Wednesday, February 26, 2014

Sinopsis : Empress Ki - Episode 33

Standard

Dikemah mereka , Tahwan bertanya : Apa kamu sudah baikan ? Abaikan saja Tanashiri . Itu ucapan orang mabuk .  Seungnyang : Jika tidak keberatan aku ingin pamit. Tahwan menangkap Seungnyang dan mendesaknya untuk tidur bersama malam ini .

UPDATE

  • Menambahkan Rekap Part 1 (Feb 27 04: 15 WIB)
  • Disarankan follow Twitter Bentara agar bisa mengikuti update terbaru

REKAP

Empress Ki – Episode 32
Tahwan : Mau berapa lama kamu ingin menjauh dariku ? . Seungnyang bangkit untuk pergi . Tahwan menangkap kembali Seungnyang , dan membaringkannya.  Mereka saling bertatapan . Tahwan berkata :  Aku menginginkanmu . Tahwan mulai mencondongkan wajah untuk mencium Seungnyang.




Diam2 hal ini dipantau oleh trio Bang - Moosong - Jeombakyi . Namun trio ini mengira kalau jebakan itu hanya karena ambisi musuh memenangkan perlombaan berburu .
Salah satu prajurit bahkan menguji sendiri perangkap ini . Begitu dia menginjakkan daerah target , maka panah otomatis ditembak ke arahnya. Tetapi prajurit itu sudah siap dengan perisainya.
Byeongsoo - Jocham tampak puas dengan pekerjaan mereka dan kembali melaporkan kepada Dangkise - Tanashiri - Tapjahae.
Dangkise mengatakan agar Tanashiri menyerahkan masalah ini pada mereka. Namun Tanashiri bersikeras ingin ikut "berburu" Seungnyang , karena ingin menyaksikan dengan mata sendiri bagaimana akhir riwayat Seungnyang.
***
Keesokan hari , Tahwan dan Seungnyang mulai bersiap kembali dalam perlombaan berburu .  Tahwan menantang Seungnyang untuk bertaruh lagi .  Seungnyang bertanya bagaimana kalau nanti Tahwan kalah lagi seperti balapan kuda kemaren ?
Golta terkejut : Yang Mulia bukannya anda bilang menang kemaren ?

Tahwan jadi salah tingkah karena ketahuan bohong , dan dengan kesal pura2  merapihkan baju Golta sebagai isyarat agar Golta tutup mulut.  Dua pengawal dan Seungnyang sampai tersenyum melihat kekonyolan ini .
Mulailah Tahwan - Seungnyang berburu didampingi Golta - Bulhwa dll . Para kasim dan pengawal sibuk menyisir ladang rumput yang luas ketika Seungnyang melihat menjangan , namun Tahwan dengan skill memanah yang pas2an mendahului menembak dan tidak kena pula. Seungnyang cemberut .

Tahwan - Seungnyang melarikan kudanya , membuat Golta dkk terpaksa mengejar mereka . LOL.  Posisi mereka makin mendekati Dangkise dkk yang sudah bersiap menanti .

Dangkise menunggu Tahwan - Seungnyang di posisi yang pas  dan memberikan aba2 untuk menjalankan perangkap. Sialnya , tali perangkap ternyata putus sebelum ditarik . Sehingga dua pengawal terjengkang. Tahwan - Seungnyang melenggang dengan kudanya tanpa terancam bahaya.
Dangkise kesal dan menampar Byeongsoo untuk melampiaskan kemarahannya.  Byeongsoo memerintahkan Jocham untuk memeriksa perangkap yang ternyata talinya memang sudah putus  dan menarik tali perangkap itu .
Alhasil dua pengawal memeriksa langsung dengan menginjak2 perangkap bawah tanah , dan mereka akhirnya terkena senjata makan tuan , tewas seketika.


Sementara itu , Tahwan - Seungnyang  berpencar ke arah yang berbeda untuk mulai berburu masing2.  Tahwan sesumbar akan menunjukkan ketangguhannya sebagai pria. Seunngyang tersenyum dan berlalu dengan kudanya. Merekapun berpencar.
***
Wang Yoo dkk juga sedang berburu. Moosong menemukan jejak darah dari buruan mereka.  Mereka mulai menyelidiki sekitar. Namun mereka terkejut melihat jalan disekitar di penuhi para pengawal dari kubu Dangkise yang begitu banyak dan tampak seperti menantikan mangsa.
Wang Yoo dkk merasa janggal melihat kubu Dangkise begitu serius dalam perlombaan berburu ini . Wang Yoo teringat ucapan El Temur tentang "Buruan Besar" sebelumnya . Wang Yoo mulai punya firasat buruk tentang hal ini.  Jeombakyi membenarkan , perburuan kalau tidak mengincar bintang liar lantas mengincar apalagi ? . Wang Yoo tersadar kalau Tahwan - Seungnyang akan berburu disekitar sini .
***
Seungnyang tiba ke daerah pepohonan tinggi dihutan yang sepi . Tanashiri dan para pengawal sudah menanti.  Seungnyang turun dari kuda untuk mulai berburu dengan kewaspadaan penuh . Tanpa Seungnyang sadari ada papan paku besar diatas kepalanya.



Tanashiri menanti saat yang tepat dan memberikan aba2 pada pengawal untuk menjalankan perangkap . Sialnya perangkap itu tidak berjalan baik (ngadat) .  Tanashiri kesal dan akhirnya berdiri untuk menembak Seungnyang sendiri . Anak panah melesat dan nyaris mengenai Seungnyang.
Tanashiri memerintahkan para pengawal untuk membunuh Seungnyang.  Para pengawal mengejar , dan Seungnyang melarikan diri . Beberapa pengawal mulai menembakkan crossbow , tetapi luput.
Sementara itu Seolhwa dan selir lainnya juga ada disekitar , dan menyaksikan sendiri Seungnyang sedang dikejar2 pengawal . Para selir terkejut dan berlari untuk melaporkan hal ini pada Tahwan.
Baku tembak mulai terjadi . Seungnyang mulai menunjukkan skill memanah yang telah lama tidak digunakan. Para pengawal rontok satu persatu terkena tembakan panah.  Seungnyang bahkan dengan cerdik melemparkan topi untuk mengelabui pengawal , dan berhasil memanah pengawal itu .
Namun stok panah Seungnyang mulai habis.
***
Tahwan tertawa bangga dengan babi hutan tangkapannya. Namun Golta heran kenapa Seungnyang belum kembali juga ? . Para selir tiba untuk memberitahu Tahwan apa yang terjadi dengan Seungnyang.  Tahwan dkk segera berlari kencang menuju arah yang ditunjuk Seolhwa.
Disaat bersamaan Wang Yoo dkk juga berlari kencang menuju sesuatu .
Kembali ke Seungnyang yang tinggal menghadapi satu pengawal lagi . Seungnyang bersembunyi dibalik pohon , dan pengawal perlahan2 mendekati dengan senjata yang siap ditembakkan.
Seungnyang membuang panah dan busur karena sudah habis. Masih tersisa pisau bagi Seungnyang.  Dan Seungnyang keluar dari balik pohon membiarkan untuk ditembak , dan dalam sekejab pula Seungnyang menghindar dan berbalik melempar pisau ke arah pengawal. Dan pengawal itu tewas seketika.

Seungnyang tersenyum dingin . Tiba2 sebuah panah melesat dan menyayat sedikit pipinya Seungnyang . Tanashiri sudah berdiri di hadapannya dengan crossbow . Tanashiri berkata akan menghabisi Seungnyang dengan tangannya sendiri .
(Sementara itu Yeonhwa menggiring para pengawal lain untuk menambah bala bantuan bagi Tanashiri) .

Seungnyang tetap tenang dibawah ancaman senjata Tanashiri .
Tanashiri : Seperti yang sudah kukatakan , tidak ada selir yang menyamai kemampuanku . Seungnyang : Maksudmu akan membunuhku ? . Tanashiri : Lagipula tidak ada saksi . Siapa yang tahu kamu akan mati dalam perburuan ? . Seungnyang : Kalau begitu silahkan . Tanashiri : Kamu akan mati secara perlahan. Dan aku akan menyaksikan penderitaanmu. Aku pikir kamu itu tidak tahu harga yang harus dibayar untuk menjadi selir favorit Kaisar.
Seungnyang memprovokasi : Bahkan jika aku mati sekarang , aku tidak akan menyesal . Apakah kamu tahu bahwa Kaisar mengatakan , ketika aku berada dalam pelukannya setiap malam  ? . Aku adalah Permaisuri yang sesungguhnya . Kaisar berkata kalau Tanashiri bukanlah seorang wanita , tetapi Ornamen belaka dalam Istana , tidak lebih dari kerangka yang kosong.
Tanashiri benar2 murka dan tangannya mulai gemetar saat memegang crossbow. Dan Seungnyang melihat hal itu sebagai peluang untuk meloloskan diri .   Seungnyang meledek kalau Tanashiri sungguh patut dikasihani dan ditertawakan . Tanashiri menghardik Seungnyang untuk diam. Seungnyang meledek kalaupun dia mati sekarang , Tanashiri toh tidak bisa mendapatkan Kaisar.
Tanashiri akhirnya terprovokasi dan menembakkan crossbow .  Bagaimanapun juga Seungnyang adalah mantan pendekar yang menyamar sebagai pria selama belasan tahun . Secepat kilat panah melesat , secepat itu juga Seungnyang menggerakkan kepala untuk menghindar . Panah itu melesat sekian centi saja dari bibir dan hidung Seungnyang.
Karena itu , begitu Tanashiri hanya mengandalkan pisau , Seungnyang dengan mudah dapat mengatasi Tanashiri.  Posisi sekarang berbalik , Tanashiri nyawanya terancam dibawah todongan pisau dilehernya.
Tanashiri :  Aku itu Permaisuri , kamu membunuhku , kamu pikir kamu akan selamat ? Turunkan senjata dan mungkin kamu akan selamat .
Seungnyang memilih untuk menghajarnya dengan pukulan. Tanashiri ambruk ke tanah.  Seungnyang pelan2 melangkah menghampiri Tanashiri , dan mengulang perkataan : Sekarang tidak ada saksi mata , dan tidak tahu kalau kamu mati .  Kamu sendiri yang memulai hal ini.
Tanashiri seperti mangsa yang terpojok hingga ke pohon . Tanashiri ketakutan dan memohon Seungnyang mengampuni nyawanya. Seungnyang mengangkat Tanashiri bersandar di pohon dan kembali menodongkan pisau kepada Tanashiri.

Part 2 (of 3)

Tanashiri terus memohon agar tidak dibunuh .  Seungnyang menghardik : Lady Park dkk tidak bersalah dan kau membunuh mereka.  Apakah hidupmu lebih bernilai dari mereka ???!!
Tanashiri berpura2 mengaku salah dan mohon diampuni : Mohon jangan bunuh aku , Lady Ki !! . Seungnyang menghardik  : Diammmmm !!!!!!!!! Mati terlalu kebagusan untukmu . Kamu akan terus hidup untuk merasakan penderitaan yang lebih parah dari kematian.  Aku akan melihatnya.
Seungnyang menancapkan belati kepohon didekat wajah Tanashiri yang menjerit.  Seungnyang mengampuninya. Tanashiri menangis ketakutan dan terengah2. Seungnyang berlalu .
***
El Temur tiba di perkemahan . Dangkise melaporkan bahwa Tahwan - Seunngyang masih di bukit. Dangkise berkata akan mengirimkan orang agar misi mereka segera berakhir.  El Temur hendak berangkat sendiri . Dangkise bertanya apa ayahnya akan turun tangan sendiri ? .
El Temur : Kalau Tahwan mati , tetap saja harus didampingi . Kalau Tahwan  masih hidup dia harus berurusan .
Di hutan , Yeonhwa dkk sudah menemukan Tanashiri yang stress. Tanashiri kembali ke sifat aslinya dan memerintahkan para pengawal untuk menemukan Seungnyang dan membunuhnya.  Para pengawal segera mencari Seungnyang.
Yeonhwa bertanya apa yang terjadi dengan wajah Tanashiri ? .  Tanashiri langsung ikut menguber Seungnyang.
***
Seungnyang berjalan lunglai mendekati posisi Byeongsoo - Jocham. Byeongsoo menanti Seungnyang mendekati perangkap . Namun Tahwan dkk muncul menemukan Seungnyang.
Seungnyang melangkah dan menginjak jebakan . Seungnyang terkurung dan dan perangkap mulai memicu crossbow untuk menembak otomatis. Tahwan memasang badan untuk melindungi Seungnyang. Salah satu panah mengenai lengan Seungnyang.  Tahwan berguling ke tanah untuk melindungi Seungnyang. Golta dkk segera berjaga2 .


Seungnyang khawatir melihat Tahwan terluka. Tahwan mengatakan dia baik2 saja , dan senang melihat Seungnyang selamat.  Seungnyang menyesal karena merasa itu kesalahannya. Tahwan dengan wajah menahan sakit menenangkan Seungnyang .
Byeongsoo merasa kalap dan bersiap menghabisi Tahwan. Jocham mengingatkan kalau gagal maka nyawa mereka akan melayang. Byeongsoo tetap memilih menyerang.

Golta - Bulhwa dkk menghadapi para pengawal , sedangkan Tahwan - Seungnyang melarikan diri . Namun ada pasukan pengawal lain yang menghadang . Seungnyang dan Tahwan segera berlari ke arah lain .
Sementara itu Wang Yoo sudah tiba dan panik . Wang Yoo hendak turun tangan , namun Moosong - Jeombakyi mencegah Wang Yoo , karena musuh terlalu banyak.  Wang Yoo tidak peduli dan memutuskan menghadang para pengawal .
Pemimpin pengawal berkata kalau aksi mereka adalah atas perintah El Temur , dan meminta Wang Yoo untuk minggir.  Wang Yoo melihat kearah belakang , dan merasa yakin Seungnyang sudah berlari cukup jauh . Wang Yoo berkata para pengawal : Kalian harus membunuhku terlebih dahulu (kalau ingin mengejar Kaisar) .
Pemimpin Pengawal memaki Wang Yoo sebagai penghianat. Mereka akhirnya bertarung . Wang Yoo yang hanya tiga orang menghadapi puluhan pengawal El TEmur.
***
Seungnyang - Tahwan sudah melarikan diri kesebuah tempat sepi . Pandangan Tahwan terlihat mulai blur karena pengaruh racun. Tahwan mengaku sulit menglihat. Seungnyang menyadari kalau Tahwan keracunan.  Seungnyang memutuskan untuk menyedot racun diluka , namun Tahwan mencegahnya.  Seungnyang akhirnya menyedot luka Tahwan.

Tahwan mulai gejala pingsan. Seungnyang mencoba menyadarkannya.
***
Jeombakyi - Moosong berjuang keras melindungi Wang Yoo . Sementara itu Tanashiri dan Yeonhwa sudah tiba di TKP.  Wang Yoo terlihat sudah kepayahan. Sebagai pemimpin tentu Wang Yoo paling diincar serangan dan mulai kepayahan dan kelelahan .
Tanashiri memperhatikan situasi sesaat dan menyimpulkan kalau Wang Yoo telah menghianati El Temur.  Tanashiri mengambil satu anak panah untuk bersiap menembak Wang Yoo.  Tetapi Komandan sudah berhasil menusuk perut Wang Yoo dengan pedangnya. Moosong bergerak cepat untuk melindungi Wang Yoo dan menghabisi Komandan.  Namun Moosong pun dibokong salah satu pengawal.
Ditengah luka berat , Wang Yoo masih memerintahkan Moosong untuk tidak membiarkan para pengawal mengejar Seungnyang.
Wang Yoo : Hentikan mereka sejauh yang kamu bisa . Mengerti !!!
Boro2 Moosong bisa melaksanakan tugas , karena mereka sendiri sudah terkepung. Tinggal Jeombakyi - Moosong yang masih berdiri menghadapi belasan pengawal tersisa.  Moosong-Jeombakyi bersiaga menghadapi kepungan.
Sementara itu Tanashiri mendekat beberapa langkah untuk bersiap memanah Wang Yoo.  Entah kenapa Tanashiri sulit (tidak tega) menembakkan crossbow-nya. Tangan Tanashiri bergetar karena ragu2.  Wang Yoo menyadari Tanashiri ada disekitar.  Yeonhwa mendesak Tanashiri untuk cepat menembak.  Tanashiri semakin ragu2 dan heran kenapa tidak tega membunuh Wang Yoo . Sementara Wang Yoo hanya memandang tajam pada Tanashiri .


(Red - Tanashiri tahu Wang Yoo menghianati El Temur. Dan Wang Yoo kini tahu Tanashiri terlibat dalam usaha pembunuhan Seungnyang.)
Disaat genting , Jeokho dan Bisoo muncul dengan penutup wajah . Kini perimbangan kekuatan cukup memadai . Kasim Bang - Bisoo - Jeokhoo - Jeombakyi - Moosong , semuanya berlima cukup memadai untuk menghadapi kepungan pengawal.
Perubahan kekuatan ini membuat Yeonhwa mengajak Tanashiri untuk berlalu saja sebelum sempat menembakkan cross-bownya.
Wang Yoo sempat memperhatikan Tanashiri melarikan diri .
Wang Yoo dkk berhasil membantai semua pengawal.
***
Seungnyang terus berusaha untuk menyadarkan Tahwan.  Sementar itu Golta - Bulhwa dkk juga sudah tiba. Seungnyang menjelaskan ada racun dalam panah itu .  Mereka lalu memapah Tahwan untuk meninggalkan tempat itu .

***
Sementara itu anak buah Wang Yoo memandang khawatir luka Wang Yoo.  Bisoo menyimpulkan Wang Yoo kehilangan banyak darah.  Kasim Bang melaporkan kalau pasukan Bayan sudah dalam perjalanan.
Moosong menawarkan untuk menggendong Wang Yoo . Namun Wang Yoo mengaku masih bisa berjalan . Bisoo memandang dengan sedih penderitaan Wang Yoo.


Wang Yoo berdiri dan dipapah oleh Moosong - Kasim Bang. Wang Yoo mengaku lebih mengkhawatirkan Seungnyang.  Mendengar hal itu Moosong memprotes kalau Seungnyang sudah bukan urusan mereka lagi .
***
Hari sudah malam . Byeongsoo - Jocham berlutut meminta ampun pada El Temur atas kegagalan misi ini .  Para anak buah Byeongsoo juga berlutut untuk meminta ampun.
El Temur : Ckckckckck sungguh tidak kompeten . Apakah aku harus melakukannya sendiri ?
Namun saat itu Tanashiri melihat Tahwan dkk sedang berjalan disekitar mereka.  Byeongsoo bangkit dan memerintahkan anak buah untuk mengepung Tahwan dkk.  Golta - Bulhwa langsung siaga melindungi majikan mereka.
El Temur berkata  : Kamu tampak terbebani . Kami akan membawamu ke tempat yang lebih nyaman (akhirat ? ) .
Seungnyang menatap El Temur dengan penuh kebencian. Tahwan yang dalam kondisi lemah hanya bisa menahan sakit akibat racun.
But , Pasukan Bayan muncul dan merubah suasana dan mengepung El Temur kini . Dangkise heran apa yang dilakukan Bayan.  Seungnyang terkejut sekaligus lega melihat kemunculan Bayan,.
Bayan bertanya apa yang terjadi pada Tahwan ? . Seungnyang menjelaskan Tahwan terkena panah beracun.  Bayan langsung memerintahkan agar Tahwan ikut bersama pasukan Bayan.
Bayan - El Temur berdebat untuk menentukan siapa yang paling berhak membawa Tahwan.  El Temur marah karena Bayan kini membangkang .  Bayan - Tal Tal tidak takut sama sekali dan menyiapkan pedang mereka untuk menyerang.  Kondisi Bayan diatas angin karena pasukan kavaleri dan pemanah sudah mengepung El Temur . Dalam kondisi ini , Bayan bisa menghabisi El Temur jika mau .
Golta mengerti hal ini dan tersenyum karena kondisi El Temur yang kritis sekarang.  El Temur menghardik Bayan untuk patuh . Bayan menolak : Tunggu sampai Kaisar aman . Bahkan jika itu membunuhku . Seungnyang menuding apakah El Temur sedang merencanakan kudeta ?
Byeongsoo dengan tidak tahu malu membantah , bahwa Tahwan terluka karena perangkap berburu.  Jocham menambahkan kesaksian palsu .  Bulhwa menggerutu kalau mereka semua berdusta.  Tanashiri menghardik kalau seorang kasim tidak punya hak bicara.
Seungnyang yang cerdik mengancam kalau El Temur akan dituduh sebagai pemberontak kalau sampai Tahwan mati disini . El Temur bukan orang bodoh dan bisa memperhitungkan kekuatan , dimana pasukan Bayan lebih diatas angin saat ini .

Red - Dalam pertempuran atau perang kecil , kondisi Bayan lebih menguntungkan . Pasukan Kavaleri lebih mobile dalam bergerak , sementara pasukan pemanah lebih punya keuntungan jangkauan serang daripada pasukan El Temur yang hanya bersenjatakan pedang. 
El Temur akhirnya membiarkan Bayan mengantar Tahwan .
Dangkise mendesak El Temur untuk menyerang . Namun El Temur kesal dan menggampar Dangkise , karena usulan Dangkise semakin membenarkan kalau El Temur menjadi penghianat.
El Temur memerintahkan Dangkise menyingkirkan barang bukti , baik mayat , perangkap dll
***
Dua hari kemudian
Ibu Suri Budashiri khawatir dan sedih melihat kondisi Tahwan yang belum pulih dan memuntahkan semua obat.  Ibu Suri memohon agar Tahwan lekas sadar.
Bayan - Tal Tal - Guru Jang - Dokman - Golta ikut khawatir.
***
Sementara itu Bulhwa dan Hongdan juga menunggu Seungnyang yang baru siuman .  Bulhwa menjelaskan kalau Seunngyang sudah tertidur selama satu setengah hari .
Seungnyang teringat saat dia menyedot luka Tahwan sebelumnya , dan menanyakan kabar Tahwan.  Bulhwa menjelaskan kalau Tahwan belum sadarkan diri. Seungnyang ingin menemui Tahwan.
Seungnyang dkk berpapasan dengan Seungnyang dkk . Suasana menjadi canggung. Seungnyang bertanya apa maksud kedatangan Wang Yoo  ?
Wang Yoo mengaku diutus El Temur. Seungnyang dengan wajah dingin berkata kalau El Temur dicurigai melakukan penghianatan.
Part 3 of 3

Seungnyang mengingatkan kalau El Temur bisa melibatkan Wang Yoo , dan berharap Wang Yoo bisa berhati2 .  Wang Yoo mengatakan : Kita khan sudah sepakat untuk menempuh jalan masing2.  Aku khawatir aku harus menolak perhatianmu .
Wajah Seungnyang menjadi sedih . Kasim Bang - Bulhwa saling bermain isyarat mata.
Wang Yoo dkk berlalu .

Bulhwa mengingatkan Seungnyang agar jangan berurusan dengan Wang Yoo lagi , karena sekarang Wang Yoo lebih dekat dengan El Temur.  Seungnyang terus memandang kepergian Wang Yoo.
Wang Yoo belum berjalan jauh . Dia berhenti sejenak dan memeriksa tangannya yang berdarah.  Wang Yoo mengingatkan agar anak buahnya berpura2 tidak terjadi apa2 , karena Seunngyang sedang mengawasi mereka.
***
Seungnyang terlihat sedih melihat kondisi Tahwan.  Ibu Suri mengeluh dengan sedih kalau Tahwan tidak bisa menelan obat.  Seungnyang menawarkan untuk merawat Tahwan.
Seungnyang bercerita kalau Tahwan mengalami luka karena menyelamatkan Seungnyang, jadi sudah selayaknya sekarang Seungnyang menyelamatkan Tahwan juga.  Ibu Suri mengabulkan : Tahwan harus membaik , rawat dia .
*

Ibu Suri keluar ruangan diikuti Bayan - Guru Jang.  Ibu Suri bertanya bagaimana kabar Gubernur. Guru Jang melaporkan kalau para Gubernur akan segera tiba.  Ibu Suri dengan wajah geram bertanya2 bagaimana El Temur bisa meloloskan diri kali ini .
Bayan menenangkan kalau memang El Temur terbukti berhianat , maka Bayan sendiri yang akan memenggal kepala El Temur.  Guru Jang bertanya bagaimana kalau El Temur mengancam para Gubernur itu lagi ?
Tal Tal menenangkan kalau pasukan Bayan ada dimana2 sekarang dan bisa menghentikan El Temur . Ibu Suri hampir menangis ketika berharap Tahwan bisa sembuh selekasnya.
Didalam ruangan , Dokman - Golta pamit dari ruangan. Seungnyang memandang Tahwan dengan wajah sedih . Dia menghampiri ranjang dan mulai menyuapi obat .  Seungnyang memohon agar Tahwan bisa menelan obat.
Bahkan Seungnyang terpaksa menelan obat dulu sebelum memberikan obat secara mouth - to - mouth pada Tahwan . Seungnyang menitikkan air mata. Dan kembali memberikan obat secara mouth - to - mouth pada Tahwan . Seungnyang menangis menatap Tahwan yang masih belum sadarkan diri .

Red - So Sweet.  Melihat ekspresi wajah Seunngyang yang benar2 sedih , dapat diduga kalau Seungnyang mulai menyayangi Tahwan.
***
Tanashiri melaporkan kalau kondisi Tahwan masih kritis.  Wang Yoo dkk tiba dalam rapat.  El Temur meminta bantuan Wang Yoo untuk menjadi saksi . Tanashiri tampak keberatan (karena mengira Wang Yoo adalah penghianat) namun tidak bisa mengatakan langsung .
Tanashiri mengganti alasan dengan fakta bahwa Seungnyang berasal dari Goryeo , jadi bagaimana bisa mempercayai Wang Yoo ? . Tapjahae mengingatkan Tanashiri bahwa sekarang bukan waktu yang tepat untuk saling curiga. Dangkise mengatakan kalau para Gubernur sedang menuntut kebenaran , dan perlu dukungan Wang Yoo untuk memberi kesaksian.
Wang Yoo bertanya apa rencana El Temur ?

El Temur menjelaskan bahwa hal terbaik yang bisa mereka lakukan sekarang adalah menyingkirkan setiap barang bukti , dan jika perlu harus mengorbankan sebuah "dahan" , dan jika kondisi terus memburuk maka harus mengerahkan kekuatan.
Wang Yoo mengingatkan El Temur bahwa menggunakan kekuatan sungguh bukan hal mudah , menghadapi seluruh Gubernur yang ada.  El Temur masih percaya diri dengan kekuatan militer karena mengontrol pengawal ibukota.  Dangkise membenarkan bahwa mereka mengumpulkan pasukan untuk berjaga2.
El Temur menegaskan kalau dia lebih suka untuk tidak mengerahkan kekuatan , karena itu perlu kesaksian Wang Yoo .
***
Diluar , Jeombakyi mengingatkan Wang Yoo , bahwa sangat tidak mudah menghentikan El Temur . Kasim Bang berpendapat lebih baik melakukan apa yang diminta dan menanti kesempatan lain .  Wang Yoo memerintahkan Kasim Bang untuk memberitahu rencana El Temur kepada Bayan.
Tanashiri dkk muncul dan berbasa-basi menanyakan luka Wang Yoo.
***
Diruang sepi , Tanashiri berkata : Satu kata saja dariku , maka mereka akan tahu siapa dirimu yang sebenarnya.  Wang Yoo : Lalu kenapa kau tidak mengatakannya saja ? Ayo katakan pada mereka kalau aku membunuh pengawal2 ayahmu dan menyelamatkan Seungnyang.

Tanashiri : Apa kau masih mencintai dia (Seungnyang) ? Apa karena itu kau menyelamatkannya ? .  Wang Yoo : Bukan tugas , melainkan kewajiban . Tanashiri : Kewajiban ? Kau berhutang apa pada Seungnyang ? . Wang Yoo : Kau tidak tahu apapun . Seungnyang menyelamatkan aku ketika Dangkise menembakku . Hutang budi itu sudah terbayar lunas. Sekarang Seungnyang bukan apa2nya aku .  Tanashiri : Apa aku harus percaya hal itu ? .  Wang Yoo : Percaya atau tidak , aku bertindak atas dorongan kesadaranku .
Wang Yoo berdiri untuk berlalu . Tanashiri mengingatkan agar Wang Yoo harus menyelamatkan El Temur , atau akan mati bersama Seungnyang nanti .
***


Byeongsoo  : Akulah yang ada dibalik semua ini .  Ibu Suri : Kamu beraksi atas perintah El Temur khan ? . Kamu pasti punya alasan untuk melakukannya .  Byeongsoo : Aku mengincar Seungnyang , bukan Kaisar . Hanya saja Kaisar muncul pada saat yang salah .
Salah satu Gubernur berkata dengan lantang kalau dia tidak percaya keterangan Byeongsoo.
Byeongsoo mengaku kalau Seungnyang menyalahkan Byeongsoo karena telah membuatnya menjadi seorang selir. Byeongsoo mengaku mendengar Seungnyang ingin membalas dendam  , jadi aku bertindak duluan.
Seungnyang gusar dan menghardik Byeongsoo agar diam dan jangan berdusta.  Gubernur lain membenarkan kalau Byeongsoo adalah penghianat dan tidak bisa dipercaya.
Dangkise menambahkan kalau Byeongsoo dan Seungnyang pernah mengabdi pada Wang Yoo (di Goryeo)  , dan Wang Yoo bisa menjernihkan masalah ini .
Wang Yoo membenarkan semua perkataan Byeongsoo adalah betul. Semua terperanjat .
***
Tahwan siuman pertama kalinya , dan langsung menanyakan pada Golta apa yang terjadi pada Seungnyang.

***
Diruang tahta , El Temur berkata : Benar , dan kami sama sekali tidak terlibat dalam konspirasi yang tak masuk akal ini .  Tanashiri maju dan berkata : Ini belum selesai .  Seungnyang dan para kasim harus menjawab apa yang terjadi dengan Kaisar.
Kasim Bang yang berbisik pada Wang Yoo bahwa ini tidak sesuai rencana.
Tanashiri memerintahkan agar Seungnyang dan para kasim ditahan dan hukum istana harus ditegakkan .  Wang Yoo pun mulai terperanjat dengan perkembangan situasi yang tidak diduga ini .
Pengawal menahan Seungnyang . Bayan hampir kehilangan kesabaran dan hendak mengangkat senjata , sebelum Tal Tal mencegahnya.


Seungnyang digiring dua pengawal . Seungnyang berhenti sebentar menepis para pengawal . Seungnyang memandang Wang Yoo dengan penuh kebencian.
Disarankan follow Twitter Bentara agar bisa mengikuti update terbaru

0 comments:

Post a Comment