Thursday, September 5, 2013

Sinopsis : Queen Of Ambition – Episode 17

Standard

Queen Of Ambition 17-01
Dua orang menjemput Dahae di sisi jalan (tampaknya mereka orang suruhan Presiden Baek). Mereka memaksa Dahae ikut dan membawanya dalam mobil.

Dahae menghadap pengacara dan Presiden Baek. Rupanya berkaitan dengan surat perceraian. Presiden Baek memerintahkan Pengacara Cha untuk mengeluarkan dokumen perceraian. Presiden Baek mengatakan bahwa hubungan Dahae dengan Perusahan dan keluarga Baek Hak sudah berakhir.
Queen Of Ambition 17-02
Queen Of Ambition 17-21
Queen Of Ambition 17-03
Queen Of Ambition 17-04
Dirumah , Presiden Baek sedang berbicara dengan Dokyung dan Dohoon mengenai perceraian Dahae. Dohoon mengatakan bahwa itu adalah pernikahannya dan biarkan dia yang mengurus sendiri. Setelah itu dia meninggalkan ruangan disusul oleh Dokyung.
Presiden Baek menerima telepon dan tahu bahwa Dahae sudah meloloskan diri. Presiden Baek berpesan pada Bibi Jimi agar tidak membiarkan Dahae mengambil apapun dirumah keluarga Baek.
Benar saja Dahae kembali kerumah keluarga Baek. Dahae langsung menuju kamar Presiden Baek dan menuju brankas. Dahae merasa bahwa brankas itu terletak dibalik lukisan.  Tidak kekurangan akal dia menggunakan bahan cairan untuk mengetahui kata sandi.
Queen Of Ambition 17-05
Pada saat berhasil membuka brankas dan mengambil dokumen rahasia , bibi Jimi datang dihadapan Dahae. Bibi Jimi memang diperintahkan abangnya untuk menahan Dahae tetapi tampaknya Bibi Jimi pun punya agenda tersendiri dan membiarkan Dahae lolos dengan berpura-pura memukul Bibi Jimi. Presiden Baek terkejut melihat brankasnya sudah dibobol dan akhirnya semaput.
Queen Of Ambition 17-06
Dohoon jadi murung dan Dokyung sedang menenangkannya. Dohoon curhat kepada kakaknya (ibunya) mengenai masa kanak-kanaknya. Dohoon pun menyesal selalu membuat sulit Dokyung dan meminta maaf. Mereka saling berpelukan.
Queen Of Ambition 17-07
Presiden Baek terbaring didepan Dokyung dan Dohoon. Presiden Baek murka dan memerintahkan orang kepercayaannya untuk mencari Dahae dan dokumen yang hilang , kalau perlu membunuhnya.
Dahae ternyata mengungsi ke tempat kakak tirinya , Yanghoon. Dahae terlihat kelaparan dan makan seadanya. Dahae juga hendak meminjam uang pada kakak tirinya. Kali ini Dahae kembali susah hidupnya. Tetapi yang berbeda adalah dia punya senjata rahasia.
Dohoon menguping pembicaraan pengawal Presiden Baek . Ternyata para pengawal sedang menuju lokasi Yanghoon. Tentu saja Yanghoon menutupi keberadaan adiknya dan akhirnya Yanghoon tunggang langgang dipukuli (karma buruk Yang Hoon yang suka main fisik ) . Diam-diam Dahae memperhatikan kakaknya sedang dipukuli dan kembali berniat melarikan diri melalui tangga dan disana Dohoon sudah menunggu.
Queen Of Ambition 17-08
Dohoon memberikan sesuatu pada Dahae di mobilnya dan menganjurkan agar Dahae pergi ke Eropa atau Amerika Serikat jika mau te3tap hidup. (Dohoon tahu bahwa ayahnya pasti mengerahkan anak buahnya untuk menghukum Dahae ). Dohoon berkata : “Ini akan menjadi kata terakhir dari seseorang yang pernah menyayangimu” .  Dahae keluar dari mobil dan berjalan gontai.
Pengacara Cha dan Samdo tanpa sengaja bertemu dengan orang yang mengurus kamera dilokasi Pengacara Cha yang asli terbunuh. Pengacara Cha memeriksa file rekaman video disekitar tanggal dia keluar dari penjara dan menemukan video berisi mobil Yanghoon dilokasi.
Samdo bersemangat mengira bukti sudah cukup tapi Pengacara Cha merasa harus menemukan bukti tambahan bahwa Yanghoon adalah kaki tangan dan orang suruhan Dahae.
Pengacara Cha menghadap Presiden Baek yang sedang terbaring sakit. Setelah sempat berbasa-basi sejenak dengan Dokyung. Presiden Baek meminta Pengacara Cha membantunya menemukan dokumen yang dicuri Dahae.
Dohoon sudah menunggu Pengacara Cha diluar ruangan. Kali ini wajah Dohoon sangat dingin. Pengacara Cha menduga Dohoon tahu dimana Dahae berada. Dohoon emosi karena mengira Pengacara Cha memperalat Dokyung dan dirinya.
Saat Dohoon bertanya apa Pengacara Cha tulus kepada kakaknya , Pengacara Cha pun tak berani menjawab . “Bajingan!!” maki Dokyung sambil memegang kerah Pengacara Cha dengan pandangan mengancam. “Jangan pernah mendekati noona-ku (Dokyung) lagi ! dan jangan pernah mencari Dahae lagi !!” ancam Dohoon kepada Pengacara Cha.
Queen Of Ambition 17-09
Pengacara Cha berunding dengan Samdo tentang bagaimana cara mengatasi Dahae. Samdo berujar bahwa Pengacara Cha pun tidak mengetahui dimana Dahae berada. Pengacara Cha punya cara agar musuh datang sendiri padanya .
Dahae ditempat lain sedang memperhatikan dokumen rahasia. Ternyata isinya adalah percakapan lampau antara Seok dan Presiden Baek. Dalam rekaman itu terlihat Presiden Baek sedang membahas pembunuhan adiknya (suaminya Bibi Jimi) . Ketika itu Seok Tae-il hendak menggunakan kasus pembunuhan untuk memeras Presiden Baek agar mendukungnya sebagai walikota Seoul. “Bukankah itu idemu membuat suaminya Jimi terlihat seperti bunuh diri ? ” radang Presiden Baek.  Presiden Baek tidak kehilangan akal diam-diam merekam pembicaraan rahasia itu  sebagai rahasia besar mereka bersama.
Queen Of Ambition 17-10
Dahae tersenyum puas karena dia memiliki senjata rahasia. Dahae mulai bergerak dan mengcopy file-nya serta membakar dokumen.
Pengacara Cha bertemu dengan Yanghoon. Cha hendak membahas mengenai rekaman video dimana Yanghoon terlihat berada di TKP pembunuhan.  “Pada tanggal 19 Februari , apa kau pergi ke sungai Wol San di Paju ? ” tanya Pengacara Cha .
Yanghoon jengkel dan menggebrak meja . “Berapa kali aku harus memberitahumu. Sudah kubilang aku tidak . Aku bahkan tak tahu itu dimana ” Yanghoon meradang.
Pengacara Cha memperlihatkan foto yang dicetak berdasarkan rekaman video tersebut. Dlaam foto itu Yanghoon terbukti berada di lokasi pembunuhan.
Queen Of Ambition 17-11
“Pada tangga 19 Februari di hari dimana hyung-ku (Pengacara Cha yang asli) mati , kau bilang tidak pergi ke sungai itu atau bahkan tidak tahu dimana itu”. cecar Pengacara Cha kepada Yanghoon yang mulai bingung , “Bagaimana kalau aku pergi ke polisi sekarang ? ” ancam Pengacara Cha. “Aku tidak berpikir kau pembunuh sebenarnya , pembunuh sebenarnya adalah Dahae, Sudah kuberitahu kau sejak dulu , jika kau tetap berada disamping Dahae , kau akan melakukan lebih banyak kejahatan”
Pengacara Cha menekankan bahwa jika Yanghoon mengaku dan menunjukkan bukti  bahwa dia mendapat perintah dari Dahae maka hukumannya akan diringankan. “Kecuali kau mau membusuk dipenjara lebih dari 10 tahun karena terbukti membunuh!” ancam Pengacara Cha.
Queen Of Ambition 17-12
Yanghoon bertemu dengan Dahae dicafe . Disana sudah menunggu Taekbae yang memasang alat perekam dan Samdo yang mengawasi mereka . Dahae datang kelokasi menemui Yanghoon.
“Kau bertemu dengan Haryu ? tanya Dahae , “Apa kau diancam lagi ?”
Yanghoon menceritakan pertemuannya dengan Haryu aka Pengacara Cha , terutama soal foto Yanghoon yang berada di TKP pembunuhan. Dahae dengan santainya mengatakan kenapa Yanghoon membawa Dahae ke permasalahan.
“Apa maksudmu? ” tanya Yanghoon. “Kau memintaku untuk membunuh Haryu”.
“Aku hanya memintamu untuk mengurusnya” jawab Dahae dengan ringan.
Dahae masih percaya diri bahwa dengan foto saja akan sulit menjerat mereka berdua seraya mengingatkan Yanghoon agar jangan gampang dipermainkan oleh Pengacara Cha hanya dengan bermodal foto saja.
Queen Of Ambition 17-13
Queen Of Ambition 17-14
(Semua percakapan mereka berdua direkam oleh Taekbae dan Samdo yang segera melaporkan pada Pengacara Cha ) . Pengaara Cha berniat menukar rekaman itu dengan koper dokumen Presiden Baek yang dicuri oleh Dahae.
Queen Of Ambition 17-22
(Diam-diam Dohoon membuntuti Pengacara Cha yang akan bertemu dengan Dahae)
Pengacara akhirnya bertemu disebuah lapangan yang luas . Pengacara Cha aka Haryu memandang Dahae dengan curiga karena bertemu didekat mobilnya. Dahae berdalih bahwa itu untuk keamanan belaka karena mereka berdua ingin saling membunuh kalau terlalu berdekatan.
Queen Of Ambition 17-15
(Mereka berdua berbicara dengan menggunakan ponsel mereka , hehehehe)
“Apa kau benar-benar ingin terus terlihat menyedihkan seperti itu? ” tanya Pengacara Cha. “Bukankah sudah waktunya untuk menyerah?”
“Seperti kau berpura-pura jadi pengacara , jika aku hidup dibelakang orang lain , aku mungkin sudah lama mengakhiri hidupku” tantang Dahae.
Pada saat Pengacara Cha hendak mengambil barang yang dipertukarkan dalam mobil , Dohoon menampakkan diri secara mendadak . (Wajah Dahae berubah pucat)
Queen Of Ambition 17-16

“Pengacara Cha , jika kau punya sesuatu untuk ditukarkan , aku yang akan mengambilnya ” tawar Dohoon. “Kau tetap disini” pintanya.
“Apa kau mengikutiku sejak dari rumah sakit ? tanya Pengacara Cha.
“Pada Dahae , ada sesuatu yang ingin kutanyakan” kata Dohoon pada Pengacara Cha.
“Dan juga ada sesuatu yang perlu kulakukan dengannya” tukas Pengacara Cha.
“Aku mohon padamu ” pinta Dohoon. “Kembalilah ke mobilmu dan tunggu. Ada sesuatu yang perlu kukatakan padanya”. “Berikan padaku rekamannya. Akan aku ambil koper ayahku ” lanjut Dohoon.
(Pengacara Cha menghela nafas dan mengabulkannya seraya memberikan rekaman itu pada Dohoon)
“Tolong tunggu aku dimobil . Ini tak akan lama ” kata Dohoon.
Queen Of Ambition 17-17
(Dohoon mendekati posisi Dahae yang mulai gelisah)
Dahae : “Jangan mendekat”
Queen Of Ambition 17-23

Queen Of Ambition 17-18
(Dohoon semakin mendekati posisi Dahae berdiri dan mata Dohoon mulai berkaca-kaca)
Dohoon :Larilah Dahae !! Aku….akan membunuhmu sekarang. Aku takkan pernah bisa memaafkanmu . . Kau layak mati ditanganku .
(Dahae terus mundur perlahan-lahan karena ketakutan dan akhirnya mencoba melarikan diri)
(Dohoon dengan gusar hendak masuk mobil dan membuka pintunya)
Dan ………………….mobil itu meledak . Dohoon terlempar dengan hebat , mengalami luka parah dan tak sadarkan diri. Dahae terperanjat dan segera melarikan diri sedangkan Pengacara Cha panik melihat kondisi Dohoon.
Queen Of Ambition 17-19
Sementara itu Dokyung tidak tahu kondisi adiknya (“anak kandungnya”) dan sedang asik memasak sesuai pesanan Dohoon.  (Sungguh kasihan Dokyung) . Teleponnya kemudian berdering mengabarkan berita buruk bahwa kondisi Dohoon sedang kritis. Dokyung segera ke rumah sakit. Disana ada Pengacara Cha dan dokter. Pengacara Cha terdiam menghadapi pertanyaan Dokyung.
Dahae seperti tidak merasa apa-apa ketika menemui Seok Tae-il dipesawat. Dahae sedang bernegosiasi dengan Walikota Seok dalam pesawat yang sedang menuju Amerika Serikat (New York). Dahae tahu bahwa Seok Tae-il sedang galau karena Presiden Baek memintanya mengundurkan diri dari pemilihan umum.
Queen Of Ambition 17-20
Walikota Seok menanyakan apa ini cara Dahae melampiaskan kekesalan karena ditendang keluar dari keluarga Baek. Dahae memanasi bahwa didalam rumah keluarga Baek , mereka menyebut Seok Tae-il sebagai anjingnya Baek Hak. Dahae menekankan bahwa dia dan Seok punya persamaan nasib. Dahae memberitahu bahwa dia punya beberapa dokumen yang bisa menghancurkan Baek Hak.
(hansinema / bentara.asia)

0 comments:

Post a Comment