Monday, January 6, 2014

Sinopsis : Empress Ki - Episode 19

Standard

Tahwan mengkhawatirkan nasib Seungnyang. Setelah mendapat kabar Seungnyang disekap di penjara , Tahwan langsung menuju TKP. Seungnyang memang sedang disiksa hingga babak belur. Dangkise memegang wajah Seungnyang dan berkata bahwa kali ini Seungnyang tidak bisa lolos darinya.


Wang Yoo tiba di saat yang tepat dengan pedang terhunus ,mengancam leher Dangkise. Wang Yoo menegaskan bahwa El Temur sudah setuju untuk membebaskan Seungnyang.  Sebagai “hadiah” , Wang Yoo memukul Dangkise hingga jatuh pingsan.
Wang Yoo segera mengamankan Seungnyang yang masih tak sadarkan diri. Ketika Wang Yoo membawa Seungnyang untuk pergi , Wang Yoo berhadapan dengan Tahwan yang sudah tiba. Mereka berpandangan satu sama lain.

Ketegangan terjadi . Tahwan memerintahkan agar Wang Yoo menurunkan Seungnyang. Wang Yoo walaupun berada dibawah ancaman kepungan pedang , menolak untuk menyerah . Wang Yoo mengatakan kalau Seungnyang bukan lagi wanita istana , seperti maklumat El Temur sebelumnya.
Wang Yoo tahu bahwa El Temur adalah penguasa de facto Dinasti Yuan , dan menantang Tahwan jika berani menentang maklumat PM El Temur. Tahwan hanya bisa memandang Wang Yoo dengan sengit.
***
Tahwan menemui PM El Temur dan menanyakan masalah Seungnyang. PM El Temur heran kenapa seorang kaisar seperti Tahwan begitu mempedulikan wanita biasa seperti Seungnyang. Sebagai gantinya PM El Temur memperingatkan Tahwan agar tidak melupakan putri El Temur , yakni Permaisuri Tanashiri. PM El Temur berlalu .
Tahwan hanya bisa menangis ditengah rasa frustasi karena tidak berdaya sekalipun menjadi seorang kaisar.
***
Wang Yoo melihat Seungnyang masih tak sadarkan diri akibat penyiksaan Dangkise. Wang Yoo memandang Seungnyang dengan penuh keprihatinan dan berjanji akan melindungi Seungnyang mulai saat itu.
Sementara itu Tahwan bersama dengan Golta disebuah jembatan istana. Tahwan mengeluh ketidakmampuan dirinya yang belum juga sanggup menemukan Surat Darah , dan malah membuat Seungnyang menderita karena blunder yang dilakukan Tahwan.
Tahwan mendapat laporan bahwa Seungnyang masih tak sadarkan diri. Tahwan menghela nafas dan berlalu dari jembatan.
***
Tahwan memanggil Jendral Bayan dan Tal Tal untuk menghadap. Tahwan memberitahu mereka bahwa PM El Temur telah beraliansi dengan Raja Wang Yoo . Tahwan meminta Bayan dan Tal Tal untuk mencari tahu masalah ini.
Bayan bertanya kenapa Tahwan tertarik mengetahui perkara itu. Tahwan menjelaskan kalau dia sangat membenci PM El Temur dan Raja Wang Yoo , bahkan berharap bisa membunuh keduanya.  Tal Tal yang cerdik bisa menerka bahwa motif Tahwan hanya karena Seungnyang. Bayan meminta Tal Tal untuk mengawasi Wang Yoo .
***
Permaisuri Tanashiri sedang duduk didepan cermin ketika Ibu Suri datang berkunjung. Ibu Suri membahas tingkah Dangkise yang mencoba untuk mencelakakan Tahwan. Ibu Suri juga mengingatkan agar Tanashiri memiliki seorang putera dan nanti dapat melihat apa yang akan dilakukan kubu ayahnya berkaitan dengan perebutan tahta.
***
Seunnyang sudah siuman . Bulhwa membawakan Seungnyang obat-obatan dan berkata bahwa ayah Seungnyang , mendiang Komandan Ki pasti akan bahagia melihat Seungnyang begitu dihargai oleh Raja Wang Yoo.
Seungnyang meminta agar Bulhwa mencarikan panah , senjata andalan Seungnyang selama berkarir di Goryeo dulu waktu menyamar sebagai seorang pria. Seungnyang merasa kembali menjadi dirinya yang lama akan membantu perjuangan Wang Yoo.
Bulhwa menolak karena belum mendapatkan restu dari Raja Wang Yoo.  Seungnyang menukas apakah Bulhwa berharap Seungnyang akan melakukan pekerjaan rumah tangga di tempat ini ?
Bulhwa tertawa dan setuju untuk mencarikan permintaan Seungnyang.
***

Wang Yoo dkk berada dipasar untuk membeli sesuatu. Tal Tal sesuai permintaan Bayan mulai mengawasi Wang Yoo.
Tal Tal mendekati pembeli yang barusan melayani Raja Wang Yoo , dan menemukan bahwa Wang Yoo membeli racun kodok. Tal Tal pun membeli barang yang sama . Setelah itu Tal Tal menemui Bayan untuk melaporkan bahwa racun seperti itu senantiasa digunakan bersama arak merah.
Mereka mulai menerka apa motif Wang Yoo membeli barang seperti itu. Pada saat itu mereka mendapatkan laporan bahwa Wang Yoo sedang menuju tempat El Temur.
***
El Temur bertekad untuk mencari tahu musuh misterius yang berani menentangnya diam-diam selama ini dan mengharapkan kematian El Temur.  Wang Yoo bertanya apa tidak masalah jika El Temur pura2 mati agar dapat mengetahui siapa musuh misterius tersebut.  Dangkise dan Tapjahae tidak setuju dengan rencana Wang Yoo ini.

Wang Yoo lalu menyodorkan arak dan meminta Dangkise untuk meminumnya. Pada awalnya Dangkise tidak merasakan apapun sampai akhirnya semaput tak sadarkan diri. Wang Yoo menjelaskan bahwa efeknya hanya sementara. Dan El Temur dapat menggunakan siasat ini untuk menemukan musuh misteriusnya.

Tal Tal mengawasi dari luar . Tal Tal yang cerdik dapat menerka bahwa Wang Yoo memberikan arak itu kepada El Temur , untuk berpura-pura mati , dan dapat menemukan musuh misterius dibalik rumor yang beredar.
Wang Yoo tidak menyadari ada Tal Tal yang cerdik di kubu Tahwan dan bisa membaca manuvernya .
***


Seungnyang kembali berlatih memanah didepan rekan2nya. Kemampuan Seungnyang masih terlihat baik walau sudah lama tidak berlatih.  Suasana yang menyenangkan berubah ketika Wang Yoo muncul dan marah karena menganggap Seungnyang belum sepenuhnya pulih.
Seungnyang meminta Wang Yoo jangan menyalahkan Bulhwa. Wang Yoo meraba wajah Seungnyang dan menemukan Seungnyang masih panas karena demam.  Anakbuah Wang Yoo pura2 tidak melihat apa yang terjadi.

Seungnyang berkata kalau dia tidak merasa apa2 . Wang Yoo meminta Seungnyang jangan berpura2 kuat , dan lebih baik mengatakan kalau memang sakit .
***
Tahwan tidak berselera makan sejak insiden Seungnyang disiksa dan dibebaskan. Tahwan bertanya pada Golta apakah ada kabar terbaru. Golta mengaku belum mendengar apapun .
Tahwan masih bersikukuh atas Seungnyang , menolak untuk mengakui bahwa Seungnyang sudah merupakan bagian dari kubu Wang Yoo sekarang ini. Tahwan bahkan percaya kalau dia ada di hati Seungnyang juga.
Bayan dan Tal Tal menemui Tahwan. Mereka melaporkan taktik Wang Yoo untuk membuat El Temur pura-pura mati. Dangkise juga dikabarkan sudah pulih kembali sehingga El Temur semakin yakin untuk menjalankan siasat Wang Yoo .
Tahwan bertanya apa yang terjadi kalau El Temur benar-benar mati setelah meminum arak itu , dan menukarnya dengan racun yang sesungguhnya.  Bayan terperanjat mendengar ide seberani itu. Tal Tal mengatakan bahwa mengganti racun bukanlah perkara mudah.
Tahwan bersikukuh memerintahkan mereka untuk menghalalkan berbagai cara , agar dapat membunuh El Temur dan melemparkan kesalahan kepada Wang Yoo.
***

***
Tahwan sedang berjalan di tengah cuaca dingin di malam hari. Tahwan melihat Seungnyang keluar dari istana harem. Tahwan menghalangi Seungnyang dan mengajakanya ke ruangan yang sepi.
Tahwan dengan gusar membela diri bahwa dia tidak mabuk setiap saat seperti kabar yang beredar. Tahwan mempertanyakan kenapa Seungnyang membuat Tahwan jadi begini menyedihkan.
Tahwan bahkan mencoba untuk mencium Seungnyang , namun Seungnyang melawan , dan memperingatkan bahwa dia bukan lagi dayang istana yang bisa diperlakukan sesuka hati.
Tahwan ingin tahu apakah dia ada di hati Seungnyang. Namun sulit bagi Seungnyang menghadapi Tahwan yang bagaimanapun ikut bertanggungjawab atas kematian ayahnya , Komandan Ki.


Tahwan mengira Komandan Ki seorang pemimpin yang dihargai Seungnyang. Namun Seungnyang mengatakan kalau Komandan Ki itu adalah ayahnya. Bahwa Seungnyang berada di samping Tahwan sebelumnya , hanya karena berniat membunuh Tahwan.
Seungnyang meminta agar Tahwan tidak mencarinya lagi , namun Tahwan malah menyodorkan pisau , meminta Seungnyang agar membunuhnya asalkan mendapatkan maaf dari Seungnyang.

Seungnyang menjawab kalau seluruh orang Goryeo di istana Yuan akan tewas jika Seungnyang membunuh Tahwan.  Seungnyang meminta Tahwan untuk melupakannya. Seungnyang berlalu.
Tahwan ambruk ke lantai mendengar kenyataan yang pahit ini.
***
Tal Tal mengetahui bahwa Dangkise menyimpan kunci dimana arak merah beracun itu tersimpan. Tal Tal hendak membuka tempat penyimpanan itu dengan kunci yang asli dan menukar racun .

Tal Tal dan Bayan berhasil melakukannya sebelum El Temur tiba , memerintahkan seluruh petinggi , dan juga Wang Yoo untuk melakukan pertemuan darurat bersama Kaisar.
Ibu Suri tampak tidak senang mendengar pertemuan ini.
Lain halnya dengan Permaisuri Tanashiri yang tidak begitu terkejut mendengar pertemuan ini , karena telah mendengar sebelumnya. Tanashiri tidak berpikir kalau Tahwan dan Ibu Suri harus gugup jika mereka bukan orang yang berada dibalik rumor tersebut.
El Temur menemui Ibu Suri , dan memperingatkan agar Ibu Suri tidak melangkah keluar dari ruangan selama pertemuan berlangsung. Bahkan pintu ruangan Ibu Suri di blokade. El Temur merasa melakukan hal ini demi kepentingan negara , sementara Ibu Suri hanya melindungi istana .
Ibu Suri bersumpah tidak akan melupakan hari ini.
Sementara itu Seungnyang mengingatkan Wang Yoo agar berhati-hati sebelum berangkat untuk menghadiri pertemuan ini. Dalam pertemuan itu El Temur sibuk bertukar salam dengan para pejabat lain. Sementara Tal Tal mendampingi Tahwan yang puas mendengar rencana berjalan lancar , tinggal menunggu El Temur meminum racun itu.
Tahwan melihat Seungnyang , namun Seungnyang tidak mempedulikannya. Tahwan hanya bisa menatap sedih.
Tahwan terlihat tegang menanti rencananya selama pertemuan . Dia mempertanyakan kenapa Wang Yoo harus hadir di pertemuan para petinggi Yuan.

Sementara itu El Temur merasa heran dengan pandangan mata Tahwan yang berbeda pada hari ini.  Tahwan berkilah bahwa dia terlalu banyak minum dalam beberapa hari ini.
Para hadirin mulai minum , sementara El Temur meminum arak yang berbeda setelah di tes terlebih dahulu oleh seorang pelayan.  Tal Tal menenangkan Bayan , bahwa efek racun itu membutuhkan waktu .
El Temur memperagakan tarian pedang dan mengarahkan pedang ke semua orang , termasuk kepada Kaisar Tahwan . Tetapi bukankah racun akan berkerja semakin cepat karena pergerakannya ?
Sementara itu , pelayan yang menguji minuman untuk El Temur , memuntahkan darah. Seungnyang menyadari ada sesuatu yang salah. Disusul oleh El Temur yang sibuk memikirkan siapa musuh misterius. El Temur juga ambruk dan memuntahkan darah.

Tahwan kini mengetahui rencananya berjalan lancar. Sementara itu Wang Yoo menyadari bahwa El Temur meminum racun yang sebenarnya.
Komentar.
Setiap orang berkembang karena ada cinta maupun benci. Cinta yang dibarengi keinginan memiliki membuat seseorang berkembang , berjuang menjadi lebih (lebih jahat , lebih kejam , lebih giat dan lebih ulet) . Dalam hal ini fase perkembangan Tahwan lebih dipengaruhi oleh rasa cinta kepada Seungnyang , daripada memikirkan tahta sebagai kaisar.
Dalam episode ini terlihat Tahwan mengambil satu keputusan yang berani untuk memerintahkan Jendral Bayan dan Tal Tal untuk meracuni El Temur. Keputusan itu jelas berani , karena El Temur adalah penguasa de facto Dinasti Yuan pada saat itu. Jika rencana gagal , maka nyawa bisa menjadi taruhannya.
Tahwan melangkah ke fase berikutnya , dari seorang pangeran muda yang kekanak-kanakkan menjadi kaisar boneka yang pura2 patuh kepada El Temur , tetapi diam2 punya rencana besar dan ditopang oleh kekejaman dalam keputusan2nya .








0 comments:

Post a Comment