Thursday, September 5, 2013

Sinopsis : Queen Of Ambition – Episode 18

Standard

Queen Of Ambition 18-10
Dohoon terlempar dengan hebat , mengalami luka parah dan tak sadarkan diri. Dahae terperanjat dan segera melarikan diri sedangkan Pengacara Cha panik melihat kondisi Dohoon.



Queen Of Ambition 17-19
Dahae terus berlari panik . Tampaknya dia sedang menelepon tetapi takut ketahuan menggunakan ponsel maka dia berlari menuju telepon umum.  Betapapun kejamnya Dahae tampaknya dia tidak tega Dohoon terluka dan menelepon mencari bantuan bahwa ada mobil meledak dan korban kecelakaan.
Queen Of Ambition 18-01
Sementara itu Pengacara Cha sibuk membangunkan Dohoon yang terbaring lemas tak sadarkan diri. Pengacara Cha pun panik dan sibuk menelepon mencari bantuan. (Kalau berpikir jeli , Pengacara Cha baru menelepon bantuan datang , rupanya itu karena panggilan Dahae yang lebih awal).
Dohoon segera dilarikan kerumah sakit dalam kondisi kritis dan jantung melemah. Mata Pengacara Cha berkaca-kaca penuh kesedihan melihat Dohoon yang tidak bersalah menjadi korban. Dokyung segera ke rumah sakit. Disana ada Pengacara Cha dan dokter. Pengacara Cha terdiam menghadapi pertanyaan Dokyung.
Dokyung meraung-raung mendengar kondisi anaknya. Dia tidak terima kalau Pengacara Cha sehat walafiat sedangkan anaknya terluka parah. Pengacara Cha hanya pasrah dilorong rumah sakit tanpa bisa berkata-kata.
Queen Of Ambition 18-02
Queen Of Ambition 18-03
Queen Of Ambition 18-13
Queen Of Ambition 18-04
Pengacara Cha menunggu disuatu tempat sementara Dahae sedang berjalan seorang diri mengenakan pakain biru tua. Pengacara memanggilnya dan dengan sinis bertanya apakah Dahae terkejut melihatnya masih hidup. Pengacara langsung mencecar mengenai nasib Dohoon dengan penuh emosi dan bahkan mengancam akan mematahkan leher Dahae.
Pengacara Cha menarik Dahae kekantor polisi dan membawa barang bukti. . Detektif menanyai Dahae dan Pengacara Cha tetapi tidak menemukan bukti Dahae bersalah. (Pengacara Cha tidak tahu bahwa ponsel Dahae sudah dibuang dan diganti baru). Bahkan mobil yang meledak itu tidak diketahui identitas pemiliknya . Tampaknya Dahae sudah merencanakan secara matang.
Queen Of Ambition 18-05
Pengacara Cha tampak mengamuk melihat Dahae lepas begitu saja. Dua detektif polisi sampai harus memegangi Pengacara Cha untuk mencegah dia mengamuk. Pengacara Cha terus menjerit ” Dia pelakunya , dia pelakunya. Tangkap wanita itu  !!” (Maksudnya Dahae) . Dahae sendiri menatap dengan sinis kemudian meninggalkan kantor polisi.
Queen Of Ambition 18-06

Dirumah sakit , Presiden Baek , Bibi Jimi dan Dokyung datang menjenguk Dohoon. Sementara itu Pengacara Cha sempat ditahan sejenak dan dibebaskan. Detektif menghibur Pengacara Cha bahwa jika Dohoon sadar maka dia bisa bersaksi. Pengacara Cha melangkah frustasi menjenguk Dohoon diruman sakit.
Saat kembali kekantornya pun Pengacara Cha mengamuk dan untuk pertama kalinya dia tak tahu harus melakukan apa . Samdo mencoba menenangkan Pengacara Cha yang merenung berapa banyak korban karena Dahae mulai dari Eunbyul , Pengacara Cha yang asli dan Dohoon. Pengacara Cha menangis dan merenung seorang diri di kedai pinggir jalan . Dirumah Pengacara Cha juga harus menghadapi ayahnya yang mendadak menjadi melankolis karena teringat anak kembarnya.
Dahae seperti tidak merasa apa-apa ketika menemui Seok Tae-il dipesawat. Dahae sedang bernegosiasi dengan Walikota Seok dalam pesawat yang sedang menuju Amerika Serikat (New York). Dahae tahu bahwa Seok Tae-il sedang galau karena Presiden Baek memintanya mengundurkan diri dari pemilihan umum.
Queen Of Ambition 17-20
Walikota Seok menanyakan apa ini cara Dahae melampiaskan kekesalan karena ditendang keluar dari keluarga Baek. Dahae memanasi bahwa didalam rumah keluarga Baek , mereka menyebut Seok Tae-il sebagai anjingnya Baek Hak. Dahae menekankan bahwa dia dan Seok punya persamaan nasib. Dahae memberitahu bahwa dia punya beberapa dokumen yang bisa menghancurkan Baek Hak.
Seok Taeil menemui Presiden Baek dengan lebih percaya diri karena mendapat dukungan Dahae dibelakang layar. Presiden Baek bingung melihat perubahan sikap Seok yang semakin kurang ajar. Seok kemudian melaporkan pertemuannya dengan Dahae. Rupanya rencana mereka menjadikan Perusahaan Baek Hak sebagai pendukung finansial (diperas) akan berjalan lancar.
Queen Of Ambition 18-07
Dahae menuju rumah sakit dan menatap Dohoon yang belum sadarkan diri dengan pandangan menyeramkan. (Mungkin Dahae takut kalau Dohoon siuman dan sembuh akan menjadi saksi yang memberatkannya). Dahae terus menatap Dohoon dan entah apa yang direncanakannya. Dahae hanya bergumam : “Dohoon , maafkan aku ” (air mata Dahae menetes dipipinya . Biar bagaimanapun Dahae ada tersisa perasaan terhadap Dohoon sebagai pria yang sangai baik kepadanya) . Sementara itu Dokyung juga sedang menuju ruangan anaknya . (Tidak ada siapa-siapa , Dahae sudah meninggalkan ruangan)
(Kenangan indah antara Dokyung dan Dohoon diputar kembali). Tiba-tiba tidak ada tanda kehidupan dari Dohoon. Dokyung menatap tak percaya . Air mata menetes dari pipi Dokyung karena merasa anaknya akan meninggal. Dirumah keluarga Baek , Presiden Baek dan Bibi Jimi pun ikut berduka mendengar kabar buruk bahwa Dohoon sudah meninggal. Dahae ditempat lain merenung masa-masa indahnya dengan Dohoon.
Dokyung menatap hampa ditengah mobil yang sedang mengantarnya kerumah. Sesampainya di kamar Dohoon dia menatap foto pernikahan Dahae dan Dohoon dengan penuh kebencian. Dokyung mengobrak-abrik kamar Dohoon seperti kesetanan dan tak lupa membanting foto pernikahan .
Queen Of Ambition 18-08
Queen Of Ambition 18-12

Queen Of Ambition 18-09
Dokyung menginterogasi Pengacara Cha kenapa mendekatinya . Pengacara Cha : “Aku ingin membalas dendam”. Dokyung sakit hati dan menamparnya. Baginya tidak ada bedanya Pengacara Cha dan Dahae. Dokyung menyalahkan Dahae dan Haryu sebagai orang yang bertanggung jawab atas kematian Dohoon. Dokyung bersumpah akan membunuh Dahae dan tidak akan memaafkan Haryu.
Dokyung semakin berduka setelah kematian anaknya Dohoon , ternyata dibohongi pula oleh Haryu yang mengaku sebagai Pengacara Cha.
Queen Of Ambition 18-10
Ditempat lain Seok Tae-il  didampingi oleh Dahae mengumumkan akan terlibat dalam pemilihan presiden . mendatang . Seok Tae-il dengan resmi mengumumkan pencalonannya sebagai calon presiden. Ini menjadi santapan berita bagi para jurnalis yang menghadiri . Seok berjanji akan akan berjuang bagi kemajuan Korea Selatan. (Maklum orang politik suka berbual dalam retorika belaka).
(Acara itu disiarkan televisi dan ditonton oleh Presiden Baek dan Dokyung dirumah). Presiden Baek mempertanyakan kenapa Dahae bisa terlibat sebagai tim sukses Seok Tae-il. Presiden Baek kesal sampai membanting teleponnya.
Dokyung menunggu Dahae disebuah tempat dan berniat hendak membunuhnya. Ketika bercermin . Dahae melihat Dokyung sedang berdiri disampingnya .
Queen Of Ambition 18-11
Dokyung : “Wanita iblis !!!” , “Kamu dan Haryu memiliki pernikahan atas nama hukum ? “Kau juga punya seorang putri?” , Kau juga membunuh anakku. Setelah membunuh Dohoon kenapa kamu bisa berjalan sombong seperti itu ? (Dokyung menggoncangkan badan Dahae).
Dahae : Aku juga sedih mengenai Dohoon.
Dokyung : Jangan pernah sebut nama Dohoon lagi !! Fakta kau telah menipu dan mempermainkan Dohoon….aku akan membuatmu menebusnya. Kauu …..akan mati ditanganku.
Dahae : Kita berdua sama-sama menipu Dohoon.
Kalimat terakhir Dahae ini benar-benar menggugah nafsu membunuh Dokyung. Tak lama setelah Dahae meninggalkan ruangan . Dokyung menatap gunting didekatnya. Sebagai ibu yang marah atas kematian anaknya , Dokyung gelap mata , dia mengambil gunting dan mengikuti Dahae .
(hansinema / bentara.asia)

0 comments:

Post a Comment