Tuesday, March 11, 2014

Sinopsis : Empress Ki – Episode 37

Standard

Dalam episode sebelumnya (episode 36) .  Tahwan - Bayan - Wang Yoo - Seungnyang mengerahkan upaya terakhir , atau lebih tepatnya sebuah pertaruhan besar untuk menggulingkan El Temur sebagai penguasa de facto .

Dalam pertaruhan ini jika menang maka Tahwan akan menjadi penguasa real sebagai seorang kaisar (bukan lagi kaisar boneka) , Wang Yoo akan mendapatkan kembali tahta Goryeo , Bayan berharap bisa menggantikan El Temur sebagai Perdana Mentri dan Seungnyang (setelah kelahiran Ayushiridara) ada kepentingan ganda untuk membalas dendam dan menjamin posisi putera mahkota bagi anaknya.
Tampaknya  Keluarga El Temur semakin mendekati akhir kejayaan mereka. El Temur terlalu percaya diri karena dia hidup dimasa pemerintahan beberapa kaisar sekaligus , termasuk Ayah Tahwan , Adik Tahwan , Paman Tahwan dan Tahwan sendiri.

Update

  • Menambahkan preview ( March 11 ,  16.00 WIB)
  • Menambahkan rekap sementara ,part 1 (March 12 ,  09.00 WIB)
  • Menambahkan rekap final part 1 , 2 , 3  (March 14 ,  11.00 WIB)
  • Disarankan follow Twitter Bentara agar bisa mengikuti update terbaru

Sinopsis

Empress Ki – Episode 37
Tahwan dengan tenang menemani El Temur yang sedang mabuk kemenangan merayakan akhir dari si "penghianat" Bayan.  El Temur bertanya apakah Tahwan masih ingin menjadi penguasa absolute (bukan sebagai kaisar boneka) lagi ? .
El Temur semakin tenggelam dalam mabuk kemenangan , padahal Dangkise nun jauh disana sedang berpacu waktu untuk kembali ke Ibukota untuk menyelamatkan ayahnya.  Sang Megalo-maniak El Temur menghayalkan duduk di tahta yang agung .
Tahwan berlinang air mata ketika  berpesan pada para kasim dan pengawal setianya bahwa dia siap mati dalam pertempuran ini .  Golta dkk tampak ikut tegang .
Seungnyang rupanya sudah meninggalkan Istana Musim Dingin dan kembali ke Istana . Seungnyang menerobos masuk kediaman Tanashiri . Tak lama kemudian Seungnyang berjalan dengan wajah puas , sementara dibelakangnya Tanashiri diseret paksa oleh dua dayang . Tanashiri meronta dan memprotes betapa kurang ajarnya perlakuan ini terhadap seorang Permaisuri.
Seungnyang menatap tajam pada Tanashiri : Aku sedang mendengar sebuah suara yang minta diampuni .

Nasib serupa dialami El Temur , yang matanya berkaca2 menyadari kejayaannya akan berakhir dan betapa Wang Yoo berhianat padanya. Wang Yoo menyodorkan secawan minuman : Silahkan minum . Lekas minum anggur itu . Mungkin itu akan menjadi tegukan terakhir anda.

Rekap

Empress Ki – Episode 37

Tahwan berdiri dihadapan Golta , para kasim dan para pengawal setia. Tahwan meminta Golta menyerahkan Pedang Kaisar.  Tahwan menarik pedang keluar dari sarungnya dan berpidato dihadapan para abdi setianya dengan mata berlinang bahwa dia telah siap bertempur dan siap mati .
Ucapan Tahwan disambut dengan pernyataan para pengikut yang juga siap mempertaruhkan nyawa untuk melindungi Tahwan .
Namun Tahwan tidak ingin para pengikutnya mati : Aku melarang kalian untuk mati dan membuatku patah hati . Bunuh El Temur dan hidup dalam kejayaan .!!!
Golta dkk berlutut dan menanti perintah apapun dari Tahwan.
***
Di Istana Musim Dingin , Seungnyang masih memberikan pengarahan mengenai apa yang harus dilakukan mengantisipasi pertempuran yang siap memanti .
Pertama , para kasim yang punya kemampuan bertarung harus melindungi tempat ini dengan senjata.  Kemudian , Guru Jang harus mengawasi para kasim untuk mengadakan penyediaan senjata ke tempat ini .  Lady Oh didampingi Hongdan  bertugas untuk memimpin para dayang untuk menyediakan ransum makanan .


Untuk mengantisipasi serangan api , Dokman dan Bulhwa  ditugaskan untuk menyiapkan persedian air yang cukup .
Namun Ibu Suri masih bimbang apakah mereka bisa bertahan dari pasukan elite El Temur dengan hanya mengandalkan kasim petarung sebagai pelindung mereka .
Seungnyang menjelaskan bahwa tidak ada pilihan lain untuk mempertahankan diri dan menopang Bayan dari dalam sambil menanti Bayan dan para Gubernur menerobos gerbang menuju Istana.
Seungnyang bertanya2 kenapa Tahwan belum muncul juga.
***
Tahwan sedang menemani El Temur yang masih percaya diri dalam kemenangan (akibat kabar palsu ) . El Temur berkata kalau arak bisa membuat orang jadi berani dan lebih bebas .
El Temur bertanya apakah Tahwan masih ingin menjadi penguasa dimasa El Temur menjadi Wali Kaisar ?
Tahwan membenarkan dan berharap bisa  mengambil keputusan sendiri sebagai kaisar untuk mengeluarkan dekrit dan menginginkan stempel kaisar kembali padanya.
El Temur berkata : Anda  banyak melakukan kesalahan ketika naik tahta. Anda tahu kenapa kamu masih bertahta ? Karena aku yang mengijinkan itu terjadi . Jika kamu memimpin tanpa aku dampingi . Seseorang yang lain akan merampas tahta itu sekarang dengan Bayan sebagai Wali .  Kuasa adalah seperti kutukan mematikan .  Itu sangat menyakitkan aku ketika kamu tidak bersukur.
Tahwan terdiam dan melanjutkan minum .
***
Wang Yoo dkk mulai bergerak dari dalam untuk menopang Bayan yang akan menyerang dari luar. Wang Yoo berpapasan dengan seorang utusan .
Utusan itu memberitahu informasi terbaru bahwa Pemberontak mulai menyerang dan akan melaporkan hal ini pada El Temur . Wang Yoo mengatakan telah mengabarkan hal itu pada El Temur .

Melihat utusan itu bersikeras hendak menemui El Temur secara pribadi atas perintah Wonjin , Jeombakyi menghabisi nyawa utusan itu .
Wang Yoo berpendapat kalau El Temur sampai tahu kabar ini , Istana bisa berada dalam bahaya. Kasim Bang berkata tidak perlu khawatir karena setiap gerbang ada orang2 mereka .
Wang Yoo memerintahkan anak buah agar membuat Bayan dapat mengenali mereka dengan mudah .  Moosong memerintahkan para pasukan untuk mengenakan tanda kain di tangan.
***




***
Tapjhae melaporkan pesan terbaru dari Dangkise pada El Temur bahwa para Gubernur sudah membelot menentang El Temur .

Membaca pesan itu El Temur murka karena telah terperdaya oleh siasat musuh . Tapjahae berkata kalau musuh telah memperdaya dan menceraiberaikan kekuatan El Temur.
El Temur bertanya apa sudah ada kabar dari Garnisun ? . Tapjahae berkata belum ada kabar.  El Temur lantas memerintahkan pasukan untuk memberitahu Wonjin dan Wang Yoo agar menahan serangan musuh untuk sehari saja sampai Dangkise dan pasukannya tiba.
El Temur memerintahkan Tapjahae untuk membunuh Tahwan , Ibu Suri , Seungnyang dan para selir lain .
Tapjahae terperanjat . El Temur menjelaskan kalau Langit akan setuju jika kaisar dibunuh karena telah berkomplot dengan Gubernur.
Tapjahae patuh dan mulai bergerak .
***
El Temur memasuki ruang tahta yang sepi dan langsung berjalan mendekati kursi tahta .  El Temur mengelus jenggot sambil tersenyum .
Sementara itu Tapjahae dkk menemukan kediaman Tahwan sudah kosong.  Salah satu anak buah mengabarkan kalau Tahwan sudah ada di Istana Musim Dingin .
Tapjahae tersenyum bahwa itu malah lebih bagus karena semua musuh besar mereka bisa dihabisi dalam satu serangan sekaligus.
***
Tanashiri sedang tertidur pulas ketika Seo dan Yeonhwa datang dan berteriak untuk membangunkan .  Tanashiri mengeluh kenapa di malam selarut ini mereka berteriak .
Mereka mengabarkan bahwa ada perubahan situasi yang terjadi dalam istana , dan El Temur sendiri telah memerintahkan agar Tahwan dkk dibunuh .
Namun para wanita ini masih belum jelas apa yang sebenarnya terjadi dengan peristiwa mendadak ini . Tanashiri tersenyum percaya diri bahwa ayanya akan mengurus segalanya , dan mereka tinggal menonton saja.
***
Di Istana Musim Dingin , Seungnyang dkk terus mempersiapkan diri mengantisipasi serangan yang akan datang . Seungnyang sendiri bersiaga dengan senjata andalannya , busur panah .

Tahwan pun sudah muncul dan mengenakan jubah kebesaran militer.  Tahwan mengeluh karena ketidakbecusan dirinya membuat mereka semua menderita. Selir Seolhwa menegaskan kalau mereka semua akan disisi Kaisar sampai mati .  Tahwan berterimakasih .

Tiba2 terdengar Tapjahae dan pasukan tengah berusaha mendobrak gerbang Istana Musim Dingin . Dan didalam , para kasim mati2an menahan gerbang agar diterobos.  Kasim lain bersiap dengan crossbow untuk mengantisipasi Tapjahae jika berhasil masuk .
Karena mengalami kesulitan mendobrak , Tapjahae memerintahkan untuk menerobos tembok dengan tangga . Segera saja anak buah Tapjahae disambut anak panah begitu menerobos tembok atas.
Tapjahae terkejut karena mengira Tahwan tidak punya pasukan . Tapjahae memerintahkan agar menaiki tembok terus dilakukan .
Pada akhirnya beberapa anak buah Tapjahae berhasil menembus rintangan tembok dan turun kebawah untuk berkonfrontasi langsung dengan para kasim petarung.  Pertempuran mulai terjadi jarak dekat.
***

Sementara itu ditempat masing2 , Ibu Suri sedang menggendong Pangeran Ayu sambil menyerukan nama sang Buddha , dan ditempat lain Tanashiri sedang menjaga Maha.  Dua pangeran yang masih balita ini belum tahu kalau nasib mereka juga akan ditentukan dari hasil pertarungan diluar .
Tanashiri menenangkan bayi Maha bahwa sebentar lagi akan menjadi kaisar dan Tanashiri berkhayal akan membantu memerintah dari balik tirai untuk mengurusi masalah negara.  Tanashiri bergumam kalau Maha tidak perlu khawatir dan tinggal tumbuh dewasa. (Terlihat tanda tiga bintang di kaki Maha) .
***
Kembali ke Istana Musim Dingin . Tahwan dkk sudah mulai kewalahan menghadapi pasukan Tapjahae yang terus berdatangan dan menerobos gerbang . Para selir seperti Seolhwa dkk mulai ketakutan .
Tapjahae tersenyum puas  dan memerintahkan pasukan untuk membunuh semuanya  . Para kasim terus berjuang membela Tahwan dan terus bertempur sampai tetes darah penghabisan .  Satu persatu kasim petarung gugur berjatuhan.
Melihat gelagat tidak menguntungkan ,  Seungnyang meminta Dokman untuk membawa Tahwan melarikan diri . Tahwan menolak dan tidak akan menyerah dan menyerah sama dengan mati . Ayo bertarung hingga penghabisan !!
***
Bayan – Tal Tal dan pasukan sudah berhasil masuk Istana . Mereka langsung bergerak ke Istana Musim Dingin .
***

Diruang Tahta , El Temur menghayalkan impian megalomaniak dengan duduk diruang tahta membayangkan diri menjadi kaisar Yuan berikutnya.
El Temur : Siapakah aku , berani menolak keinginan para dewata ? Ya , dan aku akan menjadi Kaisar .  Aku akan mengembalikan kejayaan Dinasti Yuan kepada kejayaan awal .
Namun pada saat itu El Temur menerima kabar dari seorang prajurit bahwa pasukan Garnisun sudah dikalahkan .  Prajurit itu mendesak El Temur untuk melarikan diri .
Senyum El Temur memudar dan terduduk lunglai di kursi tahta.
***
Kembali ke Istana Musim Dingin .  Tahwan dkk bersiap untuk bertempur dengan Tapjahae dkk hingga penghabisan . Mereka saling mengancam dengan senjata masing2 dalam posisi siaga.
Pasukan Tapjahae yang unggul jumlah terus mengepung perlahan2. Tapjahae tersenyum dengan penuh percaya diri . Tahwan tanpa takut menghardik prajurit Tapjahae , berani2nya mengarahkan pedang kearah seorang Kaisar.
Tapjahe tersenyum penuh percaya diri sambil menyiapkan pedang : Ayahku memerintahkan kematianmu .
Tahwan : Siapa yang akan melakukannya ? . Tahwan kemudian maju selangkah dan bertanya dengan nada menantang ke beberapa prajurit Tapjahae . Apakah kamu ? Apakah kamu ?  Atau kamu ?
Tapjahae tersenyum dan berkata : Memangnya anda pikir kami tidak berani membunuhmu ? Barang siapa yang memenggal Kaisar akan mendapat hadiah 10 ribu tael emas.
Prajurit Tapjahae mulai ragu2 . (Red - Bagaimanapun tidak segampang itu membunuh Kaisar yang dianggap sebagai simbol )
Pada saat genting , Bayan – Tal Tal tiba . Tapjahae mengancam akan membunuh Kaisar kalau Bayan berani melangkah .



Tahwan dkk menjadi tersenyum lega melihat kemunculan Bayan . Tapjahae yang gantian merasa tersudut mengancam Bayan agar jangan berani melangkah atau Kaisar akan dibunuh . Tapjahae juga mengancam Tahwan untuk memerintahkan Bayan mundur , atau Tahwan akan dibunuh .
Tahwan memberikan tawaran bagus pada pasukan Tapjahae : Aku berbicara kepada segenap prajurit El Temur . Turunkan senjata kalian , dan aku akan mengampuni kalian. TETAPI , jika bersikukuh hendak berhianat maka akan menerima “HUKUMAN MATI SEMBILAN RELASI”
(Red – Hukuman Mati Sembilan Relasi kerap terjadi dalam Sejarah Tiongkok . Hukuman itu diberlakukan bagi kejahatan penghianatan . Dalam istilah Chinese disebut Zhulianjizu atau Miezu . Jika hukuman ini diberlakukan maka seluruh relasi akan dihukum mati atas kesalahan seorang anggota keluarga . Hukuman mati akan mencakup (1) Terhukum yang bersangkutan . (2) . Kakek dan Nenek dari terhukum . (3) . Seluruh anak dari terhukum . (4) Seluruh cucu dari terhukum . (5) Seluruh saudara terhukum dan berikut ipar . (5) Seluruh paman dan bibi terhukum .) .
Bersambung ke Part 2 (of 3)

Para prajurit Tapjahae seperti berada ditengah dua pelanduk sekarang. Tapjahae memerintahkan untuk membunuh . Saat itu Tahwan memerintahkan sebaliknya.
Para prajurit  mulai gentar dan ngeri ( membayangkan hukuman berat yang menanti , terlebih mempertimbangkan tidak ada peluang menang lagi karena mereka sudah dijepit dari dua arah , both Bayan dkk maupun Tahwan dkk .)
Mereka akhirnya melempar pedang , dan Tapjahae menjadi kecewa dan frustasi . Bayan berkata kalau kenajisan Tapjahae akan berakhir disini .
Tapjahae mengakui kekalahan , memilih berduel dan mati terhormat ditangan Jendral Bayan. Pertarungan Bayan versus Tapjahae berlangsung singkat (ala duel Samurai) .
Mereka berlari kencang satu sama lain , dan Bayan lebih cepat menebaskan pedangnya . Tapjahae tersungkur tewas mengenaskan .

Semua lega dengan kematian Tapjahae.
Bayan dkk  pun berlutut meminta maaf pada Tahwan karena sedikit terlambat . Dan Tahwan memerintahkan untuk menangkap El Temur.  Seungnyang meneteskan air mata lega.  Tal Tal – Seungnyang saling memandang penuh arti , bahwa mereka telah menang.
Bayan bersiap mematuhi perintah Tahwan.
***
El Temur didampingi para prajurit yang masih setia berusaha untuk kabur dari Istana . Namun El Temur menjadi putus asa dan sedih  saat tahu seluruh gerbang sudah dikuasai para Gubernur yang bersekutu dengan Bayan.
El Temur berkata dia sudah lelah dan akan beristirahat di rumah saja.  Para anak buah ikut menangis sedih .
El Temur kembali kediamannya . El Temur dkk tampak lega dan tersenyum kalau mereka masih memiliki harapan saat Wang Yoo dkk menunggu disana .
Padahal Moosong , Kasim Bang , Bisoo (bercadar) dan Jeombakyi memandang El Temur secara aneh . Begitu El Temur mendekat , Moosong dkk menghabisi anak buah El Temur yang tersisa tanpa ampun .

El Temur berdiri mematung karena tak menyangka akhir menyedihkan seperti ini . Kasim Bang sesuai sopan santun tetap memberi hormat dan berkata kalau Wang Yoo sedang menanti didalam .
***
El Temur masuk dan duduk berhadapan dengan Wang Yoo .
El Temur mempertanyakan : Kamu juga ? Bahkan kamu juga (menghianatiku) ? .
Wang Yoo mengajak dan menyuguhkan minuman .

Dibawah ini adalah text dalam bentuk JPEG . Dianjurkan membaca artikel ini dalam ponsel ukuran 5 inchi keatas (rotate horizontal) , tablet , laptop dan PC. Jika tidak muncul lakukan Refresh 

Diatas ini adalah text dalam bentuk JPEG . Dianjurkan membaca artikel ini dalam ponsel ukuran 5 inchi keatas (rotate horizontal) , tablet , laptop dan PC. Jika tidak muncul lakukan Refresh 
Seungnyang menghampiri dan mendekat Tanashiri seraya berkata : Sabarlah , kamu akan melihat dia di neraka sebentar lagi .

Tanashiri hampir semaput mendengar hal ini .  Seungnyang memerintahkan agar Tanashiri dkk di seret keluar.  Hongdan dan rekan dayang menyeret Tanashiri dengan paksa . Tanashiri terus meronta dan mengomel . Nasib menggelikan dialami Dayang Seo dan Yeonhwa yang diseret Bulhwa dengan cara dijewer.
Tanashiri digiring menghadap Ibu Suri .  Tanashiri masih percaya diri : Aku adalah Permaisuri , Ibu seorang Pangeran . Apapun yang dilakukan ayahku , kamu tidak bisa memperlakukan aku seperti ini .
Ibu Suri dengan tenang menikmati minuman sambil mendengarkan ocehan Tanashiri .  Lalu Ibu Suri bangkit berdiri menghampiri Tanashiri untuk memberitahu bahwa Kaisar Tahwan telah memerintahkan agar posisi Tanashiri dihapus .
Tanashiri mengoceh memangnya apa kesalahannya ? . Ibu Suri dengan dingin berkata kalau Tanashiri telah menghianati Keluarga Istana .  Tanashiri menukas : Dan Kaisar Tahwan bagaimana ? Apa dia juga disebut menantu penghianat ?
Ibu Suri : Usaha yang bagus . Kamu menolak mengakui apa yang telah kamu lakukan . Tanashiri : Aku tidak bersalah , aku tidak melakukan apapun .  Ibu Suri : Tidak bersalah ? Huh ? Lihat aku . Kamu masih menyangkal .  Tanashiri : Tentu , dengan Langit sebagai saksiku
Ibu Suri tak sabar lagi menampar Tanashiri , dan memerintahkan agar Tanashiri digiring keluar. Tanashiri berkata kalau dia bisa berjalan sendiri .

Kini Tanashiri memberi peringatan pada Seungnyang bahwa masalah ini tidak akan berakhir selama Tanashiri masih hidup . Seungnyang memandang tajam dan berkata sinis : Ucapanmu seolah meminta aku untuk membunuhmu .  Kamu akan memdapatkan keinginanmu . Jangan khawatir .

Tanashiri speechless , kemudian berlalu dengan kawalan para dayang.
Diam2 Ibu Suri memperhatikan Seungnyang dan berpikir dalam hati : Seorang wanita yang luar biasa . Oh tidak , sangat menakutkan .

( Red - Ibu Suri tidaklah bodoh . Dalam dunia politik sekalipun Seungnyang adalah sekutu untuk sementara ini , selama kepentingan mereka sama tak jadi masalah . Tetapi jika kepentingan berbeda kelak . Ibu Suri mungkin berpikir dia juga bisa bernasib seperti Tanashiri yang dijatuhkan oleh Seungnyang.)
***
Keesokan hari , Wang Yoo dkk menyerahkan El Temur pada Bayan .  El Temur terus meronta dalam kawalan Moosong - Jeombakyi .  Tal Tal menjelaskan pada El Temur bahwa Kaisar Tahwan telah memerintahkan penahanan El Temur .

Bayan meminta agar tali yang membelenggu El Temur dilepaskan .  Tal Tal memprotes. Bayan memberitahu bahwa ini sikap hormat terakhir untuk El Temur.
El Temur berjalan lesu diiring pengawal .
Bayan menyampaikan undangan Tahwan bagi Wang Yoo untuk datang ke istana , untuk promosi sepertinya (Red - kembali menjadi raja Goryeo) . Namun Wang Yoo ingin mengadakan pesta bersama pasukannya sekaligus memberi waktu istirahat bagi para pasukannya dulu sebelum nanti menyusul .
***
El Temur dimasukkan ke kurungan beroda menuju istana . Ditengah perjalanan , rakyat melempar batu dan berseru kalau El Temur adalah penghianat yang mengacaukan Yuan .  Rakyat memaki2 kalau El Temur membuat mereka menderita.   Rakyat mulai melempari batu .

Rakyat memuja2 Bayan dan Kaisar yang telah menangkap El Temur .
Bayan turun dari kuda , menghampiri kurungan untuk menyindir El Temur : Kehendak Rakyat katamu ? Setelah kamu berkuasa 30 tahun , itulah kehendak rakyat  Kamu bukan hanya seorang penghianat juga penguasa yang buruk . Kamu meruntuhkan negara ini .
El Temur menukas : Bayan kamu masih ingat , di masa aku pahlawan penakluk ? Rakyat juga meneriakkan namaku sampai suara mereka menjadi serak dan parau .  Mereka memohon padaku untuk memerintah untuk menggantikan kaisar mereka yang tak berharga. Sekarang boleh saja rakyat memujamu , tetapi suatu hari mereka akan mengutuk namamu.  Kehidupanku lebih semarak daripada kamu . Aku akan kehilangan itu . Tidak ada yang lebih plinplan daripada suara rakyat . Kamu akan mabuk kekuasaan seperti yang telah aku lakukan .  Itulah kehidupan , Bayan .
***
Dangkise sudah tiba di gerbang Ibukota , namun tidak bisa masuk karena dijaga oleh para Gubernur.  Para Gubernur yang berdiri diatas benteng malah menjadikan Dangkise semacam lelucon .
Dangkise mendapat laporan akhir dari asistennya bahwa seluruh Gerbang masuk sudah dijaga para Gubernur.  Dangkise dengan geram memerintahkan untuk menyerang saja . Asisten menasehati sangat tidak mungkin untuk menerobos gerbang2 itu .
Dangkise berteriak kesal : Ayahku berada didalam sana.  Saudaraku juga menantiku .  Asisten : Mohon tuan , El Temur telah ditangkap dan pasukan kita tidak cukup untuk sementara ini .
Dangkise bersikeras memerintahkan untuk menyerang benteng.

***
Bayan – Tal Tal tiba di Istana bersama El Temur.  Dan El Temur melihat jenasah Tapjahae di ikat disebuah pilar .  El Temur bertanya siapa yang membunuh Tapjahae ? . Bayan mengaku kalau dia yang membunuh Tapjahae.
El Temur Temur : Aku senang dan bersyukur , karena paling tidak dia mati di tangan lawan sepadan . Tapjahae sudah cukup , lepaskan dia .
Tal Tal berkata kalau Kaisar telah memerintahkan agar kepala Tapjahae nanti dipajang diatas tombak.
El Temur hanya bisa pasrah melihat mayat puteranya yang tragis dan digiring prajurit untuk berlalu .

Bayah menghela nafas memperhatikan El Temur dari kejauhan , bahwa bagaimanapun El Temur dulu adalah pahlawan baginya . Tal Tal berkomentar kalau El Temur bukanlah pahlawan , melainkan suatu kegagalan . Tal Tal mengingatkan agar paman Bayan bisa belajar dari kesalahan El Temur.
Bayan menegaskan : Aku yang mengkahiri kejahatannya . Apakah aku akan membuat kesalahan yang sama ?
( Red – Sejarah selalu berulang . Wait and See )
Part 3 (of 3)

***
El Temur kini duduk meringkuk di penjara tanpa jubah kebesaran seorang PM lagi . Tahwan dan Seungnyang mengunjungi El Temur di penjara.
El Temur berkata dengan gaya duduk santai di selnya : Paduka , apakah anda pikir kematianku dapat membuat anda memerintah negara ini ? Kamu menjadi anak yang kudera selama bertahun2 .Mereka semua melihat hal itu . Kamu pikir orang2 yang sama akan membungkuk padamu ? Jangan seperti anak kecil deh .  Ketika aku tiada , akan ada El Temur , El Temur yang lain yang akan muncul menggantikanku .  Pertumpahan darah tidak akan pernah berakhir.  Keluarga Istana tidak akan mengenal apa itu perdamaian.

Tahwan bertingkah seperti anak kecil bandel yang meremehkan guru lesnya . Tahwan berkata : Mereka akan mati kalau begitu .  Tongkat kebesaranku akan jatuh pada orang yang menolak untuk patuh .
El Temur tersenyum mengejek : Kamu pikir kamu memilikinya ? . Tahwan berjongkok dan mencibir : Tempat pertama untuk menunjukkan tongkat kebesaranku adalah disini , kepala (sambil memberi contoh menunjuk kepala sendir)  .  Anak terdera huh ? Dan seluruh keluarga istanaku akan melihat apa yang akan kamu dapatkan.

Tahwan berlalu duluan . Seungnyang akan berlalu , tetapi El Temur bangkit berdiri dalam sel untuk berkata pada Seungnyang . El Temur : Tahwan sekarang "Anak" mu , bagaimana kamu bisa merubah dia ? . Seungnyang : Aku tidak merubah dia , tetapi kamu yang melakukannya. Ketamakan dan kekejamanmu telah membuat ketakutan Tahwan menjadi kemarahan Tahwan .  El Temur mengeluh : Satu gadis kecil bisa mengakhiri masa kejayaan klan-ku ?  Itu sebuah penghinaan yang lebih parah dari kematian .
Seungnyang menukas : Kekuasanmu akan berakhir dengan atau tanpa diriku . Kamu ingin Maha naik ke tahta.  Padahal dia bukan anak Tanashiri . Dia hanya menemukan dan mengaku sebagai anaknya.  El Temur : Apa aku percaya ? . Seungnyang : Hal itu tidak mengubah fakta bahwa Maha bukan darah dagingmu . Dan Impianmu menjadi sia2 belaka.
El Temur mulai khawatir kalau dia telah dibohongi Tanashiri . Seungnyang berlalu . El Temur menangisi nasibnya yang malang.
***
Ketika Wang Yoo dan pasukan sedang berpesta kemenangan , Bisoo datang memberitahu kalau Dangkise sudah mundur dan kabur .
Mereka membahas hal itu dengan meeting diruangan pribadi . Bisoo berkata kalau pasukan Dangkise hampir tamat dan akhirnya mundur entah kemana.  Kasim Bang menerka kalau Dangkise pasti pergi ke tempat harta karun ayahnya (tempat Byeongsoo berada) .   Moosong khawatir kalau Dangkise berhasil kesana , maka dapat membentuk pasukan baru lagi dengan harta karun yang besar.  Jeombakyi menyarankan untuk mengejar Dangkise kesana dan mendapatkan harta karun itu .

Wang Yoo mengatakan kalau aset El Temur adalah milik Dinasti Yuan , dan Pihak Yuan akan menyita harta itu sekalipun mereka mendapatkannya. Wang Yoo berkata lebih baik wait and see saja.  Bisoo mengatakan kalau Jeokho (Maksaeng) masih di tempat rahasia itu . Bisoo akan mengirim asistennya kesana.
***
Siang bolong. Di pertambangan . Jocham sedang mencambuki seorang budak . Seperti biasanya Jeokho membela rekannya . Sang budak jadi tidak enak hati dan meminta maaf pada Jocham agar tidak menghukum Jeokho .

Pada saat itu Dangkise muncul bersama pasukan yang tinggal segelintir dan terluka .
Di ruangan pribadi , Dangkise mengatakan pada Byeongsoo bahwa El Temur sudah ditangkap . Byeongsoo terkejut dan bertanya apa El Temur sempat mengatakan lokasi harta karun ? .  Dangkise berkata tidak .
Dangkise menerka ada sesuatu di pertambangan yang telah ditinggalkan dan bertanya pada Byeongsoo dimana tempat itu ? .

Malam hari , para budak dikumpulkan didepan goa terowongan , dan diperintahkan untuk mencari sesuatu di goa . Jeokhoo memprotes mereka harus mencari apa ? Apa kelelawar ? .
Dangkise akhirnya dengan terus terang mengatakan untuk mencari emas yang sangat banyak jumlahnya. Barang siapa yang menemukan akan mendapat kebebasan dan hadiah 10 ribu tael emas.
Byeongsoo tampak kecewa setelah tahu Dangkise akan menggunakan harta karun untuk membangun pasukan kembali dan merebut Ibukota.
***
El Temur duduk termenung di penjara. Tal Tal menjemputnya untuk digiring keluar. Tal Tal meminta dua pengawal untuk memperlakukan El Temur dengan hormat.
***
Di Istana Musim Dingin . Tanashiri terbangun dari mimpi buruk tentang ayahnya. Dayang Seo menenangkan kalau itu cuman mimpi. Hongdan muncul dan membawakan sesuatu . Hongdan dengan ketus meminta bawaan itu untuk diletakkan diluar kembali jika sudah selesai .
Tanashiri bertanya pada Hongdan tentang nasib El Temur . Hongdan berkata El Temur akan dieksekusi hari ini . Hongdan meledek bahwa itu adalah KARMA.
Hongdan berlalu .
Tanashiri panik dan meratap agar ayahnya tidak mati . Dayang Seo - Yeonhwa sibuk menenangkan Tanashiri yang histeris.  Tanashiri akhirnya pingsan.

***
El Temur digiring masuk keruang Tahta.  Tahwan dengan emosi langsung memvonis El Temur bersalah karena telah membunuh ayah Tahwan dan melakukan kebejatan yang tidak terhingga.  Tahan bangkit berdiri dan memvonis hukuman mati .

El Temur meminta diijinkan memberi nasehat terakhir . El Temur langsung menuding kearah Seungnyang : Harap Yang Mulia Kaisar mengusir selir favoritmu , Empress Ki . Aku telah melihat segalanya terutama menjelang kematianku . Empress Ki akan mengakhiri Dinasti Yuan .  Lihat saja nanti jika Seungnyang menggantikan Tanashiri , dia akan memenuhi keluarga istana dengan sampah2 Goryeo.
Dibawah ini adalah text dalam bentuk JPEG . Dianjurkan membaca artikel ini dalam ponsel ukuran 5 inchi keatas (rotate horizontal) , tablet , laptop dan PC. Jika tidak muncul lakukan Refresh 

Diatas ini adalah text dalam bentuk JPEG . Dianjurkan membaca artikel ini dalam ponsel ukuran 5 inchi keatas (rotate horizontal) , tablet , laptop dan PC. Jika tidak muncul lakukan Refresh 

Bayan mencekik El Temur dengan tali hingga sesak nafas . El Temur meregang nyawa dan sempat menudingkan jari kearah Seungnyang .

Seungnyang menahan geram dan berpikir dalam hati : El Temur , kamu sekarang malah menunjukkan cara (memberi ide) padaku . Seperti yang kamu sarankan , anakku akan menjadi Kaisar. Dan aku akan menjadi Permaisuru .  Rombonganku akan berasal dari Goryeo dan aku akan menguasai DUNIA.
El Temur tersungkur dan tewas sesak nafas. Bayan menangis , Ibu Suri juga menangis . Tahwan terengah2 menahan emosi .

El Temur masih sempat meneteskan air mata dalam kematiannya.
Ibu Suri diam2 memandang wajah ambisius Seungnyang.

Disarankan follow Twitter Bentara agar bisa mengikuti update terbaru

0 comments:

Post a Comment