Friday, February 7, 2014

Sinopsis : Empress Ki - Episode 28

Standard

Tahwan terkejut dan berdiri .  Golta melanjutkan bahwa Seungnyang tidak diberi minum atas perintah Permaisuri. Tanpa berpikir panjang , Tahwan langsung menuju ruang arsip.Byeongsoo dkk memberi hormat . Namun saat Tahwan melangkah , Byeongsoo berusaha mencegahnya karena merasa mendapat perintah dari Tanashiri.

Update

  • Menambahkan Rekap Part 1
  • Menambahkan Rekap Part 2 & 3. Selesai
  • Nantikan update episode minggu depan . Disarankan follow twitter bentara agar bisa mengikuti update terbaru.

RekapEmpress Ki - Episode 28

Tahwan kehilangan kesabaran dan mencengkram leher Byeongsoo.  Tahwan masuk kedalam , dan Byeongsoo tidak berkutik.  Tak lama Golta geram dan menegur Byeongsoo : ” Berterimakasihlah karenaa Yang Mulia belum bisa berbicara. Atau leher akan menjadi taruhanmu. ”
Didalam , Tahwan menemukan Seungnyang sudah semaput tak sadarkan diri. Tahwan berusaha membangunkan Seungnyang namun tidak berhasil.
***
Yeonhwa melaporkan kedatangan Tahwan ke ruang arsip kepada Tanashiri. Mendengar hal itu Tanashiri marah dan hendak menghentikan Tahwan.
***
Seungnyang sudah terbangun namun masih sangat lemah.  Tahwan mengajak Seungnyang untuk meninggalkan ruangan itu. Seungnyang menampik karena tinggal sedikit lagi hukumannya untuk menyalin selesai.

Tahwan khawatir karena Seungnyang belum makan dan minum selama tiga hari , dan Seungnyang bisa mati. Seungnyang tidak peduli dan terus menyalin buku.  Tahwan bertanya : "Bagaimana cara agar aku bisa membantumu ? Katakan !! "
Seungnyang menganggap Tahwan sudah tidak berguna , dan bertanya apakah Tahwan bisa membaca atau menulis ?  Atau menggunakan kekuasaan untuk mengatasi hal ini ? . Lanjut Seungnyang : " Kamu bahkan sudah menyerah duluan , jadi apa yang tersisa dari kekuasaanmu sebagai kaisar ? Tidak ada yang bisa kamu lakukan , dan tidak ada yang kulakukan untukmu . Jadi pergilah ! "
Tanashiri berteriak dari luar bertanya untuk apa Tahwan datang kesini , karena Selir Ki sedang menjalani hukuman karena pelanggaran disiplin , dan untuk apa Tahwan ikut campur urusan Tanashiri.

Didalam Tahwan berpikir melihat penderitaan Seungnyang , kemudian keluar dengan marah.  Tahwan berlalu tanpa mempedulikan Tanashiri.
Setelah berdua saja , Tahwan mengatakan pada Golta : " Aku salah , ingin menyerah demi Seungnyang. Aku akan belajar lagi . "
***
Diruang arsip , Seungnyang masih punya determinasi tinggi dalam menyelesaikan hukumannya. Seungnyang keluar dari ruang arsip . Dokman - Bulhwa - Hongdan menatap dari jauh dan terkejut.


Seungnyang menatap Tanashiri dengan tajam dan berkata : " Seratus volume buku telah kusalin ."
"Jadi kamu sudah mengerti ? "
"Terimakasih atas kebaikan anda ," jawab Seungnyang.
Tanashiri tersenyum : " Sekarang kamu mengalami kebaikanku . Jangan pernah menantangku lagi . "
Tanashiri dkk berlalu .
***

Tahwan rajin belajar kali ini , melatih aksara. Golta menghadap untuk mengabarkan Seungnyang selamat dan berhasil menyelesaikan hukuman. Tahwan lega , dan meminta Golta untuk tidak memberitahu Seungnyang kalau Tahwan sedang belajar. Tahwan bertujuan untuk memberikan surprise .
Golta bertanya sampai kapan Tahwan mau tetap pura2 bisu ? Tahwan menjelaskan bahwa suaranya akan terdengar saat El Temur mengumumkan abdikasi .  Golta terlihat senang dengan perubahan Tahwan.
***
Dirumah bordil , Wang Yoo merenungkan nasib Seungnyang yang entah dimana , dan bersedih karena sangat merindukan.



Sebuah kilas balik , seorang peramal gipsi membacakan kartu tarot untuk Seungnyang dan Wang Yoo. Peramal membaca kartu bahwa yang satu sangat mencintai yang satunya lagi , tetapi mereka akan berpisah dan berjauhan satu sama lain.  Seungnyang tidak percaya dengan ramalan dan berbisik pada Wang Yoo untuk mengajak pergi.   Kembali ke beberapa episode sebelumnya ketika Wang Yoo - Moosong - Jeombakyi pamit untuk ke Goryeo , sementara Seungnyang - Kasim Bang - Bulwa tetap berada di Yuan.
Jeombakyi melaporkan bahwa Kasim Bang sedang mencari tahu kondisi Moosong yang tertawan Heuksoo , dan Jeokho sedang membantu Kasim Bang.  Jeombakyi menenangkan kalau mereka akan mendapatkan kabar segera.
***
Di markas Heuksoo , Moosong disiksa habis-habisan.  Heuksoo memerintahkan agar siksaan dihentikan sementara , dan bertanya siapa yang mengirim Moosong ? , dan mengancam kalau ini akan menjadi hari terakhir Moosong .
Moosong menjawab kalau dia dikirim oleh ..........Ibunya Heuksoo. LOL


Heuksoo emosi dan hendak memukul Moosong sendiri. Bisoo (bercaping) menghentikan Heuksoo , dan Bisoo mengancam Moosong kalau tidak bicara akan disiksa dengan dicabik2 dagingnya dari tulang.
Moosong tidak takut dan malah tertawa kencang.  Jeokho muncul dengan berpura2 tersasar dan membawa baskom air.  Heuksoo menghardik agar Jeokho keluar.

Di kurungan luar ,  Kasim Bang masih menyamar sebagai pengemis dan mendapat kabar dari Jeokho kalau Moosong sedang disiksa habis2an . Jeokho menganjurkan agar Kasim Bang cepat bertindak atau Moosong akan mati mengenaskan.
Kasim Bang menyampaikan kabar buruk ini pada Wang Yoo dan Jeombakyi. Kasim Bang menyarankan agar Wang Yoo mengutamakan Moosong dulu , baru nanti mencari Seungnyang.  Wang Yoo berdiri dan berkata kalau sudah siap menyerang dengan frontal. Giliran Kasim Bang dan Jeombakyi yang terkejut karena hari masih siang.
***
Dimarkas Heuksoo , Bisoo mendampingi Heuksoo keluar dari ruang siksaan . Bisoo mengatakan bahwa Moosong tidak akan buka mulut walaupun dibunuh 10 kali.  Heuksoo berkata kalau dia bisa membunuh Moosong kapan saja , sedangkan yang paling mengusik pikirannya adalah siapa pemanah misterius kemaren malam. Bisoo menerka kalau pelakunya mungkin penghianat. LOL
Pada saat itu Heuksoo menerima kabar bahwa ada tamu bernama Wang Yoo.  Heuksoo bertanya pada Bisoo tentang siapa Wang Yoo. Bisoo menjelaskan kalau Wang Yoo itu Raja Goryeo yang sedang diasingkan.
Heuksoo menduga kalau Wang Yoo sudah tiba sampai disini , berarti sudah tahu apa yang Heuksoo dkk lakukan di Goryeo.
***
Heuksoo menemui Wang Yoo - Kasim Bang - Jeombakyi di ruang tamu.  Heuksoo memperkenalkan diri sebagai pedagang pemilik tempat ini . " Apakah kamu itu Wang Yoo ? "
"Dan kamu itu Heuksoo ? " tanya Wang Yoo dengan dingin.
"Reputasimu sudah terdengar , apa yang bisa kubantu ?" tanya Heuksoo.
"Aku kesini untuk menjemput pengikutku . " kata Wang Yoo sambil memandang tajam Heuksoo.
"Pengikutmu ?" tanya Heuksoo heran dan menyimpulkan bahwa Wang Yoo yang kemaren malam beraksi .
Sementara itu Bisoo di ruangan lain berkata pada anak buahnya bahwa Wang Yoo telah melakukan kesalahan besar.  Anak buah membenarkan bahwa Wang Yoo dkk mungkin akan dibunuh oleh Heuksoo.  Anak buah bertanya apakah Bisoo mau menolongnya ? Bisoo menjelaskan kalau menolong sekali saja sudah cukup.
***
Wang Yoo masih memandang tajam . Heuksoo tertawa seraya tidak percaya kalau Wang Yoo mengantarkan diri kesini untuk menemui ajal.  Heuksoo memuji Wang Yoo begitu berani , dan akan memberi kematian pada Wang Yoo.
Wang Yoo dengan dingin dan berwibawa berkata : " Sudah cukup ngalor ngidulnya , bawa orangku kesini sekarang."
Heuksoo memanggil anak buahnya diluar ruangan untuk mengepung dan menghabisi Wang Yoo. Dan segera Wang Yoo - Kasim Bang - Jeombakyi , terancam pedang.
Heuksoo meledek : " Apakah raja Goryeo punya 10 nyawa ?"
Wang Yoo : " Kamu pikir kamu bisa membunuhku ?"
"Kamu pikir aku akan mengampuni orang yang mencuri dan membunuh orang2ku ?"
"Kamu tidak bisa membunuhku ! " jawab Wang Yoo sekali lagi.
"Bunuh mereka !!! " perintah Heuksoo pada anak buahnya.

Kasim Bang gugup dan akhirnya berkata : " Ttttunnngggu !!! Tahukah kamu siapa dia (Wang Yoo) ? Dialah adalah suami dari keponakan El Temur . "
"Apa ?" tanya Heuksoo yang terkejut .
"Kamu berani menyentuh satu helai rambut raja kami , kaliannn akan dibakar semua ," hardik Jeombakyi.
Heuksoo bergetar ketakutan mendengar nama El Temur.  Wang Yoo berdiri menatap tajam .  Tak lama Heuksoo berkata : " Aku sungguh tidak tahu , aku mohon ampunanmu , Wang Yoo."
Heuksoo langsung memerintahkan anak buahnya untuk melepaskan Moosong.
Part 2 (0f3)

Seungnyang bertemu dengan Bayan dan Tal Tal . Bayan mengatakan sudah mendengar apa yang telah terjadi antara Seungnyang dengan Tanashiri.  Seungnyang menjelaskan kalau Tanashiri "memberi waktu" berpikir untuknya.  Tal Tal menyimpulkan bahwa Tanashiri akan terus bertindak selama Seungnyang berada di istana.
Seungnyang berkata karena itulah dia memilih bertarung dengan Tanashiri , dengan memanfaatkan kelemahan Tanashiri sebagaimana yang diajarkan dalam Art of War.
Tal Tal : " Jadi maksudmu ingin memaksa dia melakukan kesalahan ?"

Seungnyang membenarkan , Tanashiri harus melakukan sebuah kesalahan besar seperti kehilangan stempel resminya , sebuah simbol dari kekuasaaan Tanashiri. Tal Tal berpendapat bahwa sekarang bukan waktu yang tepat untuk menyerang frontal , karena sebuah kemenangan memerlukan persiapan.
Bayan lain pendapat , menurutnya bisa saja menyiapkan diri untuk perang , tetapi bukan untuk kemenangan. "Perang memang seperti ini , ketika kamu sangat marah , itulah waktunya."
Tal Tal hendak memprotes , namun Bayan menjelaskan kalau apapun di lingkungan istana tetap berada dalam resiko tinggi , yang terpenting bagi Seungnyang adalah melakukan serangan yang tepat , dan alasan bukan lagi masalah ketika kamu kalah.
Seungnyang berkata kalau sebuah panah , sekali dilepaskan tidak bisa diambil kembali.  Seungnyang berlalu .
Tal Tal berkata pada pamannya , bahwa terlalu banyak kemarahan saat ini. Bayan menjelaskan : " Aku tidak akan menggunakan Seungnyang kalau seandainya aku tahu.  Yang bisa kita lakukan sekarang adalah menunggu."
***
Seungnyang didampingi Bulhwa berpapasan dengan Tahwan. Seungnyang hanya memberi hormat sesuai tata krama istana , kemudian berlalu begitu saja.
Golta menyarankan pada Tahwan agar memberitahu saja sedang belajar dengan rajin saat ini.  Tahwan berkata setelah dia berhasil menghapalkan seribu huruf baru akan memberitahunya.
Sementara itu Bulhwa bertanya pada Seungnyang kenapa bersikap terlalu keras pada Tahwan. Seungnyang menjelaskan kalau itulah yang dibutuhkan Tahwan saat ini , dan akan menunggu Tahwan jika waktunya tepat.
Hongdan muncul dan melaporkan kalau para selir sedang bersama untuk memberikan hadiah pada Tanashiri.
***

Tanashiri menerima hadiah dari para selir.  Namun Tanashiri yang congkak berkata kalau dia akan menggunakan hadiah mahal seperti sutera untuk popok Pangeran Maha , seperti guci untuk jamban Pangeran Maha .
Tanashiri bertanya pada para selir , apa yang membuat mereka memberikan hadiah ini. Salah satu selir menjelaskan kalau mereka ingin mengajukan permohonan , agar Tanashiri menghentikan tonik harian .  Tanashiri meradang dan membuang hadiah2 itu ke lantai . "Kalian pikir dapat membeliku untuk sebuah permintaan ?"
Tanashiri membanting lagi hadiah dan mengusir para selir.
***
Para selir berjalan bersama dan mengeluhkan telah membuang waktu untuk membujuk Tanashiri , dan malah membuatnya semakin marah.
Selir  Seolhwa berkata bahwa mungkin ada cara lain , yakni menyuap Yeonhwa sebagai petugas yang bertanggungjawab untuk penyediaan tonik itu. "Jika kita bisa menarik Yeonhwa ke sisi kita . ......."

Seungnyang muncul dan mengatakan rekan2 selirnya itu wanita2 naif yang sia2 saja berusaha membujuk Tanashiri. Selir yang dari awal sudah sentimen , menukas bahwa itu bukan urusan Seungnyang.
Selir2 berlalu , dan Selir Seolhwa berjalan paling belakang di minta berhenti oleh Seungnyang. " Dengarkan aku !"
Seolhwa menukas : " Tidak ada perkataan Seungnyang yang bisa menarikku."
Seolhwa berlalu .
Bulhwa dan Hongdan menghampiri Seungnyang. Bulhwa menyimpulkan para selir berpikir kalau Seungnyang telah mencuri kaisar dari selir2 itu . Hongdan menambahkan kalau para selir sering menyumpahi Seungnyang.
Seungnyang meminta Hongdan dan Golta mengawasi selir2 itu.
***
Para selir satu persatu  menyodorkan kotak hadiah mahal pada Yeonhwa , dari emas , perhiasan dan uang , dengan harapan Yeonhwa bisa mengganti minuman tonik (yang membuat mandul para selir) dengan minuman menyehatkan lainnya.

(Bulhwa mengawasi diam2)

Di tempat lain Seungnyang dan Seolhwa sedang bertukar tamparan.  Giliran Seolhwa yang menampar Seungnyang .
Seungnyang melotot dan bertanya kenapa Seolhwa menamparnya. Seolhwa membela diri bahwa Seungnyang yang memulainya.  Giliran Seungnyang yang menampar Seolhwa. Para selir lain hanya bisa menonton dan terkejut.
Seolhwa semakin marah dan menyatakan dirinya putri seorang gubernur ketimbang Seungnyang yang hanya wanita upeti dari Goryeo.  Seungnyang menukas kalau mereka semua sama2 selir sekarang (posisinya sama ) tak peduli asalnya bagaimana.  Seolhwa hendak menampar kembali. Seungnyang menangkisnya , dan mendorong Seolhwa sampai terjatuh. Seungnyang mengancam semua selir , barang siapa yang berani menghina masa lalu Seungnyang akan ditampar.

Tanashiri masuk dan murka , bertanya apa yang sedang terjadi. Seungnyang bersikeras bukan dia yang memulai.  Tanashiri tidak menerima semua alasan.
Tanashiri berlalu , dan saat keluar dari gerbang , Tanashiri mengingatkan Yeonhwa agar jangan melupakan tonic. Rencana Tanashiri kali ini adalah jika Seungnyang menolak meminum tonic maka Tanashiri punya alasan untuk menyiksa Seungnyang kembali nanti . "Dia baru saja berkelahi , kapan lagi aku punya kesempatan seperti ini ?"
Dayang Seo setuju dan menyimpulkan kali ini Ibu Suri pun tidak akan bisa membantu Seungnyang.
***
Malam , para selir mengeluh karena tidak mendapatkan jatah makanan seharian. Hongdan membawakan hadiah kesemek dari Seungnyang sebagai tanda minta maaf dari Seungnyang pada Seolhwa.
Seolhwa pada awalnya menolak dan meminta Hongdan membawa hadiah itu kembali. Hongdan bersikeras meletakkan hadiah itu di meja , dan cepat2 pergi untuk menghindari omelan para selir.

Karena kelaparan , Seolhwa tanpa ragu memakan hadiah itu.
***
Diluar , Ibu Suri Budashiri berpapasan dengan Yeonhwa dkk yang sedang membawa tonik. Ibu Suri bertanya: " Tonik lagi ? "
"Ini perintah Yang Mulia Permaisuri," jelas Yeonhwa yang buru2 berlalu.
Guru Jang menyimpulkan kalau Tanashiri tidak akan membiarkan para selir hamil.
Didalam istana , Tanashiri sedang mengomel seperti biasanya terhadap para selir. Salah satu selir diomeli kosmetiknya.  Tanashiri mengomeli Seolhwa dan Seungnyang karena bertengkar sebelumnya. Hanya Seolhwa yang meminta maaf , sementara Seungnyang tidak mau minta maaf karena merasa tidak bersalah.
"Lihatlah , kamu pikir Kaisar bisa melindungi kamu disini ?" tegur Tanashiri.
"Aku bisa melindungi diriku sendiri ," tukas Seungnyang.
"Oh baiklah , mari kita lihat nanti ," kata Tanashiri sambil tersenyum.
Yeonhwa dkk masuk membawakan tonik . Tanashiri berujar : " Kalian semua terlalu tegang jadi silahkan minum tonik."
Seungnyang menunggu sesaat , dan akan meminum . Tanashiri bergumam dalam hati : " Kalau kamu tidak minum itu , maka kamu akan mati."
Seungnyang malah mengangkat mangkok dan bersiap meminumnya. Hal ini justru membuat Tanashiri kecewa karena sudah bersiap menghukum Seungnyang kalau tidak minum . Namun sebelum Seungnyang meminum . Seolhwa kesakitan dan terjatuh pingsan.

Dokman , Tanashiri , Dayang Seo , Seungnyang dan para selir panik . Kebetulan Ibu Suri masuk dan bertanya apa yang sedang terjadi ?
Salah satu selir menjelaskan kalau Selir Oh Seolhwa meminum tonik dari Tanashiri.  Ibu Suri memandang tajam pada Tanashiri yang gugup .
Dokman meminta tusuk rambut perak dari para selir , kemudian menggunakannya untuk memeriksa mulut Seolhwa. Betapa terkejutnya Dokman dll ketika tusuk perak itu menghitam.  Dokman menyimpulkan Seolhwa telah meminum racun.
Ibu Suri mulai marah dan meminta Tanashiri untuk menjelaskan.  Tanashiri semakin gugup , sementara Yeonhwa bergetar tubuhnya karena ketakutan. (Betapapun Tanashiri berkuasa didukung El Temur , tetapi meracuni selir tanpa sebab , sama saja melanggar hukum istana.)
Seungnyang meminta agar Seolhwa segera dilarikan ke dokter.   Dokman segera menggendong Seolhwa dan membawanya meninggalkan ruangan.
Ibu Suri meminta barang bukti mangkok minuman dari Seolhwa.  Setelah itu Ibu Suri memandang tajam Tanashiri : " Aku akan melihat kasus ini sendiri."
Ibu Suri berlalu. Tanashiri yang gelisah melampiaskan kemarahannya pada Yeonhwa , bahkan menamparnya .  Yeonhwa ketakutan dan berkata tidak tahu apa2.  Untung saja Dayang Seo mengingatkan Tanashiri untuk tetap tenang.
***
Tahwan menerima kabar Seolhwa keracunan dari Golta. Tahwan terkejut dan bertanya apa Seungnyang baik2 saja. Golta menjelaskan kalau Seungnyang belum sempat meminum tonik itu.
***
Guru Jang menghadap Ibu Suri dan bertanya apa yang sedang terjadi. Ibu Suri : " Kali ini Tanashiri telah keterlaluan."
"Jadi yang meracuni itu ?" tanya Jang dengan gugup.
"Siapa lagi ? Segera sebarkan kabar ini agar setiap orang tahu apa yang Tanashiri lakukan , " jawab Ibu Suri
Guru Jang berlalu . Ibu Suri tersenyum penuh kepuasan mengira Tanashiri akan habis kali ini.
***

Tanashiri mondar-mandir gelisah diruangannya.  El Temur dkk tiba untuk bertanya apa yang sedang terjadi . Tanashiri bersumpah kalau dia tidak meracuni Seolhwa , bukan pula Yeonhwa.
Dangkise menyimpulkan kalau ada orang yang menjebak Tanashiri.  El Temur bertanya siapa yang bisa dicurigai ? Ibu Suri ?  . Dangkise membenarkan.  Tak lama Tapjahae muncul dan melaporkan para gubernur sudah tiba.
El Temur tersenyum dan berkata kalau permainan sudah dimulai. El Temur menenangkan Tanashiri , bahwa tidak ada bukti sampai saat ini .
Part 3 (of 3)


Tabib memeriksa kondisi Seolhwa kemudian mengatakan pada para selir lain dan Dokman , bahwa dosis racunnya tidak fatal.  (Yeonhwa diam2 menguping) . Tabib bertanya pada para selir apa yang dimakan Seolhwa sebelumnya. Salah satu selir tiba2 teringat Seolhwa memakan pemberian Seungnyang sebelum insiden ini .

Yeonhwa tadinya sempat akan berlalu , namun jadi tertarik mendengar fakta baru ini. Bulhwa muncul di belakang dan mengagetkan Yeonhwa hingga buru2 pergi meninggalkan tempat itu.
Bulhwa tersenyum , kemudian mengabarkan pada para selir kalau ada pertemuan darurat.
***
Semua sudah ada diruangan . Tanashiri - Tahwan - Ibu Suri duduk di singgasana . Disusul para selir , para gubernur , dan kubu El Temur.  Byeongsoo muncul mengantarkan Inspektur untuk menuju meja yang berisi barang bukti.  Tanashiri tampak tegang.


Inspektur mulai memeriksa barang bukti , mengeluarkan sejenis kelereng metal dan menggoyang2kan mangkok itu , dan menuangkan seluruh isi mangkok ke kain . Inspektur menggunakan kaca pembesar untuk memeriksa. Inspektur memberikan kesimpulan kalau tonik Seolhwa tidak mengandung racun karena tidak ada satupun kelereng perak yang berubah warna.
Kubu El Temur tentu saja lega. Tanashiri tersenyum . Ibu Suri tergopoh2 berbasa-basi kalau dia tidak pernah mencurigai Tanashiri.  El Temur mendesak yang duduk di singgasana , bahwa walaupun ini urusan dalam Istana , tetapi mempengaruhi para gubernur , jadi harus diusut dan ditangkap pelakunya.  Tanashiri bangkit dan berkata akan menyelidiki hal ini secara pribadi , dan para selir akan dibatasi ruang geraknya untuk sementara ini.
Tanashiri , El Temur dkk tersenyum penuh kemenangan.  Bahkan Byeongsoo tersenyum pada Yeonhwa. LOL.

Bayan dan Tal Tal memandang Seungnyang dengan cemas . Namun Seungnyang terlihat santai dan tenang.
***




Golta menghampiri dayang dan berkata : " Kalian ini , Yang Mulia sedang murka , dan kalian malah kelayapan kemana2."
Tahwan berlalu , kemudian berbisik pada Golta : " Mereka mungkin akan membuat Seungnyang dihukum. Terus kabari aku tentang hal ini . "
***
Seungnyang berjalan bersama Hongdan , ketika para selir juga sibuk bergosip .

Seungnyang menghadap Ibu Suri . " Aku menduga anda sudah mendengar tentang rumor itu ? "
"Rumor yang menyebut bahwa kamu mencoba membunuh Seolhwa ? Aku tidak punya waktu untuk gosip . Aku tidak mempercayai gosip seperti itu . " kata  Ibu Suri.
"Tetapi itu bukan gosip," kata Seungnyang .
Ibu Suri terkejut dan wajahnya menjadi tegang.  Seungnyang menjelaskan kalau dia yang menyediakan racun itu , dan membuat Seolhwa memakannya.
Tidak diketahui apa percakapan mereka selanjutnya . Guru Jang tiba dan Seungnyang keluar.  Guru Jang bertanya pada Ibu Suri apa yang terjadi. Ibu Suri tampak bingung tetapi tak lama kemudian tertawa dengan hebatnya.  Guru Jang jadi bingung sendiri.

(Aku tebak . Ibu Suri tidak bisa berkata selain tertawa , karena mengagumi strategi Seungnyang.)
Sementara itu Seungnyang meninggalkan kediaman Ibu Suri sambil tersenyum tipis.
***

Bisoo terheran karena melihat Wang Yoo pulang dengan selamat dan ditemani Heuksoo .  Wang Yoo memperkenalkan Heuksoo sebagai tamu pentingnya. Bisoo memerintahkan para gadis untuk mempersiapkan tamu.
Diruangan sendiri , Bisoo mengungkap pada anak buahnya bahwa pasti ada sesuatu yang tak beres.
Diruangan lain , Heuksoo kembali meminta maaf pada Wang Yoo atas kesalahpahaman ini.  Wang Yoo berlagak menghiburnya , " Paling tidak kita bertemu karena hal ini."
Heuksoo : " Majikanku pasti senang mendengar hal ini ."
Wang Yoo : " Kapan aku bisa menemui majikanmu itu."
Heuksoo : " Aku takut kamu tidak menemuinya."
Wang Yoo : " Aku diberitahu bahwa tidak ada satupun di organisasi yang pernah melihat majikanmu . Apa itu betul ?"
Heuksoo tersenyum : " Bahkan aku juga tidak pernah menemui majikanku."
Kemudian Heuksoo menemui Bisoo secara pribadi.  Bisoo bertanya apakah Heuksoo berkerja sama dengan Wang Yoo sekarang ?

Heukso akan menjelaskannya nanti . Heuksoo menyodorkan surat perintah rahasia untuk Bisoo dari majikannya.  Bisoo membaca surat itu dan terkejut karena diperintahkan untuk membunuh Wang Yoo.  Heuksoo menjelaskan kalau Wang Yoo sudah banyak tahu rahasia mereka.
Heuksoo berlalu , dan Bisoo tampak gelisah meremas surat itu.
Kemudian Bisoo berganti kostum pembunuh . Anak buah mengabari kalau Wang Yoo sudah tidur.  Bisoo menenggak minuman , kemudian memandang pisau dan pedangnya.

Bisoo mengenakan kedok dan mengendap2 di kamar Wang Yoo. Bisoo memandang Wang Yoo yang tertidur , menarik pedang dan perlahan2 mendekati Bisoo untuk menikam. Wang Yoo terbangun dan berhasil menangkis kemudian berbalik menindih Bisoo.
***

Bayan - Tal Tal memandang Yeonhwa dkk sedang membawa tonik seperti biasanya. Tal Tal menerka kalau Tanashiri akan mengkambinghitamkan Seungnyang untuk kasus ini. Bayan berkata : " Kita akan melihat besok siapa yang akan terjungkal."
Didalam , Tanashiri sedang memeriksa para selir seperti biasanya. Tanashiri memandang Seungnyang , tersenyum dan berpikir dalam hati : " Kamu akan menjadi tersangka pembunuh."
Yeonhwa dkk membawa tonik kedalam . Para selir meminum tonik seperti biasanya. Seungnyang juga tiodak melawan kali ini , memandang tajam Tanashiri sesaat kemudian meminumnya. Sesudah itu Seungnyang kembali memandang tajam dan tersenyum ke arah Tanashiri.

Seungnyang tiba2 kesakitan dan terjatuh karena keracunan. Tanashiri tentu saja terkejut.












0 comments:

Post a Comment