Tuesday, March 4, 2014

Sinopsis : Empress Ki - Episode 34

Standard

Buat penggemar Empress Ki tetapi  yang tidak mengerti Sejarah Tiongkok (terutama era Dinasti Yuan) . Empress Ki dalam catatan sejarah memang salah satu Empress yang paling powerful di era akhir Dinasti Yuan . Walau nama Empress Ki ini ironisnya malah dipopulerkan serial drama Korea yang berjudul sama .

Sebagai gambaran pembanding adalah Empress Wu (Dinasti Tang ) dan Empress Dowager Ci Xi (Dinasti Qing) . Tentunya untuk menjadi wanita yang paling berkuasa di Tiongkok bukanlah hal yang mudah . Dia harus mahir politik untuk menghadapi pesaingan internal keluarga Istana dan politik elite antara para pejabat tinggi seperti Gubernur , Mentri dstnya.
Drama Empress Ki ini secara umum sangat menarik karena unsur2 dialog politik tingkat tinggi berbalut cinta. Walau demikian ada kekurangan dimata penulis rekap ini .  Beberapa pointnya adalah sebagai berikut :
1. Dinasti di Tiongkok senantiasa terbesar dalam segala hal . Ukuran istana , jumlah prajurit yang ratusan ribu hingga jutaan  , tokoh penting yang begitu banyaknya.  Sedangkan dalam Serial "Empress Ki" itu menggunakan Standar Korea  (Korea adalah salah satu negara bawahan Tiongkok selama ribuan tahun yang hanya seukuran provinsi China) ) yang serba hemat . Melihat pasukan yang terlibat dalam drama ini , both Bayan - El Temur seperti satu kompi kecil . Padahal Di era dinasti2 di Tiongkok , konflik kekuasaan akan melibatkan ratusan ribu atau bahkan jutaan prajurit dari kedua belah pihak. Standar China dalam ilustrasi pengerahan prajurit dapat dilihat seperti film "Red Cliff " (2008) dan "Hero" (2002) . Kabinet Yuan juga luput untuk disertakan dan hanya melibatkan 10 Gubernur dalam konflik internal melawan El Temur.
3 . Romantisir sejarah adalah hal yang lumrah sejauh tidak terlalu melenceng dari pakem sejarah . Dalam hal ini serial MBC ini terlalu memfabrikasi tokoh Wang Yoo yang sebenarnya dalam sejarahnya adalah salah satu raja di masa akhir Goryeo yang kurang menonjol bahkan salah satu raja yang buruk . Mungkin karena serial ini produksi Korea , maka raja Wang Yoo ditampilkan sebagai raja yang baik dan peduli rakyat . Ini terlalu melenceng jauh .  Sedangkan penulis menilai romantisir tokoh Tahwan (Toghon Temur) - dan Empress Ki masih bisa diterima.  Empress Ki dalam kenyataan sejarah memang didampingi Kasim Bulhwa , dan sangat piawai dalam politik. Gambaran tokoh Tal Tal dan Bayan juga cukup memadai karena sesungguhnya mereka itu adalah dua tokoh penting di masa akhir Dinasti Yuan.
Walau demikian diantara kekurangan , tetap saja masih banyak kelebihan , karena tidak mudah membuat drama epik seperti ini . Aku belum menemukan serial drama Indonesia yang sanggup mengekspose dialog2 dan akting yang cerdas seperti dalam Empress Ki ini . Padahal khan bahan sejarah Nusantara juga banyak yang bisa diadaptasi menjadi serial drama. No Offense.

UPDATE

  • Menambahkan Preview (Feb 28 18: 15 WIB)
  • Menambahkan Rekap Part 1 ( Mar 04 , 18 : 15 WIB)
  • Disarankan follow Twitter Bentara agar bisa mengikuti update terbaru

Sinopsis

Empress Ki - Episode 34
Episode 32 merupakan puncak dari demonstrasi kematangan Tahwan yang muncul keberaniannya. Episode 33 merupakan upaya keras kubu El Temur untuk menghabisi Tahwan dan Seungnyang.  Ironisnya semakin keras usaha Tanashiri maupun El Temur , semakin dekat pula hubungan Tahwan dan Seungnyang.
El Temur memang berhasil mengkambinghitamkan Seungnyang dengan bantuan Wang Yoo. Aku belum bisa menebak kenapa Kasim Bang membisikkan pada Wang Yoo kalau perkembangan Sidang diluar perkiraan. Seungnyang diseret oleh dua pengawal dan sempat memperlihatkan pandangan kesedihan sekaligus kebencian karena merasa dihianati Wang Yoo.
Aku menebak kalau tuduhan Tanashiri begitu lemah dan mengada-ngada karena mengandalkan kondisi Tahwan (yang dikira belum sadarkan diri) . Padahal Tahwan sudah sadarkan diri . Jadi hasil sidang terhadap Byeongsoo itu tidak akan membawa pengaruh banyak bagi keselamatan Seungnyang .

Yang pasti Seungnyang masih sehat walafiat karena dalam preview episode mendatang , Tanashiri begitu kesal kalau Seungnyang masih saja hidup , bahkan sempat mengobrak ngabrik meja makan karena kesal . Tanashiri dkk merencanakan untuk membunuh Seungnyang dengan segala cara , termasuk menggunakan ilmu hitam (guna-guna) .
Tanashiri : Aku tidak tahan lagi .  Dayang Seo : Mungkin ada cara untuk membunuh Seungnyang .  Tanashiri : Dengan kutukan ? . Dayang Seo : Iya , jenis kutukan terburuk .

Yeonhwa ditugaskan untuk menaruh jimat ditanah . Mulailah Tanashiri mengeluarkan jampi2 yang berharap Seungnyang mati .   Dan muncul visualisasi dimana Seungnyang berlari dimalam hari , disebuah jalan yang sepi dan tampak ketakutan oleh sesuatu .


Rekap

Penting untuk dibaca : Dibandingkan rekap2 lain di blog ini , khusus untuk rekap Empress Ki , rekap hari pertama sesudah tayang bukan merupakan rekap final dan perlu menyempurnaan dan perbaikan di hari kedua setelah drama ini ditayangkan .  Update perbaikan akan dibarengi dengan Full Recap (Rekap Final) tak lama kemudian yang akan diumumkan di twitter kami .
Tanashiri memerintahkan agar Seungnyang dan para kasim ditahan dan hukum istana harus ditegakkan .  Wang Yoo pun mulai terperanjat dengan perkembangan situasi yang tidak diduga ini .
Pengawal menahan Seungnyang . Bayan hampir kehilangan kesabaran dan hendak mengangkat senjata , sebelum Tal Tal mencegahnya. Seungnyang digiring dua pengawal . Seungnyang berhenti sebentar menepis para pengawal . Seungnyang memandang Wang Yoo dengan penuh kebencian dan kesedihan .  Wang Yoo menatap dalam diam .





Wang Yoo mempersilahkan Bisoo keluar dari ruangan karena hari sudah malam .  Bisoo berkata kalau dia akan meninggalkan tempat ini sebelum matahari terbit . Bisoo mengucapkan terimakasih karena Wang Yoo mengajarinya berbagai hal  . Bisoo mengatakan akan pergi untuk mengejar pemimpin Eagle House (boss almarhum Heuksoo) . Wang Yoo bertanya apakah Bisoo sudah tahu dimana ? . Bisoo mengaku sedang melacak jejak Eagle House . Wang Yoo khawatir Bisoo bisa terbunuh atau dijual sebagai budak .
Bisoo menenangkan kalau Wang Yoo tidak perlu khawatir karena Bisoo sudah memikirkan cara terbaik . Wang Yoo mendesak agar Bisoo tetap tinggal bersamanya saja.  Bisoo berkata kalau dia hanya berharap bisa mengumpulkan suku bangsanya yang telah tercerai berai .
Wang Yoo menawarkan Bisoo untuk mengajak salah satu anak buah Wang Yoo . Bisoo menolak tawaran ini dan berjanji bahwa suatu hari mereka akan bertemu kembali .
Bisoo berlalu dari ruangan Wang Yoo , dan berpapasan dengan Jekhoo .
Jeokhoo berkata bahwa dia diperintahkan untuk mengikuti Bisoo , namun Bisoo dengan wajah kesal mengabaikannya. Jeokhoo tidak peduli dan tetap mengikuti Bisoo .
***

Seungnyang merawat Tahwan dengan sungguh2 dengan mengompress Tahwan yang demam dan belum sadarkan diri .
Keesokan pagi , Tahwan terbangun melihat Seungnyang sudah tertidur didadanya . Tahwan dengan hati2 bangkit dari ranjang dan membetulkan posisi tidur Seungnyang dengan penuh kasih sayang , kemudian mencium pipi Seungnyang.

Tahwan tersenyum dan berlalu . Pada saat itu Seungnyang terbangun .
Diluar ruangan , Golta menyapa apkah Tahwan baik2 saja ? . Tahwan mengungkap : Semalaman Seungnyang merawat diriku , bagaimana aku tidak baik2 saja ? . Hongdan tidak bisa menahan senyum.
Tahwan memerintahkan Golta untuk memanggil Bayan . Golta heran untuk apa Tahwan memanggil Bayan ? . Tahwan mengatakan dia ingin memerintahkan sesuatu pada Bayan nanti .
***

Diruang penjara. Jocham tampak panik karena belum ada kabar juga , dan bertanya2 apakah El Temur akan memegang janji untuk menyelamatkan mereka /
Byeongsoo berkata : Kita tidak ada pilihan lain selain mempercayainya  . Jocham bertanya kalau begitu kenapa belum ada kabar ? . Byeongsoo berkata semakin keras : Mana aku tahu ?. Jocham : Jika kamu saja tidak tahu , lantas siapa lagi ? .  Byeongsoo mencekik Jocham : Kamu berani meninggikan suaramu padaku ? . Jocham : Kenapa tidak , kamu hanya terdakwa sama sepertiku .
Jocham semakin panik , lupa diri , dan akhirnya bertengkar dengan atasannya sendiri , Byeongsoo . Mereka saling mencekik satu sama lain . LOL .
Pertengkaran mereka terhenti karena Bayan – Tal Tal sudah tiba untuk melihat kondisi mereka. Byeongsoo – Jocham di seret keluar ruang tahanan , diletakkan di kursi dan terikat , untuk disiksa.  Byeongsoo – Jocham duduk dan diganjar oleh besi panas , dan lukanya segera menguap seperti dading terbakar. Byeongsoo meringis kesakitan tiada tara .  Tal Tal memberi isyarat agar siksaan dihentikan sementara.  Bayan bertanya pada mereka , siapa yang memerintahkan mereka untuk mengganggu keselamatan Kaisar.
Byeongsoo tidak takut , mempersilahkan bunuh saja , dan malah tertawa menyeramkan dengan pandangan penuh dendam . Bayan berkata kalau Byeongsoo - Jocham akan disiksa sampai mengatakan yang sebenarnya . Untuk itu Tal Tal kembali memberikan isyarat agar Byeongsoo – Jocham disiksa besi panas.  Kembali rintihan kesakitan bergema di ruang penjara.
El Temur dkk tiba dan bersitegang dengan Bayan . El Temur bertanya apa yang mereka lakukan ?  Bayan menyebutkan bahwa ini perintah Kaisar. El Temur bertanya dengan nada mengejek : Kaisar ?
El Temur memerintahkan anak buahnya untuk menyeret penghianat Byeongsoo dan Jocham keluar .  Tal Tal menatap tajam pada El Temur , dan berkata kalau interogasi belum selesai .  Kubu El Temur berkilah kalau Byeongsoo – Jocham harus dieksekusi karena telah berani melakukan usaha pembunuhan terhadap Kaisar.  Byeongsoo – Jocham terperanjat , dan digiring keluar . Byeongsoo sempat menatap dengan wajah memelas pada Dangkise (berharap Dangkise berpegang pada janji sebelumnya) .
El Temur dkk berlalu . Tal Tal memerintahkan dua anak buahnya untuk mengawasi proses eksekusi .
***

Byeongsoo – Jocham dkk digiring keluar penjara dengan tubuh terikat . Dalam keadaan mengenaskan , Byeongsoo sempat mencuri pandang pada Yeonhwa yang berdiri di kejauhan . Yeonhwa pun ikut sedih melihat Byeongsoo . Yeonhwa menahan tangis .  Jocham meledek kalau Byeongsoo sempat2nya menatap Yeonhwa menjelang kematian .
Dangkise memerintahkan agar para terdakwa mati di tutup kepalanya dan digiring ke tempat eksekusi .  Byeongsoo dengan sedih berusaha menatap Yeonhwa untuk terakhir kalinya sebelum kepalanya ditutup kain hitam .
Tahwan – Seungnyang – Bulhwa mengamati dari kejauhan . Sebagaimana Tal Tal , Seungnyang juga meminta Bulhwa untuk mengawasi proses eksekusi .
***

Di tempat eksekusi , satu persatu terdakwa mati digiring ke panggung eksekusi . Warga disekitar juga ikut menonton eksekusi itu . Tetabuhan ditabuh seakan2 bersiap menyambut arwah penasaran .  Aba2 terdengar , dua algojo menebas golok mereka ke arah terdakwa mati .  Terdakwa langsung tersungkur tak bernyawa.
Bulhwa , dan anak buah Tal Tal mengawasi proses itu . Bulhwa tampak puas dan berlalu .
Tanpa Bulhwa sadari , eksekusi itu palsu menggunakan terdakwa mati yang lain untuk menggantikan Byeongsoo – Jocham , sementara Byeongsoo – Jocham sudah mengenakan pakaian rakyat jelata dan mengawasi dari kejauhan .  Dangkise muncul dari belakang sehingga Byeongsoo terkejut seperti melihat Setan disiang bolong.
***

Disebuah ruangan , Dangkise menyerahkan amplop berisi tugas dari El Temur untuk Byeongsoo . Dalam surat itu akan dijelaskan kemana Byeongsoo harus pergi dan apa yang harus dilakukan . Dangkise menjelaskan kalau El Temur memandang penting tugas ini , dan ini menandakan El Temur menganggap Byeongsoo cukup bernilai . Dangkise meminta Jocham membantu Byeongsoo juga.  Dangkise mengingatkan ini tugas yang berat , dan rahasia ini tidak boleh terungkap , atau nyawa taruhannya .
Dangkise berlalu .
Byeongsoo membalas perlakuan Jocham yang membangkang ketika di penjara tadi . Byeongsoo memukuli , dan Jocham mengaku salah .
Byeongsoo membuka amplop surat itu . Awalnya Byeongsoo menatap dengan mulut menganga , tetapi tak lama kemudian Byeongsoo tertawa jahat .  Jocham bertanya mereka akan kemana ? . Byeongsoo berkata kalau hal ini akan merubah segalanya.
Byeongsoo – Jocham celebrate seakan sedang merayakan  sesuatu .
***
Seungnyang duduk sendirian dan memikirkan sesuatu . Kemudian Seungnyang memanggil Hongdan .
Hongdan masuk ruangan dan menanti instruksi . Seungnyang berkata kalau malam ini dia akan melayani Kaisar.

Seungnyang mandi dalam kolam bunga yang hangat dibantu oleh Hongdan .  Setelah mandi , Seungnyang merias wajahnya dan tampil anggun dalam busana merah .
***
Seungnyang tiba dan langsung memasuki ruangan Tahwan . Bulhwa membisikkan sesuatu pada Golta .
Golta pun menginstruksikan para dayang untuk menjauh .
Tahwan sedang belajar membaca diatas ranjang  . Seungnyang melangkah di ruangan dengan anggun membuat Tahwan terpesona oleh kecantikan Seungnyang.  Tahwan salah tingkah : Sangat sulit belajar membaca kalau penampilanmu seperti ini .
Seungnyang malah meminta lampu dimatikan . Ruangan Tahwan pun menjadi lebih gelap .


Seungnyang kini duduk di ranjang bersama Tahwan . Seungnyang mulai melepaskan jubah merah luar , tetapi Tahwan membantu Seungnyang melepaskan jubah luar.
Tahwan mengucapkan terimakasih karena tidak ada seorangpun yang bisa menggerakkan Tahwan selain Seungnyang .  Tahwan mulai mencumbu dan mencium Seungnyang.  Dan kali ini Seungnyang membalas cumbuan Tahwan . Mereka saling memadu asmara di ranjang .

Part 2 (of 3)



Satu Bulan Kemudian
Walaupun Wang Yoo membuat kejutan saat terpaksa "menghianati" Seungnyang , Bayan - Tal Tal masih percaya untuk berkerjasama dengan Wang Yoo dkk . Tal Tal  mengungkap bahwa ada dua hal yang menopang kekuatan El Temur , pertama adalah kekayaannya , kedua adalah menggunakan kekayaan untuk memelihara pasukannya .
Wang Yoo bertanya apa rencananya ? . Bayan mengungkap rencana agar mengambil alih pasukan Pengawal Ibukota dengan bantuan Wang Yoo .
Bayan : Selama Pasukan Istana tetap seperti itu , kita tidak bisa menyentuh El Temur .  Wang Yoo : Jadi bagaimana perkembangan pasukanmu sendiri ? . Bayan : Kami tidak mendapatkan banyak dana , dan tidak bisa berbuat banyak.  Tal Tal : Disaat bersamaan , sebuah pengepungan tidak dapat di hindari .
***
Wang Yoo menindaklanjuti “rencana” kubu Bayan , dengan membahas masalah ini pada El Temur.
El Temur : Pasukan Pengawal Ibukota ? Kamu ingin memimpinnya ? . Wang Yoo : Memangnya tidak bisa ? .  Dangkise : Posisi itu tidak pantas (terlalu rendah) bagimu. Untuk apa sih ?  . Wang Yoo : Aku katakan bahwa hal ini penting bagi El Temur .
El Temur tertawa : Kamu membuatku tidak punya alasan untuk meragukanmu .  Hmm kalau begitu  Jendral Garnisun Ibukota , Geum Wonjin harus turun menjadi deputi (dibawah Wang Yoo) .  Tapjahae dan Dangkise  tampak keberatan dengan keputusan ayahnya.  Wang Yoo mengucapkan terimakasih pada El Temur .
***
Wang Yoo melaporkan kembali persetujuan El Temur pada Bayan – Tal Tal .
Bayan heran : Hanya begitu saja ? Dia menyerahkan garnisunnya untuk orang separanoid dia ? . Tal Tal : Lalu bagaimana dengan Komandan saat ini , Woonjin ? . Wang Yoo : Didemosi (turun pangkat) menjadi wakil Kapten .
***

El Temur menjelaskan keputusannya tentang Wang Yoo , pada Tapjahae – Dangkise . El Temur berkata kalau Woonjin itu pahlawan bagi garnisunnya . Pasukan tidak akan tahan melihat Wonjin diturunkan pangkat , dan Wang Yoo akan berakhir dengan hengkang .
Tapjahae – Dangkise jadi maklum kenapa El Temur semudah itu menyetujui permintaan Wang Yoo . Intinya , Wang Yoo akan mengalami kesulitan , dan tidak lama kemudian akan terdepak dengan sendirinya .
Merekapun tertawa terbahak2.
***
Tal Tal  memperkirakan bahwa Jendral Wonjin sendiri adalah jendral kapabel bagi El Temur , dan tidak bisa dipandang ringan. Bayan juga mengingatkan kalau nanti Wang Yoo - Wonjin bersitegang , maka El Temur tidak akan memihak Wang Yoo .
***
Taltal meninggalkan ruangan dan menemani Wang Yoo berjalan . Tal Tal berterimakasih atas pertolongan Wang Yoo dalam menyelamatkan Seungnyang dan Tahwan (ketika akan dibunuh El Temur dkk di acara lomba berburu) .
Taltal berkata kalau Seungnyang tidak tahu tentang pertolongan Wang Yoo . Tal Tal bertanya apa alasan Wang Yoo melakukannya secara rahasia .  Tal Tal khawatir kesalahpahaman akan memunculkan kebencian . Wang Yoo berkata biarlah Seungnyang membencinya .

Tak jauh dari situ Seungnyang sedang berjalan didampingi Bulhwa – Hongdan .  Hongdan mengeluh kalau Seungnyang hampir terbunuh gara2 Wang Yoo . Bulhwa memberi isyarat pada Hongdan agar tutup mulut (karena ada Wang Yoo disekitar) .
Seungnyang – Wangyoo saling memandang .
Wang Yoo membungkuk untuk memberi hormat pada Seungnyang , lalu berlalu melewati Seungnyang begitu saja bersama Tal Tal .
Seungnyang menatap kepergian Wang Yoo .
***
Seungnyang menghadap Ibu Suri Budashiri .  Seungnyang memberi hormat . Ibu Suri mempersilahkan Seungnyang duduk .
Seungnyang duduk dan bertanya kenapa wajah Ibu Suri tampak lelah dan murung ? . Ibu Suri menjelaskan kalau dia gelisah memikirkan kondisi finansial keluarga istana yang bikin pusing kepala.
Seungnyang menawarkan bantuan untuk melihat pembukuan . Ibu Suri mengabulkan dan memberikan buku itu .
Ibu Suri menjelaskan bahwa kondisi Kekaisaran Yuan sedang bermasalah karena gagal panen . Tetapi Seungnyang setelah melihat sekilas pembukuan itu berkata bahwa masalah utama adalah pemborosan .
Seungnyang : Pengeluaran keluarga istana setiap tahun sebesar tiga juta tael emas .  Satu juta diantaranya berasal dari paviliun Istana.  Kurangi pengeluaran untuk Tahun Baru (Imlek) , dan festival2 lainnya , dan lakukan penghematan uang untuk pakaian dan makanan , maka Anda bisa menghemat satu juta tael emas.
Ibu Suri memuji kecepatan Seungnyang dalam menganalisa. Seungnyang menyebut pengalamannya di masa kecil , di pasar Goryeo  , turut membantu dalam menganalisa kasus ini .
Ibu Suri mempercayakan masalah ini pada Seungnyang , terlebih karena Seungnyang punya skill dan juga bagian dari kehidupan istana juga. Seungnyang merendah kalau itu bukan posisinya .  Ibu Suri menenangkan kalau ini hanya sementara saja , tetapi yang terpenting ada peningkatan .
***
Didepan para selir dan para dayang , Ibu Suri memberikan wewenang penuh pada Seunnyang untuk memulai langkah penghematan .  Dayang Seo dan Yeonhwa yang paling tidak suka mendengar keputusan ini .
Seungnyang mulai berceramah : Keuangan diperketat mulai sekarang . Keluarga dalam Istana juga harus mengalami pemangkasan budget , dengan bantuan kalian .  Semua membungkuk sebagai persetujuan terhadap pengarahan dari Seungnyang.
***
Seungnyang didampingi Bulhwa meninjau penerapan penghematan , seperti aktivitas dayang dalam menjahit  , bahwa tidak ada lagi pembuatan baju baru , dan yang dilakukan para penjahit istana adalah memperbaiki pakaian yang sudah ada.
Seungnyang juga meninjau Dapur Istana , dan menghendaki agar hidangan istana disederhanakan dan porsi dikurangi setengah , minuman dan makanan ringan juga akan dikurangi di batas minimum .
Dayang istana yang tidak mengindahkan kebijakan Seungnyang akan didenda pemotongan gaji dan demosi (turun pangkat)  .

***
Sementara itu Tanashiri sedang menguap ketika hendak makan . Tanashiri duduk dan terperanjat dengan menu hidangan yang seadanya .  Tanashiri mulai mengomel dan ingin menghukum dayang2 yang bertugas di dapur istana .

Dayang Seo – Yeonhwa menjelaskan bahwa ini bukan kesalahan dayang di dapur , melainkan Seungnyang yang ada dibalik semua penghematan ini . Tanashiri kesal sampai membanting semua hidangan di meja makan .
Kemarahan Tanashiri semakin berlipat ketika mendengar budget upacara untuk Pangeran Mahkota Maha juga di batalkan demi penghematan ala Seungnyang.  Tanashiri menggerutu bahwa kali ini dia tidak akan mengampuni Seungnyang.
***
Tanashiri melabrak Seungnyang untuk bertanya kenapa upacara untuk Pangeran Maha dibatalkan . Seungnyang menjelaskan bahwa budget untuk acara itu 100 ribu tael emas , dan dana yang boros itu bisa menyelamatkan ratusan ribu rakyat.
Tanashiri menuding kalau Seungnyang iri pada Tanashiri & Maha. Seungnyang menjelaskan bahwa kesulitan finansial Instana karena budget tinggi untuk seorang Permaisuri seperti Tanashiri . Seungnyang menyarankan agar Tanashiri menggunakan uang keluarganya sendiri kalau mau bersikeras mengadakan upacara .
Seungnyang menghormat dan berlalu . Tanashiri tidak bisa lagi menahan kegusarannya sehingga mendorong Seungnyang di tangga.  Seungnyang menjerit dan jatuh bergulingan di tangga.  Bulhwa dan Hongdan bergegas menghampiri Seungnyang yang pingsan. Bulhwa dan Hongdan segera melarikan Seungnyang untuk mendapat bantuan .
Tanashiri mengungkap bahwa dia berharap Seungnyang mati .


***
Diruangan Tahwan , Seungnyang masih pingsan dan diperiksa oleh tabib Istana.  Tahwan gelisah dan bertanya apa luka Seungnyang serius. Tabib justru tersenyum memberi kabar gembira bahwa Seungnyang sedang mengandung anak Tahwan .

Mata Tahwan berkaca2 karena terkejut akan memiliki anak dari wanita yang dicintainya. Ibu Suri dan Guru Jang juga turut gembira mendengar kabar baik ini .
***
Lain halnya dengan Tanashiri , yang tanpa merasa bersalah , ,membanggakan kecelakaan Seungnyang pada keluarganya . El Temur , Dangkise dan Tapjahae ikut tertawa puas mendengar cerita Tanashiri . (OMG benar2 keluarga monster) . Dangkise mengingatkan bahwa Seungnyang tidak mudah untuk dihadapi .
Tanashiri : Kamu tidak percaya padaku ? Dayang Seo , coba cerita apa yang terjadi tadi . Dayang Seo : Permaisuri seperti seekor macan .
El Temur tertawa senang mendengar hal ini .
Tiba2 tawa mereka pudar ketika Yeonhwa datang hendak mengabarkan sesuatu  . Tanashiri masih tersenyum dan bertanya apa Seungnyang mati ?  . Yeonhwa : Tidak sama sekali , dia malah hamil .

(Red – kehamilan Seungnyang akan menjadi ancaman bagi Pangeran Maha , karena Seungnyang adalah favorit Tahwan , yang suatu hari kelak bisa memutuskan anak Seungnyang menjadi Pangeran Mahkota , daripada memilih Pangeran Maha) .
***
Sejak tahu Seungnyang hamil , Tahwan memperlakukan Seungnyang lebih istimewa lagi .  Diluar ruangan Seungnyang , Tahwan bahkan mengambil alih tonik dari Hongdan dan menyerahkannya sendiri pada Seungnyang .
Dokman hendak mencegah karena tak pantas seorang Kaisar melakukan itu . Tahwan langsung ngeloyor masuk membawa tonik .  Dokman - Golta - Bulhwa tersenyum .
Didalam ruangan , Seungnyang sampai heran sendiri melihat sikap Tahwan , dan bertanya kenapa harus Tahwan sendiri yang mengantarkan jejamuan  ? .
Tahwan tersenyum meraih kedua tangan Seungnyang . Seungnyang bertanya apakah ada sesuatu yang terjadi  ? . Tahwan menjelaskan kalau mereka akan punya anak .  Mata Seungnyang berkaca2 mendengar hal itu . Tahwan lalu memeluk sambil berterimakasih pada Seungnyang.

Seungnyang menangis .
***
Markas Garnisun Ibukota . Jendral Woojin berdiri menanti kedatangan Wang Yoo .
Sambil berdiri dengan gagah , Woojin teringat perkataan El Temur sebelumnya .
Sebuah kilas balik . El Temur berkata agar Wonjin memperlakukan Wang Yoo dengan kasar sampai Wang Yoo mabur.  El Temur tertawa terbahak2
Wang Yoo dkk pun tiba . Wonjin menyambut Wang Yoo dengan hormat.  Wang Yoo : Anda Jendral Wonjin ? Aku telah lama mendengar tentang anda.
Part 3 (of 3)

Kasim Bang mengomel kenapa para prajurit di markas ini tidak memberikan salam militer dengan benar ? . Wonjin berkilah bahwa pasukan Yuan tidak bisa menerima perintah dari orang Goryeo.   Jeombakyi meradang dan hendak menyerang , tetapi Wang Yoo mencegahnya.
Wang Yoo berkata dengan lantang : Prajurit harus mematuhi atasan (komandan) mereka.  Namun , pasukan  Wonjin juga mendemonstrasikan pembangkangan  mereka malah berdiri berbalik membelakangi Wang Yoo .
Wonjin membanggakan bahwa selama 10 tahun pasukan itu hanya mengabdi pada satu orang , dan tidak bisa mengabdi pada orang lain .

Wang Yoo : Bagaimana kita berurusan dengan ketidak patuhan ? . Moosong : Penjara dan mati .  Wang Yoo kepada Woojin : Katakan pada pasukan kalau aku yang bertugas mulai sekarang. Mereka akan mengabdi padaku dengan sepenuh jiwa. Ini adalah perintah , katakan mereka secara verbatim (kata demi kata) .
Melihat Woojin hanya berdiri diam , Wang Yoo memerintahkan Moosong - Jeombakyi untuk memenggal kepala Wonjin .
Jeombakyi - Moosong menodongkan pedang pada Woojin . Suasana menjadi semakin tegang karena pasukan di markas ini membela Woojin dan mengepung Wang Yoo dkk .
Woojin mengancam : Berani mengambil kepalaku , maka pasukanku akan mengambil kepalamu juga .  Wang Yoo : El Temur berkata kalau kamu itu sungguh seorang pria , pemimpin para pria , aku berharap bisa mengandalkanmu .
Woojin akhirnya mengalah , memberi hormat . Kepungan pasukanpun berakhir . Kasim Bang meminta agar Woojin mengantar mereka melihat suasana markas . Wonjin  mempersilahkan Wang Yoo untuk masuk ke markas benteng ini .

Setibanya diruangan , Moosong langsung menodongkan pisau ke leher , kemudian memukul Woojin hingga jatuh sebagai contoh hukuman bagi pembangkang perintah Wang Yoo sebagai komandan baru .
Wang Yoo :  Kamu membangkang perintah langsung . Ada yang ingin kau katakan ?  . Wonjin : Penggal kepalaku jika kau ingin .
Woojin digiring dengan posisi terikat keluar benteng. Pasukan kembali mengepung Wang Yoo demi membela Woojin .  Wang Yoo segera menodongkan pedang ke leher Woojin.
Wang Yoo menghardik pasukan agar jangan bergerak atau kebodohan akan menjadi akhir dari hidup anggota pasukan .  Woojin mengejek : Memangnya kamu pikir pasukanku akan membiarkan hal ini ? .


Wang Yoo : Aku tidak butuh orang yang tidak patuh.  Barang siapa yang tidak ingin mengabdi padaku , silahkan pergi sekarang. Moosong : Ini kesempatan terakhir kalian , karena jika gagal untuk mematuhi di masa depan akan menghadapi kematian .
Para pasukan memilih membuang senjata dan pergi .
Anak buah Wang Yoo menjadi panik .  Kasim Bang berbisik : Ini bukan pertanda baik . Jeombakyi : Tidak ada satupun yang tetap disini .  Moosong : Ini desersi , hentikan mereka.
Wang Yoo : Ini malah lebih baik . Lakukan rekruitmen baru . Wonjin mengerang : Kamu akan biarkan bandit masuk pengawal ibukota ?
***
Dokman didampingi Guru Jang membawakan titah Kaisar memasuki ruangan upacara yang dihadiri para selir dan Ibu Suri .
Guru Jang membacakan isi titah : Lady Ki Seungnyang telah menunjukkan kebaikan dan karakter yang baik .  Dia telah mengandung anak Kaisar , dan akan dianugrahi Imperial Consort Tingkat Tiga.
Seolhwa turut senang dan memberi selamat pada Seungnyang. Sikap Seolhwa segera diikuti para selir dan hadirin lainnya.  Seungnyang tersenyum .

***
Sementara itu Tanashiri memilih absen dari upacara . Dia menggendong Pangeran Maha , dan menenangkan bayi itu bahwa apapun yang terjadi , posisi Pangeran Mahkota akan jatuh pada Maha.
Dayang Seo menggerutu bahwa Tahwan tidak pernah sekalipun datang untuk melihat Pangeran Maha. Diluar dugaan Yeonhwa muncul dan mengabarkan bahwa Tahwan tiba .  Tanashiri senang mendengarnya dan menyambut Tahwan dengan riang.

Tanashiri : Ini anakmu .  Tahwan : Kamu tahu Seungnyang sedang hamil ?
Suasana menjadi tegang . Yeonhwa membantu mengungsikan Pangeran Maha.  Yeonhwa dan Seo berlalu.
Tahwan memperingatkan : Aku tidak ingin kamu iri seperti yang telah kamu lakukan pada Lady Park . Maha dan anak Seungnyang keduanya adalah anakku . Aku berharap kalian berdua bisa rukun .
Tahwan hendak berlalu . Tanashiri berkata lagi : Kamu bahkan tidak pernah memegang anakmu (Maha) , atau paling tidak melihatnya . Anakmu kah ? Bahkan kamu mempromosikan Seungnyang dua tingkat ? Apa kamu senang ?
Tahwan : Maha mendapat banyak pelukan , dari paman2nya (Dangkise - Tapjahae) dan dari kakeknya (El Temur) . Tetapi anak Seungnyang hanya memiliki aku , dari pelukan hingga perlindungan . Hanya aku .
Tanashiri : Jika anak Seungnyang nanti lelaki , dia tidak bisa menjadi Pangeran Mahkota.  Tahwan mengeluh : Anak itu masih dalam kandungan , dan kamu telah bersiap berebut kekuasaan ?
Tanashiri : Anak Seungnyang tidak bakalan . Sedangkan Maha adalah Pangeran Mahkota.
Tahwan mengatakan kalau Tanashiri patut dikasihani . Tahwan berlalu , dan Tanashiri menangis lunglai duduk di lantai .
Dayang Seo masuk kembali dan memapah Tanashiri kembali duduk , dan memberikan minuman . Dayang Seo merasa khawatir akan majikannya ini , dan menyarankan untuk membunuh Seungnyang dengan ilmu hitam (kutukan sihir ) . Tanashiri mendengar dengan antusias. Dayang Seo berkata ada seorang dukun yang bisa melakukannya.
***
Tanashiri - Dayang Seo - Yeonhwa duduk menghadap seorang dukun wanita . Dukun menjelaskan bahwa kutukan sihir punya kekuatan untuk membunuh , tetapi  tetap memiliki bahwa kalau target kutukan itu mempan , maka kutukan itu akan berbalik .

Tanashiri bertanya apa kasus tidak mempan ini sering terjadi . Dukun berkata hal ini jarang terjadi , tetapi jika target yang dikutuk itu kuat, maka berbaliknya kutukan bisa terjadi .
Tanashiri sudah gelap mata , tidak peduli dan ingin kematian Seungnyang.
Dukun Wanita meminta data informasi pribadi mengenai Seungnyang . Yeonhwa menyerahkannya.  Dukun menganalisa  bahwa anak yang dikandung Seungnyang memiliki takdir sebagai seorang Kaisar.  Dayang Seo tidak percaya dan meminta untuk pembacaan ulang.
Namun Dukun meminta data pribadi Tanashiri juga . Yeonhwa menyerahkan . Dukun mulai menganalisa . Tanashiri bertanya apakah anaknya akan menjadi Kaisar ?
Dukun menganalisa Tanashiri tidak punya anak . (Artinya dukun itu membaca dengan jujur )  . Tanashiri merasa heran , begitu juga dengan Dukun yang tersenyum karena tahu hal yang sebenarnya.
Dukun mengingatkan kalau Tanashiri datang kesini bukan untuk dibacakan ramalan , tetapi untuk santet membunuh orang. Dukun menyebut prasyarat untuk bahan guna2 adalah baju dalam Seungnyang dan darah anjing.
***

Yeonhwa mulai beraksi mengintai jemuran untuk mengambil pakaian dalam Seungnyang .  Yeonhwa juga membeli daging anjing pada tukang gading . Setelah semua persiapan siap  , Dukun diselundupkan masuk ke istana . Mereka menemui Tanashiri yang sedang mengenakan pakaian putih sedang berdiri dihadapan altar kecil .

Dukun menyiapkan kutukan sihir , mengeluarkan kertas kuning (hu) , dan menuangkan darah anjing.  Dukung menuliskan sesuatu di atas "hu" dengan darah anjing, kemudian mengoleskan darah anjing di baju dalam Seungnyang.  Kemudian Dukun membakar "hu" diatas lilin , dan menyatukannya dengan baju dalam Seungnyang. Dukun mulai membaca mantra . Segera "hu" , darah dan baju dalam berubah menjadi asap hitam yang mengerikan berbentuk anjing liar .

Kutukan itu mulai berdampak . Seungnyang tertidur dan merasakan khawatir dalam tidurnya.
Dalam mimpinya , Seungnyang berlari di jalan kecil ditengah temaram malam yang sepi , dikejar anjing gaib. Seungnyang berlari dan terus berlari hingga terjatuh . Anjing gaib itu menghampiri Seungnyang perlahan dengan suara dengus yang mengerikan .  Saat anjing gaib menerkam , Seungnyang terbangun dari mimpi buruknya .
(Red - Ini rule dalam "Inception" (Leonardo Di Caprio)  dan dalam mimpi kita semua. Ketika akan mati dalam mimpi maka setiap orang terbangun dari tidurnya)
Hongdan yang berdiri heran didekat ranjang Seungnyang.  Hongdan terperanjat melihat ada bekas luka di tangan Seungnyang .

Dukun menjelaskan pada Tanashiri dkk , bahwa jika target tidak bisa melawan ketakutannya , maka target akan berhenti minum dan mati kehausan  . Dukun menyerahkan  setumpuk "hu" untuk dibakar setiap malam selama satu bulan , dan saat "hu" habis , dan target akan mati sebelum hu itu habis.
Dukun menulis nama Seunngnyang di kertas putih dalam hanzi (hanja)  dan memerintahkan Tanashiri untuk menguburnya didepan tempat kediaman Seungnyang malam ini . Tanashiri bertanya untuk apa papan itu ? . Dukun menjelaskan kalau itu untuk papan malaikat kematian .
Yeonhwa mulai menggali tanah dengan diam2 dan menguburkan papan nama Seungnyang.
***
Tahwan makan malam bersama Seungnyang. Dan Tahwan heran melihat Seungnyang kehilangan selera makan .
***
Seungnyang curhat pada Tal Tal untuk meminta saran tentang gejala keanehan yang diidapnya belakangan ini . Seungnyang merasa khawatir hal ini akan mempengaruhi bayi dalam kandungan .

Tal Tal bertanya apakah Seungnyang mengalami luka secara tiba2 ? . Seungnyang heran Tal Tal bisa mengetahuinya ?  . Tal Tal menebak luka gigitan anjing . Seungnyang  memperlihatkan luka misterius di tangan .  Tal Tal menjelaskan kalau Seungnyang sedang disantet . Tal Tal pernah membaca kasus sejarah tentang hal ini , bahwa Permaisuri pertama Dinasti Han (lebih seribu tahun sebelum setting Dinasti Yuan dalam drama ini ) pernah menggunakan cara ini untuk membunuh .
Tal Tal mengatakan tidak ada cara lain bagi Seungnyang selain mengalahkan anjing gaib itu , tetapi keberhasilannya jarang terjadi  , dan jika itu berhasil maka kutukan akan berbalik pada orang yang mengutuk Seungnyang.
Seungnyang dapat menerka kalau Tanashiri berada dibalik semua ini .
***

Malam bulan purnama yang mengerikan . Tanashiri membakar "hu" kembali didepan altar kecil . Dia mulai merapal tangan dan mantra mengharapkan kematian Seungnyang.
Seungnyang yang sedang tertidur kembali merasakan efeknya. Dalam mimpi itu Seungnyang kembali dikejar2 anjing gaib
(Tanashiri masih merapal tangan dan mantra mengharapkan kematian Seungnyang.)

Dalam mimpi itu , Seungnyang berhenti sesaat dan berbalik menantang anjing gaib itu .  Seungnyang berkata dalam mimpinya : Silahkan kirimkan kutukan itu padaku . Aku tidak akan jatuh hanya karena kutukan belaka. Tanashiri , aku akan menjadi kutukan bagimu segera.
Disarankan follow Twitter Bentara agar bisa mengikuti update terbaru

0 comments:

Post a Comment