Tuesday, March 11, 2014

Sinopsis : Empress Ki - Episode 36

Standard

Dalam episode sebelumnya (episode 35) . Seungnyang luput dari guna-guna Tanashiri . Guna-guna itu berbalik kekeluarga Tanashiri sendiri , seperti El Temur yang mengalami mimpi buruk , dan membuatnya stress seperti orang gila. 



Wang Yoo dkk berhasil membentuk pasukan kuat dari para sukarelawan yang dianggap hina oleh masyarakat.
Sementara itu , dalam perayaan ultah Pangeran Maha , muncul seorang biksuni yang luput dari rencana jahat Tanashiri ketika dulu membakar biara demi menutup rahasia bahwa Pangeran Maha bukan anak kandungnya.  Biksuni itu hendak melaporkan kebusukan Tanashiri pada Seungnyang.
Tahwan dalam perayaan ultah menunjukkan ketidakantusiasan terhadap Maha dan Tanashiri . Tahwan malah menggendong Pangeran Ayushiridara , dan berkata didepan para gubernur dll , bahwa posisi Pangeran Mahkota akan ditentukan setelah para pangeran tumbuh dewasa berdasarkan kemampuan .
Tanashiri dkk tentu saja memprotes , berpegang pada apa yang dirintis leluhur / pendiri Dinasti Yuan , Khubilai Khan yang menentukan bahwa pangeran tertua yang akan mewarisi posisi Pangeran Mahkota.

Update

  • Menambahkan rekap sementara , Part 1 , 2 , 3 ( March 11 ,  16.00 WIB)
  • Menambahkan rekap final Part 1  ( March 12 ,  11.00 WIB)
  • Menambahkan rekap final Part 2  ( March 12 ,  12.00 WIB)
  • Menambahkan rekap final Part 3  ( March 12 ,  13.00 WIB)
  • Disarankan follow Twitter Bentara agar bisa mengikuti update terbaru

Rekap

Empress Ki – Episode 36
Penting untuk dibaca : Dibandingkan rekap2 serial lain di blog ini , khusus untuk rekap Empress Ki , rekap hari pertama merupakan rekap sementara dan perlu menyempurnaan dan perbaikan di hari kedua setelah drama ini ditayangkan .  Update perbaikan akan dibarengi dengan Full Recap (Rekap Final) tak lama kemudian yang akan diumumkan di twitter kami .
Diruang tahta , Tahwan – Tanashiri duduk di tahta . Wajah Tahwan tampak tidak antusias. Para Gubernur mengucapkan selamat atas ultah Pangeran Maha. Tanashiri memohon Tahwan untuk mengucapkan sepatah kata untuk Maha.  Dangkise ikut memohon . Dan Ibu Suri juga mengingatkan kalau para Gubernur sedang menanti perkataan Tahwan.

Tahwan tidak peduli dan menyambut Pangeran Ayushiridara dan menggendongnya dengan penuh kasih sayang.  Tahwan mengatakan pada hadirin : Tidak heran kalian pasti penasaran masalah suksesi di masa depan .   Tetapi aku tidak tergesar , setelah anak2ku tumbuh besar akan melalui kompetisi agar bisa dianugrahi (ditentukan) sebagai Pangeran Mahkota.
Dangkise memprotes : Kubilai Khan yang agung telah memutuskan bahwa anak pertama berhak mewarisi tahta.Tahwan tertawa dan menyindir : El Temur menempatkan adikku sebagai kaisar duluan . Apa kamu telah lupa ? .
(Red : Tahwan naik tahta setelah menggantikan adiknya yang mati tak lama setelah berkuasa. )
Tapjahae melakukan protes. Tahwan tetap tidak peduli dan kembali menggendong Pangeran Ayushiridara . Ibu Suri tersenyum melihat hal itu .Tiba2 Bulhwa membisiki Seungnyang .  Pada saat itu Wang Yoo mencuri pandang ke Seungnyang .
***
Diluar dugaan El Temur sudah sembuh dari kegilaan akibat stress dari mimpi buruk . El Temur menuju ruang tahta . Para Gubernur , Bayan - Tal Tal dan Ibu Suri terkejut . Sedangkan Tanashiri - Tapjahae - Dangkise tersenyum lega melihat kemunculan ayah mereka .

El Temur menghadap tahta dan berbasa-basi memuji keelokan paras Pangeran Ayushiridara yang sedang di gendong Tahwan , walau demikian El Temur mengingatkan kalau sekarang ini perayaan ulang tahun bagi Pangeran Maha.
Tahwan menahan jengkel .
Tanashiri tersenyum melihat pembelaan ayahnya . Namun senyum Tanashiri memudar ketika Dayang Seo membisiki sesuatu yang penting berkaitan dengan biarawati .

***
Tanashiri memerintahkan para pengawal istana untuk menggeledah ke beberapa tempat untuk menemukan biarawati itu .
Tanashiri bertanya sekali lagi pada Dayang Seo apakah yakin biarawati ada disini . Dayang Seo yakin karena hendak kabur kemana lagi ?
***

Sementara itu  , biarawati berhasil bertemu dengan Seungnyang.  Biarawati mengatakan sebuah rahasia penting  : Pangeran Maha bukanlah anak kandung Tanashiri , Mereka menemukan anak itu dan membuatnya seolah2 sebagai anak kandungnya sendiri .Seungnyang terperanjat : Hah ? Jadi anak itu palsu ? Biarawati : Benar , mereka meracuni para biarawati dan membakar biara untuk menjaga rahasia . Hanya aku yang selamat. Seungnyang : Tetapi kenapa kau mengatakan padaku tentang hal ini ? ,Biarawati : Aku diberitahu anda punya seorang anak lelaki . Aku pikir anda harus tahu sebelum pelantikan Pangeran Palsu . Seungnyang : Apa anda bersedia bersaksi tentang hal ini ? .Biarawati : Iya. Demi rekan2ku yang telah mati , kebenaran harus terungkap . Seungnyang : Kami butuh bukti lebih banyak darimu agar bisa dipercaya. Biarawati :  Ada sebuah rahasia yang hanya diketahui Permaisuri dan para dayang2nya. Bukti itu seharusnya cukup .  Seungnyang : Apa rahasianya ? . Biarawati : Dikaki anak itu ...........
Biarawati hendak mengucapkan , tetapi terhenti ketika Hongdan muncul dengan panik mengabarkan Tanashiri yang telah memerintahkan penggeledahan prajurit2 El Temur untuk mencari biarawati .
Bulhwa menyarankan bahwa sekarang sudah tidak memungkinkan mengungkap rahasia , dan perlu persiapan  .
Seungnyang bertanya Biarawati itu tinggal dimana ? . Biarawati menjelaskan kalau dia tinggal di Biara Sonop diluar ibukota.
Bulhwa menyarankan : Tempatnya dekat dengan Kasim Bang . Ini terlalu beresiko bagi kita . Kasim Bang dapat mengantarnya .
Seungnyang memperhitungkan hanya masalah waktu saja , bahwa Biara Sonop tidak akan aman jika Tanashiri mengetahuinya .  Seungnyang bertanya apa ada tempat lain ? . Biarawati menjawab ada sebuah ruang bawah tanah di sekitar bukit.
Sementara itu Hongdan terperanjat mengawasi Tanashiri dkk sedang mendekati tempat mereka , perpustakaan .
Akhirnya Seungnyang keluar dan menyambut sendiri Tanashiri  . Seungnyang : Begitu banyak orang , ada apa ini ? .
Tanashiri dengan ketus berkata kalau ini bukan urusan Seungnyang .  Seungnyang tersenyum dan menganggap tetap saja aneh , di hari ultah Pangeran Maha . Seungnyang menyindir apa Tanashiri menyembunyikan suatu rahasia ?

Didalam ruangan , Kasim Bulhwa dan Biarawati menanti dengan tegang . Biarawati menarik nafas lega setelah Tanashiri berlalu .
Tanashiri dkk masih kesana kemari di sekitar istana . Benar saja dugaan Seungnyang , Tanashiri memerintahkan para prajurit untuk menyelidiki ke biara Sonop .
Belum lama Tanashiri berlalu , Jeombakyi - Kasim Bang mengambil kesempatan dengan menyelundupkan biarawati keluar istana .

***



Ditengah perjalanan mereka mengintai para prajurit yang baru pergi dan membawa tali .  Jeombakyi menerka para prajurit itu akan atau telah membunuh Biarawati .
Bang dkk menunggu para prajurit berlalu , kemudian Bang dkk tiba ke TKP dan menemukan biarawati sudah tewas tergantung dengan tali diatas pohon .
Kasim Bang berdoa sesaat , dan mengajak rekannya untuk menurunkan mayat.

***
Seungnyang kecewa mendapat laporan dari Bulhwa bahwa biarawati telah menghilang.
Seungnyang berpapasan dengan Pangeran Maha yang sedang nyasar disekitar hingga terjatuh di hadapan Seungnyang .



Seungnyang (mungkin karena naluri ibu) tampak senang memeluk Maha .  Dihadapan dayang yang bertugas mengurus Maha , Seungnyang meminta ijin untuk memeluk Maha sebentara saja .
Seungnyang teringat ucapan biarawati tentang tanda lahir di kaki anak itu .
Seungnyang penasaran dan membuka sepatu Maha . Ketika hendak membuka kaus kaki , tiba2 Tanashiri muncul . Pangeran Maha pun kembali kepelukan dayang .
Tanashiri curiga : Kamu berani menyentuh Maha anakku ? . Jangan berpikir anakmu bisa menggantikan posisi anakku . Kamu mungkin selir favorit Kaisar , tetapi anakmu tidak akan bisa .
Seungnyang : Jika kamu menginginkan itu (posisi putera mahkota) , ambil saja.  Maha bisa mendapatkannya.
Bulhwa , Hongdan dan yang lainnya terperanjat mendengar ucapan Seungnyang .
Tanashiri tidak mengira Seungnyang akan menyerah semudah itu . Seungnyang mengaku sedang serius dan beralasan bahwa kedamaian di keluarga istana jauh lebih penting dari tahta dan mahkota.
Tanashiri tidak percaya semudah itu dan tetap memandang curiga pada Seungnyang yang berlalu .
Bulhwa berbisik pada Seungnyang , seharusnya tidak mengatakan hal seperti itu .  Hongdan membenarkan , bahwa suatu saat perkataan itu bisa berbalik pada Seungnyang sendiri .  Seungnyang berkata kalau ini bukan masalah karena mereka sedang berada dalam sebuah perang.
***


Di Markas Garnisun Wang Yoo . Orang2 yang dianggap hina kini telah menjelma menjadi pasukan yang tangguh . Bayan melihat langsung perkembangan pasukan Wang Yoo , dan pengawal Bayan membenarkan kalau penampilan pasukan yang sedang berlatih cukup menakjubkan .
Bayan membenarkan : Mengubah orang2 gembel bisa menjadi seperti ini menunjukkan kehebatan Wang Yoo .
Kasim Bang muncul untuk memberitahu Bayan bahwa Wang Yoo sedang menunggu .

Sementara itu di istana ,  Tal Tal menyerahkan Petisi pada Tahawan  memberitahu rencana pada Tahwan . Tal Tal berkata : Setelah aku pergi , petisi ini akan dikirim ke ruang Tahta.
Seungnyang berkata kalau El Temur dan Tahwan selalu membaca petisi2 itu bersama2.
Tal Tal membenarkan : Hal ini untuk memperingatkan El Temur ,  bahwa pasukan sedang dikerahkan untuk perang.

Kembali ke Markas Garnisun . Wangyoo khawatir konflik yang akan meletus akan membahayakan Seungnyang.  Bayan mengatakan kalau bukan Seungnyang saja , tetapi  semuanya mempertaruhkan nyawa dalam hal ini, termasuk Wang Yoo sendiri .
Wang Yoo menjelaskan : Nyawaku bukan lagi milikku sejak aku memerintah .
Bayan kembali menegaskan bahwa semuah orang juga dalam bahaya dalam pertaruhan besar ini . Wang Yoo bertanya apa ini (perang) satu2nya cara ?
Kembali ke istana . Tal Tal menjelaskan : Ini pilihan terbaik . Setiap opsi yang kita pilih ada resikonya masing.
Tahwan (merasakan kekhawatiran yang sama dengan Wang Yoo)  , mengkhawatirkan tentang keselamatan Seungnyang.  Tahwan hendak mengungsikan Seungnyang sebelum pertempuran meletus.
Namun Seungnyang adalah wanita yang tidak mengenal takut dan tetap tidak ingin meninggalkan istana , dan tetap mendampingi Tahwan untuk menyaksikan kejatuhan El Temur dkk . Tahwan mengingatkan kalau hasil pertempuran tidak bisa diterka.
Seungnyang bersikeras , bagaimana mungkin memikirkan keselamatan sendiri . Seungnyang merasa mereka semua harus berjuang dan menang.
Seungnyang : AKU AKAN IKUT BERJUANG dan KITA AKAN MENANG !
Tahwan terharu , dan Tal Tal tersenyum .
***

Wang Yoo menghadap El Temur dkk . Mereka minum bersama . El Temur membahas tentang sebuah mimpi buruknya : Iblis mengejarku , aku terjebak di istana , dan semua menarik pedang melawanku . Kemudian kamu muncul Wangyoo , dan meraih tanganku , mengeluarkan aku dari kepungan itu ke tempat rahasiamu , disebuah tebing rahasia yang curam , dan ada api besar yang tidak pernah kulihat sebelumnya , api neraka . Kau mendorongku ke api itu . Ternyata Iblis tidak menginginkan kematianku , tetapi kamu yang menginginkannya
Tapjahae - Dangkise sedih karena mengira ayah mereka masih belum sembuh dari stress mimpi buruknya .
El Temur menuntut penjelasan dari Wang Yoo : Jika aku tidak suka dengan apa yang kudengar , kau bisa mati !!
Wang Yoo mengatakan : Silahkan bunuh aku , jika memang pantas mati jika dianggap tidak mengabdi dengan baik .
El Temur puas mendengar jawaban Wang Yoo , dan menganggap Wang Yoo terlalu bernilai untuk dibunuh .
Diluar ruangan Dangkise menenangkan Wang Yoo agar tidak menghiraukan perkataan El Temur yang sedang stress.  Dangkise yakin kalau El Temur akan pulih .
Wang Yoo berbasa-basi agar Dangkise menjaga baik2 El Temur , seorang tokoh yang sangat dibutuhkan negara ini .
Part 2 (of 3)

***
Byeongsoo dan Jocham rupanya selama ini  ditugaskan selama ini untuk mengawasi sebuah pertambangan .  Disana para budak diperlakukan tidak manusiawi dalam kerja paksa oleh para pengawal.
Dan Jeokhoo sudah menyelundup disana menyamar sebagai budak . Jeokhoo peduli pada rekan sesama budak hingga terkadang ikut terkena cambukan pengawal.
Ketika Jeokho menolong rekannya yang baru dianiaya . Sang rekan berkata bahwa sangat aneh seluruh "Desa Goryeo" berada di pertambangan ini .  Jocham muncul dihadapan mereka dengan cambuk ditangan memberikan peringatan .
Tak jauh dari situ Byeongsoo naik kuda mengawasi pertambangan . Gayanya sudah seperti "Raja Kecil" yang mengenakan jubah kebesaran yang mewah.

Jocham menghadap Byeongsoo dan bertanya kenapa membiarkan Jeokho (Maksaeng) hidup padahal tidak memiliki Surat Darah .  Byeongsoo menjelaskan kalau El Temur menghendaki Jeokho kerja paksa hingga mati .
Byeongsoo mengkritik kenapa perkembangan pekerjaan begitu lambat ? . Jocham beralasan kalau para budak sedang sakit. Byeongsoo mengomel kalau jadwal pengiriman sudah semakin dekat . Byeongsoo menggetok kepala Jocham , dan memperingatkan kalau Eagle House akan tiba hari ini .  Byeongsoo tidak mau tahu walaupun harus membuat budak berdarah2 dan berkeringat , yang penting pekerjaan harus sudah selesai besok .
Jocham kemudian berteriak dengan lantang kepada para budak untuk berkerja dengan cepat , atau akan mati kelaparan.
***
Byeongsoo diam2 mengumpulkan kekayaan ketika berada disini . Seorang diri dia membuka peti berisi banyak tael emas , dan menciuminya seakan parfum yang wangi untuk memuaskan semangat jiwa yang tamak .
Byeongsoo bergumam bahwa tidak ada yang menarik dari emas , bahkan kekaisaran pun tidak ada apa2nya dibandingkan ini . Byeongsoo tertawa terbahak2 .
Byeongsoo menaruh kembali peti emas begitu ada tamu dari pihak perwakilan Eagle House yang baru datang .

Tamu itu ternyata Bisoo dan asistennya . Bisoo menyaru sebagai agen Eagle House untuk mengawasi pertambangan ini .
Bisoo memperingatkan soal pengiriman . Byeongsoo sesumbar akan menyediakannya besok dan mempersilahkan Bisoo untuk menginap semalam disini .
***
Dikamar , Bisoo sedang berganti pakaian . Terlihat di punggungnya ada bekas luka cambukan.  Bisoo segera berbenah pakaian saat ada yang tiba.
Jeokho tiba untuk menghadap Bisoo membawakan makan malam  . Jeokho bertanya apa Bisoo yakin kalau El Temur menyimpan harta karunnya ditempat ini ?  . Bisoo merasa yakin karena mendapatkan informasi itu dari pihak Eagle House .
Jeokhoo menerka2 dimana gerangan harta karun itu .  Jeokho menerka kalau ada terowongan yang telah terbengkalai tetapi Byeongsoo melarang siapapun untuk mendekat.
***
Byeongsoo - Jocham memasuki sebuah terowongan dengan membawa obor penerangan . Mereka berusaha mencari harta karun El Temur yang mungkin tersembunyi didalamnya.


Semakin masuk kedalam semakin gelap . Byeongsoo yakin kalau harta karun El Temur berada di ujung terowongan ini . Namun mereka terkejut ketika melihat kelelawar berterbangan.
Mereka terus mencari dan mencari . Jocham bertanya toh selama ini sudah mencari ditempat ini tetapi belum ditemukan juga . Byeongsoo menjelaskan bahwa terowongan ini begitu dalam dan masih banyak jalan yang belum ditelusuri .
Byeongsoo menenangkan Jocham , bahwa suatu saat keberuntungan pasti akan tiba.  Jocham bertanya bagaimana Byeongsoo bisa yakin . Byeongsoo menjelaskan : Memangnya apa lagi yang membuat El Temur menghargai sesuatu lebih dari nyawa ? Yakni tempat ini .
***
Bisoo menulis surat untuk Wang Yoo dan tanpa sadar tersenyum . Bisoo menyerahkan surat itu pada asisten untuk dikirim ke Wang Yoo . Asisten berkata kalau Wang Yoo harus tahu resiko apa yang terjadi pada Bisoo  jika kembali ke Eagle House.
Bisoo menukas dingin : Cukup !!
Asisten menerka kalau Bisoo menyukai Wang Yoo . Bisoo menukas bahwa hubungan dengan Wang Yooo semata2 karena  kepentingan bersama dan sasaran bersama.
***
Di Istana . Seungnyang berkata kalau pertempuran akan dimulai dan mempersilahkan Tahwan untuk mulai menulis surat.
Tahwan mulai menulis surat kepada para gubernur  : Kepada para sekutuku , dengarkan Kaisar kalian . El Temur tidak pantas untuk dihormati , dan memberikan kekejaman luas pada rakyat kita. Akibatnya para Dewata menjadi marah dan mengutuk , menyebabkan musibah kelaparan dan bencana penyakit. Karena itu aku harus lekas menghukum untuk meredakan kemarahan para Dewata. Wahai para sahabatku , para dewata tidak akan membalikkan punggung untuk kita . Ketulusan dan Kebajikan perlu lahan subur untuk tumbuh .  Kejahatan harus diberantas hingga keakar2nya. Aku akan menarik PEDANGKU . Aku meminta bantuan kalian semua untuk membersihkan tanah kita dari El Temur.
Para utusan pun menyampaikan surat Tahwan ke masing2 provinsi . Para Gubernur membaca surat itu dengan ekspresi terkejut , bahkan ada yang bergetar tangannya .  Para Gubernur berangkat ke ibukota untuk menghadap Tahwan untuk mendengar langsung rencana Tahwan.
Tahwan ketika itu sedang asik berdoa pada sang Buddha .  Para Gubernur muncul untuk menghadap . Seungnyang menjelaskan kalau delapan Gubernur telah tiba (kecuali Bayan) .
Tahwan berkata pada para Gubernur , mengucapkan  terimakasih atas kedatangan mereka semua. Tahwan berkata tentunya mereka telah membaca suratnya dan telah mengetahui tujuannya. Kini Tahwan ingin mengetahui sikap para Gubernur.
Salah satu Gubernur mewakili rekan2nya dan berkata mereka semua telah menantikan hari ini bahwa Tahwan memiliki MANDAT LANGIT , dan mereka semua siap mengabdi , dan menanti perintah dari Tahwan.
Tahwan menghendaki para Gubernur mengirim pasukan masing2 . Para Gubernur pesimis bahwa El Temur telah menempatkan pasukan di tiap provinsi , dan dapat mengalahkan mereka semua dengan mudah jika berhasil mengendus rencana ini .  Para Gubernur khawatir mereka akan dituduh melakukan penghianatan , dan negara ini akan terjebak dalam Perang (Saudara) .
Tahwan menenangkan para Gubernur , dengan membuat El Temur sendiri yang menginginkan para Gubernur membentuk pasukan .
***
Di Markas Bayan . Tal Tal berkata pada pasukan  agar mereka bersiap bergerak secara rahasia , jam demi jam , meninggalkan Provinsi Liaoyang dalam perjalanan tiga hari menuju Ibukota Dadu melalui perbukitan .
Bayan berpidato dengan berapi2 untuk mengobarkan semangat pasukannya . " Kita siap bertempur sampai mati . Kita bergerak seperti harimau , menyerang seperti elang , dan menahan seperti beruang. Langit akan berserta kita.  " .
Tal Tal dan pasukan juga menegaskan kalau nyawa mereka semua telah diserahkan kepada Bayan .
**
Seungnyang dkk sedang menuju tempat kediaman Ibu suri . Seungnyang berpapasan dengan Guru Jang yang akan membawa petisi publik kepada Tahwan .
Bulhwa bergumam pada Seungnyang bahwa petisi itu akhirnya di rilis juga.  Seungnyang memberitahu perkembangan terkini pada Ibu Suri bahwa sebuah badai besar akan muncul di istana dan menyapu habis El Temur dkk demi kebaikan semua pihak .
Ibu Suri terperanjat.
***
Guru Jang sudah mengantarkan petisi publik kepada Tahwan yang saat itu didampingi El Temur juga.  Guru Jang berlalu setelah itu .
El Temur hendak membaca surat2 petisi itu . Tetapi Tahwan menepis tangan El Temur karena sekarang Tahwan bisa membaca sendiri .
Petisi pertama yang dibaca Tahwan adalah masalah Tibet.
Tahwan mengambil salah satu petisi dan hendak membubuhi stempel kaisar.  Kini giliran El Temur yang mencoba menepis tangan Tahwan .

El Temur mengambil surat petisi yang lain , ternyata dari Bayan . El Temur membaca surat itu dan tangannya tergetar menahan emosi saat membacanya.
Dalam surat itu Bayan mengajukan : Abdimu , Bayan , telah lancang mengajukan hal ini pada Yang Mulia . Aku sering menyaksikan berbagai kejahatan El Temur . Aku tidak tahan lagi , dan mengeluarkan pedangku pada akhirnya . Mohon agar mendesak para Gubernur lain untuk melakukan hal yang sama.  Tolong hambamu ini .
Tampaknya konfrontasi langsung sudah tidak terhindarkan lagi setelah ini .
(Sementara itu Bayan - Tal Tal bersama pasukan sedang dalam perjalanan ke ibukota.)
***

Akibat kemarahan itu El Temur menggelar sidang . Dangkise membacakan ulang lanjuta surat petisi Bayan yang berisi : " Aku punya senjata rahasia yang lebih kuat daripada El Temur , yakni SURAT DARAH dari mendiang Kaisar. Aku akan kampanye militer bersama pasukanku untuk menghukum penghianat dan pembunuh mendiang Kaisar . Mohon dimengerti maksud baik hambamu .  "
Salah satu Gubernur berpura2 menuntut penjelasan dari Surat Darah itu .  El Temur dengan percaya diri meminta Tapjahae untuk menyerahkan Surat Darah padanya . Dan El Temur memamerkan "Surat Darah" palsu dengan bangga , sekaligus membuktikan tuduhan Bayan tidak berdasar.

(Red - El Temur belum sadar kalau hanya Tahwan yang tahu asli atau tidaknya surat asli almarhum ayah (kaisar) yang ada cap kupu2. )
El Temur merasa menang dan mendesak Tahwan untuk membacanya sendiri (secara Tahwan tidak buta huruf lagi ) . El Temur berkata bacalah surat (versi El Temur) agar Tahwan tahu keinginan almarhum ayahnya .
Tahwan tetap tenang dan menuruti El Temur untuk membacakan Surat Darah versi El Temur itu yang isinya : "Anakku , aku hanya bisa menyalahkan diri sendiri . Ketika kamu nanti jadi Kaisar , andalkan El Temur sebagai orang satu2nya yang bisa dipercayai bagi kamu dan Dinasti Yuan .
El Temur tentu saja tersenyum bangga mendengar isi surat karangan sendiri yang super narsis itu . Sedangkan para Gubernur tidak terkejut , terlebih Seungnyang dan Ibu Suri .
Sebuah kilas balik . Tahwan menunjukkan Surat Darah yang asli kepada para Gubernur.  Tanda keaslian surat itu ditunjukkan dengan tanda kupu2 , bukan stempel kekaisaran.


Kembali ke sidang . Tentu saja para Gubernur tersenyum menyeringai karena sudah tahu apa yang terjadi .
Berbeda dengan El Temur dkk yang merasa diatas angin kali ini . Dangkise menyarankan agar sang penghianat Bayan ditangkap .  Para Gubernur berpura2 menawarkan diri untuk ikut mengirim pasukan ke provinsi Liaoyang demi berhadapan dengan Bayan. Gubernur Yunnan menyatakan akan mengirim pasukan untuk membasmi pemberontak , disusul Gubernur Lingbei dan Gubernur Sichuan  dstnya.
El Temur mendesak Tahwan untuk memberikan keputusan terlebih para Gubernur sudah memperlihatkan kesetiaannya . Tahwan akhirnya berpura2 mengabulkan dan memberi ijin untuk membekuk dan memenggal Bayan .
Tanashiri melihat kesempatan itu untuk menjatuhkan Seungnyang juga , secara Seungnyang menjadi selir sebagai perwakilan Bayan (putri angkat Bayan) .  Tanashiri mendesak agar Seungnyang dihukum mati karena penghianatan Bayan.
Ibu Suri turun tangan dengan mengajukan protes .
Tanashiri bertanya apa Ibu Suri hendak mempertaruhkan Keluarga Istana demi Seungnyang belaka ?
Ibu Suri menukas bagaiamana dengan Pangeran Ayushiridara ? Apakah Tanashiri akan membunuh Ibu dari Pangeran Ayu juga ? .
Ibu Suri dengan diplomatis mengalihkan hukuman Seungnyang untuk pengasingan di Istana Musim Dingin saja (Sebagaimana Tanashiri pernah mengalaminya) .
Ibu Suri dan Seungnyang saling memandang penuh arti karena mereka telah menerka dan membahasnya sebelum ini .
Sebuah kilas balik . Seungnyang berkata pada Ibu Suri : El Temur mungkin akan membuat Istana banjir darah . Namun Istana Musim Dingin tidak akan diperebutkan .
Tanashiri tersenyum puas. Tanashiri tidak ada pilihan lain selain menerima opsi ini . Tahwan dengan terpaksa mengabulkan hukuman untuk Seungnyang.
(Red - Bagi Tanashiri , yang terpenting adalah  Seungnyang menderita . Padahal itu bagian dari taktik Seungnyang untuk mengamankan diri ditempat terpencil pada saat perang akan meletus nanti di Istana) .
***
Seperti yang dulu dialami Tanashiri ketika diasingkan ke Istana Musim Dingin . Kini Hongdan membantu Seungnyang untuk melepaskan berbagai atribut kebesaran seorang selir , termasuk mahkota dan perhiasan , juga jubah indah . Kini Seungnyang hanya memakai gaun dalam .
Part 3 (of 3 )

Tahwan tiba untuk berbicara empat mata dengan Seungnyang . Tahwan meminta maaf karena Seungnyang harus melalui penderitaan. Seungnyang merasa itu tak masalah selama rencana mereka semua bisa berjalan lancar.
Tahwan masih sulit menerima Seungnyang akan menderita di Istana Musim Dingin . Tahwan merasa hatinya tercabik2 .
Seungnyang berkata :  Bayan sudah siap berperang , dan kita semua akan berperang dengan hati kita . Tegarlah dan beranikan diri , jika kita bimbang , El Temur lah yang akan menang.
Tahwan paham dan terharu dengan penjelasan Seungnyang . Tahwan menghampiri dan meraih tangan Seungnyang dengan erat .
***
Tanashiri dengan senyum kemenangan berpapasan dengan Seungnyang yang akan berangkat dalam pengasingannya.  Tanashiri : Lihatlah dirimu saat ini yang menyedihkan . Kamu akan merasakan rasa dingin yang menusuk2 tulangmu disana.  Kematian seakan menjadi berkat dalam kondisi seperti itu .
Mata Seungnyang berkaca2 karena penghinaan ini , namun senyum mengembang dari wajah Seungnyang. Dalam hati Seungnyang : Silahkan tertawa selagi bisa , karena kamu akan menangis segera.
Seungnyang dkk berlalu.
Tanashiri memandang kepergian Seungnyang . Yeonhwa berkomentar kenapa Seungnyang masih terlihat percaya diri seperti itu ? . Seo menjelaskan kalau Seungnyang mungkin ketakutan sehingga tidak bisa berpikir jernjih .
Tanashiri bahwa dia bersumpah akan membalas penderitaan yang dialami dulu kepada Seungnyang  , seribu kali lipat , atau sepuluh ribu kali lipat .
***
Seungnyang sudah tiba di Istana yang dingin dan angker dan tak terawat ini . Setelah melihat situasi tempat ini ,  Hongdan mengeluh tempat ini begitu dingin .
Seungnyang bertanya pada Bulhwa apakah sudah menyampaikan pesan pada para selir ?. Bulhwa menjelaskan kalau mereka akan datang jika Seungnyang memanggil mereka.
Seungnyang tersenyum penuh percaya diri .
***

Dangkise memberikan pengarahan pada para Gubernur bagaimana rencana militer untuk menghadapi Bayan .  Dangkise berkata : Walau pasukan Bayan sedikit , tetapi mereka adalah pasukan yang terlatih dengan baik .Jika kita membiarkan mereka bernafas itu sama saja dengan membuat pertempuran menjadi berkepanjangan.

***


Dangkise dan pasukan mulai berangkat dalam misi meringkus Bayan menuju provinsi Yeoywang. Dangkise melewati markas garnisun yang di jaga oleh Wang Yoo .
Wang Yoo berdiri diatas benteng bersama Moosong .  Dangkise sempat melempar senyum pada Wang Yoo sebelum berangkat .
Setelah Dangkise berlalu .  Wang Yoo memerintahkan Moosong untuk menyiapkan pasukan untuk pertempuran mendatang. Tak lama Jeombakyi muncul memberitahu Bisoo sudah tiba di markas.
Bisoo dan asisten tiba di Markas Garnisun . Wang Yoo berkata kalau dia sudah membaca suratnya dan bertanya apa tujuan Bisoo datang kesini ?
Bisoo mengaku sudah mendengarkan apa yang terjadi . Kasim Bang bertanya apa Bisoo datang untuk membantu ?. Jeombakyi berkata kalau hal ini terlalu berbahaya bagi Bisoo .
Bisoo menenangkan bahwa kali ini dia ada kepentingan sendiri , pihak Eagle House tidak akan curiga.  Wang Yoo memuji Bisoo , karena tidak mudah kembali ke Eagle House. Bisoo mengaku sedang beruntung karena pihak Eagle House percaya dengan karangan cerita Bisoo .
Wang Yoo bertanya bagaimana Maksaeng (Jeokho) . Bisoo menjelaskan kalau Jeokho ada dipertambangan bersama warga desa Goryeo (yang menjadi budak) .
Wang Yoo mempersilahkan Bisoo untuk beristirahat. Bisoo dan asisten berlalu .
Jeombakyi - Bang berkomentar kalau Bisoo ternyata setia juga pada Wang Yoo .
***
Di Istana Musim Dingin . Seungnyang mencoba menahan rasa dingin yang menyengat dan kelaparan . Hongdan ikut sedih karena mereka semua bisa mati dalam hawa sedingin ini . Bulhwa bertanya apa Seungnyang baik2 saja . Seungnyang berkata dia baik2 saja.
Namun tanpa diduga Tahwan dkk tiba .  Seungnyang hampir menangis karena terharu. Tahwan meminta semua pergi dari ruangan ini
Tahwan - Seungnyang berbincang empat mata .  Seungnyang mengingatkan kalau Tahwan seharusnya tidak berada disini . Tahwan berkata dia datang untuk malam ini saja .


Tahwan meraih tangan Seungnyang untuk menenangkan : "Tidurku seakan tidur diatas ranjang paku tanpa kehadiranmu . "
Tahwan khawatir Seungnyang kedinginan . Tahwan  memberikan jubah luarnya untuk melindungi Tahwan dari hawa dingin , kemudian memeluk Seungnyang seraya berkata agar Seungnyang bisa bersabar untuk sementara.
Seungnyang menangis dalam pelukan Tahwan .
***
Dangkise dan pasukan mulai mendirikan kemah , sambil menantikan pasukan tambahan dari para Gubernur . Namun yang ditunggu2 tak kunjung tiba.  Dangkise kesal mengetahui hal ini . Asisten berkata perlu beberapa hari , namun Gubernur dari provinsi terdekat seharusnya sudah tiba.
Seorang prajurit muncul untuk melaporkan bahwa tidak ada tanda keberadaan pasukan Bayan . Dangkise kembali terperanjat.
Dangkise memutuskan untuk melihat sendiri apa yang terjadi .
***
Dangkise tiba di markas Bayan hanya untuk menemukan markas itu telah kosong tanpa ada siapapun .  Dangkise masuk keruangan Bayan dan hanya  menemukan surat yang ditancap kemeja oleh sebuah pisau.
Surat Bayan berisi ledekan : Kamu bisa memiliki provinsi ini . Tetapi aku akan mengambil Dunia .

Dangkise murka setelah membaca surat itu .  Dangkise tahu bahwa dia telah tertipu , dan tahu pula bahwa Bayan sedang menggerakkan pasukan ke Ibukota .
Asisten bertanya bagaimana dengan para Gubernur ? . Dangkise berkata bahwa perlu waktu untuk berkumpul dan bersiap menyerang.
Dia segera memerintahkan anak buah untuk mengirim pesan tentang situasi ini pada El Temur.
***

Para Gubernur ternyata sudah bergabung dengan Bayan di perkemahan besar . Mereka sudah mengenakan baju militer seraya memuji kecerdikan Bayan dalam mengatur strategi.
Karena siasat Bayan ini , para Gubernur bisa menggerakkan kekuatan militer mereka tanpa dicurigai El Temur . Disisi lain strategi ini berhasil memancing kekuatan El Temur untuk meninggalkan Ibukota bersama Dangkise.
Bayan menyebut bahwa strategi ini berkat kecerdikan Tal Tal juga dalam mengatur strategi.
Tal Tal mengungkap strategi selanjutnya dengan pedoman peta , diperlukan waktu tiga hari bagi Dangkise untuk kembali ke ibukota , dan ini memberi kelonggaran waktu bagi mereka untuk menangkap El Temur .
Tal Tal menjelaskan ada delapan Gerbang menuju Ibukota , dan Bayan akan mengambil alih gerbang utara yang sangat penting , sedangkan gubernur2 lain akan mengamankan tujuh gerbang tersisa.
***


Utusan Dangkise memacu kuda dengan cepat untuk segera tiba di Ibukota dan melaporkan pada El Temur tentang situasi gawat yang terjadi . Untuk itu Utusan harus melalui Markas Garnisun Ibukota yang dipimpin Wang Yoo .
Di atas benteng ada Moosong dan Bisoo . Utusan dari atas kudanya berkata ada pesan dari Dangkise yang harus segera disampaikan . Moosong berkata memangnya pesan apaan ?
Utusan berkata bahwa Bayan dan para Gubernur menyatukan kekuatan untuk menuju Ibukota.
Alih2 melalui Markas Garnisun. Bisoo atas isyarat Moosong , menembakkan crossbow kearah utusan itu hingga tewas dan tersungkur dari kudanya.
***
Dengan tewasnya utusan Dangkise , otomatis El Temur tidak tahu situasi gawat yang sedang terjadi . El Temur masih percaya diri dan merayakan kemenangan yang siap menanti bersama Wonjin dan Wang Yoo .
Wonjin merasa aneh dan masih terlalu dini merayakan hal ini . El Temur bertanya memangnya apa yang ditakutkan Wonjin ? Apa Wonjin berharap Bayan selamat sampai ibukota ? . Wonjin terdiam .
Tapjahae masuk ruangan dan tersenyum menyampaikan pesan Dangkise  (yang sudah dipalsukan)  , bahwa Dangkise telah meraih kemenangan meringkus Bayan dan sekarang sedang kembali ke Ibukota.

El Temur tersenyum mendengar kabar baik ini dan semakin percaya diri , dan akan melaporkan hal ini pada Tahwan.
***
Malam tiba di Markas Garnisun . Wonjin sedang berdiri didepan gerbang ketika prajurit melapor bukan Dangkise yang akan tiba , melainkan Bayan .  Wonjin terperanjat dan langsung memerintahkan anak buah untuk menutup gerbang.
Sementara itu Bayan - Tal Tal diam2 semakin mendekati Ibukota. Mereka memandang dari kejauhan . Tal Tal berkata kalau mereka berhasil mengambil alih Ibukota maka dunia berada digenggaman mereka.  Bayan memerintahkah pasukan untuk kembali bergerak .
***
Sementara itu Di Markas Garnisun , Wang Yoo berdiri di panggung untuk memberikan pidato berapi2 dihadapan pasukan : Sekarang semua terserah pada kita semua. Gerbang yang terbuka akan menuju pada kemenangan . Gerbang tertutup akan menuju pada kekalahan .  Musuh ada ribuan , tetapi mereka tercerai berai ke berbagai arah .  Sedangkan kita hanya ratusan tapi menjadi satu kesatuan.  Dengan ini kita tidak akan takut menghadapi jutaan musuh sekalipun .

***
Di istana , El Temur menghadap Tahwan untuk melaporkan "kabar gembira" bahwa Dangkise telah menang dan berhasil membekuk Bayan .
Tahwan pura2 senang mendengar keberhasilan itu .
El Temur mengajak Tahwan untuk merayakan keberhasilan menangkap penghianat Bayan dengan minum bersama  . Tahwan tersenyum menyanggupi  , tidak ada alasan untuk menolak .
***
Tanashiri melihat kediaman para Selir namun tidak ada siapa2 disana. Tanashiri berkata pada Dokman seharusnya para selir minum teh malam ini . Dokman berdusta bahwa para selir sedang diruang belajar. Tanashiri bertanya untuk apa ?
***
Para Selir sendiri sedang berada di Istana Musim Dingin bersama Ibu Suri dan Guru Jang untuk mendengarkan perkembangan situasi dari Seungnyang .

Seungnyang menjelaskan semuanya dengan bantuan peta Istana : Jika El Temur tahu gerbang ditembus , maka El TEmur akan membunuh semua penghuni istana , karena pengawal istana adalah pasukan dibawah kendali El Temur dan mengabdi pada El Temur . Jadi hanya kita yang bisa melindungi Kaisar , dan juga para kasim dan para dayang. Perang yang kita jalani dimulai dari sini .
Disarankan follow Twitter Bentara agar bisa mengikuti update terbaru

0 comments:

Post a Comment