang ketika melihat Seungnyang dkk yang sedang berjalan .  Namun Seungnyang tidak dalam mood menyambut Tahwan , dan lebih memilih menemui Tal Tal .
Tahwan menegur Golta apa belum memberitahukan rencana sarapan bersama di kediaman Seungnyang . Golta mengaku sudah memberitahu .  Seungnyang meminta maaf karena ada keperluan lebih penting untuk menemui Tal Tal .
Seungnyang berlalu . Tahwan mencengkram tangan Seungnyang dan melontarkan alasan kalau kemaren malam mabuk dan badan sedang tidak enak .  Seungnyang mengatakan kalau dia juga hampir tidak bisa tidur.
Seungnyang berlalu meninggalkan Tahwan .
Golta terseinggung dengan perlakuan Seungnyang pada Tahwan yang kasar didepan banyak orang seperti itu . Tahwan membela Seungnyang pasti merasakan sakit hati karena peristiwa kemaren malam .
***
Tal Tal dan asistennya masih terus memeriksa arsip El Temur untuk mencari petunjuk tentang harta karun El Temur.  Ketika mendengar Seungnyang tiba , Tal Tal memerintahkan asisten untuk menyembunyikan buku catatan El Temur.
Seungnyang masih sempat memperhatikan buku itu dibereskan Asisten Tal Tal . Seungnyang bertanya apaan itu ? . Tal Tal berkata itu pembukuan El Temur.  Seungnyang bertanya apa Tal Tal  sampai sekarang belum berhasil juga menghitung seluruh kekayaan El Temur ?

Tal Tal bertanya apa Seungnyang kini membenci Bayan ? . Seungnyang berdusta kalau dia tidak membenci Bayan , namun menyindir seperti mendapat perlakuan habis manis sepah dibuang.
Seungnyang tidak ingin terjadi kesalahpahaman dengan Permaisuri . Seungnyang meminta bantuan Tal Tal untuk menyampaikan pesan pada Permaisuri .Tal Tal bersedia.
Seungnyang berlalu .
Asisten berkata pada Tal Tal kalau belum lama ini , Pangeran Ayu hampir diracuni . Tal Tal merasakan firasat buruk dan bertanya apa pelakunya sudah tertangkap ? . Asisten berkata belum .
Tal Tal bergumam : Jangan jangan ........(menerka siapa pelaku yang meracuni Ayu)
Asisten : Apa anda sudah punya petunjuk ?
Tal Tal berdusta mengatakan tidak tahu apa2.

***
Bayan Khutugh sedang di kompori oleh Dayang Seo tentang hal-hal buruk mengenai Seungnyang , yang dianggap telah membiarkan Permaisuri menunggu Tahwan kemaren malam .  Lagi lagi Bayan Khutugh menampilkan wanita lembut yang baik hati dan berkata tidak mau membenci Seungnyang hanya karena rumor belaka.

Tal Tal muncul menemui sepupunya . Bayan Khutugh menyambut Tal Tal dengan senang .  Khutugh memerintahkan dayang untuk menyiapkan teh untuk menjamu Tal Tal .
Tal Tal mengatakan tidak perlu , dan mempersilahkan Dayang Seo untuk pergi .
Berdua saja diruangan . Khutugh berkata : Jangan katakan kamu juga mendengar aku terpencil kemaren malam .  Tal Tal : Bisakah kamu berbicara biasa saja denganku ? . Khutugh tersenyum : Aku juga merasa aneh berbicara dengan formal dan sopan kepada kakak .
Tal Tal : Boyan , walaupun kita itu saudara jauh tetapi aku banyak mendengar tentangmu dari Paman Bayahn . Aku paling memahami siapa kamu dibandingkan siapapun .  Aku harap kau jangan mengulangi tindakan nekat dan curang lagi .
Wajah Khutugh yang semula lembut berubah menjadi bengis mendengar perkatan Tal Tal terakhir .
Tal Tal melanjutkan : Kamu berani mengirim racun pada seorang pangeran cilik . Apakah kamu itu manusia ? Aku tahu kamu ini lebih punya sifat bersaing dan lebih kejam dari siapapun . Kamulah orang yang meletakkan burung di kandang ketika kamu terganggu oleh kicauan mereka.
Khutugh dengan ketus dan angker memerintahkan Tal Tal untuk berhenti berkata tidak formal padanya. Apa kamu pikir aku sembrono untuk membunuh seseorang ? Aku hanya ingin menunjukkan sedikit saja (dengan memperagakan dua jari) , bahwa aku adalah Permaisuri di negara ini . Aku tidak datang kesini hanya untuk kalah dari seorang selir rendahan .  Kamu lihat saja bagaimana aku akan menyingkirkan Seungnyang , dan merebut Kaisar darinya.

Tal Tal memperingatkan : Aku tidak peduli urusan dalam Istana , tetapi aku tidak bisa tinggal diam kalau kamu membahayakan klan dan keluarga kita .
Tal Tal berlalu .
Khutugh menyeringai dan bergumam kalau Tal Tal itu pria gila.
***
Ketika Tal Tal meninggalkan kantornya . Hongdan dan Bulhwa masuk untuk mencuri pembukuan El Temur.
Mereka berhasil dan kembali ke kediaman Seungnyang . Mereka bersama2 menyalin pembukuan itu .  Hongdan menemukan sebuah peta yang terselip dalam salah satu buku El Temur.
Bulhwa menyimpulkan itu peta kediaman seseorang.  Peta itu adalah peta kediaman El Temur yang kini sudah diduduki oleh Bayan .
***
Bayan mengeluh kalau sudah beberapa hari berlalu , tetapi informasi tentang harta karun rahasia belum juga diemukan .  Bayan khawatir kalau Dangkise menemukan terlebih dahulu akan membahayakan mereka .
Tal Tal berkata kalau dia ada satu cara , yakni menemui pemimpin Eagle House yang misterius itu karena punya hubungan dekat dengan El Temur.  Dari laporan intelijen , Tal Tal mendapat informasi bahwa di Yeongyeong ada seorang yang mungkin tahu identitas sebenarnya dari Ketua Eagle House.
***
Dangkise dkk dibawa oleh Bisoo untuk menemui salah satu Petinggi Eagle House.  Petinggi itu menyambut Dangkise dengan ramah . Dangkise heran dan bertanya apa Petinggi itu mengenalnya ?

Petinggi mengatakan pernah melihat sekilas Dangkise ketika bertemu dengan El Temur.  Dangkise to the point dan mengatakan dia sedang mencari harta karun ayahnya  , dan meminta bantuan dari sang Petinggi itu untuk menelusuri keberadaan harta karun .
Petinggi hanya mengetahui sedikit saja , bahwa El Temur pernah membunuh satu warga desa . Jocham nimbrung bertanya apa alasannya. Byeongsoo menjelaskan hal itu untuk menjaga kerahasiaan lokasi harta karun .  Petinggi mengaku kurang jelas dalam hal ini , dan Ketua Eagle House mungkin lebih tahu masalah ini . Dangkise memohon agar dipertemukan dengan Ketua .
Petinggi mengatakan Ketuanya tidak mudah menemui sembarang orang . Petinggi berjanji akan mendiskusikan hal ini dengan Ketuanya.
Dangkise berlalu dari ruangan .
***
Byeongsoo diam2 membahas bersama Jocham di ujung koridor ruangan . Byeongsoo mengatakan tidak akan sudi mengikuti rencana nekat Dangkise untuk melancarkan gerakan pemberontakan .

Jocham terperanjat , dan kumisnya sempat dipelintir oleh Byeongsoo agar tutup mulut.  Byeongsoo bertekad akan mendapatkan harta karun untuk diri sendiri , dan juga untuk menyelamatkan Yeonhwa .  Jocham memuji kecerdikan Byeongsoo .
***
Didalam ruangan , Bisoo mengungkap kekhawatiran bahwa Dangkise adalah buronan nomer satu saat ini , dan akan menyeret masalah ini pada kelompok Eagle House.
Petinggi berkata kalau Ketua berada tak jauh saat ini tetapi bukan waktu yang tepat untuk bertemu .
***
Sementara itu Dangkise juga memikirkan kemungkinan Bayan sedang mengincar harta karun itu .
Dangkise memerintahkan asistennya untuk mencari tahu perkembangan terbaru di istana.
***
Wang Yoo dkk tiba di perbukitan . Mereka melihat anak2 kecil menyanyi lagu2 daerah .  Wang Yoo dkk terus berjalan hingga menemui Jeokho yang sedang "cuti" dari pertambangan .


Jeokhoo mengatakan kalau Dangkise berhenti mencari untuk sementara waktu dan meninggalkan pertambangan dengan tergesa2 bersama Byeongsoo dan Jocham .
Wang Yoo merasakan misi ini semakin sulit.  Tiba2 Wang Yoo tertarik dengan nyanyian anak2 di luar ruangan .
***
Di ruang rahasia , Seungnyang sedang berkerja keras bersama Bulhwa untuk melacak keberadaan harta karun .  Seungnyang mengajukan beberapa tempat yang mungkin digunakan El Temur untuk menyembunyikan hartanya.
Pekerjaan mereka terganggu oleh kedatangan Tahwan ke kediaman Seungnyang. Hongdan melaporkan pada Seungnyang . Bulhwa dan Seungnyang keluar dari ruang rahasia di saat yang tepat.
Tahwan masuk kedalam dan mengomel kenapa Seungnyang tidak muncul ketika di panggil . Seungnyang berkilah bukankah Tahwan sedang ingin tenang dan menyendiri ?
Tahwan mengaku tidak bisa sendiri tanpa didampingi Seungnyang. Dan Seungnyang meminta waktu untuk menyembuhkan hatinya yang terluka .  Tahwan memanggil Seungnyang dengan formal (gelar) , dan berharap tidak marah  .
Tahwan berlalu .
Bulhwa datang lagi mendampingi Seungnyang. Bulhwa bertanya kenapa tidak membahas masalah harta karun ini bersama Tahwan ? .
Seungnyang berkata akan merahasiakan ini dari Tahwan , karena tidak menginginkan harta karun itu dinyatakan sebagai aset negara.
Hongdan mengabarkan informasi bahwa Wang Yoo mengajak Seungnyang bertemu disebuah biara Buddha.
***
Tal Tal juga sedang berpikir keras tentang harta karun itu di ruang kantornya. Tal Tal berpikir kalau El Temur tidak akan menaruh harta karunnya sebegitu jauh, tetapi masih dalam batas jangkauan .

Ketika Tal Tal memeriksa rak buku , dia menyadari susunan buku sudah berubah .Tal Tal bertanya pada dua asistennya , apakah mereka menyentuh buku2 El Temur. Asisten berkata tidak .
Tal Tal menyimpulkan bahwa ada "seseorang" dalam Istana yang tertarik dengan harta karun juga.
***
Dangkise sedang mengasah pedannya di kamar ketika Byeongsoo datang melaporkan Seungnyang dalam perjalanan keluar istana. Dangkise memerintahkan Byeongsoo untuk mengumpulkan orang.
***
Seungnyang dkk sedang berjalan menuju tempat untuk bertemu Wang Yoo . Tiba2 para pembunuh mengepung mereka.

Seungnyang menghardik siapa yang mengutus para pembunuh itu ? . Dangkise memperlihatkan wajahnya dan berkata akan membalas dendam pada Seungnyang karena kematian El Temur dkk .

Seungnyang juga sama , dan berkata kali ini akan membalas dendam untuk kematian Ibunya.
Disarankan follow Twitter Bentara agar bisa mengikuti update terbaru

0 comments:

Post a Comment