Tuesday, January 14, 2014

Sinopsis : Empress Ki - Episode 22

Standard

Dokman sedang tergesa2 berjalan ketika berpapasan dengan Dangkise.  Dangkise bertanya kenapa Dokman tergesa2.  Dokman beralasan bahwa dia diperintahkan oleh Ratu untuk pergi dan menemui Kaisar  sesegera mungkin.

Sementara Dangkise sendiri telah menerima laporan bahwa penyusup telah meloloskan diri melalui pintu rahasia.   Dangkise memerintahkan untuk menutup jalan rahasia dan meningkatkan penjagaan di Gerbang Barat dan Istana Akjeong
***

Dokman sebenarnya di panggil oleh Tahwan untuk merawat Seungnyang yang terluka. Seungnyang bercerita tentang proses penyelidikan "Surat Darah" , namun belum berhasil karena tidak berada ditangan Jeokho alias Makseong.
Dokman mulai merawat Seungnyang dan menyimpulkan bahwa Seungnyang tidak luka parah dan  hanya pucat karena mengalami kekurangan darah akibat luka.
Seungnyang mengatakan bahwa dia ingin meninggalkan istana agar bisa bertemu dengan Kasim Bang. Dan Tahwan menyarankan agar Seungnyang disembunyikan di istana Akjeong secara Seungnyang sudah tidak bisa meloloskan diri lagi dari pintu rahasia.
Permasalahannya adalah sangat sulit membawa Seungnyang dimana kubu El Temur yang berkuasa sedang mengawasi dengan ketat. Dokman punya ide lain.
***
Seungnyang dibawa dengan tandu dan menyamar sebagai Lady Park yang berkerudung dengan alasan baru kembali setelah menemui Kaisar. Seungnyang didampingi oleh Dokman untuk melalui gerbang.  Dokman mencegah Byeongsoo untuk melihat wajah Seungnyang , dengan alasan tidak sopan dan lancang.  Byeongsoo juga ngotot karena merasa mendapat perintah dari Dangkise.
Dokman kemudian membawa Seungnyang ke Istana Akjeong yang sudah tidak berpenghuni , dimana beberapa selir memutuskan bunuh diri ditempat ini dan rumor menyebutkan bahwa hantu muncul ditempat ini , dan tidak ada seorangpun yang berani mendekati tempat ini.
Dokman tahu bahwa Seungnyang mungkin akan takut kalau tinggal di tempat angker seorang diri , jadi memutuskan untuk mengirim Dayang No dan Hongdan untuk tinggal menemani Seungnyang.  Dokman hendak mengatakan sesuatu pada Seungnyang namun diurungkan karena ada Hongdan disana.
***
El Temur telah mendengar kabar kehamilan Tanashiri dan mengucapkan selamat pada putrinya yang menjadi permaisuri ini pada saat acara makan bersama Tahwan dan Tanashiri. Tahwan sendiri tampak bosan karena harus melalui hari yang menjemukan bersama El Temur.

Dangkise datang untuk meminta ijin pada Permaisuri Tanashiri untuk menggeledah Istana Akjeong.  Tanashiri tidak mengabulkan dengan alasan bahwa hal itu menentang aturan istana , dan selama beberapa generasi , tidak ada seorang Permaisuri manapun yang mengijinkan pria untuk memasuki Istana Akjeong.

Ketika Dangkise mendesak karena ini masalah penting , Tanashiri menukas saudaranya ini (posisi Tanashiri lebih tinggi dari Dangkise secara Tanashiri adalah Permaisuri) apakah Dangkise menganggapnya sebagai Permaisuri ? Tanashiri beralasan bahwa jika wibawa keluarga kekaisaran menghilang , maka setiap orang akan mencemooh Tanashiri.  Tahwan menyarankan agar penyelidikan dilakukan oleh dayang istana saja.
***
El Temur telah mendengar lolosnya Jeokho alias Makseong.  Lantas El Temur memeritnahkan Dangkise untuk mengumpulkan darah binatang. Dangkise bertanya kenapa mereka membutuhkan darah. El Temur menjelaskan bahwa kubu mereka bisa membuat "Surat Darah" palsu sebanyak mungkin yang mereka inginkan. El Temur berpikir bahwa jikapun "Surat Darah" yang asli dari mendiang Kaisar Mingzong muncul , toh belum ada seorangpun yang pernah melihatnya , dan siapa juga yang tahu mana yang asli.


El Temur yang licik segera membuat surat palsu mengatasnamakan mendiang Kaisar Mingzong yang isinya : " Anakku Tahwan , jika kamu menjadi kaisar setelah aku mati , kamu harus mempercayakan dan mengandalkan El Temur. Dan hanya Perdana Mentri El Temur lah yang bisa melindungi kamu dan Dinasti Yuan."
El Temur membubuhkan cap kekaisaran pada surat palsu itu. Namun bagaimanapun El Temur membuatnya , tidak ada tanda kupu2 yang menjadi ciri dari surat yang asli.
***

Ata perintah Dokman , Hongdan membawakan  keranjang penuh makanan untuk Seungnyang . Dayang No mengigit jeruk dan merasa rasanya terlalu asam dan tidak bisa memakannya . Anehnya Seungnyang justru merasa jeruk itu manis dan lezat.
Dayang istana merasa ada sesuatu yang aneh dengan Seungnyang karena tidak merasakan jeruk itu masam. Seungnyang mengaku bahwa dia baru pertama kali memakannya dan merasa sangat lezat.
***
Tahwan meminta Golta untuk melaporkan berita tentang Seungnyang. Tahwan merasa tidak perlu untuk menemui Seungnyang karena akan membahayakan Seungnyang.  Golta menyarankan agar Tahwan mengunjungi Lady Park karena ada jalan akses menuju Istana Akjeong , dan tidak ada siapapun yang tahu kalau Tahwan pergi kesana saat malam hari.
Namun malang bagi Tahwan karena berpapasan dengan Tanashiri. Dan Tanashiri bertanya apakah Tahwan ingin menemui Lady Park malam2 begini ?  Tahwan berkilah bahwa dia merasa banyak mengabaikan Lady Park belakangan ini.  Tanashiri berkata bahwa dia juga tengah mengandung anaknya Tahwan . " Jangan katakan Yang Mulia akan memperlakukan calon bayi dengan pilih kasih."
Tahwan berkata bahwa bagaimana mungkin dia akan mengabaikan calon bayi2nya. Tanashiri meminta Tahwan untuk menemui Lady Park lagi . Tahwan tidak ada pilihan lain selain berlalu dan Tanashiri marah karena Lady Park sedang mengandung anak lelaki (yang vital dalam perebutan tahta nantinya.)  Berpikir hal itu Tanashiri berencana untuk memanggil tabib untuk mencari tahu jenis kelamin anaknya.
***
Seungnyang mulai muntah2 . Dayang No menyaksikan hal itu dan bertanya apakah Seungnyang menerima berkat dari Kaisar secara Seungnyang diperkirakan hamil.  Seungnyang bertanya bagaimana mungkin dirinya hamil. Namun Dayang No yakin karena perkiraannya tidak pernah salah.
Dokman datang untuk membawakan pakaian dan obat2an untuk Seungnyang , dan memberikan beberapa petunjuk untuk kesehatan Seungnyang.
Seungnyang bertanya kenapa Golta kemaren begitu terkejut ketika memeriksa denyut nadinya.  Seungnyang meminta agar Golta menjawab dengan jujur.  Dokman bertanya apakah janin yang dikandung Seungnyang  itu bukan dari Tahwan melainkan Raja Wang Yoo ?
Golta menyimpulkan bahwa Seungnyang telah hamil 3-4 bulan dari memeriksa denyut nadinya , tetapi Seungnyang kekurangan darah akibat terluka.  Seungnyang bertanya apakah kondisi janinnya baik2 saja. Golta mengatakan bahwa denyut nadi Seungnyang begitu kencang pertanda bahwa janinnya aman . Golta berjanji akan melindungi Seungnyang sampai Raja Wang Yoo kembali.
***
Tanashiri diperiksa tabib . Tanashiri bertanya apa bayinya itu lelaki atau perempuan. Tanashiri tentu saja ingin anaknya terlahir lelaki . Tabib menjelaskan : " Maafkan aku untuk terus terang , tetapi anda tidak hamil. "

"Tidak hamil ? Kenapa kamu tidak mengatakan apapun saat terakhir kali ?"

"Yang Mulia , anda hanya sedang berimajinasi bahwa anda sedang hamil . Karena anda sangat menginginkan anak , tubuh anda menunjukkan gejala kehamilan."

"Diam !!! Aku merasakan mual2 di pagi hari , dan bagaimana mungkin kau berani mengatakan omong kosong seperti itu !!  "
"Yang Mulia , anda tidak subur dan tidak bisa memiliki anak. "
***
Seungnyang merenung , dan Dayang No bertanya Seungnyang sedang berpikir tentang apa. Seungnyang mengatakan bahwa dia tidak pernah membayangkan akan memiliki anak , dan belum tahu bagaimana cara melindungi janin ini. Semuanya sebaga gelap bagi Seungnyang.
Dayang No menjelaskan bahwa wanita yang hamil pertama kali biasanya akan berpikir seperti Seungnyang , namun wanita yang akan menjadi ibu menjadi lebih kuat daripada apapun didunia ini karena Langit memberikan tubuh yang lemah sekaligus memberikan keinginan yang kuat.
Dayang No bertanya bagaimana ibu Seungnyang. Dan Seungnyang mengatakan bahwa ibunya mengorbankan diri demi melindunginya.  Dayang No menjelaskan bahwa memang begitulah seorang ibu , yang demi anaknya tidak takut akan apapun  , karena naluri seorang ibu adalah Karunia Langit dan harus disyukuri . Seungnyang kini paham .

***
Byeongsoo mendatangi Desa Goryeo dan mengambil semua warga desa yang malang. Byeongsoo melakukan hal ini karena tahu bahwa Jeokho alias Makseong bersembunyi didesa itu.  Byeongsoo menggunakan warga desa sebagai sandera untuk mengancam Makseong keluar dari tempat persembunyiannya , atau seluruh warga desa yang tidak berdosa akan merasakan akibatnya.

Kepala Desa Makseong akhirnya ingin menyerahkan diri namun Bulhwa menghentikannya dan memukulnya hingga tak sadarkan diri.
Sementara itu Kasim Bang sudah mendengar kabar bahwa Seungnyang bersembunyi di Istana Akjeong , dan berpikir karena tidak ada lagi yang bisa mereka lakukan selain menunggu sampai Dokman dapat mengatur agar Seungnyang dikirim keluar dari istana sebelum melaporkan hal ini kepada Wang Yoo agar tidak kuatir .
***
Tanashiri mengalami penderitaan baru ketika menjalani terapi untuk mengatasi masalah ketidaksuburannya.
***
Dokman memberikan kabar baik pada Seungnyang bahwa dia bisa keluar saat Lady Park mengadakan perjalanan keluar istana.  Namun Seungnyang harus menunggu sekitar empat bulan untuk dapat meninggalkan istana dan pergi ke Goryeo untuk merawat janinnya.
Seungnyang menghaturkan terimakasih dan berkata bahwa dia tidak akan melupakan orang2 yang telah membantunya.
Lady Park juga tidak keberatan untuk menolong Seungnyang secara mereka berasal dari Goryeo. Yoo had reached Goryeo’s capital and although he was happy to be back in his hometown, he got to know from his father that Yuan’s fake currency was circulating around the country and a Yuan envoy was also killed. Yoo decided to trap the people responsible for the fake money. Moo-song disguised himself as a nobleman to meet the person responsible for distributing Yuan’s money but failed to prove anything yet. Yoo wrote a letter to Seung-nyang, expressing how he missed her and told her to hold on for a little longer since he had something to do. But then, the letter arrived at the Yuan palace and interjected by Byung-soo, who gave it to Dangkise. They realized that Seung-nyang haven’t reached Goryeo yet and told Byung-soo to reinforce the guards inside the palace.
***
Wang Yoo telah mencapai ibukota Goryeo . Walaupun Wang Yoo merasa senang telah kembali ke negara asalnya namun Wang Yoo cemas dengan peredaran uang palsu Yuan yang beredar ke seantero negri.
Wang Yoo memutuskan untuk menjebak para pelaku . Moosoong menyamar sebagai bangsawan dan bertemu dengan pihak yang bertanggung jawab atas peredaran uang palsu ini , namun tidak mendapatkan bukti yang memadai.
Wang Yoo teringat Seungnyang . Dia  menulis surat pada Seungnyang yang isinya kerinduan yang mendalam dan meminta Seunngyang untuk bersabar karena ada yang harus dilakukan Wang Yoo untuk sementara waktu.
Namun surat Wang Yoo itu jatuh ke tangan Byeongsoo , dan Byeongsoo menyerahkannya kepada Dangkise.  Mereka menyadari bahwa Seungnyang tidak ikut kembali ke Goryeo . Dangkise memerintahkan agar Byeongsoo memperketat penjagaan istana.
Empat Bulan Kemudian.
Ibu Suri mendapat surat dari Taltal . Isinya tentang perkembangan di kubu Bayan yang sedang berada didaerah lain dan sedang mengumpulkan kekuatan. Terjadi korupsi dimana2 karena masalah keuangan. Taltal meminta bantuan Ibu Suri tetapi harga Dinasti Yuan berada dibawah kekuasaan Perdana Mentri El Temur.


Sementara Ibu Suri sendiri sedang mengumpulkan kekuatan orang2 yang berpihak padanya .  Ibu Suri mengatakan agar Tahwan bersabar sampai waktunya tiba.
***
Dayang No membuatkan baju calon bayi yang sedang dikandung Seungnyang. Dan Seungnyang senang menerima hadiah ini.
Sementara itu Tanashiri terus menjalani terapi yang menyakitkan sambil berpura2 tetap hamil dengan menggunakan bantal agar perutnya terlihat besar.

***

Tahwan dan Lady Park datang ke tempat Tanashiri untuk meminta ijin bagi perjalanan keluar istana bagi Lady Park.

Tanashiri memandang tajam pada Lady Park , dan disisi lain tersenyum pada Tahwan. Tanashiri diluar dugaan memberikan ijin.
Golta berpendapat bahwa Tahwan akan aman untuk menemui Seungnyang tanpa ada Tanashiri yang terus mengintai. Tahwan berpikir lain , dia merasa kekuasaannya masih lemah dan keselamatan Seungnyang akan berbahaya jika ditemukan berada di istana.  Golta paham dan merasa Tahwan semakin bersikap dewasa .
***
Tanashiri menemui abangnya , Dangkise.  Tanashiri memohon bantuan Dangkise untuk menyingkirkan Lady Park . Tanashiri tidak bisa menerima kenyataan bahwa wanita rendahan seperti Lady Park bisa mengandung anak Tahwan lebih dahulu daripada Tanashiri sendiri.
Dangkise pada awalnya keberatan , namun akhirnya setuju dengan syarat agar El Temur tidak mengetahui hal ini.
Dangkise menyewa kelompok perampok untuk melaksanakan misi busuk menyingkirkan Lady Park.
***
Hubungan Dayang No dan Seungnyang semakin dekat. Namun Dayang No masih protektif terhadap cermin miliknya dan memperingatkan Seungnyang agar tidak berani menyentuh cerminnya.
Dokman datang untuk memberikan kabar gembira tentang perjalanan Lady Park keluar istana.  Dan Seungnyang meminta bantuan Dokman untuk memberitahu Kasim Bang tentang rencana ini.  Seungnyang sudah punya rencana akan kembali ke Goryeo dan bertemu dengan Wang Yoo. Seungnyang tampak tidak sabar menunggu momen dimana janin dari bayi yang dikandungnya akan bertemu ayahnya.


Sementara itu Wang Yoo telah mengetahui transaksi ilegal uang palsu . Wang Yoo memasang jebakan untuk menjerat pelaku.  Ketika berhasil menangkap Pejabat Yuan yang bertanggung jawab akan hal itu , pejabat itu mengaku bahwa asal uang palsu itu berasal dari Yeoyang , tempat dimana Jendral Bayan bermarkas.
***
Ibu Suri masih berpikir bahwa Tanashiri hanya pura-pura hamil saja dan tetap tinggal di biara sampai waktunya tiba. Namun Ibu Suri curiga ketika mendengar Permaisuri Tanashiri begitu mudah memberikan ijin pada Lady Park untuk meninggalkan istana.
Sementara itu Seungnyang bersiap pergi dan mengucapkan terimakasih pada Dokman , dan berjanji tidak akan melupakan jasa Dokman selama ini.
Tahwan melihat tandu yang membawa Lady Park yang didampingi rombongan.  Lady Park memberikan hormat pada Tahwan sebelum pergi meninggalkan istana. Tahwan belum sadar bahwa Seungnyang pun berada bersama rombongan Lady Park. .

Rombongan Lady Park didampingi oleh Byengsoo , dan tibalah mereka di sebuah hutan terpencil. Dan para perampok sudah bersiap dan mengintai mereka.
Kasim Bang menegur Dokman karena tidak segera memberitahu tentang kehamilan Seungnyang , dan merasa Raja Wang Yoo semestinya senang kalau mendengar kabar ini.
Lady Park memberikan isyarat , dan Hongdan mengatakan pada Byeongsoo agar meninggalkan mereka sejenak karena Lady Park ada satu keperluan. Setelah Byeongsoo berlalu , para dayang membantu Seungnyang untuk keluar dari kereta tandu. Mereka menitipkan surat untuk diantarkan pada keluarga mereka.  Dayang No bahkan memberikan cermin pada Seungnyang . Dan Seungnyang melalui perpisahan ini dengan sedih.

Namun tiba2 , seorang dayang tertembak anak panah dan para perampok mulai menyerang rombongan Lady Park. Seungnyang yang menyaksikan hal ini berusaha turun tangan . Tetapi ketika Seungnyang hampir diserang , Dayang No memasang badan untuk melindungi Seungnyang.  Lady Park ditikam , dan para perampok mengejar Seungnyang dan Hongdan.

Sementara itu Tanashiri sedang bersembahyang di biara .
Kembali ke Seungnyang yang berjuang dengan segala kekuatan yang ada untuk menyelamatkan dirinya. Seungnyang mengirim Hongdan ke arah lain .
Ketika Seungnyang hampir tertangkap , Kasim Bang dan Bulhwa muncul untuk menyelamatkan. Byeongsoo kembali bertemu dengan mantan koleganya , Bulhwa , saat mereka menjadi anak buah mendiang Komandan Ki.

Bulhwa bertarung dengan Byeongsoo. Dan dalam satu kesempatan , Bulhwa nyaris menghabisi Byeongsoo dan mengatakan bahwa Byeongsoo akah bertemu dengan Komandan Ki di alam kematian. Namun disaat genting itu , prajurit lain menembak Bulhwa dengan anak panah .
Byeongsoo mengambil kesempatan dengan menikam selangkangan Bulhwa. Seungnyang sendiri jatuh menuruni bukit dan mendarat dengan perut di tanah. Dan  Kasim Bang sibuk mengalihkan perhatian para prajurit musuh.
***
Sementara itu Tahwan mendengar kabar bahwa Seungnyang sudah meninggalkan istana.
***
Seungnyang mencari tempat perlindungan di goa dan berkata sendiri pada janin yang sedang dikandungnya. " Anakku , jangan khawatir , sebagaimana ibuku melindungi aku , maka akupun akan melindungimu. "

Tiba-tiba Seungnyang merasakan kesakitan di perutnya dan mulai menjerit kesakitan seorang diri didalam goa.

0 comments:

Post a Comment