Tuesday, December 24, 2013

Sinopsis : Empress Ki - Episode 17

Standard

Wang Yoo kembali dengan segenap kecemburuannya, bahkan hingga memecahkan sebuah cawan hingga tangannya berdarah , memikirkan Seungnyang.

Seungnyang sendiri sedang menyiapkan ranjang untuk Tahwan. Dan Tahwan mencemooh bahwa Seungnyang sangat kikir karena hanya memberikan punggung saja , Tahwan merasa lebih baik dia memeluknya.  Seungnyang berkata : " Aku merasa apa saja yang berkaitan dengan Yang Mulia , bahkan punggung sayapun akan sia-sia."

Tahwan menarik Seungnyang untuk duduk di ranjang dan menutup telinga Nyang dengan kedua tangan Tahwan , seraya berkata dengan penuh kasih sayang : " Kamu idiot , dapatkah kamu mendengarku ? Aku ingin menentang PM El Temur. Aku tidak akan membiarkanmu melihat sisi lemahku lagi. Aku merasa hal itu lebih buruk dari kematian. Karena itu aku membutuhkanmu untuk membangun keberanianku."
"Apa yang anda katakan ? Ini sangat menjengkelkan," kata Nyang.
"Kamu harus tetap disampingku , dan memastikan bagaimana aku bisa menjadi kaisar yang sesungguhnya," kata Tahwan.
Tahwan tersenyum dan terus memandang Seungnyang . Dan Seungnyang berkata : " Anda tidak mau melepaskan tanganku ? Apa yang telah anda katakan ?"
"Aku mengatakan sesuatu yang buruk tentang kamu. Ambil buku itu dan bacakan untuk aku."

Tahwan terus memperhatikan Seungnyang yang membaca puisi.
***
Raja Wang Yoo berada diluar untuk sesi memanah sendiri tanpa peduli tangannya berdarah. Wang Yoo menembakkan panah satu persatu , dan rasa sakit itu masih belum sebanding dengan luka di hatinya. ***
Perdana Mentri El Temur diiringi para prajurit sedang menuju sebuah tempat .
Tal Tal berkomentar bahwa sang PM  mungkin telah terguncang  sampai harus di iringi para prajurit ketika berada di istana sekalipun.

Rupanya PM El Temur hendak mengunjungi Ibu Suri yang terganggu karena sedang berdoa. Ketika mendengar bahwa Ibu Suri sedang berdoa dan tidak bisa diganggu, PM El Temur dengan arogan berkata bahwa di bandingkan Buddha , dia lebih berguna. "Bahkan jika anda berdoa, tidakkah seharusnya anda berdoa kepada saya?"
Ibu Suri mempertanyakan apa manjur berdoa kepada PM El Temur. Dan PM menjawab hal itu berlaku sepanjang Ibu Suri tidak menguji kesabaran dengan surat tulisan darah yang tidak ada .
"Anda pikir aku yang mendalangi dokumen aneh itu?"tanya Ibu Suri .
" Saya disini untuk memperingatkan anda jangan mencari surat yang
bertulisan darah!" kata El Temur.
Ibu Suri mengatakan bahwa dia telah berdoa agar PM El Temur panjang umur , agar bisa membayar hutang darah yang belum lunas , kalau perlu hidup 100 tahun , eh tidak , jika El Temur menerima pembalasan yang layak , maka El Temur harus hidup berabad-abad.
Ketegangan antara dua orang penting di Dinasti Yuan ini terus berlanjut. Sebelum berlalu , El Temur mengancam bahwa perbedaan dia dengan Buddha adalah El Temur tidak punya belas kasihan dalam membalas dendam.
Setelah itu , Ibu Suri memerintahkan Guru Jang untuk mencari tahu kenapa PM El Temur bertingkah seperti itu.
Disisi lain El Temur menyimpulkan bahwa Ibu Suri belum memiliki bukti surat berdarah itu , yang akan digunakan untuk menyerang El Temur.
***
PM El Temur berpapasan dengan Raja Wang Yoo dkk . El Temur bertanya tentang rumor yang beredar didalam istana. " Anda dengar tentang dokumen aneh?"
Raja Wang Yoo mengakui : "Saya menempati Istana Pengunjung.  Bagaimana mungkin saya tidak mendengarnya?"
"Tapi, anda mau kemana?"
"Saya dipanggil oleh Yang Mulia Ibusuri."
El Temur memperingatkan Wang Yoo : " Berhati-hati dengan tindakan anda dan jangan ciptakan kesalahpahaman."
***
Sementara itu Kaisar Tahwan juga sedang menuju tempat Ibu Suri , dan mendadak matanya kelilipan. Kaisar menolak bantuan kasim yang akan meniup mata , dan sebagai gantinya Kaisar Tahwan meminta Seungnyang yang meniup mata.


Hal itu disaksikan juga oleh Raja Wang Yoo yang sedang melintas disekitar.  Raja Wang Yoo memandang dengan penuh makna.
Seungnyang begitu menyadari ada Wang Yoo , bersikap menjaga jarak dengan Kaisar Tahwan.  Seungnyang - Wang Yoo bertukar pandangan ,  dan Seungnyang terlihat merasa bersalah.
Kaisar Tahwan menyapa Raja Wangyoo dan hendak berlalu , dan Seungnyang tetap berdiri disana dan terus memandang Raja Wang Yoo.  Kaisar Tahwan akhirnya memerintahkan agar Seungnyang harus berada tiga langkah di belakang Kaisar. Seungnyang tidak ada pilihan lain selain mematuhi perintah Kaisar.
***
Tanashiri sedang membordir ketika teringat ucapan Wang Yo ketika mabuk .  Ketika itu Wang Yoo berkata : " Disaat aku menghadapi musuh di medan perang , maka aku akan menjadi kejam. Jika aku bertemu gadis cantik sewaktu minum , aku akan sesak nafas." Memikirkan hal itu , konsentrasi Tanashiri menjadi buyar sehingga jarinya tertusuk jarum . Dayang Seo tiba dan mengabarkan bahwa Tanashiri tidak perlu pergi memberi salam , dan suasana istana menjadi lain. Tanashiri memutuskan untuk menghadap Ibu Suri juga.
***
Tahwan menyapa Tanashiri , dan mereka berinteraksi dengan canggungnya , sampai Raja Wang Yoo juga muncul . Tahwan memasang wajah bosan , sedangkan Tanashiri tampak antusias dan pandangan matanya tidak bisa lepas dari Wang Yoo.
Mereka lalu memberi salam pada Ibu Suri . Dan Ibu Suri tampak terganggu dengan permaisuri Tanashiri. " Selamat datang, kalian semua. Akan tetapi Yang Mulia Permaisuri,  tidakkah anda dengar bahwa anda tak perlu datang?"
"Bagaimana mungkin saya tidak datang untuk memberi hormat?" kata Tanashiri.  Yeonhwa yang sudah sedia terpaksa minggir untuk diambil alih oleh Seungnyang.
Alasan Ibu Suri mengundang Raja Wang Yoo turut serta adalah berkaitan dengan rencana Ibu Suri untuk mengatur pernikahan Raja Wang Yoo dengan Putri Seohwa.
Permaisuri Tanashi memprotes bahwa dia tidak diberitahu akan rencana ini sebelumnya.
Sementara itu Raja Wang Yoo menolak rencana itu : " Terima kasih atas kebaikan anda, tapi mohon maafkan penolakan saya."
Tahwan angkat bicara mendukung rencana Ibu Suri : " Wang Yu,
mengapa anda menolak usulan ini?  Saya setuju dengan Yang Mulia Ibusuri. Menjadi anak mantu Keluarga Kekaisaran, akan memperbaiki kedudukan anda. Bukan hanya itu, juga akan memperbaiki hubungan antara Goryeo dan Yuan. Akan menjadi suatu perayaan besar untuk kedua negara."
Raja Wang Yoo berkata kalau dia menganggap usulan ini baik adanya , tetapi belum memikirkan masalah ini. Tanashiri mempertanyakan apa Raja Wang Yoo sudah memiliki seseorang di hati.
Sementara itu Raja Wang Yoo dan Seungnyang saling memandang ketika Tanashiri bertanya.
Raja Wang Yoo berkata lagi : " Semua orang sangat mengkhawatirkan saya  membuat saya bingung apa yang harus diperbuat. Sesudah minum teh, saya akan pamit lebih dahulu."

Ketika itu Seungnyang bersiap menyuguhkan teh , dan Yeonhwa sengaja membuat Seungnyang tersandung. Seungnyang akan terjatuh , sampai Raja Wang Yoo bergerak cepat untuk menyelamatkan dan memeluknya. Teh panas akhirnya menimpa Raja Wang Yoo sehingga sempat mengaduh kesakitan.
Namun Wang Yoo mengatakan dia tidak apa2. Tanashiri mengomeli Seungnyang : " Mengapa kau sangat gegabah? Seret dia..."
"Tidak masalah ," kata Wang Yoo.
"Bagaimana tidak masalah? Anda pasti sudah melepuh karena tersiram air panas."
"Tidak begitu panas. Tolong maafkan dia." kata Wang Yoo sambil tersenyum.
Tahwan hanya terdiam saat menyaksikan semua ini , dan menyadari Wang Yoo menahan sakit demi Seungnyang.
***

Sementara itu Yeonhwa meminta maaf pada Seungnyang dalam perjalanan mereka kembali ke tempat mereka. "Maafkan aku, Nyang.
Aku tidak melihat kau lewat. Mohon ampuni aku Nyang. Aku sudah salah."
Seungnyang memperingatkan : " Jika kau berani berbuat seperti itu lagi, aku tak akan  mengampunimu.
***
Tahwan gusar karena merasa cemburu karena Seungnyang tidak begitu peduli ketika Tahwan cidera saat bertanding sepakbola , tetapi jelas-jelas Seungnyang menunjukkan kepedulian pada luka Wang Yoo.
Namun Tahwan akhirnya mengatakan pada dirinya sendiri : " Tapi... sebagai Kaisar, aku tidak bisa marah padanya hanya untuk hal sekecil itu."
Tahwan tersadar dan bertanya dimana Seungnyang , dan marah karena menyadari Nyang menuju tempat Wang Yoo tanpa ijin.
Tahwan memerintahkan Golta untuk menjemput Seungnyang.
***
Wang Yoo mengalami luka cukup parah akibat tersiram air panas. Seungnyang sudah datang dan menawarkan diri untuk merawat Wang Yoo. "Tolong biarkan saya mengobati luka anda."
Wang Yoo meminta Seungnyang untuk pergi . Namun Seungnyang bersikukuh untuk merebut peralatan obat dari Kasim Bang , dan memasuki ruangan Wang Yoo.


Moosong yang memahami Wang Yoo , membiarkan Seungnyang masuk.   Seungnyang terus bersikukuh merawat luka Wang Yoo , bahkan hampir menangis ketika melihat sendiri betapa luka itu.
Lalu Moosong mengabarkan bahwa Golta sudah datang untuk menjemput Seungnyang.  Dan Seungnyang berjanji akan kembali nanti malam.

Seungnyang kembali ke tempat Tahwan , dan Tahwan menanyakan kabar Wang Yoo . Tahwan berkata lagi  : " Aku tahu. Kau pasti berpikir bahwa aku akan memarahimu. Kau masih tak mengerti aku? Aku mempunyai hati yang sangat pengampun."
Seungnyang menjelaskan : " Lukanya sangat dalam. Kemungkinan beliau akan demam  malam ini."
Tahwan berkomentar kalau Seungnyang terlihat khawatir. Seungnyang berkata bahwa karena itu dia ingin Tahwan mengijinkan Nyang untuk merawat Wang Yoo malam ini.
Tahwan memprotes : " Lalu aku? Bagaimana dengan aku? Terakhir aku menderita tidak bisa tidur karena kau tidak membaca buku untukku. Tetap disisiku malam ini, sampai aku tertidur."
"Bisakah saya pergi setelah Yang Mulia tertidur?"
Seungnyang mengira bahwa dia bisa pergi kalau Tahwan sudah tertidur , tetapi Tahwan yang sudah ngantuk tetap memaksakan diri untuk terjaga agar Seungnyang tidak pergi meninggalkannya.
***
Sementara itu Raja Wang Yoo gelisah diranjang karena tidak bisa tidur. Seseorang muncul di depan pintu , dan Wang Yoo tersenyum mengira Seungnyang datang. Namun Wang Yoo kecewa begitu menyadari bahwa Kasim Bang yang datang.
***

PM El Temur marah besar . " Bayan! Apa sebenarnya yang kau kerjakan? Kau belum juga dapati petunjuk-petunjuk untuk mendapatkan dokumen aneh itu?"
"Maafkan saya, Perdana Menteri."
"Ada petunjuk keberadaan surat bertulisan darah itu?" tanya El Temur lagi .
Dangkise memohon : "Maafkan saya, Ayah."
"Kalian semua sudah tidak mau hidup lagi, benar bukan?" hardik El Temur.
Bayan dan anak2 El Temur tergopoh2 meminta El Temur memaafkan mereka.  El Temur mermintahkan agar para ahli nujum di eksekusi penggal , dan kepala mereka dibuang kedalam parit diluar gerbang istana.

***

Di sebuah desa Goryeo , Makseong melihat Byeongsoo berkerja dengan rajin membawakan kayu untuk para penduduk desa. Byeongsoo berkilah bahwa sesudah makan dia harus berkerja keras , jadi walaupun tidak berbakat , tetapi Byeongsoo merasa harus menunjukkan rasa terimakasih.
Beberapa orang dewasa telah gugur di desa ini , dan yang bertahan tinggal anak2. Jadi Byeongsoo bertekad untuk menyediakan kayu bakar lebih banyak lagi. (Sama seperti peran pura-pura baik di karakter orang jahat yang diperankan dalam serial " I Hear Your Voice.")
Makseong melihat Jeombakyi dan Bulhwa muncul . Makseong menggerutu kenapa mereka datang lagi.
Byeongsoo tentu saja berusaha menguping ketika Makseong , Jeombakyi dan Bulhwa berdiskusi didalam. Makseong menyadari bahwa ada orang diluar yang sedang mengintai . Makseong menotok jendela kertas hingga jebol didekat kuping Byeongsoo yang sedang ditempel.Akibatnya Byeongsoo mabur .

Makseong kembali berbincang , dan mengetahui bahwa tamunya ini membutuhkan bantuan untuk menangkap tikus. Bulhwa - Jeombakyi meminta agar Makseong menjaga rahasia.
Kepala Desa Makseong bertanya apakah ini yang diperintahkan majikan mereka. Mereka membenarkan.
***

Dangkise meminta para dayang untuk pergi agar dapat berbincang secara pribadi dengan Seungnyang.  Dangkise bertanya : " Kau pernah dengar sang Kaisar bicarakan surat bertulisan darah? Jika sang Kaisar bicarakan hal yang berhubungan dengan surat bertulisan darah, kau harus melaporkannya padaku. Bukan hanya hidupmu yang akan aku ampuni, aku akan berikan juga segala sesuatu yang kau mau."
Namun Seungnyang berkata : " Begitu aku temukan surat bertulisan darah, Perdana Menteri akan dibebankan  melakukan pengkhianatan. Barangkali bagiku, adalah satu kesempatan untuk membalas dendamku."
Dangkise mencemooh : " Mempercayai seorang kaisar bodoh membuatmu jadi berani yah ?  Kau tahu di padang rumput, apa akan terjadi pada kelinci yang telah dimangsa oleh burung elang? Tak peduli seberapa jauh kelinci berlari, akan tertangkap elang dan mati dengan mengenaskan. Kau telah aku tandai. Takdirmu tidak akan berbeda dengan kelinci.
***Seungnyang menuju tempat Kaisar Tahwan. Kali ini Tahwan telah siap mengenakan busana kebesaran , dan mengatakan pada Seungnyang : "  Mulai sekarang,  aku akan bangun sebelum matahari terbit. Kau harus datang kesini lebih dini juga."
Ketika Tahwan hendak menuju ruang tahta , Golta khawatir El Temur akan mengetahui hal ini.
Tahwan memerintahkan Seungnyang agar malam ini membawa Jendral Bayan untuk menghadap , dan jangan sampai seorangpun tahu.
***
Bayan dan Tal Tal datang menghadap Tahwan. Dan kali ini Tahwan berkata kalau dia akan memberikan perintah pertama kali sejak duduk di tahta kaisar.
Bayan dan Tal Tal berkata : "Silahkan berikan perintah , Yang Mulia !!"
Tahwan memerintahkan agar mereka mencari surat bertulisan darah. Namun mereka menjawab kalau itu hanya desas-desus belaka. Mereka menyimpulkan kalau hal ini diketahui El Temur , maka tidak ada seorangpun di istana kekaisaran ini yang dapat melindungi Tahwan.
Tahwan mengira mereka sedang mengancam , namun mereka menjelaskan kalau ini hanya saran belaka. Tahwan berkata : " Toh kalian bisa melindungiku."
Mereka mempertanyakan kepercayaan Tahwan kepada mereka berdasarkan apa. "Sejauh ini, semua yang telah kami buat karena mematuhi Perdana Menteri. Mengapa anda mempercayai kami?
Tahwan berkata kalau mereka telah menyelamatkan hidup Tahwan ketika di pulau Dacheong. "Jika hal ini diketahui oleh PM El Temur, hidup kalian juga akan terancam. Perintah Kekaisaran tidak bisa tidak ditaati! Pergi dan temukan surat bertulisan darah Ayah, dan berikan pada aku.
Bayan dan Tal Tal tidak ada pilihan lain selain mematuhi perintah Kaisar Tahwan.
Tahwan meminta seseorang untuk muncul. Dan muncullah Seungnyang. Tahwan meminta pendapat Seungnyang apa kali ini Tahwan terlihat seperti kaisar yang percaya diri ?
Seungnyang bertanya apa betul Tahwan hendak menentang Perdana Mentri. Tahwan mengatakan kalau dia ingin mencoba selama tubuh belum tercabik-cabik.
Seungnyang berkata kalau dia akan membantu Tahwan , lagipula ada perhitungan dendam yang harus dibayar El Temur. Tahwan senang mendengarnya dan merasa keberaniannya bertambah.

Bayan menyadari bahwa tatapan mata kaisar telah berubah , dan menilai kaisar telah mengambil keputusan. Namun Tal Tal mengingat bahwa beberapa waktu lalu , Tahwan seperti ketakutan didepan El Temur.
Mereka menyimpulkan bahwa untuk keluar diantara Tahwan versus El Temur , yang terbaik adalah mendapatkan surat tulisan darah .
***

Seungnyang kembali keruangan dan menemukan Dayang No sedang murka dan menolak untuk meninggalkan kamar yang pernah menjadi miliknya. Seungnyang mulai tertarik mendengar "Surat Tulisan Darah" disebut.
Seungnyang lalu menenangkan Lady No dan menawarkan ruangan itu padanya. "Ruangan ini adalah kamarmu. Jadi dengan aku, kita tinggal disini bersama-sama."
Seungnyang berkata pada Dokman bahwa dia akan merawat Dayang No.  Seungnyang meminta semua keluar , dan Yeonhwa memandang curiga sebelum keluar.
Dayang No meracau bahwa dialah yang terakhir melayani mendiang Kaisar Mingzong , dan dalam Surat Tulisan Darah , mendiang kaisar menulis sangat mencintai Dayang No , dan mengatakan Dayang No sebagai wanita tercantik didunia.
***
Keesokan paginya , Tahwan sudah bangun. Kasim Golta menyapa sang kaisar.  Kaisar Tahwan bertanya apakah Golta sudah menyiapkan acara wayang kulit.
Golta mengiyakan : " Para pelakon sudah tiba tadi malam ,dan mereka menanti di Balai Gwanghan. Tetapi Yang Mulia, demi mengelabui Perdana Menteri, anda sungguh-sungguh menyelenggarakan wayang kulit ini?"
"Apa katamu? Aku tidak tertarik dengan surat bertulisan darah aku hanya suka bersenang-senang. Aku harus benar-benar meyakinkannya.  Tapi, kepada Nyang...Jangan katakan apa-apa tentang wayang kulit."
Seungnyang dan para dayang tiba dengan alat pembersih. Tahwan meminta Seungnyang saja yang melakukan. "Kalian semua bisa pergi. Nyang, kesini dan tolong bersihkan wajahku. Perlahan dan lembut. Dengan tulus dan ikhlas. Ah, benar, begitu. Dengan lembut! Atau aku akan menghukummu."Seungnyang malah menggosok wajah Tahwan dengan kasar karena jengkel. Seungnyang memprotes kenapa pula dia harus mengerjakan pekerjaan pelayan istana."
Tahwan merajuk :
" Tidak, aku tidak mau. Selain kau, aku tidak biarkan wanita lain menyentuhku."
***
Dayang Seo menghadap Tanashiri , dan melaporkan bahwa Kaisar Tahwan menggelar pertunjukkan wayang kulit malam ini.
Tanashiri mengira bahwa pertunjukkan itu didedikasikan untuk Selir Park . Namun Dayang Seo mengingatkan bahwa Selir Pak sedang hamil dan tidak bisa pergi dengan mudah. Dayang Seo mengatakan bahwa acara itu untuk Permaisuri Tanashiri sendiri.
"Aku ? Aku sungguh tidak harapkan kebaikan seperti itu. "
"Menurut pandangan saya, Yang Mulia Kaisar ingin berdamai
dengan Yang Mulia Permaisuri."
"Berdamai ? Pergi dan bawa Wang Yoo kesini."
"Kenapa anda tiba-tiba memanggil Wang Yoo?"
"Aku tak mau bertemu Yang Mulia Kaisar sendirian. Menurut pendapatku, Yang Mulia Kaisar agak iri pada Wang Yoo. Wang Yoo memiliki perasaan padaku. Selama aku gunakan  kenyataan ini dengan bijak, aku bisa buat  Yang Mulia Kaisar merasa cemburu."
"Tapi apakah Wang Yoo memang memiliki perasaan pada anda , Yang Mulia ?"
***
Wang Yoo menerima laporan bahwa tikusnya sudah siap . Wang Yoo sedang menyiapakan rencana , dan mengatakan pada anak buahnya agar bertindak malam itu. Jadi tikus2 itu akan di lepaskan di istana , dan istana akan kacau , kutukan segera dimulai.
Moosong muncul dan mengabarkan bahwa ada seseorang dari tempat Permaisuri yang datang.
***
Perjamuan dimulai , yang dihadiri oleh Tahwan , Tanashiri dan Wang Yoo , juga Seungnyang.  Raja Wang Yoo sibuk mencuri pandang pada Seungnyang.
Tanashiri bertanya kenapa Seungnyang mencicipi makanan . Tahwan mengaku kalau dia yang memerintahkan hal itu.
Tanashiri berkata pada Wang Yoo : " Di masa datang  kita harus bicarakan perkawinan anda."
Wang Yoo meminta agar Tanashiri tidak membahas masalah ini lagi.
Tanashiri bertanya : " Begitu tak berminatkah anda? Melihat anda jadi risih, di masa datang  saya tidak akan mengungkitnya lagi."
Mereka mulai menyantap perjamuan. Tanashiri bertanya pada Tahwan : " Saya dengar Yang Mulia telah siapkan wayang hari ini."

Tahwan terkejut dan membenarkan.
Tanashiri berkata : " Karena pertunjukkan ini untuk saya,dan atas ketulusan anda pada saya, saya akan hadir."
Tahwan menyumpahi diri sendiri bahwa rencana untuk Seungnyang jadi berantakan.
Dan bertambah berantakan lagi ketika Tanashiri mengajak Wang Yoo untuk bergabung juga.  Wang Yoo mengatakan tidak bisa ikut , namun Tanashiri berkata : "Menolak seorang wanita tidak boleh dilakukan seorang pria. Kasim Senior, Wang Yoo akan hadiri pertunjukkan wayang, tolong disiapkan."
( Sementara itu anak buah Wang Yoo mulai menyamar untuk menyebarkan tikus dimana2. )
***
Wang Yoo , Tahwan dan Tanashiri duduk untuk menikmati pertunjukkan. Tanashiri bertanya bagaimana Tahwan bisa tahu kalau Tanashiri menyukai wayang kulit.
Tahwan mengeluh dalam hati kalau saja dia tahu , dia tidak akan mempersiapkan wayang kulit itu.
***
Yeonhwa dan Hongdan berada di ruang gudang , dan Hongdan terkejut menjerit melihat banyak tikus disana. Yeonhwa ikut terkejut dan memarahi Hongdan karena telah menakuti hanya karena tikus. Mereka pergi meninggalkan ruangan .
***
Tahwan masih kesal karena acara yang semestinya disiapkan untuk Seungnyang , malah dinikmati oleh Tanashiri.  Tahwan meminta Seungnyang untuk mendekat agar bisa lebih menikmati pertunjukan.


Tahwan mencoba untuk meraih tangan Seungnyang . Dan Seungnyang tampak keberatan . Hal itu dilihat pula oleh Wang Yoo.  Akibatnya keduanya mencoba meraih tangan Seungnyang. Seungnyang terperangkap di antara dua pria .

0 comments:

Post a Comment