Wednesday, January 29, 2014

Sinopsis : Empress Ki - Episode 26

Standard

Dalam episode sebelumnya . Tahwan bersiap memberi keputusan. Yang tereliminasi akan mendapat tanda kantung uang.  Dan semua kandidat mendapatkan kantong uang.  Hongdan mengira tidak ada satupun yang terpilih.  Yeonhwa pun ikut tegang karena dia telah sompral memotong semua jarinya kalau Seungnyang menjadi Ratu.

Seungnyang maju kedepan untuk menerima keputusan. Tahwan memandang Seungnyang sebentar.  Seungnyang memandang sebentar dan masih terkejut terpilih.  Seungnyang kembali ke barisan sambil membawa bunga.  Ibu Suri mengumumkan bahwa Seungnyang pemenang tunggal dalam kompetisi ini.  Ibu Suri memerintahkan Dokman untuk memeriksa tubuh Seunngyang.

Dokman dengan senang hati mengajak Seunngyang. Sebelum berlalu Seungnyang sempat saling berpandangan dengan Tahwan.  Saat berjalan keluar , Dokman dkk berpapasan dengan Dangkise dkk.

Dangkise mendengar dari Dokman bahwa Seungnyang akan menjalani pemeriksaan tubuh. Dangkise terperanjat karena itu artinya Seungnyang terpilih sebagai selir kaisar.  Dokman memperingatkan Dangkise agar berhati2 untuk berkata2 karena mulai saat ini status Seungnyang adalah selir kaisar.  Dangkise hanya bisa terdiam dan tak percaya , bahkan matanya berkaca2 . Seungnyang sempat tersenyum tipis memandang Dangkise.
Dokman dkk berlalu. Sementara Dangkise , Tapjahe dan Byeongsoo berpikir harus melakukan apa terhadap Seungnyang , secara mereka tahu rahasia tetapi tidak bisa mengungkapkannya.  Anak buah Byeongsoo berkata bahwa mereka masih bisa mengandalkan El Temur.


Namun Dangkise mencengkram anak buah Byeongsoo itu yang bodoh itu : " Apa yang kamu pikir hah ? Apa hendak mengatakan kalau kami telah membunuh Lady Park ? "
Dangkise berkata kalau para penguasa provinsi tahu rahasia ini akan membawa masalah besar bagi El Temur. Dan El Temur tidak akan mengampuni Dangkise dkk . (El Temur memang tidak tahu tentang rencana pembunuhan Lady Park itu . Karena otak semua ini adalah Tanashiri) .
Byeongsoo berkomentar bahwa membiarkan Seungnyang di istana juga akan berbahaya bagi kepentingan mereka.  Dangkise lebih memilih untuk sementara ini mempercayai Jendral Bayan menjaga rahasia mereka yang telah terlibat dalam pembantaian Lady Park dkk.
***
Dokman sedari tadi tersenyum merayakan kemenangan Seungnyang. Mereka berdua saja di ruangan yang diperuntukkan untuk Seungnyang . Dokman mengucapkan selamat atas kemenangan ini. Seungnyang yang masih menganggap Dokman sebagai atasan , merasa  berterimakasih atas bantuan Dokman selama ini. Namun Dokman meminta agar Seungnyang menjaga bicaranya karena mulai saat ini Dokman kedudukannya dibawah Seungnyang yang merupakan selir kaisar.  Mata Seungnyang tampak berkaca2 karena terharu akan kesetiakawanan Dokman selama ini .
Dokman menjanjikan akan menempatkan gadis2 asal Goryeo  yang bisa dipercaya untuk mendampingi Seungnyang .  Hongdan dkk memasuki ruangan untuk melaporkan bahwa Tanashiri berada diluar.
Sementara itu diluar , Tanashiri berkata pada Dokman bahwa proses seleksi adalah blunder besar dalam hidupnya.  Tanashiri tampak masih belum bisa menerima kemenangan Seungnyang dengan sportif. Tanashiri dkk berlalu .
***

Para gubernus tidak senang dengan hasil ini , dimana putri2 mereka yang cantik tidak lolos dalam seleksi ini . Mereka merasa ditipu oleh Ibu Suri , padahal mereka merasa sudah berjasa untuk mendesak El Temur agar Ibu Suri dipulihkan pada posisinya kembali. Mereka merasa hasilnya sangat absurd .
Bayan tentu saja membela Ibu Suri , yang dianggap telah melakukan yang terbaik. Namun usaha Bayan sia2 , bahkan dianggap omong kosong.  Para gubernur berlalu meninggalkan Bayan yang gelisah. Tal Tal menerka bahwa El Temur akan mengambil kesempatan ini untuk meraih dukungan para gubernur.
***
Tanashiri sedang bersama ayahnya , PM El Temur . El Temur menyarankan putrinya untuk merekruit lebih banyak selir ke istana.  Tanashiri tidak mengerti siasat ayahnya , dan memprotes bahwa ayahnya tidak mengerti perasaan wanita , dan bagaimana perasaan Tanashiri saat menghadapi para kandidat2 itu sebelumnya.  Tanashiri menegaskan bahwa tidak akan ada lagi pemilihan ratu / selir.
El Temur menjelaskan bahwa hal ini bukan masalah kecemburuan kaum wanita , melainkan masalah ancaman politik , bahwa sekarang yang terpilih adalah "putri angkat" Bayan , yakni Seungnyang.  El Temur mengungkap rencananya untuk membuat Tahwan abdikasi (turun tahta) sebagai kaisar.  El Temur memandang sekitar karena takut tembok bertelinga . Dia mencondongkan kepala dan berbisik pada Tanashiri.
Tanashiri mengerti bahwa maksud ayahnya adalah mengambil kekuasaan istana.  El Temur menjelaskan lagi bahwa Pangeran Mahkota Maha akan mengambil alih posisi kaisar dan Tanashiri akan menjadi Ibu Suri. Sebagai langkah awal , El Temur menyebutkan kalau mereka harus mendapatkan dukungan dari para penguasa provinsi dan pada saat itu tiba , Tahwan tidak punya kekuatan apa2 lagi.  Tanashiri memandang Maha yang masih kecil dan berkata : "Memerintah dari balik layar ."
***
Guru Jang dkk memasuki ruang kandidat  untuk memberikan anugrah Ratu pada mereka.  Guru Jang memberikan anugrah kekaisaran kepada Seungnyang pertama kali . Disusul oleh empat kandidat lain .  Mulai saat ini mereka resmi sebagai selir kaisar.

Kabar tentang itu sampai ke telinga Bayan melalui Tal Tal .  Dan Bayan dengan mata berkaca2 , menggerutu kepada mendiang kaisar bahwa Bayan merasa tidak kompeten selama ini. Bayan bertekad akan menghapus kesedihan Yang Mulia dan meruntuhkan kekuasaan sang penghianat , El Temur , dan memenggal kepalanya.
***
Dirumah bordil , Bisoo sedang didampingi asisten wanitanya ,dan berniat untuk menemui Wang Yoo. Sementara itu Wang Yoo sedang bersama Jeombakyi dan Kasim Bang.
Kasim Bang berkata bahwa bagaimanapun Wang Yoo melihatnya , tetap saja janggal.  Kasim Bang menasehati Wang Yoo agar berhati2 saat menghadapi Bisoo.
Kemudian Bisoo masuk kedalam ruangan , dan memberikan hormat dengan anggun . Wang Yoo mengatakan tidak perlu , namun Bisoo tetap berlutut.  Bisoo lalu bergabung semeja dengan Wang Yoo dkk.

Bisoo mengungkap bahwa dia tidak menyangka bisa bertemu dengan Wang Yoo lagi.  Wang Yoo juga tidak mengira Bisoo bisa berada ditempat seperti ini , kenapa tidak di tempat asalnya , gurun nan jauh disana ?. Bisoo mengaku bahwa suku-nya telah hancur dan tercerai berai.  Bisoo bertanya apa tujuan Wang Yoo berada disini.
Wang Yoo berkilah bahwa dia berada di provinsi ini untuk menemui Bayan.  Wang Yoo mengungkap rencananya untuk membuka kelompok dagang , dan mendengar tempat ini menjadi tempat bertemunya para pedagang besar.  Wang Yoo merasa Bisoo bisa menolongnya.   Bisoo merasa berhutang budi dan tentu saja menyanggupi.
Setelah itu Bisoo keluar dari ruangan Wang Yoo , dan pandangannya berbeda dari sebelumnya . Dengan wajah dingin , Bisoo memerintahkan asisten prianya untuk mengawasi gerak gerik Wang Yoo dkk.
Sementara itu didalam Jeombakyi memuji penampilan Bisoo barusan , sebelum diumpat oleh Kasim Bang.  Wang Yoo sependapat dengan Kasim Bang bahwa Bisoo harus dicurigai , dan mereka harus meningkatkan kewaspadaan.  Wang Yoo berkata bahwa dia belum menerima kabar dari Moosong.
***

Di markas Heuksoo , Moosong sedang berlatih tarung dengan menghadapi tiga orang sekaligus.  Moosong yang merupakan pengawal utama istana Goryeo tentu saja dengan mudah mengalahkan mereka bertiga yang tersungkur ke tanah.
Moosong berkotbah bahwa untuk menjadi pasukan pengawal tidak bisa mengandalkan kemampuan bela diri yang biasa saja.  Tiba2 Heuksoo muncul dan bertepuk tangan atas penampilan Moosong barusan.
Heuksoo tampak terkesan , dan dengan kaki pincanngnya dia menghampiri Mosoong . Heuksoo bertanya darimana Moosong mendapatkan kemampuan bela diri seperti itu.  Moosong menjelaskan kalau dia mantan pengawal Istana. Heuksoo berkomentar pantas saja Moosong sehebat itu.
Heuksoo bertanya kenapa Moosong keluar dari posisinya sebagai pengawal istana.  Mosoong tampak tergagap dan ragu menjawab . Heuksoo menerka kalau Moosong telah menggoda dayang istana .
Heukso berlalu karena harus menyambut Bisoo (yang menutup wajahnya dengan caping).  Moosong diam2 mengawasi .  Heuksoo dan Bisoo masuk kedalam bangunan.  Moosong masuk kedalam membawa seekor anjing , dan mengambil kesempatan untuk menguping dari balik pintu . Moosong mendengar suara wanita misterius (Bisoo) bahwa uang palsu akan dikirim hari ini sejumlah 30 ribu.  Heuksoo berkata bahwa sejak kepemimpinan Bayan di provinsi itu , segala sesuatu menjadi lebih ketat.  Heuksoo berkata bahwa sedang menantikan kabar via merpati pos.
Tiba-tiba Heuksoo merasa ada seseorang yang menguping dari luar ruangan. Heuksoo berteriak siapa yang ada diluar.  Mereka keluar dan menjumpai tidak ada siapapun di luar ruangan.  Heuksoo segera meniupkan terompet kecil untuk memberi isyarat bahaya kepada anak buahnya.
Moosong dan pengawal lain segera tiba dan bertanya apa yang sedang terjadi.  Heuksoo mengatakan bahwa ada seseorang yang menguping dan meminta mereka untuk mengusut tentang hal ini. Namun Moosong menemukan anjing yang ada disekitar koridor ruangan (yang memang sudah direncanakan oleh Moosong sebelumnya. Brilian.) Moosong berkata bahwa anjing itu mungkin yang dimaksud Heuksoo.  Dan Heuksoo untuk sementara menerima penjelasan Moosong. Hanya Bisoo yang memandang dengan curiga. (Akhirnya Moosong dapat melihat wajah Bisoo dengan jelas. )

Diluar markas , Kasim Bang dan Jeombakyi , terpaksa harus menyamar sebagai pengemis hina dan orang buta untuk meminta belas kasihan orang sekitar.  Mereka berdua berjalan tertatih2 dengan akting yang meyakinkan , berpapasan dengan Heuksoo dkk yang sedang menunggangi kuda.  Heuksoo tidak merasa kasihan dengan pengemis hina seperti mereka dan berlalu. Hanya Moosong yang merasa kasihan (tentu saja) dan memberikan sedekah pada Kasim Bang dan Jeombakyi.  Moosong berlagak tidak mengenal dan melemparkan kantung uang pada mereka.
Heuksoo dkk berlalu . Kasim Bang dan Jeombakyi berhenti berakting . Mereka segera memeriksa pesan tersembunyi dalam kantung uang pemberian Moosong.  Mereka menyadari ada pengiriman uang palsu pada hari ini.
***
Malam harinya , Wang Yoo dkk siap menyergap .  Wang Yoo meminta panah berapi sebagai isyarat palsu dan menembakkan ke arah rombongan. Rombongan itu terkejut , namun pemimpinnya bersikap tenang.  Wang Yoo dkk memunculkan diri dihadapan mereka , dan pemimpin rombongan curiga karena kedatangan Wang Yoo terlalu awal dari jadwal semula.

Wang Yoo tetap tenang dan meminta uang palsu diserahkan . Kepala rombongan mempersilahkan . Jeombakyi memeriksa muatan dan menemukan uang palsu itu .  Pemimpin rombongan membanggakan betapa presisi hasil kerja mereka.  Wang Yoo memeriksa uang itu , memuji kerja keras mereka. Setelah itu Wang Yoo memberi isyarat pada Jeombakyi dkk untuk menghabisi mereka tanpa tersisa.
***
Di istana , Tanashiri sambil menggendong Maha ,  memerintahakan Dayang Seo untuk mengawasi Seungnyang dengan seksama. Tanashiri berencana untuk membuat para selir baru menderita saat menjalani pelatihan.
Sementara itu Seungnyang dkk berpapasan dengan Yeonhwa . Dan Yeonhwa memberi selamat atas terpilihnya Seungnyang (loh bukannya Yeohwa sudah sompral akan memotong jari kalau Seungnyang terpilih ?) . Semua memberi hormat pada Seungnyang , dan Seungnyang memasuki ruangan barunya yang indah , dan duduk di kursi yang megah .

Seungnyang meminta agar diberikan dayang asal Goryeo . Yeonhwa menjawab bahwa hal itu tidak mungkin. Seungnyang berkata kalau Dokman telah menjanjikan hal itu .  Yeonhwa menjelaskan bahwa dia sudah mendapat perintah dari Permaisuri.  Seungnyang kesal dan meminta semua keluar , namun Yeonhwa membangkang.  Seungnyang dengan tegas berkata : " Apa kalian tidak mendengar , aku meminta kalian semua keluar dari ruangan ini !!! "
Yeonhwa tetap tidak mau karena takut kepalanya akan dipenggal kalau menentang Permaisuri Tanashiri . Yeonhwa tersenyum merasa menang , dan berlalu.
Part 2 (of 3)


Ibu Suri menanyakan Tahwan mengenai rencana menghabiskan satu malam bersama selir.  Tahwan masih mempertahankan kepura2annya tidak bisa berbicara didepan Ibu Suri. Dan Ibu Suri tersenyum kalau kondisi Tahwan belum fit , bisa dilakukan lain hari.  Golta buru2 menjelaskan kalau Tahwan akan menjalankan kewajiban malam ini.
Ibu Suri tersenyum lagi dan mengusulkan Selih Oh bukan pilihan yang buruk .  Tahwan memberi isyarat pada Golta. Dan Golta menjelaskan lebih baik memilih selir pintar (Seungnyang) .  Tahwan memberikan isyarat setuju dengan girang seperti anak kecil yang akan bertemu wanita pujaannya. Ibu Suri tidak keberatan dan memerintahkan Golta untuk mempersiapkan . Golta memberi isyarat senyuman kepada Tahwan.
Berkaitan dengan rencana malam ini , semua selir mempersiapkan diri tampil secantik mungkin secara selir yang dipilih masih dirahasiakan , kecuali Seungnyang yang mondar mandir di ruangannya. Tibalah Dokman membawa serta Bulhwa yang kini telah menjadi kasim.  Seungnyang masih bersikap sopan kepada Dokman yang telah berjasa selama ini padanya.

(Bulhwa adalah wakil komandan setia yang mengabdi pada ayah Seungnyang, dan sekarang memilih untuk mengabdi pada Seungnyang sebagai kasim. Sejak terluka oleh Byeongsoo , Bulhwa terluka selangkangannya dan tidak bisa menjadi pria normal kembali. )
Seungnyang terperanjat melihat Bulhwa . Dan Bulhwa langsung berlutut dengan mata berkaca-kaca. Bulhwa memberikan salam hormat dengan formal antara kasim dan majikan.  Seungnyang terharu melihat ketulusan bekas anak buah mendiang ayahnya. Dokman pun bahkan berkaca2 matanya ikut terharu.
Dokman mengingatkan agar Seungnyang bersiap2 karena hari ini Tahwan memilih Seungnyang.  Jadilah Seungnyang dibawa dengan di selubungi penutup kain seluruh tubuhnya oleh Bulhwa. Seungnyang diantarkan ke kamar Kaisar Tahwan.

Kini mereka berdua saja. Tahwan masih belum merasa nyaman dan memberikan isyarat dengan bunyi lonceng agar semua abdi terdekat menjauh dari kamar.
***

Di kamar suasana terlihat kikuk. Tahwan memuji kecantikan Seungnyang. Namun Seungnyang tidak tersentuh oleh pujian itu , dan malah mengecam Tahwan yang masih lemah seperti dulu.  Tahwan memprotes kenapa Seungnyang berbicara seperti itu lagi.
Seungnyang mengaku datang kesini sengaja untuk membicarakan masalah ini. "Anda tahu kenapa aku kembali ke istana ini lagi ? Seseorang kalau hidup tanpa tujuan adalah benar2 seorang yang tidak tahu malu.  Dan anda Yang Mulia , ketidakmampuanmu malah menjadi alasan untuk hidup ! "
"PM El Temur sesungguhnya sedang merencanakan untuk menurunkan aku dari tahta. Tahukah kamu kenapa dia mengijinkan pemilihan selir ? Itu karena dia ingin mengontrol para gubernur provinsi saat putri2 mereka berada di istana sebagai selir .  Karena dia akan menumpahkan darah kembali , aku mencegahnya dengan caraku sendiri.  Itulah kenapa aku berpura2 bersikap lemah seperti ini dan merahasiakan kepulihanku , bahkan bersikap seperti orang tolol yang tidak bisa berbicara. Aku tidak ingin ada darah tertumpah di istana ini . "
Seunngyang terkejut mendengar hal ini , dan melihat Tahwan matanya berkaca2 hampir menangis. Seungnyang kemudian menyodorkan Surat Darah pada Tahwan. Dan Tahan langsung mengenalinya sebagai surat dari mendiang ayahnya karena ada tanda kupu2 dalam surat itu.  Tahwan terkejut karena inilah surat yang selama ini dia cari. Tahwan menangis mengenang ayahnya.  Seungnyang memandang dengan prihatin.
Tahwan bertanya apa sebenarnya isi surat itu ?  Seungnyang meminta Tahwan untuk membacanya sendiri secara itu adalah tulisan arlmarhum ayah Tahwan sendiri dengan darah.  Seungnyang mendesak Tahwan untuk bangkit , belajar membaca dan lebih mengenal dunia , sehingga orang2 menjadi segan dan datang ke sisi Tahwan. Dan jika itu terjadi Tahwan bisa mendepak El Temur dari kekuasaan.
***
Si jahat Tanashiri tentu saja gusar mendengar Tahwan memilih Seungnyang untuk bermalam bersama padahal baru saja sehari Seungnyang memasuki kehidupan istana.  Dayang Seo juga ikut gusar untuk Tanashiri.
Tanashiri memerintahkan Yeonhwa untuk melakukan sesuatu yang akan membuat Seungnyang akan malu untuk bertemu orang lagi.
***
Kasim Bulhwa membawa para dayang memasuki ruangan . Dayang itu membawakan baskom air agar Seungnyang bisa membasuh. Seungnyang memeriksa air itu dan menyukai keharumannya , namun  teringat perkataan Tal Tal .

Ketika itu Tal Tal menjelaskan mengenai trik2 yang kerap digunakan wanita istana.  Tal Tal menunjukkan bahan2 yang bisa merusak anggota tubuh , satu persatu. Seungnyang bahkan dilatih untuk mengenali aroma yang khas dari bahan bahan alami yang berbahaya itu.
Seungnyang mememeriksa air itu dan menyimpulkan terkandung salah satu bahan yang pernah dikatakan Tal Tal.  Menyadari hal itu , Seungnyang memerintahkan para dayang untuk mendekat , dan setelah itu Seungnyang melempar mereka dengan air itu. Ajaibnya para dayang seperti sudah tahu air itu berbahaya dan ketakutan sendiri terkena air yang mereka persiapkan. Bulhwa pun ikut memeriksa air itu dan sadar apa yang terjadi.

Alhasil misi pertama Tanashiri gagal.  Dayang2 itu kembali dengan wajah rusak seperti berjerawat , kehadapan Yeonhwa.

***

Berikutnya para dayang menyiapkan makanan untuk Seungnyang. Saat itu terlihat para dayang seperti menertawakan Seungnyang diam2 .  Seungnyang mencicipi sedikit nasi , dan merasakan ada kejanggalan. Seungnyang memeriksa nasi itu kembali dan sadar sedang dikerjai.
Seungnyang dengan halus memaksa para dayang untuk mencicipi masakan itu , bahwa Seungnyang merasa para dayang itu kelaparan. Seungnyang akhirnya mengancam , dan dayang itu mencicipinya. Bulhwa tersenyum menyaksikan hal itu.
***
Yeonhwa melaporkan kegagalan pada Tanashiri.  Dayang Seo menyimpulkan kalau Seungnyang tidak bisa dihadapi oleh dayang biasa.

Tanashiri terbersit ide baru , dia memerintahkan Yeonhwa mendekat , dan Tanashiri berbisik pada Yeonhwa.
***
Para dayang membantu merias Seungnyang yang akan menghadap Permaisuri , dan kali ini ornamen2 yang dikenakan tampak aneh dan tidak proporsional , bahkan mahkotanya pun kebesaran.  Para dayang diam2 tersenyum licik satu sama lain dibelakang Seungnyang.



Seungnyang melangkah menuju tempat Permaisuri.  Bulhwa menyadari kalau para dayang sedang menertawakan  Seunngyang dibelakang . Bulhwa balas mengerjai mereka sehingga Seungnyang tersenyum.
Seungnyang masuk kedalam ruangan dan disana ada selir2 lain yang melecehkan Seungnyang seperti biasanya sejak proses seleksi sebelumnya.  Terlihat para selir itu wajahnya berhasil di rusak oleh rencana busuk Tanashiri , dan hanya Seungnyang yang wajahnya masih mulus.  Seungnyang tersenyum sinis melihat hal itu.


Lady Oh (yang saat proses seleksi sebelumnya bersikap baik ) berkata kalau para selir tidak mengenakan ornamen seperti Seungnyang  . Namun Tanashiri sudah keburu datang.  Tanashiri masuk ruangan dengan wajah arogan seperti biasanya. Dia tersenyum melihat para selir , namun wajahnya berubah saat melihat Seungnyang.  Tanashiri langsung mendamprat Seungnyang yang dikatakan kurang ajar ,  dan memerintahkan agar pakaian Seungnyang dilucuti.  Dokman ikut prihatin melihat ketegangan itu.
Seungnyang dengan wajah menantang , memprotes kalau para selir belum tahu tentang hal itu. Tanashiri menghardik agar Seungnyang diam.  Tanashiri tetap menuding Seungnyang telah kurang ajar dan menghina mendiang ibunya Tanashiri.  Tanashiri meminta pecut untuk menghajar Seungnyang.

Seungnyang dipaksa berlutut untuk menerima hukuman.  Tanashiri terus mengomel dan mempersiapkan pecutnya dan mulai memukuli Seungnyang. Bulhwa hanya bisa pasrah melihat majikannya di pukuli. Ketika Bulhwa hendak ikut campur , Dokman buru2 mencegah agar Bulhwa tidak ikut campur.
Insiden itu segera tiba ke telinga Tahwan melalui pengawal andalannya.  Tahwan bertanya dimana gerangan itu terjadi dan segera hendak menuju TKP , namun Golta mencegahnya karena Tahwan masih dalam mode pura2 tidak bisa berbicara , dan akan terbongkar kedoknya nanti.  Tahwan pasrah dan menahan emosi.
Kembali ke Tanashiri yang terus mencambuki Seungnyang. Namun Seungnyang hanya meringis sedikit dan tidak menunjukkan wajah takut.  Dayang Seo dan Yeonhwa sibuk bergunjing mengenai Seungnyang yang belum menyerah.  Lucunya , Tanashiri sendiri akhinya kelelahan dan melempar cambuknya.
Tanashiri menggunakan momen itu sekaligus sebagai contoh bagi para selir lain , beginilah nasib Seungnyang kalau berani menentang Tanashiri.  Semua selir ketakutan. Begitu Tanashiri memerintahkan agar mereka keluar , para selir pergi terbirit2 ketakutan.
PART 3 (of 3)

Setelah para selir berlalu , Tanashiri tersenyum licik dan berkata pada Seunngyang , bahwa beginilah kehidupan istana.  Seungnyang bukannya takut malah memandang dengan tajam dan "berterimakasih" atas pelajaran berharga ini. Tanashiri berkata kalau dia akan terus mengawasi Seungnyang.  Tanashiri berlalu , dan Dokman - Bulhwa - Hongdan tergopoh2 menghampiri Seungnyang .

Seungnyang memerintahkan Hongdan untuk mengambilkan pakaiannya.  Seungnyang memaksa berdiri tanpa menangis sedikitpun. Yang tersisa adalah pandangan mata yang membara oleh kebencian. Seungnyang memaksakan jalan keluar dengan terpincang2 , berpapasan dengan Tal Tal yang sudah menunggunya karena ada urusan , bahwa Bayan ingin menemui Seungnyang.
***
Bayan bertanya apakah Seungnyang mengeluarkan air mata didepan Tanashiri ?  Seungnyang berkata bahwa dia tidak menangis sedikitpun.  Seungnyang mengaku bahwa dia dapat menerima siksaan tetapi tidak tahan diperlakukan tidak adil.
Bayan mengingatkan bahwa walaupun diperlakukan tidak adil , Seungnyang masih memiliki harga diri . Dan Bayan masih percaya pada kemampuan Seungnyang sebagai harapannya terakhir dan juga harga diri Bayan sendiri.  Mata Tal Tal juga tampak sedikit berkaca2 melihat penderitaan Seungnyang. Bayan berlalu disusul Tal Tal yang memberi hormat dahulu sebelum menyusul Bayan.
***
Tahwan menjenguk Seungnyang dan terlihat khawatir atas penderitaan Seungnyang.  Tahwan bertanya apakah Seungnyang baik-baik saja ?  Seungnyang bangkit untuk duduk diranjang dan berkata bahwa dia baik2 saja.

Tahwan duduk didepan Seungnyang dan berkata kalau dia awalnya merasa senang melihat Seunngyang kembali ke istana , namun yang paling dicemaskan adalah hari ini dimana Seungnyang dipermalukan. Tahwan menyesal bahwa dia tidak punya kekuatan untuk melindungi Seungnyang , dan tidak bisa berbuat apapun selain berpura2 menjadi kaisar boneka yang bodoh.
Seungnyang meminta Tahwan untuk ke ruang upacara besok hari , untuk memperlihatkan seberapa besar Tahwan bisa membantu Seungnyang.
***
Para dayang bergunjing dengan senang membahas betapa mereka menyaksikan sendiri Seungnyang disiksa oleh Tanashiri.  Bulhwa mendengarkan gunjingan mereka dan memberitahu bahwa Seungnyang memanggil mereka.
Para dayang menghadap Seungnyang di ruangannya.  Seungnyang berkata bahwa dia telah tahu kalau mereka menerima perintah untuk mempermalukannya didepan Permaisuri .  Para dayang berlagak bodoh dan tidak tahu apa maksud perkataan Seungnyang.
Seungnyang terpaksa mengeluarkan cambuk (alat yang juga digunakan Tanashiri) untuk mengancam para dayang mengatakan yang sebenarnya.  Seungnyang tidak punya pilihan lain selain mulai mencambuk mereka. Salah satu mereka hendak kabur tetapi Seungnyang adalah mantan pendekar yang dengan mudah menangkap kaki dayang itu dengan cambuk.
Salah satu dayang bangkit dan dengan sikap nyolot berkata kalau ada Permaisuri yang akan melindungi mereka. Seunngyang tanpa belas kasihan mencambuk dayang kurang ajar hingga terjatuh. Akhirnya mereka benar2 takut mati dan meminta pengampunan Seungnyang.
Seungnyang berkata sekarang sudah terlambat untuk meminta pengampunan.  Seungnyang bersiap untuk mencambuk lagi , dan salah satu dayang buka mulut dan mengaku bahwa Yeonhwa yang memberikan perintah.
Seungnyang terperanjat dan bergumam Yeonhwa. Dayang itu membenarkan , dan mengatakan kalau mereka tidak punya pilihan lain selain mematuhi Yeonhwa.  Seungnyang memberikan dua pilihan , mati ditempat ini atau mengatakan yang sebenarnya didepan ratu. Para dayang memilih untuk cari selamat dan berkata akan mengatakan yang sebenarnya didepan ratu.
Seungnyang mengingatkan mereka agar jangan terlalu mengandalkan Tanashiri untuk melakukan kejahatan , karena dibelakang Seungnyang ada kaisar yang mendukung Seungnyang.
***
Hongdan sedang memijat Yeonhwa , dan Yeonhwa terus melecehkannya sebagai atasan.  Namun Bulhwa muncul bersama Seungnyang. Bulhwa menyeret paksa Yeonhwa dan Seungnyang langsung menamparnya. Hongdan sendiri ikut terkejut melihat keganasan majikannya ini.

Yeonhwa terkejut dan sadar saat melihat para dayang juga ada disekitar itu dengan wajah ketakutan.  Seungnyang mengancam akan membongkar kedok Yeonhwa pada semua orang.
***
Tahwan tiba2 bergabung pada saat Tanashiri mengadakan acara pagi bersama para selir . Tanashiri heran dan bertanya kenapa Tahwan datang awal sekali ke ruang upacara. Golta tidak bisa menjelaskan karena Tahwan pura2 tidak bisa berbicara dan tiba2 datang ke tempat ini.

Seungnyang menghadap Tahwan dan Tanashiri . Tanashiri hendak memaki kasar pada Seungnyang namun teringat ada Tahwan disana dan mengurungkan makiannya.  Tanashiri menegur Seungnyang dkk telah datang terlambat , memuji kalau nyali Seunngyang sungguh besar.
Seungnyang dengan tenang berkata bahwa dia telah melakukan kesalahan tempo hari pada Tanashiri.  Dan Tanashiri heran dan bertanya kenapa Seungnyang tiba2 mengungkitnya.  Seungnyang berkata bahwa yang menyebabkan kesalahpahaman ini adalah Yeonhwa.  Pada saat itu juga Bulhwa mendorong Yeonhwa untuk maju kedepan.
Yeonhwa berusaha menyangkal .  Seungnyang memerintahkan para dayang untuk mengatakan yang sebenarnya , siapa yang telah memerintahkan mereka untuk memberikan ornamen untuk Seungnyang sehingga Tanashiri menjadi marah tempo hari.
Sang dayang akhirnya buka suara dan menunjuk Yeonhwa pelakunya. (Tidak mungkin menuding permaisuri langsung) . Tanashiri berkilah (demi melindungi Yeonhwa) bahwa dia sendiri sudah melupakan hal ini , dan kenapa masalah ini diungkit kembali.
Seungnyang menyebut bahwa ulah Yeonhwa itu merusak hubungan baik antara Permaisuri dengan para selir , dan Yeonhwa harus dipukul sebanyak 20 kali sesuai hukum istana.  Seungnyang berkata kalau Yeonhwa tidak dihukum maka wibawa Tanashiri akan jatuh . Tanashiri tidak ada pilihan lain dan harus menjaga sikap (jaga image) didepan Tahwan . Tanashiri setuju agar Yeonhwa dihukum . Yeonhwa terperangah karenanya.   Tahwan tersenyum melihat kelihaian Seungnyang.

***
Yeonhwa dihukum pukul diluar.  Uniknya Byeongsoo yang terkenal licik dan berwatak rendah tidak tega , ikut meringis melihat penderitaan Yeonhwa . LOL.  Sibodoh Jocham dengan polos bertanya apakah Byeongsoo menyukai Yeonhwa ?  Byeongsoo jadi salah tingkah dan menegur Jocham agar jangan berkata sembarangan.


Tahwan dan Seungnyang sempat menyaksikan Yeonhwa dihukum . Kemudian mereka berlalu seperti pemenang.  Saat berjalan , Seungnyang berkata kalau ada Tahwan disampingnya , itu saja sudah dukungan terbaik yang bisa diberikan Tahwan kepada Seungnyang.  Tahwan tersenyum .
***
Moosong diam2 menyelinap diruangan Heuksoo untuk menemukan catatan transaksi ilegal. Setelah menemukan , Mooosong diam2 memberikan pada Kasim Bang dan Jeombakyi.
Wang Yoo sendiri sedang berduaan dengan Bisoo. Bisoo bertanya kenapa Wang Yoo terlihat sedih.  Wang Yoo berkata kalau setiap orang punya masa seperti ini , dimana sangat merindukan seseorang .  Bisoo bertanya siapa gerangan orang itu ?  Wang Yoo menolak untuk menjelaskan lebih jauh.
Kasim Bang tiba dan membisikkan sesuatu pada Wang Yoo. Lantas Wang Yoo mengakhiri acara dengan Bisoo , dan berterimakasih karena Bisoo meluangkan waktu untuk menemaninya.  Bisoo berlalu , dan Jeombakyi - Moosong memasuki ruangan Wang Yoo.
Padahal Bisoo masih ada untuk mengintai dan menyadari kalau Moosong adalah penyusup di markas Heuksoo.  Dan menerka kalau Wang Yoo dkk yang telah mencegat rombongan pengirim uang sebelumnya.
Wang Yoo memeriksa dokumen tersebut , berisi transaksi peredaran uang ilegal.
***
Sementara itu Bisoo merenung diruangannya sendiri dengan mata berkaca2  , memikirkan pilihan sulit antara mengadukan hal ini pada Heuksoo , dan nyawa Wang Yoo akan terancam.
Malam itu juga Bisoo menemui Heuksoo.  Bisoo sempat melempar pandangan sinis pada Moosong yang berjaga didepan.  Bisoo berlalu dan masuk kedalam.  Ternyata Heuksoo sudah tahu tentang hal ini , dan memang sengaja membiarkan pintu masuk terbuka untuk menangkap "seekor tikus" , dan seperti yang diduga , "tikus" itu menangkap umpan itu. Dan tikus itu adalah Choeji (Moosong).

Heuksoo menyebut bahwa Moosong telah mencuri dokumen yang telah dipalsukan. Bisoo tampak cemas dan bertanya apa rencana Heuksoo. Dan Heuksoo menjawab kalau dia akan menghabisi mereka.
***
Bisoo kembali dengan galau , khawatir akan keselamatan Wang Yoo.  Pada saat itu Bisoo berpapasan dengan Wang Yoo yang baru keluar dari ruangan. Wang Yoo bertanya kenapa Bisoo keluar larut malam begini , atau ada sesuatu yang ingin dikatakan ?

***
Keesokan harinya . Tanashiri dkk berjalan melintasi istana.  Dayang Seo melaporkan bahwa para dayang telah kabur sejak insiden Yeonhwa dihukum.  Tanashiri kesal dan mengomel kalau Seungnyang berani melancarkan perang dingin . Tanashiri bergumam , siapa yang akan tertawa terakhir ?
Kali ini Tanashiri memaksa para selir untuk minum sesuatu.  Para selir menerima minuman itu kecuali Seungnyang.  Wajah Tanashiri berubah dan menghampiri Seungnyang  . Tanashiri bertanya apakah Seungnyang curiga padanya ?
Tanashiri memaksa Seungnyang untuk minum. Tetapi Seungnyang malah memandang tajam tanpa kenal takut.

0 comments:

Post a Comment