Monday, January 13, 2014

Sinopsis : Empress Ki - Episode 21

Standard

Seungnyang mulai membidikkan panah. Pada saat itu perhatian semua orang tertuju kepada Seungnyang.  Namun tak lama kemudian mereka melihat panah dengan pita putih. Kecemasan melanda Tal Tal dan Wang Yoo dkk. Wang Yoo menyimpulkan bahwa El Temur masih hidup, pertanda bahwa rencana awal mereka harus dibatalkan.

Tetapi Bayan tidak punya pilihan lain selain mengganti rencana dengan mengobarkan pertempuran dengan menyerang kubu Jendral Bang dukungan Ibu Suri  .  Hal ini sangat mengejutkan Dangkise.  Kubu Wang Yoo dan Bayan bahu membahu dalam pertarungan ini. Seungnyang mendukung dengan menembakkan anak panah.  Bayan dan Wang Yoo berpendapat bahwa pihak yang mengetahui rahasia kerjasama mereka harus di tumpas.
Sementara itu Kasim Bang Sinwoo mendatangi kediaman El Temur dan menemukan bahwa peti mati El Temur telah kosong.
Pertarungan terus berlangsung , walau demikian kubu Dangkise lebih terlatih dan siap dalam pertarungan ini. Terlebih hampir semua kekuatan di pihak El Temur dikerahkan dalam pertarungan ini.
Akibat kekuatan pasukan El Temur dikerahkan menghadapi musuh , maka El Temur harus mengandalkan diri sendiri untuk melindungi diri.  Namun muncul laporan dari Byeongsoo bahwa kubu mereka telah memenangkan pertempuran , dan Dangkise dkk akan segera kembali.
Sementara itu Tahwan yang tahu bahwa El Temur tidak terjaga , mengerahkan tim kasim pembunuh ala ninja untuk menghabisi El Temur yang hanya didampingi oleh Byeongsoo .  Seungnyang menyaksikan Tahwan sedang mengawasi dan menunggu kematian El Temur. Seungnyang memberitahu Tahwan bahwa Dangkise cepat atau lambat akan segera kembali , dan akan mengetahui kalau Tahwan menjadi salah satu dalang.
Tidak ada pilihan lain bagi Tahwan untuk menghabisi anak buahnya sendiri demi terlihat sebagai penyelamat El Temur.  Golta terpaksa harus menyaksikan kematian para kasim , dan sempat meminta maaf karena harus membunuh mereka demi menyelamatkan Tahwan.
Dangkise tiba dan mendengar dari Tanashiri kalau Tahwan menyelamatkan nyawa El Temur.  Seungnyang mengamati semua itu dari kejauhan.
***
Orang-orang Jendral Bang diadili dengan tuduhan penghianatan. Mereka juga ditanya keterlibatannya mengenai rumor "Surat Darah" . Tentu saja mereka tidak mengakuinya (bukan mereka juga pelakunya).
Tahwan tidak ada pilihan lain selain mengikuti desakan El Temur untuk mengeksekusi mereka tanpa ampun.  Sementara itu kubu Bayan dan kubu Wang Yoo turut tegang karena cemas kalau nama mereka terseret.  Namun kekhawatiran mereka belum terjadi.
Salah satu dari mereka akhirnya ada yang buka suara dan menyebut keterlibatan Ibu Suri yang mendorong Jendral Bang untuk melancarkan kudeta. Ibu Suri berusaha membantah , namun diseret dari tempat duduknya untuk berlutut .
El Temur tertawa karena merasa menang , namun sisa racun dalam tubuh El Temur masih ada sehingga El Temur terbatuk2.  Tahwan tak berdaya dan terkejut melihat Ibu Suri pun bisa diperlakukan seperti itu.
Sebuah kilas balik : Ibu Suri telah dapat membaca situasi apa yang akan terjadi sehingga mengatakan pada Tahwan agar memberikan hukuman pada Ibu Suri sendiri tanpa ampun. Itu semua demi mengikis kecurigaan El Temur pada Tahwan. Namun Tahwan cemas kalau Ibu Suri akan dieksekusi. Ibu Suri menenangkan bahwa bagaimanapun El Temur masih ada rasa segan terhadap Ibu Suri , dan tak akan membunuh Ibu Suri begitu saja.
Ibu Suri berakting dengan memohon pada Tahwan . El Temur mendesak Tahwan agar menurunkan Ibu Suri dari posisinya. Ibu Suri diseret dan sempat memandang Wang Yoo. Ibu Suri tidak melibatkan Wang Yoo dengan harapan Wang Yoo dan Bayan bisa memperkuat diri untuk nanti berkonfrontasi dengan El Temur suatu saat.
Sementara El Temur dalam aroma kemenangan menerpa kubunya , Tahwan hanya sedih melihat orang terdekat atau yang memihaknya hilang satu persatu. Posisi Tahwan jelas semakin sulit , dan posisi El Temur semakin menguat.
***
Ibu Suri mulai melepas atribut kebesaran . Lady Park juga berada disana , dan Ibu Suri khawatir dia tidak punya kesempatan lagi melindungi bayi yang sedang dikandung Lady Park dari ancaman Tanashiri.

Tanashiri mampir dengan semangat kemenangan di kubu El Temur. Tanashiri menyeringai terhadap Ibu Suri . Dan Ibu Suri mencoba mengganggu Tanashiri tentang isu kehamilan. Tanashiri berkata bahwa kekuasaan dalam istana akan menjadi miliknya.
Rambut Ibu Suri di pangkas karena akan dikirim ke biara untuk menjadi biarawati.  Ibu Suri masih punya keyakinan bahwa El Temur akan menyesal untuk tidak menghabisi Ibu Suri suatu hari nanti.
***
El Temur memberikan penghargaan kepada pihak2 yang membantu dan mendukungnya. Bayan , sekalipun mendapatkan promosi , untuk kesekian kalinya dikirim keluar ibukota.
Raja Wang Yoo meminta tahta Goryeo dikembalikan kepadanya , namun El Temur tidak rela kalau Goryeo dipimpin oleh raja kompeten seperti Wang Yoo.  Wang Yoo hanya diijinkan untuk mengunjungi negrinya untuk sementara demi kepentingan menjenguk ayahnya yang sakit.
Bayan dan Wang Yoo untuk sementara berpisah , namun masing2 berjanji akan memperkuat diri demi mempersiapkan pertempuran berikutnya di masa mendatang melawan El Temur.
Bayan hanya mencemaskan Tahwan yang kini semakin terpencil dalam istana , karena para kubu pendukung Tahwan , satu persatu dipreteli oleh El Temur. Dan Wang Yoo dkk , termasuk Seungnyang kembali ke Goryeo dengan kuda.
***
Tahwan seorang diri ditempatnya dan merasa sedih dan kesepian sambil menatap gambar kupu2 yang telah dibuatnya.
El Temur menemui Tahwan di tempatnya untuk menanyakan masalah kasim yang mencoba membunuh El Temur. Menurut El Temur , Tahwan harus dipantau karena ditakutkan bertemu dengan orang yang salah.
El Temur berlalu , dan Tahwan meminta Golta untuk memanggilkan Seungnyang untuknya. Golta menjelaskan bahwa Seungnyang ikut Wang Yoo untuk pergi ke Goryeo. Tahwan ngambek karena Wang Yoo pergi tanpa pamit . Tahwan semakin kesepian karenanya , tanpa Seungnyang , Bayan dan Ibu Suri disisinya.

Padahal Seungnyang pergi hanya untuk melepas kepergian Wang Yoo saja. Seungnyang mengatakan tidak bisa ikut , karena Dangkise terus mencari Surat Darah tersebut. Menurut Seungnyang , jika Dangkise menemukan Surat Darah itu , maka usaha Wang Yoo akan sia-sia.


Wang Yoo memeluk Seunngyang , sebelum mereka berpisah. Kasim Bang juga mengingatkan Moosong agar menjaga Wang Yoo dengan baik. Mereka pun berpisah untuk sementara dengan agenda masing-masing.
***
Byeongsoo juga termasuk orang yang mendapatkan promosi dengan menjadi Komandan Pengawal Gerbang Istana .  Promosi seperti itu hanya membuat Byeongsoo semakin congkak saja , terlebih ketika dia berpapasan dengan Seungnyang , Kasim Bang dan Park Bul-Hwa . Byeongsoo meledek Seungnyang , dengan mengatakan Seungnyang rupanya sudah bosan menjadi seorang pelayan sehingga kembali dalam penampilan prianya.
***
Seungnyang dkk pergi ke Desa Goryeo . Kasim Bang dan Park Bulhwa mencoba untuk menggali informasi dari Kepala Desa Makseong , mengenai Kasim Jeokho yang menghilang secara misterius.  Makseong mengira mereka sedang mencari biarawan dengan deskripsi kepala botak  , dan menganjurkan mereka untuk mencarinya di biara . Kasim Bang menjelaskan bahwa mereka mencari seorang kasim , bukan biarawan.
Seungnyang melihat ada sebuah tombak didalam ruangan , dan meyakini bahwa Kepala Desa itulah Jeokho yang sedang mereka cari.  Seungnyang memutuskan untuk kembali lagi malam nanti untuk mengkonfirmasi identitas kepala desa yang misterius tersebut.
***
Sementara itu Byeongsoo melaporkan pengamatannya bahwa di desa Goryeo yang mencurigakan hanya Kepala Desa Makseong yang tidak botak seperti ciri yang mereka cari. Byeongsoo meminta sketsa wajah Jeokho . Dangkise menunjukkan sketsa itu pada Byeongsoo.
Byeongsoo mulai memodifikasi sketsa wajah itu dengan menambahkan rambut dan jenggot . Hasilnya mirip dengan Kepala Desa Makseong.
***
Di Desa Goryeo , Kepala Desa Makseong mendengar ada sesuatu di luar rumah.  Park Bulhwa yang mengenakan cadar menyerang Makseong. Dan Makseong dengan mudah mengalahkan Bulhwa. Sedangkan Seungnyang berhasil menodongkan pedang ke leher Makseong.  Seungnyang berhasil membuktikan bahwa Makseong itu aslinya berkepala botak seperti ciri2 Jeokho yang mereka cari selama ini.
Makseon pun menduga bahwa mereka ini yang menyebarkan rumor "Surat Datah" , dan berniat untuk memberitahu mereka tentang hal ini. Makseong menjelaskan bahwa "Surat Darah" itu tidak lagi berada ditangannya.
Makseong bercerita , bahwa dia telah menerima perintah rahasia dari Kepala Kasim untuk mengembalikan surat ketika Mendiang Kaisar wafat , yang juga ada gambar kupu2 ( sebagaimana gambar yang dibuat Tahwan sebelumnya ) .  Ketika itu El Temur menyadari bahwa Kaisar menulis Surat Darah , dan memerintahkan agar para dayang dan kasim di bunuh. Makseong alias Jeokho sempat menyaksikan pembantaian mengerikan itu ketika meloloskan diri.  Makseong menyembunyikan surat itu , tetapi kemudian surat itu hilang ketika dia mengirim kasim lainnya untuk mengembalikan surat itu.
Ketika Makseong hendak bercerita lebih jauh tentang orang yang mungkin membawa surat itu , Byeongsoo datang memanggil sang Kepala Desa. Seungnyang dkk segera bersembunyi begitu menyadari itu Byeongsoo.  Dangkise juga turut hadir dalam penggerebekan ini. Mereka menggeledah rumah untuk mencari surat namun tidak ketemu. Alhasil Makseong diseret ke Istana.  Seungnyang dkk hanya bisa melihat tanpa bisa berbuat apa2.
Dipenjara , Makseong alias Jeokho disiksa tetapi belum juga mengatakan perihal surat tersebut.  El Temur sampai mengingatkan Byeongsoo bahwa bagaimanapun , Makseong harus tetap hidup untuk memberikan petunjuk tentang surat itu.
Sementara itu Seungnyang memutuskan untuk menyelamatkan Makseong.  Rencana mereka jelas sangat berbahaya dengan mengandalkan kekuatan yang terbatas , namun tak ada pilihan lain selain menyelamatkan Makseong.
***
Dengan absennya Ibu Suri di Istana , Lady  Park memberikan salam selamat pagi kepada Tanashiri. Namun Tanashiri tidak suka melihat Dayang Park.  Tanashiri makin tergangggu lagi ketika Dokman yang menjawabkan pertanyaan untuk Lady Park.  Tanashiri menuding bahwa Lady Park sedang mencoba untuk bersaing di posisi puncak di dalam Istana  , secara Lady Park mendapatkan dukungan dari Ibu Suri.
Ketika Lady Park akan pergi , tiba2 Tanashiri merasa mual2 dan ngidam. Dayang Seo menyadari bahwa Tanashiri mungkin hamil secara sudah dua bulan tidak mengalami datang bulan.
***
Ibu Suri terkejut mendengar Tanashiri diperkirakan hamil , mengingat Tanashiri terus menggunakan parfum anti kesuburan yang diberikan Ibu Suri sebelumnya.
***
Seungnyang dkk menuju penjara dengan mengenakan pakaian serba hitam . Mereka sudah nekat untuk membebaskan Makseong dari sana.  Para penjaga sadar apa yang telah terjadi dan mengejar Seungnyang dkk.
Seungnyang , Park Bulhwa dan Kasim Bang terpaksa berpencar untuk meloloskan diri. Seungnyang berencana untu membawa Makseong kepada pintu rahasia , tetapi ada Dangkise yang menghalangi mereka.

Dangkise bertarung dengan Seungnyang yang menyamar dalam topeng. Dangkise mengenali pandangan matanya Seungnyang  . Ketika Seungnyang akhirnya terluka , Makseong menghalangi Dangkise , dan memberikan kesempatan bagi Seungnyang untuk meloloskan diri. Makseong pun meloloskan diri.
Tahwan sedang berjalan2 di malam hari ketika Seungnyang menabraknya . Tahwan terkejut melihat Seungnyang ternyata tidak pergi ke Goryeo dan malah masih berada di dalam istana. Tahwan mendengar suara Byeongsoo yang sedang menguber Seungnyang.
Tahwan memutuskan untuk menolong Seungnyang , walaupun Seungnyang khawatir tindakan Tahwan ini akan membahayakan dirinya juga.  Tahwan membawa Seungnyang ke tempat dimana dia mandi .
Sementara itu luka Seungnyang meninggalkan jejak darah ketika mereka berjalan , dan Dangkise dkk melacak berdasarkan jejak darah tersebut yang berakhir di Kamar Mandi Kaisar. Diam2 salah satu pengawal Tahwan , Namu , yang menyadari situasi melukai tangannya sendiri untuk membuat jejak darah yang palsu.
Kondisi Seungnyang semakin parah . Dangkise akhirnya memutuskan untuk memasuki ruangan mandi kekaisaran. Tahwan meminta Golta untuk menghalangi Dangkise. Namun Dangkise yang didampingi Byeongsoo  tidak bisa dicegah. Golta bahkan terancam pedang
Tahwan membuang semua kelopak mawar untuk menutupi permukaan air di bak mandi . Dan Dangkise sudah tiba ketika Seungnyang bersembunyi didalam bak air.  Dangkise terus menunggu dengan sabar sampai Tahwan selesai mandi.  Sementara itu Tahwan menyadari bahwa Seungnyang mulai kehabisan nafas. Tahwan memutuskan untuk mengambil nafas dalam2 untuk membenamkan diri di dalam air dan memberikan pernafasan buatan kepada Seungnyang.
Tahwan muncul kembali dari dalam air . Dangkise ternyata masih berdiri disana menunggu dengan sabar.  Tahwan menegur ketidaksopanan Dangkise dan dengan gugup meminta Dangkise untuk pergi.  Disaat yang tegang ini , Byeongsoo melaporkan pada Dangkise bahwa pelacakan menunjukkan ke tempat lain.
Sesudah Dangkise berlalu , Tahwan menarik dan memeluk Seungnyang yang tak sadarkan diri dari dalam air.  Tahwan menyerukan nama Seungnyang agar siuman.
Foto Ilustrasi akan di updated dan dilengkapi nanti.


0 comments:

Post a Comment