Tuesday, March 18, 2014

Sinopsis : Empress Ki - Episode 38

Standard
Dalam episode sebelumnya (episode 37) .  Keluarga El Temur mengalami titik balik yang menyedihkan dan tragis. El Temur ditangkap , dan sempat menyaksikan kematian Tapjahae . El Temur menyusul ke alam kematian setelah memperingatkan Kaisar , Ibu Suri betapa berbahayanya Seungnyang. Kita bisa melihat tatapan misterius Seungnyang yang semakin ambisius , dan tatapan khawatir Ibu Suri yang seakan merasa Seungnyang bisa mengancam kedudukan Ibu Suri .


Well , serial "Empress Ki" mencapai real final di episode minggu ini dengan kematian El Temur . Kemungkinan besar Tanashiri juga akan menyusul jejak Tapjahae dan El Temur yang sudah tewas duluan.
Jika demikian akan ada antagonis berikutnya di sisa 13 episode untuk menggantikan keluarga El Temur untuk tetap meramaikan serial ini sekaligus mengamankan rating tinggi di pihak MBC.
Melihat beberapa point yang diungkap El Temur adalah kejujuran yang diungkap ketika orang menjelang kematian .  Walaupun sebagai antagonis utama tentunya ada yang menganggap ucapan El Temur sebagai kutukan .
  • El Temur berkata Dinasti Yuan akan berakhir jika Seungnyang masih di istana.
  • Seungnyang akan memenuhi Istana dengan orang2 Goryeo .
  • Tahwan akan menjadi kaisar boneka walaupun El Temur tiada nanti .
Ucapan El Temur adalah benar dalam segi politik .
Seungnyang yang berdarah Goryeo berada ditengah dominasi Mongol  dilingkungan Istana Yuan . Dengan demikian dia harus menarik sebanyak mungkin orang Goryeo sebangsa yang lebih bisa dipercayainya .
Kemungkinan besar Bayan akan menggantikan El Temur untuk menjadi Perdana Mentri .  Dan kepentingannya dengan Seungnyang mulai berbeda. Menurutku Bayan akan mengulang cara lama . Tidak ada yang lebih halus dalam manuver politik klasik selain mendorong political marriage (mengirim wanita kerabat untuk dekat dengan Kaisar) . Diawal2 episode , Bayan toh juga pernah melakukan hal yang sama , tetapi gagal , karena El Temur bergerak lebih cepat untuk menikahkan Tanashiri dengan Tahwan.
Dengan ambisi yang terpancar dari suara hati Seungnyang ketika melihat El Temur meregang nyawa . Dapat dimaklumi , Selir mana yang tidak ingin anaknya menjadi Kaisar ? .  Konflik terbaru akan segera terjadi .  Tetapi untuk itu menurutku ada tontonan hiburan karena masih ada Dangkise yang akan menantang Bayan .
Coming soon : Artikel biografi El Temur berdasarkan versi sejarah .

Update

  • Menambahkan preview ( March 14 ,  16.00 WIB)
  • Disarankan follow Twitter Bentara agar bisa mengikuti update terbaru

Sinopsis

Empress Ki – Episode 38
Written Preview
Tanashiri: Maha will exact revenge.
Empress Dowager : Politics is not a game. One mistake can cost you your life.
Ta-hwan: You still refuse to change?
Tanashiri: Kill me. Please..
Ta-hwan: Poison, then.
Tanashiri: Wang Yu. I hate you
Wang Yoo: As well you should.

Diantara keluarga El Temur , tinggal tersisa Dangkise , serta Tanashiri dan anak (palsunya) Maha. Tanashiri masih berharap Maha akan membalas dendam suatu hari nanti .
Pangeran Maha sedang diasuh oleh Ibu Suri yang dengan tekun menyuapinya.
Usai bertemu dengan Tahwan - Seungnyang . Ibu Suri tertawa terkekeh seperti nenek sihir . Guru Jang yang ada disampingnya jadi terkejut.
Ibu Suri berkata kalau politik bukanlah suatu permainan , dan satu kesalahan saja bisa merenggut nyawamu .  Tanashiri - Dayang Seo - Yeonhwa menyembah sujud dihadapan Ibu Suri .
Tahwan melihat Tanashiri masih belum berniat untuk merubah diri . Tanashiri memohon agar dia dibunuh saja. Tahwan mengatakan akan menyiapkan racun .
Tanashiri didampingi Dokman dkk berpapasan dengan Wang Yoo .  Tanashiri mengungkap kebenciannya pada Wang Yoo . Wang Yoo berkata bahwa itu sudah seharusnya Tanashiri membencinya.

Rekap

Empress Ki - Episode 38
Dipertambangan rahasia . Jeokho dan para budak terus mencari harta karun emas El Temur dengan iming2 kebebasan dan hadiah yang besar dari Dangkise. Namun pencarian ini belum membawa hasil yang memuaskan , Jeokho sendiri menggerutu jangan2 mereka sedang mencari emas yang tidak pernah ada.  Byeongsoo juga memandang ragu kearah Dangkise yang sedang berdiri .
Diruangan pribadi  , Byeongsoo berkata kalau harta karun itu mungkin hanya rumor tak berdasar, sudah empat hari berlalu , jangankan batangan emas , bahkan serpihan emas saja tidak ada. Dangkise bertanya apa mungkin tidak ada ? Apakah tempatnya sudah pasti ? .
Byeongsoo hanya bisa menghela nafas.
Asisten Dangkise tiba membawa kabar buruk bahwa El Temur sudah dihukum mati  . Dan mayat El Temur - Tapjahae akan dipamerkan kepada publik di jalanan Dadu (kini Beijing)  , dan sebagai pelajaran pada orang-orang.

Byeongsoo dan Jocham pun terkejut mendengar kabar itu . Dangkise menangis kencang mendengar hal ini , antara terkejut , sedih sekaligus penyesalan karena tidak bisa menyelamatkan ayahnya. Dangkise meraung2 merasa sebagai anak tidak berbaktu , terisak  menyebut ayahnya .
***
Jenasah mantan orang nomer satu di Yuan kini tak lebih dari seonggok mayat hina diatas gerobak kayu yang sederhana . Disamping mayat El Temur ada mayat anaknya , Tapjahae.  Rakyat sibuk menyumpahi mayat2 itu sebagai tiran yang brutal  maupun penghianat , dan Langit telah menghukum.

Seungnyang berkaca2 dan bergumam dalam hati : Ayah , apakah ayah sedang menyaksikan hal ini ? Orang yang membuat ayah mati mengenaskan , kini tak ubahnya mayat tak bernyawa. Aku merasa lega bisa membalas dendam ayah . Mohon ayah bisa beristirahat dalam damai .
Seungnyang menyapu air mata . Tahwan memperhatikan itu dan bertanya apa yang terjadi . Seungnyang berkata tidak ada apa2 .
Seorang rakyat bertanya pada Bulhwa , siapa wanita disamping kaisar , apakah Selir Ki yang paling berjasa dalam hal ini ? . Bulhwa membenarkan .  Setelah rakyat tahu apa yang terjadi , rakyat mulai mengelu2kan Seungnyang dan Tahwan .

Ibu Suri melihat hal itu jadi terganggu pikirannya , entah merasa tersaingi / terancam / iri pada popularitas Seungnyang ? .
Kasim Bang - Moosong yang juga melihat hal itu dapat menerka kalau Seungnyang akan menjadi kandidat kuat Permaisuri (menggantikan Tanashiri) .  Mereka merasa lega karena Wang Yoo juga akan mendapatkan tahta Goyreo kembali .
Wang Yoo sendiri hanya memandang hal itu .
***
Sebagaimana Dangkise ,  Tanashiri juga histeris saat tahu El Temur sudah mati . Tanashiri mengamuk dan membanting piring2 di meja.  Dayang Seo dan Yeonhwa sibuk menenangkan Tanashiri . Tanashiri mengamuk : Bagaimana mungkin aku bisa tenang , ayahku tewas mengenaskan , dan belum cukup dengan itu , bahkan dihujat oleh rakyat juga ?  Aku harus menemui Kaisar , segera panggil Kaisar kesini !!

Tahwan muncul , disambut pertanyaan sinis nan frustasi dari Tanashiri.
Tanashiri : Apa kau puas sekarang ? Penjahat yang banyak melakukan kejahatan , tetapi mendapat pengampunan karena beliau adalah ayah mertua anda , apakah hal itu sulit ? Apa semakin mengenaskan kematian ayahku akan membuat anda semakin berkuasa , begitukah ?
Tahwan menatap kecewa pada Tanashiri yang belum juga berubah .
Tanashiri berkata : Aku telah berubah , bahwa kebencian terhadap anda telah berubah menjadi kemarahan , kesalahpahaman menjadi sebuah kutukan , aku mengutuk Yang Mulia , aku berdoa agar anda masuk neraka. Aku berharap agar apa yang dihargai oleh anda akan hancur .
Tahwan : Lanjutkan !
Tanashiri terisak : Aku sudah tidak punya siapa2 lagi , ayahku , suamiku , bahkan saudaraku tempat aku berkeluh kesah sudah tiada . Jadi kepada Yang Mulia aku memberanikan diri untuk mengatakan kata2 keji ini , karena tidak akan ada kesempatan seperti ini lagi . Terimakasih banyak karena "keberanian" yang anda berikan , kebaikan anda yang tak terbatas , Yang Mulia .
Tanashiri tertawa seperti kehilangan sedikit kewarasannya. Tahwan berkata bahwa hukuman mati dengan racun telah disiapkan .
Dayang Seo dan Yeonhwa hanya bisa terperanjat mendengar hal ini . Tanashiri seakan tak percaya mendengar hal ini : Hukuman racun ? Anda ingin membunuhku ? Lihat saja , anda harus mencabik2 tubuhku !!
Tahwan berharap Tanashiri sebagai seorang manusia , agar sebelum mati bisa meminta maaf pada orang2 yang telah dibunuh Tanashiri .
Tahwan berlalu .
Harapan Tanashiri satu2nya adalah berharap Pangeran Maha bisa membalaskan dendam untuk kematiannya nanti berkali2 lipat .  Tanashiri berkata bahwa hal ini belum berakhir . Tanashiri meminta Yeonhwa dan Dayang Seo untuk mengatakan pada Pangeran Maha dikemudian hari , bagaimana Ibunya mati mengenaskan .
***

Ibu Suri - Guru Jang berpapasan dengan Dokman dkk sedang mengantar hadiah entah kemana dan untuk siapa  . Ibu Suri dan Guru Jang bertanya untuk siapa hadiah itu ?  Dokman berkata bahwa para Gubernur mengirimkan hadiah ini'. Ibu Suri menerka kalau hadiah itu untuk Seungnyang .
Dokman membenarkan kemudian berlalu setelah dipersilahkan Ibu Suri  . Ibu Suri tampak marah besar dan terus menumpukkan kekecewaan terhadap popularitas Seungnyang yang menjulang.
***
Di kediaman Seungnyang , para kasim dan dayang berbaris membawa hadiah yang berlimpah . Hongdan dan para dayang memperlihatkan hadiah satu persatu kepada Seungnyang. Hadiah itu berupa perhiasan berharga , kain2 mahal etc dari para Gubernur .
Seungnyang memerintahkan hadiah itu untuk diserahkan ke pihak Istana saja. Hongdan terheran menyayangkan hadiah semahal itu diserahkan begitu saja.

Bulhwa membuka satu kotak lagi . Didalamnya ada ginseng pemberian keluarga kerajaan Goryeo (keluarga Wang Yoo) . Hongdan terpukau melihat hadiah ginseng yang langka ini . Bulhwa menyadari ada surat rahasia yang tersembunyi dalam kotak dari Raja Goryeo (Ayah Wang Yoo) . Bulhwa mengambil surat itu dan memperlihatkannya pada Seungnyang.
(Red - Wang Yoo semestinya bertahta sebagai raja. Karena harus menjalani masa pengasingan ke Yuan , maka ayah Wang Yoo kembali menjadi raja untuk sementara) .
***
Sebagaimana Seungnyang , Wang Yoo juga menerima surat dari ayahnya . Ayahanda dalam suratnya menasehati Wang Yoo : " Putraku Wang Yoo , kudengar Selir Ki , seorang wanita kelahiran Goryeo akan segera dinobatkan menjadi Permaisuri Yuan . Jika seorang Goryeo menjadi Permaisuri Dinasti Yuan , maka ini merupakan satu hal besar bagi bangsa kita. Kau harus membantunya menjadi Permaisuri . Dan jika di masa mendatang mungkin dia akan membantu Goryeo .  Ini akan menjadi berkat yang lebih bernilai dari 10 ribu tael emas.
***
Kembali ke kediaman Seungnyang. Para dayang Seungnyang yang berasal dari Goryeo mengungkap kekecewaan bahwa Raja Goryeo tidak tahu malu , memperhatikan Seungnyang setelah mulai berkuasa , dan tak peduli saat para wanita Goryeo dipersembahkan sebagai wanita upeti . Dan sekarang malah mengirim surat.  Hongdan dkk mengeluhkan Raja Goryeo yang kurang perhatian . Mereka juga berkeluh kisah tragis yang mereka alami , termasuk keluarga mereka.  Pertanyaan penting adalah apa yang telah dilakukan Goryeo terhadap rakyatnya ? .
Bulhwa meminta Hongdan untuk diam.
Seungnyang memilih untuk tidak membuka surat , menaruh surat itu ke laci , untuk membacanya dikemudian hari .
***
Kasim Bang - Moosong menganggap Wang Yoo sudah terlalu sering membantu Seungnyang. Mereka berharap Wang Yoo bisa berhenti membantu Seungnyang kali ini dan malah memperumit masalah baru antara hubungan Wang Yoo - Seungnyang.
Pada saat itu Jeombakyi - Bisoo menerobos masuk membawakan info penting . Jeombakyi mengatakan bahwa Tal Tal dan anak buah sedang menggeledah bekas kediaman El Temur. Bisoo menerka kalau Bayan - Tal Tal sedang mencari informasi tentang harta karun itu .
***
Di kediaman El Temur , Tal Tal mengerahkan banyak anak buah untuk menggeledah setiap penjuru kediaman El Temur.  Namun hasilnya belum memuaskan .

Bayan menerima laporan Tal Tal menjadi berang dengan kegagalan ini .   Bersamaan dengan itu Wang Yoo dkk tiba untuk menemui Bayan . Bayan mengomel bahwa kekayaan El Temur tidak mungkin hanya begini saja.  Tal Tal bertanya apa Wang Yoo yakin kalau El Temur memiliki harta karun ? . Wang Yoo berkata hanya dengar2 saja dan belum ada bukti .
Bayan bertanya apa Dangkise sudah ditemukan ? . Tal Tal mengatakan belum . Bayan mengomel seharusnya dia tidak mempercayai para Gubernur bodoh untuk melacak Dangkise.
Wang Yoo bertanya kenapa Bayan duduk diruangan El Temur ? . Bayan berkata bahwa menata kembali Dinasti Yuan adalah prioritas utama .

Bayan menegaskan rasa optimisnya untuk diangkat menjadi Perdana Mentri menggantikan El Temur .  Tal Tal mengatakan kalau Wang Yoo juga akan mendapatkan tahta Goryeo kembali . Wang Yoo dkk tersenyum mendengarnya .
Namun Bayan mengingatkan Wang Yoo agar tetap berkerjasama sekalipun Wang Yoo nanti pulang ke Goryeo untuk menjadi raja kembali . Menurut Bayan , Goryeo tetaplah negara tribute Yuan yang harus tetap mengikuti hirarki sebagai negara bawahan.
Kasim Bang - Moosong jelas tidak suka mendengar hal ini .
***
Diluar , Kasim Bang - Moosong mengungkap kekecewaannya bahwa Bayan tidak lebih baik dari El Temur . Bahkan El Temur sendiri tidak begitu terang2an mengatakan langsung pada Wang Yoo , sebagaimana yang dilakukan Bayan barusan . Mereka memprediksi , belum jadi Perdana Mentri saja sudah begitu , apalagi nanti setelah menjadi Perdana Mentri ?
Wang Yoo dkk berpapasan dengan Seungnyang dkk . Sesuai tata krama , Wang Yoo - Seungnyang saling memberi hormat.

Seungnyang hendak berlalu .
Wang Yoo mengingatkan Seungnyang agar berhati2 terhadap Bayan . Menurut Wang Yoo bagaimanapun Bayan adalah seorang Mongol (konservatif) dan bagaimanapun Seungnyang itu berdarah Goryeo , dan suatu saat Bayan akan merasa Seungnyang sebagai batu sandungan
Seungnyang berbasa-basi akan mengingat nasehat Wang Yoo .
Wang Yoo mengatakan satu lagi nasehat agar Seungnyang tidak sering tampil , karena semakin banyak pengikut juga berarti semakin banyak musuh , dan sekali melakukan kesalahan , rekan bisa sekejap menjadi musuh .
Wang Yoo juga menasehati agar Seungnyang berhati2 menghadapi manuver para Gubernur , karena jika salah melangkah akibat berakibat fatal nanti .
Wang Yoo berlalu.
Seungnyang menegaskan pada Bulhwa - Hongdan ,  kalau dia masih percaya bahwa Bayan tidak akan berhianat. Lagipula Seungnyang merasa Bayan lah yang membuat Seungnyang melangkah sejauh ini .
***
Para Gubernur membahas apakah Seungnyang akan memberikan dukungan pada mereka atau tidak , secara Seungnyang itu putri angkat Bayan. Gubernur Oh berkata apapun mungkin , seperti seorang pria bisa menghianati ayahnya sendiri , apalagi Seungnyang - Bayan yang tidak punya hubungan darah secara langsung .
Seungnyang muncul menemui para Gubernur . Pembawaan Seungnyang semakin elegan dan percaya diri dan kini duduk dihadapan para Gubernur .

Gubernur bertanya apa Seungnyang menyukai hadiah yang mereka kirimkan ?. Seungnyang ingin tahu maksud para Gubernur dulu .
Para Gubernur mengungkap harapan mereka untuk mendapatkan dukungan dari Seungnyang .   Mereka mengajukan Gubernur Oh sebagai kandidat Perdana Mentri , dan mewakili aspirasi mereka semua. Alasan mereka adalah , dominasi Bayan yang menjadi kandidat kuat akan membuat Kaisar juga kehilangan dukungan para Gubernur . Para Gubernur juga berkata Seungnyang masih perlu dukungan dari mereka , karena belum pasti menjadi Permaisuri .
Seungnyang dengan diplomasi yang tegas mengatakan bahwa bukan posisinya untuk menentukan kebijakan yang sudah menjadi hak prerogatif Kaisar.  Seungnyang berkata akan memberi muka pada mereka , namun mengingatkan agar mereka tidak menghianati Kaisar.
***
Tahwan berjalan mondar-mandir di kediamannya . Tahwan mengalami jalan buntu untuk menentukan daftar penghargaan yang tepat. Begitu Seungnyang muncul , Tahwan langsung mengeluh karena pusing , baru kali ini menghadapi hal dan masalah ini .
Tahwan langsung memperlihatkan daftar itu .  Seungnyang punya pendapat lain agar menempatkan Gubernur Oh  .  Dengan demikian Tahwan bisa mengharapkan dukungan para Gubernur (excluding Bayan) .
Part 2 (of 3)


Tahwan juga memiliki pemikiran seperti Seungnyang , tetapi belum punya ide untuk bagaimana menempatkan beberapa Gubernur dengan tepat agar tidak mengecewakan Bayan nanti .
Seungnyang akhirnya membantu Tahwan dengan perombakan daftar penghargaan , dengan memisahkan antara mana yang sekedar gelar kuasa simbolis atau kuasa yang real .
Tahwan puas dengan hasil pekerjaan Seungnyang . Tahwan memuji kalau diantara semua , Seungnyang lah yang paling pantas mendapatkan penghargaan terbesar  , dan berperan besar , dibandingkan para Gubernur dan Bayan sekalipun . Seungnyang berterimakasih .

Ibu Suri memasuki ruangan Tahwan . Kali ini pandangan Ibu Suri kepada Seungnyang sudah tidak sehangat dulu . Namun Ibu Suri yang sarat pengalaman bisa menutupi dengan senyuman kepada Tahwan - Seungnyang .
Senyum Ibu Suri pudar saat melihat daftar penghargaan , berganti jadi terpana , dan juga kecewa setelah Tahwan bilang itu hasil pemikiran Seungnyang .
Ibu Suri menutupi hal itu dengan halus , dengan senyuman dan pujian pada Seungnyang yang bijaksana saat mendampingi Tahwan . Ibu Suri mengaku lega.
Tahwan - Seungnyang tersenyum satu sama lain tanpa menyadari perubahan situasi .
***

Diluar ruangan , Guru Jang berang karena mereka kalah cepat dalam bertindak dari Seungnyang yang rendah itu , dan itu sama saja dengan memerintah dibalik layar.
Ibu Suri tiba2 terkekeh seperti nenek sihir membuat Guru Jang heran . Ibu Suri berkata kalau pengumuman penghargaan diumumkan dalam edict Kaisar , maka peta politik akan berubah . Ibu Suri tersenyum ingin melihat wajah siapa yang paling muak dalam hal ini (Bayan ? )
***
Diruang tahta , para Gubernur dan Wang Yoo sudah berbaris menantikan kedatangan Tahwan . Begitu Tahwan masuk bersama Seungnyang dan Ibu Suri , mereka semua memberikan hormat.
Diatas singgasana , Tahwan mengumumkan masalah penghargaan ini berkaitan dengan keberhasilan membasmi keluarga El Temur  . Guru Jang membacakan daftar penghargaan dan satu persatu yang disebut maju kedepan .
Giliran pertama adalah Bayan yang mendapatkan posisi Perdana Mentri .  Gubernur Oh dkk tampak kecewa karena mengira Seungnyang tidak mendukung mereka. Diluar dugaan Gubernur Oh diumumkan mendapatkan posisi Sekretaris Agung .  Gubernur Oh dan Seungnyang sempat bermain mata . Lalu Gubernur Oh maju kedepan disamping Bayan untuk menerima penghargaan itu . Disusul berikutnya adalah Gubernur Pu sebagai Guru Agung dan Gubernur Seol sebagai Pengawal Agung.


***
Bayan menggebrak meja tanda ketidakpuasan terhadap keputusan Tahwan.  Anak buah Bayan menyarankan bossnya untuk menemui Tahwan dan mendapat kejelasan .
Ibu Suri lebih gesit dalam hal ini , dan muncul dihadapan Bayan . Ibu Suri mengungkap pada Bayan bahwa bukan Tahwan , melainkan Seungnyang yang ada dibalik keputusan dalam daftar penghargaan itu .
***

Disaat bersamaan Seungnyang berkata pada Tal Tal bahwa kedudukan "Tiga Paduka" itu hanya jabatan simbolis dan tidak berkuasa sebagaimana posisi Perdana Mentri . Alasan Seungnyang untuk memberi muka pada para Gubernur adalah agar Tahwan tidak kehilangan dukungan dari para Gubernur.
Tal Tal dapat menduga kalau paman Bayan tidak akan berpikir sejauh itu . Seungnyang meminta bantuan Tal Tal untuk menjelaskan hal ini pada Bayan .
***

Sebagaimana Seungnyang , Bayan juga menegaskan pada Ibu Suri bahwa Seungnyang tidak akan berhianat. Namun Ibu Suri adalah wanita yang sarat pengalaman dan dapat mengolah kata dan fakta untuk menjerat dan menghasut Bayan , dengan mengungkap fakta bahwa para Gubernur mendukung Seungnyang sebagai Permaisuri Baru .
Ibu Suri tahu bahwa Bayan itu seorang Mongol yang konservatif (sesuai sejarah) dengan identitas Mongol yang kuat (kalau dalam bahasa modern sekarang adalah ultra-nasionalis Yuan - Mongol )  , dan membenturkan dengan fakta bahwa Seungnyang itu berdarah Goryeo . Ibu Suri bertanya apa jadinya kalau tahta diduduki keturunan blasteran Goryeo seperti Pangeran Ayushiridara ?
(Red - Dalam Dinasti Yuan , (1) strata sosial paling tinggi adalah Mongol yang berkuasa , (2) disusul strata kedua bangsa2 asing atau "semu" seperti misalkan orang Uzbek , Tajik , Qipchak , Tartar dstnya , (3) disusul oleh Han (Chinese) yang "terjajah" Mongol .  Padahal dalam sejarahnya tokoh2 seperti El Temur , Budashiri , Tanashiri , Tahwan sendiri adalah blasteran Mongol dengan "semu" . Goryeo (disusul Joseon) dalam hal ini statusnya rendah karena negara bawahan / tribute/vassal /  Tiongkok sampai akhir abad 19) 
Ibu Suri menggiring / menghasut Bayan bahwa tahta Yuan akan turun level kalau diduduki seorang kaisar berdarah Goryeo .  Ibu Suri berpendapat bahwa yang bisa mencegah hal ini adalah Bayan , sang pelindung negara (bukankah itu juga tujuan  El Temur ? Melakukan kekejaman dengan dalih melindungi negara.)
(Sesuatu yang nyata dalam drama ini adalah peran wanita dalam politik tingkat tinggi di Tiongkok selama beberapa ribu tahun . Emansipasi mungkin belum mencuat , tetapi peran wanita dalam politik sudah mempengaruhi berbagai jenis pejabat dan Kaisar) .
***
Dua kasim penting , Bang (Kepala Kasim Goryeo ) dan Dokman (Kepala Kasim Dinasti Yuan) berbincang disebuah ruangan. Dokman memberi selamat atas keberhasilan Wang Yoo dipulihkan statusnya sebagai raja.
Kasim Bang mengambil kesempatan untuk meminta ijin menemui Pangeran Maha ,dengan alasan Wang Yoo merasa bersalah karena telah membuah pangeran cilik sendirian tanpa siapa2 (tanpa keluarga El Temur) .
***
Kasim Bang memasuki kamar Pangeran Maha . Dia menatap Maha seakan tahu bahwa dia anak rajanya , Wang Yoo . Kasim Bang dengan hati2 membuka selimut Pangeran Maha yang sedang tertidur.
Kasim Bang membuka kaos kaki dan menemukan tanda tiga bintang di kaki Pangeran Maha.
Kasim Bang menangis mengkhawatirkan nasib Pangeran Maha yang dalam bahaya tanpa Tanashiri.
***
Ibu Suri tiba di Istana Musim Dingin . Tanashiri berlutut dihadapan Ibu Suri memohon agar Ibu Suri mau melindungi Maha , karena hanya Ibu Suri yang bisa melakukannya saat ini .

Ibu Suri merasa tidak ingin mendengarkan segala sesuatu dari seorang Permaisuri yang dicopot dan angkuh seperti Tanashiri .
Tanashiri sudah terlanjur akut menganggap Maha sebagai anak kandungnya sendiri , dan terus memohon pada Ibu Suri . Bagi Tanashiri lebih baik mati asalkan Maha selamat.

Dayang Seo dan Yeonhwa juga ikut berlutut terhadap Ibu Suri .
Ibu Suri dengan wajah tanpa belas kasihan menepis pegangan Tanashiri terhadap kakinya.
***
Bayan semakin termakan hasutan Ibu Suri yang memang terdengar masuk akal , bahwa Seungnyang adalah selir favorit Tahwan dan juga mendapat dukungan para Gubernur , dan tak butuh waktu lama bagi Seungnyang nanti untuk mengumpulkan kekuasaan .
Manuver halus dalam politik adalah political marriage . Ibu Suri menyarankan agar Bayan mengambil kesempatan dengan membawa keponakannya yang cantik . (Hal yang sama yang dilakukan El Temur dengan menikahkan Tanashiri dengan Tahwan) .
Tal Tal menghadap , dan Bayan mengungkap rencana political marriage untuk mewujudkan keponakan cantiknya menjadi Permaisuri berikutnya. Bayan meminta Tal Tal untuk mendidik Bayan Khutugh.
Tal Tal mulai khawatir dengan ide ini karena merasa posisi Permaisuri lebih pantas didapatkan Seungnyang.
Bayan tetap bersikeras kalau posisi Permaisuri bukan urusan seorang wanita Goryeo . Bayan menjelaskan tujuannya adalah untuk memakmurkan rakyat di negara Yuan , dan bersumpah tak akan membiarkan siapapun menghalangi , termasuk Seungnyang sekalipun .
***
Tanashiri menunggu dengan was-was di Istana Musim Dingin . Dokman tiba bersama para kasim . Tanashiri mundur ketakutan .  Dokman memerintahkan Bulhwa dan para kasim untuk menyeret Tanashiri keluar.
Dayang Seo dan Yeonhwa tidak bisa berbuat banyak membela bossnya .  Mereka berdua menyusul keluar , tetapi tidak bisa melangkah lebih jauh karena dibendung oleh para kasim .
Tanashiri meronta saat diseret kasim . Tibalah ke area dimana para selir memandang sinis dan tidak ada satupun yang bersimpati pada Tanashiri .  Harga diri Tanashiri terusik , di menepis pegangan para kasim .  Tanashiri memandang dengan arogan keseluruh selir dan dayang sambil memaki2 .

Tanashiri jadi tidak peduli apa2 lagi selain mempertahankan harga dirinya. Dokman membawa para dayang untuk memberikan minuman racun pada Tanashiri . Sementara itu Dayang Seo dan Yeonhwa sudah menerobos dan berdiri disekitar  Tanashiri .
Tanashiri tersenyum sinis memandang mangkok racun itu , seakan hendak meminumnya , tetapi kemudian membanting mangkok racun itu ke tanah . Tanashiri berteriak menjerit2 memanggil Tahwan .

Tahwan pun muncul dan kali ini berserta barisan dayang yang masing2 membawa mangkok beracun .
Seorang dayang maju dan memberikan mangkok racun , namun Tanashiri tersenyum sinis , mengambil dan menuangkannya ke tanah .  Mangkok kosong itupun dibanting kearah Tahwan , tetapi lebih dekat ke posisi kaki Golta.

Seorang dayang lagi maju , dan Tanashiri langsung membanting semuanya.  Seorang dayang lagi maju , dan Tanashiri mengambil mangkok racun itu dan melemparkannya ke Tahwan . Kali ini lemparannya tepat dan mengenai dada Tahwan.

Tanashiri akhirnya bersuara , bahwa Tahwan telah membunuh ayah dan saudara Tanashiri untuk membalas dendam , lantas kenapa Tahwan ingin membunuh Tanashiri ?
Tahwan mengungkap alasan bahwa kesalahan Tanashiri adalah membunuh Lady Park yang sedang hamil  tanpa menyesal sedikitpun . Tahwan mengatakan bukan itu saja , hanya saja Tahwan merasa ikut malu kalau harus mengungkap semuanya.
Tanashiri menukas : Memangnya siapa yang membuatku jadi begini ? Dari awal kamu mengabaikanku dan tak memandang padaku . Orang yang membuatku jadi kejam begini adalah anda sendiri .

Tanashiri mencengkram kerah Tahwan sehingga membuat seluruh hadirin jadi terperanjat.  Tanashiri kembali mempertanyakan kenapa dia menjadi kriminal , apa kesalahannya ?
Tahwan menepis Tanashiri hingga terjengkang ke lantai . Tahwan hanya bisa terdiam dengan segenap kekecewaan karena Tanashiri tidak juga menyesal di saat2 terakhir.
Tanashiri bertanya apakah Pangeran Maha akan jadi sasaran berikutnya ? . Tanashiri berkata dia tidak rela mati sendirian , terlebih Tahwan juga dipandang bersalah bagi Tanashiri .
Seungnyang muncul dan menghardik Tanashiri untuk diam.
Part 3 (of 3)

Kemunculan Seungnyang menjadi senjata baru bagi Permaisuri Desperado Tanashiri yang melampiaskan kemarahan dengan menuding Seungnyang yang berada dibalik Tahwan dan menyebabkan Pangeran Maha kehilangan posisi Putera Mahkota.
Seungnyang menyarankan Tanashiri di hukum gantung saja agar sepadan dengan kejahatan selama ini . Tanashiri tak percaya dengan apa yang didengarnya. Tahwan menghela nafas dan menyetujui saran Seungnyang.  Tanashiri semakin terpukul .  Tahwan sudah keburu berlalu .

Tanashiri runtuh kesombongannya dan memohon agar Seungnyang mau menyelamatkan Pangeran Maha .  Seungnyang mengungkap kalau dia tahu Pangeran Maha bukan anak kandung Tanashiri .
Dalam jarak wajah yang saling berdekatan , Seungnyang bersumpah akan membiarkan seluruh dunia tahu tentang kebenaran ini .  Seungnyang berlalu . Tanashiri jatuh ke lantai dengan gontai . Yeonhwa yang licik pun tak kuasa menahan tangis melihat akhir tragis dari majikannya.
***
Sore hari yang sebenarnya indah dan langit begitu hangat . Tanashiri berjalan menuju ketempat kematiannya , didampingi Dokman dkk .

Tanashiri berpapasan dengan Wang Yoo . Tanashiri terisak melihat Wang Yoo dan menyesali kebodohannya dengan mempercayai Wang Yoo , juga menyerahkan hatinya pada Wang Yoo .
Tanashiri berkata walau akan mati , tidak akan memaafkan Wang Yoo dan akan mengutuknya .  Wang Yoo mempersilahkan hal itu .
Tanashiri berharap agar Wang Yoo tidak menonton eksekusi , tidak ingin Wang Yoo melihat akhirnya yang menyedihkan .


Tanashiri berlalu namun sempat memandang Wang Yoo .  Mata Tanashiri berlinang .
***
Seungnyang dkk , dan rakyat sekitar ikut menonton eksekusi Tanashiri . Sementara itu Dangkise - Byeongsoo - Jocham hadir dengan menyamar sebagai rakyat.
Tanashiri digiring dengan kepala tertutup kain hitam menghadapi tiang gantungan dengan tubuh terikat .  Dangkise tidak tahan lagi hendak turun tangan , tetapi Byeongsoo mengingatkan Dangkise bisa mati konyol jika ketahuan .

Seungnyang memandang Tanashiri dengan wajah bengis . Tanashiri dibuka penutup kepala dan harus menghadapi penghinaan rakyat yang mengharapkan kematian putri El Temur.
Tanashiri meronta2 karena takut menghadapi kematian mengenaskan ini . Algojo memaksa tali pengikat ke kepala Tanashiri .
Dangkise hanya bisa menangis melihat adiknya diperlakukan seperti itu .
Sementara itu Seungnyang juga menitikkan air mata mengenang nasib Byul , dan juga Lady Park dkk yang tewas karena rencana Tanashiri .   Seungnyang berharap teman2 yang sudah meninggal bisa beristirahat dengan tenang .



Tanashiri memandang dunia untuk yang terakhir kali , dan bergumam saat melihat Dangkise ada diantara kerumunan rakyat.  Tanashiri hendak menyerukan nama kakaknya , tetapi lantai panggung terbuka dan membuat Tanashiri mati tergantung .
Dangkise pasrah memandang kematian adiknya tercinta.
***
Dengan tamatnya El Temur - Tapjahae - Tanashiri , kehidupan Istana kembali normal .  Seungnyang sedang menggendong Ayushiridara ditemani beberapa selir .
Selir Oh mengucapkan selamat atas dan menyebut Seungnyang sebagai Permaisuri sebagaimana kabar rencana pengangkatan Seungnyang sudah tersebar luas.
Seungnyang menenangkan rekan2nya dengan berjanji akan membahas promosi Selir Oh dkk kepada Tahwan.
Seungnyang bertekad tidak akan membiarkan Ayushiridara bernasib sama dengan Byul .
***

Byul alias Pangeran Maha sendiri sedang diasuh Ibu Suri , yang sedang menyuapi makan . Guru Jang berdiri disamping meja. Ibu Suri menganggap Maha lebih berharga (dan murni Mongol) daripada Ayu yang berdarah campuran Goryeo . Guru Jang bertanya bagaimana kalau Maha itu bukan anak Tanashiri ?
Ibu Suri merasa identitas Maha tidak lagi penting , dan dapat melihat kasih sayang yang tulus dari almarhum Tanashiri kepada Maha.
Seorang dayang masuk mengabarkan kalau para Gubernur sudah berkumpul di ruang tahta untuk membahas masalah Permaisuri Baru . Ibu Suri berkata kalau dia memang akan kesana.
***
Diruang tahta , Tahwan membahas bersama para Gubernur tentang rencana Permaisuri Baru .
Para Gubernur merasa yakin tidak akan ada yang menentang rencana Tahwan untuk menjadikan Seungnyang sebagai Empress Ki .  Tahwan mengucapkan terimakasih atas dukungan dari para Gubernur.
Golta masuk membawa kabar buruk bahwa Ibu Suri berlutut diluar dengan baju dalam .   Tahwan bergegas menemui Ibu Suri yang sedang berlutut diluar . Seungnyang dkk juga menyaksikan semua itu .

Ibu Suri mendesak Tahwan untuk membatalkan rencana Tahwan menjadikan Seungnyang sebagai Permaisuri .  Tahwan terperanjat dan  bertanya apa alasannya ? .
Ibu Suri dengan tegas berkata bahwa dia tidak bisa membiarkan wanita Goryeo menjadi Permaisuri Dinasti Yuan .
***

Bayan sempat mengingatkan keponakannya untuk memenangkan hati Tahwan dan menjadi Permaisuri . Bayan Hudu yang masih didalam tandu menjawab paham ucapan pamannya.
Ibu Suri juga sempat mengatakan pada Tahwan kalau keponakan Bayan merupakan sosok wanita berkualitas.
Bayan Hudu bersujud hormat pada Tahwan dengan sikap yang santun .  ( Dari kejauhan  , Seungnyang - Bulhwa memandang pertemuan Bayan Hudu dan Tahwan ) .  Tahwan bersikap ketus dan mengatakan kalau dia tidak akan memilihnya sebagai Permaisuri Baru. Bayan Hudu punya rasa percaya diri untuk meyakinkan Tahwan akan memilihnya sebagai Permaisuri .


Disisi lain Seungnyang mendapat informasi dari Bulhwa bahwa Bayan telah memerintakan 300 wanita Goryeo dikirim ke Yuan .   Seungnyang jadi gusar dan memutuskan untuk bertemu Wang Yoo .

***
Di malam bulan purnama , Wang Yoo memasuki ruang perpustakaan untuk bertemu dengan Wang Yoo secara rahasia. Seungnyang memberitahu Wang Yoo mengenai surat dari Ayah Wang Yoo yang menyarankan agar Seungnyang bersatu dengan Wang Yoo untuk mengakhiri pengaruh Yuan dan eksploitasi terhadap Goryeo .

Wang Yoo merasa Seungnyang tidak perlu memusingkan masalah Goryeo . Namun kali ini Seungnyang telah bersikap dan mengajak Wang Yoo berkerjasama. Seungnyang berkata akan terlibat demi rakyat Goryeo didalam istana Yuan dan demi anaknya juga.  Seungnyang meminta Wang Yoo untuk mendukungnya menjadi Permaisuri Yuan dan Pangeran Ayushiridara menjadi Kaisar.
Disarankan follow Twitter Bentara agar bisa mengikuti update terbaru

0 comments:

Post a Comment