Tuesday, February 4, 2014

Sinopsis : Empress Ki - Episode 27

Standard

Kali ini Tanashiri memaksa para selir untuk minum sesuatu.  Para selir menerima minuman itu kecuali Seungnyang.  Wajah Tanashiri berubah dan menghampiri Seungnyang  .

Rekap

Empress Ki - Episode 27
Tanashiri bertanya : " Kenapa kamu tidak minum , apakah kamu mencurigaiku ? Minumlah !! Sekarang @!  Jika kamu tidak minum , aku akan meminta orang membuka mulutmu."
Tanashiri memaksa Seungnyang untuk minum. Tetapi Seungnyang malah memandang tajam tanpa kenal takut.

Ibu Suri muncul dan mengatakan kalau minuman itu mengandung racun yang membuat wanita menjadi mandul. " Permaisuri memaksa kontrasepsi pada para Selir ? Pertama kali aku mendengar hal ini terjadi. Jika masalah ini menyebar , tidakkah kau merasa malu ?"
Para selir panik , batuk2 karena merasa dikerjai.
Tanashiri berkilah kehamilan yang tidak diharapkan akan menggoyang status quo. Ibu Suri menyindir kalau itu tipu daya yang cerdas juga.
Tanashiri membela diri kalau dia melakukan hal itu demi keluarga istana , dan berbuat yang terbaik untuk itu.  Tanashiri kembali memaksa Seungnyang meminumnya. Sementara Ibu Suri meminta Seungnyang jangan meminumnya.

Seungnyang mengambil minuman itu , mengamati sekilas dan menuangkannya ke lantai.  Seungnyang dengan sikap membangkang mengatakan kalau dia meminumnya sama saja dengan tidak mengabdi pada Kaisar , " Aku tidak akan lalai mengabdi pada Kaisar apapun perintahmu !! Aku memohon maaf untuk itu padamu . "
Tanashiri memaki Seungnyang yang dianggap lancang. Ibu Suri membela kalau apa yang dikatakan Seungnyang adalah benar adanya.  Ibu Suri mengingatkan pada semua agar jangan melupakan tanggungjawabnya.
***
Para selir menjadi kecewa karena Seungnyang telah membuat mereka terlihat buruk , dan menganggap Seungnyang hanya pandai berakting saja.. Seungnyang tak peduli dan tetap mengikuti rekan2nya dengan berjalan dibelakang.

Mereka berpapasan dengan Tahwan di luar dan berlomba memberikan senyum dan salam pada kaisar muda itu.  Namun perhatian Tahwan hanya tertuju pada Seungnyang .
Tanashiri muncul dan berbasa-basi apa yang membuat Tahwan datang kesini . Tahwan tidak mempedulikan Tanashiri dan malah menghampiri Seungnyang dan menariknya dari kerumunan.
Tanashiri tentu saja gusar memandang kepergian Tahwan-Seungnyang. Dihadapannya para selir sedang menunduk kearah Tanashiri.
Dayang Seo mengingatkan Tanashiri , dan Tanashiri memasang wajah senang dan berkata : " Tampaknya Yang Mulia kembali mendapatkan kekuatannya. Tetapi omong2 , kenapa kalian memandangku dengan ekspresi wajah seperti itu ? "
Para selir takut bersikap. Tanashiri melanjutkan : " Kalian jangan berpikir aku cemburu yah . Aku tidak terganggu sama sekali."
***
Tahwan merasa khawatir karena telah mendengar ulah Tanashiri . Seungnyang menenangkan kalau dia tidak meminum minuman pemberian Tanashiri.
Seungnyang meminta Tahwan untuk memanggilnya setiap malam mulai saat ini.
"Setiap malam ?" Tahwan terheran.
"Juga suruh orang untuk menuangkan minuman ."
"Minuman juga ?" Tahwan kembali terheran.  Tahwan memandang Golta dkk dan bertanya apa Golta mendengarnya. Golta berkata kalau dia akan mempersiapkannya.
Tahwan tentu saja senang dan kemudian berlalu.
***
Ibu Suri Budashiri mendatangi kediaman Tanashiri dan menggendong Pangeran Maha . Ibu Suri memasang senyuman pada Tanashiri seakan tidak terjadi apa2 barusan.
Ibu Suri melihat paras Pangeran Maha yang masih bayi dan mengkomentari kalau matanya mirip Tahwan dan bibirnya mirip Tanashiri. Ibu Suri bertanya kenapa Tanashiri masih juga mencecoki para selir untuk dibuat mandul padahal sudah punya putera mahkota ?

Tanashiri berargumen bahwa sejarah telah membuktikan tidak selalu pangeran tertua mendapatkan tahta , dan para pangeran bersaing satu sama lain untuk memperebutkan tahta , merampas yang lebih berhak dan membuat kaisar semakin lemah . Tanashiri bertekad tidak akan membiarkan hal itu terjadi pada Pangeran Maha  .  (Apa yang dikatakan Tanashiri memang betul , sejarah sudah membuktikan hal itu.)
Ibu Suri berkata tentang beberapa masa silam dimana Khubilai Khan , cucu dari Jenghis Khan , kaisar pertama Dinasti Yuan , meninggalkan dekrit kekaisaran , bahwa anak tertua akan mendapatkan kans terbesar untuk mewarisi tahta kaisar. Ibu Suri berjanji akan mengingat hal ini dan membiarkan pangeran tertua untuk mewarisi tahta.
Namun Tanashiri blak-blakan sambil tersenyum bahwa yang paling dikhawatirkannya justru Ibu Suri sendiri , yang bisa tersenyum didepan tetapi siap menikam dari belakang.
Ibu Suri tetap tenang menyikapi perkataan tajam Tanashiri.
***
Ibu Suri meninggalkan kediaman Tanashiri . Wajahnya langsung berubah dan berkata pada Guru Jang bahwa Pangeran Maha tidak mirip dengan Tahwan sama sekali, bahkan tidak mirip Tanashiri. " Kita akan mengetahuinya nanti seiring Maha bertambah besar nanti , tetapi aku merasa yakin dugaanku betul."


Guru Jang merasa tidak ada bukti kuat tentang hal ini.Ibu Suri menerka kalau Dayang Seo dan Yeonhwa terlibat dalam kebakaran biara sebelumnya. Guru Jang berkata kalau dugaan Ibu Suri betul , ka ini hal yang mengerikan.
Ibu Suri memerintahkan Guru Jang untuk menyelidiki masalah ini dengan hati-hati dan rahasia , bahwa mungkin Pangeran Maha berhubungan dengan insiden kebakaran biara.
Ibu Suri bergumam : " Permaisuri Tanashiri , jangan berpikir aku tidak punya cakar , karena kau tidak bisa melihatnya. Cakar tersembunyi melukai lebih dalam. "
***
Seungnyang bertemu dengan Tal Tal diperpustakaan. Tal Tal muncul , memberi hormat , dan menyodorkan  karya  klasik 1000 huruf (千字文)  .
(Thousand Character Classic adalah puisi Tiongkok dari masa Dinasti Liang (Utara-Selatan) yang digunakan untuk mengajarkan aksara Tionghoa kepada anak2. Karya ini mengandung seribu aksara yang unik , terdiri dari 250 frasa , dan 4 aksara.  )
Tal Tal  menjelaskan bahwa dengan mempelajari hal ini akan bisa membaca  , barulah nanti mempelajari kitab2 klasik Confucius seperti Analect of Confucius , Mencius , Doctrine Of The Mean , Classics of Poetry , I Ching dll  . Tal Tal bertanya apa Seungnyang merasa yakin bisa mengajari Tahwan ? Seungnyang mengaku menghadapi maut telah sampai sejauh ini , jadi apa artinya kesulitan kecil ?
Tal Tal juga mengingatkan Seungnyang agar menjaga rahasia saat mengajari Tahwan .
(Dalam sejarah aslinya , Tal Tal memang dibesarkan dalam pendidikan Confucianisme . Tal Tal menjadi pejabat muda yang paling cemerlang di jalannya. )
***
Tahwan sedang menata meja untuk mempersiapkan malam spesial bersama Seungnyang.  Diluar Golta mengumumkan kalau Selir Ki Seungnyang sudah tiba .
Tahwan segera membunyikan lonceng pertanda agar Seungnyang disuruh masuk kamar. Namun Tahwan kecele , karena Seungnyang membawa setumpuk buku dalam buntalan untuk dipelajari.  Tahwan bingung apa itu . Seungnyang menjelaskan kalau mulai malam ini Tahwan harus belajar agar dapat memahami apa yang tertulis dalam surat petisi.
Seungnyang menyodorkan Klasik 1000 Huruf sebagai pelajaran awal , dimana ada 1000 huruf yang harus dipelajari. Tahwan bertanya kalau begitu untuk apa meja anggur yang telah disediakan  ?

Pelajaran dimulai . Seungnyang berkata : " Langit adalah hitam . Bumi adalah Kuning.  Ruang dan Waktu sangat luas tidak terbatas."
Tahwan masih mencoba bersemangat pada awalnya , disaksikan oleh Golta dan dua pengawal di meja anggur seberang .
Seungnyang memergoki Golta memberikan bocoran pada Tahwan . Lantas Seungnyang memerintahkan Tahwan untuk tidak melihat ke arah Golta.
Para pelayan masuk membawakan sajian baru dan tentu saja meja belajar Tahwan sudah disembunyikan dahulu ketika itu karena khawatir salah satu dari pelayan itu adalah mata2 Tanashiri.
Sesudah pelayan itu berlalu ,  Tahwan kembali belajar . Taktik Seungnyang adalah membuat orang2 berpikir Tahwan tenggelam dalam arak dan wanita setiap malam.  Dan para pengawal kepercayaan membakar bekas tulisan latihan Tahwan untuk menghilangkan barang bukti .
Sementara itu Yeonhwa terus mencoba mengintai . Didalam Seungnyang bermain musik bagaikan putri bangsawan. Permainan Seungnyang yang menawan membuat Tahwan , Golta dan para pengawal terpesona.
***
Tanashiri mabuk dan mengamuk  mendengar laporan Yeonhwa tentang kebersamaan Tahwan - Seungnyang.  Dayang Seo sampai harus menenangkan Tanashiri.
Tanashiri bertanya apa Yeonhwa mendengar apa yang Tahwan-Seungnyang bicarakan. Yeonhwa melaporkan kalau terdengar ada permainan musik dari dalam kamar.  Tanashiri semakin kesal mendengarnya dan berkata kalau dia punya batas kesabaran : " Jika kesabaran habis , aku juga tidak tahu akan menjadi apa nanti."

Tanashiri hendak menenggak arak lagi , dan Dayang Seo serta Yeonhwa  sibuk mencegah dan menenangkan Tanashiri.
***
Tampaknya bukan Tanashiri yang mabuk . Diruangan lain , El Temur pun sedikit terlihat mabuk saat sedang bersama Tapjahae - Dangkise dan Jendral Bayan.

El Temur justru merasa senang karena selir dari perwakilan Bayan (maksudnya Seungnyang) telah mengacaukan Tahwan. Dangkise mengingatkan ayahnya sudah mabuk. El Temur memuji Bayan yang sudah berkontribusi dengan baik dengan memilih wanita yang tepat untuk menjadi selir.
Dangkise berbisik pada Tapjahae agar membawa El Temur untuk beristirahat.  Tapjahae berhasil membujuk ayahnya untuk bangkit dan berlalu.
Suasana menjadi tegang ketika diruangan tinggal Bayan dan Dangkise berdua saja.  Bayan celetuk kalau El Temur terlihat senang malam ini.  Dangkise mencela agar Bayan segera melepaskan topengnya yang menjijikkan , dan berkata bahwa sejak Seungnyang terpilih menjadi selir , pada saat itu pula Dangkise tidak bisa mempercayai Bayan lagi.
Dangkise menerka pikiran Bayan yang hendak menggunakan Seungnyang untuk mengendalikan kaisar . Bayan berkata kalau sepertinya Dangkise telah membuat kesalahan bahwa selama ini Bayan menaruh kesetiaan pada El Temur sebagai Perdana Mentri , bukan pada Dangkise yang tidak punya kekuatan real . Bayan bahkan menunjuk2 dada Dangkise , membuat wajah Dangkise langsung berubah penuh amarah.

Bayan berkata : " Dangkise , tunggu El Temur wafat , kamu juga akan menginginkan kekuasaan , aku juga demikian , tetapi tahukah bedanya aku dan dirimu ? Bahwa kekuatanmu hanya untuk memuaskan hasrat egoismu itu . Dan aku melakukannya demi Negara Yuan . Jangan mengandalkan ayahmu saja , coba kamu berjuang sendiri  . "
Dangkise terdiam menahan amarah. Bayan berlalu . Dangkise menggebrak meja. " Bayannn , mari kita lihat siapa mendapatkan apa !!! "
***
Tahwan masih belajar aksara , tetapi mulai mencoba untuk mendekat pada Seungnyang . Dan Seungnyang meminta Tahwan untuk menjaga jarak tiga langkah darinya. Tahwan jengkel karenanya.
Tahwan seperti sengaja membuat kesalahan , dan menggunakan kesempatan untuk memegang tangan Seungnyang yang sedang menunjukkan dimana kesalahan Tahwan dalam menulis.  Seungnyang meminta Tahwan untuk konsentrasi belajar. Tahwan berkilah kalau dia bisa konsentrasi kalau berpegangan tangan dengan Seungnyang.

Tahwan berkata kalau sudah saatnya tidur. Tahwan  duduk di ranjang ketika Seungnyang memaksa Tahwan untuk giat belajar. Tahwan berkata akan mencobanya lagi besok. Seungnyang masih memaksa dan akhirnya  Tahwan berkata : "Kalau kamu lelah , kamu bisa ke ranjang ini dan tidur bersama ."
Seungnyang merasa sudah cukup meladeni tingkah Tahwan yang kekanak2an . Seungnyang memilih untuk membaca sendiri bahan pelajaran . Tahwan memperhatikan Seungnyang sambil tersenyum.
***
Part 2 (of 3)

Di markas Heuksoo , Jeokho termasuk diantara para budak yang dibawa kembali ke markas. Moosoong tidak bisa berbuat banyak , dan pamit untuk berlalu.
Heuksoo berbisik pada orang kepercayaannya agar ajak mata2 itu (Moosong) bersamanya malam ini , tetapi jangan membunuhnya , karena Heuksoo ingin Moosong nanti melihat majikannya mati dengan mata sendiri.
***

Bisoo masih bersama Wang Yoo . Bisoo berpikir dalam hati , keraguan antara memberitahu atau tidak pada Wang Yoo tentang rencana Heuksoo. Bisoo khawatir Wang Yoo bisa mati ditangan Heuksoo.
Wang Yoo bertanya ada apa ? Bisoo berkilah kalau dia hanya minum dengan tenang dan tak ada yang salah dengan itu.  Wang Yoo bertanya apakah Bisoo bisa membantunya . Bisoo menjelaskan kalau dia tidak bisa membantu sama sekali . Bisoo bertanya apakah Wang Yoo tidak mempercayainya ?
Wang Yoo menjawab dengan diplomatis : " Sejauh kau mempercayaiku ."
Bisoo tersenyum berkata bahwa ini lebih dari yang dikira. Wang Yoo pamit karena harus melakukan sesuatu.
***
Di markas Heuksoo , sekian drum arak diantarkan.
Sementara itu Wang Yoo , Kasim Bang dan Jeombakyi memeriksa peta. Kasim Bang berkata bahwa rute pengedar uang palsu akan melewati daerah tertentu pada jam 8 malam. Wang Yoo memerintahkan Jeombakyi untuk bergerak cepat.  Jeombakyi berlalu.
Kasim Bang bertanya apa rencana Wang Yoo sebenarnya. Wang Yoo mengatakan bahwa dia akan mengumpulkan uang palsu , dan melakukannya untuk membalas pedagang Yuan seperti apa yang mereka lakukan kepada Goryeo , dan membalas El Temur.
***
Rombongan pengawal sedang melintasi jalan di malam hari. Kasim Bang memberi isyarat suara pada Wang Yoo. Jeombakyi mengenali isyarat itu. Wang Yoo memerintahkan anak buah untuk mengenakan topeng guna menutup wajah.
Sementara itu Moosong merasa heran karena jalan yang mereka tempuh bukan menuju tujuan semula. Heuksoo menjelaskan kalau rencana telah berubah . "Kita akan berburu dalam kegelapan , dimana hewan bersembunyi di malam hari. Apa kamu takut pada hewan , perburuan telah dimulai ."
Wang Yoo dkk menunggu waktu yang tepat untuk menyerang pengawal.
Moosong menyadari bahaya  , dan menggerakkan pedannya. Namun pengawal Heuksoo lebih cepat dan langsung melumpuhkan dan menyumpal mulutnya. Heuksoo mengatakan agar Moosong melihat bagaimana majikannya mati.

Heuksoo memberi isyarat pada anak buah untuk menunggu jarak yang tepat untuk menyerang dengan panah. Moosong berusaha meronta namun tetap tidak berdaya.
Wang Yoo bersiap menyerang , namun disaat genting dimana Heuksoo siap menyerang , muncul anak panah api menghantam drum arak. Terjadilah ledakan dan uang palsu berhamburan.


Pertarungan dimulai . Moosong di pukul sampai pingsan , dan korban berguguran. Wang Yoo menyimpulkan ada jebakan dan memerintahkan anak buah untuk mundur.
Heuksoo mengamuk karena ingin tahu siapa yang menembakkan panah api.
Pelakunya tentu saja Bisoo. Bisoo merasa sudah impas membayar hutang budi pada Wang Yoo dan mulai saat ini mereka akan menjadi musuh.

***
Para gubernur bergegas menghadap El Temur.  Jocham heran melihat hal itu , Byeongsoo menjelaskan kalau para gubernur itu sangat marah karena Permaisuri meracuni putri2 gubernur yang menjadi selir.
Tiba2 Park Bulhwa muncul membuat Byeongsoo terkejut dibuatnya.  Selir Ki muncul . Park Bulhwa segera memberi hormat kecuali Byeongsoo dan Jocham.

Bulhwa mendesak Byeongsoo memberi hormat juga pada Selir Ki.  Byeongsoo tidak ada pilihan lain membungkuk pada musuh besarnya ini.
Seungnyang menghampiri dan berbisik pada Byeongsoo : " Aku tidak bisa melupakan bagaimana kamu menembakku dengan panah , yang telah mengubah hidupku . Kamu ingat baik2 , hidupmu juga akan berubah."
Selir Ki Seungnyang berlalu.
Jocham menyimpulkan kalau Bulhwa mengabdi pada Selir Ki adalah hal yang buruk.
***
Para gubernur memprotes kalau putri2 mereka diracuni Tanashiri. El Temur tetap berusaha tenang.  Salah satu gubernur mendesak El Temur untuk tidak memandang hal ini sebagai masalah kecil.

El Temur membenarkan dan memandang hal ini serius. Salah satu gubernur mendesak El Temur mengambil tindakan. El Temur kembali membenarkan. "Antara para selir harus pergi atau kalian yang pergi !!  Kenapa kamu mengirimkan putri2 kalian kesini ?  Bukankah untuk mendapatkan kekuasaan melalui keluarga istana ?  Untuk ketidakmampuan kalian , ini tidak lebih baik dari sebuah penghianatan.  Kalian pikir bisa menanggung beban kekuasaan ?  Ini akan membuat negara Yuan runtuh . Kalian tidak mengabdi padaku , tetapi pada negara Yuan.  Jika kalian sudah jelas segeralah kembali ke provinsi kalian masing2 . Aku tidak akan membiarkan kalian ikut campur urusan istana lagi. "
Suasana menjadi tegang . Para gubernur terdiam , terlebih ketika El Temur membanting cawan minuman.
***
Dangkise menawarkan diri pada ayahnya untuk membereskan masalah gubernur. El Temur melarang dan meminta Dangkise jangan memperkeruh suasana.  El Temur berkata akan mengatasi semua ini.
El Temur memerintahkan anak2nya untuk mengatur pertemuan dengan Tahwan.
***
El Temur berdiri memandang tahta , dan mengatakan pada Tahwan yang pura2 tidak bisa bicara : " Aku telah mengabdi sembilan kaisar dalam kurun waktu 13 tahun.  Beberapa mati secara misterius , beberapa jatuh sakit .  Sungguh kesepian berada di puncak kekuasaan. Kekuasaan absolut sama dengan kesendirian yang absolut.  Kesendirianmu adalah beban yang berat . Aku bisa memaklumi kenapa kamu stress dan tidak bisa bicara. Ijinkan aku untuk mengurangi bebanmu . Turunlah dari tahta . Kamu punya seorang putra , jadikan dia sebagai pewaris tahta , dan jadikan ratu sebagai wali. Aku berharap kamu panjang umur. Lihatlah jubah kaisar yang berat itu. Jika kamu salah bersikap lagi itu akan berarti pertumpahan darah . Kau tidak bisa mengharapkan belas kasihanku lagi. Ini akan menjadi akhir darimu."

***
Tahwan menjadi murung saat belajar bersama Seungnyang. Latihannya salah semua , dan Tahwan meminta istirahat.
Tahwan berkata : "Aku telah memutuskan , jangan membahas lagi masalah balas dendam denganku. "
"Tahukah kamu aku telah kehilangan apa ?"
"Baiklah  , katakan padaku .  Kehilangan Wang Yoo-mu yang berharga ? " tanya Tahwan.

Seungnyang mengaku telah kehilangan segalanya.  Tahwan berkata : " Aku juga sama , aku akan melakukan segalanya untukmu. Aku telah melepaskan tujuanku untuk membalas dendam kematian ayahku , tahta kaisar , aku telah menyerah demi untukmu . Aku lebih takut kamu mengalami kematian daripada kematianku sendiri. Jika aku bisa , aku ingin menyerah semua itu , dan hidup bersamamu sampai tua , makan bersama , tidur bersama. Bisakah kita berdua saja."
"Tadinya aku pikir anda bisa mengurangi kesedihanku , tetapi ternyata aku salah . Aku tidak akan mengganggumu lagi. "
Tahwan mulai terisak dan memprotes kalau Seungnyang menjadikannya alat untuk membalas dendam.
"Kenapa tidak ? Kamu tidak berguna bagiku .  Kamu tidak lebih baik dari sebuah tembok istana , bahkan lebih buruk lagi.
(Diluar , Golta tidak tahan lagi mendengar Kaisar di omeli seperti itu . Golta melangkah kearah pintu kamar kaisar. Bulhwa mencegahnya dan beralasan kalau dia tahu Seungnyang punya niat baik dalam hal ini. Bulhwa mengaku dirinya kasim rendahan , tetapi berpendapat bahwa loyalitas seseorang terletak pada keberanian untuk jujur apapun resikonya , termasuk kematian sekalipun. )
Seungnyang berkata kalau dia akan membalas dendam tanpa atau dengan Tahwan sekalipun.  Seungnyang akan berlalu. Tahwan berkata : " Pergilah ! Aku tidak akan menemuimu lagi."
"Iya , jangan." sahut Seungnyang sambil berlalu.
Tahwan berdiri gontai karena merasa putus harapan , dan melampiaskan kekesalannya dengan membanting bunga . Tahwan bergumam : "Baiklah , tidak akan pernah lagi."
***
Part 3 (of 3)

Seungnyang menemui Tal Tal . Dan Tal Tal bertanya apa yang telah terjadi ?  Seungnyang mengatakan bahwa dia tidak yakin bisa terus melanjutkan mengajari Tahwan , karena itu memanggil Tal Tal untuk meminta nasehat.

Tal Tal mengatakan bahwa nasehat tidak perlu , itu tergantung Seungnyang sendiri sebagai guru pribadi Tahwan.  Kesalahan bukan pada di murid , tetapi guru dalam hal ini.
Seungnyang menyadari kesalahannya. Tal Tal pamit untuk berlalu.
Seungnyang menjelaskan pada Bulhwa : " Tal Tal telah memberikan aku nasehat besar.  Seorang pria yang kehausan , akan menggali sumur sendiri.
***

Tanashiri merenung dalam kesedihan karena Tahwan telah melalui 15 malam bersama Seungnyang. Tanashiri mengeluh pada Dayang Seo : " Kamu tahu bagaimana yang lain memandangku dengan kasihan , bahwa seorang wanita paling berkuasa di negri ini , dan mereka memandangku dengan iba. "
Dayang Seo menyalahkan diri sendiri untuk hal ini.  Tanashiri berkata itu bukan kesalahan Dayang Seo. Tanashiri bersumpah akan menghabisi Seungnyang kali ini  , dan Tahwan akan menyesal karena telah mengabaikan Tanashiri selama ini.
***
Jeombakyi bertanya pada Wang Yoo , siapa gerangan orang didunia yang menolong pihak mereka diam2.  Wang Yoo bertanya kabar tentang Moosong. Jeombakyi menjelaskan bahwa Kasim Bang sedang menyelidiki.
Sementara itu Kasim Bang menyamar sebagai pengemis kelaparan yang belum makan empat hari. Dia mencegat Heuksoo untuk meminta sedekah. Namun Heuksoo kesal melihatnya karena tidak bisa dijual sebagai budak sekalipun.
Pada saat itu Kasim Bang melihat ada Jeokho diantara barisan.
***
Kasim Bang mendekati kurungan terbuka , dan memanggil Jeokho diam2.  Jeokho heran melihat kondisi  Kasim Bang yang lebih buruk dari keadaannya sendiri sebagai budak.
Jeokho menjelaskan kalau dia dijual sebagai budak pada seorang wanita kaya , tetapi wanita itu mengetahui kalau Jeokho adalah mantan kasim dan memulangkannya ke markas Heuksoo.
Kasim Bang tidak bisa menahan geli untuk tertawa mendengar hal ini.  Jeokho bertanya kenapa Kasim Bang dkk tidak mencari Seungnyang . Kasim Bang terkejut mendengar Seungnyang masih hidup.
***
Kasim Bang segera melaporkan hal itu pada Wang Yoo.  Wang Yoo menerima kabar itu menjadi terkejut dan matanya berkaca-kaca.


Wang Yoo bertanya darimana Kasim Bang tahu hal itu ? Kasim Bang menjelaskan kalau Jeokho telah memberitahu kalau Seungnyang dibeli oleh Bayan sebagai budak.
Wang Yoo menangis lega mendengar hal ini , sambil menyerukan nama Seungnyang.
***
Dokman tergopoh2 memasuki ruangan Seungnyang dan meminta dia bergegas.  Seungnyang heran karena saat ini bukan jadwalnya. Dokman menjelaskan kalau Tanashiri telah merubah jadwal.
Tanashiri sedang mondar mandir diruangan diantara para selir yang ketakutan , ketika Seungnyang datang menghadap.
Seungyang secara formal memberi hormat dan meminta maaf atas keterlambatannya.  Tanashiri memasang wajah jengkel dan menghampiri Seungnyang : " Apakah kamu tidak mendengar ada pertemuan hari ini ?"
"Maafkan aku Yang Mulia . Pelayanku tidak memberitahuku."
Tanashiri menuding Seungnyang hanya mencari alasan saja , dan meminta Seungyang untuk menyebutkan kutipan dari Analect  , dan kalau Seungnyang salah satu saja harus menerima hukuman.

Seungnyang menyebutkan berurut , dari Kesetiaan , Kesucian , Kemurnian , Kepatuhan , Kepantasan , bahwa seorang wanita harus suci diatas segalanya , bahwa seorang wanita harus bersih dan patuh , bahwa seorang wanita harus diam didalam rumah (ruangan) , bahwa seorang wanita harus berbicara dengan sopan ketika ada tamu tiba , kebijaksanaan , kewaspadaan , sebuah lampu dinyalakan ketika senja hari , dan saat malam ......
Tanashiri meminta Seungnyang berhenti , dan bertanya kapan Seungnyang mempelajarinya ?
Seungnyang menjawab dimalam hari.  Tanashiri semakin jengkel karena tahu Seungnyang menghabiskan dua minggu bermalam bersama Tahwan , dan merasa aneh karena masih punya waktu untuk belajar.
Tanashiri berkata kalau saja Seungnyang tidak pamer ilmu seperti itu mungkin Tanashiri akan memaafkannya , tetapi Seungnyang telah membuat keadaan semakin buruk.
Tanashiri memerintahkan agar Seungnyang dikurung di ruang arsip dan dijaga oleh pengawal , dan Seungnyang dihukum untuk menyalin Analects 100 kali tanpa diperbolehkan keluar sampai pekerjaan selesai dan tanpa makanan dan minuman sedikitpun.
Dayang Seo tersenyum senang mendengar hal ini , sementara Dokman gelisah .  Seungnyang hanya bisa menatap Tanashiri dengan tajam.
***
Byeongsoo dan Jocham tentu saja senang memimpin pengawal untuk menjaga Seungnyang.
Didalam ruang arsip , Dokman datang . Seungnyang meminta Dokman untuk tidak usah mengkhawatirkannya , dan mempersilahkan untuk pergi.
Seungnyang bergumam tidak akan menyerah pada Tanashiri. Seungnyang memulai hukumannya dengan menyalin Analects.
Sebentar saja Seungnyang sudah menyelesaikan puluhan salinan , tetapi hukuman Tanashiri memang keterlaluan , 100 kopi Analects .

Diluar , Byeongsoo bahkan masih sempat menikmati makan enak di depan api  unggun.  Yeonhwa datang , disambut oleh Byeongsoo yang menanyakan apa Yeonhwa mengirimkan tinta lagi ?
Yeonhwa bertanya apakah Seungnyang benar2 tidak makan dan minum ?  Byeongsoo meyakinkan Yeonhwa bahwa semua berjalan lancar.  Menurut Byeongsoo yang paling penting adalah air , dan tanpa air Seungnyang akan mati.
Yeonhwa memerintahkan para pelayan untuk mengantarkan tinta kedalam .


Sementara itu Dokman , Bulhwa dan Hongdan mengintai dari kejauhan dan khawatir keselamatan Seungnyang.  Bulhwa mengaku sudah tidak tahan lagi dan akan membunuh orang2 yang terlibat .  Dokman mencegah Bulhwa : " Apa kamu ingin memperparah suasana ?"
Dokman menatap kearah ruangan arsip , dan mengeluh bahwa hal ini tergantung kemampuan Seungnyang sendiri , karena tidak ada satupun yang bisa menolongnya.
***
Di kamar , Tanashiri dan Dayang Seo masih menunggu perkembangan yang terjadi dan berharap Seungnyang benar-benar mati kali ini.  " Jika dia tidak sanggup membuat 100 salinan , maka dia akan mati disana. Dan aku tidak perlu melihat dia lagi."
Dayang Seo menambahkan : " Aha , menjadi hantu lain di ruang arsip ?"
Tanashiri membenarkan dan tersenyum licik.
***
Tahwan mengeluh kalau Seungnyang bersikap kasar padahal Tahwan merasa sudah melakukan apapun untuk Seungnyang.
Golta mengabarkan kalau Dokman memberitahu bahwa Selir Ki Seungnyang ........
Tahwan masih ngambek dan meminta Golta untuk tidak menyebut nama Seungnyang.
"Yang mulia ," kata Golta yang khawatir.
"Oh , apa dia ingin menemuiku ?" tanya Tahwan.
"Bukan seperti itu Yang Mulia Permaisuri telah mengurung Seungnyang diruang arsip selama tiga hari."
Tahwan terkejut dan berdiri .  Golta melanjutkan bahwa Seungnyang tidak diberi minum atas perintah Permaisuri.
Tanpa berpikir panjang , Tahwan langsung menuju ruang arsip.
Byeongsoo dkk memberi hormat . Namun saat Tahwan melangkah , Byeongsoo berusaha mencegahnya karena merasa mendapat perintah dari Tanashiri.
Tahwan kehilangan kesabaran dan mencengkram leher Byeongsoo.  Tahwan masuk kedalam , dan Byeongsoo tidak berkutik.  Tak lama Golta geram dan menegur Byeongsoo : " Berterimakasihlah karenaa Yang Mulia belum bisa berbicara. Atau leher akan menjadi taruhanmu. "
Didalam , Tahwan menemukan Seungnyang sudah semaput tak sadarkan diri. Tahwan berusaha membangunkan Seungnyang namun tidak berhasil.





















0 comments:

Post a Comment