Tuesday, January 7, 2014

Sinopsis : Empress Ki – Episode 20

Standard

Dalam episode sebelumnya , Wang Yoo menggunakan siasat untuk mendekati musuh , dalam hal ini El Temur. Gayung bersambut karena El Temur juga mengagumi kecerdasan dan kemampuan Wang Yoo. Anak El Temur , Dangkise , tentu saja iri pada Wang Yoo.

Wang Yoo mengajukan ide pada El Temur agar berpura-pura mati dengan menggunakan racun khusus. Dimana ide itu diterima oleh El Temur , walaupun berusaha di cegah oleh Dangkise dan Tapjahae.
Disisi lain . Tahwan , dengan didukung oleh kecerdikan Tal Tal yang pandai membaca situasi , mengetahui rencana Wang Yoo. Tahwan memutuskan untuk menukar racun lemah milik Wang Yoo dengan racun sungguhan , dengan harapan bahwa kesalahan akan di timpakan pada Wang Yoo. Rencana Tahwan berhasil , dan El Temur terluka parah oleh racun itu.

Sinopsis


Akibat kondisinya memprihatinkan , El Temur dilarikan oleh Byeongsoo dkk ke tempat Permaisuri . Anak2 El Temur : Tanashiri , Dangkise , Tapjahe ,  berharap yang terbaik bagi ayahnya yang sekarat.
Jeombakyi berpikir bahwa Wang Yoo bisa dijadikan kambing hitam jika El Temur benar-benar mati. Raja Wang Yoo memilih untuk tetap berada disamping El Temur daripada harus melarikan diri.
Tahwan memaksa untuk  menemui Ibu Suri . Dan Ibu Suri yang baru saja bersitegang dan terkurung oleh El Temur , terkejut ketika mendengar El Temur terluka parah mendadak. Tahwan menenangkan Ibu Suri bahwa kali ini El Temur akan mati.  Ibu Suri meminta Tahwan untuk memastikannya sendiri.
Lalu Tahwan menuju tempat Permaisuri , dimana terdengar anak2 El Temur menangis karena mencoba mengobati ayahnya namun belum berhasil juga. El Temur muntah dan menolak untuk mengkonsumsi dan munta-muntah .

Mendengar dari luar  tangisan anak2 El Temur , Tahwan berlinang air mata dan  berkata sendiri kepada mendiang ayahnya bahwa anak2 dari orang yang membunuh ayahnya sekarang menangis darah.
Dangkise memerintahkan Jendral Bayan agar Wang Yoo di tangkap. Bayan dan Tal Tal  melihat Tahwan hanya berdiri diluar dan sedang menatap El Temur yang semaput  tanpa simpati sedikitpun.


Sementara itu Wang Yoo menyadari bahwa racunnya telah ditukar dengan racun sungguhan ,dan rencananya telah diketahui seseorang.  Seungnyang mencemaskan nasib Wang Yoo , tetapi Wang Yoo menenangkan Seungnyang , bahkan tersenyum mendengar prajurit sudah berada di depan pintu.
Jendral Bayan didampingi Tal Tal dan Byeongsoo sudah tiba untuk menangkap Wang Yoo. Tak lama kemudian Tahwan didampingi Golta dkk juga datang untuk melabrak Wang Yoo.


Anak buah Wang Yoo jelas tidak terima penangkapan junjungan mereka , dan bersiap untuk melawan . Kondisi sempat tegang , namun Wang Yoo memerintahkan anak buahnya untuk tidak melawan . Wang Yoo digiring dan mengatakan pada Seungnyang bahwa dia akan kembali.

Seungnyang mencoba untuk mengikuti kemana Wang Yoo dibawa. Tahwan menghentikan Seungnyang karena khawatir Seungnyang akan dituduh terlibat . Seungnyang menyimpulkan Tahwan senang melihat El Temur sekarat , tetapi masalahnya , kesalahan itu dilimpahkan ke orang yang bersalah. Tentu saja Tahwan tidak mengakui perbuatannya ,bahkan berjanji untuk menunjukkan siapa Wang Yoo yang sebenarnya.
***

Dangkise menemui Wang Yoo di penjara. Jelas Dangkise yang temperamen dan jahat ini ingin membunuh Wang Yoo untuk membalas penderitaan El Temur. Wang Yoo tanpa takut menasehati agar Dangkise lebih baik menghemat waktu dengan memburu pelaku yang sebenarnya.


Untung saja saudari Dangkise , Permaisuri Tanashiri yang lebih berkuasa mencegah Dangkise yang hampir menebas Wang Yoo dengan pedangnya.
Tanashiri menyimpulkan bahwa hanya Wang Yoo yang bisa menolong kubu El Temur. Dangkise hanya bisa marah ketika Tanashiri membawa Wang Yoo kepada El Temur.
Wang Yoo memeriksa El Temur. Kemudian Wang Yoo berkata pada Tanashiri bahwa mereka harus mengelabui musuh yang berpikir bahwa El Temur akan mati.

Wang Yoo berkata bahwa Tanashiri bisa menjadi pihak penengah antara Wang Yoo dan Dangkise. Tanashiri tentu saja senang mendengar rencana itu ,karena kesempatan besar bagi Tanashiri untuk sering bertemu dengan gebetannya itu.Seungnyang sebagaimana Wang Yoo , curiga orang yang menukar racun itu adalah kubu Bayan dan Tal Tal . Wang Yoo menerka kalau Bayan mengincar posisi El Temur , yang kemungkinan besar akan jatuh kepada Dangkise. Seungnyang menyarankan Wang Yoo untuk bersembahyang di kuil istana pada pagi hari , dengan alasan untuk bertemu Ibu Suri.
***

Bertemu Ibu Suri , Wang Yoo menerka bahwa Ibu Suri sedang wait and see mengenai nasib El Temur menghadapi racun , dengan harapan El Temur akan mati , dan Ibu Suri punya kuasa yang besar sehingga orang-orang akan berebut untuk bersekutu dengan Ibu Suri. Sebaliknya Ibu Suri pun tahu bahwa Wang Yoo - lah orang yang menjadi dalang rumor tersebut.  Wang Yoo mengakui hal itu , karena menginginkan tahta sebagai Raja Goryeo kembali kepadanya , sehingga perlu untuk menyingkirkan El Temur.  Wang Yoo juga tahu perseteruan antara Ibu Suri dengan Permaisuri Tanashiri.
(Intrik politik tingkat tinggi ini memang sulit diikuti. Namun ide dasarnya tetaplah adagium politik bahwa tidak ada musuh yang abadi , yang ada hanya kepentingan yang abadi.)
Seungnyang menggunakan pengalamannya semasa menjadi dayang istana untuk  menginformasikan Wang Yoo mengenai dua petinggi militer , Jendral Bang Jin dan Joogukjeong.
Wang Yoo memberitahu Seungnyang agar bertemu dengan Tanashiri, sementara itu Wang Yoo akan mendampingi Ibu Suri untuk bertemu para pejabat .
***
Ibu Suri menawarkan jabatan Kanselir kepada Jenderal Bang Jin , dengan catatan sang jendral sanggup melakukan sesuatu untuk Ibu Suri.
Sementara itu , Tanashiri yang kegeeran mengira Seungnyang mencintai Wang Yoo dengan bertepuk sebelah tangan.

Pada kesempatan itu Seungnyang mengatakan pada Tanashiri agar memberitahu Dangkise untuk menyiapkan prajurit secara dua petinggi militer juga sedang bersiap pasca absennya El Temur karena masalah kesehatan yang memburuk.
Kembali ke Ibu Suri , yang atas petunjuk Wang Yoo , mengatakan pada Jendral Bang agar Jendral Bang segera melangkah sebelum didahului oleh Dangkise.  Selain Jendral Bang , Joogukjeong juga mendapatkan kesempatan yang sama dari Ibu Suri.
***
Tanashiri memberitahu saudara2nya tentang informasi persaingan politik pasca sekaratnya ayah mereka , El Temur. Dangkise dkk tidak percaya begitu saja , tetapi berita mengenai pergerakan Jendral Bang sampai juga ke telinga mereka. Dangkise berpikir bahwa sudah saatnya sekarang membawa ayahnya pulang. Pada saat itu El Temur mulai bisa menggerakkan tangannya sedikit.
El Temur dibawa diam-diam dengan tandu untuk kembali kerumah. Ibu Suri menghentikan iring2an itu dan mendesak agar bisa melihat El Temur dengan mata sendiri.

Dangkise tentu saja menolak permintaan Ibu Suri. Dan Ibu Suri senang karena mengira tandu itu membawa jenazah El Temur.

***
Wang Yoo dkk tampaknya sudah diambang kesuksesan , dengan keluwesan Wang Yoo bermain diantara dua kubu , El Temur vs Ibu Suri sekaligus.
Kasim Bang Sinwoo bertanya apa yang akan mereka lakukan jika berhasil kembali ke Korea. Bulhwa berseloroh bahwa Seungnyang harus menikah.  Mendengar hal itu wajah Wang Yoo berubah .
Jeombakyi belagak bodoh dngan mengatakan bahwa Moosong lah yang diam2 memendam perasaan kepada Seungnyang. Akibatnya Wang Yoo tersedak minuman dan Seungnyang berlalu karena malu.
Wang Yoo menyusul Seungnyang sambil mengira2 apakah kado untuk Seungnyang berupa jepit rambut cocok untuk Seungnyang.  (Sebagaimana dalam serial "Prime Minister And I " , Kwon Yul juga melakukan hal yang sama kepada Dajung).  Wang Yoo segera menyembunyikan hadiah itu ketika Seungnyang berbalik menghadap Wang Yoo.
Wang Yoo bertanya apakah jika mereka bisa kembali ke Goryeo , maka Seungnyang mau berada disamping Wang Yoo untuk selamanya. Seungnyang bersedia dan menegaskan bahwa dia selalu berpihak pada Wang Yoo.  Wang Yoo menjelaskan bahwa bukan itu maksud pertanyaannya.
Seungnyang berkata bahwa walaupun Wang Yoo meninggalkannya , Seungnyang akan tetap berpihak pada Wang Yoo untuk selamanya.

Lalu Wang Yoo menyodorkan hadiah jepit rambut kepada Seungnyang , seraya bertanya apakah Seungnyang mau menjadi permaisurinya jika mereka kembali ke Goryeo ?

Wang Yoo muncul kembali dan membujuk Ibu Suri untuk mempercayai Bayan dan Tal Tal.
***
Seungnyang kembali memikirkan jawaban yang tepat untuk Wang Yoo. Kali ini Seungnyang muncul dihadapan Wang Yoo dengan jawaban yang paling diharapkan oleh Wang Yoo. Seungnyang mengenakan jepit rambut yang merupakan hadiah dari Wang Yoo.

Para anak buah Wang Yoo turut menggoda junjungan mereka begitu tahu kekikukannya karena Seungnyang .  Di malam hari , Wang Yoo mengunjunggi kamar Seungnyang.  Kali ini Wang Yoo lebih percaya diri , dan bahkan menyisir rambut Seungnyang.
Wang Yoo bertanya tentang masa awal Seungnyang menyamar sebagai pria ketika di tampung oleh Wang Go.  Seungnyang menjelaskan bahwa itu adalah hari dimana Wang Yoo yang masih belia muncul untuk membebaskan tawanan wanita yang tadinya hendak dikirim ke Yuan sebagai upeti.
Wang Yoo terperanjat mendengar hal itu , teringat betapa dia bertanggung jawab atas penderitaan rakyatnya .  Seungnyang menenangkan bahwa itu bukanlah kesalahan Wang Yoo , dan tidak pernah menyalahkan Wang Yoo karena itu. Seungnyang memeluk untuk menenangkan Wang Yoo .  Wang Yoo meredakan kesedihan dan mencium dahi Seungnyang , untuk kemudian menciumnya.

***

Keesokan paginya , Wang Yoo sudah terbangun dan masih di kamar Seungnyang.  Wang Yoo menatap dengan lembut kepada Seungnyang  yang masih tertidur .

Sementara itu Tahwan sedang menikmati teh bersama Tanashiri dan Ibu Suri. Pada saat itu Tanashiri memastikan bahwa kondisi kesehatan ayahnya , El Temur , semakin membaik.  Sebaliknya , Tahwan masih yakin dalam dirinya kalau El Temur sudah diambang kematian.
Setelah itu Tanashiri bertemu dengan Wang Yoo. Tanashiri mengingatkan agar Wang Yoo menangkap musuh mereka . Tanashiri berharap dapat melihat musuh2 tersiksa atas penderitaan ayahnya.


Kemudian muncul hal yang mengejutkan . Dangkise menangis didepan peti mati El Temur . Tak lama kemudian Jendral Bayan menyusul ke TKP setelah mendengar kabar yang mengejutkan itu/
***
Seungnyang berjalan bersama Hongdan . Pada saat itu Seungnyang melihat pelayan setia Tanashiri , Dayang Seo membawa minuman khusus .
Seungnyang teringat pengalamannya ketika masih menjadi dayang istana , dan menyadari bahwa minuman khusus seperti itu hanya disuguhkan untuk orang-orang penting , terlebih Seungnyang mengetahui dari Dokman bahwa minuman itu juga sekaligus minuman yang dapat mengatasi racun.
Seungnyang segera pergi . Dokman mulai mencurigai bahwa ada sesuatu berkaitan dengan El Temur.
Sementara itu Dangkise pergi seorang diri dengan membawa peti mati. Dangkise teringat atas perkataan ayahnya , El Temur , untuk bersiap menjelang pertarungan besar.
Padahal El Temur sendiri masih hidup (dan belum pulih sepenuhnya) dan bersembunyi di tempat Tanashiri.  Rencana El Temur adalah menyembunyikan kematiannya untuk sementara untuk melihat siapa saja yang benar2 berpihak kepadanya.
***
Seungnyang berpapasan dengan Tahwan. Seungnyang mengatakan bahwa El Temur mungkin masih hidup. Tahwan sulit mempercayai hal ini.  Seungnyang mendesak Tahwan untuk memeriksa tempat Tanashiri.
Setelah itu Seungnyang mengendarai kuda sambil membawa panah dengan pita terikat. Setiap warna pita mengandung kode tersendiri untuk berkomunikasi. Hal itu diusulkan oleh Tal Tal ketika kubu Bayan dan kubu Wang Yoo bertemu untuk membahas rencana kerjasama mereka.

Kode warna biru berarti Dangkise menemukan rencana mereka. Kode warna kuning berarti seseorang telah mengetahui persekutuan mereka. Kode warna putih adalah untuk skenario terburuk.
***

Tahwan langsung menuju ruangan Tanashiri. El Temur tidak ingin Tahwan tahu bahwa dia masih hidup hingga saat ini.  Tanashiri berusaha mengulur waktu . Ketika Tahwan memasuki ruangan Tanashiri , El Temur sudah bersembunyi.
Tanashiri merasa lega karena ayahnya sudah keburu bersembunyi. Namun Tahwan curiga ketika melihat cawan yang berisi minuman khusus.
Tahwan berlalu dan mengenal minuman khusus itu. Tahwan sadar bahwa Seungnyang mengatakan yang sesungguhnya bahwa El Temur masih hidup.
Tahwan mengumpulkan para kasim pengawal demi rencana untuk membunuh El Temur. (Walaupun terkesan gegabah , terlihat keberanian Tahwan semakin besar )
***
Dangkise hanya mengetahui dan mewaspadai manuver dari rival petinggi militer , tanpa menyadari bahwa Wang Yoo dan Bayan sudah mulai mengincar sasaran masing2.
Rencananya , Wang Yoo akan menghadapi Dangkise , sedangkan Bayan akan mengurusi Tapjahae. Sementara itu Bulhwa tentu saja punya target sendiri untuk menghabisi mantan koleganya , Byeongsoo , yang telah menghianati mendiang Komandan Ki.
Seungnyang mulai membidikkan panah menyasar kepala sang Jendral. Pada saat itu perhatian semua orang tertuju kepada Seungnyang.  Namun tak lama kemudian mereka melihat panah dengan pita putih. Kecemasan melanda Tal Tal dan Wang Yoo dkk. Wang Yoo menyimpulkan bahwa El Temur masih hidup.



 Komentar

Intrik politik di negara Tiongkok termasuk di masa Dinasti Yuan yang menjadi setting drama ini , senantiasa rumit karena melibatkan beberapa kubu yang bersaing . Hal ini dapat dimaklumi mengingat betapa luasnya Tiongkok dan betapa banyak penduduknya yang seperlima penduduk dunia . Dengan demikian dapat dimaklumi jika terlahir banyak tokoh dalam sejarah.
Persaingan dalam "Empress Ki" ini semakin seru . Melibatkan beberapa kubu.
1. Jendral Bayan didukung Tal Tal yang juga mengincar posisi Perdana Mentri atau orang yang berkuasa secara de factor sesudah Kaisar dan Ibu Suri. Walaupun ambisius , Jendral Bayan masih mengingat hutang budi pada mendiang kaisar , sehingga lebih condong untuk mendukung Kaisar Tahwan.
2. Kubu Ibu Suri yang juga punya kepentingan , terutama perseteruannya dengan El Temur dan Tanashiri. Dalam sejarah Tiongkok , posisi Ibu Suri kerapkali menjadi penguasa de facto juga seperti yang terjadi di abad 19 kemudian ketika Ibu Suri Cixi menjadi penguasa de facto , diatas kekuasaan kaisar Qing.
3. Kubu Kaisar Tahwan yang juga punya kepentingan untuk meraih pengaruh yang kuat , tidak berada di bawah pengaruh El Temur. Selain kepentingan politik , Tahwan juga punya kepentingan asmara , dengan rival Wang Yoo . Dengan kata lain , Tahwan hanya dekat dengan kepentingan Ibu Suri dan Jendral Bayan, tetapi berseberangan dengan kepentingan El Temur dan Wang Woo.
4. Kubu El Temur dengan anak2nya termasuk Permaisuri Tanashiri. El Temur jelas ingin melanggengkan kekuasaannya sebagai penguasa de facto di Tiongkok saat itu ,yang melampaui kekuasaaan Kaisar dan Ibu Suri. Salah satu strateginya adalah dengan menjadikan Tahwan sebagai kaisar boneka , dan juga hendak meraih dukungan Wang Yoo yang dikagumi kecerdasannya. Namun Wang Yoo punya kepentingan yang berseberangan dengan El Temur. Kubu El Temur menjadi musuh bagi semua kubu lainnya. Tetapi posisi El Temur hingga saat ini masih yang terkuat diantara kubu2 lainnya.
5. Kubu Wang Yoo didukung Seungnyang dkk. Kubu ini secara politik paling lemah , mengingat status Goryeo (Korea) yang hanya negara tribute Tiongkok . Bahkan Wang Yoo menjadi sandera dan terpaksa hidup di Tiongkok untuk sementara waktu. Tetapi Wang Yoo punya kecerdasan yang bisa memainkan dinamika politik diantara beberapa kubu sekaligus. Dalam episode 19-20 terlihat Wang Yoo mampu merangkul tiga kubu sekaligus , kubu El Temur , kubu Ibu Suri dan kubu Jendral Bayan. Sasaran utama Wang Yoo adalah menjungkalkan El Temur (dalam hal ini sama dengan kubu lainnya , termasuk Tahwan) . Tetapi rivalitas asmara dengan Tahwan untuk berebut hati Seungnyang menjadikan Tahwan menganggap Wang Yoo sebagai musuh terbesar kedua sesudah El Temur.
Drama ini semakin seru saja , selain intrik politik juga banyak pembelajaran sejarah

0 comments:

Post a Comment