Monday, June 3, 2013

Sinopsis : Gu Family Book – Episode 17

Standard


Kangchi menemukan bahwa Yeowool telah hilang. Dia menganggap Wolryung yang melakukan. Padahal ? Terlihat dua orang berpakaian hitam membawa Yeowool melalui hutan. Jelas bukan Wolryung pelakunya.

Sebelumnya Kangchi mengatakan pada Polisi Dam dan Guru Gong mengenai kebenaran tentang Wolryung yang kembali ke dunia sebagai Iblis Seribu Tahun.
Polisi Dam mengeluh kenapa Kangchi tidak bilang sejak dulu . Kangchi hanya menundukkan kepalanya, dan Guru Gong menerka bahwa bagaimanapun ada hubungan ayah-anak antara Kangchi-Wolryung . Sudah barang tentu Kangchi punya naluri untuk  melindungi ayahnya. Kangchi kemudian melepas gelangnya dan terlihat mata hijaunya . Kangchi berjanji bahwa dia akan membawa Yeowool kembali ke sini dengan aman, jika tidak Kangchi bersumpah tidak akan kembali.
***
Pengawal Seo bertanya apa betul Yeowool adalah putri dari Dam Pyung-joon. Yeowool heran dan bertanya untuk apa melakukan ini padanya ? Pengawal Seo mengatakan bahwa Yeowool harus menyalahkan ayahnya (yang telah berulang kali mempersulit Pensiunan Gwan).
Pengawal Seo memerintahkan anak buahnya untuk memenggal kepala Yeowool , dan membawanya kembali ke sekolah seni bela diri, dan meninggalkan tubuhnya di hutan untuk dimakan oleh hewan buas. (Sungguh terlalu kalau gadis secantik Yeowool harus di eksekusi dengan cara itu)

Tiga pembunuh mendekati Yeowool dengan pedang. Walau matanya ditutup , Yeowool punya kemampuan beladiri untuk bertahan. Yeowool berkelahi dan berhasil menghajar beberapa pembunuh. Tetapi matanya yang tertutup itu menghambat kemampuan berkelahinya untuk sempurna. Yeowool tersudut dan diambang maut.
Pada saat itu Wolryung muncul dan menghabisi para pembunuh dengan mudah. Pengawal Seo yang belum jauh dari situ segera kembali untuk melihat TKP. Pengawal Seo mencegah anak buahnya yang tersisa untuk turun tangan karena menyadari Wolryung terlalu sakti untuk dihadapi.
Tetapi percuma saja Pengawal Seo dkk mencoba menghindar. Wolryung adalah Iblis Seribu tahun yang peka dan segera muncul secara ajaib didepan mereka. Wolryung segera menghajar Pengawal Seo dkk hingga sekarat .
Yeowool menggunakan kesempatan untuk lari tetapi percuma saja karena Wolryung dengan cepat kembali menghadangnya.
Sementara itu Kangchi berjalan secepat angin mencari Yeowool.
Wolryung menatap Yeowool dan mengatakan : “Apakah kau lari dariku” . Yeowool memohon agar Wolryung pergi. Wolryung tentu saja geli melihat gadis manusia ini . Wolryung menegaskan bahwa Yeowool tidak mungkin bisa kabur darinya kecuali Wolryung memang sengaja melepasnya.
Disaat genting ini Kangchi muncul dan Wolryung dengan gesit menyandera Yeowool dan mengancam leher Yeowool.
Kangchi menggeram pada Wolryung agar menjauh dari Yeowool, tapi Wolryung mengatakan kepadanya bahwa hanya ada satu cara untuk menyelamatkan Yeowool , yakni Kangchi menyerah pada usahanya untuk menjadi manusia.

Wolryung semakin mengetatkan cekikannya pada Yeowool. Kangchi jadi bimbang untuk bertindak.
Tetapi Yeowool berseru, “Tidak, Kang-chi! Kau tidak bisa menyerah! “.
Yeowool mencoba melunakkan hati Wolryung. Menurut Yeowool , kehidupan Kangchi sudah cukup sulit tanpa harus dipersulit oleh Wolryung
“Jika Anda benar-benar ayahnya, maka tidak menyebabkan dia semakin sakit lagi!”
Kangchi kemudian menyerang Wolryung dengan kecepatan tinggi. Wolryung menggeram penuh amarah karena anaknya berani lancang menyerangnya. Wolryung menghajar anaknya hingga babak belur.
Wolryung memperingatkan anaknya yang tak mungkin menang melawannya. Wolryung mulai mendekati posisi Yeowool.

Kangchi berdiri diantara mereka dengan nada melunak , mencoba memohon pada ayahnya sambil menangis.
Wolryung menghajar Kangchi kembali. Kangchi bersikeras dan kembali berdiri sambil berseru “Yeo-wol adalah milikku!” . Wolryung tampak tersentuh dengan ucapan terakhir anaknya ini.
Wolryung terkenang ketika dulu sedang jatuh cinta pada Seohwa dan mengucapkan hal yang sama ketika melindungi Seohwa saat diburu oleh Polisi Dam dan pasukannya.
Air mata mulai menetes dari mata Wolryung dan butiran cahaya biru bermunculan. Wolryung mulai melunak dan menurunkan tangannya . Dan pada saat yang sama, embusan besar angin bertiup.


Kang-chi berbalik untuk menjadi perisai bagi Yeowool dan pasrah bersiap menunggu kematian.  Ternyata Wolryung sudah menghilang.
Kangchi meluapkan emosinya sambil mengucap syukur : “Aku berpikir akan kehilanganmu. Sungguh aku sangat takut “. Kangchi memeluk Yeowool dan berkata : “Yeo-wol-ah, kau adalah orang yang yang paling berharga bagiku. Tanpamu, aku sama sekali tidak ada artinya. ”
Dan kemudian Kangchi menarik Yeowool untuk dicium. Butiran cahaya biru bermunculan seperti menandakan kebahagiaan pasangan muda itu. Kangchi pun kembali berwujud manusia seutuhnya.


***
Rahib Sojung berada di perpustakaan pribadinya dan menemukan Wolryung meringkuk di lantai disertai pendarahan. Rahib Sojung bingung kenapa luka Wolryung tidak pulih seperti biasanya ? Wolryung mengatakan bahwa dia tidak memiliki kekuatan untuk menyembuhkan lagi lukanya karena yang tersisa dalam dirinya hanya  kebencian ,  kemarahan dan kematian belaka.
Wolryung masih terkesan dan mencoba mengingat kapan dirinya mengucapkan perkataan yang sama dengan anaknya demi membela wanita yang dicintai. Wolryung mengeluh telah kehilangan semua kenangan. Dan jika sedikit kenangan ini pergi maka Wolryung akan kembali menjadi Iblis. Pada saatnya tiba Wolryung mengaku ingin mati dan pergi menemui Seohwa , dan hanya Kangchi yang bisa membunuhnya.
Wolryung tentu saja belum sadar kalau Seohwa masih hidup.

***
Seohwa sedang negosiasi dengan Pensiunan Gwan agar Taeseo dapat terbebas dan kembali mengelola penginapan . Lagipula Seohwa berpendapat bahwa jika keadaan terus begini maka penginapan dengan cepat akan bangkrut.
Pensiunan Gwan dengan cepat berubah wajahnya. Menurut Pensiunan Gwan masalah penginapan ini bangkrut atau tidak adalah hak prerogative-nya sebagai pemilik.
Seohwa dari balik tirai mulai meninggi nada bicaranya , dan mengingatkan kembali bahwa Pensiunan Gwan membeli penginapan ini karena dana dari kelompoknya Seohwa. Demikian juga dana untuk mengambil alih beberapa pengusaha besar di selatan juga disokong oleh dana yang sama.
Pensiunan Gwan semakin tersinggung dan  memperingatkan bahwa mengancamnya adalah ide yang buruk. Seohwa mencoba berdiplomasi bahwa itu bukan ancaman , melainkan desakan.
Pensiunan Gwan agak kesulitan menghadapi Seohwa yang kini menjelma menjadi wanita misterius yang berkuasa. Pensiunan Gwan sangking frustasinya mencoba membuka tirai untuk menjawab rasa penasarannya kepada wanita misterius ini. Tetapi seorang samurai menghadangnya dan mengancam Pensiunan Gwan untuk pergi.
Pensiunan Gwan meninggalkan ruangan itu dengan kemarahan yang terus berkecamuk. Tak lama Pensiunan Gwan menyadari bahwa Pengawal Seo belum juga pulang. (Pengawal Seo belum mati tapi terluka parah karena dihajar Wolryung)
***
Kangchi dan Yeowool melapor pada Polisi Dam dan Gon mengenai peristiwa mencekam yang mereka alami tanpa menyebutkan keterlibatan Wolryung. Yeowool mengaku tidak tahu siapa yang menculiknya, karena ia ditutup matanya. Yeowool meminta agar ayahnya memulihkan kembali statusnya untuk kembali memegang pedang buat berjaga-jaga.
Tapi Kangchi tiba-tiba tidak setuju dan mempersilahkan Polisi Dam agar merantai kaki Yeowool saja biar tidak bisa kemana-mana. (hahaha). Yeowool tersinggung mendengar kakinya harus dirantai dan akhirnya bertengkar dengan Kangchi. Sungguh aneh melihat pasangan yang baru saja berciuman di hutan dan kini bertengkar untuk masalah sepele.
Polisi Dam sampai bingung melihat keributan mereka dan menghardik agar mereka diam. Kangchi  . Polisi Dam dan Gon benar-benar bingung, dan kemudian Yeowool – Kangchi  keluar dengan penuh amarah.

Mereka berdiri di luar dengan mata saling melotot, dan kemudian Yeowool menyeringai : “Seperti sungguhan khan ?” .
Kangchi membenarkan dengan riang , “Itu benar-benar tampak seperti sungguhan!” Mereka tertawa satu sama lain. Tetapi Gon juga keluar ruangan sehingga mereka kembali pura-pura bertengkar.
(Sebelumnya saat mereka berjalan pulang sambil berpegangan tangan. Yeowool meminta Kangchi untuk pura-pura bertengkar, setidaknya sampai Polisi Dam yakin dan membiarkan Yeowool untuk  keluar dari rumah dan memberinya kembali pedangnya. Dan Yeowool meminta Kangchi agar pertemuan dengan Wolryung juga harus dirahasiakan . Tentu saja Yeowool cemas kalau Kangchi sampai tahu bahwa ayahnya terbunuh oleh ayah Yeowool.)
***
Kangchi tersenyum sendirian di dapur, dan Guru Gongdal menyelinap di belakangnya untuk menanyakan apakah dia berpikir tentang seorang gadis. Kangchi tergagap mengatakan bahwa ia sama sekali tidak berpikir tentang Yeowool.
“Memangnya aku  bilang apa-apa tentang Yeo-wol?” canda Guru Gongdal.
Guru Gong ternyata masih lemah karena serangan Wolryung. Kangchi meminta maaf karena ia merasa bertanggung jawab. Guru Gong memberitahu Kangchi agar tidak membebani diri dengan hal-hal yang bukan salahnya, dan bertanya apa yang ia berencana untuk lakukan selanjutnya.
Guru Gongdal berkata : “Sekarang kamu dapat mengendalikan wujud gumiho-mu. Kamu tidak mencari Buku Keluarga Gu ?”

***
Pensiunan Gwan ditawari kembali harga dua kali lipat untuk menebus kebebasan Taeseo. Pensiunan Gwan walaupun jahat tetapi ternyata punya harga diri juga dan menolak tawaran dari salah satu delegasi Jepang ini. Pensiunan Gwan bahkan tidak akan menerima sepuluh kali lipat biaya normal.
Asisten Seohwa memperingatkan agar Pensiunan Gwan tidak mengorbankan masalah kecil untuk masalah yang lebih besar.
Pelayan Choi menguping percakapan dan menyampaikan kembali ke Taeseo, yang menyadari bahwa Pensiunan Gwan memiliki ambisi yang lebih besar daripada sekedar menjual rahasia-negara , tetapi juga berencana untuk menjual negara.
Celakanya , salah seorang samurai pun mengetahui perbuatan Pelayan Choi.
***
Kangchi memaksakan diri untuk mengikuti latihan pedang. Gon menjadi jengkel karena Kangchi lebih banyak mengganggu daripada berlatih. Gon memerintahkan Kangchi untuk pergi dan mencari Buku Keluarga Gu., tapi Kangchi mengatakan ada sesuatu yang lebih penting yang harus dilakukan , yakni memperkuat diri agar bisa menghadapi Wolryung.
Kangchi bertanya tentang dua dari Empat Guru yang lain karena ingin lekas belajar banyak hal, tapi Gon menolak untuk menceritakan siapa mereka.
Kangchi menggoda: “Aku berpikir bahwa kamu sebenarnya tidak tahu mereka!” . Kangchi belum dapat menerima kenyataan bahwa bahwa Gon adalah salah satunya.
“Mau mati?” ancam Gon .
“Saya tidak bisa dibunuh dengan mudah, jadi …”
Candaan Kangchi hampir berbuntut perkelahian . Tapi sebelum mulai berkelahi terdengar kabar kedatangan Taeseo untuk melaporkan apa yang dia tahu. Taeseo juga menceritakan bahwa ada wanita baik hati yang hendak membebaskan Taeseo dan menjadikannya pengurus penginapan. Taeseo lantas bercerita sekilas mengenai Ja Hongmyeong (alias Seohwa) , seorang janda dari klan Miyamoto yang berkuasa di Osaka.
Taeseo menjelaskan bahwa Pensiunan Gwan bukan hanya demi uang semata , tetapi kedudukan sebagai pemimpin utama di kawasan selatan.  Polisi Dam pun meneruskan laporan Taeseo ini kepada Jendral Lee.
Jendral Lee menyarankan agar Polisi Dam dkk harus mencari informasi apa yang telah dikumpulkan delegasi Jepang itu sehingga dapat mengestimasi waktu terjadinya perang.
***
Gon menemui Yeowool dan mengatakan bahwa Taeseo hendak bertemu dengan Yeowool. Bibi guru langsung tersipu malu melihat Gon.

Yeowool pergi keluar menemui Taeseo dan memuji hasil kerja Taeseo yang memuaskan. Yeowool mengeluh tidak dilibatkan pada misi mata-mata malam ini , tapi Taeseo malah  bilang tidak ingin Yeowool ikut. Yeowool mengeluh ternyata Taeseo juga seperti itu dan berkata : “Apakah karena aku seorang wanita?”
“Karena kamu adalah tunangan saya” sahut Taeseo.
Taeseo mengatakan bahwa dirinya tahu rencana pertunangan itu adalah keinginan sepihak dari ayah Yeowool dan juga merasa bahwa dirinya masih belum cukup pantas tapi Taeseo mengatakan bahwa itu mungkin adalah cara ayahnya memberinya landasan moral untuk bertahan dan memperjuangkan hidup. Yeowool speechless.

Kangchi ternyata mengamati mereka dengan sikap serbasalah , dan ketika ia berbalik, ada Gon dihadapannya. Saat Kangchi melewati begitu saja , Gon mengatakan, “Inilah batas dimana seberapa dekat kamu bisa mendapatkan Yeowool.

Sesampainya di kota , Yeowool kembali iseng membuat meja penjual kain itu terjatuh seolah-olah kesalahan bibi guru. Yeowool sendiri diam-diam kabur dan sudah siap dengan kostum mata-mata yang dibawanya . Chungjo melihat aksi Yeowool dan mencegatnya ditempat lain.
Yeowool menyapa Chungjo dengan senyum lebar, dan Chungjo melihat Yeowool tampak bahagia. Chungjo mengaku iri pada Yeowool dan menyadari bahwa Kangchi memang memiliki banyak cara untuk membuat orang jadi bahagia.
Tapi kemudian Chungjo menambahkan bahwa Kang-chi, setelah  memberikan hatinya kepada seseorang, itu menjadi mutlak. Chungjo juga bilang kalau dia memanggil Kangchi sekarang juga , maka Kangchi tidak akan bisa menolaknya.
“Apa maksudmu ? “ Yeowool bingung.
“Entahlah , menurutmu aku bermaksud apa ? sahut Chungjo sambil tersenyum aneh.

(Chungjo sepertinya mulai cemburu dan memprovokasi Yeowool. Tetapi jika dipikir-pikir salah sendiri Chungjo yang duluan mencampakkan Kangchi.)
Secara bersamaan Kangchi pun sudah memasuki kota, dan Gon menyadari rencana mereka.
***
Madam Chun datang ke penginapan dan menawarkan untuk mengadakan pesta di sini untuk menebus kesalahan yang terakhir. Pensiunan Gwan setuju tetapi mengatakan ia memiliki permintaan.
Ditempat lain Seohwa meminta asistennya untuk melaporkan tentang usahanya mencari Rahib Sojung, tapi asisten itu mengaku masih belum berhasil menemukannya, dan dia meyakinkan Seohwa  bahwa mereka akan menemukan anaknya.
***
Madam Chun tiba dengan para gisaeng di belakangnya . Madam Chun masih sempat bermain isyarat mata dengan Taeseo. Bersamaan itu salah satu anak buah Seohwa juga mengamati gerak gerik Taeseo.

Sementara itu Kangchi dan Yeowool bersiap-siap untuk menyelinap masuk ketika Gon menemukan mereka. Kangchi dan Yeowool segera mengeluarkan berbagai alasan untuk meminta pengertian Gon. Kangchi bahkan berekspresi dengan jenaka dengan arogannya merasa paling tahu tentang Penginapan Seratus Tahun ini.
Gon tidak berdaya menghalau Kangchi dan Yeowool karena waktunya sudah mendesak untuk beraksi.
***
Di pesta itu, Pensiunan Gwan meminta wanita misterius terselubung itu (Seohwa) untuk menunjukkan wajahnya, dan menawarkan untuk menjual Taeseo padanya dalam pertukaran ini.
Sementara itu Kangchi mulai menjelajah . Tiba-tiba beberapa orang berpakaian sama menepuk Kangchi dan menanyakan Kangchi sedang melakukan apa dalam bahasa Jepang.
Kangchi hanya mengulangi satu kalimat yang diajari oleh Yeowool, dan berhasil berbaur dengan sekelompok yang berkostum sama untuk berkumpul dalam pertemuan rahasia. Ada, pemimpin disana yang bertanya apakah mereka berhasil menyelesaikan misi mereka? Beberapa dari mereka kemudian menyajikan potongan peta.
Tiba-tiba seorang pria berbicara bahwa ada mata-mata di sini, karena mereka hanya beranggotakan dua puluh orang, tetapi ada dua puluh satu orang berdiri di sini sekarang.

Kangchi ketahuan , tetapi  menghadapi mereka dengan mode mata hijau. Selanjutnya Kangchi berjalan keluar ruangan dengan meninggalkan begitu banyak ninja yang terluka di belakangnya. Dia melipat peta ke kemejanya dan mulai berjalan.
Di pesta itu, Seohwa setuju untuk melepas penutup wajahnya, dan Madam Chun menonton dengan tegang . Seohwa yang berada dipesta ternyata palsu , Seohwa yang asli sedang duduk di ruangan gelap sambil tersenyum misterius.
Kangchi bersembunyi ke dalam ruangan gelap agar tidak terlihat, tapi ternyata ruangan itu tidak kosong … Kangchi tidak sadar sedang  berjalan tepat menuju ke kamar ibunya.
Seohwa dengan lampu lilin bersiap dengan  pisau di tangannya. Dia bertanya dalam bahasa Jepang, “Siapa kau?”

0 comments:

Post a Comment