Tuesday, February 25, 2014

Sinopsis : Empress Ki - Episode 32

Standard

Dalam episode sebelumnya . Tahwan tampil percaya diri dan menunjukkan kewibawaan untuk pertama kalinya sebagai kaisar, dengan meluluhlantakkan El Temur  dalam Sidang Kurultai (Istilah Mongol & Turk) . Yang pertama Tahwan menunjukkan dia bisa berbicara , yang kedua Tahwan menunjukkan dia bisa membaca surat abdikasi , dan bahkan membuangnya ke lantai dan yang ketiga adalah meminta El Temur untuk mengundurkan diri sebagai Wali .

El Temur mengantisipasi Kurultai yang tertunda dengan membuat skenario dua terdakwa mati menjadi kasim palsu , dan mengkambinghitamkan Seungnyang dan Bayan.  Jawaban Seungnyang adalah mendatangi kediaman El TEmur.

Update

  • Menambahkan Preview  (Feb 22 13: 15 WIB)
  • Menambahkan Rekap Part 1  (Feb 26 09: 15 WIB)
  • Menambahkan Revisi Rekap  Part 1  (Feb 26 16: 15 WIB)
  • Menambahkan Rekap Part 2, Part 3  (Feb 26 19: 15 WIB)
  • Disarankan follow Twitter Bentara agar bisa mengikuti update terbaru

Sinopsis

Empress Ki - Preview , Sinopsis , Screencaps - Ep 32
Dikediaman El Temur . Seungnyang bertanya apa alasanku datang kesini ? . El Temur mengatakan akan membuat Seungnyang menjadi kriminal dalam usaha pembunuhan Pangeran Mahkota Mah. Seungnyang mempersilahkan jika El Temur memang ingin mengkambinghitamkannya.

Ibu Suri menyadari Tanashiri sudah kembali dari Istana Musim Dingin . Kepada Tanashiri yang berbaring di ranjang , Ibu Suri Budashiri bertanya : Apa Permaisuri telah meninggalkan Istana Musim Dingin ? Masalah ini jelas tidak bisa dibiarkan begitu saja. Tanashiri berkilah bahwa sikapnya demi melindungi anak (palsu) nya
El Temur berbincang dengan Wang Yoo  : Ini akan menjadi peristiwa yang pantas untuk dilihat . Aku akan menangkap seekor binatang yang luar biasa.

Rekap

Empress Ki – Episode 32
Seungnyang tiba dikediaman El Temur bersamaan dengan Wang Yoo yang akan meninggalkan kediaman El Temur.  Sebelum Wang Yoo sempat pergi , Tapjahae melaporkan kedatangan Seungnyang.  El Temur walaupun gusar namun menerima kedatangannya.

Wang Yoo dan Seungnyang sempat memandang sedih  satu sama lain .  Seungnyang memberi hormat dan menghadap El Temur. "Seksi sibuk" Dangkise menegur : Apa kamu tidak tahu tempat apa ini ? . Seungnyang : Aku datang kesini bukan untuk menemui Jendral Dangkise . Aku datang untuk menemui Perdana Mentri .
El Temur mengejek untuk apa Selir dari kalangan wanita rendahan ingin menemui seorang Harimau seperti El Temur ? . Seungnyang tidak kalah tajam (setajam silet) membalas kenapa El Temur yang merasa Harimau tetapi bertingkah seperti kucing ?


Keruan saja El Temur wajahnya seperti terbakar. Demikian juga dengan Dangkise dan Tapjahae mendengar hinaan terhadap ayahnya.
El Temur  : Apa alasanmu menemuiku ?  .  Seungnyang : Apa yang anda pikirkan ? . El Temur : Aku tidak punya waktu untuk beginian.

Seungnyang melanjutkan prediksinya : Anda memerlukan contoh . Jika aku dan Bayan tidak ada , anda bisa bisa memanggil para Gubernur bersama , untuk menentang Kaisar (Tahwan) di Pertemuan Kurultai , atau mereka para Gubernur akan bernasib sama.  Apakah aku salah  ?
El Temur bertanya: Apa yang akan dilakukan kamu kalau begitu ? Zhuge Liang dengan modal 2500 prajurit bisa mengalahkan Sima Yi yang berkekuatan 100000 prajurit .
Seungnyang tahu hal itu karena Tal Tal pernah membahasnya.
Sebuah kilas balik . Tal Tal mengatakan hal yang sama dengan El Temur. Zhuge Liang dengan modal 2500 prajurit bisa mengalahkan Sima Yi yang berkekuatan 100000 prajurit .  Seungnyang : Bagaimana Zhuge Liang melakukannya ? . Tal Tal menjelaskan : Zhuge Liang melakukan penyeberan kekuatan .  Bahkan 100 ribu prajurit musuh takut karena mereka tidak tahu.
(Red – Zhuge Liang adalah tokoh sejarah sekaligus legenda yang diromantisir dalam kisah Samkok. Zhuge Liang adalah genius strategi yang mengabdi pada negri Shu yang dipimpin Liu Bei . Dan Sima Yi juga di posisi yang sama tetapi mengabdi pada negri Wei yang dipimpin Cao Cao . Zhuge Liang versi roman terkenal sangat cerdik dan bisa memanfaatkan kekuatan minimal untuk mengalahkan musuh yang berkekuatan lebih besar. Jika mau mengetahui gambaran budaya populer tentang Samkok ini bisa menonton Red Cliff (Takeshi Kaneshiro) dstnya. Kisah Samkok adalah salah satu bacaan klasik Tiongkok yang menjadi bacaan wajib bagi pemimpin2 di Korea dan Jepang selama ribuan tahun. )
El Temur kini mengatakan tidak ada yang bisa dilakukan Seungnyang sama sekali .
Seungnyang berujar lagi : Melempar kesalahan adalah sebuah taktik kejam. Tetapi aku khawatir anda tidak bisa melakukannya kepada kami .  El Temur mengejek : Oh yah ? .
Seungnyang menantang : Cobalah . Buktikanlah . Dan bukti perbuatanmu akan terungkap. Anda akan dilihat sebagai seorang kakek yang tidak pantas . Reputasimu akan jatuh dalam semalam. Sejarah akan mencatat bahwa………
El Temur : Diammm!!! . Jika kamu memang punya bukti , kamu tidak akan berada disini sekarang.  Kebohonganmu tidak akan berhasil.  Seungnyang menatap tajam : Kita lihat saja nanti apakah aku berbohong atau tidak.
***
Seungnyang menemui Bayan - Tal Tal yang sudah menanti diluar.  Bayan bertanya apakah El Temur terpancing ? . Seungnyang : Matanya El Temur terlihat tidak tenang. Aku pikir kita berhasil menakuti dia.
Bayan bernafas lega. Tetapi Tal Tal tetap khawatir dan mengingatkan kalau langkah El Temur selanjutnya belum diketahui.
menghela nafas lega begitu Seungnyang melaporkan bahwa El Temur tampak terpengaruh oleh perkataan Seungnyang.  Bayan berkata kalau belum tahu El Temur akan melakukan apa . Seungnyang mengatakan kalau mereka hanya bisa menunggu , dan mempersiapkan diri menghadapi musuh .  Seungnyang berlalu
Kepada Tal Tal , Bayan memuji keberanian Seungnyang menghadapi musuh sekuat El Temur .
***

Didalam kediaman El Temur . Dangkise - Tapjahae mencoba menenangkan ayah mereka agar tidak terpengaruh perkataan Seungnyang.  El Temur meminta pendapat Wang Yoo : Anda pernah mengenalnya selama bertahun-tahun. Menurut anda bagaimana sikapnya tadi ?
Wang Yoo berpendapat  : Bagiku , aku tidak akan mendengarkan dia . Satu kesalahan lebih mematikan daripada 100 keberhasilan.  Kenapa mengorbankan es ketika aku punya sebuah jembatan yang telah dibangun.
***
Ibu Suri Budashiri marah besar mendengar kabar dari Dokman ,  bahwa Tanashiri sudah meninggalkan Istana Musim Dingin.
Dokman menjelaskan kalau Tanashiri semaput ketika mendengar kabar mengenai Pangeran Maha , jadilah Tanashiri dibawa kembali ke kediamannya untuk memulihkan diri.
Ibu Suri bertanya bagaimana kondisi sekarang ? . Dokman mengatakan kalau Tanashiri sudah sadarkan diri , tetapi mogok makan dan menolak untuk kembali ke Istana Musim Dingin. Guru Jang mengingatkan kalau Tanashiri kenapa2 maka akan menyeret Ibu Suri dalam masalah.  Ibu Suri bersikukuh bahwa Hukum adalah Hukum .

Benar saja , di kediaman Tanashiri . Tanashiri sedang menikmati makanan enak dengan ekspresi seperti pengemis kelaparan yang sudah lama tidak makan . LOL.
Tanashiri tak lupa memerintahkan Dayang Seo dan Yeonhwa untuk berpura2 meratapi Tanashiri keras2 (agar terdengar dari luar dan tersebar ke seluruh istana) kalau Tanashiri mau mati di ranjangnya.
Mulailah Yeonhwa dan Dayang Seo meraung2 seperti Tarzan : Yang Mulia akan kelaparannn . Yang Mulia . Cobalah makan sesuatu !!
Tanashiri meminta suara mereka dikeraskan agar didengar banyak orang diluar.  Namun Tanashiri dkk terkejut ketika mendengar Ibu Suri sudah tiba diluar kediaman.  Makanan segera disingkirkan dibalik selimut dan Tanashiri pura2 berbaring diranjang dengan wajah membelakangi .
Ibu Suri masuk dan mengomel , kenapa Tanashiri belum kembali juga ke Istana Musim Dingin  . Ibu Suri berkata akan mengirim sebuah tandu jika memang Tanashiri tidak bisa berjalan .
Tanashiri  tak sabar mendengar omelan Ibu Suri , dan bangkit di ranjang . Tanashiri berkata kalau dia tidak mau kembali sendirian . Ibu Suri mengingatkan kalau Tanashiri tidak punya pilihan lain .  Tanashiri : Kalau begitu aku akan memohon pada Kaisar agar dibiarkan mati.  Ibu Suri : Kamu menggunakan racun dan harus menebus kesalahanmu .
Tanashiri menukas bahwa dia perlu melindungi anaknya dari Ibu Suri , dan beralasan kalau bukan gara2 Ibu Suri , pembunuh tidak akan bisa mengancam anaknya.  Ibu Suri mengeluh kalau Tanashiri keras kepala. Tanashiri menukas , Ibu mana yang tidak akan melalui kesulitan untuk menyelamatkan anaknya ? .
Ibu Suri menuding Tanashiri memanfaatkan Pangeran Maha saja.
Ketegangan antara dua wanita berkuasa ini terhenti setelah Dokman masuk dan mengabarkan kalau pembunuh akhirnya mengakui siapa orang yang menyuruh untuk menyerang Pangeran Maha. Tanashiri kembali menegaskan kalau dia hanya ingin melindungi anaknya saja.
***
Dangkise dkk tergesa2 berjalan menuju sesuatu.


Sementara itu para Gubernur sedang berbincang dengan santai membahas Tahwan yang akan berkuasa secara real .  Tiba2 Dangkise dkk tiba , dan anak buah Dangkise mengepung para Gubernur. Salah satu Gubernur menghardik betapa kurang ajarnya Dangkise.  Gubernur lain turut marah .
Namun Dangkise memerintahkan salah satu Gubernur , Gubernur Shanxi , agar diseret keluar dengan alasan pembunuh sudah mengakui siapa yang melakukannya.
Gubernur itu diseret paksa keluar oleh Dangkise dkk . Dalam perjalanan mereka berpapasan dengan Bayan - Seungnyang - Tal Tal . Gubernur meminta bantuan Bayan , namun tetap diseret anak buah dan berlalu.
(Red – Dengan demikian El Temur gentar terhadap ancaman Seungnyang dan mengalihkan sasaran ke Gubernur lain , bukan Bayan.)  Dangkise-Tapjahae  masih berdiri untuk perang kata dengan Seungnyang - Bayan - Tal Tal.
Dangkise berkata pada Seungnyang dengan sinis : Selamat anda berhasil memperdaya ayahku .  Seungnyang menukas : Menjaga stempel (kaisar) pastinya beban yang berat.  Dangkise tersenyum : Apa kubilang . Kaisar memang belum siap untuk tugasnya.  Seungnyang : Kaisar(Tahwan) sudah menjadi pria yang baru (tidak seperti dulu) . Anda bisa melihatnya di Kurultai .  Dangkise mengejek : Iya aku sangat takut sekali  , takut kepada wanita yang sanggup merubah kaisar menjadi seperti itu.  Aku hampir terkena serangan jantung.
Dangkise menghampiri Seungnyang lebih dekat lagi dan berkata : Berhentilah memanipulasi dia (kaisar) . Sekali selir tetap saja selir. Ingatlah posisimu , atau akan menanggung konsekuensinya.

Bayan mengejek balik :  Sekali pengikut tetap saja pengikut , dan mereka yang merusak negara mereka sendiri .  Dangkise tersenyum : Bayan , kamu bisa berterimakasih pada Seungnyang yang telah menyelamatkanmu.
Dangkise dkk berlalu .  Tal Tal bergumam bahwa pasti ada masalah besar di Istana.
***
Para selir sedang bercanda riang karena menganggap hari ini sangat menyenangkan .
Byeongsoo datang memasuki kediaman para selir. Seolhwa memimpin rekan2 untuk bertanya untuk apa Byeongsoo datang kesini. Byeongsoo tersenyum licik dan mengambil salah satu selir dengan tuduhan bahwa ayahnya bersalah dalam usaha pembunuhan Pangeran Mahkota Maha
***

Diruangan terbuka  dan disaksikan El Temur  , Bayan , dan gubernur lain , Byeongsoo memimpin penyiksaan dalam proses interogasi terhadap Gubernur dan putrinya .  Mereka disiksa sampai pingsan , untuk kemudian disiram air agar sadar kembali.  El Temur bangkit berdiri dan bertanya pada Gubernur malang itu , siapa yang ada dibalik rencana pembunuhan itu.  Gubernur itu mengaku tidak tahu apapun .  El Temur mengancam kalau Gubernur itu akan menerima hukuman mati . Gubernur meminta nyawanya di ampuni .  Bayan dan Gubernur lain hanya bisa meringis menyaksikan rekan mereka disiksa seperti itu.
Tahwan datang menginterupsi untuk meminta siksaan itu dihentikan.  El Temur menjelaskan kalau Gubernur itu yang hendak membunuh putranya Tahwan . Dan Tahwan mengingatkan penyelidikan belum usai kenapa bisa yakin Gubernur itu yang menjadi dalang? . El Temur berkata kalau sebentar lagi Gubernur itu akan mengaku .
El Temur memerintahkan Byeongsoo dkk agar siksaan dilanjutkan.  Gubernur dan Putri hanya bisa memandang meminta belas kasihan dan bantuan dari Tahwan. Dan Tahwan hampir menangis karena tidak bisa berbuat apa2.  Tahwan menghampiri El Temur dan mengaku kalau Tahwan yang menyuruh Gubernur itu .
Tahwan berteriak lantang kalau dia tidak bisa membiarkan orang tidak bersalah diperlakukan seperti ini .  El Temur memperingatkan Tahwan agar sadar , bahwa betapapun Pangeran Maha masih anaknya Tahwan.

El Temur mengkritik : Kalau tidak bisa membedakan benar dan salah bagaimana bisa memimpin dengan Mandat Langit. Aku menangisi negri ini . Anda tidak akan pernah mendapatkan kembali stempel Kaisar.  Mengerti ?
El Temur menerka kalau Seungnyang yang ada dibalik Tahwan dalam hal ini. Tahwan menukas bahwa El Temur tidak punya otoritas untuk melakukan apapun , dan bersikeras akan melanjutkan Sidang / Kurultai besok hari .  El Temur tak peduli dan persilahkan Tahwan melakukan apapun yang dimaui.
***
Masih malam berlanjut. Para Gubernur menghadap El Temur di kediamannya untuk memohon (mendesak)  pengampunan bagi rekan Gubernur mereka.
Bayan : Lepaskan dia .  El Temur : Jika aku mau , apa yang akan aku dapatkan ? . Gubernur lain : Ini bukan masalah pribadi .  Gubernur lain : Kami semua tahu dia tidak terlibat.  Gubernur lain : Tidak tepat kalau membunuhnya.
El Temur menjawab dengan menyodorkan kotak tertutup pada mereka , dan mempersilahkan untuk membuka dan melihatnya sendiri.
Salah satu Gubernur membuka dan melompat karena terperanjat melihat rekan Gubernur sudah di penggal dan kepalanya ditaruh di kotak itu. Kubu El Temur tersenyum puas melihat hasil dari terror mereka.
El Temur mengancam : Aku masih punya sembilan kotak lainnya (untuk sembilan gubernur tersisa) . Masing2 kotak untuk kepala kalian . Tetapi jangan berpikir aku hanya punya sembilan cara untuk membunuh musuh2ku . Aku punya ratusan cara. Dan cara yang barusan itu cara paling sederhana untuk memperingatkan kalian. Kalian lihat apa yang didapatkan Gubernur dalam kotak ini ? Tugas ? Kesetiaan ?  Hahaha kematian datang seketika. Ingatlah itu.


Keesokan hari . Tahwan tanpa gentar menghadiri Sidang / Kurultai .  Tahwan menegaskan ingin mengatakan sesuatu . El Temur terperanjat.
***
Part 2 (of 3)

Tahwan bersabda : Aku ingin meminta maaf pada kalian semua. Sejujurnya aku bukan orang yang kompeten yang pantas duduk di tahta Kaisar. Aku ini bodoh dan tidak kompeten , dan penakut pula. Aku bahkan tidak peduli masalah rakyat .
Tetapi kemudian , aku tidak mau jadi kaisar yang tidak berguna lagi.  Aku tidak mau melarikan diri karena takut terhadap El Temur lagi . Meskipun hal ini memalukan bagiku , aku meminta kesetiaan dari kalian. Aku tidak akan melewatkan kesempatan itu lagi jika kalian bersedia memberikan kesempatan sekali lagi. Karena itu percayalah padaku kali ini .
Pidato Tahwan usai . El Temur memerintahkan agar sidang dimulai , dan Dangkise mengingatkan bahwa tradisi Kurultai memerlukan voting bulat , dan mempersilahkan siapapun yang berharap Kaisar berkuasa penuh silahkan maju kedepan.
Hanya Bayan yang tanpa gentar maju kedepan mendukung Tahwan. Bayan berkata dengan lantang : Aku Bayan dari Provinsi Liaoyang . Aku berdiri untuk Kaisarku .
Tahwan terlihat senang dengan kesetiaan Bayan. El Temur dkk memandang Bayan dengan kebencian.  Bayan bertanya apa ada voting yang lain sambil menatap kearah rekan2 Gubernur .
Para Gubernur ketakutan sejak ancaman El Temur kemaren malam.  Bayan kecewa melihat sikap rekan2nya , apalagi Tahwan.
***
Guru Jang melaporkan kegagalan itu pada Ibu Suri , bahwa hanya Bayan yang berdiri mendukung Tahwan.  Ibu Suri mengeluh sedih : Jadi hanya sejauh ini kita bisa menentang El Temur ?
***
Sidang Kurultai hening dan tegang . Seungnyang masuk keruangan disaat El Temur berkata dengan lantang pada Tahwan apakah sudah mengerti sekarang ?
El Temur dengan gaya congkak tanpa menghormati kaisar berkata : Mulai saat ini aku yang mengurus segalanya . Kamu tidak perlu merepotkan diri sendiri.
El Temur dkk bersiap untuk meninggalkan ruangan dengan kemenangan telak kali ini . El Temur menatap tajam pada Bayan (seakan tatapan mengancam untuk membalas dendam )
Namun El Temur harus menghadapi Seungnyang kembali di dekat pintu ruangan.  El Temur hanya tersenyum sinis dan berlalu lagi . Diluar dugaan Seungnyang mengucapkan terimakasih . “ Ijinkan aku berterimakasih padamu .”
El Temur mengira Seungnyang sudah gila. Tanpa Seungnyang banyak bicara , apa yang dimaksudkan terjadi .  Sembilan Gubernur berdiri menghadap Tahwan , menangis dan meminta maaf karena kegagalan ini .

Kembali ke Seungnyang yang menyindir  : Terimakasih . Kini Tahwan telah menjadi kaisar mereka sekarang.  El Temur : Apa dapat anda bayangkan dia bisa menanggung beban itu ?  . Seungnyang : Tidak ada Singa Betina yang ingin mengorbankan anak2nya sendiri.  Kekejaman anda malah semakin membuat Tahwan semakin kuat.
Omongan Seungnyag mengena bagi El Temur yang kini melotot memandang Seunngyang.  El Temur : Kamu dari Goryeo khan ?  Kamu telah menarik perhatianku . Kamu tahu apa artinya ? Artinya tidak akan lama , sampai tiba saatmu .
***
Ruangan telah sepi . Tahwan masih duduk di tahta dengan wajah murung . Seungnyang menenangkan agar Tahwan beristirahat.  Tahwan mengeluh kalau kini dia kembali ke posisi semula , ,menjadi kaisar boneka lagi .
Seungnyang : Kembali ? Bukan seperti itu . Siapa yang memiliki rakyat , dia yang memiliki dunia .  Stempel-mu menjadi harga bagi El Temur dkk . Tetapi kamu berhasil mendapatkan hati Sembilan Gubernur.  Itu adalah kemenanganmu . Seperti sebuah pohon yang terkubur dalam es. Anda akan terlahir kembali sebagai penguasa yang baru. Sekarang bukan waktu untuk melamun
Tahwan bangkit kembali semangatnya dan tersenyum , merasa bisa melakukan segalanya jika ada Seungnyang.  Terimakasih Seungnyang.  Seungnyang tersenyum.
***

Tanashiri memerintahkan agar Seungnyang ditelanjangi . Tetapi tidak ada satupun yang menurut.  Tanashiri mengomel apa semuanya tuli ? . Dayang Seo bertanya apa tidak ada yang mendengarkan Permaisuri   ?
LOL . Makin seru .
Gantian Seungnyang yang bersabda : Kalian semua berbalik . Dan kali ini perintah Seungnyang dituruti semua selir , kasim dan dayang dengan berdiri membelakangi Tanashiri.
Tanashiri meminta penjelasan dari Dokman . Seungnyang menjelaskan kalau Ibu Suri telah mengalihkan wewenang pada Seunngyang.   Kembali Seungnyang memerintahkan agar semua berbalik . Semua mematuhi dan berbalik menghadap kembali .

Seungnyang dengan dingin menegur : Pergi , atau akan membuatmu pergi dari ruangan ini . Atau apa aku harus sejauh itu ? . Tanashiri tidak ada pilihan lain selain pergi meninggalkan ruangan.
***
Diluar ruangan ,  Dayang Seo menenangkan agar Tanashiri tidak perlu khawatir karena tinggal menunggu ……..
Tanashiri malah tertawa terbahak2.  Yeonhwa dan Seo jadi bengong.

***
El Temur berkata pada Wang Yoo agar menghadiri perburuan . Wang Yoo : Apakah aku harus ikut berpartisipasi ? .  El Temur : Ini kesempatan besar . Aku merencanakan sesuatu .  Wang Yoo : Aku mendapatkan beberapa harimau di masaku .  El Temur terkekeh : Yah lagi2 harimau lagi . Aku ingin yang lebih besar lagi .

Sementara itu Byeongsoo – Dangkise – Tapjahae juga membahas hal yang sama diruangan lain. Byeongsoo bertanya memangnya ada buruan yang lebih besar daripada harimau ?  . Dangkise : Selain harimau ada lagi serigala berekor sembilan (mahluk mitologi di Asia Timur) .
Byeongsoo tertawa karena mengira Dangkise sedang bercanda.  Dangkise berkata : Di hari terakhir acara , Kaisar dan Seungnyang akan mati .  Mata Byeongsoo langsung melotot karena kaget , mengira mereka sedang merencanakan kudeta.  Tapjahae nimbrung : Kudeta apaan ? .
Dangkise : Ini cuman perburuan kok. Tetapi target mangsa kita adalah Kaisar dan Seungnyang.  Dan Byeongsoo , kalau kamu bisa melakukan ini kamu akan dipromosikan ke peringkat pertama dibawah pemerintahan baru. Kamu tahu apa artinya ? Artinya kamu bisa mendapatkan gelar apapun yang kamu mau . Bahkan posisi Perdana Mentripun kalau kau mau .
***
Seorang diri , Byeongsoo merenungkan tawaran Dangkise , dan mulai menghayal menjadi Perdana Mentri Byeongsoo.

Yeonhwa tiba . Byeongsoo terperanjat.  Yeonhwa bertanya ada apa gerangan .
Byeongsoo bertanya : Apakah  Tanashiri mengatakan sesuatu ? . Yeonhwa : Tentang apa ? . Byeongsoo : Tentang perburuan.
Yeonhwa langsung menutup mulut Byeongsoo dan melihat kesana kesini karena gelisah ada yang mendengar.  Yeonhwa mengingatkan agar Byeongsoo menjaga mulutnya.
Byeongsoo tersenyum : Mereka memberikannya padaku . Jika aku membunuh Kaisar dan Seungnyang maka ……
Yeonhwa jadi takut sendiri dan menganggap tidak pernah mendengar hal ini .  Byeongsoo sesumbar : Jika semua lancar , aku akan berpangkat sangat tinggi . Kemudian aku akan menikahimu. Bagaimana ? .
Yeonhwa mendesah karena dia cuman dayang istana saja. Byeongsoo menenangkan bahwa apapun menjadi mungkin di pemerintahan yang baru , dan mereka bisa menentukan takdir mereka sendiri.
Byeongsoo tertawa terbahak2 , sementara Yeonhwa tersipu2.
***
Bisoo menyerahkan surat dari Boss Eagle House pada Wang Yoo . Dan Wang Yoo merasa heran kenapa Eagle House meminta dana. Jeombakyi berkomentar kalau Eagle House sangat kaya. Kasim Bang bertanya apa El Temur punya harta lebih banyak daripada Eagle House ?
Wang Yoo berpikir kalau mereka tidak mencegat dana itu , maka El Temur tidak akan jatuh.  Bisoo mengingatkan kalau mereka akan gagal sejak awal , lebih baik membatalkan rencana ini .  Wang Yoo mencerca apa hanya segitu saja .
Bisoo menjelaskan kalau dia tahu akan kalah , dan hanya orang bodoh saja yang bertempur tanpa apapun .  Wang Yoo menyodorkan Bisoo sebuah pedang dan mempersilahkan Bisoo untuk menyerang.
Bisoo berkata kalau pedang kayu Wang Yoo tidak akan punya kesempatan.  Wang Yoo meminta Bisoo untuk menyerang sungguhan , atau Wang Yoo mengancam akan membunuh Bisoo.

Mereka mulai bertarung sungguhan , pedang kayu Wang Yoo melawan pedang sungguhan Bisoo . Ternyata Wang Yoo menang dengan pedang kayupun. Wang Yoo mengulangi perkataan Bisoo : Gagal sejak awal huh ? Janganlah takut. Apapun jalannya berusaha dulu.  Wang Yoo berlalu , dan Bisoo meradang : Jadi apa yang kamu lakukan ? Kenapa ?!!!
Wang Yoo : Pada saat aku berhenti , aku menghianati negaraku . Dan kamu menghianati sukumu  , dan kesepian . Aku berhutang itu pada orang yang telah mengikutiku .
Wang Yoo dkk berlalu meninggalkan Bisoo .
***

Dengan busana berburu , Tahwan mempersiapkan  dengan busuh panah . Seungnyang tiba dengan busana berburu juga , dan memberitahu Tahwan kalau sudah saatnya pergi sekarang.
Part 3




Masing2 team mulai berburu secara terpisah .  Wang Yoo dkk , Tanashiri dkk , Tahwan – Seungnyang .
Tanashiri ternyata bukan sesumbar belaka . Dia berhasil menembak seekor burung kecil dengan tepat.  Dangkise- Tapjahae memuji kemampuan saudarinya ini .



Sementara itu Wang Yoo dkk berburu babi hutan.  Wang Yoo – Moosong berhasil memanah babi hutan itu . Tetapi Kasim Bang dan Jeombakyi lari terbirit2 menghindari babi yang mengamuk .
Tahwan – Seungnyang lain lagi ceritanya . Tahwan malah menantang lomba pacuan kuda. Seungnyang menggoda apa taruhannya . Tahwan berkata yang kalah akan mengabulkan permintaan yang menang.  Walaupun Golta mengingatkan ada buruan menjangan disekitar , Tahwan- Seungnyang tak peduli dan memilih balap kuda.


Alhasil Golta dkk harus mengejar mati2an .
Tahwan – Seungnyang memacu kudanya lebih cepat (lagu romantis diputar , kilas balik ketika dulu mereka balap kuda di Goryeo juga diputar kembali) .
***
Di kemah panitia berburu, yang diawasi Dokman . Selir Seolhwa dkk yang menyerahkan hasil buruan pertama , seekor kelinci saja. Seolhwa cemberut dan bertekad akan menangkap lebih banyak lagi besoknya.

Tak lama Kasim Bang muncul membanggakan hasil buruan Wang Yoo cs , seekor babi hutan .  Dokman terkejut melihat babi malang itu di taruh diatas mejanya . Kasim Bang sesumbar : Ayo catat nama Wang Yoo , seekor babi hutan .
***
Tanashiri sudah beristirahat di kemahnya . Tanashiri mengherankan sikap Wang Yoo yang berbeda dengan dulu .  Tanashiri menggerutu : Bagaimana bisa ? Dia sendiri yang melemparkan dirinya kepadaku ? . Dayang Seo mengompori : Aku tak tahu harus mengatakan ini tidak , Wang Yoo dan Seungnyang pernah terlibat asmara . Aku mendengarnya dari Kapten Byeongsoo dan Dangkise.  Tanashiri : Tidak mungkin , paling juga Seungnyang yang mengejar2 Wang Yoo . Eh tunggu dulu , seorang selir dan seorang asing ? . Dayang Seo : Itu sudah lama berlalu . Tanashiri : Sesuatu tidak akan mudah berubah begitu saja.  Nanti kita akan tahu , dan Tahwan juga harus tahu .
Tanashiri memerintahkan dayangnya untuk menyampaikan pesan pada Wang Yoo , mengatasnamakan Tahwan yang mengundang.
***

Suasana makan malam menjadi canggung . Di hadapan meja bundar berisi hidangan ada Tanashiri , Wang Yoo , Tahwan dan Seungnyang.  Tanashiri mengingatkan kalau ini pesta kecil diantara mereka berempat saja .
Tanashiri menuangkan minuman pada Seungnyang , Wang Yoo  , dan mengajak minum bersama.  Seungnyang menolak untuk minum . Tanashiri bertanya apakah Seungnyang takut mabuk karena menyembunyikan sesuatu tentang hubungannya dengan Wang Yoo.
Tahwan menegur Tanashiri : Tidak semua orang suka minum . Seungnyang :  Aku sih tidak ada yang harus kusembunyikan.
Seungnyang minum sesuai provokasi Tanashiri , bahkan meminta tambahan minum lagi , lagi , lagi , lagi dan lagi . Seungnyang belum mabuk juga . LOL.
Tanashiri meminta Seungnyang mengambil minuman sendiri (capek kali menuangkan terus) . Seungnyang minta lagi .
***

Dikemah lain , Byeongsoo membahas peta dengan Dangkise dkk . Dalam peta itu ada kemungkinan rute yang dilalui Tahwan.  Dangkise memerintahkan Byeongsoo untuk ke rute itu lebih awal , malam ini .  Dangkise berkata kalau Tahwan dan Seungnyang akan mati besok hari .
Byeongsoo berjalan keluar bersama anak buah menuju rute yang dimaksud. Kasim Bang – Jeombakyi – Moosong memergoki Byeongsoo mencurigakan keluar kemah semalam ini .  Moosong menganjurkan rekan2 untuk membuntuti Byeongsoo.
***
Dalam lomba minum antara Seungnyang vs Tanashiri , maka Tanashiri lah yang mabuk duluan . LOL (senjata makan tuan) .  Tahwan menasehati agar Tanashiri berhenti minum karena sudah mabuk .
Tanashiri meracau : Tahwan , kalau giliran aku saja kamu selalu begitu , sedangkan kalau Seungnyang kamu sangat khawatir.  Dan kamu , Wang Yoo , aku mendapat surat dari istrimu .
Tahwan : Diamm .
Tanashiri : Hahaha , Seungnyang harus tahu . Kalian begitu dekat satu sama lain .  Teruskan saja . Siapa gadis itu ? . Wang Yoo : Gadis itu sudah mati .
Tanashiri bengong : Sudah mati ? . Wang Yoo : Kamu telah dengar jawabanku khan ?  Maafkan aku pamit dulu
***
Tahwan – Seungnyang keluar kemah . Seungnyang jalan terhuyung2 karena mabuk dan hampir jatuh kalau tidak disambar Tahwan.
Tahwan memapah Seungnyang untuk berjalan bersama.
Tanashiri keluar kemah dan dengki melihat Tahwan lebih memilih memapah Seungnyang .  Tanashiri saling memandang dengan Wang Yoo.
***
Tanashiri curhat pada Dayang Seo dikemah . Tanashiri merasa tahu segalanya , dari tatapan mata . Dayang Seo bertanya apa masih membicarakan Wang Yoo ? .
Tanashiri dengan sedih menggerutu , kenapa Seungnyang mendapatkan apa yang tidak bisa didapatkan Tanashiri .  Dayang Seo : Sebagian tubuh Seungnyang , baik hidung , mata bibir , etc tidaklah sebanding dengan Yang Mulia.
Tanashiri : Tetapi kenapa  ? Kenapa Kaisar dan Wang Yoo tidak terobsesi denganku ?  Kenapa bukan aku ? . Dayang Seo : Itu bukan kesalahan anda . Dasar mata pria saja yang buta.  Tanashiri : Wang Yoo telah membodohi aku . Tatapannya bukan untukku sama sekali . Aku tidak bisa memaafkannya. Aku ingin dia mati , lebih daripada Seungnyang.
***
Dikemah mereka , Tahwan bertanya : Apa kamu sudah baikan ? Abaikan saja Tanashiri . Itu ucapan orang mabuk .  Seungnyang : Jika tidak keberatan aku ingin pamit.
Tahwan menangkap Seungnyang dan mendesaknya untuk tidur bersama malam ini . Tahwan : Mau berapa lama kamu ingin menjauh dariku ?
Seungnyang bangkit untuk pergi . Tahwan menangkap kembali Seungnyang , dan membaringkannya.  Mereka saling bertatapan . Tahwan berkata :  Aku menginginkanmu .

Tahwan mulai mencondongkan wajah untuk mencium Seungnyang.
Disarankan follow Twitter Bentara agar bisa mengikuti update terbaru

0 comments:

Post a Comment