Monday, January 27, 2014

Sinopsis : Empress Ki - Episode 25

Standard

Dalam episode sebelumnya .  Seungnyang sempat menjadi budak yang akan dijual Heuksoo , sebelum diselamatkan oleh Jendral Bayan. Seungnyang mendengar kabar bahwa Raja Wang Yoo akan menikah dengan sepupunya Dangkise , dan hatinya menjadi hancur , lalu memutuskan untuk membalas dendam dengan caranya sendiri.


Seungnyag memutuskan untuk mengikuti kandidat pemilihan ratu yang baru , dengan status sebagai anak angkat Jendral Bayan. Seungnyang melalui berbagai pelatihan sulit untuk menjadi wanita bangsawan. Tal Tal terus menentang rencana ini tetapi tetap mendampingi Seungnyang berangkat ke istana.

Sinopsis

(Empress Ki - Episode 25)
Kepala Kasim Dokman menegur Seungnyang dengan keras kenapa sudah sulit keluar dari istana sebelumnya dan sekarang malah kembali lagi.  Dokman mendesak Seungnyang untuk mengurungkan niatnya dan membatalkan keikutsertaan dalam seleksi ini.
Sementara itu Tahwan memerintahkan Golta untuk mencari informasi tentang Seungnyang.  Golta terkejut mengetahui Tahwan sudah bisa berbicara (sembuh dari sindrom Aphasia) . Tahwan bergegas memberi isyarat agar Golta menjaga rahasia Tahwan sudah bisa berbicara.
Tanashiri dkk mengantisipasi pemilihan selir / ratu ini . Tujuan Tanashiri adalah jelas , dia tidak ingin seorangpun terpilih agar bisa terus menjadi wanita yang dominan di istana , kalau perlu meracuni para kandidat jika mereka bersikukuh hendak melanjutkan.

Rekap

Wang Yoo belum tahu kalau Seungnyang masih hidup , dan memutuskan untuk menghormati kematian Seungnyang . Terlihat mereka menghadap meja sembahyang , dupa (hio ala Tionghoa) , dan sebuah papan nama . Duka Wang Yoo yang berkepanjangan terlihat dari jenggot yang mulai tumbuh .

Kasim Bang mulai membahas tentang kasus peredaran uang palsu . Dan Wang Yoo memutuskan untuk mengunjungi Jendral Bayan di daerahnya , dengan catatan Dangkise harus kembali ke Yuan segera agar Wang Yoo dkk lebih leluasa.
Dangkise dan Tapjahae pamit pada Wang Yoo. Kini saatnya Wang Yoo mulai bergerak.
***
Ibu Suri melihat ekspresi Tahwan yang lesu dan bertanya apakah Tahwan baik2 saja ? Tahwan masih terdiam karena terkena sindrom aphasia yang tidak bisa berbicara untuk sementara waktu.  Ibu Suri menenangkan bahwa Tahwan sudah berkerja keras dan harap bersabar , dan mengingatkan bahwa pemilihan selir juga sangat penting dalam jangka panjang.  Ibu Suri meminta Tahwan nanti memberikan tanda berupa bunga bagi kandidat yang berkenan dan kantung uang untuk yang kurang berkenan.
Dokman muncul bersama para kandidat. Mereka masuk berbaris termasuk Seungnyang yang berbaris paling belakang.  Perasaan Tahwan bercampur aduk antara mengira Nyang sudah mati , dan tak percaya melihatnya masih hidup . Tahwan mencoba untuk menyebut nama Seungnyang . Dan Tahwan berhasil mengatakan “A Nyang!” . Golta , Dokman dan Ibu Suri terkejut melihat Tahwan sudah bisa berbicara lagi. Seungnyang bersikap biasa dan berbaris sebagaimana kandidat lain.


Ibu Suri mendorong agar Tahwan bisa berbicara lagi. Namun Tahwan kembali bisu , dan Ibu Suri menenangkan : " Tak masalah , Yang Mulia Kaisar , jangan terlalu memaksakan kekuatan."
Tiba2 Permaisuri Tanashiri muncul di ruangan dan memasang wajah congkak . Tanashiri memberi hormat kearah tahta dimana Tahwan dan Ibu Suri berada. Ibu Suri bertanya untuk apa Tanashiri datang kesini ?  Tanashiri menjelaskan bahwa seorang permaisuri seperti dia juga berhak untuk menjadi juri dalam seleksi selir.

Ibu Suri dengan tenang mengatakan bahwa pemilihan ini bukan wewenang Tanashiri . Dan Tanashiri menggunakan pengaruh El Temur .  Ibu Suri tidak ada pilihan lain.
Lantas Ibu Suri mengumumkan bahwa para kandidat harus melalui ujian yang ketat , sebagai kompetisi untuk pemilihan ratu , dan metode ujian akan diputuskan nanti.  Atas perintah Ibu Suri , Dokman membawa para kandidat keluar. Seungnyang sempat saling berpandangan dengan Tahwan , lalu berlalu bersama para kandidat lain.
***
Kepala Kasim Dokman membawa para kandidat lain menelusuri koridor istana. Dokman terlihat gelisah dan terus menatap Seungnyang.
Setelah itu Dokman dengan kasar membawa Seungnyang kesebuah ruangan sepi . Dokman menegur Seungnyang dengan keras kenapa sudah sulit keluar dari istana sebelumnya dan sekarang malah kembali lagi.  Apa yang dipikirkan Seungnyang ?

Dokman mendesak Seungnyang untuk mengurungkan niatnya dan membatalkan keikutsertaan dalam seleksi ini. Seungnyang menyodorkan surat2 titipan dayang yang tewas dibantai sebagai pembenaran bagi tindakannya. Seungnyang mengaku kalau dia juga takut , tetapi karena membaca surat2 itu , Seungnyang merasa tersentuh dan harus membalas dendam bagi orang2 yang telah melindunginya selama ini.
Seungnyang berargumen bahwa selama upeti wanita masih berlangsung , persekusi akan terus berlanjut.  Karena itu Seungnyang merasa harus ada seorang Goryeo di istana Yuan , agar bisa merubah keadaan.  Seungnyang tidak memohon bantuan Dokman , namun berharap Dokman dapat mengerti pemikiran Seungnyang.
Dokman tersentuh dan menerima surat itu dan membacanya di ruangannya . Dokman tidak tahan dan ikut sedih dan matanya sampai berkaca2  saat membaca surat itu.

***
Tahwan memerintahkan Golta untuk mencari informasi tentang Seungnyang.  Golta terkejut dan senang mengetahui Tahwan sudah bisa berbicara (sembuh dari sindrom Aphasia) . Tahwan bergegas memberi isyarat agar Golta menjaga rahasia Tahwan sudah bisa berbicara.
Tahwan memerintahkan Golta untuk membawa Seunngyang menghadap Tahwan.  Golta mematuhi.
Tak lama kemudian Golta membawa Seungnyang  , dan sempat mengingatkan bahwa pembicaraan nanti bersama Tahwan bersifat rahasia.
Seungnyang masuk kedalam , dan Tahwan melepas kerinduan sekian lama terhadap Seungnyang. Diruangan mereka hanya berdua. Tahwan tidak bisa membiarkan Seungnyang berkata2 dan terus memeluknya. Tahwan berkata bahwa dia begitu menderita selama ini karena mengira Seungnyang telah mati.  Tahwan berkata bahwa dia seperti hidup namun mati , tidur tapi tak bisa tidur , dan makan tidak merasakan makan.
Seungnyang meminta Tahwan untuk melepaskan pelukannya. Tahwan tidak melepaskan semudah itu , dan berkata tidak akan membiarkan Seungnyang pergi lagi.

Merasa Tahwan tidak melepaskan pelukannya , Seungnyang mengatakan bahwa dia kembali ke istana bukan sekedar untuk pelukan Tahwan semata.  Tahwan akhirnya melepaskan pelukan , dan bertanya kenapa Seungnyang berpartisipasi dalam kompetisi ini ?
Seungnyang menjelaskan kalau dia ingin menjatuhkan kekuasaan Keluarga El Temur.  Tahwan sempat kecewa mendengar Seungnyang akan "memperalatnya" untuk membalas dendam.  Seungnyang berkata bahwa dendam Tahwan juga sama dengan dendamnya Seungnyang (Tujuan politik digerakkan oleh kepentingan yang sama).
Tahwan tidak ingin membahas masalah ini bersama Seungnyang.  Dan Golta masuk untuk mengatakan Seungnyang harus kembali .  Walau demikian Tahwan sempat mengatakan akan membantu Seungnyang dalam proses seleksi ini. Tahwan memandang dengan sedih kepergian Seungnyang.
***
Wang Yoo dkk telah sampai di Yoyang.  Mereka melihat para budak , pria dan wanita di giring dengan terikat .  Moosong berada disekitar untuk mengawasi  , dan melaporkan perkembangan kepada Wang Yoo dan Kasim Bang.
Tak lama Jeombakyi melaporkan bahwa lokasi yang mereka cari sudah ditemukan.  Wang Yoo mendengar kabar itu segera menuju ke rumah bordil.
Sementara itu Bisoo sedang berganti pakaian dan memantas didepan cermin dan tampil lebih anggun dari biasanya. Tiba2 seseorang masuk dan mengatakan pada Bisoo bahwa pihaknya membutuhkan uang , atau mengancam akan mengadukan sesuatu pada Heuksoo.
Bisoo keluar ruangan , dimana ada para tamu , termasuk Wang Yoo yang sedang duduk bersama Kasim Bang.  Bisoo melintas , melalui meja Wang Yoo , dan menarik perhatian Wang Yoo dan Kasim Bang.  Tak lama Moosong  dan Jeombakyi mengabarkan sesuatu , bahwa target mereka sedang bergerak.
***
Ditengah kegelapan malam dan hamparan salju , pria yang tadi mencoba memeras Bisoo , kini sedang berjalan membawa sesuatu melintasi kegelapan malam.  Wang Yoo dkk mencegat mereka.

Kasim Bang memulai berkomunikasi bahwa pihaknya sedang haus , sebagai dalih untuk memeriksa botol arak . Pria itu menghentikannya , dan mempersilahkan pergi ke restoran jika ingin minum.
Pria itu merasa tersudut dan memerintahkan anak buahnya untuk menyerang , namun mereka bukan tandingan bagi Wang Yoo dkk.  Tinggal sang pemimpin yang berada dibawah ancaman pedang Wang Yoo.
Wang Yoo bertanya apakah nama pria itu adalah Hong Ji. Pria yang tidak tahu diri itu malah terkekeh dan mengancam agar Wang Yoo jangan menyentuhnya jika ingin hidup.  Wang Yoo dengan dingin bertanya lagi apa betul nama pria itu adalah Hong Ji ?
Pria itu akhirnya mengaku namanya memang itu , dan bertanya memangnya ada yang salah ?  Wang Yoo bertanya uang palsu itu di produksi dimana ?
Kasim Bang tidak tahan melihat Hongji tidak sopan terhadap Wang Yoo , dan menggeplak kepala Hong Ji .   Wang Yoo pun kehilangan kesabaran dan menghabisi Hongji.  Anak buah Wang Yoo terkejut melihat Wang Yoo lebih beringas daripada biasanya.
Wang Yoo memerintahkan mereka untuk memeriksa muatan , dan benar saja ada uang palsu .   Jeombakyi penasaran dan bertanya kenapa Wang Yoo menghabisi Hongji . Wang Yoo memerintahkan agar mayat2 ini dikirim ke tempat Heuksoo.
***

Tanashiri dan Ibu Suri berbincang mengenai proses seleksi sambil minum teh bersama.  Tanashiri tentu saja ingin memaksakan caranya dalam proses seleksi ini.
Diluar dugaan Ibu Suri tersenyum dan tidak menentang Tanashiri.  Tanashiri heran melihat Ibu Suri demikian berubah banyak , dan lebih lembut daripada biasanya.
Ibu Suri mengatakan bahwa selama dia menjalani pembuangan di biara , banyak belajar sesuatu.  Tanashiri tersenyum dan mengungkap keraguannya. Ibu Suri tersenyum dan mengatakan bahwa dia tulus dan Tanashiri jangan salah paham kepadanya.
PART II

Tanashiri dengan wajah dingin berkata agar Kampus Kekaisaran dilibatkan dalam proses seleksi putaran ketiga.  Ibu Suri tersenyum dan pamit untuk berlalu.  Tanashiri dengan wajah sungkan meminta anak buahnya untuk mengantarkan Ibu Suri keluar.
Ibu Suri berlalu dan Tanashiri berbincang dengan Dayang Seo.  Tanashiri bertekad untuk tidak membiarkan seorang kandidatpun lolos dalam seleksi dengan memberikan ujian yang sulit.
***





Mulailah beberapa pelukis istana melukis wajah setiap kandidat. (huehuehue seperti bikin KTP jaman dulu saja.)
Permaisuri dan Ibu Suri ikut mengawasi proses ini . Mereka sempat bertatapan dan saling tersenyum (senyum palsu tentunya karena jelas2 mereka berdua saling membenci.)  Hasil lukisan itu dibawa ke ahli pembaca wajah.
Seorang ahli baca wajah terkejut saat melihat lukisan Seungnyang dari kaca pembesar.
***
Tanashiri tersenyum puas dan berkata bahwa Dayang Seo seharusnya melihat wajah Ibu Suri (Tanashiri merasa menang kali ini) . Dayang Seo berkata bahwa dia telah melihatnya.  Tanashiri berkata bahwa Ibu Suri pasti telah berkerja sama dengan para penguasa provinsi dibelakang layar , dan Tanashiri berkomentar bahwa untuk urusan dalang intelektual , tidak ada yang bisa sepadan dengan Ibu Suri.
Tanashiri puas karena yakin kalau Seungnyang dianggap sebagai wanita terburuk.  (Biasanya wanita selicik Tanashiri sulit untuk mengakui kecantikan rivalnya).  Tak lupa Seungnyang memberikan perhatian kepada Pangeran Mahkota Maha yang masih cilik.
Sementara itu Tahwan  khawatir Seungnyang akan tersingkir.  Golta menenangkan Tahwan. Tak lama pengawal andalan Tahwan melaporkan bahwa hasil test akan diumumkan.  Tahwan terlihat tegang.
***

Hasil tes di umumkan , disaksikan oleh para kandidat , juga Permaisuri dan Ibu Suri.  Dokman membacakan hasil test bahwa yang lulus ronde pertama adalah kandidat dari Provinsi Yunnan (berbatasan dengan Thailand , Burma dan Indochina )  . Tanashiri terlihat cemas , namun Dayang Seo menenangkan.
Kontestan kedua dari Provinsi Hebei (Tiongkok utara ) , ketiga dari Provinsi Sichuan (Tiongkok Selatan , yang merupakan lumbung makanan bagi Tiongkok). Demikian berturut2 kontestan di umumkan , dan ternyata Seungnyang pun dinyatakan lolos.  Hanya Tanashiri yang tidak senang dengan hasil ini .
Seungnyang sudah menduga hasil ini , karena sudah pernah mendiskusikannya dengan Tal Tal . Semua kandidat yang lolos punya satu kesamaan , yakni memakai hiasan rambut di kepalanya.
Ibu Suri bersama Golta memberikan kabar baik ini kepada Tahwan.  Tahwan memberi isyarat tubuh pada Golta , dan Golta paham (Tahwan belum ingin menunjukkan bisa berbicara) . Golta melaporkan bahwa kandidat dari Jendral Bayan , yakni Seungnyang lolos seleksi putaran pertama.
Ibu Suri ikut senang Seungnyang terpilih , karena sudah tahu kalau Seungnyang yang menyelamatkan nyawa Tahwan saat terancam kematian di Goryeo.  Ibu Suri mengingatkan kalau proses seleksi putaran berikutnya masih ada dan sukar untuk dilalui.  Terlebih proses seleksi ini juga menentukan kubu mereka untuk mengkonsolidasikan kekuatan .
Tahwan pun tampaknya belum mau untuk mengungkap kepulihannya kepada Ibu Suri. Tahwan masih waspada tingkat tinggi .

Tahwan  teringat saat dia lumpuh tak berdaya , dan El Temur bersama Dangkise menerima kabar dari tabib istana bahwa Tahwan tidak bisa berbicara untuk sementara. El Temur berbisik pada Dangkise bahwa isu kesehatan Tahwan bisa dijadikan dalih untuk memaksa Tahwan untuk abdikasi diri , pada saat Pangeran Mahkota berusia satu tahun .  (El Temur tentunya berambisi untuk menjadi wali bagi "cucunya" saat menjadi kaisar) 
Golta bertanya kenapa Tahwan merahasiakan kesembuhannya dari Ibu Suri ?  Tahwan berjanji akan memberitahu alasannya nanti kepada Golta.
***
Ibu Suri dkk berpapasan dengan Tanashiri dkk di luar halaman istana.  Ibu Suri bertanya apa materi ujian putaran kedua yang disiapkan Tanashiri. Dan Tanashiri menenangkan bahwa dia akan menyiapkannya.  Ibu Suri yang kali ini lebih matang dan banyak tersenyum , memulai pertanyaan mematikan sebelum Tanashiri berlalu.

Ibu Suri mengungkit soal biara yang terbakar  berserta para biarawatinya , tak lama setelah Tanashiri meninggalkan biara itu (Tanashiri melakukan itu untuk menutupi jejak untuk bayi palsunya). Tanashiri terperanjat sebentar tetapi dengan tenang bersikap .
Ibu Suri mengaku belum tahu siapa pelakunya , tetapi menyindir bahwa mungkin Langit akan menghukum yang terlibat dengan berat, seraya berkata Namo Amitabha.  Ibu Suri berlalu .
Tanashiri tidak bisa menutupi kegelisahannya , namun Dayang Seo menenangkan bahwa tidak ada seorangpun yang tahu tentang keterlibatan mereka dalam kebakaran biara itu.
***
Wang Yoo dkk masih di Yoyang.  Moosong ingin menyelinap masuk ke markas Heuksoo , namun Wang Yoo mengingatkan bahwa resikonya besar dan Moosong mungkin akan mati karenanya. Moosong menjelaskan bahwa nyawa seorang pejabat kecil seperti dirinya sudah diserahkan dan diabdikan kepada Wang Yoo.
Di maskas Heuksoo , orang2 sedang bermain pertarungan .  Wang Yoo dkk sudah menyamar dengan caping untuk menyamar dan menutupi wajah.

Heuksoo sendiri sedang berunding dengan Bisoo (yang juga menggunakan caping penutup kepala).  Heuksoo tampak puas karena andalannya belum dikalahkan oleh siapapun.  Moosong tiba2 muncul seperti seorang pengelana dari antah berantah dan ingin menantang andalan Heuksoo.
Moosong unggul teknis dari lawannya , dan dengan mudah mengalahkan andalan Heuksoo hingga tersungkur ke tanah dengan luka parah di kepalanya. Heuksoo tertarik dengan kemampuan Moosong dan bertanya siapa dia gerangan. Moosong menjawab kalau dia bernama Choeji asal Goryeo.  Heuksoo menawarkan minuman hangat sebagai penghargaan.

Sementara itu Kasim Bang berbisik pada Wang Yoo dengan tersenyum mengatakan bahwa seorang pengawal istana seperti Moosong tentu saja sulit untuk dikalahkan oleh sembarang orang.
Moosong menghampiri tempat perjamuan Heuksoo dan Bisoo , dan menerima minuman.  Sementara itu Wang Yoo tampak penasaran dengan siapa orang bercaping yang duduk diseberang Heuksoo. Wang Yoo tentu saja sulit mengenali Bisoo yang menggunakan caping.  Jeombakyi menerka kalau Bisoo yang bercaping itu bukan anggota Heuksoo.
Pada saat itu "paket mayat" yang dibunuh Wang Yoo dkk sudah tiba di markas Heuksoo.  Lantas Heuksoo , Bisoo dan Moosong memeriksa mayat itu. Bisoo menerka kalau para bandit yang melakukan. Heuksoo yang cerdik membantahnya karena tidak akan ada berani bandit disekitar kawasan ini yang berani mengusik Heuksoo.
***
Di istana Yuan , para kandidat bersiap mengikuti ujian putaran kedua.  Tanashiri mengumumkan bahwa ujian kedua adalah membawakan masakan paling berharga dalam waktu dua jam. Tanashiri meminta Dokman untuk mengawasi waktu.  Tahwan dan Ibu Suri terlihat tegang.
Para kandidat mulai bergerak menuju dapur istana yang disambut dan dipersilahkan oleh Yeonhwa . Kecuali Seungnyang yang agak terlambat bersama Hongdan .  Yeonhwa bertanya untuk apa Seungnyang kemari ?Hongdan berkata kalau mereka harus ke dapur istana.


Yeonhwa berulah kalau kapasitas dapur sudah penuh.  Hongdan memprotes dengan lembut , namun Yeonhwa tetap berlagak penting.
Seungnyang menatap Yeonhwa dengan penuh kebencian.  Seungnyang terus mendesak , dan diganjar tamparan oleh Yeonhwa.  Keberanian Yeonhwa karena dibekingi Tanashiri tentunya.  Yeonhwa mengejek Seungnyang agar jangan bermimpi. Seungnyang hanya bisa memandang Yeonhwa dengan tatapan pembunuh , namun Yeonhwa tetap tidak gentar.  Yeonhwa dengan sompral berkata dia akan memotong jarinya kalau Seungnyang bisa menjadi ratu.
Seungnyang mengancam bahwa dia akan mengingat perkataan Yeonhwa.  Dan Yeonhwa merasa menang karena Seungnyang tetap tidak bisa memasuki dapur istana.  Yeonhwa berlalu . Hongdan mengeluh apa yang bisa mereka lakukan ?

Dapur Istana benar2 di kunci dari dalam.  Seungnyang berusaha keras namun tidak berhasil karena semua dikunci. Sementara itu didalam para kandidat lain sedang mempersiapkan masakan. Seungnyang dan rekannya seperti mengalami jalan buntu dan hanya bisa menunggu sampai kandidat lain selesai.
Seungnyang dan Hongdan mencoba kedalam dapur , namun di dapur sudah kosong dan bahan2 habis digunakan kandidat lain.  Seungnyang tidak putus asa dan berpikir keras.
PART III

Sementara itu para kandidat sudah siap dengan masakannya masing2 dengan wajah yakin.  Tanashiri menghardik Dokman bahwa waktu telah habis .  Dokman tidak ada pilihan lain selain mengumumkan bahwa .......
Dan Seungnyang muncul disaat yang tepat.  Seungnyang memohon maaf atas keterlambatannya.  Tahwan tersenyum dan percaya pada kemampuan Seungnyang.  Diluar dugaan Tahwan juga akan ikut serta dalam menilai masakan , selain Tanashiri dan Ibu Suri.  Tanashiri memasang wajah jengkel , sedangkan Ibu Suri tersenyum.
Salah satu kandidat (yang memusuhi Seungnyang) mulai memperagakan makanannya.  Ibu Suri pun mulai memberikan penilaian , dan Tahwan memberikan isyarat pada Golta.  Satu persatu para kandidat memperagakan dan menjelaskan masakan masing2 , dan berturut2 Tanashiri , Tahwan dan Ibu Suri memberikan penilaian.
Tiba pada giliran kandidat "baik hati" yang menegur rekan2 ketika Seungnyang dipermalukan sebelumnya. Tahwan memberikan isyarat lain pada Golta , angka empat yang relatif lebih tinggi daripada kandidat lain (Tahwan rata2 membeli nilai dua pada hampir semua kandidat)  .

Kini tibalah giliran Seungnyang.   Dan diluar dugaan semua orang , Seungnyang hanya menyuguhkan garam saja. Tanashiri tersenyum merasa berhasil kali ini.  Tahwan sendiri bahkan bengong termasuk Ibu Suri juga.  Hongdan ikut merasa malu . LOL.
Ibu Suri bertanya dengan penasaran apakah masakan yang dibuat Seungnyang.  Dan Seungnyang menjelaskan kalau itu adalah garam , bahwa setiap orang yang menyajikan masakan pasti memerlukan garam.  Jika kandidat lain menjelaskan isi dan makna masakan mereka , Seungnyang malah menjelaskan secara politik tentang makna garam itu dan memohon agar Tahwan menjadi berguna seperti garam bagi rakyatnya , membawa kebaikan bagi rakyatnya.
Tahwan yang bengong mulai tersenyum menyadari maksud Seungnyang.  Dokman pun paham , dan Ibu Suri matanya sampai berkaca2 menyadari kecerdasan Seungnyang.  Hanya Tanashiri yang berang dan menganggap Seungnyang lancang menghujat keluarga istana.
Ibu Suri membela Seungnyang bahwa itu bukan menghujat melainkan benar adanya .  Tanashiri memprotes kalau dia tadi meminta masakan yang spesial. Ibu Suri tersenyum dan berkata kalau garam juga adalah masakan.


LOL. Tahwan memberikan nilai LIMA untuk Seungnyang. Golta tersenyum melihatnya. Demikian juga dengan Ibu Suri yang memberi nilai yang sama. Tanashiri berang karena merasa Seungnyang tidak tulus berusaha untuk membuat masakan.  Tanashiri membatalkan ronde ini.
***




Tahwan masih penasaran dan berharap2 cemas .  Bahkan Bayan pun berkomentar kenapa wanita sepintar Seungnyang tidak bisa menjawab pertanyaan semudah itu  , dan menerka kalau jawabannya adalah kemakmuran dan kedamaian (sama seperti terkaan Guru Jang).  Tal Tal yang cerdik menukas pamannya bahwa jawabannya bukan itu.
Seungnyang masih terus berpikir dan waktu sudah habis .  Tanashiri memberikan perintah pada Dokman untuk mengumumkan waktu telah habis.
Seungnyang berpikir : "Wanita petani menyiapkan makan malam. Sementara Guanyin (Kwan Im) tersenyum.  Tetapi pemandangan ini seperti terlihat disebuah tempat lain. "
Seungnyang teringat sesuatu : Sebuah kilas balik . Seungnyang membacakan sebuah buku untuk Tahwan . Seungnyang membaca lembar demi lembar buku beraksara Tiongkok (hanzi / hanja) .

Seunngnyang tersadar. Dia segera menuliskan jawaban. Tahwan lega melihatnya.
***
Dangkise dan Tapjahae tiba di istana dari perjalanannya di Goryeo . Mereka disambut oleh Byeongsoo , dan Byeongsoo mengabarkan ada masalah gawat , bahwa Seungnyang masih hidup dan  ikut kompetisi dalam pemilihan ratu.  Dangkise terperanjat .
Kemudian Dankise melabrak Bayan dan Tal Tal . Jendral Bayan berlagak bodoh. Dangkise menuntut penjelasan kenapa seorang kriminal  Seungnyang menjadi perwakilan dari provinsinya Bayan.  Bayan memasang ekspresi mengejek dan menukas bahwa dia tahu tentang keterlibatan Dangkise dalam pembantaian para dayang itu .

Tal Tal yang cerdik menengahi suasana yang memanas , bahwa Seungnyang juga toh belum tentu terpilih, dan kenapa Dangkise begitu menentang.  Bayan memasang strategi "me too " (two wrong make one right) . Jadi Bayan akan menjaga rahasia Dangkise , sebaliknya Dangkise harus menjaga rahasia Seungnyang. LOL.  Bayan kini tidak takut lagi pada Dangkise. (Like it) Dangkise pasrah.
***
Dokman mengunjungi Bulhwa yang masih memulihkan diri dan bersembunyi pasca luka yang dialami dari Byeongsoo.   Dokman menjelaskan bahwa Seungnyang gagal di putaran kedua dan tampaknya akan sulit menjadi Ratu.  Bulhwa mengatakan kalau Seungnyang gagal maka dia juga akan membatalkan rencana menjadi kasim.
***
Seorang sarjana senior mengumumkan ,bahwa hampir semua kandidat menjawab "kemakmuran dan kedamaian" , dan hanya Seungnyang yang memberikan jawaban berbeda.  Tahwan mulai gelisah.
Sang Sarjana meminta Seungnyang untuk memberikan penjelasan atas jawabannya.  Seungnyang maju kedepan dan menjelaskan kalau lukisan itu seperti kehilangan sesuatu , seperti kayu bakar di tempat kosong , tampak seperti kehilangan harapan.  Jadi bagian rumah ada yang terpaksa digunakan untuk menjadi kayu bakar dan memasak.  Dan petani ingin menjual satu2nya harta mereka , sebuah lembu. Hal ini menandakan akan masa kelaparan. (Maaf aku tidak yakin bagian ini , sangat filosofis . Kutunggu sampai mendapat terjemahan yang benar2 ajib) .
Sarjana lalu mengumumkan pada tahta kaisar bahwa jawaban Seungnyang tepat 100% tanpa kesalahan sedikitpun.  Tahwan lega mendengarnya.  Demikian juga sahabat setia Hongdan , Guru Jang dsbnya.
***
Bisoo sedang merias diri ketika anak buahnya , seorang gadis muda melaporkan sesuatu. Sementara itu Wang Yoo dkk ada tak jauh dari situ. Kasim Bang memberitahu bahwa Bayan sedang di ibukota Yuan karena ada seleksi Ratu yang baru.

Tanpa sengaja Wang Yoo berpapasan dengan Bisoo.  Dan Bisoo langsung menunduk . Kasim Bang dan Wang Yoo mengenalinya.
***
Dokman berjalan bersama dengan para kandidat. Dokman mengatakan bahwa hasil akhir belum final. Salah satu kandidat pendengki mengatakan kalau Seungnyang gagal di putaran kedua.  Dokman membawa mereka menuju ruangan untuk keputusan akhir.

Tahwan bersiap memberi keputusan. Yang tereliminasi akan mendapat tanda kantung uang.  Dan semua kandidat mendapatkan kantong uang.  Hongdan mengira tidak ada satupun yang terpilih.  Yeonhwa pun ikut tegang karena dia telah sompral memotong semua jarinya kalau Seungnyang menjadi Ratu.
Seungnyang maju kedepan untuk menerima keputusan. Tahwan memandang Seungnyang sebentar. Tahwan menyodorkan sesuatu (yang tidak terlihat dari angle kamera). LOL.

 Komentar

Ini merupakan episode paling menarik setelah Empress Ki melalui 25 episode sejauh ini.  Ada beberapa hal yang bisa dipetik dari drama bermutu ini. Hal pertama adalah kapan Indonesia tercinta bisa mencapai standar tinggi seperti drama ini (dibandingkan sinetron lokal kita yang tidak bisa dibanggakan).
Moral story yang bisa dipetik dalam episode ini . Jadilah wanita yang cerdas seperti Seungnyang. Yang menarik dari Seungnyang itu sisi kecerdasannya sebagai seorang wanita.  Wanita cantik bertebaran diseluruh dunia tetapi yang membedakan wanita berkualitas adalah bukan masalah kebaikan semata (Seungnyang tidak 100% baik juga karena dia menghalalkan segala cara untuk membalas dendam). Kecerdasan itu dicapai bukan melulu oleh kosmetik dan riasan semu exterior tubuh , melainkan dengan menambah wawasan dengan membaca buku yang berkualitas , dan juga dibekali skill2 penunjang seperti seni (menari) dsbnya.
Ibu Suri juga memamerkan pencerahan baru setelah menjalani masa pembuangan di biara. Hal yang menarik adalah bagaimana dalam perang dingin , gerak gerik tubuh sang Ibu Suri adalah dengan senyuman dan ketenangan. Hal seperti ini membuat Ibu Suri tidak lagi sembrono dengan blundernya di masa lampau.  Sementara Tanashiri yang merasa didukung ayahnya , penguasa de facto Dinasti Yuan saat itu terlalu takabur sehingga memandang tinggi diri sendiri dan merendahkan lawan.  Alhasil kewaspadaan dia berkurang. Dalam teori Sun Tzu berbunyi "kenalilah diri sendiri dan kenalilah lawan" , dimana Tanashiri lengah dalam hal ini.
Perkembangan karakter Jendral Bayan juga menarik dari yang semula galak namun penakut , perlahan tapi pasti mulai merasa percaya diri.

0 comments:

Post a Comment