Tuesday, February 18, 2014

Sinopsis : Empress Ki – Episode 30

Standard

Dimalam hari , Tal Tal dan Wang Yoo akan memutuskan nasib Heuksoo dkk . Tal Tal mengeluarkan pedang , menodongkannya pada Heuksoo dan berkata : " Sekarang kamu akan mati." Bisoo yang juga masih terikat memandang semua ini dengan khawatir.

Update

  • Menambahkan Preview – Screencaps (Feb 12  9:41 WIB)
  • Menambahkan Rekap - Screencaps Part 1 (Feb 18 11 : 15 WIB)
  • Menambahkan Rekap - Screencaps Part 2 (Feb 18 17 : 15 WIB)
  • Menambahkan Rekap - Screencaps Part 3 (Feb 18 17 : 15 WIB)
  • Revisi Final (Feb 19 23 : 15 WIB)
  • Disarankan follow Twitter Bentara agar bisa mengikuti update terbaru dan episode mendatang .

Sinopsis

Dimalam hari , Tal Tal dan Wang Yoo akan memutuskan nasib Heuksoo dkk . Tal Tal mengeluarkan pedang , menodongkannya pada Heuksoo dan berkata : " Sekarang kamu akan mati." Bisoo yang juga masih terikat memandang semua ini dengan khawatir.

El Temur dkk menghadap Tahwan dan menyodorkan sebuah surat untuk di beri stempel kaisar. El Temur berkata pada Tahwan : "Tak masalah kamu tidak tahu isinya (tidak bisa membacanya) . Kamu tinggal membubuhkan stempel Kaisar."
Seungnyang meeting dengan Bayan dan Tal Tal . Tal Tal berkata : " Jujur saja , rasanya itu tidak mungkin." Seungnyang berkata walaupun sulit , kita harus berhasil. Bayan membenarkan dan berkata kalau mereka pasti bisa mencegahnya.  Tal Tal menyimpulkan kalau hal ini akan berbahaya bagi Seungnyang dan Tahwan.
Wang Yoo memasuki ruang tahta Istana Yuan dimana Tahwan sedang diduduk di tahta didampingi Seungnyang.  Sambil melangkah , Wang Yoo memandang Seungnyang dengan mata berkaca-kaca.  Tahwan memperhatikan ekspresi Seungnyang.

Rekap

Empress Ki Episode 30 untuk minggu lalu diundur penayangannya karena di negara asalnya sedang berlangsung Olimpiade Sochi. Rencananya akan ditayangkan Senin minggu ini (Feb 17) . Disarankan follow Twitter Bentara agar bisa mengikuti update terbaru.
Ditengah kegalapan malam , diantara barisan pepohonan .  Wang Yoo dan Tal Tal menggiring Heuksoo dan Bisoo .  Mereka tiba di hutan , dan Wang Yoo – Tal Tal kini sudah duduk didepan api unggun .  Tal Tal bertanya kenapa Bisoo dibawa serta ? Wang Yoo tidak mengatakan apapun.  Heuksoo semestinya akan dibawa kepada El Temur sesuai perintah penangkapan , namun malam ini Tal Tal punya rencana lain.  Heuksoo yang biasanya arogan tak lebih dari seorang pria tua pincang yang menyedihkan , yang harus di papah oleh pengawal untuk menghadap Tal Tal .
Tal Tal pada Heuksoo : Tahukah kenapa kamu berada disini ? . Heuksoo : Kami dapat menanyakannya nanti pada El Temur ketika kamu menemuinya .
Tal Tal bangkit dan berdiri di hadapan Heuksoo , mengatakan justru El Temur yang memerintahkan agar Heuksoo ditangkap. Tal Tal  mengeluarkan pisau , menodongkannya ke leher Heuksoo.  Bisoo ikut tegang dan matanya berkaca2 saat menyaksikan dari kejauhan.
Heuksoo bertanya : Apakah aku harus mati tanpa alasan ? . Tal Tal : kelihatannya begitu . Heuksoo : Ampuni aku . 50 ribu emas untukmu .  Tal Tal : Apakah itu hargamu ? . Heuksoo : 100 ribu emas. Jika aku berbicara dengan majikanku. Tetapi jika kau membunuhku , maka kamu akan berhutang sesuatu yang tidak bisa kamu bayar.
Tal Tal tak peduli dan mengeksekusinya dengan menyayat leher Heuksoo dengan pisau. Bisoo makin pucat wajahnya , dan anak2 buah Wang Yoo terperanjat melihat hal itu . Heuksoo meregang nyawa dan tumbang ke tanah. Darah Heuksoo sedikit memercik ke wajah Tal Tal .
Red - Aku kira tidak akan ada yang menaruh belas kasihan pada Heuksoo yang sombong dan kejam ini , termasuk Tal Tal , Wang Yoo dan pemirsa drama ini . Bagi Tal Tal matinya Heuksoo akan mengamankan rencana besar bersama Bayan dan Seungnyang. Seperti diketahui dalam episode sebelumnya , Seungnyang menjerat Tanashiri dengan kotak hadiah berisi buah beracun atas nama Heuksoo



Bagaimana dengan nasib Bisoo ? . Tal Tal memerintahkan agar Bisoo dibawa menghadapnya. Namun Wang Yoo mencegah hal itu dan merasa dia yang berhak menentukan nasib Bisoo .  Suasana sempat tegang karena anah buah Tal Tal dan anak buah Wang Yoo saling mengancam dengan pedang. Akhirnya Tal Tal  membiarkan , tetapi memperingatkan Wang Yoo harus bertanggungjawab kalau ada masalah nanti.
***
Ibu Suri Budashiri didampingi Seungnyang dan Dokman menuju kediaman Tanashiri .  Dan Tanashiri sendiri sedang dilucuti jubah kebesaran permaisurinya karena harus bersiap menuju Istana Musim Dingin . Dayang Seo menggendong Pangeran Maha , dan Yeonhwa membantu melepaskan mahkota Tanashiri dan segala atribut kebesaran lainnya. Tanashiri menitikkan air mata , termasuk dayang Seo . Tanashiri juga harus merelakan stempel permaisuri yang menjadi symbol kekuasaannya.

Ibu Suri dkk tiba . Tanashiri : Apa yang anda inginkan . Ibu Suri tersenyum : Tentu saja stempel itu.
Tanashiri menyerahkan kotak stempel pada  Ibu Suri yang memeriksa kotak itu sesaat dengan senyuman . Tidak cukup dengan itu , Tanashiri dilarang untuk membawa serta Pangeran Maha ke Istana Musim Dingin . Dokman mengambil Pangeran Maha dari tangan Dayang Seo .  Tanashiri berusaha mencegah “anak palsu” kesayangannya dirampas darinya .
Tanashiri : Jangan ambil anakku dariku . Aku lebih baik mati daripada kamu mengambilnya.  Ibu Suri : Teruskan , ambil anak itu.
Dokman tetap mengambil Pangeran Maha , dan Tanashiri menjadi panik meminta ayahnya di panggil dan akan membalas . Ibu Suri kesal dan menampar Tanashiri , menghardiknya agar bisa menjaga sikap.   Tanashiri bertanya apakah itu cara Ibu Suri membalas dendam untuk kasus Ganye Temple ? . Ibu Suri menegaskan bahwa dia sedang melindungi Maha dari kebodohan Tanashiri , dan tidak bisa dipercayakan pada Tanashiri.  Tanashiri mengancam kalau satu rambut Pangeran Maha terusik maka akan berurusan dengannya.  Ibu Suri mencemooh kalau dia tidak sebodoh Tanashiri.  Ibu Suri mempersilahkan Tanashiri untuk merenungkan perbuatannya di Istana Musim Dingin.
Seungnyang hanya menonton dengan wajah dingin.  Ibu Suri dkk berlalu dari ruangan Tanashiri , dan Seungnyang sempat memandang Pangeran Maha dengan ekspresi wajah yang aneh (apakah firasat ibu kandung yang mengenali anak kandungnya?)


Seungnyang mengalihkan pandangan kepada Tanashiri yang putus asa dan menangis terus menerus .
Seungnyang memandang tajam dan berpikir dalam hati : Anakmu mungkin direnggut darimu untuk sementara waktu , sementara anakku direnggut dariku untuk selamanya . Penderitaanmu sama sekali tidak sebanding denganku .
Andai saja Seungnyang tahu kalau Maha itu sebenarnya anak kandungnya.
***
Di koridor istana , Tanashiri berbicara dengan kakaknya , Dangkise . Tanashiri bersumpah tidak melakukan hal yang dituduhkan kepadanya. Dangkise percaya pada saudarinya. Tanashiri meminta Dangkise untuk mencari pelakunya. Dangkise menjelaskan kalau Heuksoo sedang dibawa oleh Tal Tal dkk .
Tanashiri : Pelakunya adalah Selir Ki Seungnyang. Dia yang melakukannya. Dangkise : Apa kamu punya bukti ?
Tanashiri sudah tahu Seungnyang pelakunya tetapi tidak punya bukti selain merasakan ekspresi , cara tawa , penghinaan dan gerak gerik Seungnyang yang menunjukkan dia pelakunya.  Dangkise terkejut mendengar hal ini . Dengan mata berair , Tanashiri bersumpah akan membalas dendam dan membunuh Ibu Suri dan  Seungnyang dengan tangannya sendiri.  Tanashiri berlalu untuk memulai perjalanan “hukuman” ke Istana Musim Dingin . Yeonhwa juga hanya diam saat melihat Byeongsoo . Kasihan Byeongsoo karena tidak bisa melihat wanita pujaannya untuk waktu yang lama.
Melihat Seungnyang ada disekitar , Dangkise memisahkan diri dari Tapjahae – Byeongsoo , dan menghampiri Seungnyang untuk  melabraknya.  Dan Seungnyang memerintahkan Hongdan dan Bulhwa untuk pergi duluan . Kini Seungnyang berbincang berdua saja dengan Dangkise .
Dangkise : Aku tidak menyangka kamu mengambil jalan racun .  Kamu mengejutkanku . Kamu menang , kami kalah . Seungnyang : Kau pikir aku yang melakukannya ? . Dangkise : Tidak ada seorangpun yang pernah melakukan hal seperti ini sampai kamu tiba.  Seungnyang : Kamu salah paham , aku mohon diri.
Seungnyang akan berlalu , dan dalam jarak yang relatif dekat . Dangkise berkata lagi : Kamu tahu kenapa Lady Park mati ? Karena dia tidak cocok untuk mengandung anak kaisar. Jadi dia harus mati . Sama seperti yang kau lakukan sekarang .  Seorang pelayan berani melawan seorang Permaisuri ? Balas dendam ? Kamu pikir kamu punya kesempatan untuk melawan kami ?  .
Seungnyang tidak gentar dan menatap Dangkise dengan garang : Jangan buat kesalahan . Aku baru saja mulai . Kamu pikir Istana Musim Dingin itu adalah balas dendamku ? Aku memegang jenazah teman2ku dengan tanganku sendiri. Seperti yang kamu lakukan terhadap ayahmu dan saudarimu . Itu , barulah balas dendam.

***
Tanashiri dkk tiba di Istana Musim Dingin yang memang benar2 tempat yang dingin sesuai namanya. Istana itu tampak tidak terawat dan angker. Bahkan Tanashiri membuka sebuah pintu langsung ambrol .

Tanashiri masuk kedalam ruangan yang berantakan dan dingin .Disana penuh debu dan furniture yang berantakan . Tanashiri langsung merasa kedinginan saat memasuki ruangan itu.  Tanashiri mengeluh kalau tempat ini lebih buruk daripada apa yang dikatakan orang.  Dayang Seo membenarkan bahwa tidak ada api pemanas , tidak ada pakaian hangat dan juga makanan yang cukup.  Melihat hal itu Tanashiri dengan ekspresi wajah kedinginan , mengatakan akan bertahan dulu sementara disitu karena yakin ayahnya , El Temur , akan menyelamatkannya.
***
Di istana , para selir sedang berkumpul dengan suasana yang lain tanpa kekangan Tanashiri yang tangan besi  . Tiga selir berbincang satu sama lain bahwa kini dapat bernafas lega dengan kepergian Tanashiri .  Bulhwa dan Hongdan ikut tersenyum .
sementara Seolhwa dan Seungnyang hanya bermain mata satu sama lain.  (Rupanya Seungnyang sudah merencanakan semua ini dengan Seolhwa dalam pertengkaran tipuan sebelumnya untuk mengecoh Tanashiri.)

Ibu Suri tiba didampingi Dokman . Ibu Suri  menenangkan para selir : Peristiwa belakangan ini telah membuat kita semua sedih . Kini kita kembali dalam situasi normal dan disiplin kembali.  Yang diatas menunjukkan kebaikan , yang dibawah menunjukan rasa hormat. Dan segalanya akan kembali harmonis.
Perhatian Ibu Suri tertuju pada Seungnyang diantara para selir yang lain. Ibu Suri bahkan tersenyum melihat Seungnyang.
***
Tahwan terus belajar dengan rajin dibawah bimbingan Seungnyang. Golta mengabarkan Ibu Suri akan tiba sebentar lagi . Tahwan hendak menyembunyikan bahan pelajaran , namun Seungnyang mencegahnya dan tidak perlu merahasiakan hal ini lagi dari Ibu Suri.

Ibu Suri tiba bersama Dokman . Ibu Suri terkejut melihat Tahwan sedang belajar menulis .  Seungnyang memamerkan aksara hanzi (huruf Tiongkok) hasil tulisan Tahwan. Ibu Suri terkejut dan matanya berkaca2 , dan bertanya apakah untuk alasan inikah Seungnyang mendampingi Tahwan setiap malam ?
Tahwan membenarkan , demi belajar aksara. Ibu Suri lebih terkejut lagi begitu tahu Tahwan sudah bisa berbicara. Surprise !!
Ibu Suri meraih tangan Tahwan dan mengetahui semua itu jasa Seungnyang . Ibu Suri merasa berterimakasih menganggap Seungnyang sebagai berkah bagi keluarga Istana.
Seungnyang mengingatkan Ibu Suri agar menjaga rahasia ini dari El Temur , yang sedang mempercepat proses abdikasi , terlebih setelah Tanashiri terdepak ke Istana Musim Dingin .
***
El Temur bertanya apakah racun itu ide Seungnyang. Dangkise tidak ada pilihan lain untuk membocorkan rahasia Seungnyang yang lolos dari pembantaian Lady Park dkk. (Dahulu Dangkise merahasiakannya karena Bayan juga punya rahasia kalau Dangkise terlibat dalam pembantaian Lady Park dkk). Dangkise mengatakan bahwa  kini Seungnyang hendak membalas dendam. El Temur menyadari Seungnyang merupakan kandidat dari Bayan. Dangkise membenarkan bahwa karena itu tidak bisa mempercayai Bayan. El Temur bergumam akankah Bayan menghianati mereka ? .

Tal Tal tiba untuk melaporkan kasus Heuksoo yang bunuh diri dalam perjalanan ke istana (padahal dieksekusi ditempat) . El Temur dkk menatap Tal Tal dengan curiga. El Temur tidak mengatakan apapun selain ekpresi senyum culas penuh kecurigaan. Tal Tal berlalu , dan El Temur mengatakan pada kedua anaknya , bahwa wacana abdikasi kaisar nanti akan terlihat siapa sebenarnya kawan ataupun lawan.
Tal Tal juga sama cerdasnya dan bisa membaca situasi dari sorot mata El Temur  . Tal Tal melaporkan pada pamannya , Bayan , bahwa El Temur mungkin sudah mencurigai loyalitas Bayan.
Bayan membenarkan , betapapun mereka tidak bisa menipu terus2an  "anjing tua" seperti El Temur.
***
Sebagaimana Tal Tal , Wang Yoo juga sudah berada di ibukota Yuan sekarang.  Jeombakyi dan Moosong sibuk membujuk Wang Yoo agar mau menemui Seungnyang . Namun Wang Yoo khawatir Seungnyang akan terganggu dengan kehadirannya . Moosong meminta maaf karena Kasim Bang sedang menghadap Seungnyang . Moosong beralasan bahwa mereka tidak bisa melihat Wang Yoo menderita.
***
Kasim Bang memasuki istana , tepatnya kediaman Seungnyang melalui perantaraaan Bulhwa . Seungnyang tampak terkejut dan matanya berkaca2 mendapat kabar dari Bulhwa . Bulhwa menawarkan kalau Seungnyang tidak mau menerima kedatangan Kasim Bang , nanti Bulhwa akan menyuruh Kasim Bang pergi.
Seungnyang akhirnya setuju menerima kedatangan Kasim Bang.  Seungnyang merubah ekspresi wajah lebih dingin didepan Kasim Bang. Seungnyang menghardik  kenapa Wang Yoo mengirimkan seorang kasim untuk mengatakan hal ini .

Seungnyang menegaskan bahwa sebagai selir kaisar tidak bisa sembarangan bertemu dengan “pria asing” , dan jika memang Wang Yoo hendak bertemu , sebaiknya ke ruang tahta menemui Tahwan dan meminta ijin .
Kasim Bang terkejut melihat perubahan sikap Seungnyang.  Kasim Bang dengan wajah sedih menunduk memberi hormat untuk pamit ditemani Bulhwa meninggalkan ruangan.
Diluar Bulhwa menghibur Kasim Bang agar jangan menganggap serius perkataan Seungnyang yang agak kasar.  Kasim Bang tersenyum dan meminta Bulhwa menyampaikan ucapan terimakasih dari Kasim Bang , karena akan membuat Wang Yoo lebih mudah mengatasi masalah ini.
Seungnyang sendiri menangis setelah Kasim Bang berlalu.
Part 2 (of 3)


Kasim Bang melaporkan hal itu pada Wang Yoo , yang  tampak berkaca2 matanya karena dianggap "orang asing" oleh Seungnyang. Jeombakyi menggerutu kalau Seungnyang yang sekarang sudah berbeda dengan yang dulu . Moosong menambahkan bahwa sudah saatnya Wang Yoo melupakan Seungnyang.  Wang Yoo berkata kalau mereka tidak memahami Seungnyang sama sekali.   Dan akhirnya Wang Yoo setuju untuk meminta ijin dari Tahwan.
Sementara itu Golta melaporkan bahwa Wang Yoo telah kembali ke ibukota Yuan.   Tahwan terperanjat . Golta menambahkan bahwa alasan Wang Yoo adalah untuk memberi hormat pada Tahwan.  Seungnyang menyentil Tahwan apakah takut bertemu dengan Wang Yoo ? . Tahwan akhirnya bersedia.
Golta berlalu , dan Tahwan mengatakan pada Seungnyang bahwa tidak ada yang harus dicemaskan secara Seungnyang sudah menjadi selirnya. Seungnyang mengatakan dia akan ikut bersama Tahwan menemui Wang Yoo , karena alasan Tahwan yang "pura2 " tidak bisa bicara sampai saat ini.
***

Wang Yoo memasuki ruang tahta dimana Tahwan dan Seungnyang duduk di singgasana.  Seungnyang berusaha menutupi emosinya melihat pria yang selama ini dirindukan. Wang Yoo masih harus berjalan diruangan yang besar itu , kemudian memberi hormat kepada Tahwan dan menyapa : "Yang Mulia , aku percaya anda baik2 saja selama ini."
Seungnyang menjelaskan kondisi Tahwan yang belum bisa berbicara. Jadinya Seungnyang berkata pada Tahwan , jika memang tidak memberikan ijin yah tidak memberikan ijin , namun jika Tahwan merasa percaya maka sebaiknya menginjikan Seungnyang - Wangyoo bertemu .  Tahwan bimbang sesaat tapi akhirnya memberikan ijin dengan menganggukkan kepala.
***




Tujuan El Temur hanya satu , yakni mengalihkan posisi Kaisar pada cucunya sendiri ("anak palsu" Tanashiri) , yakni Pangeran Maha.  Dan Tanashiri akan menjadi Wali bagi Pangeran Maha. Dengan demikian kekuasaan Dinasti Yuan akan beralih ke kekeluarga El Temur.
El Temur memaksa Tahwan untuk membubuhi stempel kekaisaran .  Dangkise bahkan membantu untuk menyiapkan stempel.  Tahwan pura2 tidak tahu surat apa itu , tetapi sebenarnya tahu kalau itu surat abdikasi (mundur dengan sukarela dari tahta) .
El Temur : "Kamu bisu tetapi khan tidak tuli .  Jadi bubuhi stempelmu sekarang . "
Dangkise bahkan dengan kasar memberikan stempel paksa pada Tahwan.  Tahwan tidak ada pilihan lain selain membubuhi stempel .  El Temur tersenyum puas dan bertanya apakah Tahwan sudah memberitahu yang lain tentang hal ini ? . Tahwan menggelengkan kepala.
El Temur : Oh iya , bagaimana bisa . Kamu khan tidak bisa bicara dan menulis. Paduka , para Gubernur sedang marah saat ini .Jadi abaikan permintaan mereka untuk bertemu.  Kamu mengerti ?
Tahwan menganggukkan kepala pertanda mengerti sambil menahan emosinya.
***

Tahwan kembali dengan langkah gontai dan memberitahu Seungnyang dan Ibu Suri bahwa dia sudah membubuhi stempel di surat abdikasi .  Ibu Suri yang paling terpukul dengan hal ini dan hampir terjatuh kalau tidak dicegah Guru Jang.
Ibu Suri : Abdikasi ? Kamu abdikasi dengan matamu yang terbuka lebar ? . Guru Jang : Hanya para Gubernur yang bisa menghentikan hal ini . Segera adakan pertemuan.  Seungnyang : Jangan , Kaisar akan kehilangan kredibilitas.  Ibu Suri : Lalu bagaimana ?  Haruskah kita biarkan El Temur ? .  Seungnyang : Pertama kita harus melobby para Gubernur.  Tahwan : Bagaimana kita melakukan itu ?. Seunngyang : Bayan mengetahui caranya.

Seungnyang berunding dengan Bayan - Tal Tal tentang masalah bagaimana melakukan langkah persuasif terhadap para Gubernur.  Bayang menyimpulkan : Jika Kaisar menolak abdikasi dan para Gubernur mendukung Kaisar , maka abdikasi bisa dicegah.
Tetapi  Tal Tal berpendapat kalau rasanya akan sulit melakukan langkah ini . Seungnyang merasa percaya diri bisa berhasil dan meminta Bayan dan Tal Tal untuk mendorong para Gubernur untuk bertemu. Tal Tal menyimpulkan kalau hal ini akan berbahaya bagi Seungnyang dan Tahwan. Bayan membenarkan pendapat Seungnyang , lagipula tidak ada pilihan lain. Bayan bertanya jika bisa bertemu dengan para Gubernur bagaimana cara meyakinkan mereka.
***

El Temur dkk makan bersama Wang Yoo (yang secara teknis sudah menjadi bagian dari keluarga El Temur secara menikah dengan keponakan El Temur , atau sepupu Tanashiri - Dangkise- Tapjahae) . El Temur pada kesempatan itu memamerkan surat abdikasi yang sudah dibubuhi cap kekaisaran oleh Tahwan sebelumnya , dan dengan demikian cucunya akan menjadi Future Emperor of Yuan Dynasty.
Wang Yoo mengatakan bahwa hal itu perlu kesepakatan bulat dari para Gubernur.  El Temur yang merasa diatas angin tidak begitu menganggap para gubernur sebagai ancaman .
Usai acara makan , Dangkise mengantar Wang Yoo meninggalkan kediaman El Temur. Dangkise menyinggung masalah Seungnyang yang dianggap mati namun muncul kembali . Wang Yoo berkomentar kalau Seungnyang sekarang sudah berbeda dengan yang dulu dari cara pandang , cara berbicara hingga pemikirannya .
Dangkise tersenyum dan berpendapat bahwa wanita juga mencintai kekuasaan , lebih daripada pria. Dangkise mengatakan Seungnyang sudah menjadi favorit Kaisar . Dangkise berlagak menjadi saudara ipar yang peduli dan menyarankan Wang Yoo agar melupakan Seungnyang.
***
Bagaimana Wang Yoo menyikapi manuver El Temur ? . Kunci utama bagi kubu Wang Yoo adalah Bisoo , yang bisa memecahkan sandi (sebenarnya angka Romawi tetapi dijaman itu tidak banyak dikenal orang di kawasan Timur).

Bisoo masih di ikat dan dijaga oleh Jeokho yang sedang duduk di meja yang penuh hidangan .  . Bisoo bersikeras hendak menemui Wang Yoo . Jeokhoo menyarankan untuk tidak menemuinya dulu karena Wang Yoo sendiri sedang banyak masalah.  Bisoo menawarkan untuk memecahkan sandi pembukuan Heuksoo.
Part 3 (of 3)

Bisoo bertemu Wang Yoo dan menyatakan bersedia menerjemahkan sandi itu dengan dua syarat. Wang Yoo menerka Bisoo minta dibebaskan. Diluar dugaan Bisoo malah meminta untuk dibunuh agar bisa menghindari balas dendam dari orang kuat di balik Heuksoo.  Bisoo menerka dengan kematian Heuksoo , maka pihak Eagle House akan menjual Bisoo sebagai budak.
Bisoo juga mengajukan syarat berikutnya jika kelak mati maka jenazahnya harus dimakamkan di tanah kelahirannya . (Bisoo adalah gadis Turk , sebuah kelompok masyarakat atau kelompok bahasa yang terbentang dari China Utara -- Asia Tengah hingga Timur Tengah ) .
Wang Yoo berkata lupakan saja kata sandinya karena tidak berniat membunuh Bisoo , dan Bisoo juga tidak akan menjadi budak.  Bisoo bertanya dengan wajah tegang , apakah Wang Yoo akan melindunginya setelah Bisoo mencoba membunuh Wang Yoo sebelumnya ? Kenapa kamu melakukan ini ? .
Wang Yoo tidak menjawab , malah memerintahkan Moosong untuk memberikan makanan pada Bisoo. Dan Bisoo menangis bahwa dia lebih baik mati.


Bisoo mulai berkerja keras dan memperkenalkan angka Romawi kepada Wang Yoo dkk ."Sandi ini menggunakan sistem angka Romawi. Salinlah 1000 Huruf Klasik (yang juga sedang dipelajari Tahwan) kedalam 100 kolom dengan masing2 10 aksara. "
Kasim Bang berkerja keras untuk mempersiapkan salinan deretan aksara Tiongkok . Hasil kerja keras Kasim Bang berwujud kertas panjang dengan 100 kolom aksara dan masing2 kolom terdiri dari 10 aksara.  Moosong bahkan membantu memijat Kasim Bang yang mulai kelelahan.  Jeombakyi sampai menguap karena mengantuk menunggu hal ini.
Red - Aku berharap Bisoo bisa menjadi bagian dari kubu Wang Yoo , secara Bisoo sebenarnya wanita yang cerdas dan cantik juga.
Setelah Kasim Bang selesai , Bisoo menjelaskan : Setiap kombinasi dua karakter Romawi menunjukkan posisi horizontal dan vertikal kolom aksara Hanzi.  Ikuti panduan ini maka kamu akan memiliki dokumen ini.
Wang Yoo bertanya kapan proses ini akan selesai ? . Bisoo menjawab butuh beberapa hari untuk menyelesaikannya.
***
Tanashiri masih harus bersabar di Istana Musim Dingin yang angker .  Tanashiri tidak berselera makan, bahkan membanting bakpao dan memuntahkannya , dan membanting keranjang makanan ke lantai , dan  berbaring di kursi kotor yang panjang dan dingin.
Malam hari , Dayang Seo sulit tidur karena tidak nyaman tidur di kursi .  Dayang Seo melihat keadaan Tanashiri yang belum juga bisa tidur dan sedang menangis.

Dayang Seo mengingatkan kalau Pangeran Maha bukan anak kandung Tanashiri . Namun Tanashiri terus memikirkan Pangeran Maha sambil menanti dengan tak sabar kapan ayahnya , PM El Temur , akan menyelamatkannya. Dayang Seo menjelaskan bahwa El Temur sedang sibuk mengurus abdikasi kaisar.
***

Seungnyang mempresentasikan pemikirannya didepan Tahwan , Ibu Suri dan Guru Jang. Seungnyang mengatur posisi papan nama yang menunjukkan posisi setiap Gubernur dan potensi kekuatan ditiap kubu .  Seungnyang meletakkan papan nama Bayan sebagai pendukung Tahwan terbesar yang menentang abdikasi . Seungnyang lalu mulai mengkalkulasi peta dukungan dari Gubernur lain , dimulai dengan gubernur yang merupakan ayah dari para selir seperti  Ohgwang , Soldokan , Pusakwi , Jokgong . Ibu Suri paham bahwa para Gubernur yang notabene ayah para selir akan berpihak pada Tahwan dan menentang abdikasi kaisar.
Tahwan mengeluh bahwa masalahnya adalah para Gubernur yang lainnya .  Seungnyang menjelaskan informasi dari Tal Tal :  Dia (Tal Tal) mengatakan padaku bahwa Ohgwang bagaikana saudar dengan Gubernur Gansu.  Pusakwi dekat dengan Gubernur Jiangzhe dan Jiangxi .  Soldokan dan Gubernur Huguang dan Shangxi adalah sama.
Tahwan paham : Jadi maksudmu kita dapat mendapatkan dukungan gubernur lain dari para gubernur -ayah selir ? . Seungnyang membenarkan. Ibu Suri hendak bertemu dengan para Gubernur.  Namun masalahnya Tahwan akan dalam bahaya jika bertemu dengan para Gubernur secara frontal.   Tahwan tersenyum bahwa El Temur belum tahu Tahwan sudah bisa berbicara. Tahwan menyarankan agar Ibu Suri melangsungkan perjamuan untuk para Gubernur (yang ayah2 dari para selir) agar tidak dicurigai. Ibu Suri berkata pada Seungnyang agar Bayan diberitahu untuk bertemu bersama mereka pada jam 7.
Rencana Ibu Suri diendus oleh El Temur dkk . El Temur menduga bahwa Tahwan juga akan hadir dalam acara Ibu Suri tersebut . El Temur memikirkan strategi yang sama untuk mengundang para Gubernur.  Dangkise menyimpulkan bahwa para Gubernur (ayah2 selir) tidak akan memutuskan ikatan mereka dengan keluarga Istana.
***
Jendral Bayan (didampingi Tal-Tal) menyampaikan pesan pada para Gubernur . Salah satu gubernur terkejut bahwa Tahwan yang sebenarnya hendak bertemu Gubernur , bukannya Ibu Suri. Bayan menjelaskan bahwa ada hal yang ingin didiskusikan berkaitan dengan masalah abdikasi. Tal Tal nimbrung untuk mengingatkan agar masalah ini jangan sampai tersebar keluar.  Bayan bertanya apakah para Gubernur ini bisa mendukung ?  Salah satu Gubernur ragu tidak ada orang yang bisa menahan El Temur setelah ini .  Para Gubernur resah bagaimana nasib putri mereka (para selir) kalau Tahwan abdikasi .
Bayan bertanya tentang gubernur lain (yang bukan ayah2 selir) .   Kelihatannya para Gubernur akan berpihak pada Tahwan seperti yang diprediksikan Seungnyang.
***

Para pelayan istana menyiapkan perjamuan penting ini dibawah pengawasan Dokman . Disaat yang sama El Temur dan Wang Yoo sudah siap dalam acaranya sendiri. El Temur terpana melihat meja masih kosong , dan bertanya apa yang terjadi pada Tapjahae dan Dangkise.

Sementara itu Seungnyang mempersiapkan penampilan Tahwan  , juga menyemangati Tahwan untuk menunjukkan siapa dirinya yang sebenarnya didepan para Gubernur nanti. "Apakah Paduka tahu apa yang nanti akan dikatakan ? Ingatlah bahwa kamu itu adalah Kaisar mereka . Tegarlah dan tegas dengan kehangatan . Tunjukkan pada mereka siapa yang berkuasa di negara ini ."
Tahwan : Tenanglah , kakekku dari kakekku dari kakekku adalah Genghis Khan.
Golta muncul untuk mengantarkan Tahwan dan Seungnyang ke ruang perjamuan yang masih kosong. Tahwan terkejut karena hanya melihat Ibu Suri , Bayan , Tal-Tal dan para pelayan yang berdiri di pinggir.  Tahwan marah2 dan bertanya apa yang terjadi . Tal Tal akhirnya mengatakan kalau para Gubernur memilih untuk menghadiri perjamuan El Temur. Mendengar hal itu Tahwan benar2 drop semangatnya.
***

Para Gubernur memang menghadiri perjamuan El Temur. Dan El Temur semakin merasa senang dan menang kali ini . Byeongsoo membagikan kertas khusus untuk setiap  Gubernur. Dan para Gubernur tampak puas karena iming2 El Temur yang akan menghapus hutang para Gubernur  .
El Temur dengan senang mengatakan bahwa Kaisar baru nanti akan menjamin kestabilan dan hutang para Gubernur akan dihapuskan dalam pemerintahan yang damai .  El Temur mengajak hadirin bersulang bersama untuk menyambut dunia yang baru.
Hanya Wang Yoo yang diam2 memandang El Temur secara misterius.
***
Tahwan - Seungnyang berdiri diruang perjamuan yang kosong. Tahwan tampak putus asa karena posisinya sebagai kaisar sedang terancam. Seungnyang tidak menyerah untuk membuat Tahwan semangat.


Seungnyang mengingatkan kalau musuh mereka memang kuat. Dan alasan Seungnyang untuk menentang musuh adalah mempercayai Tahwan . Seungnyang menyarankan agar Tahwan jangan bersedih hanya karena kekalahan kecil ini . Seungnyang memohon agar Tahwan tetap berani demi Seungnyang yang mempercayainya.   Tahwan tersentuh dan mereka saling berpelukan.
***
Wang Yoo kini bersama anak-buahnya , dan resah memikirkan manuver El Temur . Wang Yoo berpikir bahwa sumberdaya El Temur sungguh diluar yang dibayangkan .  Namun pada saat itu Jeokho masuk kedalam ruangan dan memberikan kabar kalau pembukuan Heuksoo berhasil diselesaikan oleh Bisoo.
Wang Yoo memeriksa dokumen itu dan menyadari itu bukan buku pembukuan Heuksoo .  Wang Yoo membaca : Provinsi Yunan , Yi Wongak , Ju Haelyong etc . Provinsi Henan , So Jaekuk , Zhang Wonsu .  Tampaknya itu adalah buku transaksi yang melibatkan nama2 gubernur . Jeokho menambahkan bahwa Bisoo sendiripun tidak tahu artinya.
Moosong melanjutkan membaca : Provinsi Yongfu , Wang Sipan , Ju Haesok.  Koryo . Kim Jachi. ......
Wang Yoo (dan juga) Kasim Bang serasa familiar dengan nama Kim Jachi.  teringat apa yang dikatakan ayahandanya dahulu , bahwa Mentri Perdagangan Kim Jachi ..................
Kasim Bang tersadar bahwa Kim Jachi menggelapkan harta Goryeo dengan kelompok Eagle House.  Jeombakyi terperanjat. Moosong menyimpulkan bahwa itu adalah buku daftar transaksi Eagle House tiap provinsi.  Kasim Bang menambahkan bahwa hal itu yang menjelaskan kenapa para Gubernur banyak hutang terhadap El Temur.  Anak buah Wang Yoo dkk tampak antusias dengan perkembangan kasus ini . Wang Yoo berencana untuk menggunakan barang bukti ini untuk menjegal rencana El Temur .
Anak buah terkejut untuk apa Wang Yoo menyelamatkan Seungnyang . Si pandir Jeombakyi menduga itu langkah untuk menyelamatkan Seungnyang juga. Kasim Bang kesal dan menjitak kepala Jeombakyi.  Wang Yoo memerintahkan buku itu dikirim pada Tal Tal .
***
Malam masih berlanjut ketika Golta memandu para Gubernur untuk bertemu dengan Tahwan secara rahasia.  Hal itu berada dalam pengawasan Bayan - Seungnyang dan Tal Tal dari kejauhan.  Hanya Seungnyang yang heran dan bertanya pada Tal Tal darimana sumber informasi itu didapatkan .   Tal Tal teringat pesan Wang Yoo agar merahasiakan hal ini dari Seungnyang. "Informan tidak mau disebut namanya."
Didalam , para Gubernur sudah menghadap Tahwan yang tampil berbeda kali ini. Dengan percaya diri Tahwan berkata : Perdana Mentri telah mengganti kaisar tiga kali sebelumnya dan akan melakukan yang keempat kalinya , namun kali ini Perdana Mentri telah salah memilih musuh.


Nantikan updatenya . Disarankan follow twitter Bentara agar bisa mengikuti update terbaru.

0 comments:

Post a Comment