Thursday, September 5, 2013

Sinopsis : Queen Of Ambition – Episode 24 (Tamat)

Standard

Pengawal kepresidenan dan rekan-rekan Komisi Independen mendengar letusan pistol dari luar ruangan. Para pengawal terpaksa mendobrak pintu dan mendapati Pengacara Cha jatuh bersimbah darah dan Ibu Negara Dahae bajunya berlumuran darah.


Update

  • Menambahkan Full Recap  (April 02 ,  17: 15 WIB)
  • Menambahkan revisi screencap (July 07 , 17:00 WIB)
  • Disarankan follow Twitter Bentara agar bisa mengikuti update terbaru dan episode mendatang .

Rekap

Pengacara Cha tampak kesakitan sambil terbaring lemah di lantai memandang tajam Dahae . . Ibu Negara Dahae pun panik meliaht kondisi Pengacara Cha . Dahae mengatakan dirinya baik2 saja dan meminta segera dipanggilkan dokter untuk Pengacara Cha .

Tak lama kemudian team dokter tiba dan Pengacara Cha pun ditandu keluar dan dilarikan dengan ambulans ke rumah sakit. Pengacara Cha masih sempat memandang tajam kearah Dahae .
***
Dahae gelisah , berjalan mondar-mandir sambil termenung dalam ruangnya.
(Sebelum kejadian)
Dahae mengancam akan membunuh dirinya dengan pistol : "Jika aku tertembak sekarang maka kau adalah orang yang menembakku . "

Pengacara Cha mengira Dahae sudah gila dan berusaha merebut pistol dari tangan Dahae.
Pengacara Cha bertanya : Kenapa kamu bisa melangkah hingga sejauh ini , kenapa ? Apa yang membuatmu jadi seperti ini ? Kenapa kau hidup seolah dineraka .  Jika kau sekarang mau bertobat dan setulus hati meminta maaf atas segala kejahatanmu , aku akan mengakhiri sampai disini .
Dahae : Jangan becanda !! . Pengacara Cha : Jika kau meminta maaf sekarang , maka aku akan mengenyahkan segala barang bukti yang kumiliki .  Dahae : Aku takkan jatuh semudah itu . Jikapun aku harus jatuh , aku lebih memilih untuk mengakhirinya sekarang .
Dahae tampaknya sudah menemui jalan buntu . Mereka saling berebut pistol dan tanpa sengaja Pengacara Cha tertembak di bagian perut . Tangan Dahae pun tergetar , pistol ditangannya terjatuh bersama darah yang bercucuran.
Pengacara Cha terjatuh dalam pelukan Dahae kemudian terkapar dilantai. Dahae memandang Pengacara Cha dengan panik. Seakan cintanya yang sudah lama terkubur tersentil melihat pria yang pernah saling mencinta sedang meregang nyawa.  Mata Dahae berkaca dalam kekalutan tak menentu . Dia memandang cermin dan berusaha merapihkan dirinya . Wajahnya terlihat pucat .
Queen Of Ambition 01 - 02
***
Dirumah sakit , team dokter berjuang keras untuk menyelamatkan Pengacara Cha .  Tak lama kemudian , team dokter berhasil mengeluarkan peluru dari tubuhnya.
***
Sekretaris melaporkan pada Dahae diruangannya bahwa kondisi Pengacara Cha baik-baik saja dan operasi berjalan lancar.
Sekretaris juga mengaku sudah mengkonfirmasi pada kepala operasi bahwa kondisi Pengacara tidak bermasalah dalam masa pemulihan . Dahae memerintahkan Sekretaris untuk menghubungi pihak RS , dan jangan membiarkan pengunjung , wartawan , bahkan pihak keluarga yang ingin memasuki ruang rawat Pengacara Cha .
Dahae juga menginstruksikan Sekretaris agar segera memberitahu Dahae terlebih dahulu jika Pengacara Cha sudah siuman .
***
Dirumah sakit , Pengacara Cha dijaga dengan ketat dan bahkan Taekbae dan Bibi Hong pun tidak bisa menjumpainya.


Sementara itu didalam ruang rawat  , Pengacara Cha sudah mulai siuman .  Cha memperhatikan sekitar dimana ada dua pengawal yang menjaganya dengan ketat .
***
Kanselir Chang Woojul menanyai insiden tertembaknya Pengacara Cha pada Ibu Negara Dahae .

Dahae bersikeras bahwa itu kecelakaan tidak sengaja ditengah penggeledahan dan penyitaan  . Kanselir Chang mengungkap temuan Badan Forensik Nasional dari pistol yang menjadi barang bukti di TKP menunjukkan banyak sidik jari Dahae .
Dahae berkilah bahwa pistolnya adalah alat untuk membela diri  demi keselamatan . Kanselir Chang mengingatkan bahwa berkat kerja keras Pengacara Cha , barang bukti yang memberatkan Ibu Negara Dahae telah terkumpul . Chang mengingatkan jika Cha sudah siuman maka Dahae bersiap menerima tuntutan .
***
Taekbae dan Bibi Hong mengendap2 keruang rawat Pengacara Cha , tetapi diruangan itu sudah kosong dan tidak ada siapa-siapa.
Bibi Hong panik dan meminta Taekbae untuk menanyakan Haryu (Pengacara Chang) pada pihak perawat.
***
Dahae sedang gelisah diruangannya mengingat perkataan Kanselir Chang Woojul.
Sekretaris datang menghadap melaporkan bahwa Pengacara Cha menghilang dari rumah sakit. Dahae tampak kecewa mendengar kabar buruk ini dan memerintahkan Sekretaris untuk memberitahu petugas untuk menemukan Pengacara Cha tak peduli bagaimanapun caranya.
***
Bersamaan dengan itu Kanselir Chang Woojul bersama rekan-rekan Komisi menjadi panik karena Pengacara Cha juga membawa barang bukti bersamanya , lagipula kondisi kesehatan Pengacara Cha belum juga pulih .
Kanselir Chang memerintahkan rekan2 Komisi untuk melacak keberadaan Pengacara Cha .
***
Diam-diam Ibu Negara Dahae merubah kostum dengan penampilan kasual dan menyamar sebagai rakyat jelata. Rupanya  Dahae hendak menemui Pengacara Cha dirumah lama Haryu.
Sebuah kilas balik . Pengacara Cha mendesak Dahae untuk kembali ke tempat semula , di kawasan kumuh , bukan istana kepresidenan .  Dahae berjalan menyusuri kawasan lama penuh kenangan , membuka pintu gerbang , dan memasuki ruang sepi .
Dahae membuka ruangan yang lainnya lagi dan menemukan Pengacara Cha sedang duduk bersandar ketembok .
Dahae : Kau pasti sudah mengira aku akan datang yah ? . Cha : Benar , aku sudah mengira sebelumnya.

Dibawah ini adalah text dalam bentuk JPEG . Dianjurkan membaca artikel ini dalam ponsel ukuran 5 inchi keatas (rotate horizontal) , tablet , laptop dan PC. Jika tidak muncul lakukan Refresh 
Queen Of Ambition 24-12
(Pengacara Cha tampak puas dan memberikan setumpukkan barang bukti)
Dahae : "Pergilah kerumah sakit karena kondisimu tak baik" (Seraya mengambil barang bukti)

Begitu Dahae keluar rumah Haryu para wartawan sudah menunggunya , demikian juga dengan Samdo bersama Taekbae yang memegang ponsel yang tersambung pada ponsel Haryu. Rupanya Dahae dijebak dan pembicaraan mereka diam-diam terdengar melalui ponsel Samdo dimana banyak wartawan ikut mendengarnya .
Dahae kehabisan akal dengan wajah pucatnya , berusaha menghindar dari kejaran wartawan .
Kembali kehalaman rumah , Taekbae dan Samdo masih menunggu Pengacara Cha yang masih berada didalam rumah . Taekbae memberi isyarat bahwa masalah ini sudah beres , dan meminta Pengacara Cha untuk lekas keluar rumah .
Pengacara Cha muncul dan memerintahkan rekan2nya untuk menyerahkan bukti rekaman suara Dahae kepihak stasiun TV .
***
Dahae pulang menumpang taksi dengan wajah pucat menandakan keputusasaannya atas perubahan sikon yang tidak diduganya .  Supir taksi pun merasa aneh dengan gerak gerik Dahae .
Tiba2 terdengar siaran berita dimana Ibu Negara Joo Dahae mengakui dana politik ilegal dan juga pembunuhan .  Mendengar hal ini , Dahae hanya bisa menutup wajah dan merasa buntu.
***

Dirumah keluarga Baek , Presdir Baek , Presdir Dokyung dan Bibi Jimi melihat berita seputar pengakuan Dahae mengenai pembunuhan ayah tirinya , saudara kembar Pengacara Cha ,  dan mantan suaminya , Baek Dohoon .  Bahwa Komite Independen juga akan menuntut Ibu Negara Joo Dahae.
Presiden Baek mematikan televisi dan bersyukur akhirnya Pengacara Cha berhasil menjalankan rencananya , dan Baek Dohoon bisa beristirahat dengan tenang.

Disaat bersamaan , Ayah Cha juga dirumah sedang menonton berita bersama Bibi Hong. Bibi Hong mematikan televisi karena takut Ayah Cha terkena serangan jantung. Ayah Cha bertanya2 apa betul seorang Ibu Negara seperti Dahae yang telah membuat anaknya tewas ? Apa benar Ibu Negara itu Ibunya Eunbyul ? . Bibi Hong membenarkan semuanya.
Ayah Cha meratap bahwa anaknya pasti menderita .
Part 2 (of 3)

***
Karir politik Dahae sebagai Ibu Negara sudah tamat. Di Istana Presiden , Dahae mulai mencium gelagat pergunjingan mengenai dirinya.  Sekretaris Kim pun tidak kuasa menjelaskan apa yang terjadi ketika Dahae berang acara pestanya sebagai seorang Ibu Negara hanya berupa aula besar yang kosong tanpa siapapun .

Dibawah ini adalah text dalam bentuk JPEG . Dianjurkan membaca artikel ini dalam ponsel ukuran 5 inchi keatas (rotate horizontal) , tablet , laptop dan PC. Jika tidak muncul lakukan Refresh 



***
Pengacara Cha bersama Dokyung menjenguk Lee Chulwoo yang sedang dirawat di ranjang pasien .

Pengacara Cha memberitahu Dokyung bahwa Lee lah yang menjadi saksi mata pembunuhan pamannya Dokyung.
Dokyung mengira Lee sudah mati sebelumnya . Pengacara Cha mengatakan bahwa sengaja dia tidak memberitahukan keluarga Baek agar tidak kecewa dan berharap terlalu banyak.
***
Diistana , Dahae tertidur dengan tidak nyaman . Dia terbangun dan memasuki ruangan khususnya seakan hendak  "menikmati" malam terakhirnya di istana sebagai Ibu Negara.


Dahae memandang seisi ruangan yang megah . Dia mengenang kemegahan istana negara pada saat pertama kali menjadi Ibu Negara. Wajah tamaknya seakan terpuaskan oleh ruangan megah , bercitarasa klasik dengan furniture mewah sesuai statusnya sebagai Ibu Negara.
Mengenang hal itu , mata Dahae berkaca-kaca merenungkan bahwa semuanya itu akan berakhir.
***
Pagi harinya Dahae bersiap untuk pergi dari istana dengan berusaha tampil sebaik mungkin untuk terakhir kalinya didepan cermin .Setelah merasa sudah siap , Dahae berlalu dari ruangan pribadinya yang megah .

Dahae berjalan melintasi karpet merah , ditengah barisan pengawal Istana .  Dahae melangkah dengan tatapan kosong menuju Presiden Seok yang berdiri didepan pintu . Dahae berlalu seakan menganggap Presiden mahluk transparan , tanpa berkata-kata , tanpa makna , tanpa rasa selain kehambaran belaka .
***

Diluar istana , Dahae disambut oleh para demonstran yang meneriakkan yel yel , menyerukan agar Dahae ditangkap dan dihukum . Beberapa demonstran mulai melempari Dahae.
***
Bersamaan dengan itu Pengacara Cha bersama koleganya di Komisi Independen sedang menuju istana . Koleganya memuji kehebatan Pengacara Cha dimana untuk pertama kalinya dalam sejarah Korea diterbitkan surat penangkapan terhadap seorang Ibu Negara. Sang rekan berkomentar bahwa hal ini akan tercatat dalam Sejarah Korea.
Pengacara Cha dengan dingin berkata bahwa ini baru awal saja , sampai Dahae dihukum atas segala kejahatannya.
Tiba didepan Blue House , Pengacara Cha bergegas mencari Dahae ditengah kerumunan massa.
Ternyata Yanghoon datang  mendahului Pengacara Cha . Yanghoon mengamuk dan membawa Dahae pergi.
Pengacara Cha memutuskan untuk  mengejar mereka.
***
Mobil Yanghoo seakan dalam aura kelam . Posisi kali ini sangat berbeda karena Yanghoon sudah mengetahui Dahae yang membunuh ayah kandungnya.
Yanghoon ingat persis bagaimana Dahae dahulu pernah menghasut Yanghoon untuk membenci Haryu aka Pengacara Cha sebagai pembunuh ayah kandungnya Yanghoon (ayah tirinya Dahae ) .  Bukti itu tidak terbantahkan ketika Pengacara Cha membekuk Yanghoon dan memperlihatkan suara Dahae via ponsel .

Kini wajah Yanghoon sedingin es ketika Dahae berulangkali menyebutnya sebagai Oppa.
Dibelakang mobil Yanghoon , mobil Pengacara Cha terus mendekat.  Pengacara Cha berusaha menelepon dan membujuk Yanghoon agar tidak berbuat bodoh dan menyerahkan Dahae menurut hukum yang berlaku  , tetapi Yanghoon mengabaikannya dan malah melempar ponselnya ke belakang mobil.
Melihat gelagat buruk , Pengacara Cha mulai mengejar dan menyalakan tanda sirene di mobilnya.
***

Tiba disuatu tempat , Yanghoon menanyakan apa Dahae yang membunuh ayahnya ?  Apakah Dahae pernah menganggap mereka satu keluarga ? Kenapa berbohong selama 12 tahun ini ?.
Dahae hanya bisa meminta maaf.  Mata Yanghoon berkaca-kaca , dan ketika Dahae berinisiatif meninggalkan mobil , maka Yanghoon sekalian  mengusir Dahae dari mobilnya seraya berkata jangan pernah menjumpainya lagi. Mata Dahae pun berkaca2 .
Dahae akhirnya turun dari mobil ditengah halaman rumput yang luas . Sementara itu ,  Pengacara Cha pun sudah sampai kelokasi mereka.
Dahae tanpa sadar berlari menuju tempat Pengacara Cha sedang berdiri . Yanghoon mulai menyalakan mobil . Sepertinya Yanghoon berniat untuk membunuh Dahae dengan menabraknya.
Pengacara Cha melihat gelagat buruk kemudian berlari kencang untuk menyelamatkan Dahae. Disaat hampir bersamaan Pengacara Cha berhasil menangkap tubuh Dahae terlebih dahulu dan merelakan tubuhnya untuk ditabrak oleh mobil Yanghoon .
Dahae dan Pengacara Cha terkapar bersama dan Yanghoon segera melarikan diri.


Dahae masih sempat sadarkan diri untuk sesaat . Dia panik melihat Pengacara Cha diam tak bergerak. Dahae mengguncang tubuh Pengacara dan memanggilnya Haryu.
Dahae : "Bangunlah!! Kak Haryu !!! Tidak mati begitu saja kan ? Aku masih belum minta maaf padamu. Maaf ...maafkan aku  ......
Dahae mengatakan itu sambil menangis . Pengacara Cha sempat membuka matanya sebentar lalu pingsan lagi . Dahae lalu berjalan sempoyongan dan tak lama kemudian diapun pingsan .
Ambulans datang menjemput dua pasien yang kritis karena banyak pendarahan dan langsung membawa mereka ke ruang operasi.
( Sebuah kilas balik :   Masa kecil Dahae dan Haryu kembali diputar . Haryu sejak masa kanak-kanak selalu bersimpati pada Dahae . Ketika Dahae bersedih karena menolak dikatakan sebagai anak yatim piatu , Haryu terus menghibur Dahae. 

Visualisasi Haryu remaja berubah menjadi Haryu dewasa aka Pengacara Cha.  Haryu dewasa bertanya pada Dahae cilik kenapa duduk sendirian ? . Dahae cilik mengungkap kesedihannya karena Ibunya pun meninggalkan dirinya , tidak ada orang yang menyukai anak gadis seperti dia .  Visualisasi Haryu dewasa terlihat menghibur Dahae cilik , bahwa semua orang menyukai Dahae . Haryu dewasa menegur Dahae cilik untuk tabah agar bisa bahagia . Dahae cilik terlihat terhibur.) 
Beralih di RS , ketika Bibi Hong dan Taekbae menjenguk Dahae . Bibi Hong mengomeli Dahae yang belum sadarkan diri : Kamu ini sampai kapan harus menyakiti kami hingga akhir ? Cepatlah siuman .

Taekbae pun mengomel : Aku masih marah padamu , Dahae !!! Bangunlah dan menjalani hidup untuk menebus dosa yang telah kamu lakukan terhadap orang lain .
Part 3 (of 3)

( Sebuah kilas balik . Dahae cilik mendapat teguran dari gurunya , yang menuding Dahae telah mencuri uang .  Dahae menampik tuduhan ini . Guru mulai mengungkit status Dahae yang mantan anak panti asuhan .  Sang Guru mulai berprasangka untuk menghakimi Dahae cilik , sebagai gadis cilik yang tamak terhadap uang . Dahae meradang dan menampik fitnahan ini .  Sang Guru mulai marah dan hendak menampar . Haryu cilik tiba2 muncul untuk melindungi Dahae dari tamparan .  Haryu menegaskan bahwa bukan Dahae pencurinya. Sang Guru menjadi berang .  Haryu mengakui kalau dia yang mencuri uang .  Guru menuntut uang dikembalikan .  Haryu mengaku sudah menghabiskan uang itu .  Guru semakin gusar dan menghukum Haryu dengan pukulan tongkat.


Haryu cilik duduk seorang diri di kursi taman .  Dahae cilik menghampiri Haryu dan menyebutnya Oppa. Visualisasi Dahae cilik berubah menjadi Dahae dewasa . Dahae dewasa bertanya kenapa Haryu cilik mengaku mencuri uang padahal tidak melakukannya ? . Haryu cilik tersenyum dan mengaku itu semua diperbuat agar Dahae tidak dipukuli guru . Dahae dewasa merasa heran kenapa Haryu begitu baik padanya ? . Haryu mengaku ingin melakukan segalanya untuk Dahae . Dahae dewasa menitikkan air mata haru atas pengorbanan Haryu. )

Kini ,  Dokyung dan Soojung menjenguk Pengacara Cha aka Haryu di rumah sakit . Mereka melihat kondisinya dengan  cemas. Soojung juga bercerita bahwa Pengacara Cha selalu menyesal telah membuat Dokyung terluka. Dokyung tampaknya sekarang lebih tenang dan kemudian meninggalkan ruangan.
(Sebuah kilas balik . Haryu terkejut melihat Dahae jadi rajin belajar . Dahae mengungkap kalau teman2 selalu mengabaikan , karena itu Dahae ingin menjadi nomer satu agar tidak diabaikan teman2nya lagi . Haryu memberikan roti untuk disantap . Dahae menyantap pemberian ini dengan riang. Tiba2 seorang wanita memberitahu telah menerima telepon dari ibunya Dahae yang akan datang besok hari untuk menjemput . Dahae tersenyum , tetapi Haryu terlihat sedih dan berlalu begitu saja .


Dahae cilik menyusul Haryu cilik  yang merenung sedih di taman ayunan . Mereka berdua mulai bermain ayunan . Lalu terlihat pemandangan unik bahwa Dahae dan Pengacara Cha sedang bermain ayunan seperti layaknya masa remaja mereka dulu. Mereka berbincang membahas masa lalu mereka. Haryu mengaku bahwa dulu sangat tidak ingin melihat Dahae pergi dijemput ibunya. Dahae berpendapat seharusnya Haryu menahan kepergiannya. Jika itu terjadi maka Dahae mengaku bisa punya kesempatan untuk berbahagia . Haryu bertanya kenapa Dahae selalu menempatkan diri melalui pengalaman penderitaan ? . Menurut Dahae dia bersikap itu karena jika tak ingin dibenci orang harus membenci orang duluan , jika tak ingin diinjak orang harus menginjak orang dulua. Dahae merasa hidup didunia seperti itu.  Haryu dan Dahae saling berpelukan tanpa beban dengan suasana ceria. Dahae berkata kini dirinya baik2 saja dan mempersilahkan Oppa Haryu untuk  kembali (kedunia) karena banyak orang yang menunggunya. Haryu mengajak Dahae untuk pergi bersama.).
Pengaca Cha siuman dan melihat sekeliling ada Taekbae , Samdo , Ayah Cha , Bibi Hong  dan ..........Dahae yang sedang tersenyum sangat manis dan cantik kepadanya .
Pengacara Cha hendak memastikan lagi melihat sekeliling dengan pandangan agak kabur.


Ternyata Dahae hanya halusinasi dalam benak Pengacara Cha saja.  Pengacara Cha menanyakan bagaimana kabar Dahae .
Mereka semua enggan menjawab dan tampaknya Dahae sudah meninggal di ruang perawatan yang lain.
***
Waktu berlalu . Pengacara Cha masih menjalani perawatan . Dalam suasana sepi di koridor RS , Pengacara Cha menitikkan air mata mengenang masa lampau bersama Dahae .
***
Pengacara Cha berjalan melintasi koridor sebagai seorang pasien RS . Dia melihat buku biografi Ibu Negara Dahae di lantai . Pengacara Cha memungut buku itu . Pengacara Cha kembali mengenang masa lampau bersama Dahae .
Kemudian Pengacara Cha kembali ke ruang rawatnya , disambut oleh Taekbae yang menanyakan apa Cha sudah menjalani terapi fisik ? . Pengacara Cha malah ganti menasehati Taekbae agar belajar tekun agar bisa masuk universitas.
Taekbae berkilah sulit belajar dalam suasana restorang yang bising . Pengacara Cha berkata restoran tutup karena Samdo dan Bibi Hong sedang bulan madu jadi tak mungkin restoran menjadi bising .  Pengacara Cha mengingatkan pengalamannya sendiri yang belajar di penjara sehingga berhasil masuk universitas.
Taekbae mengeluh dan menerka Pengacara Cha sudah sembuh hingga sibuk membanggakan diri sendiri .

Tak lama kemudian Samdo dan Bibi Hong muncul dengan ekspresi bahagia sebagai pengantin baru yang habis berbulan madu . Mereka bersenda gurau dengan riangnya. Pengacara Cha bahkan bisa meledek baju couple Bibi Hong dan Samdo sudah ketinggalan jaman .
***
Disebuah biara , Bibi Jimi sedang berdiri didepan memorial tablet almarhum suaminya .  Tak lama kemudian Bibi Jimi keluar dan mengajak abangnya , Presdir Baek untuk pergi .

Tiba2 Presdir Baek berkata : Jimi , Maafkan aku , ini semua salahku . Akulah yang telah membunuh suamimu Youngho . Jika saja aku membawanya kerumah sakit saat itu mungkin suamimu selamat dan masih hidup . Maafkan aku Jimi .
Bibi Jimi : Oppa , jika kau merasa bersalah , coba naikkan uang sakuku .
***
Presiden Seok juga sedang menyelesaikan permasalahan dengan putrinya , Soojung .

Presdir Baek : Besok aku akan mengumumkan pengunduran diriku sebagai Presdir . Dan aku akan menerima hukuman atas dosa yang telah kuperbuat . Aku akan menyerahkan diri . Maafkan aku .
Soojung tampak terharu dan menitikkan air mata , dan mengucapkan terimakasih atas kebesaran jiwa ayahnya .  Soojung juga meminta maaf.  Presiden Seok tampak lega karena memiliki seorang putri yang baik .  Soojung tersenyum dan merasa kini ayahnya telah menjadi seorang ayah yang sejati . Mereka berdua saling berpelukan .
***
Pengacara Cha bersiap pergi beracara outdoor dengan ayahnya .  Ayahnya tiba2 menyesalkan jika seandainya ada seorang wanita dalam keluarga mereka tentunya akan ada yang menyiapkan makanan .  Ayah berkilah tidak ada makanan bagus diluar sana untuk mereka .
Pengacara Cha berlagak pura2 bodoh sehingga Ayah menjelaskan secara blak2an kalau dia ingin segera punya menantu .  Ayah mengeluh dan bertanya harus berapa lama harus hidup sebagai dua pria , ayah - anak yang tinggal bersama ?
Pengacara Cha meledek kalau ayah tidak suka keadaan ini , maka Ayah bisa menikah duluan .  Ayah jengkel dan hendak menjitak , tetapi segera mengalihkan topik dengan mengajak pergi mendaki gunung sesuai rencana mereka .
***
Dokyung yang merupakan seorang wanita konglomerat , mulai mengalokasikan dananya untuk membantu pendidikan anak-anak terutama sarana olahraga seperti sepatu . Dia rupanya terkenang dengan anaknya Dohoon yang mantan atlet.
Dookyung sangat menikmati foto anaknya disetiap saat termasuk di kantor sekalipun .

Bibi Jimi tiba2 muncul dan mempertanyakan kenapa Dookyung tiba2 mengajak pergi keluar . Dookyung tersenyum dan memohon agar diijinkan untuk mempersiapkan upacara kematian paman (suaminya Bibi Jimi) mulai sekarang .  Melihat Bibi Jimi terdiam , Dookyung jadi tidak enak hati dan berjanji tidak akan mengatakan hal ini lagi .
Bibi Jimi tersenyum dan berkata almarhum suaminya pasti akan suka .
***
Soojung melangsungkan interview dalam pekerjaan dibidang lingkungan hidup . Wawancara berlangsung mulus sehingga Soojung diterima kerja .

Quote dari Soojung : Menurutku alam dan manusia sangat mirip . Jika kau lengah sedikit saja mereka bisa hancur , tetapi jika kau rawat mereka , mereka pun akan membersihkan diri mereka sendiri , itulah sebabnya aku sangat menyukai alam dan manusia . Dengan pemikiran itulah , aku ingin melakukan yang terbaik untuk keseimbangan alam agar manusia dan alam bisa hidup berdampingan .
Pewawancara tampak puas dan meminta Soojung datang ke klinik pertanda Soojung diterima berkerja .
***
Pengacara Cha sedang berjalan kembali menyusuri rumah lama Haryu . Tiba2 visualisasi dari almarhum putrinya , Eunbyul (putri dari Dahae) berjalan menghampiri dan menyapa . Pengacara Cha tersenyum memeluk Eunbyul .
Eunbyul meminta ayahnya lekas pulang . Pengacara Cha menggendong putrinya memasuki rumah , dan berseru di depan halaman bahwa mereka berdua sudah pulang .
Visualisasi lain , Eunbyul sibuk melukis ditembok . Pengacara Cha menegur kebiasaan buruk putrinya.  Eunbyul menukas bahwa itu foto keluarga , ayah , ibu dan dirinya .  Mereka pun membahas bingkai untuk "foto keluarga" (yang notabene lukisan anak2) . Pengacara Cha membantu menambahkan bingkai ditembok .

Tiba2 mereka berdua merindukan Dahae .  Pintu terbuka dan Dahae tersenyum manis mengatakan dirinya baru pulang kerja .  Dahae pun menegur putrinya mencoret2 tembok . Wajah Pengacara sempat masam , namun Dahae tersenyum manis dalam suasana riang bersama Eunbyul .
Bayangan masa lampau yang indah ini pudar . Pengacara Cha tersadar dari lamunannya diruangan yang kosong . Hanya tersisa lukisan Eunbyul dalam ruangan itu .

Pengacara Cha duduk berjongkok dilantai , dan matanya berkaca2 mengenang Eunbyul dan Dahae.

0 comments:

Post a Comment