Tuesday, June 4, 2013

Sinopsis : Gu Family Book – Episode 18

Standard


Setelah lari dengan ruang pertemuan agen rahasia Jepang, Kangchi tanpa sengaja tersasar ke kamar ibunya . Tapi tentu saja mereka tidak mengenal satu sama lain, sehingga Seohwa pun mempersiapkan  pisau,  sambil berpikir dia itu seorang pembunuh atau pencuri ?

Sementara itu di pesta, Seohwa yang palsu memperkenalkan dirinya dan bersiap-siap untuk pergi. Madam Chun tidak puas begitu saja dan memberikan sinyal pada salah satu gisaeng-nya untuk  menumpahkan minuman pada Seohwa gadungan ini dan sengaja menghentak sudut gaunnya sampai bahunya terlihat.

Madam Chun  mendekat untuk melihat, tapi ternyata tidak ada tato. Madam Chun kemudian mengatakan pada Pensiunan Gwan bahwa wanita itu adalah palsu, dan menghasut Pensiunan Gwan bagaimana cara melakukan bisnis selama dua puluh tahun tetapi tidak pernah melihat wajahnya.

Kangchi meyakinkan Madam Seohwa bahwa dia bukan orang jahat, dan Seohwa (entah ada firasat ibu terhadap anaknya walaupun belum tahu) lebih memilih untuk percaya padanya.
Bahkan Seohwa mengirimkan salah seorang penjaga yang datang untuk menjauh dengan berbohong bahwa  di dalam baik-baik saja.
Kangchi berterima kasih dengan tulus pada Seohwa yang percaya padanya, dan berbisik memberikan rekomendasi tiga hidangan terbaik di Penginapan Seratus Tahun Inn yang harus dicoba saat Seohwa tinggal di sini.
Seohwa menduga bahwa Kangchi seperti mengenal penginapan ini dengan baik, dan Kangchi tersenyum sedih. Kangchi juga menjelaskan makna namanya bahwa ia dinamai Kangchi karena ditinggalkan di sungai.
Seohwa tidak begitu bereaksi karena tidak tahu bagaimana Sojung memberikan anaknya. Seohwa hanya tersenyum saat Kangchi pergi, dan berpikir bahwa Kangchi itu anak yang manis dan lucu.
Tapi begitu Kangchi pergi Seohwa melihat satu penggalan peta tertinggal. Seohwa bergegas memanggil salah satu anak buahnya dengan panik.
***
Yeowool menunggu dengan cemas melihat penjagaan semakin ketat , tapi Kangchi tiba-tiba menyelinap di belakangnya . Kangchi menenangkan Yeowool akan menjelaskannya nanti. Mereka berbalik dan tiba-tiba ada suara yang meminta mereka untuk tidak pergi dulu.
Ternyata Taeseo dan Gon yang mengatakan pada Yeowool dan Kangchi bahwa mereka tidak bisa keluar dari gerbang karena sedang dijaga ketat. Taeseo pun memperhatikan Kangchi sedang menggenggam erat tangan Yeowool. Kangchi sungguh tidak mawas diri menggenggam seorang gadis didepan tunangannya .
Gon pun memperhatikan Taeseo. Ini benar-benar hubungan cinta segi-empat ternyata hahaha
***
Pensiunan Gwan terlambat menyadari bahwa ada pencurian malam ini, dan dia menghentikan Madam Chun dkk di pintu gerbang. Pensiunan Gwan juga memerintahkan anak buahnya untuk menggeledah Madam Chun dkk anak-anaknya.
Beruntung penggeledahan ini tidak menemukan apapun dan Madam Chun dkk bebas untuk pergi. Madam Chun membawa rombongannya keluar . Pada saat itu tiga gisaeng yang aneh ikut bergabung mengenakan rok dan menutupi wajah mereka.
Mereka menyelinap ke kerumunan orang dan mengikuti Madam Chun sampai ke rumah gisaeng. Mereka diantar ke kamar Chungjo, di mana kepala pelayan meminta mereka untuk tinggal dulu disitu untuk sementara waktu.

Mereka bertiga hanya berdiri di sana dengan canggung sampai Chungjo tertawa, dan kemudian mereka menyadari betapa konyol penampilan mereka.
Madam Chun bertemu dengan Jendral Lee Soon-shin dan Polisi Dam yang baru saja tiba, dan ketika Polisi Dam bertanya apa Kangchi lakukan di sini,  Gon melangkah untuk mengatakan bahwa keterlibatan Kangchi itu idenya.

Kangchi menunjukkan mereka peta yang ternyata lokasinya  bertepatan dengan serangkaian pembunuhan di seluruh provinsi selatan . Tapi peta itu sendiri bukanlah barang bukti, dan Jendral Lee Soon-shin tetap khawatir bahwa bahwa perang sudah dekat, meskipun negara menolak untuk percaya dan mempersiapkan kekuatan militer.
Ternyata penggalan peta itu mustinya ada delapan sedangkan Kangchi hanya membawa tujuh, tapi Kangchi tidak tahu di mana satu penggalan peta itu ketinggalan ?
Kangchi berpikir sesaat dan menyadari bahwa peta itu mungkin terjatuh di ruangan wanita itu (Seohwa) .
***
Seohwa murka terhadap anak buahnya karena butuh waktu berbulan-bulan yang melelahkan untuk  sampai sejauh ini. Seohwa memerintahkan mereka untuk menemukan Choi Kangchi dan merebut kembali peta yang dicuri , bahkan kalau perlu membunuh Kangchi untuk melakukannya.
Kangchi mencoba untuk menjelaskan apa yang terjadi pada Gon dan Yeowool. Mereka tidak merasa ada masalah asalkan Kangchi tidak memperlihatkan muka dan menyebut nama.
“Um, tentang itu …” Kangchi merasa bersalah dan mencoba membela diri bahwa wanita itu sangat baik dan pengertian.
Mereka membelalakan mata serempak, dan Gon iseng menebak bahwa wanita  itu (Seohwa) merupakan wanita cantik.
Yeowool  tentu saja sedikit cemburu dan bertanya : “Apakah dia cantik?”
Kangchi semakin salah tingkah dan mencoba menjawab : ” Bukan masalah cantik , tetapi aku merasa seperti pernah melihatnya entah dimana .”
Yeowool masih cemburu dan mengulangi perkataannya . “Umm berarti dia memang wanita cantik.”
Soo-ryun berbagi kecurigaannya dengan Guru Dam tentang Seo-hwa yang hidup. Dia belum bisa memastikan itu, tapi waktunya cocok dengan return Wol-ryung itu.
***
Madam Chun menyampaikan kecurigaannya bahwa Ja Hong-myeong adalah Seohwa. Madam Chun merasa ini seperti pertanda buruk bagi Joseon-Korea dimana ada Seohwa yang kembali dari kematian dan juga Wolryung yang bangkit kembali sebagai Iblis Seribu Tahun.

Polisi Dam lebih mengkhawatirkan nasib Kangchi karena orangtuanya sudah kembali . Madam Chun masih bingung bagaimana mungkin Seohwa bisa kembali dan berpihak pada Pensiunan Gwan ?
Chungjo kebetulan mendengar percakapan mereka saat dia membawakan mereka teh, dan berjalan kembali ke Soo-ryun untuk bertanya siapa Seo-hwa dan apa yang harus dilakukannya dengan Kang-chi.
***
Di penginapan, Seohwa mengaku pada Pensiunan Gwan bahwa peta mereka telah dicuri. Pensiunan Gwan bersedia membantu mencari asalkan Seohwa memperlihatkan wajah aslinya sebagai bukti itikad baik antara dua pihak yang berkerjasama.
Seohwa akhirnya mengalah dan mengatakan kepada anakbuahnya untuk mengangkat tirai. Pensiunan Gwan segera mengenali Seohwa secara samar tetapi berusaha melangkah lebih dekat untuk meyakinkan diri . .
“Yoon … Seo-hwa …?”
Wanita itu  membantah.
Pensiunan Gwan kembali ke ruangannya dengan perasaan terguncang. “Bagaimana ini bisa terjadi?”. Pensiunan Gwan semakin frustasi , terlebih lagi orang yang paling dipercayainya , yakni Pengawal Seo belum juga kembali (missing in action).
Taeseo diam-diam memperhatikan Pensiunan Gwan.
***

***
Kangchi masih berdiri di ruang Chungjo dengan sikap  kaku, dan Chunjo mengatakan bahwa dia menyesal telah Kangchi tahu mengenai hal ini dengan cara seperti itu . Kangchi meminta Chungjo untuk menceritakan apa yang dia tahu, jadi Chungjo mengatakan kepadanya bahwa Polisi Dam membunuh ayahnya (Wolryung) , dan ibunya melahirkan Kangchi sendirian, dan kemudian meninggal.
Kangchi mencurahkan air mata.
***
Wol-ryung meringis kesakitan dan Sojung bergegas turun dengan beberapa obat-obatan. Tapi dia menggeram, “Dimana ini? Siapa kau? ” tanya Wolryung sambil mencekik Sojung.
“Ini aku, Sojung. Satu-satunya teman manusia kamu . ”

Wolryung akhirnya mengingat Sojung, tetapi memperingatkan dia untuk menjauh. Wolryung mulai kehilangan kontrol diri.
Sojung akhirnya memutuskan untuk turun gunung dan pergi menemui Polisi Dam.
***
Yeowool dan Gon kembali ke ruang Chungjo. Ternyata Kangchi sudah pergi, dan Chungjo menebak Kangchi pergi untuk pergi untuk menemui orang  yang telah membunuh ayahnya. Gon tentu saja tak mengerti apa yang dimaksud Chungjo , tetapi Yeowool menyadari bahaya dan bergegas mengajak Gon untuk pergi.
Polisi Dam baru saja berbincang dengan Sojung. Kini Polisi Dam menunggu sesuatu dengan pedang di mejanya ketika Kangchi datang , dan kemudian Polisi Dam melemparkan pedang itu kepadanya. “Ini adalah pedang. Dua puluh tahun yang lalu aku menebas ayahmu dengan pedang itu. ”
Kangchi bertanya mengapa ?
Guru Dam menjelaskan bahwa  ia kehilangan lima belas anak buahnya karena Wolryung, dan pada akhirnya Wolryung menyerang Seohwa , sehingga Polisi Dam tidak punya pilihan. Kangchi bertanya apakah ayahnya benar-benar seperti monster yang sanggup menyerang istri yang dicintainya.
Polisi Dam kembali menjelaskan : “Sebenarnya ayahmu yang dikhianati. Ketika Wolryung sedang mencari Buku Keluarga Gu  dan berusaha untuk menjadi manusia, Seohwa melihat wajah gumiho dan lari ketakutan.”
Kangchi bertanya dengan air mata berlinang. Dia menarik pedang disertai jeritan, “Jadi tragedi keluarga ku dimulai dengan pedang ini!”
***
Yeowool dan Gon telah kembali, tapi pada saat mereka sampai di sana, Kangchi sudah berjalan keluar dan tangannya berlumuran darah.
Kangchi memanggil Yeowool diluar , tetapi Yeowool tak menggubris dan lebih mengkhawatirkan ayahnya yang diduga sudah dilukai oleh Kangchi.
Gon dan Yeowool menghambur ke dalam ruangan Polisi Dam. Mereka terkejut ternyata hanya menjumpai Polisi Dam masih baik-baik saja tapi terlihat pedang yang patah di atas meja.
(Ternyata , Kangchi malah mematahkan pedang itu dengan tangan kosong. Dia menangis dan mengatakan , “Apa yang terjadi dua puluh tahun yang lalu, itu terjadi antara orang dewasa sebelum kami lahir. Jadi jangan menghubungkan masa lalu itu kepada kami! Apa yang terjadi antara kalian , kalian sendiri yang selesaikan ! “)
Yeowool lega dan  dia menyadari kesalahan nya. Yeowool berjalan keluar memanggil nama Kangchi . Yeowool menemukan Kangchi sedang menyembuhkan tangannya yang terluka dengan butiran cahaya biru. Yeowool agak ragu-ragu mendekat karena tidak tahu harus berkata apa.
Kangchi menghampiri Yeowool tetapi Kangchi ternyata berlalu begitu saja . Yeowool hendak menangis karena dicuekin . Tetapi  tiba-tiba Kangchi memeluknya dari belakang .

Kang-chi: “Jangan lakukan itu lagi. Jangan membuat rahasia denganku . Jangan berjalan melewatiku seakan kamu tidak mengenalku . ”
Yeowool merasa sangat menyesal dan tidak tahu bagaimana memberitahunya. Kangchi berkata lirih , “Aku menyukaimu. Aku menyukaimu. ”
Diam-diam Kangchi teringat kembali peringatan dari Wolryung , tapi kali ini Kangchi bertekad : “Aku ingin mempercayai orang dan bersama mereka sampai akhir. ”
***

Butir-butir cahaya  gelap turun di ruang perpustakaan Sojung ke arah Wolryung, sampai pembuluh darahnya menjadi gelap . Dia membuka matanya … Apa Wolryung kembali menjadi Iblis ?
Ditempat lain Seohwa pun merasakan firasat buruk .
***
Pensiunan Gwan semakin yakin wanita misterius pemimpin delegasi Jepang itu adalah Seohwa. Asistennya Seohwa datang menghadap , dan Pensiunan Gwan mencoba memancing informasi darinya. Asisten Seohwa menegaskan bahwa majikannya bernama Ja Hong-myeon.
Pensiunan Gwan akhirnya menyerahkan surat budak atas nama Tae-seo . Pensiungan Gwan juga menolak uang pembelian untuk kebebasan Taeseo dan malah memberikannya pada sang Asisten Seohwa.  Pensiunan Gwan mulai mencoba mengambil hati sang asisten agar ke pihaknya.
Setelah asisten pergi  , Wolsan memberitahu pada Pensiunan Gwan bahwa Kangchi-lah yang mencuri peta rahasia , dan bahkan ia menghabiskan malam di kamar Chungjo di rumah gisaeng.
***
Pelayan Gob yang merupakan pelayan Chungjo datang untuk memberitahu Kangchi, dan mengatakan bahwa Chungjo memintanya untuk mampir.
Anehnya disaat yang sama di markas Keluarga Dam , sang Bibi Guru melapor pada Gon bahwa ada seorang gisaeng bernama Chungjo yang ingin bertemu dengan Yeowool. Gon tentu saja heran karena sebelumnya Kangchi justru minta ijin untuk bertemu Chungjo di rumah gisaeng.
Chungjo mengatakan pada Yeo-wol bahwa dia datang ke sini untuk mengatakan sesuatu tentang Kangchi, tetapi Gon terpaksa mengganggu Chungjo dan Yeowool yang sedang berbincang. Gon hendak mengkonfirmasi bukankah Chungjo yang ingin bertemu Kangchi di rumah gisaeng ?  Chungjo bingung mendengar informasi ini.
Salah satu dari dua Chungjo itu pasti ada yang palsu.
Kangchi bertemu dengan Chungjo. Tumben sekali Chungjo kali ini mengajak Kangchi minum terus-terusan. Pelayan Gob tampak gelisah menunggu diluar ruangan. Pada saat itu Madam Chun datang dan curiga ada aroma aneh dari dalam kamar Chungjo.
Madam Chun menemukan Kangchi sedang bersama Wolsan. Hmm rupanya Wolsan yang menyamar sebagai Chungjo. Wolsan seperti tidak takut terhadap Madam Chun dan malah tersenyum apa salahnya mengajak Kangchi minum Chihon.
Madam Chihon cemas begitu mendengar Kangchi minum Chihon. Madam Chun berusaha menegur Wolsan.  Tiba-tiba Pensiunan Gwan muncul dan memuji hasil kerja Wolsan dan memerintahkan agar Kangchi ditangkap. Madam Chun tak kuasa mencegah karena Pensiunan Gwan mengancam akan menganggap Madam Chun sebagai rekan klompotan Kangchi .
Kangchi  diseret ke penginapan, di mana Pensiungan membawa Seohwa untuk mengkonfirmasi identitas pencuri. Madam Seohwa ingin petanya dikembalikan , tapi Pensiunan Gwan berkata bahwa Kangchi belum bisa ditanyai karena dalam kondisi setengah sadar.
Seohwa terkejut melihat Kangchi dalam keadaan setengah sadar dan dirantai. Pensiungan Gwan menjelaskan bahwa Kangchi bukan manusia biasa . Pensiunan Gwan mengatakan dengan tegas bahwa Kangchi adalah setengah gumiho, dan setengah manusia … dari garis keturunan ibunya.
Seohwa berdiri dalam keadaan terkejut. Seohwa menyadari bahwa Kangchi ternyata anaknya sendiri. Seohwa berusaha untuk tetap bersikap normal.
Pensiunan Gwan memerintahkan anakbuahnya untuk melepaskan gelang Kangchi.
Kangchi mulai berubah wujud dan matanya menjadi hijau sambil meringis kesakitan karena pengaruh minuman beracun.  Kangchi terus berteriak kesakitan, dan mata Seohwa mulai berkaca-kaca.


Pensiunan Gwan tampak sedang menunggu reaksi Seohwa, dan menikmati setiap detiknya. Dia bertanya, “Apakah monster ini adalah pencuri yang Anda cari?”
Ini jelas jebakan batman bernama buah simalakama , jika Seohwa membela Kangchi, maka itu hanya membenarkan kecurigaan Pensiunan Gwan, tapi jika Seohwa pura-pura tidak tahu , apa yang bakal terjadi pada anaknya?

0 comments:

Post a Comment