Wednesday, February 19, 2014

Sinopsis : Empress Ki – Episode 31

Standard

Saya daulat episode ini sebagai episode Empress Ki paling seru sejauh ini . Melampaui ketegangan Seungnyang dalam berhadapan dengan Tanashiri dalam episode2 sebelumnya. Episode kali ini adalah pertarungan sesungguhnya antara Tahwan versus El Temur.


Update

  • Menambahkan Rekap – Screencaps Part 1 , Part 2 , Part 3  (Feb 19 16 : 15 WIB)
  • Rekap ini sudah mencakup 60 menit (satu episode full) dan masih perlu beberapa update (belum final) . Disarankan follow Twitter Bentara agar bisa mengikuti update terbaru

Screencaps






Rekap

Sebelumnya di perpustakaan . Tal Tal memeriksa pembukuan Heuksoo yang sudah diterjemahkan Bisoo , sambil menantikan kedatangan Seungnyang. Ketika Seungnyang tiba , Tal Tal menanyakan bagaimana kondisi Tahwan. Seungnyang menjelaskan kalau Tahwan terpengaruh oleh kegagalannya , sejak para Gubernur memutuskan untuk berpihak pada El Temur.  Tal Tal memberikan pembukuan Heuksoo yang sudah diterjemahkan dan meminta  Seungnyang membukanya karena buku ini bisa menghentikan abdikasi .  Seungnyang memeriksa pembukuan itu secara sekilas yang memang sudah diterjembahkan kedalam aksara hanzi.


Lantas Seungnyang memberikan pembukuan itu pada Tahwan yang tentunya kesulitan membaca .Seungnyang menjelaskan kalau buku itu berisi agen2 Eagle House disetiap provinsi.  Tahwan bertanya bagaimana buku itu bisa mempengaruhi para Gubernur ? . Seungnyang menjelaskan bahwa hanya Tahwan yang bisa melakukan hal ini .
***
Kita kembali pada akhir episode yang lalu ketika beberapa gubernur menghadap Tahwan secara rahasia.  Para Gubernur menghadap Tahwan yang tampil berbeda kali ini (dan kini bisa berbicara tentunya) .
Dengan percaya diri Tahwan berkata agar para Gubernur tenang saja , karena kebisuan Tahwan memang sengaja untuk mengecoh El Temur.  Tahwan menjelaskan bahwa El Temur telah mengganti kaisar tiga kali sebelumnya dan akan melakukan yang keempat kalinya , namun kali ini El Temur telah salah memilih lawan.
Tahwan meminta bantuan para Gubernur untuk mencegah usaha El Temur mengabdikasi Tahwan.  Gubernur berpendapat bahwa menentang rencana El Temur tidak bisa dipandang ringan.  Gubernur berkilah bahwa mengikuti El Temur adalah demi untuk melindungi Keluarga Istana.
Tahwan menghardik : Kalau begitu kenapa Ayahku mati ? Apa kalian merengek seperti ini ?  Kalian menghianati Ayahku dengan tidak melakukan apapun .  Aku akan memberikan kalian sebuah kesempatan untuk membuktikan diri kalian sendiri .
Gubernur : Seperti yang Paduka katakan , kami gagal untuk melindungi kaisar terdahulu . Jadi kami tidak ingin kehilanganmu juga.  Abdikasi akan menyelamatkan nyawa Paduka .  Jadi mohon mengertilah niat baik kami , Yang Mulia.
Tahwan mengungkit masalah ekonomi , bahwa beberapa tahun yang lalu provinsi dibanjiri oleh voucher palsu , dan para Gubernur itu beralih pada El Temur untuk mencari bantuan , dan akhirnya terjebak hutang .  Tahwan bertanya apakah para Gubernur itu tahu Eagle House berada dibalik penipuan itu ?
Ternyata para Gubernur baru tahu tentang hal ini . Tahwan memberitahu bahwa Eagle House yang mendanai El Temur selama ini . Tahwan mencemooh para Gubernur bahwa selama ini mereka telah diperdaya oleh El Temur.
Para gubernur menjadi penasaran dan ingin tahu lebih banyak lagi. Tahwan meminta para Gubernur untuk melakukan sesuatu terlebih dulu untuk Tahwan.
***
Para Gubernur meninggalkan ruangan dengan perasaan marah kepada El Temur . Mereka berpapasan dengan Bayan dan Tal Tal . Bayan senang melihat reaksi para Gubernur yang marah dan menarik dukungannya dari El Temur.
Dan Tal Tal mengingatkan para Gubernur bahwa mereka harus mendapatkan kesepakatan bulat 10 Gubernur . Tal Tal bertanya apakah Tiga Gubernur itu bisa membujuk Gubernur lainnya ? . Para  Gubernur  tidak bisa menjamin , tetapi akan berusaha.
Para Gubernur berlalu.
Tal Tal berkata pada Bayan , bahwa mereka harus menangkap agen2 Eagle House sebelum Kurultai  pertemuan Majelis (Kurultai , dalam istilah Mongol dan Turk ) . Bayan meminta Tal Tal untuk bergerak cepat karena tidak ada waktu lagi , dan paling tidak bisa menangkap beberapa dari provinsi terdekat .  Bayan mengingatkan bahwa menghentikan abdikasi sama dengan perang.
***
Bayan menghadap Tahwan dan Seungnyang. Bayan merasa El Temur tidak bisa dihentikan dengan hanya mencegah abdikasi . Bayan menyarankan Tahwan untuk mengambil alih kekuasaan secara penuh pada saat pertemuan Majelis Istana (Kurultai) nanti . Bayan berkata bahwa inilah saat Tahwan untuk mengambil alih , dan memimpin Dinasti Yuan secara real .
Tahwan bertanya apakah itu mungkin ? . Bayan memastikan hal itu dengan syarat mendapat dukungan bulat dari para Gubernur dan menghentikan abdikasi .
Seungnyang membenarkan Bayan , bahwa dengan cara itu merupakan satu2nya pencegahan balas dendam El Temur.
***

Keesokan harinya , para prajurit sibuk berlatih memanah dan bertarung . Byeongsoo dan Jocham sibuk mengawasi latihan mereka.
Tahwan – Seungnyang muncul disekitar mengawasi latihan itu. Byeongsoo menghadap Tahwan - Seungnyang . Dan Tahwan  bertanya tentang latihan militer ini  . Byeongsoo menjelaskan bahwa itu adalah perintah dari El Temur untuk memperkuat perbatasan dan mencegah hal2 tak terduga.
Seungnyang bertanya lebih spesifik , namun Byeongsoo mengaku hanya menjalankan perintah saja.  Byeongsoo pamit untuk kembali latihan.
Tahwan berbisik bahwa latihan Byeongsoo ini untuk menakuti para Gubernur . Tahwan mulai merasa pesimis dapat menghentikan abdikasi .  Seungnyang menenangkan bahwa Tal Tal juga sedang bergerak untuk menangkap agen Eagle House di provinsi terdekat.
***
El Temur masih dalam kepercayaan diri ketika berbincang dengan Dangkise , bahwa dihari Pangeran Maha menjadi Kaisar , maka ambisinya akan terpenuhi . Dangkise bertanya kalau El Temur khan memegang stempel kaisar , tetapi kenapa tidak langsung mengambil alih tahta saja ? . El Temur tertawa bahwa diusianya sekarang tidak membutuhkan harta dan tahta lagi . Yang dibutuhkan El Temur mewarisi keluarganya untuk akan berkuasa dalam waktu yang lama (secara hiperbolik 1000 tahun , tetapi kultur politik Tiongkok memang terbiasa dengan ungkapan 10 ribu tahun dsbnya ) .
(Red - Ada satu yang dilupakan El Temur , bahwa upaya keras apapun dari El Temur toh percuma saja , karena jika memang ambisinya terwujud toh keturunan2nya juga belum tentu bisa bersatu , dan terpecah dalam konflik internal. Mungkin El Temur lupa bahwa Tahwan adalah keturunan Jenghis Khan dan Khubilai Khan)
Tapjahae muncul membawa utusan Eagle House (masih anak buahnya Bisoo juga) yang datang membawa pesan.
El Temur membaca pesan itu dan terkejut karena dalam surat itu Big Boss Eagle House mengira El Temur yang memerintahkan itu . . Dan yang lebih parah lagi agen2 lain mulai ditangkapi .
El Temur memikirkan sesuatu untuk mengatasi Tal Tal .  El Temur menuliskan surat balasan dan diserahkan pada utusan .
***


Di tengah aktivitas warga , Kasim Bang dan Jeokhoo  menyamar sebagai pembeli daging . Namun Bang dan Jeokho jadi bertengkar sendiri memberikan orderan yang berbeda . Bahkan Kasim Bang menunjukkan bahwa bagian daging tertentu yang menyebabkan Jeokho menjadi botak. Mereka berdebat pingpong antara yang lemak dan tidak berlemak . Lol . Tukang daging menjadi pusing , dan kesal.
Dari kejauhan Wang Yoo , Bisoo , Jeombakyi dan Moosong mengawasi .
Bisoo menunjukkan bahwa itulah perantara untuk berkomunikasi dengan Ketua (bossnya Heuksoo juga) .
Utusan yang baru dari tempat El Temur  berpapasan dengan Wang Yoo dan melihat Bisoo diantara mereka . Utusan langsung menyerang sebelum dicegah oleh Jeombakyi dan Moosong. Utusan bertanya kenapa Bisoo masih hidup ? . Bisoo menjelaskan kalau dia diampuni oleh Wang Yoo.  Dan Bisoo menjelaskan kalau Utusan itu dari sukunya Bisoo juga , jadi masih bisa dipercaya.

Di kediamannya , Wang Yoo dkk membaca surat dari El Temur yang dititipkan kepada utusan.  Wang Yoo dkk menyadari El Temur berniat untuk menghabisi Tal Tal di Gerbang Utara.  Wang Yoo merencanakan sesuatu dan mengembalikan surat itu pada Utusan , dan memintanya untuk mengantarkan surat El Temur pada Boss Eagle House seperti semula agar tidak menimbulkan kecurigaan.
Utusan menatap pada bossnya (Bisoo) , dan Bisoo memberikan isyarat menganggukkan kepala dan mengambil surat itu kembali dari Wang Yoo . dan berlalu.
Wang Yoo memerintahkan Kasim Bang dan Jeokhoo untuk menyamar di Gerbang Utara.

Duet kasim . Bang dan Jeokho semakin kompak saja . Mereka menyamar dan mengawasi pergerakan El Temur dkk , termasuk Tapjahae yang terlihat melintas disekitar.  Bang – Jeokho mencatat semua itu dan diambil datanya oleh Jeombakyi yang menyamar sebagai dermawan yang memberikan sedekah.
Wang Yoo membaca pesan yang dibawa Jeombakyi. Moosong menjelaskan bahwa mereka tidak punya cukup orang untuk melancarkan serangan langsung , demikian juga dengan Tal Tal .  Bisoo merasa penasaran kenapa Wang Yoo berusaha keras membantu Tal Tal.
Jeombakyi hendak menjelaskan pada Bisoo , bahwa Tal Tal membantu Seungnyang , namun Moosong memberi isyarat pada Jeombakyi agar jangan banyak mulut.
Wang Yoo menjelaskan pada Bisoo bahwa ini pertarungan melawan El Temur. Bisoo menyarankan agar mereka menggunakan minyak dan api , sebagai satu2nya cara untuk melumpuhkan musuh yang berkekuatan lebih banyak.
***

Byeongsoo dan Jocham sedang berjalan ketika ada lemparan batu kecil disekitar. Ternyata yang melempar adalah Yeonhwa yang memberi isyarat untuk bertemu ditempat lain . Byeongsoo tentu saja senang melihat wanita pujaannya , tetapi Jocham  dan menggodanya. Byeongsoo kesal dan tak peduli , segera menyusul Yeonhwa.
Byeongsoo menemui Yeonhwa diruangan kosong . Byeongsoo tampak khawatir betapa buruknya kondisi Istana Musim Dingin bagi Yeonhwa , dan hendak membelai pipi Yeonhwa sebelum ditepis mentah-mentah.
Tujuan Yeonhwa datang kesini adalah meminta bantuan Byeongsoo untuk mengintai posisi  Pangeran Maha agar diam2 bisa dibawa ke Istana Musim dingin menemui Tanashiri.

Byeongsoo tampak meringis karena Yeonhwa menerima tugas beresiko itu.  Yeonhwa membenarkan dan meminta bantuan Byeongsoo untuk mengawalnya kembali ke Istana Musim Dingin .
Byeongsoo masih mencoba pdkt pada Yeonhwa , dengan mengingatkan hukuman Yeonhwa sebelumnya (dipukul pantat saat dikerjain Seungnyang). Byeongsoo menunjukkan langsung dengan cara meraba pantat Yeonhwa.
Dan Yeonhwa terpaksa memelintir tangan Byeongsoo.Dan Byeongsoo berpura2 menghardik tangannya sendiri yang tangan nakal.
Yeonhwa mengingatkan tugas dan mereka akan bertemu jam 7 malam .  Byeongsoo tersenyum.
Yeonhwa berlalu . Byeongsoo dengan ekspresi cabul mencium tangannya yang barusan memegang pantat Yeonhwa , berusaha merasakan Yeonhwa . LOL.
***
Pangeran Maha sedang dibawah asuhan Ibu Suri yang memperhatikan dengan cermat setiap detail wajah bayi cilik itu.  Ibu Suri semakin yakin kalau Maha tidak ada kemiripan sedikitpun dengan Tahwan.
Ibu Suri menyerahkan Maha pada dayang istana agar dibawa keluar ruangan ,  karena Guru Jang telah tiba dan mengingatkan Ibu Suri bahwa besok Kurultai akan berlangsung.

Dayang Istana membawa Maha keluar dan menyerahkannya pada Yeonhwa.  Dan Yeonhwa membawa Pangeran Maha diam2 menuju Istana Musim dingin dengan kawalan Byeongsoo dan Jocham.
Setelah dirasa aman , Yeonhwa berpesan agar mereka kembali bertemu jam 7 pagi . Yeonhwa berlalu dari Byeongsoo.
Jocham mengingatkan bahwa menjalin hubungan dengan dayang istana seperti Yeonhwa bisa dihukum mati. Byeongsoo berkilah bahwa apa yang dilakukannya untuk membantu Tanashiri.
Sementara itu , Tanashiri berharap2 cemas menanti Yeonhwa kembali . Dayang Seo mengingatkan Tanashiri bisa menerima hukuman jika ketahuan. Tanashiri tidak peduli .
Tanashiri tentu saja kegirangan dengan kedatangan Yeonhwa bersama Pangeran Maha , terharu menyambut “anak palsu”-nya , dan menggendong dengan penuh kasih sayang.
***
Part2 (of 3)


Di hari pelaksanaan Majelis Kurultai , Para Gubernur disambut oleh pameran kekuatan pasukan pengawal istana (yang berada dalam kontrol El Temur).  Para Gubernur menjadi gentar dengan pertunjukkan latihan militer tersebut.
Tiba2 Byeongsoo dan Jocham memberikan aba2 pada pasukan untuk menghentikan latihan bertarung dan mengganti dengan latihan memanah. Para prajurit mulai mendemonstrasikan kemampuan menembakkan crossbow.
Para Gubernur semakin gentar , dan lebih gentar lagi saat para pasukan pengawal istana mengarahkan crossbow kearah para Gubernur.  Itu hanya gertakan saja. Byeongsoo dan Jocham menyambut kedatangan Gubernur dengan memberi hormat.
Para Gubernur dengan wajah gentar mulai berjalan ditengah barisan pengawal . Byeongsoo – Jocham memandang ketakutan Gubernur2 dengan puas.
Para Gubernur masuk dan memberi hormat pada El Temur.  Dan El Temur menyambut kedatangan mereka dengan tawa misterius.
***
Sementara itu Taltal dkk menggiring beberapa tahanan mendekati benteng yang kosong tak terkawal.  Tal Tal yang cerdik tentu saja merasa curiga.  Benar saja . Saat memasuki benteng , pintu gerbang mendadak ditutup , dan Taltal dikepung dari segala arah . Anak buah Tal Tal bertanya pada Komandan Benteng apakah tahu ada Jendral Tal Tal dari Pronvisi Liaoyang ? .
Komandan Benteng (yang sebelumnya ditemui Tapjahae) menjelaskan bahwa El Temur telah menganggap Tal Tal sebagai penghianat , dan  tentu saja berniat membunuh Taltal atas perintah El Temur.  Dua pengawal Tal Tal tak gentar dan menyiapkan pedang untuk melawan.
Disaat genting bagi Tal Tal , muncul kelompok bercadar yang melemparkan minyak ke balkon atas dimana komandan benteng berada. Disusul oleh Wang Yoo dkk yang juga bercadar dan menembakkan panah api kearah balkon. Komandan benteng dkk panik dan dengan mudah Wang Yoo dkk menghabisi mereka. Tal Tal juga mulai bergerak menghabisi musuh . Setelah usai Wang Yoo membuka cadar , dan Taltal jadi maklum Wang Yoo yang menolongnya.


***
Bayan mondar mandir gelisah menantikan Tahwan diluar ruangan .
Didalam ruangan  , Seungnyang bagaikan istri yang baik dan  mempersiapkan busana Tahwan .  Seungnyang bertanya apakah Tahwan merasa gugup menjelang even penting ini ? .
Seungnyang menenangkan bahwa Tahwan terlihat meyakinkan kali ini dan menantikan kabar baik dari Tahwan. Mendengar hal itu Tahwan makin bersemangat dan memeluk Seungnyang sebelum pergi.



Diruang majelis . El Temur mengabaikan keberatan Gubernur akan tidak kehadiran Tahwan , dan El Temur memamerkan surat abdikasi yang sudah dibubuhi stempel oleh Kaisar Tahwan sendiri.
Para Gubernur terkejut , namun El Temur lebih terkejut melihat kemunculan Tahwan yang tak diundang , muncul didampingi Bayan dan Golta. El Temur mempertanyakan untuk apa Tahwan yang bisu hadir dalam rapat ini ?
Dan El Temur semakin terkejut lagi mengetahui Tahwan berbicara dengan lantang  . (OMG Ekspresi wajah El Temur dan Dangkise kalau dibingkai pasti lucu.)





Tahwan kembali santai dan menunjuk2an jarinya (menuding) kearah El Temur dkk , bahwa El Temur mengambil keuntungan dari pemalsuan disetiap provinsi . Dangkise marah dan bertanya apa Tahwan sedang menghina El Temur ? Tapjahae juga berkata lantang bahwa El Temur tidak punya kaitan dengan Eagle House.
Tiba2 Gubernur Jukaso dari Jiangxi  , satu dari tiga Gubernur yang mendukung El Temur , kini berdiri dan menegaskan kalau sekarang dia menentang rencana abdikasi .Disusul Gubernur Yikisuk dari Jiangzhe yang juga menentang abdikasi . Dan Gubernur terakhir pun menegaskan hal yang sama. Kini para Gubernur sepakat dengan bulat menentang abdikasi . Ibu Suri Budashiri terharu dan hampir menangis dengan hasil yang memuaskan ini .
El Temur tertawa pahit dan berkata mendukung keputusan para Gubernur.. Namun Tahwan merasa itu belum cukup , dan menghendaki agar El Temur menyerahkan status Wali Kaisar selama ini dan mengembalikan kekuasaan secara mutlak kepada Kaisar .   Tahwan berkata dengan diplomatis bahwa El Temur sebagai Wali Kaisar  telah berbuat banyak untuk meringankan beban Tahwan selama ini .
Tahwan berdiplomasi bahwa menghargai jasa El Temur dan meminta El Temur untuk mengembalikan stempel Kaisar.
Ibu Suri mengingatkan bahwa tradisi Kurultai (Dinasti Yuan dipimpin oleh orang Mongol) bahwa butuh voting bulat untuk menghasilkan keputusan . (Dalam artian disini 10 Gubernur harus semuanya sepakat) .  Para Gubernur setuju dan menyuarakan dukungan bagi Tahwan. Sementara El Temur diam menahan geram.

Dangkise yang murka segera pergi keluar untuk menemui Byeongsoo dan memerintahkan agar Byeongsoo membunuh para Gubernur .
Byeongsoo keberatan dengan ide Dangkise , karena tidak mungkin harus membunuh Kaisar dan Ibu Suri juga. Dan jika itu terjadi bahkan El Temur juga tidak akan bisa menyelamatkan mereka semua . Byeongsoo mengingatkan mereka semua akan mati .
Dangkise sadar dan berkata pelan kali ini bahwa Kurultai harus dihentikan .  Dan Byeongsoo tiba2  teringat kalau Pangeran Maha masih berada di Istana Musim Dingin .
Diruang Majelis , para Gubernur bersiap untuk memberikan voting atas usulan Ibu Suri untuk melengserkan El Temur sebagai Wali . Saat voting siap dilakukan dan satu persatu Gubernur menentukan sikap , Byeongsoo muncul dan memberitahu kalau Pangeran Maha menghilang.
Semua terperanjat . Byeongsoo berpura2 menangis untuk kesalahannya. Rapat Majelis Kurultai ditunda karena isu hilangnya Pangeran Maha.
El Temur beruntung lolos untuk kali ini dan berlalu dari ruangan .  Tal Tal merasa ada yang mencurigakan . Namun para Gubernur sepakat akan berpihak pada Tahwan .
***
Sementara itu Ibu Suri menemui Seungnyang dan memerintahkan untuk mengambil Pangeran Maha dari tangan Tanashiri.
Dan Tanashiri tentu saja tidak semudah itu menyerahkan anak palsunya. Tanashiri bahkan mengancam bunuh diri ketika Dokman dan Bulhwa yang sudah bersiap mengambil Maha.  Seungnyang turun tangan dan berkata dia tahu Tanashiri tidak mungkin berani bunuh diri dengan menggigit lidah sendiri . "Kamu itu belum merasakan sakit yang cukup untuk menggigit lidahmu sendiri . Tetapi hal itu akan segera terjadi , bukan sekarang , tetapi nanti ."
Dayang Seo – Yeonhwa membujuk Tanashiri untuk mengalah sejenak.
Part 3 (of 3)



Bulhwa yang tidak peduli dan mengambil Maha begitu saja. Tanashiri meronta saat ditenangkan Dayang Seo dan Yeonhwa.
Tanashiri mengancam  : Aku ini Permaisuri , Ibu Negara . Ketika aku kembali ke Istana ,hidupmu akan seperti di neraka. Bersiaplah ."
Seungnyang : "Lebih baik kamu lekas . Kalau kamu meninggalkan rumahmu terlalu lama , maka akan ada wanita lain yang mengambilnya. "
Seungnyang memberi hormat pada Tanashiri sesuai etika dan berlalu begitu saja.
Dayang Seo menggerutu kalau Seungnyang benar2 percaya bisa menjadi Permaisuri
***
El Temur dalam kegusaran besar karena dipermalukan saat rapat , dan berpapasan dengan Bayan – Taltal.  Bayan memberitahu bahwa Pangeran Maha sudah ditemukan dan rapat bisa dilanjutkan besok hari.
El Temur marah merasa dihianati oleh Bayan , padahal El Temur yang mengangkat Bayan sebagai Gubernur.  Bayan berkilah bahwa kesetiaannya adalah pada Ayah Tahwan , dan melakukan itu demi memenuhi pesan terakhir Mendiang Kaisar (Ayah Tahwan) .  Jadi Bayan merasa tidak aneh kalau harus mengabdi pada anaknya Kaisar terdahulu , Kaisar Tahwan.
Bayan mengungkap : Anda itu dulu pahlawanku . Anda bertarung melintasi gurun , dan menjadi yang paling gagah berani . Anda bahkan bisa menangis untuk prajurit yang gugur. Aku menyaksikannya dengan mataku sendiri .Tetapi sekarang anda sudah bukan pahlawan di masa mudaku . Daripada membangun negara , anda ingin mencicipi kekuasaan . Sungguh orangtua buta yang bodoh. (Dangkise marah besar dan Bayan melanjutkan) . Negara kita sedang menderita dan membusuk .  Itu karena anda . Kaisar seharusnya berkuasa. Kita berhutang kesetiaan padanya.  Itulah yang aku lakukan sekarang.
Sebaliknya El Temur berkilah bahwa dia melakukan hal itu mengikuti Mandat Langit.  El Temur menunjuk2 dan mengancam tidak akan melupakan penghianatan Bayan .
El Temur dkk berlalu.


Bayan mengingatkan Tal Tal , kalau nanti Bayan berubah seperti El Temur kelak ,  Bayan mempersilahkan Tal Tal untuk membunuhnya , daripada menjadi orangtua bodoh yang dibutakan kekuasaan (Ucapan singkat ini punya makna bagi penonton yang mengerti sejarah.)
***


Kubu Tahwan sedang berkumpul dalam suasana yang melegakan . Bayan memuji penampilan Tahwan dalam Pertemuan Kurultai tadi.
Tal-Tal menenangkan Tahwan bahwa para Gubernur sudah berpihak pada Tahwan sekarang.  Tal Tal bertanya kapan Tahwan akan menggunakan Surat Darah ? .
Tahwan menjelaskan bahwa Surat Darah itu akan digunakan untuk menghabisi El Temur , terutama saat Tahwan nanti kembali dalam kekuasaan absolut sebagai Kaisar Yuan .
Diskusi mereka terganggu oleh kehadiran Golta yang mengabarkan adanya usaha yang mengancam keselamatan pangeran Maha.  Semua terperanjat mendengarnya.
Sementara itu di Istana Musim Dingin , Yeonhwa memberitahu hal serupa pada Tanashiri.  Tanashiri dan Dayang Seo menjadi panik . Tanashiri pingsan karena tegang.

***
Byongsoo menyiksa kasim palsu itu dengan bara api menyala. Kasim Palsu itu memohon agar dibunuh saja agar tidak menderita.  Namun tiba2 Ibu Suri muncul dan menginterogasi kasim palsu. Sebelum sempat mendapatkan informasi , El Temur dkk sudah keburu muncul .
El Temur berkilah bahwa dia akan mengambil alih penyelidikan ini untuk mencari tahu siapa yang berani mengganggu cucunya. El Temur menggunakan kesempatan ini untuk mengatakan bahwa Rapat Majelis harus diundur sampai pelaku sebenarnya ditangkap.
***
Bulhwa melaporkan insiden Pangeran Maha kepada Tahwan dkk , termasuk kecurigaan bahwa kasim palsu itu tidak punya kemampuan bela diri dan itu menjadi kontradiksi jika memang tujuan semula adalah untuk mengganggu Pangeran Maha yang beresiko tinggi.
Tal Tal yang cerdik dapat menerka bahwa itu akal2an El Temur saja untuk menciptakan pelaku kriminal (kambing hitam) . Tahwan bertanya memangnya El Temur akan menyalahkan siapa kali ini ?
***
Wang Yoo bersama El Temur dkk . El Temur menerka bahwa Seungnyang yang cerdik akan terganggu kali ini . Dangkise mengungkap bahwa Seungnyang pun telah menghianati Wang Yoo.  Wajah Wang Yoo berubah .

Sementara itu El Temur mengungkap rencananya kepada Wang Yoo , bahwa akan menjadikan kasus insiden Pangeran Maha ini untuk mengkambinghitamkan Seungnyang dan Bayan , dengan membuat pembunuh (kasim palsu) itu menyebutkan Selir Ki Seungnyang.
***
Kembali ke Tahwan dkk . Tahwan bertanya memangnya El Temur akan menyalahkan siapa kali ini ? Tal Tal menjelaskan bahwa salah satu Gubernur akan disalahkan , dalam hal ini Bayan tentunya.
Tahwan meminta solusi untuk aksi balasan . Seungnyang memohon agar masalah ini diserahkan saja padanya.  Tal Tal menerka Seungnyang akan memancing El Temur dengan menggunakan taktik El Temur sendiri (senjata makan tuan) .
Tahwan dan lain2 semula ragu , namun melihat kepercayaan diri Seungnyang , akhirnya Tahwan mengabulkan.
***
Seungnyang tiba dikediaman El Temur bersamaan dengan Wang Yoo yang akan meninggalkan kediaman El Temur.  Sebelum Wang Yoo sempat pergi , Tapjahae melaporkan kedatangan Seungnyang.  El Temur walaupun gusar namun menerima kedatangannya.

Wang Yoo dan Seungnyang sempat memandang sedih  satu sama lain .  Seungnyang memberi hormat dan menghadap El Temur.  El Temur mengejek untuk apa Selir dari kalangan wanita rendahan ingin menemui seorang Harimau seperti El Temur ? . Seungnyang tidak kalah tajam (setajam silet) membalas kenapa El Temur yang merasa Harimau tetapi bertingkah seperti kucing ?
Keruan saja El Temur wajahnya seperti terbakar. Demikian juga dengan Dangkise dan Tapjahae mendengar hinaan terhadap ayahnya.

0 comments:

Post a Comment