Thursday, September 5, 2013

Sinopsis : Queen Of Ambition – Episode 21

Standard

Queen Of Ambition Poster
Dokyung teringat tawaran Pengacara Cha agar menggunakan Cha untuk membalas dendam pada Dahae. Dokyung kemudian menuju kantor Pengacara Cha aka Haryu.

Dokyung meminta Pengacara Cha menggunakan metode paling kejam untuk membalas dendam pada Dahae.  Dokyung ingin agar Dahae memohon untuk lebih baik dibunuh karena menderita.
Queen Of Ambition 21-01
Ayah Cha menemui Soojung karena menyadari pengorbanan Soojung yang memendam rahasia menahan tangis padahal tahu tunangannya sudah terbunuh. Ayah Cha meminta Soojung menangis sepuasnya dan melupakan Pengacara Cha yang asli  untuk menjalani kehidupan sendiri. Ayah Cha sangat berterima kasih pada Soojung dan memintanya agar tidak datang lagi kerumah keluarga Cha.
Dahae sedang berbincang dengan Capres Seok menjelang debat televisi antara capres . Dahae mengingatkan Seok agar menceritakan semuanya yang mungkin menjadi titik lemah. Seok mengatakan tidak ada rahasia lagi. Dahae juga cemas dengan perolehan survey sementara yang mengisyarakatn Capres Seok masih kalah populer dari capres lain. (Dahae dengan tatapan ambisius memang sudah berniat memanfaatkan Capres Seok sebagai batu loncatan menuju posisi Ibu Negara.
Queen Of Ambition 21-02
Queen Of Ambition 21-14

Queen Of Ambition 21-03
Pengacara Cha menemui Dahae dan dengan cerdik menjelaskan bahwa jika Dahae buka mulut , pihak yang paling dirugikan adalah Capres Seok Tae-il sendiri karena akan menghakhiri karir politiknya dan Dahae pun akan berakhir. Pengacara Cha merasa diatas angin karena sudah tahu Presiden Baek Chang-hak sudah memutuskan untuk menyerahkan diri. Dahae masih tetap tidak percaya orang sekaya Presiden Baek rela masuk penjara padahal Dahae dan kubunya hanya membutuhkan sebagian kecil uang Baek Hak yang berlimpah.  Dahae juga mengungkap bahwa dia mati-matian bekerja keras dalam pemilu ini karena ambisinya menjadi Ibu Negara .
Walau demikian , Dahae tetap melaporkan pada Capres Seok mengenai rencana Presiden Baek menyerahkan diri pada polisi. Capres Seok terkejut karena akan menjadi akhir karir politiknya , karena menyangkut rahasia besar antara Capres Seok dan Presiden Baek dalam pembunuhan.
Capres Seok panik dan menghadap Presiden Baek menanyakan apa maksudnya menyerahkan diri karena tidak ada yang tahu mengenai hal itu . Capres Seok menawarkan untuk menghapus video itu dan melupakan semuanya.
Presiden Direktur Baek : “Dengan video itu kau ingin memerasku , sekarang kau ingin aku melupakannya ? ”
Capres Seok :“Hal seperti itu tidak akan terjadi lagi. Mohon maafkan aku dan lepaskan aku kali ini. Ketika aku menjadi presiden aku tak akan melupakan kebaikanmu”
Presiden Direktur Baek : “Justru itulah yang paling kutakutkan yaitu kamu menjadi presiden. Aku akan membayar kejahatanku. Jadi kau harus berhenti bermimpi konyol seperti itu dan bayarlah kejahatanmu.”
(Capres Seok bersujud memohon)
Queen Of Ambition 21-04
Capres Seok : “Presiden . Kali ini saja. Mohon selamatkan aku. Aku tak bisa membiarkannya hancur sekarang. ”
Presiden Direktur Baek : “Aku ingin hidup tenang sekarang.Aku sudah terlalu tua. Selama sisa hidupku , aku akan menebus dosaku. Aku ingin damai sebelum aku pergi meninggalkan dunia ini kelak. Berdiri dan pergilah ”
Capres Seok : “Presiden!!”
(Dahae masuk keruangan dan kaget melihat Capres Seok sedang bersujud. Dhae terkejut dan menarik Seok dari ruang Presiden Baek).
Queen Of Ambition 21-05
Di tempat lain Dahae menegur Capres Seok bahwa tidak seharusnya seorang calon presiden melakukan seperti itu. Menurutnya itu sama saja dengan mengungkap kelemahan terlebih dahulu pada musuh.
Dahae menemui Bibi Jimi untuk mencoba memanfaatkan rahasia pembunuhan suaminya. BIbi Jimi dengan emosi menanyakan siapa pelakunya. Dahae malah memecah DVD dalam genggamannya menjadi dua. Dahae meminta Bibi Jimi untuk melalukan sesuatu dulu jika ingin mendapatkan DVD aslinya, yaitu membuka brankas Presiden Baek dan mengambil USB didalamnya .
Pengacara Cha menemui Presiden Baek membahas mengenai rekaman video antara Presiden Baek dan Seok Tae-il. Pengacara Cha tak mengerti kenapa Seok berinisiatif padahal tidak diminta. Menurut Presiden Baek karena Seok ketika itu hendak menunjukkan kesetiaannya.
Queen Of Ambition 21-06
Presiden Baek mulai bercerita.
(Dahulu dia sedang bertengkar hebat dengan iparnya (suami bibi Jimi). Mereka bertengkar mengenai dana perusahaan yang hilang sebesar 500 juta won yang dikelola adik iparnya. Ketika itu Presiden Baek mulai kesabaran dan mulai marah , kemudian memukulnya sampai terjatuh membentur handle railing gedung. Presiden Baek ketika itu merasa bahwa adik iparnya mati  dan mulai panik. Lalu Seok Tae-il ketika itu masih menjadi karyawannya dan menawarkan bantuan. Seok membuatnya tampak seakan adik iparnya melompat dari atap dan dianggap kasus bunuh diri. Polisi juga menganggap kematiannya sebagai kasus bunuh diri. )
Queen Of Ambition 21-07
Pengacara Cha memulai berpikir kemungkinan lain. Presiden Baek melanjutkan ceritanya. Ketika itu adiknya , yakni bibi Jimi yang merupakan suami korban tidak terima kematian suaminya dan memaksakan penyelidikan ulang tetapi tidak berhasil . Bibi Jimi frustasi dan terjerumus menjadi pecandu alkohol . Tak lama kemudian Bibi Jimi pindah ke rumah keluarga Baek.
Queen Of Ambition 21-08
Pengacara Cha mulai membuat skema di kantornya memikirkan setiap kemungkinan yang ada. Cha menyelidiki hubungan antara Seok Tae-il dengan Lee Chul-woo , bahwa ada kemungkinan mereka berdualah yang mengatur.
Dikamar Presiden Baek , Bibi Jimi mulai kasak kusuk seorang diri mencoba membuka brankas atas suruhan Dahae. Bibi Jimi terus mencari dan mencari dan Presiden Baek melihatnya. Presiden Baek bertanya apakah Dahae yang menyuruhnya. Bibi Jimi mulai histeris saat Presiden Baek mengaku membunuh suaminya. Dokyung datang untuk menenangkan Bibi Jimi dan Presiden Baek terus meminta maaf sambil menangis. Bibi Jimi tentu saja tidak terima kematian suaminya terlebih lagi abangnya sendiri yang membohongi selama 10 tahun ini. Dokyung ikut meminta maaf atas kesalahan ayahnya.
Queen Of Ambition 21-09
(Dokyung merenung diruangannya dan mengambil telepon , sepertinya menghubungi Dahae).
Ternyata benar Dahae menghadap Presdir Dokyung , ternyata Dokyung menyerahkan uang tutup mulut pada Dahae. Dahae mengancam suatu saat mungkin Dokyunglah yang harus bersujud kepadanya.
Pengacara Cha mengutus Samdo untuk membuntuti Capres Seok dengan mengemudikan skuter. Samdo melaporkan pada Pengacara Cha melalui telepon. Tapi tak lama kemudian Dokyung meminta Pengacara segera datang kerumah keluarga Baek. Tampaknya Presiden Baek hendak menyerahkan diri pada polisi sekaligus mengajak Capres Seok dan Dahae jatuh bersama. Kali ini Presiden Baek tampak tulus tetapi Pengacara Cha mendesaknya agar menundanya karena merasa akan menemukan kebenaran lain dari kasus pembunuhan 10 tahun lalu. Presiden Baek akhirnya menunda penyerahan dirinya kepolisi.
Seorang pria sedang tergolek lemas disebuah rumah sakit jiwa. Capres Seok mengawasinya dari pintu jeruji dan menitipkan petugas RSJ untuk mengawasinya dengan ketat.
Pengacara Cha mencari Lee Chul-woo ditempat lain tetapi ternyata Lee sudah mengundurkan diri dari kantornya dan kehilangan kontak dengan anak buahnya.  Beruntung Samdo memberitahu informasi bahwa Capres Seok mengunjungi sebuah rumah sakit.
Pengacara Cha mengunjungi rumah sakit RJS untuk bertemu dengan kepalanya dengan pura-pura membutuhkan jasa rumah sakit ini. Kepala RSJ ini mengantarkan Pengacara Cha berkeliling ketika seorang pasien ternyata mengenali Pengacara Cha. Pengacara Cha curiga dan pura-pura hendak ke toilet.
Ditempat lain , kampanye presiden dimulai dan masing-masing kandidat mulai berkampanye. Capres Seok berkampanye dengan menebar janji-janji politik.
Queen Of Ambition 21-10
“Aku Seok Tae Il , satu-satunya orang yang bisa membangun negara ini. Orang yang tidak berbohong , orang yang akan melaksanakan begitu sudah membulatkan  tekadnya. Apa kalian ingin membangun negara baru bersamaku ? ”
Queen Of Ambition 21-11
Di RSJ , Pengacara Cha diam-diam mengenakan kostum dokter dan masuk ke ruang sebuah pasien. Pasien itu tampak mengiba dan mengenal Pengacara Cha dan memohon pertolongannya untuk mengeluarkannya dari Rumah Sakit Jiwa. Nama pasien itu Lee Chul-woo.  Pengacara Cha berhasil membawa kabur Lee setelah melalui hadangan petugas RSJ.
Capres Seok terus berkampanye didampingi Dahae dan tim suksesnya. (Hasil polling sementara , capres no urut 1 Chun Jae-hyok meraih 40% , Han Young-soo 23.2% dan Seok Tae-il 23%). Dahae tampak kecewa dengan hasil polling itu tapi masih menyimpan harapan pada debat televisi yang mungkin akan mendongkrak popularitas Seok Tae-il.
Di stasiun TV , Capres Chun dan Capres Han sudah berada disana untuk mempersiapkan debat capres di televisi sementara itu Capres Seok belum menampakkan diri. Tampaknya Capres Seok masih berkampanye dijalanan.
Suatu insiden mendongkrak popularitas Capres Seok ketika mereka menemui kebakaran. Capres Seok takut ketinggalan acara debat televisi tetapi Dahae punya pemikiran brilian . Dahae dan Capres Seok menyelamatkan korban kebakaran. Dahae mengambil resiko tinggi untuk kemenangan Capres Seok. Dahae dan Seok masuk kelokasi kebakaran. Mereka menemukan anak kecil didalamnya dan segera menyelamatkannya.
Queen Of Ambition 21-12
(Tentu saja itu untuk mencari sensasi politik dan Dahae sengaja membiarkan Capres Seok keluar terlebih dahulu ). Keputusan berani Dahae untuk mengorbankan keterlambatan debat capres demi menolong anak kecil ditengah kebakaran membuat Capres Seok menjadi pahlawan.
Queen Of Ambition 21-13
Queen Of Ambition 21-15
(hansinema / bentara.asia)

0 comments:

Post a Comment