Tuesday, May 28, 2013

Sinopsis : Gu Family Book – Episode 16

Standard


Wolryung memperkenalkan dirinya sebagaimana Seohwa memperkenalkan dirinya di depan Taeseo.
Wolryung berkata : “Kamu adalah anak Seohwa?”
Kangchi: “. Itulah seperti yang dikatakan Rahib Sojung”

Wolryung bertanya apakah Kangchi sedang mencari Gu Keluarga Book … demi Dam Yeowool ?
Yeowool menyarankan agar Kangchi menyerah dan berjanji akan mengampuni nyawa Kangchi asal tetap menjadi gumiho. Dalam wujud Iblis pun rupanya Wolryungtidak ingin nasib anaknya berakhir dengan cara yang sama.
Kangchi menukas: “Apa hak-mu mencampuri urusanku ingin jadi manusia atau tidak ? Ataupun  untuk menyerah atau tidak?
Wolryung menjawab bahwa Kangchi semestinya tahu betul siapa Wolryung (yakni ayahnya) . Kangchi tidak terlalu peduli mengenal ayah kandungnya ini , dan meminta agar Wolryung kembali ke tempat asalnya.
Pada saat itu, Wolryung dengan kecepatan kilat mencekik dan mendorong Kangchi hingga tersudut di tembok pepohonan hanya dengan satu tangan saja. Kangchi mencoba melawan, tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa .

“Percayalah. Jika kamu  percaya terhadap manusia, satu-satunya hal yang kamu dapatkan adalah pengkhianatan. Mereka tidak akan pernah menerima kehadiranmu. Mereka tidak akan mempercayaimu. Karena menganggapmu berbeda, maka mereka akan mengucilkanmu atau menyakitimu. Ini adalah peringatan terakhir dariku. Tinggalkan dunia manusia. ” Wolryung kembali menasehati dengan setengah memaksa :
“Pergi menyembunyikan diri di pegunungan sebagai siluman sepertimu? Tidak pernah mati, tidak pernah sakit, tanpa bisa melihat orang yang aku cintai? ?! Aku  menolak untuk hidup kesepian. Maafkan aku, tapi aku tidak bisa melakukan itu. Hidup sebagai manusia adalah impian saya. ”
Tiba-tiba Guru Gong muncul di belakang mereka untuk membela Kangchi. Kangchi khawatir karena bagaimana hebatnya ilmu bela diri Guru Gongdal tidak akan sanggup menghadapi Iblis Seratus Tahun seperti Wolryung.

Kangchi berteriak tidak, tapi Wolryung dengan mudah menaklukan Guru Gongdal dan mencekik tenggorokannya dalam waktu singkat. Kangchi berteriak begitu keras sehingga warga satu markas mendengar teriakannya. Yeowool pun mendengar dari kejauhan tetapi tidak bisa berbuat apa-apa karena sedang diawasi guru menjahitnya.
Kangchi panik memikirkan keselamatan Guru Gongdal  dan melakukan satu-satunya hal yang dia bisa . Kangchi  melepas gelangnya. Wolryung kembali memperingatkan Kangchi untuk menyerah hidup sebagai manusia, atau semua orang di sekitarnya akan mati. Kangchi menerkam dan Wolryung pun pergi meninggalkan Guru Gongdal yang sekarat.
Kangchi memohon Guru Gongdal  untuk bangun, tapi dia tidak bergerak, sehingga Kangchi meraih batu terdekat dan mengiris tangannya untuk menjatuhkan beberapa tetes darah ke leher Guru Gongdal yang terluka.

Tapi kemudian, Polisi Dam dkk muncul di TKP dan tentu saja menduga bahwa Kangchi pelakunya.  Polisi Dam mengangkat pedang kearah tenggorokan Kangchi itu. Kangchi terlihat sangat menyedihkan karena serba salah, dan tidak bergeming sampai ia melihat butiran cahaya biru menyembuhkan luka Guru Gongdal.
Sementara  itu , Wolryung telah kembali ke Taman Cahaya Rembulan dan melihat lengannya terluka.
(Disini muncul pertanyaan apakah Wolryung yang telah berwujud Iblis Seribu Tahun itu hanya bisa dilukai oleh sesama gumiho seperti Kangchi , anaknya sendiri ? Ataukah Wolryung kehilangan kemampuan untuk menyembuhkan diri ? )
***

Seohwa menjelaskan pada Taeseo bahwa dia memang orang asli Joseon. Alasan berhubungan dengan Pensiunan Gwan adalah untuk keuntungan finansial bersama.
Taeseo pun mengaku bahwa dia memihak kubu Pensiunan Gwan hanya untuk menyelamatkan adiknya.
“Apakah anda ingin merebut kembali Penginapan Seratus Tahun? “
Seohwa menyanggupi bisa mewujudkan itu untuk Taeseo.
***
Keesokan pagi , Gon datang untuk memberitahu Yeowool mengenai apa yang terjadi kemaren malam. Yeowool tentu saja tidak percaya kalau Kangchi akan menyerang Guru Gongdal. Gon mengatakan bahwa mungkin saja Kangchi mengalami kesulitan mengontrol sisi siluman dalam dirinya.
Yeowool penasaran dan ingin pergi untuk melihat sendiri. Tetapi Gon melarang Yeowool pergi. Yeowool mencoba membujuk Gon yang selalu menurut padanya. Gon kali ini berkeras karena melihat sendiri Kangchi berada di samping Guru Gongdal yang terluka parah dalam wujud aslinya.
Guru Gongdal sendiri masih belum siuman dan sementara itu  Kangchi dijaga oleh sebagian teman seperguruan dengan formasi lingkaran dan tombak mengancam.

Kangchi khawatir keselamatan Guru Gongdal dan mulai berniat berkelahi untuk menyingkirkan mereka, Tetapi Kangchi ingat permintaan Yeowool agar Kangchi mau bergaul dengan rekan-rekan seperguruan.
***
Jendral Lee Soon-shin datang untuk memeriksa sendiri kasus yang baru terjadi kemaren malam dan bertemu dengan Kangchi saja. Jendral Lee menuntut untuk diberitahu apa yang terjadi sebenarnya, dan Kangchi menatapnya dengan ekspresi segan.
Kangchi teringat kembali  peringatan dari ayahnya (Wolryung)  dan Kangchi bertanya apakah dia dicurigai hanya karena dia bukan manusia. Namun Jendral Lee Soon-shin mengatakan kepadanya bahwa kepercayaan tidak datang begitu saja  dan harus dipupuk dari hari ke hari, melalui hubungan pribadi. Jadi jika Kangchi tidak memiliki kepercayaan dari orang-orang di sekitarnya, itu kesalahan Kangchi sendiri yang tidak bisa bergaul.
Kangchi merengek, “Jadi ini salahku?”
Lee Soon-shin tidak meredakan kecamannya : “Segala sesuatu yang terjadi dalam hidupmu ada andil kesalahanmu juga”
Dan kemudian Kangchi hanya bisa meratap seperti anak kecil diomelin seperti itu dan berkata : “Bukan saya yang melakukan itu kepada Guru Gongdal”
Jendral Lee Soon-shin melembutkan sedikit nada bicaranya dan mengatakan kepadanya bahwa kepercayaan adalah hubungan antara orang-orang, dan jika dia ingin bisa dipercaya, dia harus belajar bagaimana bergaul dengan orang-orang pertama.
Kangchi teringat bahwa ucapan Jendral Lee mirip sekali dengan nasehat Guru Gongdal sebelumnya.
***
Kangchi keluar ruangan dan meminta Polisi Dam untuk memberikan satu kesempatan lagi kepadanya. Kangchi mengatakan siswa lain memang takut padanya, tapi Kangchi mengatakan masih memiliki dua hari dan lima lonceng yang tersisa, dan Kangchi mengaku  akan menganggapnya sebagai kesempatan terakhirnya. Jika dia gagal dalam  tantangan itu, Kangchi berjanji akan pergi.
Guru jahit Yeowool  tertidur diruang kelas, dan Yeowool tersenyum nakal melihat kesempatan untuk kabur dari ruangan. Ketika bibi guru terbangun, mulut dia tersumbat dan kaki terikat, dan Yeowool kembali pakaian biasa .
Yeowool meminta maaf dan mengatakan kepadanya untuk tidur siang yang panjang . Yeowool melompat keluar melalui jendela .
Bibi guru meronta tunggang langgang dilantai mencoba melepaskan diri namun tidak berhasil.
***
Yeowool menemukan Kangchi sedang merenung sambil memandang sapu milik Guru Gongdal. Yeowool menarik Kangchi dan mengatakan bahwa waktunya untuk kabur hanya sebentar saja.
Yeowool dan Kangchi lari ke dapur, dan Yeowool mengatakan bahwa ia keluar menyelinap pergi karena begitu frustasi melihat Gon tidak menceritakan segala sesuatu.
Yeowool bertanya apakah Kangchi dan Guru Gongdal baik-baik saja. Apakah semua orang berpikir Kangchi yang bersalah? Apakah Polisi Dam memarahi Kangchi ?
Kangchi malah bertanya apakah pergelangan kaki Yeowool  baik-baik saja dan mengatakan kepadanya untuk lebihberhati-hati, dan Yeowool berkata dengan  lembut, “Apakah kau tahu bahwa kau semakin bawel belakangan ini?”
Kangchi tertawa.
Yeowool kembali bertanya : “Apakah kau juga tahu bahwa kau semakin seperti pria akhir-akhir ini? ”
Kangchi mendekat, “Jadi, apakah kamu senang ?”
“Memang keliatannya aku bagaimana ?” goda Yeowool.
“Kedua matamu menunjukkan bahwa kau nyaris mati karena bahagia.”

Mereka semakin mendekat satu sama lain dengan senyum dan pandangan menggoda. Tetapi tiba-tiba mereka  berdua salah tingkah.
Kangchi bercerita bahwa Guru Gong kondisinya membaik. Sedangkan Kangchi sendiri masih punya harapan dengan lima lonceng yang tersisa.

Sung tentu saja membantah dan merasa kemampuannya belum apa-apa dibandingkan Gon. Kangchi kecewa mendengar pujian terhadap Gon. Sung berusaha memberikan semangat pada Kangchi agar tidak menyerah. Sung juga menceritakan bahwa Jendral Lee sedang berusaha keras untuk melindungi Kangchi sampai mempertaruhkan jabatannya sendiri. Kangchi mendongak kaget. Siapa melakukan apa untuk siapa?
***
Kangchi muncul didepan Gon dan murid-murid lainnya. Tanpa peduli keresahan para murid dan juga sikap dingin Gon , Kangchi mengatakan bahwa dirinya memiliki rencana untuk memadamkan rumor dan membantu Jendral Lee Soon-shin.
Gon dan para murid tentu ragu terhadap Kangchi.
Kangchi menarik sabuk lonceng dari pinggangnya dan menawarkan itu sebagai pertaruhan . Kangchi bertaruh jika ia kembali menyebabkan hal-hal buruk, maka Kangchi akan pergi dan tidak pernah pergi mendekati orang-orang dari  perguruan ini lagi.
Gon: “Termasuk Yeowool?”
Kangchi setuju termasuk Yeowool sekalipun. Kangchi mengingatkan bahwa waktu semakin mepet dan Jendral Lee bisa dalam masalah besar jika terlambat.
***
Gon memanggil bibi guru untuk mengalihkan perhatian dari Yeowool itu dan  Sung menyelinap untuk memberinya pesan dari Guru Gongdal.
Guru Gongdal sendiri ternyata sudah sembuh dan menghadap Polisi Dam. Guru Gongdal meminta Polisi Dam duduk karena ada yang ingin dibicarakan. Sementara Polisi Dam sendiri khawatir karena mendengar Kangchi datang ke kota.

Gon masih terus mengalihkan perhatian guru Yeowool. Sampai Gon terpaksa bertanya kabar si bibi guru. Bibi guru tersipu malu (kegeeran) ditanya begitu oleh Gon. Bibi guru mengaku baik-baik saja dan Gon menjawab dengan kaku.
Yeowool sendiri mengambil kesempatan untuk keluar diam-diam. Gon menatap kearah Yeowool sehingga bibi guru curiga. Gon kembali sibuk untuk mengalihkan perhatian bibi guru.
Bibi guru akhirnya kembali ke ruangan dan heran melihat Yeowool sudah tertidur dengan bahu membelakangi. Tiba-tiba bibi guru curiga dan membalikkan badan Yeowool . Ternyata Sung mengenakan baju Yeowool.

***
Sementara itu, Kangchi masuk ke kota dan dan berteriaka di tengah jalan: “Siapa yang penasaran apakah aku anak gumiho?”. Chungjo ada disana, tapi tampaknya Kangchi tidak memperhatikannya.
Bongchool berjalan mendekati Kangchi dan bertanya apa yang dia sedang lakukan, tapi Kangchi hanya terus bertanya sampai tangan  para warga teracung keatas. Kangchi kemudian mengatakan kepada para warga untuk berkumpul di depan Penginapan Seratus Tahun di mana ia akan menunjukkan kepada semua orang siapa dirinya.
Jendral Lee Soon-shin sudah tiba untuk bertemu dengan Pensiunan Gwan, dan mereka sindiran seperti biasanya. Jendral Lee Soon-shin bertanya mengapa Pensiunan Gwan begitu takut pada Kangchi .Sementara Pensiunan Gwan juga bertanya-tanya mengapa Jendral Lee Soon-shin melindungi monster seperti Kangchi.
Jendral Lee Soon-shin menyatakan bahwa tuduhan itu liar tak berdasar. Menurut Jendral Lee , Guru Mu-Hak pernah berkata pada Raja Taejo bahwa butuh orang sejenis untuk mengenali kaumnya. Dimana babi melihat babi , mata Buddha melihat Buddha dan Pensiunan Gwan melihat Kangchi sebagai monster menunjukkan kepribadian Pensiunan Gwan yang seperti monster.
Pensiunan Gwan meradang dan menanyakan apakah semua kapal penyu, dana rahasia, dan Kangchi , adalah karena persiapan untuk perang ?
Jendral Lee Soon-shin dengan lihai balik bertanya bagaimana mungkin Pensiunan Gwan bisa tahu rahasia militer dan menuduh Pensiunan Gwan punya mata-mata yang bekerja untuknya .
Tiba-tiba terdengar suara Kangchi memanggil semua orang untuk keluar dan melihat. Para pelayan datang berlari keluar dari penginapan, dan ayah angkat Kangchi khawatir bahwa Kangchi datang disaat yang tidak tepat.. Tapi Kangchi bilang dia di sini untuk meredam rumor yang beredar. Kangchi berkata pada Pelayan Choi :  “Karena aku anakmu, bukan bayi gumiho!”
Pensiunan Gwan keluar, dan Jendral Lee Soon-shin mengatakan agar Kangchi kembali ke rumah dan tidak membuat masalah lagi. Tapi Kangchi justru mengatakan bahwa dia ingin menjaga orang yang selama ini melindunginya dari bahaya, dan tidak mengecewakan dia. Itulah yang terbaik yang bisa dia lakukan untuk menunjukkan kepercayaannya.
Kangchi meminta Pensiunan Gwan apa yang diperlukan untuk membuktikan bahwa dia bukan gumiho, dan Pensiunan Gwan memerintahkan Kangchi untuk melepas gelang pusaka. Kangchi melihat kesana-sini dan kearah kerumunan seperti sedang menantikan kedatangan Yeowol.
Tapi Yeowool belum ada disana sana, dan Chungjo serta Bongchool mulai gelisah akan nasib Kangchi . Pensiunan Gwan kembali menuntut Kangchi agar melepaskan gelang,
Chungjo hendak melangkah maju tetapi Yeowool berjalan mendahului Chungjo. Kangchi setelah melihat Yeowool langsung lega dan mengangguk meyakinkan. Kangchi mengambil napas dalam-dalam, mengangkat lengannya dan melepaskan gelang.

Embusan angin bertiup ,  tapi Kangchi tidak berubah sama sekali . Semua orang, bahkan Yeowool-pun terkejut. Tetapi akhirnya mereka saling memandang dengan tersenyum. Pensiunan Gwan yang bingung meminta penjelasan dari Pengawal Seo mengenai apa yang sebenarnya terjadi.
Pengawal Seo murka karena majikannya dipermalukan didepan umum menarik pedang dan akan menusuk Kangchi. Tetapi Gon datang menghalau serangan itu.

Tak lama  Polisi Dam muncul keluar untuk menyatakan bahwa Kangchi adalah muridnya, dan siapa saja yang berani menyerang Kangchi maka  dia akan mendapatkan murka dari Polisi Dam sebagai balasannya.
Jendral Lee menyindir Pensiunan Gwan apa masih menganggap Kangchi itu monster ? Pensiunan Gwan mati gaya dan memilih masuk kembali ke penginapan sambil menahan malu.
Polisi Dam bertanya bagaimana mungkin Kangchi dapat memperkirakan bahwa Polisi Dam akan membiarkan Yeowool untuk datang. Kangchi menjelaskan bahwa dia tahu bahwa Polisi Dam tidak akan membiarkan Jendral Lee dalam masalah.
Kerumunan warga menyurut  , Kangchi dan Yeowool berdiri di sana saling menyeringai sedangkan Chungjo dan Taeseo hanya melihat dari kejauhan.

Kembali ke perguruan, Gon memegang lonceng milik Kangchi dan meminta setiap orang untuk menunjukkan tangan bagi yang masih ingin Kangchi keluar dari perguruan ini. Gon akan memotong satu lonceng untuk setiap vote . Dua orang mengangkat tangan mereka, jadi dua lonceng ditarik oleh Gon. .
Sung memberanikan diri untuk membela Kangchi. Bukankah murid-murid perguruan disini adalah orang buangan di tempat lain-jadi mengapa mereka melakukan hal yang sama kepada Kangchi sekarang?
Gon kembali meminta vote  dan tidak ada orang lain mengangkat tangan, sehingga Kangchi meminta loncengnya kembali. Gon menarik satu lonceng sebelum memberikan kembali, yakni lonceng untuk suara Gon sendiri. Gon  mengatakan agar Kangchi untuk menjaga satu bel terakhirnya sampai matahari terbenam malam ini jika dia ingin tetap tinggal di sini.
Kangchi tetap berada di belakang untuk mengucapkan terima kasih kepada para siswa untuk membiarkan dia tinggal karena ia benar-benar tidak  memiliki tempat lain untuk pergi. Satu per satu mereka datang sekitar dengan tepukan di bahu untuk mengatakan bahwa mereka menyesal juga.
Sung, yang tersenyum dan berkata, “Sekarang kau akhirnya menjadi salah satu kacang dalam karung.” Entah kenapa Kangchi merasa perkataan Sung itu salah satu petunjuk dari teka-teki busuk dari guru Gongdal .  Kangchi berjalan ke dapur menghadap Guru  Gong dan menyatakan bahwa ia memiliki jawabannya.
“Satu karung! Tidak peduli apakah ada ribuan atau puluhan ribu biji, jika mereka berada dalam satu karung, itu salah satu sekarung penuh. ”
Gong Guru tetap samar dan mengatakan bahwa mungkin ya atau mungkin juga tidak. Guru Gongdal juga menyuruh Kangchi untuk mencuci piring. Guru Gongdal mencubit Sung yang dituduh memberikan bocoran jawaban pada Kangchi.
Tapi Sung bersumpah dia tidak pernah memberikan jawaban, hanya mengisyaratkan, dan bahwa itu karena Kangchi saja yang cepat mengerti.
***
Madam Chun ternyata memiliki mata-mata di Penginapan Seratus Tahun. Mata-mata itu melaporkan bahwa wanita misterius dari Jepang itu pada saat sedang mandi terlihat tattoo di bahunya dan juga bekas luka seperti tercakar binatang liar.
Informasi itu cukup untuk membuat Madam Chun menduga yang dimaksud adalah  Seohwa . Madam Chun jadi cemas begitu menduga Seohwa masih hidup.
***
Taeseo datang untuk menghadap Seohwa untuk bertanya apa syarat agar Seohwa mau mengembalikan penginapan kepadanya. Seohwa berujar : “Jadilah anakku. Cukup itu saja.
***
Bibi guru jahit kembali dikerjai oleh  Yeowool dalam posisi kaki dan mulut terikat. Yeowool meminta maaf sebelum pergi keluar untuk menemui Kangchi, yang tampaknya meminta untuk bertemu.
Kangchi bangga memamerkan lonceng terakhirnya pada Yeowool. Kangchi merasa lulus tes dan mendapat restu untuk tinggal di perguruan ini. Kangchi mengatakan bahwa kali ini murid-murid perguruan sudah menerimanya.
Tiba-tiba seseorang datang sehingga mereka bersembunyi dibalik semak . Mereka meringkuk saling berdekatan dimana lengan Kangchi melindungi tubuh Yeowool. Wajah mereka semakin lama semakinlebih dekat …
Yeowool sendiri mulai menutup matanya untuk mengantisipasi ciuman, dan disaat penting itu justru Sung datang dan berteriak memanggil nama Kangchi.

Mereka membeku, dan Yeowool memberi isyarat pada Kangchi untuk menjawab. Kangchi keluar dari tempat persembunyiannya . Sung langsung mengatakan bahwa Polisi Dam memanggil Kangchi .
Kangchi sempat pamit pada Yeowool sebelum  pergi . Kangchi berharap agar Yeowool tidur nyenyak. Yeowool pun mengatakan hal yang sama.
Kangchi sudah pergi. Yeowool yang sedang di mabuk cinta kurang waspada kali ini ketika ada sebuah tangan membekap mulut Yeowool dan menyeretnya pergi.
Polisi Dam mengatakan bahwa Guru Gongdal telah bercerita mengenai gumiho lainnya. Polisi Dam ingin tahu dari Kangchi , siapakah gumiho yang dimaksud oleh Guru Gongda.
Kangchi menjawab dengan ragu-ragu, . Kangchi merenungkan kembali peringatan Wolryung untuk berhenti mencoba menjadi manusia.
Sebelum Kangchi menjawab , muncul laporan bahwa Yeowool telah menghilang. Polisi Dam dan Kangchi kaget .
Kangchi menghambur keluar dan menemukan loncengnya tertinggal di TKP  menandakan Yeowool dipaksa untuk pergi.
Tersangka utama yang muncul di benak Kangchi adalah Wolryung yang pernah mengancam akan menghancurkan siapa saja yang berdekatan dengan Kangchi.
Kangchi mengeraskan kepalan tangannya pertanda emosi sudah memuncak.

0 comments:

Post a Comment