Tuesday, May 21, 2013

Sinopsis : Gu Family Book – Episode 14

Standard


Wolryung menyapa sahabat lamanya sambil berkomentar bahwa Rahib Sojung semakin tua saja. Rahib Sojung berkomentar bahwa manusia memang tidak bisa menipu waktu.

Maksud kedatangan Wolryung adalah menanyakan siapa gerangan mahluk yang setengah manusia-setengah gumiho yang dijumpainya di hutan ? Wolryung mendekati posisi Sojung dengan eskspresi mengerikan dan bertanya sekali lagi : “Siapakah dia ? “
***
Kangchi tidak mengenali gadis cantik yang hampir tertutup kain ini dan malah menyenggol Yeowool sampai kain penutup yang dikenakan Yeowool terlepas.
Kangchi meminta maaf tanpa sempat melihat wajah gadis yang disenggolnya itu. Yeowool terpaksa memanggil sehingga Kangchi berbalik karena mengenali suaranya Yeowool.
Kangchi tertegun melihat Yeowool bisa tampil secantik ini . Kangchi berusaha memastikan sekali dengan memanggil “ Yeowool – kah ? “ Yeowool membenarkan dengan wajah tersipu karena malu-malu kucing.
Sementara itu Madam Chun sedang berkonsentrasi dalam permainan tambur untuk menghibur tamu khusus Pensiunan Gwan di Penginapan Seratus Tahun.
Kembali di festival, Kangchi perlahan melangkah ke arah Yeowool, dan bertanya  “Kenapa … kau  tampak seperti ini?”
Itu bukan reaksi yang Yeowool harapkan, (Yeowool tentu mengharapkan akan dipuji cantik) , tetapi Yeowool menjawab “Aku berpakaian seperti ini kadang-kadang. Apakah … itu aneh? ”
Kang-chi hanya menatap dan menatap, masih benar-benar bingung, dan mengangguk,” Ya. ”
Yeowool tentu saja tersinggung dan pergi bergumam bahwa dia akan pulang sehingga tidak harus berjalan sebagai orang aneh. Kangchi buru-buru mengejar, dan bersikeras bukan yang dimaksudkan.
Yeowool tentu saja masih mengharapkan Kangchi memuji kecantikannya. Tetapi Kangchi hanya berkedip dan tergagap dan akhirnya bilang bahwa Yeowool tidak terlihat seperti dirinya.
“Loh ini khan  aku juga!”
“Oke. Jangan marah. “pinta Kangchi
Kangchi kemudian mengutarakan niatnya untuk mencari Buku Keluarga Gu (Gu Family Book) untuk menjadi manusia.


Wolryung ternyata berada didekat situ dan mengawasi Kangchi dan Yeowool dari kejauhan. Kangchi merasakan satu firasat aneh dan berbalik kearah posisi Wolryung. Tetapi sudah tidak ada siapa-siapa disana.
***
Madam Chun menyelesaikan permainan tamburnya, dan Pensiunan Gwan meminta tamu terhormat untuk berkomentar . Wanita misterius itu mengatakan dalam bahasa Jepang bahwa penampilan Madam Chun begitu buruk dan bangkit untuk pergi.
Madam Chun tampak mengerti bahasa Jepang dan meminta maaf. Chungjo yang sangat menghormati Madam Chun menjadi tersinggung dan bersemangat dalam pembelaannya, menuntut wanita misterius itu untuk merinci apa yang salah dengan permainan tambur Madam Chun.
Kali ini jawaban wanita misterius itu dalam bahasa Korea yang sempurna, bahwa permainan Madam Chun serasa tidak memiliki jiwa.
Pensiunan Gwan menyampaikan rasa curiga dengan bagaimana mungkin wanita Jepang itu bisa berbahasa Korea ? Salah satu ajudan si wanita itu berkilah bahwa junjungannya itu banyak belajar berbagai hal termasuk bahasa.
Madam Chun kembali datang untuk meminta maaf, dan Pensiunan Gwan dengan sinis mengatakan kecewa dan  mengatakan agar Madam Chun datang kembali besok karena sudah larut malam. Pensiunan Gwan menyindir bahwa Madam Chun mungkin harus lengser karena kemampuannya sudah menurun.
Chung-jo berjalan ditengah festival lampion dan mengenang bagaimana festival yang berbeda tahun lalu saat Keluarga Park masih utuh bersama dengan Kangchi dan Taeseo. Ketika Chungjo mendongak, ternyata ada Kangchi berdiri tepat di depannya, tapi ada Yeowool yang cantik disisinya.

Kangchi menyadari kehadiran Chungjo dan posisinya serba salah antara dua gadis cantik ini , Yeowool dan Chungjo , antara cinta lama dan cinta yang baru bersemi. Tiba-tiba datang seorang pria mabuk dan mulai mengganggu Chungjo. Kangchi mengusir pria mabuk itu .
Kangchi, meninggalkan Yeowool dibelakang. Dia berjalan bersama Chungjo kembali ke rumah gisaeng , dan bertanya apakah dia masih takut padanya.
Chungjo  bertanya apakah Yeowool tahu  identitas Kangchi yang sesungguhnya sebagai turunan gumiho ? Kangchi membenarkan .
Chungjo paham dan berbalik untuk menyapanya secara formal, dan mengatakan dia akan membalasnya dengan minuman jika Kangchi berkunjung ke rumah gisaeng.
Kangchi mengatakan padanya untuk berhenti berpura-pura bahwa dia itu orang lain, dan untuk berhenti berbicara seperti itu: “! Tidak peduli apa yang anda kenakan, tidak peduli di mana anda tinggal, bagi saya anda hanya Park Chungjo”
Chungjo menukas : “Jadi kau mengatakan bahwa gisaeng tidak harus hidup sebagai gisaeng, seperti gumiho tidak hidup seperti gumiho , berpura-pura menjadi manusia?” . Matanya berkaca-kaca begitu dia masuk kembali ke rumah gisaeng.
Pada saat Kangchi kembali ke jalan di mana ia meninggalkan Yeowool, hari sudah hampir pagi. Kangchi melihat Yeowool masih berdiri menunggu,  dan kembali berpakaian biasa dan memegang hanbok barunya dalam karung.
Yeowool tersenyum ketika melihat Kangchi dan datang berlari : “Kau sudah kembali!”
Kangchi tertegun dengan pertanyaan dan tidak menjawab, jadi dia segera ditarik dan mulai berjalan pergi.
Kangchi dan Yeowool melihat ke dalam mata masing-masing dan akhirnya Kangchi membuka mulutnya … “Aku lapar.”
***
Di markas Keluarga Dam , Guru Gongdal dan Gon mengetahui bahwa mereka Yeowool dan Kangchi telah pergi keluar sepanjang malam … bersama-sama.
Gon marah dan bersumpah akan membunuh Kang-chi. Guru Gongdal sampai harus menahan kemarahan Gon. Polisi Dam datang dan mencari kemana putrinya gerangan ?
Tentu saja Guru Gongdal berbohong dan mengatakan telah mengirim mereka berdua pada tugas pagi ini.
Guru Gong: “Benarkah itu , Gon?” Gon serbasalah untuk menjawab . Polisi Dam akhirnya menghela napas lega.
Tapi kemudian para murid datang berlari dengan panik melaporkan bahwa salah murid perguruan Dam ditemukan tewas mengering dan tergantung di pohon. Polisi Dam jadi mengungkit kembali dan  bertanya pada Guru Gongdal kemana dia mengirim Yeowool dan Kangchi untuk bertugas ?
***
Yeowool dan Kangchi ternyata sedang sarapan di kota, ketika beberapa orang di meja depan bersuara lantang membatalkan pesanan mereka, karena menolak untuk makan di tempat yang sama dengan bajingan yang membunuh ayah angkatnya sendiri.
Kangchi mengabaikan mereka, tapi Yeowool yang jadi marah, dan bertanya-tanya berapa lama Kangchi akan terus membiarkan orang berpikir dia membunuh Tuan Park.
Kangchi mencoba untuk menghentikannya, dan mengatakan bahwa dia bertanggung jawab atas kematian Tuan Park , karena memang fakta bahwa Kangchi tidak mampu melindungi Tuan Park ketika itu.
Yeowool jadi berantem dengan pengacau itu dan Kangchi terpaksa membelanya.
Tanpa diduga preman lokal Bongchool tiba dengan beberapa anakbuahnya di belakangnya.
Seperti biasa Bongchool berbual sambil mengitimidasi. Semua orang menganggap itu ditujukan pada Kangchi, sehingga mereka semua terperangah ketika Bongchool mengarahkan ancaman itu justru pada para pengacau.
Bongchool bahkan berbisik pada Kangchi bahwa jika ada masalah maka dia siap turun tangan membantu Kangchi.
Bongchool memaksa anak buahnya untuk memanggil Kangchi sebagai hyungnim mulai dari sekarang, dan mengatakan bahwa dia bukanlah tipe orang yang tidak membalas budi pada  orang yang menyelamatkan hidupnya.

Tetapi alamakk , Bongchool dengan lebay mengedipkan matanya yang genit . Bukan saja sekali , tetapi berkali-kali . Kangchi dan Yeowool merasa geli.
Gon berhasil melacak Yeowool-Kangchi dan Yeo-wol langsung panik begitu tahu ayahnya sedang mencari tahu bahwa dirinya keluar sepanjang malam dengan Kangchi?
Mereka berdua panik, dan Gon mengatakan ada  hal yang lebih mendesak yakni tewasnya salah satu rekan seperguruan secara misterius.
**
Kangchi kembali tetapi murid-murid lain mulai menuntut agar Kangchi menceritakan di mana dia tadi malam. Yeowool juga menghadapi pertanyaan yang sama dari ayahnya .
Yeowool mengakui pada ayahnya kalau ia pergi ke Festival Lampion dengan Kangchi. Polisi Dam marah karena justru disaat semua orang sedang mengkhawatirkan maneuver Pensiunan Gwan yang ingin menangkap Jendral Lee Soon Shin, tetapi ini malah asik jalan-jalan mendatangi Festival Lampion?
Polisi Dam kecewa putrinya menjadi seperti ini padahal dulu Yeowool selalu patuh . Yeowool juga kecewa kalau ayahnya jadi tidak percaya pada dirinya karena Kangchi .
Taeseo sempat memperhatikan sikap antipati para murid-murid terhadap Kangchi. Taeseo rupanya khawatir dengan Kangchi yang terus difitnah oleh Pensiunan Gwan sehingga menghadap Polisi Dam bahwa dia siap untuk menjadi mata-mata di kubu Pensiunan Gwan.
***
Madam Chun datang kembali pagi hari untuk meminta maaf kepada wanita misterius yang merupakan pemimpin kelompok dagang Jepang.
Wanita misterius itu ternyata cuman pura-pura kecewa kemaren itu agar bisa berjumpa secara pribadi dengan Madam Chun.
Madam Chun kecewa waktunya terbuang percuma untuk mengikuti keinginan wanita misterius ini . Madam Chun tersinggung dan hendak buru-buru pulang.
Wanita misterius itu bertanya kenapa Madam Chun tidak memintanya untuk datang mengunjungi rumah gisaeng, tetapi Madam Chun berbalik dan berbicara dengan dingin , bahwa hanya ada dua cara bagi seorang wanita untuk memasuki rumah gisaeng , pertama menjadi gisaeng, atau menjadi pemiliknya .
***
Pensiunan Gwan masih penasaran karena merasa pernah berjumpa atau pernah kenal dengan wanita misterius yang tidak kelihatan muka itu . Tetapi entah dimana dan kapan . Lupa.
***

Wanita misterius itu mandi dan melepas pakaian . Dari belakang terlihat punggungnya terdapat cap yang menunjukkan ternyata wanita itu pernah menjadi gisaeng di tempat Madam Chun dan terlihat juga bekas luka cakar seperti pernah terluka oleh binatang liar.
(Jangan-jangan wanita ini adalah Seohwa yang juga pernah menjadi gisaeng walaupun singkat dan juga pernah terluka dari cakar Wolryung yang menjadi siluman ketika berhadapan dengan Polisi Dam.)
***
Polisi Dam mengajak Taeseo , Gon , Gongdal dan Yeowool untuk rapat membahas rencana Taeseo menyusup untuk pura-pura mengabdi pada Pensiunan Gwan.

Hal yang mengejutkan adalah Polisi Dam mengumumkan setelah urusan Taeseo selesai maka dia akan menikah dengan Yeowool. Semua tentu terkejut mendengar hal ini. (Terutama bagi Gon dan Kangchi yang menyukai Yeowool . Dan juga Yeowool yang menyukai Kangchi.)
Polisi Dam juga memerintahkan bahwa mulai hari itu Yeowool akan dilarang kemana-mana karena harus mempelajari hal-hal rumah tangga sebagai calon istri.
Yeo-wol dan Kang-chi menatap satu sama lain, sementara Gon terdiam .
Guru Gongdal mengikuti Polisi Dam keluar untuk menanyakan apakah itu benar-benar perlu melakukan keputusan sampai sejauh itu ?
Yeowool sendiri berjalan keluar dengan eskpresi kecewa dan Gon mengejarnya, meninggalkan Kangchi dan Taeseo yang masih duduk di sana.

Gon mengikuti Yeowool ke kamarnya, dan menemukan Yeowool sedang meringkuk dengan hanbok barunya. Yeowool mengatakan bahwa ia ingin sendirian, dan segera setelah ia menutup pintu dia meletus menangis.
***

Demikian pula ketika berkencan di Festival Lampion ketika Yeowool menatap lampion , Kangchi diam-diam melepas gelang itu untuk menguji apakah akan berubah wujud menjadi gumiho.
Tapi tiba-tiba dia bisa merasakan seseorang berdiri di belakangnya, dan ia berbalik untuk menemukan Wolryung sedang tersenyum ke arahnya.
Kangchi bertanya siapa dia gerangan. Tapi Kangchi hanya membuat biji kacang yang sedang dihitungnya meluber kemana-mana, dan dalam hitungan detik ia melihat Wolryung menghilang.
***
Polisi Dam membawa Gon, Guru Gong  dan Taeseo untuk memperkenalkan mereka kepada Jendral Lee , dan kali ini mereka memperkenalkan diri secara resmi sebagai EMPAT GURU.
Dimana Madam Chun muncul sebagai Guru Keempat.  Gon disimbolkan dengan apricot, Guru Gongdal disimbolkan dengan bambu, Taeseo disimbolkan dengan krisantemum dan Madam Chun disimbolkan dengan anggrek. Mereka membungkuk dan berjanji setia kepada Jendral Lee.
***
Taeseo menghadap Pensiunan Gwan dan mengatakan bahwa dia sudah mengetahui akan digunakan kemana uang perak dari ruang rahasia keluarga Park. Taeseo mengatakan bahwa Jendral Lee sedang membangun kapal perang jenis baru, dan menunjukkan kepada Pensiunan Gwan tentang gambar dari rencana kapal penyu.
(Flashback ke pertemuan rahasia, di mana Jendral Lee  mengatakan bahwa Taeseo tugasnya adalah untuk mengetahui apakah Pensiunan Gwan hanya menjual rahasia ke luar negeri, atau lebih dalam dari itu ? )
***
Sojung terbangun dalam kondisi lemas di lantai di perpustakaan. Rahib Sojung menyadari bahwa ada bahaya yang muncul , Wolryung dalam wujud Iblis Seribu Tahun.
(Sebelumnya Wolryung memang bertanya siapa gerangan Kangchi ?  Sojung mengatakan bahwa dia adalah putra dari Seo-hwa dan Wolryung . Reaksi Wolryung agak aneh karena tidak bisa mengingat siapa Seohwa.
Dia bertanya apa yang terjadi pada Seohwa ? Sojung mengatakan kepadanya bahwa Seohwa meninggal tak lama setelah melahirkan Kangchi.
Wolryung rupanya tidak ingat pernah mencintai Seohwa demikian dalam dan bergumam , “Sayang sekali sudah mati karena aku sangat ingin mematahkan lehernya sendiri. “Whoa.

Wolryung melanjutkan, “Kenapa kamu tidak penasaran dan bertanya mengapa aku kembali? Aku datang untuk menghancurkan segala sesuatu. “Mata Wolryung menjadi merah dan dia melempar Sojung ke dinding.
Rahib Sojung teringat dan mulai gelisah mengkhawatirkan Kangchi. )
Yeowool menyadari bahwa Kangchi menghilang. Salah satu murid berkomentar bahwa mungkin Kangchi pergi lagi ke hutan untuk membunuh orang. Si murid itu juga memperingati Yeowool bahwa bisa saja Kangchi menyerangnya juga.
Yeowool tidak suka mendengar kenyinyiran tanpa bukti seperti itu dan mengingatkan ajaran Guru Gongdal bahwa janganlah menuduh tanpa bukti yang kuat.
Yeowool mengingatkan juga bahwa Kangchi datang keperguruan ini untuk belajar jadi manusia sebagaimana para murid-murid lain yang juga datang ke perguruan ini dengan maksud menjadi manusia yang lebih baik.
Si murid itu jengkel namun tak kuasa mencegah Yeowool . Si murid melaporkan hal ini pada Polisi Dam. Polisi Dam menghela nafas dan meminta Gon untuk menyusulnya.
***
Kangchi baru saja tiba di rumah Rahib Sojung, dan terus  berjalan kearah  perpustakaan ketika mendengar seseorang di sana. Dia menemukan Rahib Sojung sedang terluka berat dan berjuang keras untuk menyampaikan sesuatu pada Kangchi.
“Dia ada di sini … untuk membunuhmu … Wolryung … ayahmu. Larilah Kangchi , sejauh mungkin , di mana dia tidak dapat menemukanmu, Kang-chi-ya. Cepattttt! ”
Sementara itu Yeowool berada di hutan mendengar gemerisik dedaunan di dekatnya dan memanggil Kangchi . Tetapi yang muncul malah mata merah Wolryung yang menyeramkan. Yeowool menarik pedangnya, dan Wolryung mulai mengitari Yeowool seperti sedang mempermainkan mangsanya.
Yeowool mencoba berlari  dan Wolryung terus membayanginya. Sampai tibalah Yeowool melihat Wolryung dengan lebih jelas. Yeowool berharap dalam hati agar Kangchi lekas datang untuk menolongnya.
Kangchi berhenti sesaat di tengah jalan karena seperti merasakan satu firasat dan berlari untuk mengejar sesuatu.

Wolryung melangkah lebih dekat dan membungkuk kebawah. Dia meletakkan tangannya ke dagu Yeowool untuk mengangkat wajahnya, dan kemudian tersenyum padanya.


0 comments:

Post a Comment