Sunday, January 19, 2014

Sinopsis : Inspiring Generation - Episode 01

Standard

Pengantar

Shanghai merupakan salah satu megapolitan besar di Tiongkok selain Beijing. Di tahun 30an , Shanghai telah menjadi salah satu kota terbesar di Tiongkok dengan penduduk 3 juta jiwa , dan 35 ribu diantaranya adalah warga asing yang mendominasi 50% kawasan Shanghai.

Kota Shanghai terbagi menjadi dua arsitektur , Timur dan Barat. Kawasan Shanghai seolah menjadi bagian terpisah dari Tiongkok yang luas. Jika Shanghai dikuasai para pengusaha besar , daerah Tiongkok lain ketika itu dikuasai oleh para panglima perang (warlord) .
Tahun 1930an Shanghai menjadi saksi dari turbulence politik internasional , menjelang meletusnya Sino-Japanese War , dan menguatnya pengaruh Jepang dikawasan. Sebelum meletusnya perang , Jepang bahkan sempat menghabisi demonstran mahasiswa anti pendudukan Jepang di Manchuria.
Secara Semenanjung Korea sudah dianeksasi dan menjadi bagian Kekaisaran Jepang sejak awal abad 20 , maka di Shanghai , dimana Jepang mendapat konsesi sebagaimana negara2 Barat lainnya , pada masa itu juga terdapat orang Korea , baik dengan motif tenaga kerja (expatriat) , gerakan bawah tanah kemerdekaan Korea anti-Jepang dan sebagainya. Sebagai contoh tokoh perjuangan Korea Kim Gu (1876-1949) diasingkan ke Shanghai pada tahun 1919.
Drama produksi KBS , "Generation of Youth" atau dikenal juga sebagai "Inspiring Age" mengambil background Shanghai pada tahun 30an yang diangkat dari karya manhwa (manga) .
Sin Jungtae (Kim Hyun-Joon) yang menjadi tokoh sentral dalam drama ini. Dia sebagai seorang petarung besar di masa pendudukan Jepang dan akan melindungi rekan2nya dari serangan Jepang. Baik tema fiktif dan historis sering mengambil tema Shanghai dimasa pengaruh Jepang yang menguat , bertumbuhnya kelompok2 mafia (triad) , terutama dari berbagai contoh film Mandarin .
Agak mengejutkan Kim Hyun-Joon yang identik dengan "Pretty Boy" bisa memerankan karakter petarung keras yang dekat dengan bau amis darah dalam setiap pertarungan. Tadinya peran Jungtae akan diberikan pada Lee Seung-Gi atau Kwon Sang-Woo , tetapi dua nama ini sudah terlanjur mengkonfirmasi dalam serial drama lain.
Serial drama ini tampaknya akan menjanjikan daripada drama pendahulu "Preety Man" yang sudah habis masa tayangnya , dan juga drama "Basketball" yang relatif mengambil setting waktu yang sama dengan "Inspiring of Age" , yakni masa ketika Jepang berpengaruh dan berkuasa .  Didukung dengan biaya produksi 15 miliar won , dan puluhan pemeran yang berpengalaman ditambah nama besar Kim Hyun-Joon yang populer.

Episode 1

Seorang pria dilempar ke jendela sehingga kaca pecah berkeping-keping. Deguchi Gaya (Lim Soo-Hyang) mengikuti pria itu seperti mangsa yang siap dipermainkan apa saja.  Gaya menyebut nama2 tempat seperti Gaeseong , Giam , Unhae , Seolsan yang punya pemandangan indah , dan Deguchi Gaya berlutut untuk bertanya pria itu hendak dikubur dimana ?

"Gaya" kata pria malang itu dengan lirih sebelum Deguchi Gaya menusuk pisau kecil dan pria itu  menghembuskan nafas terakir.
***

Jeongtae seakan terbangun dari mimpi ketika dihempaskan lawannya hingga tersungkur. Lawannya berkata bahwa dia belum saja memulai kok sudah seperti itu.
Ternyata Sin Jeongtae (Kim Hyun-Joong) berada di tengah pertarungan. Arena yang berhiaskan sorak sorai penonton yang sibuk bertaruh untuk siapa yang menjadi pemenangnya.  Jeongtae bertarung , memukul dan juga menerima pukulan.
Terlihat Jeongtae lebih unggul kemampuan teknis daripada lawan , bahkan lawan babak belur hingga tersungkur ke kerumunan penonton.


Jeongtae bersiap menang dan mengangkat tangan , sampai lawan dengan curang mengambil kayu dan membongkong untuk memukul kepalanya , dan berhasil memukul rahang Jeongtae hingga terjatuh dan dihitung .


Sementara itu Wang Baeksan ( Jeong Ho-Bin) mengawasi dan meninggalkan arena.
Pertarungan ini berlangsung pada tahun 1936 , Manchuria (ketika itu Manchuria lepas dari Tiongkok dan dibawah kekuasaan Jepang) .



Usai pertarungan , Jeongtae membalut lukanya sendiri ketika manajernya datang .
Manajer mengelu2kan nama Jeongtae seakan Jeongtae pemenangnya , dan Jeongtae hanya membutuhkan dua hari untuk mengembalikan kondisi luka di dagunya  . Sebenarnya Jeongtae memang mengalah pada lawannya , Ma Gang ,  untuk mendapatkan bayaran kompensasi yang lebih besar. Jeongtae menuntut 1000 won lebih.

Manajer itu terlihat tambun , tamak dan curang dan mengatakan akan mendukung Jeongtae dari Dalian hingga ke Shanghai. Manajer itu menyanggupi permintaan Jeongtae , tetapi mengingatkan Jeongtae untuk menepati janjinya atau akan membayar denda dua kali lipat.
***

Dalam perjalanan kereta api , Deguchi Gaya bertanya berapa lama lagi mereka sampai ke tujuan , dan mendapatkan jawaban bahwa masih ada dua hari lagi sebelum sampai ke Shanghai.
***
Sebuah musik piringan hitam berputar disebuah bar. Jeongtae sedang menikmati minuman wine seorang diri. Pelayan muda yang cantik menyapa kalau Jeongtae sudah tiga kali datang ketempat itu.
Lawan yang baru dihadadapi Jeongtae menemui Jeongtae di bar dan merampas wine yang sedang diminum Jeongtae untuk dituangkan ke rambut Jeongtae. Lawan itu berkata : "Kamu sepertinya cukup nyaman untuk menggunakan uang dari pertarungan dan minum wine ditempat ini , tetapi aku mendengar gosip tak sedap , bahwa setiap orang berkata kamu sengaja mengalah , membiarkan aku menang. Apakah itu benar ? "
"Kenapa kamu selalu seperti ini , ketika kamu telah menang . Nikmati kemenanganmu dan jangan ganggu aku ! " jawab Jeongtae sambil berlalu dari bar.
Lawan Jeongtae tidak melepaskan Jeongtae begitu saja , berteriak sambil mengancam pelayan muda , dan menampar pelayan yang malang itu. Sang lawan menuntut bajingan seperti Jeongtae untuk berhenti melangkah , dan memperlihatkan kemampuan yang sesungguhnya.  Jeongtae bertanya : " Bagaimana kamu mengetahui kalau aku benci melihat orang memukul wanita ?"
Jeongtae segera melayangkan serangan kepada lawannya . "Lihatlah yang sebenarnya baru dimulai."
Jeongtae mengerahkan kemampuan sebenarnya , menyerang dengan sistematis terutama bagian mematikan ke leher lawan , dan dengan cepat sang lawan terkapar di lantai bar.
Wang Baeksan muncul kembali dan mengatakan pada Jeongtae : " Di utara Luoyang - Henan , terdapat gunung kecil. Gunung tersebut mungkin kecil saja , tetapi karena itu hanya satu2nya gunung disana. Dan setiap orang yang mati disekitar kota akan dikuburkan disana. Nama gunung itu adalah Bong Mang.  Dan ayahmu baru dikubur beberapa hari yang lalu disana , dan pihak Shanghai telah menyiapkan memorial untuk ayahmu , jika kamu tidak pergi kesana maka tidak bisa dilanjutkan."
Jeongtae tampak terpengaruh secara emosional mendengar hal ini , tetapi Jeongtae bersikukuh : " Aku tidak punya ayah. Enyahlah dari hadapanku."
Baeksan juga punya kemampuan bela diri yang hebat sehingga membuat Jeongtae mundur beberapa langkah. Baeksan menyerahkan batu terukir berumbai dan meminta Jeongtae untuk bertemu di Shanghai .
***

Jeongtae menggunakan sebuah perahu untuk menuju Shanghai . Mata Jeongtae menjelajahi kota Shanghai dari perahu.
***
Delapan tahun lalu . Tahun 1928. Jeongtae remaja (Joo Da-yeong) berkerja sebagai penarik rickshaw. Pada saat itu seorang gadis belia (Deguchi Gaya remaja) sedang di kejar dan dipukuli karena telah menjual sesuatu di wilayah kekuasaan kelompok mereka.  Deguchi Gaya (Joo Da-yeong) mengambil pecahan beling terdekat ketika tersungkur ke tanah dan menanti saat yang tepat untuk membalas.



Pada saat itu Jeongtae dengan percaya diri menghampiri mereka dan mengatakan bahwa hal kedua yang sangat dia benci adalah melihat kaum pria memukuli wanita , dan hal yang pertama .......
Jeongtae menerima pukulan dimulut dan tersungkur ke tanah  sebelum menyelesaikan ucapannya  , dan menerima umpatan : " Diam kau bangsat !!  "
Jeongtae bangkit tidak peduli mengambil kain dan membalutkan ke tangan untuk bersiap bertarung dan mengatakan : "  Tahukah kamu  .......yang pertama yang paling kubenci adalah ayahku."
Jeongtae dengan mudah melumpuhkan dua pria itu . Deguchi Gaya memandang dengan heran.
Setelah itu Jeongtae mengalahkan mereka dan menyelamatkan gadis cantik yang malang itu. "Apakah kamu baik2 saja ?" tanya Jeongtae.
Namun gadis itu (Deguchi Kaya) menampar Jeongtae  sampai berdarah dengan pecahan beling . "Jika kamu tidak ikut campur , aku akan menggunakan ini untuk menusuk mata mereka."
"Diriku ikut campur ?"
"Mereka akan datang kembali dengan jumlah dua kali lipat , dan aku akan dipukuli untuk apa yang telah kamu lakukan , jadi jangan pamer lagi didepanku. "
Jeongtae tidak begitu menganggap masalah ini , meraih tangan gadis itu dan mengoleskan salep ke tangan Deguchi Kaya yang berdarah dan membalutnya.  Jeongtae menegaskan : " Menarik rickshaw setiap hari pun akan membuat tangan menjadi seperti itu. Memang akan meninggalkan bekas luka tetapi paling tidak bisa mencegah infeksi . Aku bukan hendak pamer . Aku biasa mangkal di dekat stasiun kereta api. Jika sesuatu terjadi , cari aku disana. Aku akan bertanggungjawab atas bahaya yang mengancam dirimu. Oh yah namaku Jeongtae , Sin Jeongtae , bagaimana denganmu ? "
Deguchi Gaya tidak langsung menjawab sehingga Jeongtae yang sudah selesai merawat tersenyum dan mengucapkan sampai bertemu lagi. Jeongtae berlalu , baru Deguchi Gaya berkata : " Aku adalah Deguchi Gaya."
***

Jeongtae bersama Jjang Ttol (Sin Seung-hwan) berlomba menarik rickshaw , dimana dua penumpangnya , wanita muda berpakaian kimono bertaruh atas mereka .
Jeongtae mendapat sedikit bagian dari taruhan ini merayakan hal ini dengan makan kentang (karena tidak mampu membeli nasi)  dan menganggapnya sebagai makanan mewah , sementara Jjang Ttol mengeluh untuk makanan yang sederhana ini , bahwa Jeongtae harus dipukul dengan tongkat selama tiga tahun.
Jeongtae meminta bagian kentang itu kalau Jjang Ttol tidak mau. Namun Jjang-Ttol tetap memakannya walaupun menggerutu , dan mengeluh pantas saja kentut Jeongtae selalu bau. LOL.
Jeongtae mengatakan kalau mereka harus bersyukur mendapatkan makanan.
***

Di apotek , Okryeon ( Ji Woo ) yang sedang berkerja malah tertidur seperti ayam.  Majikan datang dan mengeluh , berusaha membangunkan namun tidak berhasil.
Namun begitu mendengar majikannya menyebut nama Jeongtae disebut , Okryeon langsung terbangun sambil membersihkan iler melihat sekitar.  Majikan bertanya apakah Okryeon begitu menyukai Jeongtae ?  Okryeon membalas apakah majikannya begitu menyukai Lady Mokpo?
Majikan berkata akan mengadukan Okryeon ke ibunya jika berani pergi meninggalkan toko ketika sang majikan tidak ada ditempat. Okryeon mencibir melepas kepergian majikannya.
Pada saat majikan kembali menyebut nama Jeongtae , Okryeon berkata : " Anda pikir aku idiot , yang bisa ditipu lagi ?"
Namun Jeongtae benar2 datang, Okryeon panik dan bersembunyi sebentar untuk bercermin memeriksa wajahnya yang ada bekas iler.  Jeongtae sering mengunjungi toko obat ini sepertinya .
Jeongtae membeli obat untuk adiknya , Sin Cheong'Ah . Namun Okryeon mengembalikan sedikit uang yang dibayar dan mengatakan tidak akan ada yang tahu . Jeongtae bertanya bagaimana kalau nanti ketahuan dan dipecat.
Jeongtae mengembalikan uang itu dan tersenyum . Okryeon mengatakan kalau dia suka melihat Jeongtae tersenyum.
Okryeon tidak sadar wajahnya ada yang berlumuran tepung. Jeongtae berusaha membersihkannya. Okryeon kesenangan diperhatikan oleh Jeongtae.


Jeongtae pulang dan menegur adiknya , Cheong'ah agar tidak memasak di dapur yang mengepul sehingga menggangu kesehatan Cheong'ah yang memang buruk.

Terlihat sekali Jeongtae sangat menyayangi adiknya. Cheong'Ah menggoda kalau ibu mereka masih hidup , maka orang yang dilarang masuk dapur adalah Jeongtae sendiri.
PART II


Keesokan harinya di stasiun. Deguchi Gaya menantikan kemunculan Jeongtae disekitar pangkalan rickshaw. Deguchi Gaya senang melihat Jeongtae kembali dengan pelanggan yang memuji kerja keras Jeongtae.
Jeongtae bersiap menarik kembali rickshaw dan memperhatikan kehadiran Deguchi Gaya disekitar.  Jeongtae memanggil dengan "Hey". Deguchi keberatan di panggil seperti itu . Jeongtae berkata bahwa salah gadis itu sendiri yang tidak menyebutkan nama.  Deguchi Gaya dengan malu2 menyebut namanya , Deguchi Gaya.
Jeongtae bertanya kenapa Gaya mencarinya , apa ada yang mengganggunya lagi ?  Gaya tersenyum mengatakan tidak ada.









***
Okryeon berada di rumah gisaeng seakan rumahnya sendiri , karena ibunya juga merupakan salah satu gisaeng .  Salah satu pelayan menjewer Okryeon yang sedang menguping ibunya bersenandung , dan menyeretnya ke dapur.
Okryeon protes apa salahnya anak gisaeng datang kerumah gisaeng. Pelayan itu menguliahi Okryeon bahwa justru ibunya sengaja mengirim Okryeon berkerja di rumah obat . Pelayan juga membahas Okryeon yang gandrung akan Jeongtae yang miskin.

Sementara itu ibunda Okryeon , Kim Sung-Deok (Sin Eun-Jeong) sedang menjamu Choi Posoo (Son Byeong-Ho) .  Posoo membahas Jeongtae , dan Sungdeok mengkomentari kalau Jeongtae punya kecerdasan seperti ibunya dan punya sifat seperti ayahnya .
***
Deguchi Gaya sedang berjalan sendirian di jalanan sepi di malam hari , saat melihat seseorang di pukuli.  Deguchi Gaya tanpa takut menghampiri kedua pria itu dan memukulinya untuk menyelamatkan ayahnya.  Pria itu ketakutan dan kabur.


Deguchi menghampiri ayahnya , dan mengungkapkan kekecewaannya karena telah mengais sampah untuk memberikan makan pada keluarga.  Sang ayah tampak tidak menyesali karena hanya itulah satu2nya cara mencari makan dan menghindarkan mereka dari kelaparan.
***
Jjang-Ttol sedang makan ketika mendengarkan tanpa sengaja dua pemuda berbincang cara melipatgandakan uang yang berkaitan dengan penyelundupan yang berkaitan dengan Faksi Dobi Nori.  Jjang-Ttol mengajak sahabatnya  , Jeongtae yang sedang mencari ikan di sungai .
Namun Jeongtae tidak berminat. Jjang-Ttol mengejek bahwa menangkap ikan paling hanya mendapat dua dollar , sedangkan biaya perawatan Cheong'Ah mencapai 100 ribu dollar.  Jeongtae kesal dan mencekik kerah Jjang-Ttol kemudian memukulnya.
***
Jeongtae merenung menatap adik tersayangnya yang sakit . Jeongtae kemudian memeriksa jumlah tabungan yang dikumpulkan dengan susah payah.
***
Keesokan harinya , Jeongtae dan Jjang-Ttol memulai kiprahnya sebagai penyelundup.  Jjang-Ttol terlihat gugup , dan Jeongtae menawarkan diri untuk mendampingi. Jjang-Ttol berlagak sok berani.
Jjjang-Ttol masuk seorang diri , dan Jeongtae menanti diluar. Didalam sudah ada dua pemuda yang sedang menunggu.
Jjang-Ttol menyerahkan uang pada mereka sebesar (uang tabungannya Jeongtae ?) . Mereka kemudian keluar dan meningggalkan Jjang-Ttol.
Jjang-Ttol menghampiri Jeongtae yang sudah menunggu , dengan percaya diri dan bangga mengatakan bahwa Cheong'Ah akan selamat.
PART III

***
Okryeon membawakan makanan ke rumah Jeongtae , dan hanya ada Cheong'Ah disana.  Cheong'Ah malah bertengkar dengan Okryeon. Okryeon bertanya kenapa Cheong'Ah membencinya , apakah karena Okryeon menyukai Jeongtae dan , Cheong'Ah cemas kalau perhatian Jeongtae beralih ke Okryeon.
Cheong'Ah berkata agar Okryeon bisa bersama Jeongtae , jika kematian Cheong'Ah tiba. Cheong'Ah tidak mau jadi beban bagi mereka.  Okryeon tersentuh dan ikut sedih , meminta Cheong'Ah jangan mengatakan apapun lagi.

Pada saat itu terdengar nyanyian dua orang pria yang terdengar riang.  Jeongtae dan Jjang-Ttol kembali dengan kondisi mabuk.  Jjang-Ttol bahkan tanpa malu menggoda Cheong'Ah yang dikatakan cantik. Jjang-Ttol bertekat menanti Cheong'Ah tumbuh dewasa dan akan menikahinya. Okryeong mendorong Jjang-Tttol yang mabuk dan mengumpatnya.
Walau demikian mereka terlihat riang , dan menantikan Okryeon untuk menyanyi.  Okryeon bernyanyi dengan menjadikan panci sebagai mic dengan gerakan yang riang.
***
Deguchi Gaya sedang memantas didepan cermin sambil mengamati kalungnya. Sementara ayahnya yang pecundang sedang meringkuk sakit di ranjang.
Sementara itu seseorang sedang mengawasi tempat tinggal Deguchi Gaya.
***
Shinichi (Jo Dong-Hyeok) melaporkan pada Denkai Doyama (Kim Kap-Soo) di Osaka , bahwa "Shinjo" sudah ditemukan.  Denkai bertanya apakah Shinichi yakin ?


Shinichi merasa yakin karena sudah memastikannya sendiri. Denkai meminta agar Shinichi membawa serta kemarahan Denkai untuk menghukum "Shinjoo" agar membayar kembali dosanya.  Shinichi menyanggupi perintah itu.
Shinichi bertanya apa yang harus mereka lakukan terhadap Deguchi Gaya.  Denkai tidak memberikan jawaban.
***
Jeongtae melihat pernak pernik untuk gadis di pasar , dan membelinya.  Sementara itu Deguchi Gaya berunding dengan seniornya tentang sesuatu , namun hasilnya tidak menggembirakan Gaya. Sang senior meminta agar mereka menanti rumor yang beredar dulu.


Diluar , Jeongtae menyapa Deguchi Gaya.  Gaya secara reflek berbalik dan hendak menghantam  , sebelum menyadari kalau itu adalah Jeongtae.  Mereka kemudian berjalan sambil berbincang.
Deguchi Gaya mengungkap bahwa dia tidak takut dengan kelompok gang yang mengancam bisnisnya.  Deguchi Gaya menegaskan bahwa dia akan melakukan apapun untuk tinggal di rumah yang tidak bocor karena hujan dan punya makanan yang cukup.
Jeongtae dengan gugup menyerahkan pernak pernik yang barusan dibelinya pada Deguchi Gaya.  Belum sempat menyelesaikan maksudnya , Jjang-Ttol dengan panik memanggilnya karena satu masalah penting.
***
Jjang-Ttol dan Jeongtae melabrak seorang pria yang telah menipu mereka dan membawa kabur uang.  Jeongtae langsung mencekik pria itu dan bertanya dimana Gou Pi .  Pria itu mengaku tidak tahu menahu . Jjang-Ttol yang mengamuk karena dia yang menyerahkan uang itu.
Jeongtae mengancam pria itu untuk mengatakan yang sebenarnya atau akan membunuhnya. Namun pria itu tetap tidak tahu menahu.
***
Jjang-Ttol meminta maaf dan menyesal karena Jeongtae telah kehilangan uang.  Jeongtae menenangkan agar Jjang-Ttol agar tidak usah menangis , dan berpikir untuk mencari Poongcha aka Pinwheel dari Dobi Nori yang dianggap bertanggung jawab dalam hilangnya uang mereka.
Jjjang-Ttol kembali panik karena tahu bahwa Dobi Nori adalah kelompok besar.  Jeongtae bersikukuh karena tanpa uang itu , Cheong'Ah akan mati.  Jeongtae meminta Jjang-Ttol untuk ikut mencari informasi disekitar.
***
Pemimpin Dobi Nori , Hwang Bongsik (Yang Ik-Joon)  dkk datang ke rumah gisaeng , ketika Jeongtae berteriak mencari Poongcha. Jeongtae menuntut agar Poongcha (Jo Dal-Hwan) mengembalikan uangnya . Hwang Bongsik dan Poongcha dkk jadi bingung ada bocah ingusan yang berani mencari gara2 dengan mereka.
Bongsik bertanya : " Tahukah kamu siapa kami ?"
"Aku tahu , kalian adalah faksi Fei Yue (Dobi Nori) yang melatih seseorang untuk menjadi penyelundup. Disamping menyerang orang , masih juga mengambil uang. "
Poongcha hendak turun tangan , tetapi dicegah oleh Bongsik.
Bongsik berkata lagi : " Kamu ini anak yang berani , tetapi kamu harus membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Segeralah pulang kerumah. Perasaanku hari ini sedang tidak baik.  "
Jeongtae yang masih hijau tidak sadar dirinya sedang membentur gunung. Jeongtae membalut tangannya dan bersiap untuk bertarung menyerang Bongsik dkk. Poongcha segera bertindak dan menghantam Jeongtae sampai tersungkur ke tanah.
Poongcha juga memperkenalkan dirinya sebagai "Pinwheel".  Poongcha mengatakan bahwa dalam ingatannya dia tidak pernah merasa mengambil atau berhutang pada Jeongtae apapun.



Sudah jelas Poongcha masih punya pengalaman dan skill bela diri yang jauh diatas Jeongtae yang masih hijau. Jeongtae bukan tandingan Poongcha , bagaimanapun Jeongtae berusaha keras.
Jeongtae sudah tak berdaya dikalahkan telak , namun tetap berusaha bangkit. Bongsik berkomentar bahwa dia seperti melihat Poongcha saat muda dulu. Poongcha membenarkan bahwa dia seperti Jeongtae , begitu muda dan bodoh. Poongcha hanya tersenyum tipis melihat upaya keras Jeongtae menghampiri Bongsik dkk.
Sementara itu Jjang-Ttol menuju TKP dan berhenti sesaat diluar pintu rumah gisaeng (gibang) karena ragu.  Dia mengambil batu untuk membela diri dan masuk menuju TKP sambil meneriakkan nama Jeongtae. Jjang-Ttol hanya melihat Jeongtae yang terkapar didepan Bongsik dkk ,  dan masih berkata2 bahwa dia berkerja keras untuk menghasilkan uang , dan dicuri begitu saja.


0 comments:

Post a Comment