Tuesday, May 14, 2013

Sinopsis : Gu Family Book – Episode 12

Standard


Taeseo memberikan alasan bahwa dirinya hanya ingin melindungi Chungjo yang merupakan keluarga satu-satunya yang masih tersisa. Taeseo memohon maaf sebelum menghabisi Kangchi sambil menarik gelang pusaka dari lengan Kangchi.

Taeseo salah mengira kalau gelang pusaka itu rahasia kekuatan Kangchi. Padahal dengan menarik gelang itu hanya membuat Kangchi kembali ke wujud siluman dan semua orang disitu berada dalam bahaya besar.
Kangchi mulai bertransformasi menjadi siluman. (Sementara Yeowool dan Gon sibuk mencari jejak Kangchi). Taeseo dan Chungjo dan juga yang lainnya hanya melihat pemandangan horror saat Kangchi menjadi mahluk yang menyeramkan.
Bongchool berusaha menebas Kangchi . Sungguh usaha yang sia-sia belaka karena Kangchi dengan mudah merubuhkannya. Taeseo pun berusaha menebas dan hanya mendapatkan luka cakaran didadanya. Chungjo panik melihat kakaknya terluka.
Kangchi sedikit sadar saat melihat Taeseo terluka. Chungjo sibuk mengusir Kangchi dengan hanya melemparkan daun dan tanah dan akhirnya jatuh pingsan karena ketakutan.
Kangchi marah dan terdengar jeritan di posisi Pengawal Seo dkk dan juga posisi Yeowool – Gon.

Yeowool dan Gon sampai ke TKP duluan dan melihat Bongchool luka parah dan sempat menyebut nama Kangchi. Gon juga menemukan gelang pusaka Kangchi.
Taeseo berjalan untuk menjauh dari TKP dalam kondisi luka parah dan hanya menyisakan tekad kuat untuk mengejar Chungjo yang dibawa oleh Kangchi.
***
Jendral Lee sudah sampai dan menegur kenapa Polisi Dam tidak berusaha menghentikan kepergian Kangchi padahal Jendral Lee sudah “menitipkan” Kangchi ke markas Keluarga Dam untuk dibimbing.
Polisi Dam beralasan sangat sulit menjaga dan mengawasi Kangchi yang tak mudah ditangani. Jendral Lee kembali menegur bahwa ini bukan masalah Polisi Dam tidak sanggup , tetapi karena tidak ingin menjaga Kangchi.
Jendral mengeluh Polisi Dam tidak tahu seberapa dalam perasaan Jendral Lee terhadap Kangchi.
Pada saat itu seorang murid melapor bahwa para pengawal Pensiunan Gwan berada di bukit Neung.  Polisi Dam menyuruh agar si murid menyampaikan pesan pada Gon untuk bersiap. Sang murid melapor bahwa Gon sudah pergi dari tadi.
***
Yeowool – Gon terus melacak jejak Kangchi dan Chungjo. Tiba-tiba Gon menarik Yeowool dan memberikan isyarat untuk diam. Ternyata para pengawal Pensiunan Gwan lewat didekat posisi Yeowool dan Gon.
Yeowool memprioritaskan untuk menemukan Kangchi. Yeowool tahu posisi Taman Cahaya Rembulan.
***
Chungjo terbangun di goa Taman Cahaya Rembulan dan kaget melihat Kangchi  dalam wujud siluman berada didepannya . Kangchi meminta maaf tetapi Chungjo curiga Taeseo telah tewas terbunuh oleh Kangchi.
Chungjo semakin takut dan meminta Kangchi untuk tidak mendekatinya. Chungjo kabur dari gua dan bingung sedang berada dimana. Tiba-tiba terdengar auman Kangchi dan Chungjo lari turun gunung karena ketakutan.
Yeowol-Gon berlomba dengan Pengawal Seo dkk untuk menemukan Kangchi dan Chungjo. Sementara Chungjo sendiri malah turun gunung karena ketakutan.
Yeowool tersasar dan tidak bisa menemukan Taman Cahaya Rembulan.
Malang bagi Chungjo karena malah tersasar dan bertemu dengan Pengawal Seo.

Kabar mengenai Chungjo menghilang di Bukit Neung sampai pula ke telinga Madam Chun.
***
Pensiunan Gwan sampai ke TKP dan Chungjo tertangkap. Pensiunan Gwan bengong melihat Bongchool dkk terluka parah oleh Kangchi seorang. Bongchool melaporkan bahwa pada saat Taeseo melepas gelang maka Kangchi berubah menjadi binatang.
Pensiunan Gwan teringat Wolryung-Seohwa dan juga saat mata Kangchi berubah liar saat Tuan park terbunuh. Pengawal Seo menduga bahwa Kangchi adalah anak dari Wolryung – Seohwa. Pensiunan Gwan jadi ngeri membayangkannya.
Pensiunan Gwan memaksa Chungjo untuk memberitahu dimana Kangchi berada. Chungjo mengatakan tidak tahu . Pengawal Seo membenarkan karena menemukan Chungjo dalam keadaan tersesat.
Tak lama Taeseo pun ditemukan dan diseret juga ke TKP. Chungjo dan Taeseo saling berpandangan dan saling mengkhawatirkan.  Taeseo memohon agar Pensiunan Gwan membebaskan Chungjo.
Pensiunan Gwan malah menendang Taeseo dan mengancam Chungjo untuk memberitahu Kangchi dimana. Chungjo tentu saja memang tidak tahu . Pensiunan Gwan mengancam Taeseo akan dieksekusi besok.
Pensiunan Gwan mengatakan hendak kesuatu tempat dan berpesan agar  Bongchool dan kawan-kawan di habisi sementara Chungjo dibawa ke Penginapan Seratus Tahun.
***
Pensiunan Gwan mendatangi Markas Keluarga Dam untuk melabrak kenapa Polisi Dam membiarkan Seohwa hidup. Polisi Dam beralasan tidak mau membunuh orang yang tidak bersalah.
Pensiunan Gwan mengungkit bahwa Polisi Dam yang membunuh ayah Kangchi sambil menepuk bahu Polisi Dam yang membalikkan badan untuk pergi. Ketegangan muncul antara anak buah Polisi Dam dan anak buah Pensiunan Gwan.
Tak lupa Gwan juga menuduh Polisi Dam sedang bersekongkol dengan Jendral Lee , terutama masalah harta uang perak .
Polisi Dam mengeluarkan ucapan pedas dengan meminta muridnya untuk melemparkan gara. Polisi Dam masuk kembali . Dengan ucapan “melempar garam” sama saja dengan menganggap Pensiunan Gwan sebagai binatang jahat.
Pensiunan Gwan memandang Polisi Dam dengan dendam membara dan bersumpah akan membuat Polisi Dam menyesal telah berurusan dengannya.
Jendral Lee masih berada di markas keluarga Dam. Polisi Dam meminta agar Jendral Lee menginap saja dulu di sini karena khawatir Pensiunan Gwan merencanakan hal jahat.
***
Yeowool khawatir Kangchi akan mengalami kesulitan tanpa gelang ditangannya.
Kangchi masih berada digoa dan merenungkan Chungjo. Kangchi kemudian kembali ke TKP dan memeriksa bahwa Bongchool dkk sudah tewas. Kangchi mencari gelang tetapi tidak ketemu.
Bongchool ternyata masih hidup dan memohon pertolongan pada Kangchi. Kangchi tadinya tidak peduli kepada orang yang hendak membunuhnya. Kangchi malah mengomeli Bongchool dan mempersilahkan Bongchool untuk mati.

Bongchool memohon terus menerus . Kangchi berbalik dan mengambil pisau untuk menikam Bongchool. Apa yang akan terjadi ?
***
Jendral Lee merenungkan sesuatu dalam ruangan. Dia menuliskan sesuatu diatas kertas.
Pada saat itu penjagagaan di Markas Keluarga Dam sangat ketat karena khawatir Pensiunan Gwan akan beraksi malam itu.
Kangchi kembali ke Markas Keluarga Dam dengan diam-diam. Tetapi akhirnya beberapa murid memergoki Kangchi dan terkejut melihat wujudnya.
Polisi Dam keluar dan menyapa Kangchi dan menanyakan kenapa Kangchi kelihatan sangat menyeramkan.
Kangchi meminta untuk bertemu dengan Yeowool. Polisi Dam menolak mengijinkan Kangchi menemui Yeowool dengan wujud siluman seperti itu. Kangchi menjadi marah dan mengancam akan membunuh siapapun .
Salah seorang murid menyerang Kangchi dan Kangchi terpaksa membela diri mencekik murid itu. Polisi Dam meminta Kangchi untuk melepaskan . Kangchi menolak karena merasa diserang duluan.
Polisi Dam dan Kangchi tidak mau mengalah sehingga Polisi Dam mengaku tidak ada pilihan lain selain membunuh Kangchi.


Pada saat itu Yeowool dan Gon sudah kembali. Yeowool mencegah niat ayahnya dengan memasang badannya  sebagai tameng.  Kangchi tampak tersentuh oleh pembelaan Yeowool dan perlahan mulai melepaskan cekikan terhadap salah satu murid.
Polisi Dam sudah terlanjur marah dan meminta Yeowool untuk minggir . Yeowool tidak menurut dan malah menghampiri Kangchi dan bergandengan tangan. Kangchi berangsur-angsur kembali ke wujud manusia normal. (So sweett )
Jendral Lee ternyata sudah keluar dan turut menyaksikan kejadian itu.
***

***
Bongchool ternyata masih hidup dan malah sembuh dengan cepat. Bongchool teringat betapa Kangchi memberikan darah ajaib agar Bongchool cepat sembuh. Kangchi sudah pengalaman karena teringat dirinya menyembuhkan Yeowool dengan cara yang sama.
Bongchool tentu saja bingung apa yang dilakukan Kangchi. Kangchi pun bingung kenapa mau menolong orang sebejad ini. Tak lama cahaya biru muncul dan luka Bongchool sembuh dengan cepat. Bongchool pingsan .
Kini Bongchool bersyukur masih hidup dan kegirangan bercampur terharu untuk memaknainya.
***
Chungjo kini berada ditangan Pensiunan Gwan dan sudah didandani dengan rapih.  Pensiunan Gwan memaksa Chungjo untuk menuangkan anggur . Chungjo menolak untuk menurut pada pembunuh ayahnya.
Pensiunan Gwan mengancam dengan menggunakan Taeseo sebagai sandera. Chungjo terpaksa menurut.
Pensiunan Gwan mulai beraksi dengan menarik Chungjo dengan paksa. Chungjo dalam dendam yang demikian membara menolak diperlakukan tidak senonoh oleh pembunuh orangtuanya.

Pensiunan Gwan dengan lihai berkata bahwa Tuan Park sendiri lebih memilih mengorbankan nyawanya untuk Kangchi. Menurut Pensiunan Gwan , yang bisa melindungi Chungjo hanyalah dirinya sendiri.
Tua bangka cabul itu mulai beraksi memperkosa Chungjo yang masih perawan. Taeseo seperti mendapatkan firasat buruk. Sekuntum bunga pun terjauh diatas telaga.
***
Yeowool berinisiatif menemui ayahnya dan dengan ramah mengucapkan selamat pagi untuk menebus pembangkangan yang dilakukan terhadap ayahnya malam kemaren.
Polisi Dam tetap bersikap dingin. Yeowool tak peduli dan tetap seramah mungkin menawarkan apa ayahnya sudah sarapan.
Polisi Dam tiba-tiba berkata bahwa Yeowool tidak akan sanggup mengatasi Kangchi. Menurut Polisi Dam , Kangchi bukan tipe orang yang bisa berkomunikasi dengan baik dengan manusia normal.
Yeowool mengingatkan bahwa dengan Buku Keluarga Gu , Kangchi bisa kembali menjadi manusia. Yeowool menegaskan kembali bahwa dirinya tidak mau hidup dengan menghindari apa yang ada didepannya sekarang ini. Yeowool mengaku bahwa ayahnya sendiri yang mengajarkan seperti itu.
Kangchi sedang merenung ditempat lain mengamati gelang pusaka dan juga kebaikan Yeowool.
***
Chungjo sedang membenahi pakaiannya. Tetapi Chungjo menyadari bahwa Taeseo sedang dibawa menuju kamar. Chungjo jadi resah dan benar saja Taeseo muncul dikawal para pengawal.
Taeseo tidak percaya Chungjo mau disetubuhi oleh pembunuh orangtua mereka. Chungjo tidak bisa berkata apa-apa dan pergi meninggalkan penginapan.
Taeseo ngamuk dan mengalahkan dua pengawal . Taeseo siap menikam Pensiunan Gwan tetapi Pengawal Seo datang disaat yang tepat untuk melumpuhkan Taeseo.
Pensiunan Gwan kembali mengandalkan kalimatnya yang tajam  ,”Bahwa tidak ada yang lebih menganggu daripada kemarahan dari seorang yang lemah.
Pensiunan Gwan pergi bersama pengawalnya dan membiarkan Taeseo sendiri dalam kondisi tangan terikat. Taeseo hanya bisa menatap ranjang dimana adiknya baru saja dinoadai.
***
Chungjo ternyata kembali ke rumah gisaeng. Wolsan menyambut dengan ketidakramahan seperti biasanya. Chungjo kali ini sudah lain karena sudah nothing to loose. Chungjo mengancam secara halus akan mendepak posisi Wolsan sebagai gisaeng nomer satu.
Chungjo langsung menemui Madam Chun. Chungjo tidak menjawab pertanyaan Madam Chun dan malah menyatakan tekadnya untuk menjadi gisaeng terkenal dan memulai kembali kehidupannya.
Sementara Taeseo kembali ke markas keluarga Dam dengan lesu.  Taeseo langsung bersujud dan menangis didepan Polisi Dam. Kangchi diam-diam mengawasi dari balik pintu.  Kangchi sempat jengkel mengingat betapa Taeseo menghianatinya dan hendak beranjak pergi. Tetapi Taeseo juga teringat pesan terakhir mendiang Tuan Park.
Taeseo meratap bahwa dirinya menyedihkan dan lemah. Kini Taeseo membenci dirinya sendiri karena tidak kompeten. Polisi Dam menegur apakah Taeseo yang menyebabkan Kangchi menjadi ganas ?
Kangchi akhirnya ikut campur dan menarik Taeseo agar berdiri untuk memandang mata Kangchi.

“Apa kau takut aku berubah wujud lagi dan melukaimu ? Atau kau masih terhipnotis ? Mengapa kau sangat takut ? ”
Taeseo tidak bergeming.
Kangchi juga bercerita kenapa dirinya menjadi monster dan betapa takut dan kesepian menjadi monster. Taeseo akhirnya terpancing memukuli Kangchi. Tetapi memang justru itu yang dimaui oleh Kangchi , “Bukankah teman memang sebaiknya saling memandang mata.”
Yeowool dan Gon muncul tetapi Polisi Dam memberikan isyarat pada anaknya agar tidak ikut campur.
Taeseo berhenti memukuli dan menangis . Kangchi dan Taeseo akhirnya berpelukan sambil menangis.

***
Polisi Dam mendiskusikan hal itu pada Guru Gongdal . Guru Gongdal mengatakan bahwa pada akhirnya kebenaran selalu menang.
Polisi Dam meminta Guru Gongdal agar bersiap karena mungkin akan konflik penuh dengan Pensiunan Gwan. Polisi Dam mengaku sudah tidak tahan lagi melihat air mata tertumpah karena kelakuan Pensiunan Gwan.
Guru Gongdal berkata apakahsudah saatnya mengumpulkan Empat Guru Besar ?
***
Pensiunan Gwan pun sedang berunding bersama Pengawal Seo . Mereka membahas mengenai Empat Guru yang merupakan orang yang misterius dan memiliki uang , pengetahuan dan juga skill bela diri. Pengawal Seo menduga bahwa Empat Guru itulah yang membantu perjuangan Jendral Lee.

Pada saat itu Pelayan Choi mengabarkan ada tamu yang berkunjung. Pensiunan Gwan senang begitu melihat simbol disapu tangan. Pensiunan Gwan menemui tamu diluar yang dikawal oleh orang-orang yang sepertinya dari Jepang. Dan didalam tandu ada seorang wanita misterius. Siapa gerangan ?
***

Kangchi sedang berkerja ketika Yeowool tiba-tiba datang menaruh kantung penuh kedelai . Yeowool memberitahu bahwa mulai saat ini ia akan mengawasi Kangchi atas perintah Polisi Dam. Gon pun diserahi tanggung jawab yang sama. Kangchi seperti merasakan firasat buruk .
Di hutan rimba , suasana mistis demikian terasa dan dua bola mata merah muncul dari tumpukan dedaunan.


0 comments:

Post a Comment