Monday, May 20, 2013

Sinopsis : Gu Family Book – Episode 13

Standard


Ketika Jendral Lee bertanya pada Kangchi hendak hidup seperti apa mulai sekarang ? Kangchi teringat ketika dirinya bertanya kenapa Yeowool begitu baik padanya ?


Yeowool ketika itu mengaku hanya ingin melakukan apapun yang dia bisa untuk Kangchi.  Yeowool menjadi salah satu faktor kenapa Kangchi bertekad ingin kembali jadi manusia.



***
Polisi Dam menentang keras ide Yeowool yang ingin melatih Kangchi. Polisi Dam malah meminta Gon yang melatih Kangchi. Yeowool merasa kalau Gon dan Kangchi bertemu maka mereka akan sering berkelahi.
Polisi Dam menilai perlakuan khusus Yeowool kepada Kangchi malah hanya menyulitkan posisi Kangchi di perguruan ini. Yeowool tampak kecewa dengan keputusan ayahnya. Gon tidak tega melihat Yeowool dan akhirnya mengusulkan agar Gon & Yeowool yang melatih Kangchi .
***
Kekhawatiran terbesar bagi Polisi Dam adalah jika Kangchi mengetahui siapa pembunuh ayahnya yang sebenarnya. Jika terjadi demikian maka Kangchi-Yeowool akan terluka hatinya.
Jendral Lee dengan bijaksana menasehati Polisi Dam bahwa tidak seharusnya kaum tua mencampuri urusan anak muda. Yang perlu dilakukan adalah orang tua mengarahkan anak muda untuk kearah yang positif.
***
Latihan pertama Kangchi adalah menghitung jumlah biji kacang dalam satu karung. Kangchi menghitung dengan tekun dan serius . Tetapi Yeowool malah sibuk mengajak ngobrol dengan pertanyaan bagaimana kedua orangtua Kangchi meninggal dunia ?
Kangchi tidak terlalu menanggapi karena sibuk menghitung jumlah kacang. Yeowool malah sibuk mengganggu saja .
Kangchi kehilangan konsentrasi dan akhirnya menghitung ulang kacang-kacang itu. Yeowool kembali mengajak ngobrol Kangchi . Menurut Yeowool , Kangchi seharusnya punya keingintahuan tentang orangtuanya . Kangchi kurang antusias dengan topik itu karena merasa sudah dibuang sejak bayi ke sungai.

*
Pensiunan Gwan menjamu tamu khusus dari Jepang. Delegasi Jepang itu memuji bahwa Pensiunan Gwan berhasil menguasai penginapan ini dalam waktu singkat. Pensiunan Gwan tentu saja bangga dan menambahkan bahwa tentara dan pejabat berada dalam kendalinya.
Salah seorang samurai berkata bahwa tinggal satu saja yang belum berhasil dirampungkan oleh Pensiunan Gwan . Pensiunan Gwan paham yang dimaksud adalah Markas Angkatan Laut yang berada dibawah pimpinan Jendral Lee. Pensiunan Gwan berjanji akan menanganinya secara singkat. Pemimpin delegasi Jepang yang merupakan wanita misterius itu tersenyum dibalik cadarnya.

Usai pertemuan , Pensiunan Gwan merasa curiga bahwa delegasi Jepang ternyata mengetahui banyak hal . Pensiunan Gwan mulai curiga ada mata-mata dikubunya . Pengawal Seo diminta mengawasi gerak-gerik delegasi Jepang.
***
Kangchi masih menghitung kacang sekarung. Dia merasakan firasat buruk . Pada saat itu di hutan rimba , suasana mistis demikian terasa dan dua bola mata merah muncul dari tumpukan dedaunan. Hawa Iblis seakan terpancar jauh sampai Kangchi di tempat lainpun bisa merasakan ketakutan dan tangan gemetar.

Bersamaan itu di penginapan , terlihat wajah pemimpin Jepang yang merupakan wanita cantik berumur separuh baya.
***
Kangchi di markas keluarga Dam semakin tenggelam dalam firasatnya , merasakan ada satu kekuatan yang membuatnya ketakutan . Kacang yang dihitungnya terjatuh berserakan di lantai. Tangan Kangchi gemetar dan hal itu tidak luput dari pengamatan Yeowool.
Yeowool segera membawa Kangchi kepada Guru Gongdal . Sang guru merasa Kangchi lemah dan menyodorkan obat untuk menguatkan Kangchi . Kangchi tertegun ternyata Gongdal pun bisa membuat obat.

Taeseo terharu mendengar kepahlawanan ayahnya.
Polisi Dam juga menyebutkan ada tugas untuk Taeseo. Tetapi ini terserah Taeseo akan berani mengambil tugas tersebut atau tidak.  Taeseo bertanya tugas apa gerangan ? Polisi Dam menjelaskan bahwa Taeseo harus menjadi anak buah Pensiunan Gwan.
***

Kangchi menghitung kacang dan baru sadar Yeowool sudah tertidur dengan posisi kepala bersandar di bahu Kangchi. Kangchi tersenyum dan berbicara sendiri bahwa sebenarnya dia juga penasaran tentang orangtuanya dan kenapa membuangnya ke sungai.
Mata Yeowool membuka dan ngelindur mengucapkan terimakasih pada Kangchi karena sudah bertanya. Setelah itu Yeowool kembali memejamkan matanya.
Kangchi merasa nyaman ada Yeowool disampingnya . Tetapi Kangchi merasakan ada sesuatu yang menakutkan di hutan sana.
(Saat itu Wolryung sudah bangkit dan  berjalan dengan sikap yang menyeramkan di Taman Cahaya Rembulan. )
***
Taeseo merenungkan tugas maha sulit untuk berpura-pura menjadi anak buah Pensiunan Gwan yang telah membunuh ayahnya. Disaat itu Kangchi menghampirinya.
Ini pertama kali Kangchi dan Taeseo dapat berbincang secara normal seperti dulu di masa bahagia keluarga Park.  Taeseo penasaran apa ayahnya tahu banyak mengenai Kangchi ? Kangchi mengaku tidak tahu.
Taeseo bertanya apa yang dirasakan Kangchi saat berubah menjadi gumiho ? Kangchi menjelaskan bahwa tubuhnya seperti terbakar dan inderanya menjadi lebih peka dan bisa mendengar berbagai suara sekaligus. Tak lama Kangchi bergurau bahwa itulah alasan kenapa dirinya selalu lapar. Taeseo tertawa mendengarnya.
Taeseo kembali bertanya apakah saat berubah menjadi gumiho , Kangchi menyadari siapa dirinya ? Kangchi menjelaskan bahwa pada saatnya tidak menyadari , tetapi lama-lama mulai bisa mengontrol dirinya. Kangchi bercerita bahwa Yeowool sudah tahu dari awal bahwa Kangchi adalah turunan gumiho tetapi tetap membantu dan perhatian pada Kangchi. Kangchi merasa terbantu oleh Yeowool dan juga merasa lebih tentram dan nyaman jika berada didekat Yeowool.
Taeseo langsung memvonis bahwa Kangchi mencintai Yeowool. Kangchi tanpa sadar mengiyakan , tetapi tak lama kemudian menyangkalnya. Taeseo berkata bahwa Kangchi tidak perlu malu mencintai seorang gadis seperti Yeowool. Kangchi kembali berusaha menyangkal.
Taeseo menenangkan bahwa Kangchi tidak perlu merisaukan Chungjo yang sudah merupakan masa lalu. Kangchi keberatan , karena merasa Taeseo dan Chungjo adalah keluarga dan harus dilindungi.
Taeseo berkata bahwa Kangchi tidak perlu menanggung tanggung jawab itu terus menerus. Menurut Taeseo ,sejak Tuan Park meninggal , maka Chungjo , Taeseo dan Kangchi sudah dipisahkan oleh takdir yang berbeda.
Kangchi mengutarakan tekadnya untuk merebut Penginapan Seratus Tahun. Taeseo merasa itu bukan tanggungjawab Kangchi , tetapi tanggung jawab dirinya.
Kangchi merasa berhutang budi pada Tuan Park yang mati karena melindungi Kangchi. Taeseo menenangkan bahwa Kangchi tidak perlu khawatir , sifat ayahnya Taeseo memang begitu kepada semua orang. Jadi ini bukanlah salah Kangchi.

Taeseo juga mengatakan bahwa dirinya akan selalu berterima kasih atas pengorbanan Kangchi terhadap Keluarga Park. Taeseo kembali meminta agar Kangchi tidak terbebani oleh masalah keluarga Park . Taeseo menganjurkan Kangchi agar jalani hidupnya sendiri. Menurut Taeseo , persahabatan dengan Kangchi sama pentingnya dengan Penginapan Seratus Tahun.
***
Yeowool malah sibuk mencari Kangchi dan tanpa sengaja mendengarkan keresahaan murid-murid perguruan jika harus berlatih bersama Kangchi yang blasteran gumiho. Para murid merasa khawatir kalau Kangchi kambuh sebagai gumiho akan melukai yang lain. Yeowool menghela nafas mendengarkan hal ini.
Gon sendiri  sedang meditasi di kamarnya . Tiba-tiba insting Gon mengatakan ada sesuatu yang membuat dirinya waspada. Gon menyiapkan pedangnya dan ternyata yang dilihatnya hanya Kangchi yang sedang berdiri.
***
Seseorang pria berlari ketakutan di hutan karena merasa sedang diikuti. Tak lama muncul Wolryung yang mendekatinya dan langsung mencekik pria itu sambil menghisap energi pria naas itu. Energi pria itu membuat Wolryung semakin berwujud manusia.

***
Chungjo mulai berlatih bermain tambur dalam bimbingan Madam Chun. Wolsan masuk dan tidak terima dengan perlakuan Madam Chun yang lebih mengistimewakan Chungjo .
Madam Chun tidak menggubris dan terus melatih Chungjo. Wolsan menjadi marah dan merebut tongkat penabuh dari tangan Chungjo dan membantingnya . Madam Chun juga marah atas kelakuan Wolsan dan menyuruhnya untuk mengambil tongkat itu kembali.
Wolsan rupanya tidak terima bahwa dirinya sebagai gisaeng terbaik malah tidak diberi latihan tambur. Madam Chun menjelaskan bahwa kriteria gisaeng terbaik bukanlah ditentukan oleh kecantikan dan kemampuan tersenyum dihadapan pria.
Madam Chun memandang Wolsan tidak punya minat terhadap seni (yang membedakan antara pelacur dengan gisaeng ) , dan hanya dianggap sebagai aksesoris . Karena itu Madam Chun tidak mau mengajari Wolsan. Madam Chun berlalu dari ruangan .
Tinggallah Chungjo menghadapi Wolsan dkk. Chungjo dengan dingin meminta Wolsan menyingkir karena sedang berlatih. Wolsan merasa Chungjo ngelunjak karena didukung oleh Madam Chun. Chungjo dengan sinis meminta Wolsan tidak marah-marah terus karena membuat wajah jadi jelek.
Wolsan kesal dan menampar Chungjo. Chungjo pun membalas menampar Wolsan. Chungjo mengancam akan menghancurkan wajah Wolsan kalau berani menampar lagi. Wolsan kehilangan nyali dan pergi meninggalkan Chungjo.
Diruang Madam Chun , Kepala Pelayan merasa Chungjo berubah drastis. Madam Chun menasehati kepala pelayan untuk tidak ingin tahu apapun .

Chungjo diruangan yang lain masih berlatih tambur dengan ekspresi tekad yang kuat sekaligus kesedihan menjadi satu.
***
Kangchi tertidur pulas saat berlatih menghitung kacang . Yeowool menghampiri Kangchi untuk mencandainya dengan kejutan.
Kangchi terkejut dan terbangun . Secara reflek Kangchi langsung menaklukkan Yeowool yang dikira sebagai penyerang . Kangchi menyiapkan tangannya untuk memukul orang yang ditindihnya. Upps ternyata Yeowool.

Yeowool mengaku main-main tetapi Kangchi justru pura-pura serius . Menurut Kangchi  , Yeowool sebagai pelatih jangan bermain-main agar standar mutu latihan di perguruan ini terjaga. Kangchi juga meledek Yeowool sebagai pemimpin yang lemah.
Yeowool tidak mau kalah dan menggigit tangan Kangchi.  Kangchi mengaduh kesakitan sambil memprotes. Yeowool mencandai bahwa aturan dasar serangan balik adalah menyerang titik penting bagian tubuh musuh. Yeowool “menghibur” Kangchi bahwa untung dirinya hanya menggigit saja.
Kangchi merajuk mengatakan dirinya sangat berterimakasih sampai hendak menangis.
Yeowool tiba-tiba menanyakan kemana saja Kangchi semalaman tidak kelihatan batang hidungnya. Yeowool menyebutkan bahwa para murid resah terhadap Kangchi.
Kangchi merasa rekan-rekan seperguruan takut pada dirinya. Yeowool menenangkan bahwa segala sesuatu butuh waktu  , sama seperti Kangchi pun butuh waktu untuk menerima Yeowool.
Kangchi iseng menggerakkan tubuhnya mendekati posisi Yeowool. Kangchi berseloroh bahwa belakangan ini Yeowool semakin bawel.

Lama-lama wajah Kangchi semakin berdekatan dengan wajah Yeowool. Posisi sedekat ini bisa membuat pria-wanita “kesetrum” satu sama lain. Kangchi menggoda kalau Yeowool semakin lama semakin feminin. Yeowool terus menatap Kangchi .
Keasikan mereka terganggu oleh Sung yang datang melapor bahwa ditemukan mayat d hutan. Semuanya ada tiga mayat yang tewas dengan cara yang aneh.
***
Pihak polisi sudah memeriksa TKP dan juga mayat-mayat yang tewas secara mengerikan. Tubuh mereka terlihat menghitam dan keriput. Sojung berada diantara warga lokal yang ikut menonton TKP. Sojung jelas yang paling terkejut melihat kasus ini.
Pensiunan Gwan ditempat lain sudah mendengar mengenai kasus ini dan meminta Pengawal Seo untuk menyebarkan gosip agar masyarakat mengira Kangchi-lah pelakunya. Dengan menjatuhkan Kangchi , Pensiunan Gwan hendak menjatuhkan Jendral Lee juga. Sekali panah dapat dua burung.
Jendral Lee ditempat lain juga memerintahkan anakbuahnya untuk menyelidiki dan meminta laporan dari polisi. Jendral Lee bertekad akan menindak tegas orang yang membesar-besarkan kasus ini sehingga meresahkan masyarakat.
***
Keresahan ini juga menerpa murid-murid Keluarga Dam. Terlebih lagi Kangchi menghilang setiap malam dan saat ditanya menolak menjelaskan alibinya kepada saudara seperguruannya . Toh Kangchi sudah terbiasa dicurigai dan tidak peduli apa pandangan orang.
Kangchi menjadi bersitegang dengan saudara seperguruannya dan akhirnya saling bertukar sindiran dengan salah satu senior. Bahkan mulai saling memegang kerah bahu.

Guru Gongdal datang untuk menengahi. Guru Gongdal mengakukan satu taruhan. Kalau para murid bisa membuktikan Kangchi pelaku pembunuhan maka Guru Gongdal sendiri yang akan mengusirunya . Sedangkan kalau ternyata bukan Kangchi pelakunya maka para murid harus berlutut meminta maaf kepada Kangchi.
Kangchi kemudian mengikuti Guru Gongdal ke dapur dan memprotes taruhan itu. Karena taruhan itu Kangchi merasa gerak-geriknya akan semakin diawasi.
Guru Gongdal dengan santai berkata kalau memang Kangchi tidak bersalah kenapa musti takut ? Kalau tidak mau repot , Kangchi tinggal mengatakan selama dua malam ini pergi kemana saja. Kangchi menolak untuk menjelaskan.
Guru Gongdal bertanya apa Kangchi mau tinggal selama mungkin bersama Yeowool ditempat ini ? Jika yah , Guru Gongdal menasehati agar Kangchi belajar berteman dengan semua orang disini.
Kangchi meninggalkan ruangan dan Gon sudah berdiri menunggu disalah satu tiang bangunan. Gon bertanya kenapa Kangchi tidak mengatakan saja yang sebenarnya ?
Kangchi khawatir Gon membocorkan rahasia kepada Yeowool. Gon bertanya apa betul Kangchi ingin terus merahasiakannya ? Kangchi membenarkan sampai tiba saat yang tepat.
Gon dan Kangchi kemudian pergi ke arah yang berlawanan. Pada saat itu Yeowool mencegat Gon dan memaksanya untuk mengatakan yang sebenarnya. Gon memang paling lemah jika sudah menghadapi Yeowool.
***
Madam Chun menghadap Pensiunan Gwan di Penginapan Seratus Tahun. Pensiunan Gwan berbasa-basi memuji sulaman di gaun Madam Chun sangat indah seperti sungguhan.
Ternyata maksud Pensiunan Gwan mengundang Madam Chun adalah meminta agar Madam Chun melakukan pertunjukkan permainan tambur untuk tamu khusus . Madam Chun langsung menduga mereka adalah kelompok pedagang asing.
Pensiunan Gwan menyindir Madam Chun yang selalu cepat mendapatkan informasi. Madam Chun berkilah bahwa di rumah gisaeng maka informasi memang cepat menyebar.
Tetapi Madam Chun merasa sudah 10 tahun pensiun bermain tambur. Pensiunan Gwan tetap memaksa karena tamu khusus itu sendiri yang meminta dan memuji permainan tambur Madam Chun. Pensiunan Gwan juga mengingatkan agar Madam Chun tampil baik sehingga tidak merusak nama baik Pensiunan Gwan dihadapan tamunya nanti.
***
Kangchi kembali menyelidiki ke hutan. Ternyata dua murid senior mengikutinya diam-diam. Disuatu tempat , Senior Kim melihat sesosok pria menyeramkan dalam gelapnya malam. Senior Kim ketakutan dan berlari lintang pukang.
Seseorang mendekati memegang bahu senior Kim dan memintanya diam. Ternyata Kangchi . Tak lama Wolryung muncul dan Kangchi berdiri dengan gagah untuk melindungi seniornya. Dua mahluk mitos ini siap berhadapan . Tetapi tak lama Wolryung menghilang entah kemana setelah melihat gelang di lengan Kangchi.
Kini Senior Kim sadar bahwa Kangchi bukan pelakunya. Gon dan Yeowool muncul dan Kangchi jadi jengkel menduga Gon membocorkan rahasia mereka kepada Yeowool. Yeowool berkilah bahwa dirinya memang pintar mencari informasi dan ini bukan kesalahan Gon.
Ternyata selama ini Gon dan Kangchi diam-diam berpatroli di hutan di waktu malam. Senior Kim juga diingatkan agar tidak menceritakan apa yang dilihatnya kepada rekan-rekan lain dimarkas.
***
Rahib Sojung merasakan firasat buruk saat sedang membaca buku. Angin berhembus dan dari kegelapan muncul Wolryung yang masih mengenali Sojung.
Rahib Sojung kaget dengan kemunculan Wolryung. (Sojung paham bahwa kali ini Wolryung kembali sebagai Iblis 1000 tahun.) Dan ekspresi muka Wolryung yang hangat pada masa lalu memang sudah berbeda menjadi wajah dingin dan menyeramkan.

***
Kangchi benar-benar dikucilkan oleh saudara seperguruannya. Meja makan untuk Kangchi terpisah sendiri . Tetapi Kangchi tetap cuek walaupun seorang rekannya ada yang mogok makan dan pergi setelah melihat Kangchi.
Senior Kim yang tahu kejadian sebenarnya jadi tidak enak hati dan membawa meja makannya diseberang meja Kangchi untuk menemani makan.
***
Yeowool membuka sebuah kotak dan terlihatlah hanbok yang cantik . Yeowool jadi tersipu membayangkan dirinya mengenakan hanbok yang cantik ini karena sudah terbiasa mengenakan baju pria.
Yeowool ternyata berencana untuk kencan bersama Kangchi di Festival Lampion untuk menggantungkan harapan di lampion tersebut.
Kangchi setuju tetapi merasa aneh saat Yeowool tidak ingin pergi bersama karena ada urusan lain. (Yeowool mau kasih kejutan tampil secantik mungkin didepan Kangchi.)
***
Pada saat Kangchi pergi , Pelayan Gob (pelayannya Chungjo) melaporkan sesuatu kepada Kangchi. Pelayan Gob mengaku dilarang oleh Chungjo agar tidak memberitahu Kangchi. Tetapi Pelayan Gob merasa Kangchi harus tahu .
Ternyata Chungjo sudah resmi dilantik menjadi gisaeng negara. Kangchi terkejut mendengar kabar ini.Pelayan Gob menganjurkan agar Kangchi menemui Chungjo di Penginapan Seratus Tahun.
***

Chungjo terlihat cantik ditengah kerumunan massa. Hanya saja bagi yang mengenal Chungjo ikut khawatir melihat putri dari Tuan Park yang terhormat kini menjadi gisaeng.
Chungjo menatap papan nama penginapan yang pernah menjadi milik keluarganya. Emosinya bergejolak sesaat terlebih melihat para mantan pengikut Keluarga Park juga kaget melihat nona mudanya menjadi gisaeng.
Setelah sampai , Madam Chun mengingatkan agar Chungjo bisa menyingkirkan emosi dan ekspresinya yang bergejolak.
Pada saat itu Kangchi sudah berada diantara kerumunan massa yang menonton. Kangchi memanggil dan Chungjo mencari dimana sumber suara yang memanggilnya berasal. Kangchi akhirnya menghampiri Chungjo dan memanggilnya.
Chungjo berusaha menahan sekuat mungkin gejolak perasaaannya. Chungjo berpaling melihat Kangchi dan menyarankan kalau memang Kangchi hendak menemuinya nanti saja di rumah gisaeng.
Kangchi tidak bisa apa-apa selain galau sendiri melihat gadis yang pernah dicintainya menjadi seperti itu. Suatu ketika Kangchi baru teringat dia ada janji kencan dengan Yeowool. Kangchi segera berlari mencari Yeowool kesana kemari.
***

Yeowool hampir menutupi seluruh tubuh dan rambutnya dengan kain sambil menunggu kedatangan Kangchi. Walaupun mencoba bersabar , Yeowool kesal juga karena Kangchi belum juga muncul padahal hari semakin larut malam.
Yeowool tiba-tiba melihat Kangchi yang sedang mencarinya. Kangchi tidak mengenali gadis cantik yang hampir tertutup kain ini dan malah menyenggol Yeowool sampai kain penutup yang dikenakan Yeowool terlepas.
Kangchi meminta maaf tanpa sempat melihat wajah gadis yang disenggolnya itu. Yeowool terpaksa memanggil sehingga Kangchi berbalik karena mengenali suaranya Yeowool.

Kangchi tertegun melihat Yeowool bisa tampil secantik ini .



0 comments:

Post a Comment