Tuesday, February 11, 2014

Sinopsis : Empress Ki – Episode 29

Standard

Dalam episode sebelumnya , Seungnyang menyiapkan sebuah strategi besar untuk bertarung dengan Tanashiri.  Seungnyang membuat selir yang lain seperti  Seolhwa keracunan. Akibatnya , Tanashiri dan El Temur menjadi tegang. Bahkan Bayan dan Tal Tal juga menjadi khawatir dengan perkembangan yang terjadi di istana.  Seungnyang mengungkap pada Bayan - Tal Tal sebuah strategi perang mendorong musuh hingga melakukan kesalahan besar dengan menjadikan diri sendiri sebagai umpan.

Update

  • Menambahkan Preview - Screencaps
  • Menambahkan Rekap Part 1 & Screencaps  (Feb 11 , Jam 12.48)
  • Menambahkan Rekap Part 2 , Part 3  & Screencaps  (Feb 11 , Jam 16.48)
  • Disarankan follow twitter bentara agar bisa mengikuti update terbaru.
  • Empress Ki Episode 30 untuk minggu ini diundur penayangannya karena di negara asalnya sedang berlangsung Olimpiade Sochi.

Sinopsis

NB : 1. Empress Ki - Episode 29 / Preview , Screencaps , Sinopsis

Peristiwa yang menimpa Seolhwa terjadi lagi pada Seungnyang yang keracunan setelah meminum tonik pembuat mandul. Ini pukulan kedua bagi Tanashiri yang sudah merasa diatas angin . Entah Tanashiri lebih baik dari seekor keledai atau tidak , yang pasti ada pepatah yang mengatakan Keledai tidak akan terperosok dua kali. Tanashiri dan para selir terkejut.
Ibu Suri yang diperkirakan sudah tahu rencana Seungnyang muncul lagi dan bertanya apa yang sedang terjadi pada Tanashiri.  Kasim Bulhwa memeriksa kondisi Seungnyang dengan benda perak dan mengatakan bahwa Selir Ki telah diracuni .
El Temur dkk bersitegang dengan para Gubernur. El Temur berkata kalau mereka tidak seharusnya berurusan pada apa yang menjadi wewenang dan tanggung jawab Permaisuri Tanashiri .
Tal Tal yang semula meragukan rencana Seungnyang , kemudian sadar bahwa mereka telah berhasil  . Tal Tal mengatakan pada pamannya , Bayan , bahwa  ini saat yang tepat untuk membawa masalah ini keluar Istana.
Inspektur mulai memeriksa kasus keracunan Seungnyang , dengan disaksikan oleh Dokman , Ibu Suri Budashiri , Guru Jang , Tanashiri dll . Tanashiri berkata bahwa dia akan menuntaskan kasus ini . Tanashiri merasa yakin kalau pelaku sebenarnya sedang bersembunyi ketakutan.
Sementara itu Wang Yoo dkk sepertinya berhasil mengatasi masalah peredaran uang palsu .  Wang Yoo memimpin sebuah penyerangan bersama Kasim Bang , Jeombakyi , dll bahkan Jeokho ikut serta. Wang Yoo memerintahkan agar gudang musuh diperiksa. Setelah usai ,  Kasim Bang tersenyum dan berkata pada Wang Yoo bahwa yang mereka lakukan tinggal mencari dan menemui Seungnyang.  Tentunya Kasim Bang tidak menyangka kalau Seungnyang kini sudah menjadi Selir Ki , dan sedang bertarung dengan Tanashiri di istana Yuan.

Rekap

Didalam , Tanashiri sedang memeriksa para selir seperti biasanya. Tanashiri memandang Seungnyang , tersenyum dan berpikir dalam hati : ” Kamu akan menjadi tersangka pembunuh.”
Yeonhwa dkk membawa tonik kedalam . Para selir meminum tonik seperti biasanya. Seungnyang juga tiodak melawan kali ini , memandang tajam Tanashiri sesaat kemudian meminumnya. Sesudah itu Seungnyang kembali memandang tajam dan tersenyum ke arah Tanashiri.
Tak lama kemudian Seungnyang jatuh pingsan dan membuat para selir , kasim Bulhwa dan Tanashiri terkejut.


Selir Ki Seungnyang mengambil tonic itu dan meminumnya , kemudian menatap tajam dengan senyum sinis kepada Tanashiri.
Kasim Park Bulhwa dan Hongdan segera menghampiri Seungnyang. Bulhwa memeriksa kondisi Seungnyang dengan benda perak.  Ibu Suri Budashiri telah tiba didampingi Guru Jang.  Ibu Suri dengan wajah khawatir bertanya apa yang sedang terjadi belakangan ini ?
Bulhwa sudah selesai memeriksa dan menemukan ujung batang perak menghitam , mengindikasikan ada racun di mulut Seungnyang.

Para selir terkejut dan ikut batuk2 karena takut keracunan juga.  Dayang Seo dan Yeonhwa terkejut dan  tidak percaya apa yang didengarnya. Permaisuri memerintahkan Bulhwa untuk membawa Seungnyang dirawat secepatnya. Bulhwa segera membopong dan melarikan Seungnyang keluar ruangan untuk menerima perawatan darurat.
Setelah itu keadaan ruangan menjadi tegang , terutama diantara Tanashiri dan Ibu Suri . Tanashiri masih berusaha tersenyum pada Ibu Suri.
Ibu Suri menduga ada seseorang yang hendak menterror para selir dengan menggunakan racun . sehingga korban jatuh persatu  . Ibu Suri berbasa-basi : " Aku rasa kamu tidak akan sebodoh itu untuk melakukan hal ini . Namun orang bisa salah paham karena kamu tidak membiarkan selir lain hamil."
Tanashiri menukas bahwa siapa pula yang membuat istana dipenuhi begitu banyak selir . Tanashiri masih merasa percaya diri dan bertekad akan menangkap pelakunya.

Tanashiri memerintahkan Yeonhwa untuk menyelidiki kasus ini . Ibu Suri tersenyum dan memerintahkan Guru Jang untuk menyelidiki kasus ini juga.
Ibu Suri dan Tanashiri saling memandang lagi . Tanashiri dengan percaya diri tersenyum (culas) lagi.
***

Bulhwa membopong Seungnyang dengan tergesa2 diikuti Hongdan dari belakang.   Sambil berlari , Bulhwa berkata agar Seungnyang bersabar sebentar dan meminta para dayang untuk memberikan jalan. Bulhwa berpapasan dengan Bayan - Tal Tal di lorong istana.
Bulhwa berdiri sebentar dan saling memandang dengan Bayan - Tal Tal tanpa berbicara sedikitpun  , kemudian berlari lagi sambil membopong Seungnyang. Bayan - Tal Tal terdiam entah karena sudah tahu sebelumnya kalau Seungnyang sengaja meracuni diri sendiri.
***

Tanashiri didampingi Dayang Seo di luar bangunan.   Tanashiri mengeluhkan sikap Ibu Suri : " Hanya karena ingin membuatku jadi kriminal , Ibu Suri berbicara sesombong itu."
Dayang Seo merasa heran dan bertanya kali ini sebenarnya siapa yang memberikan racun itu.  Tanashiri menduga pelakunya adalah salah satu selir yang iri karena setiap malam Kaisar Tahwan hanya menghabiskan waktu dengan Seungnyang.
Tanashiri yang masih percaya diri ingin memanfaatkan momentum ini untuk mengenyahkan seluruh selir dari istana. Mereka berdua kembali tersenyum (culas) .
***
Insiden yang menimpa Seungnyang sampai juga ke telinga Tahwan. Golta melaporkan mengenai insiden keracunan Seungnyang. Tahwan panik dan menegur Golta : " Bukankah sudah kubilang sebelumnya agar melaporkan apapun tentang Seungnyang ."
Golta berkilah kalau kejadian ini terlalu mendadak. Tahwan ingin menjenguk dan melihat kondisi Seungnyang , dan mulai menuruni tangga untuk pergi , namun Golta menghalangi dan mengingatkan Tahwan untuk bersabar dan menanti kabar berikutnya.
Tahwan mengomel : " Kamu minta aku menunggu ? Seungnyang telah keracunan , dan mungkin akan mati !! "

Tiba2 Dokman datang melaporkan sesuatu dari Ibu Suri  dan berbisik sesuatu pada Tahwan , yang tidak bisa didengar oleh Golta sekalipun.
***
Ibu Suri merenungkan perkataan Seungnyang sebelum insiden ini terjadi.
Sebuah kilas balik : Seungnyang ketika itu mengaku bahwa memang dia yang meracuni Seolhwa dan akan meracuni dirinya setelah itu.  Ibu Suri terkejut mendengar rencana yang terlalu berani itu dan bertanya apa alasan Seungnyang hendak membuat Tanashiri menjadi kriminal.

Seungnyang menjelaskan bahwa seiring usaha Tanashiri menemukan pelakunya , semakin terperosok pula Tanashiri pada lubang jebakan . Ibu Suri bertanya apa motif Seungnyang yang sesungguhnya sehingga berani mempertaruhkan nyawanya dalam rencana ini ? Apakah mengincar posisi Permaisuri ? 
Seungnyang menjelaskan kalau dia menjadi saksi mata saat temannya , Lady Park dkk dibantai dengan keji (Episode 22 ) , dimana mereka berteriak minta tolong dengan suara yang menyedihkan . Seungnyang mengaku belum bisa melupakan dendam itu. 

Ibu Suri Budashiri meminta Seungnyang berhenti untuk menceritakan kisah horror itu . Seungnyang menyebut bahwa musuh bukanlah manusia  , dan itulah adalah alasan utama bahwa Tanashiri tidak bisa dibiarkan berada di istana.  Ibu Suri bertanya : " Kamu hendak membuat Tanashiri menjadi kriminal dengan cara apa ?

Mengingat percakapan yang sarat emosional antara Seungnyang dan Ibu Suri , kini Ibu Suri dengan pandangan aneh bergumam sendiri bahwa tinggal mengikuti  rencana Seungnyang , maka Tanashiri berada dalam genggamannya  , dan dengan demikian Ibu Suri akan kembali menjadi penguasa de facto keluarga istana.
***
Seungnyang diperiksa kondisi kesehatannya oleh petugas istana , disaksikan Bayan , Yeonhwa , Tal Tal  . Petugas mengambil sampel buah dari mulutnya (yang dimakan Seungnyang sesudah minum tonik ) .
Guru Jang bertanya apa itu ? Petugas menjelaskan sisa buah kecil itu sebagai sampel pemeriksaan . Guru Jang meminta petugas untuk meneruskan penyelidikan.  Guru Jang , Yeonhwa dan petugas itu berlalu dari ruangan

Kepada Tal Tal dan Bulhwa , Bayan mengungkapkan harapannya agar  Seungnyang bisa cepat pulih dan merasa kalau Seungnyang bukan tipe wanita yang dapat dilumpuhkan oleh racun.
Tahwan tiba didampingi Golta dan para pengawal kaisar.  Tahwan memerintahkan agar semua orang disitu keluar meninggalkan ruangan.
Tahwan dengan lunglai memandang Seungnyang yang masih tak sadarkan diri.  Tahwan menangis , menitikkan air mata .

***

Ruangan itu dihadiri , Guru Jang , Dokman , Ibu Suri , Tanashiri , Dayang Seo , Seolhwa . Petugas Inspektur memeriksa sampel tonik dengan cara yang sama seperti sebelumnya , mengeluarkan bola perak kedalam mangkok sampel dan memutar2nya dengan perlahan untuk melihat reaksi yang muncul.
Inspektur mengeluarkan bola perak ke atas kain dan memeriksanya dengan kaca pembesar , dan mengkonfirmasi bahwa tidak ada racun yang ditemukan dalam sampel. Tentu saja Tanashiri kembali tersenyum culas mendengarnya.
Kini Inspektur memeriksa buah kecil yang ditelan Seungnyang sesudah minum tonik .  Inspektur melihat plat perak menghitam saat menggoyang2kan buah kecil itu . Inspektur menyimpulkan buah itu beracun.
Ibu Suri mendesak agar pengusutan lekas membuahkan hasil sebelum jatuh korban lagi.Tanashiri , Yeonhwa terkejut mendengarnya.  Tanashiri memerintahkan agar seluruh istana diperiksa termasuk kediaman para selir.
Ibu Suri diam2 memandang Tanashiri dan tersenyum tipis.
***


Kita kembali pada Bisoo yang mendapat perintah dari majikannya Heuksoo , untuk membunuh Wang Yoo.   Bisoo mengenakan kedok dan mengendap2 di kamar Wang Yoo.
Bisoo memandang Wang Yoo yang tertidur , menarik pedang dan perlahan2 mendekati Bisoo untuk menikam. Wang Yoo terbangun dan berhasil menangkis kemudian berbalik menindih Bisoo.
Wang Yoo membuka penutup wajah pembunuh itu hanya untuk menemukan pelakunya ternyata Bisoo sendiri.  Wangyoo tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Wang Yoo mengambil pisaunya dan menodong Bisoo . Wang Yoo bertanya kenapa Bisoo mau membunuhnya.  Bisoo berkata kalau itu karena Wang Yoo seharusnya tidak datang ke tempatnya.
Wang Yoo duduk di ranjang dan masih menodongkan pisau pada leher Bisoo. "Kamu ternyata orangnya Heuksoo yah ? Sepertinya aku telah salah menilai orang ,  Jangan katakan kau telah lupa tentang sukumu itu , " tuding Wang Yoo.
Bisoo berkata agar mereka melupakan hubungan persahabatan yang pernah mereka jalin di perbatasan sbelumnya.
Kasim Bang bertanya dari luar ruangan apa yang terjadi didalam . Kasim Bang  membuka pintu kamar Wang Yoo dan terkejut melihat mereka. Wang Yoo bertanya pada Kasim Bang apakah masih ada pembunuh lain diluar ? Kasim Bang mengaku belum melihat siapapun .
Wang Yoo memerintahkan agar meninggalkan tempat ini diam2 dan menjadikan Bisoo sebagai sandera. Dibawah cengkraman Kasim Bang , Bisoo mengingatkan Wang Yoo bahwa setiap orang yang sudah ditandai oleh Heuksoo tidak akan lolos dari kematian.
***
Keesokan paginya Heuksoo dkk datang ke rumah bordil dan menyadari Wang Yoo dkk sudah tidak ada ditempat.
Heuksoo menyimpulkan kalau Bisoo pasti telah di tangkap dan dijadikan sandera.  Heuksoo memerintahkan untuk mengejar mereka.

Wang Yoo dkk ternyata memilih untuk ke markas Jendral Bayan di Yoyang. Bayan memang tidak ada ditempat karena sedang berada diistana , namun Heuksoo tentu tidak berani mengusik Wang Yoo di markas Bayan.
Wang Yoo menikmati hidangan sambil membaca buku , sementara Bisoo ada di kursi seberang dengan kondisi terikat. Bisoo meradang dan menuntut agar Wang Yoo membunuhnya saja.

Wang Yoo menutup bukunya , mengambil sehelai kain dan memilih untuk menyumpal Bisoo.  Wang Yoo berkata bahwa dia akan membiarkan Bisoo hidup untuk sementara.
***
Di markas Heuksoo , Kasim Bang menyamar sebagai peminat untuk membeli Jeokho sebagai budak.  Mereka sempat tawar menawar sebentar. Perantara wanita senang melihatnya dan segera menyerahkan kunci.
Perantara wanita gendut berlalu . Kasim Bang membuka kacamata hitam dan mengungkap identitasnya pada Jeokho. Kasim Bang mengingatkan Jeokho untuk tidak mengungkit kisah Seungnyang yang hamil dihadapan Wang Yoo.
Kasim Bang - Jeokho menemui Wang Yoo.
Wang Yoo menyapa Jeokho  : " Aku dengar kau yang telah menyelamatkan Seungnyang . Apakah dia baik2 saja ? "
Sesuai pesan Kasim Bang sebelumnya , Jeokho berkata kalau kondisi Seungnyang sehat.  Kasim Bang berkata kalau Wang Yoo tinggal menunggu kepulangan Bayan.Jeokho meyakinkan Wang Yoo agar tidak kuatir karena Seungnyang baik-baik saja.
Wang Yoo tentu saja senang untuk mendengarnya dan berterimakasih atas bantuan Jeokho pada Seungnyang.  Kasim Bang dan Jeokho berlalu untuk istirahat.
Jeombakyi bertanya bagaimana memperlakukan Bisoo ?  Moosong menyarankan agar Heuksoo dibasmi hingga keakar2nya.
Wang Yoo berkata bahwa dia berencana untuk menjadikan Bisoo menjadi umpan untuk memancing Heuksoo. Moosong memperingatkan Wang Yoo agar hati2 karena Bisoo sangat berbahaya.
***
Tanashiri dkk mulai memeriksa seluruh kediaman selir. Mereka memeriksa dengan kasar , bahkan membanting vas bunga kalau perlu, dan mengacak2 segalanya. Para selir tentu tidak bisa berbuat banyak .
Tanashiri tiba di kamar Seolhwa yang masih berbaring . Tanashiri memandang Seolhwa (korban keracunan pertama) dengan pandangan jengkel. Seolhwa berdiri untuk memberi hormat.
Tanashiri berlalu begitu saja meninggalkan ruangan Seolhwa. Diluar , Dayang Seo mengingatkan bahwa tempat selanjutnya adalah kediaman Seungnyang.  Dayang Seo menyadari kalau kediaman Seungnyang masih sepi pertanda Seungnyang masih dirawat.
Tanashiri tersenyum , dan berkata untuk apa memeriksa ruangan Seungnyang , lebih baik melanjutkan ke tempat para dayang istana.
***
Tahwan mendampingi Seungnyang yang mulai siuman. Seungnyang meminta Tahwan untuk memanggilkan Bulhwa agar bisa kembali ke kediaman selir.
Tahwan berjanji tidak akan mengecewakan Seungnyang lagi dan akan mempertaruhkan segalanya untuk Seungnyang.  Tahwan tidak peduli jika tidak mendapatkan tempat di hati Seungnyang sekalipun , dan tidak mempersalahkan walaupun tahu Seungnyang menggunakan Tahwan sebagai alat untuk membalas dendam.

Tahwan memeluk Seungnyang yang matanya berkaca-kaca.
Part 2 (of 3)

***

Erangan kesakitan menggema diruang interogasi , dimana Byeongsoo dkk mulai menyiksa dan menginterogasi para tabib dari klinik istana , yang dianggap bertanggungjawab untuk penyediaan buah beracun itu. Byeongsoo meledek : " Menyelamatkan nyawa manusia adalah tugas tabib , bagaimana bisa kalian tidak bisa menyelamatkan nyawa kalian ."
Salah satu tabib memohon belas kasihan Byeongsoo.  Byeongsoo dengan pandangan mengancam , bertanya pada mereka apakah Ibu Suri atau para selir lain yang memerintah para tabib itu ? Tentu saja para tabib itu tidak tahu apa2 , dan kembali disiksa. Erangan kesakitan kembali bergema diruangan itu.


Sebagaimana Byeongsoo yang kejam , Yeonhwa juga menyiksa para dayang yang berlutut diatas meja dengan cara memukuli telapak kaki para dayang istana untuk mencari tahu siapa yang bertanggung jawab dari buah beracun itu. Yeonhwa tanpa belas kasihan memukuli telapak kaki mereka sehingga meninggalkan bekas luka irisan tipis di telapak kaki.
Salah satu dayang istana tak tahan menerima siksaan ini dan terjatuh dari meja yang cukup tinggi.  Para dayang lain menjadi ketakutan , tetapi tentu saja mereka memang tidak tahu apa2.
***
Bulhwa dan Hongdan melaporkan hal itu pada Seungnyang yang sedang bersama Tahwan. Seungnyang memerintahkan mereka untuk memberitahu Bayan dkk untuk mengantisipasi hal ini.
Bulhwa dan Hongdan mengerti , mereka berlalu.
Tahwan berkata kalau kelakuan Tanashiri semakin buruk saja. Seungnyang menjelaskan pada Tahwan kalau Seungnyang sedang mengobarkan bara api . Dengan kata lain , semakin Tanashiri memperbesar masalah maka kejahatan yang harus ditanggung Tanashiri nanti akan semakin besar.
***
Bulhwa membuntuti Byeongsoo yang masuk menemui Yeonhwa.  Byeongsoo tersenyum pada Yeonhwa , karena senang Yeonhwa telah datang. Yeonhwa dengan judes bertanya untuk apa Byeongsoo mengajak bertemu ?  Byeongsoo  membahas perkembangan pengusutan yang belum membuahkan hasil ini.
Byeongsoo mengungkap bahwa dia tahu Yeonhwa tidak mau menghabiskan sisa hidupnya untuk menjadi dayang istana. Jadi Byeongsoo mengajak Yeonhwa untuk berkerjasama .
Byeongsoo membisikkan sebuah rencana pada Yeonhwa , namun perhatiannya tergoda dengan  bibir Yeonhwa yang merekah . Byeongsoo melamun sesaat , dan Yeonhwa masih menunggu apa sebenarnya yang hendak dibisikkan Byeongsoo.
Byeongsoo membisikkan pujian kalau bibir Yeonhwa .......

Yeonhwa terperanjat dan langsung menampar Byeongsoo. Yeonhwa memperingatkan Byeongsoo untuk tidak menemuinya lagi.
Byeongsoo meminta maaf karena bukan itu yang hendak dikatakannya tadi.
Yeonhwa pusing kepala karenanya sebelum berlalu. Byeongsoo mencemaskan Yeonhwa dan menghalangi Yeonhwa. Yeonhwa tetap panik dan jijik berdekatan dengan Byeongsoo , memperingatkan Byeongsoo untuk tidak menemuinya lagi.
Yeonhwa hendak berlalu , namun Byeongsoo menghalanginya.
Byeongsoo mengungkap rencana agar mereka masing2 menemukan seorang pelaku (kambing hitam) , mengandalkan saksi mata. Yeonhwa cukup puas mendengar ide ini. Diam2 Bulhwa menguping pembicaraan mereka .
***
Keesokan harinya , para gubernur muncul di istana. Dangkise-Tapjahae menyambut diluar. Salah satu Gubernur memprotes perlakuan Tanashiri dalam mengobrak ngabrik kediaman para selir , putri mereka , dalam pengusutan mencari pelaku.
Gubernur lain berkata kalau kali ini mereka tidak bisa berpangku tangan melihat perkembangan yang terjadi di istana.


Ibu Suri memaksakan diri tersenyum dan dengan tenang meninggalkan ruangannya. Tinggal Dokman , orang netral yang masih ada diruangan.
Pemeriksaan usai , dan Ibu Suri dengan wajah tenang masuk kembali ke ruangannya didampingi Seungnyang. Ibu Suri berbasa-basi : "Kamu telah berkerja keras dan belum menemukan apapun."
Tanashiri akan berlalu .  Seungnyang tidak membiarkan Tanashiri pergi dengan semudah itu. Seungnyang secara mengejutkan , menganjurkan agar kediaman Tanashiri juga diperiksa .  Tanashiri berang mendengarnya. Seungnyang mengulang perkataan Tanashiri sendiri sebelumnya , bahwa itu demi kebaikan Tanashiri agar tidak dicurigai juga. Ibu Suri dan Dokman tidak bisa menahan senyum mendengar hal ini.
Ibu Suri tersenyum menganggap perkataan Seungnyang masuk akal dan berkata dia setuju untuk menunjuk Seungnyang mengawasi proses ini.
***

Seungnyang - Bulhwa ikut keruangan Tanashiri untuk mengawasi pemeriksaaan .  Tanashiri dan Seungnyang bertukar pandangan sinis satu sama lain.
Dayang2 memeriksa seluruh ruangan (tentunya dengan perlakuan yang lebih baik dan tidak ada satupun yang pecah diruangan ini.)
Dan yah , Yeonhwa menemukan kotak hadiah (kiriman Heuksoo) . Posisi Yeonhwa dekat dengan posisi berdiri Seungnyang saat itu.  Yeonhwa berjalan disekitar sebelum diminta berhenti oleh Seungnyang.
Seungnyang menuntut agar Yeonhwa menyerahkan kotak itu . Yeonhwa patuh dan menyerahkan kotak hadiah itu.  Seungnyang akan memeriksa isi kotak itu dan bertanya : " Darimana barang2 mahal ini didapatkan ?
Tanashiri : " Apakah perlu mengatakan darimana ? Kamu ini tidak tahu tingginya langit dan bumi . Segera letekkan kotak itu !! "

Mereka berebut kotak hingga isi kotak itu terjatuh keatas meja dengan sendirinya. Dan terlihat buah2an kecil (serupa dengan buah kecil yang ditelan Seungnyang bersama tonik sebelumnya.)


Tanashiri terkejut , dan Seungnyang memasang wajah tak percaya , pandangan mata yang menuduh Tanashiri. "Kotak perhiasan tetapi didalamnya ada buah2an. huh ? "
Tanashiri : " Kenapa kamu melihatku dengan ekspresi seperti itu ?"
Seungnyang : " Aku meminta penjelasan kenapa buah2an ini ada di kotak itu ?"
Tanashiri gugup : " Ehmm bagaimana aku tahu tentang hal itu ?"
Seungnyang mengambil buah kecil itu satu biji  dan menantang Tanashiri untuk memakan buah kecil itu untuk membuktikan buah itu tidak beracun.  Tanashiri pun ragu2 memakannya karena takut keracunan juga.
Seungnyang : " Jangan katakan , kalau didalam buah ini terkandung racun ?"
Tanashiri : " Racun apaan ? Itu hanya buah2an."
Seungnyang tersenyum dan kembali menyodorkan buah2an itu : " Makanya aku minta anda mencoba mencicipinya."
Tanashiri : " Kau benar-benar............"
Dan............Dayang Seo langsung menyambar buah itu dan menelannya dengan wajah yakin . LOL.
Tanashiri tersenyum melihat Dayang Seo tidak kenapa2 dan merasa diatas angin lagi. Dayang Seo : " Wow sangat manis buah2an ini. Sangat lezat untuk memakannya."
Tanashiri : " Lihat khan , buah2an itu sangat manis dan lezat."
Dayang Seo : " Orang yang mengirimkan kotak ini hanya ingin Permaisuri tetap sehat."
Tanashiri menatap tajam pada Seungnyang : " Kurang ajar kau , berani kau mencurigaiku . ..........."
Tapi saat itu juga Dayang Seo tersedak keracunan , membuat setiap orang terkejut.



Seungnyang tersenyum puas karena sudah menduga hal ini sebelumnya.
Sebuah kilas balik .  Seungnyang yang mengirim kotak hadiah itu atas nama Heuksoo dengan bantuan Tal Tal .  Tal Tal memeriksa kotak itu terlebih dahulu. Di bagian atas terlihat penuh dengan perhiasan wanita . Dan bagian bawah ternyata penuh buah -buahan kecil yang beracun .  Kotak hadiah itu tiba diistana melalui Byeongsoo , dan Byeongsoo kepada Dangkise , dan Dangkise kepada Tanashiri . Tanashiri tersenyum menerima hadiah itu tanpa curiga sedikitpun. Peristiwa ini terjadi sebelum Tanashiri mendengar kabar tentang baku tampar Seolhwa - Seungnyang , di episode sebelumnya.)
Seungnyang memerintahkan Bulhwa untuk mengambil barang bukti untuk dibawa ke petugas inspektur istana  . Dayang Seo masih terkapar tak berdaya . Tanashiri bangkit untuk memohon : " Bukan aku , bukan aku yang memberikan racun itu . "
Seungnyang tidak peduli dan berlalu dengan tersenyum .  Tanashiri benar2 tak berdaya kali ini , ditambah bonus dayang setianya mengalami keracunan.

***
El Temur menjamu para gubernur dengan minuman , namun wajah para gubernur masih memperlihatkan kekecewaan .
Byeongsoo datang dan memberitahu sebuah kabar secara pribadi.  Namun El Temur -- sebagaimana Tanashiri -- terlalu percaya diri , dan meminta Byeongsoo untuk mengatakan didepan para gubernur termasuk Bayan. Byeongsoo ragu2 sesaat namun akhirnya mengatakan bahwa Tanashiri tertangkap basah sebagai pelaku .

Para gubernur termasuk Bayan memasang wajah kecewa dan menatap El Temur untuk meminta penjelasan.
Dangkise tidak percaya dengan apa yang dikatakan Byeongsoo.  Byeongsoo menjelaskan kalau Heuksoo mengirim kotak hadiah , dan dalam kotak itu terdapat buah beracun. Tapjahae teringat tentang kotak hadiah tempo hari yang dibawa oleh Byeongsoo sebelum diambil Dangkise.
El Temur marah dan memerintahkan Heuksoo untuk ditangkap. El Temur meminum secawan dengan wajah stress.
Bayan keluar ruangan , dan mengatakan pada Tal Tal untuk kembali ke Provinsi Yoyang . Bayan mengingatkan Tal Tal untuk berhati menghadapi Heuksoo yang tidak bisa dipandang remeh.
***
Di Provinsi Yoyang , di markas besar Bayan.  Moosong dan Jeombakyi menyeret Bisoo untuk menghadap Wang Yoo kembali. Bisoo masih dalam posisi terikat.  Moosong - Jeombakyi berlalu.
Kini Bisoo - Wang Yoo duduk berhadapan dan bertanya tentang keterlibatan Bisoo dalam perdagangan ginseng serta uang palsu. Bisoo dengan pandangan kebencian mengatakan kalau dia memang yang memainkan komoditas ginseng Goryeo .
Wang Yoo menjelaskan kalau aksi Heuksoo untuk memperkuat kekuatan finansial kubu El Temur.  Wang Yoo mempertanyakan kenapa Bisoo membantu El Temur yang telah mengganggu suku bangsa dimana Bisoo berasal ?
Part 3 (of 3)

Bisoo : " Aku tak peduli , bagiku itu tidak penting. Aku hanya memerlukan uang untuk membangun kembali suku bangsaku yang telah hancur. "
Wang Yoo mengungkap rencananya untuk menangkap Heuksoo. Bisoo meledek kalau Wang Yoo sedang bermimpi. Wang Yoo : " Seseorang telah menolongku dengan panah berapi . Dan melihat ekspresi wajahmu , tidak salah lagi kalau kamu yang ketika itu menolongku. "
Bisoo mengungkap bahwa dia menyesal telah menyelamatkan Wang Yoo sebelumnya. Namun pada saat itu Kasim Bang muncul untuk memberitahu Tal Tal sudah kembali.
Sementara itu Tal Tal sudah tiba di Yooyang. Dua anak buah memberitahu ada rumor yang beredar bahwa  Seungnyang sebenarnya sudah bertunangan dengan Wang Yoo. Tal Tal terkejut dan memerintahkan mereka untuk merahasiakan hal ini dari Wang Yoo.
Wang Yoo menyambut kedatangan Tal Tal di luar markas besar Bayan.  Tal Tal menyapa sudah lama mereka tidak bersua. Wang Yoo bertanya Seungnyang ada dimana gerangan ? Tal Tal menjawab kalau Seungnyang ada di ibukota Yuan. Wang Yoo heran dan bertanya untuk apa Seungnyang berada di ibukota Yuan.  Tal Tal menjelaskan kalau kondisi Seungnyang baik2 saja.  Kasim Bang dkk lega mendengarnya.
Tal Tal mengungkap rencana untuk menangkap Heuksoo . Wang Yoo tentu saja dengan senang hati menawarkan bantuan.
***
Heuksoo dkk tiba di markas Bayan . Heuksoo berkata pada Tal Tal : " Terimakasih atas undangan ini." . Setelah berbincang sesaat diluar , Tal Tal langsung memerintahkan agar Heuksoo ditangkap.






Tanashiri tiba di ruang tahta dengan suasana yang tegang .
Gubernur (1) memprotes bahwa Tanashiri bukan saja telah melukai para selir istana. Tanashiri memandang Gubernur itu dengan penuh kebencian. Gubernur (2) dan (3) merasa tindakan Tanashiri sudah keterlaluan dan tidak bisa dibiarkan , bukan saja para gubernur yang marah tetapi kalangan sipil juga jadi marah .  Gubernur (1) menuntut agar Tanashiri dicopot dari posisi Permaisuri. Mendengar hal itu Tanashiri , Dayang Seo , Yeonhwa mulai gugup dan gelisah.  Tanashiri mulai menangis. Semua hadirin memohon kebijaksanaan Tahwan dan Ibu Suri.

***
Sementara itu diruangan lain , El Temur sedang berdiskusi dengan Dangkise mengenai kondisi yang menimpa Tanashiri. Dangkise : " Bagaimana bisa Ayah hanya menggerakkan jari tanpa membantu Tanashiri ?". El Temur menjawab kalau ini hanya masalah waktu.
Dangkise  : " Tanashiri mungkin dijebak , seharusnya Ayah juga tahu !! "
El Temur mengungkap kekecewaannya karena Tanashiri bisa kemakan jebakan anak2. El Temur menganggap Tanashiri begitu bodoh.  Dangkise bersikeras kalau prioritas utama kubu mereka saat ini adalah menyelamatkan Tanashiri , karena kehancuran Tanashiri akan menjadi pukulan besar bagi keluarga El Temur juga.
El Temur marah dan menggebrak meja.
***
Kembali ke ruang tahta , dimana Tanashiri mencoba membela diri kalau tidak bersalah.  Bukan Ibu Suri , melainkan para gubernur yang marah dan mendesak Tanashiri di copot sebagai permaisuri. Ibu Suri tampak menikmati kehancuran Tanashiri.
Byeongsoo dkk masuk , disusul  El Temur yang tiba di ruang tahta didampingi Tapjahae dan Dangkise (dan Byeongsoo juga) . El Temur menatap tajam pada Tanashiri , kemudian pada Tahwan .
El Temur berkata bahwa dia yakin putrinya tidak bersalah dalam kasus ini. Namun para gubernur  terus mendesak agar Tanashiri dihukum. Gubernur lain menuduh El Temur mengabaikan prinsip hukum  . El Temur menghampiri gubernur itu dan berkata bahwa selama ini krisis demi krisis muncul dan tidak sesuai dengan prinsip hukum , tetapi El Temur tetap percaya dengan teguh. . Byeongsoo tersenyum mendengar hal itu.
El Temur menghampiri gubernur lain dan berkata : " Bagaimana jika pelakunya ditemukan setelah Permaisuri diturunkan dari posisinya ?"
Tanashiri tersenyum mendengar pembelaaan ayahnya.
Ibu Suri bertanya pada El Temur bagaimana baiknya mengatasi hal ini ? El Temur dengan lantang mengatakan sebaiknya Tanashiri dikirim ke Istana Musim Dingin . Tanashiri , Dangkise dan Tapjahae keberatan dengan usulan ayahnya.

El Temur (setengah menantang) memberikan wewenang dan pilihan pada Ibu Suri untuk memutuskan apakah Tanashiri harus dicopot dari posisi Permaisuri ataukah dikirimkan ke Istana Musim Dingin.
Ibu Suri secara politik memutuskan ingin menahan stempel Permaisuri saja untuk sementara waktu , dan keputusan Tanashiri hendak diapakan diserahkan kembali kepada El Temur.
Setelah itu suasana ruang tahta menjadi hening dan tegang. Ibu Suri tersenyum puas , sementara Tanashiri terlihat khawatir.

***
Wang Yoo berbincang berdua dengan Tal Tal : " Kini kau bisa mengatakan tentang Seungnyang khan? Kenapa Seungnyang ada di ibukota Yuan ?  "
Tal Tal menjelaskan : "Kini dia berada di dalam istana."
Wang Yoo : " Istana ? Jangan katakan dia kembali ke istana sebagai wanita tribute Goryeo ? "
Tal Tal : " Bukan lagi wanita tribute , melainkan selir Kaisar."
Wang Yoo : " Kamu mengatakan hal yang tidak masuk akal."
Tal Tal : "Aku sudah katakan dia telah menjadi selir Kaisar."
Wang Yoo tidak menerima kenyataan ini dan bangkit berdiri untuk menghardik Tal Tal , menanyakan apa yang diperbuat Tal Tal pada Seungnyang ?  Apa telah menjual Seungnyang pada Kaisar Yuan ?
Tal Tal menjelaskan kalau Seungnyang sendiri yang memohon dan memutuskan untuk kembali ke istana Yuan.  Wang Yoo terpukul dan duduk kembali dengan kesedihan dan kekecewaan yang mendalam.
Tal Tal berlalu dari ruangan , dan meninggalkan kekecewaan pada para anak buah Wang Yoo.  Kasim Bang bahkan sampai menangis.


***
Seungnyang dkk berpapasan dengan Tanashiri dkk yang akan menuju pengasingannya di Istana Musim Dingin.  Seungnyang menyapa : "Aku dengar kamu akan menuju Istana Musim Dingin ? Kudengar istana itu sepi dan dingin ."
Tanashiri menganggap hal itu sebagai ejekan , dan hendak menampar Seungnyang , namun berhasil ditangkap tangannya oleh Seungnyang.

Tanashiri meronta , namun Seungnyang tidak melepaskan , dan melemparkan pandangan mengancam dan perkataan yang menusuk ,bahwa ada sebuah tempat dimana orang merasa lebih kedinginan dan kesepian daripada Istana Musim Dingin , seperti orang2 yang telah dibunuh , para dayang2 Lady Park  , yang sekarang terkubur di gunung.
Mendengar hal ini Tanashiri sadar kalau Seungnyang yang merencanakan jebakan untuk Tanashiri selama ini.
***

Wang Yoo memacu kuda sambil merenungkan perkataan Tal Tal .
Sebuah kilas balik , Tal Tal mengatakan kalau Seungnyang berniat untuk  membalas dendam pada El Temur dkk . Tal Tal menjelaskan kalau Seungnyang sudah berbeda dengan yang dulu , bukan lagi anak buah Wang Yoo dan wanita yang dicintai Wang Yoo .
Sambil menangis dan memacu kudanya , Wang Yoo bertanya2 kenapa Seungnyang bisa melakukan hal ini padanya.
NB :  Rekap episode ini sudah mencakup 60 menit keseluruhan episode ini . Namun mesti harus ditambahkan beberapa dialog2 pentingnya.  Disarankan follow twitter bentara agar bisa mengikuti update terbaru.

0 comments:

Post a Comment