Monday, May 13, 2013

Sinopsis : Gu Family Book – Episode 11

Standard


Guru Gongdal penasaran kenapa Kangchi bertekad kembali jadi manusia ? Keinginan Kangchi sederhana saja yakni ingin kembali pada keluarganya , seperti Chungjo , Taeseo dan segenap pengikut Keluarga Park di Penginapan Seratus Tahun. Gongdal meragukan apa mereka itu masih mau menerima Kangchi dan menganggapnya sebagai keluarga.

***
Pensiunan Gwan menghadap Madam Chun untuk mengirimkan Chungjo ke kamarnya. Pensiunan Gwan bermaksud mengambil keperawanan Chungjo malam ini. (Bagi gisaeng melepas keperawanan pertama kali adalah bagian dari ritual dalam profesi gisaeng.) Chungjo ternyata mendengarkan diluar pintu dan tergetar mendengar rencana Pensiunan Gwan sampai tanpa sadar menjatuhkan apa yang sedang dipegangnya.
***
Taeseo di ruang aula berlutut dengan mata tertutup dan memohon agar Kangchi membebaskan Chungjo dari rumah gisaeng. Taeseo memohon agar Kangchi membawa Chungjo pergi jauh kemanapun dan hidup bahagia. Taeseo sebagai kakak merestui hubungan adiknya dengan Taeseo.
Yeowool diam-diam menguping mendengarkan mereka dan terpukul mendengar “perjodohan” dadakan ini.

***
Chungjo demikian kalut mendengar rencana Pensiunan Gwan akan menyetubuhinya malam ini. Chungjo mengambil pecahan mangkok dan mengancam akan bunuh diri. Chungjo putus asa karena merasa sudah cukup terhina.
Madam Chun diluar dugaan menampar Chungjo . Menurut Madam Chun , tidak bakal ada yang peduli dengan kematian seorang gisaeng. Kematian saja tidak akan mengubah apapun . Madam Chun meminta Chungjo untuk berpikir bagaimana bertahan hidup sampai akhir.

Chungjo menangis .
Madam Chun pun sebenarnya sedang berpikir keras bagaimana menyelamatkan Chungjo malam ini.
***
Suasana hati Yeowool jadi tidak menentu setelah menguping pembicaraan Taeseo-Kangchi. Yeowool jadi sulit konsentrasi dalam berlatih silat. Gon dkk hanya menatap bingung melihat sikap Yeowool.
Yeowool akhirnya menemui Kangchi dan duduk disampingnya. Yeowool bertanya apakah Kangchi jadi pergi dan melarikan diri bersama Chungjo.
Kangchi tidak yakin Chungjo mau ikut dengannya karena dulu pernah mencobanya. Yeowool menenangkan Kangchi kalau memang Chungjo menyukai Kangchi maka akan menerima keadaan apa adanya.
Kangchi meremehkan Yeowool paham perasaaan cinta dan perasaan wanita. Yeowool mengingatkan bahwa dirinya wanita juga.  Kangchi menganalisis bahwa Chungjo dan Yeowool adalah dua wanita yang berbeda dilingkungan yang berbeda.
Yeowool bersikeras bahwa dimanapun wanita pada dasarnya sama saja jika sedang jatuh cinta. Kangchi sedikit meragukan Yeowool punya punya pengalaman cinta. Yeowool mengaku belum pernah jatuh cinta.
Kangchi semakin meragukan Yeowool. Menurut Kangchi orang yang jatuh cinta sulit tidur karena jantungnya berdebar. Terkadang kekhawatiran bisa hilang karena senyuman dari orang yang dicintai. Terkadang perasaan hancur ketika orang yang dicintai sedang kecewa. Menurut Kangchi kalau Yeowool belum mengalaminya lebih baik tidak usah membicarakan masalah cinta.
Yeowool menggerutu dan menyindir Kangchi terlalu bangga dengan pengalaman yang segudang. Kangchi kembali menggoda kapan Yeowool bisa jatuh cinta pada seseorang sambil mencandai dengan cara mengacak-ngacak rambut Yeowool. Yeowool membalas dengan memukul secara becanda. Keduanya tertawa.
Polisi Dam memperhatikan mereka diam-diam sambil menghela nafas.
(Sebelumnya Polisi Dam pernah berdiskusi dengan Guru Gongdal  mengenai Kangchi. Ketika itu Polisi Dam menduga Guru Gongdal tertarik dengan Kangchi sehingga mengajak bertaruh. Guru Gongdal malah heran kenapa Polisi Dam seperti kurang menyukai Kangchi. Polisi Dam menjelaskan bahwa dulu pernah membunuh Wolryung yang merupakan siluman sekaligus ayah Kangchi. Guru Gongdal menduga Polisi Dam takut Kangchi membalas dendam. Polisi Dam sebenarnya mencemaskan Yeowool. )
Polisi Dam tiba-tiba pergi dan menitipkan tanggung jawab di markas kepada Gon.
***
Chungjo didatangi oleh mantan pelayannya , yakni Pelayan Gob. Mereka melepas kerinduan dengan penuh haru. Chungjo menanyakan kabar kakak dan ibunya. Pelayan Gob kaget kalau Chungjo belum tahu ibunya tewas mengenaskan.
Chungjo langsung berubah saat mendengar ibunya mati mengenaskan . Pelayan Gob buru-buru memberitahu kabar lain bahwa Tuan Muda Taeseo selamat.
Wolsan dkk masuk dan menanyakan apa betul Pelayan Gob berasal dari Penginapan Seratus Tahun.  Ternyata maksud kedatangan Pelayan Gob adalah untuk mengantarkan hadiah dari Pensiunan Gwan kepada Chungjo.
Wolsan dkk penasaran dan salah satu gisaeng membuka bingkisan hadiah. Pelayan Gob protes tetapi tak berdaya.  Hadiah itu mewah dan berkelimpahan dan para gisaeng laen terkejut dan secara spontan berkomentar bahkan Wolsan saja tidak pernah menerima hadiah semewah ini.
Para gisaeng menjadi iri tetapi itu bukan kebanggaan bagi Chungjo untuk menerima hadiah dari pembunuh ayahnya. Wolsan pun berkomentar yang sama bahwa Chungjo akan disetubuhi oleh pembunuh ayahnya. Wolsan dkk pun berlalu.

Giliran Pelayan Gob yang kaget mendengar hal itu. Pelayan Gob pulang dan melaporkan kabar ini kepada Pelayan Choi dan pelayan Hong. Pelayan Hong menyanggupi untuk mencari Kangchi . Pelayan Choi meminta Pelayan Hong agar hati-hati.
Pensiunan Gwan dan Pengawal Seo mendengarkan dari jauh pembicaraan budak-budaknya ini. Pengawal Seo menggerutu tindakan apa yang harus dilakukan terhadap tikus-tikus penghianat itu. Pensiunan Gwan malah membiarkan karena punya rencana .
***
Pelayan Hong berhasil menemui Kangchi , Yeowool dan Gon. Mata Kangchi membelalak mendengar Chungjo akan disetubuhi malam pertama oleh Pensiunan Gwan. Yeowool curiga bahwa Pensiunan Gwan sudah menyiapkan jebakan.
Pelayan Hong marah merasa dicurigai. Kangchi merasa tetap harus pergi walaupun memang jebakan atau tidak. Yeowool memaksa ikut tetapi Gon dan Kangchi tidak setuju.  Gon beralasan Polisi Dam belum pulang. Kangchi pun mengajukan alasan yang serupa.

Yeowool meledek sejak kapan Gon dan Kangchi bisa akur. Yeowool tetap bersikeras untuk ikut dan Gon pun tak kuasa menghalanginya. Kangchi merasa Taeseo tidak perlu diberi tahu.
Taeseo sendiri diam-diam menguping pembicaraan mereka. Taeseo teringat ancaman Pensiunan Gwan. Taeseo berbalik dan Guru Gongdal tiba-tiba muncul . Guru Gongdal menegur kalau Taeseo terlihat gelisah dari pancaran matanya. Guru Gongdal memberikan nasehat halus bahwa rasa takut dan amarah bisa mengacaukan setiap pengambilan keputusan.
Taeseo bungkam dan berlalu .
***
Madam Chun memerintahkan bahwa pada malam ini semua lampion harus dipadamkan.  Hari ini dinyatakan sebagai hari libur bagi rumah gisaeng. Madam Chun juga meminta pelayan untuk menyediakan tikar di halaman entrance.
Pensiunan Gwan sudah datang dan curiga keadaan rumah gisaeng menjadi gelap dan misterius. Begitu masuk , Pensiunan Gwan terkejut melihat Madam Chun sedang duduk bersila diatas tikar.

Madam Chun berkata bahwa rumah gisaeng malam ini tutup. Pensiunan Gwan merasa Madam Chun sedang menantangnya karena sebelumnya Pensiunan Gwan sudah memberitahu rencana kedatangannya .
Madam Chun mengingatkan bahwa 20 tahun lalu dirinya kehilangan dua gadis muda karena tidak berani menentang perkataan Pensiunan Gwan. Madam Chun menegaskan bahwa kaum gisaeng pun memiliki aturan dan prinsip tersendiri. Madam Chun punya tanggung jawab untuk mendidik dan melindungi gisaeng lain .
Pensiunan Gwan bertanya apa sebenarnya rencana Madam Chun untuk menentangnya ?
Madam Chun menuntut agar Pensiunan Gwan menarik kembali permintaannya untuk menyetubuhi Chungjo sebagai malam pertamanya atau …….pihak rumah gisaeng tidak akan menyalakan lampu.
Pensiunan Gwan bertanya kalau dirinya tidak mau menarik permintaan memangnya Madam Chun bisa melakukan apa ?
Madam Chun mempersilahkan agar Pensiunan Gwan membunuhnya. Madam Chun menegaskan kalau dirinya tidak bisa melindungi gisaeng lantas bagaimana pertanggungjawaban dirinya sebagai pemimpin para gisaeng.
Madam Chun juga mengingatkan statusnya sebagai gisaeng negara . Jika Pensiunan Gwan berani mengambil nyawa gisaeng negara maka Pensiunan Gwan harus siap menerima akibatnya.
Pensiunan Gwan tidak gentar karena merasa membunuh gisaeng bukanlah kejahatan besar.
Madam Chun kembali mempersilahkan Pensiunan Gwan untuk membunuhnya.
Pensiunan Gwan terprovokasi dan menyiapkan pedangnya. Para gisaeng laen menonton dengan cemas.
Pada saat itu Kangchi datang dan berkata . Cukup !!!!
Kangchi langsung mendekati Madam Chun dan menghaturkan terimakasih karena keberanian Madam Chun melindungi Chungjo. Kangchi meminta Madam Chun mundur dan biar Kangchi yang menghadapi Pensiunan Gwan.
Ini semua tidak luput dari rencana Yeowool.
Yeowool sudah mengatur bahwa tugas Kangchi bukan bertarung dengan Pensiunan Gwan dan antek-anteknya. Tetapi mengalihkan perhatian.
Kangchi malah berlari dan para pengawal terpancing untuk mengejar Kangchi . Pensiunan Gwan pun pergi sambil memandang tajam kearah Madam Chun.
Pada saat itu Yeowool sudah mengamankan Chungjo di dalam rumah gisaeng. Yeowool membekap mulut Chungjo sambil memperkenalkan dirinya.
Kangchi sendiri terus berlari . Ajaib , para pengejar dibuat bingung oleh Kangchi yang seakan-akan muncul dimana-mana dan hilang dimana-mana juga.
Madam Chun sendiri mulai menyadari bahwa Chungjo sudah menghilang dari rumah gisaeng. Madam Chun mengeluhkan Chungjo yang lebih memilih melarikan diri.
***

Yeowool terus membawa Chungjo berlari sampai ke hutan. Chungjo yang merupakan gadis polos yang tidak mengerti beladiri tentunya kelelahan dan terjatuh.

Chungjo memohon maaf . Yeowool kembali memberikan semangat pada Chungjo bahwa tinggal sebentar lagi sampai ke tempat Kangchi menunggu.
Anak buah Pengawal Seo kembali dengan tangan hampa karena salah menangkap orang yang menggunakan baju yang mirip dengan Kangchi. Pengawal Seo bingung mendengar laporan anakbuahnya. Pengawal Seo meminta anakbuahnya untuk melaporkan ke polisi.
Diam-diam Kangchi mengamati dari atap dan pergi.
Taeseo tiba-tiba muncul dihadapan Pengawal Seo.
***
Guru Gongdal menegur Gon dihalaman depan sedang menunggu siapa.  Gon mengaku sedang menunggu kembalinya Yeowool. Guru Gongdal menggoda Gon kalau memang cemas lebih baik ungkapkan perasaan itu kepada Yeowool.  Gon mengaku hanya menjadi bayangan dari Yeowool. Guru Gongdal tertawa dan pergi entah kemana.
***
Polisi Dam ternyata pergi menemui Rahib Sojung.
Rahib Sojung yang sakti ini sudah bisa merasakan akan didatangi karena itu menunggu diluar rumah.
***
Yeowool membawa Chungjo kesebuah bangunan. Disana Chungjo menanyai nama orang yang menyelamatkannya. Yeowool mengingatkan bahwa dirinya adalah putri dari Polisi Dam dan sebenarnya waktu kecil pernah bertemu dengan Chungjo di Penginapan Seratus Tahun. Chungjo pun teringat .
Tak lama para anak buah Yeowool kembali dan melaporkan misi berjalan sukses. Yeowool memuji murid-murid ayahnya. Yeowool menanyakan kabar Kangchi kenapa belum kembali ?
Kangchi tiba pada saat itu juga dan melaporkan bahwa dia melarikan diri tanpa melawan terhadap para antek-antek Pensiunan Gwan.
Kangchi mencari-cari Chungjo diruang yang agak gelap ini. Chungjo menangis penuh haru melihat Kangchi. Chungjo menghampiri dan memeluk Kangchi dengan erat.

Tentu saja situasi berubah menjadi lebih privasi dan murid-murid keluarga Dam tahu diri langsung meninggalkan ruangan. Yeowool masih berdiri mematung dan merasa serba salah. ( Tidak membantu nanti Kangchi sedih dan bisa menghadapi jebakan. Dibantu , Kangchi malah bermesraan dengan Chungjo.) Yeowool pun tahu diri dan meninggalkan ruangan.

Hari menjelang pagi dan Gon masih menunggu dengan sabar. Wajah Gon tampak gembira melihat Yeowool dkk kembali dengan utuh.
***

Taeseo menemui Chungjo dengan penuh haru. Kangchi hanya mendengarkan dari luar untuk sesaat kemudian berlalu . Saat itu Yeowool sudah muncul dihadapan Kangchi.
Kangchi dan Yeowool saling memandang untuk sesaat.
***
Polisi Dam menanyakan pada Rahib Sojung bahwa apa betul Kangchi bisa kembali menjadi manusia ? Apa benar-benar aman jika Kangchi berada ditengah manusia ?
Rahib Sojung langsung menduga bahwa Polisi Dam mengkhawatirkan putrinya. Tetapi menurut Sojung , tak mungkin mengubah nasib , setelah hubungan yang menentukanitu dijalin maka tak seorangpun yang bisa merubah nasib itu. Itulah K-A-R-M-A.
Polisi Dam merenungkan apa yang dimaksud Sojung itu . Dia teringat bahwa dia ikut terlibat membantu Pensiunan Gwan untuk menghabisi Wolryung (ayah Kangchi). Dia juga yang membiarkan agar Seohwa hidup dan melahirkan Kangchi. Demikian takdir antara Kangchi dan Yeowool terjalin.
***
Polisi Dam kembali dan melihat Taeseo sedang bercengkrama bersama Taeseo.  Polisi Dam merasa heran bagaimana Chungjo bisa berada di markas Keluarga Dam.
Polisi Dam langsung memanggil Yeowool , Gon dan Taeseo  , dan memarahi mereka. Gon juga ditegur karena sudah dititip pesan untuk mengawasi markas sebelumnya.
Yeowool buru-buru mengaku bahwa ini adalah keputusannya. Yeowool beralasan tidak tahan mendengar Chungjo akan disetubuhi oleh Pensiunan Gwan karena itu memutuskan untuk ikut.
Polisi Dam mendamprat anaknya kembali membantu Kangchi yang sedang berulah. Polisi Dam tidak menerima penjelasan itu karena Madam Chun sudah berjanji untuk melindungi Chungjo.
Taeseo mengatakan bahwa itu kesalahannya, karena ia adalah orang yang meminta Kangchi untuk menyelamatkan dia. Polisi Dam menekankan bahwa yang harus dipikirkan sekarang adalah  bukan siapa yang harus disalahkan, tapi apa yang akan mereka akan lakukan .
Kangchi menginterupsi untuk menyatakan bahwa dia akan membawa Chungjo pergi, dan Yeowool hendak mendebat. Tapi Kangchi buru-buru memotong  dan mengatakan ini adalah cara terbaik untuk semua orang agar selamat .
Kangchi meminta restu pada Taeseo. Taeseo tampak sedang berpikir dan semua mata memandang kepadanya.
(Kemaren malam Taeseo bertemu dengan Pengawal Seo untuk meminta agar Markas Keluarga Dam tidak dilibatkan. Taeseo juga mempersilahkan dirinya untuk ditangkap. Pengawal Seo merasa bukan Taeseo yang menjadi target tetapi Kangchi. Pengawal Seo menawarkan jika memang hendak melindungi Markas Keluarga Dam dan Chungjo agar tidak tersangkut paut maka Taeseo harus membawa apa yang diinginkan oleh kubu Pensiunan Gwan.)
Yeowool ikut tegang menanti keputusan Taeseo. Tetapi ternyata Taeseo memberikan restu pada Kangchi dan Chungjo.
Chungjo sendiri sedang menunggu diluar untuk mendengar keputusan Taeseo. Pada saat itu Chungjo mengenali simbol Keluarga Dam sebagai simbol yang sama dengan kotak obat yang diingatnya.

(Dahulu Yeowool cilik pernah menitipkan obat melalui Chungjo cilik unuk disampaikan pada Kangchi cilik yang terluka parah karena melawan anjing liar . Kotak obat itu terlihat simbol tertentu seperti busur dan panah. Ternyata Chungjo cilik sengaja membuang obat itu karena cemburu.)
Kini Chungjo melihat Kangchi sedang mengejar Yeowool untuk mengajak bicara. Kangchi terus memanggil Yeowool secara formal sebagai Tuan Muda Dam.   Yeowool tampak tidak menerima kenyataan kalau Kangchi harus pergi bersama Chungjo (saingannya) .
Yeowool terus menuju ruangan lain dan Kangchi terus mengikutinya. Yeowool marah karena Kangchi pernah berjanji untuk mengatakan terlebih dahulu kalau hendak pergi.
Kangchi beralasan bahwa Polisi Dam telah mempertaruhkan banyak untuk melindungi Taeseo disini. Kangchi tidak sanggup kalau harus berharap Polisi Dam juga melindungi Chungjo. Terlalu banyak beban yang harus dipikul Keluarga Dam.
Yeowool mengungkit keinginan Kangchi untuk kembali menjadi manusia karena itu bergabung ke markas keluarga Dam . Ternyata Kangchi hendak pergi begitu saja. Yeowool menilai mudah menyerah pada keinginannya.
Yeowool benar-benar enggan berbicara tetapi Kangchi menariknya kembali agar bisa berhadapan muka sambil memanggil “Yeowool”  kali ini. Yeowool ternyata sudah menangis dan buru-buru masuk ruangan dan menutup pintu.

Kangchi memohon maaf dari balik pintu atas sikap dirinya yang mudah menyerah dan juga tidak memberitahu dulu. Kangchi menghaturkan terimakasih karena Yeowool selama ini telah membantunya walaupun mengetahui rahasia kelam Kangchi. Kangchi merasa bisa bertahan sejauh ini karena dukungan Yeowool juga. Kangchi mengaku tidak akan melupakan jasa Yeowool padanya.
Yeowool hanya mendengar dan berusaha menahan tangis dari balik pintu.Kangchi meninggalkan ruangan dan duduk merenung di tangga depan dengan wajah bersedih.  Chungjo melihat dari kejauhan dan bisa menduga sesuatu .
***

Pengawal Seo menyerahkan pedang dan meminta agar Taeseo membunuh Kangchi. Taeseo seperti berperang batin untuk sesaat sambil menangis.
Pengawal Seo pergi bersama anak buahnya . Diam-diam dia memerintahkan agar setelah masalah usai , Bongchool dkk harus dihabisi juga.
Yeowool keluar dari ruangan dan menuju entah kemana. Gon memanggil tapi tidak digubris sehingga Gon terpaksa menepuk bahu Yeowool.
Yeowool mengaku dirinya sudah gila karena membiarkan Kangchi pergi begitu saja. Yeowool menyesal tidak mengucapkan selamat tinggal. Gon mengingatkan bahwa Kangchi sedang bersama wanita lain. Yeowool mengaku hanya ingin mengucapkan selamat tinggal. Yeowool bertanya apa cukup waktu untuk mengejar Kangchi.
***
Kangchi sedang mengaso dan memberikan minuman pada Chungjo. Chungjo curiga bahwa Kangchi tidak banyak berbicara sejak meninggalkan Keluarga Dam. Kangchi berkilah bahwa dia sedang banyak pikiran untuk hari esok.
“Apa aku jadi beban untukmu ?” tanya Chungjo
“Apa maksudmu ? Kau justru orang yang harus aku lindungi walaupun harus mengorbankan nyawa.”

Chungjo menyenderkan kepala ke bahu Kangchi seraya berkata .” Aku merasa kau telah banyak berubah seperti orang lain dan jauh.”

“Sebenarnya ada yang ingin kusampaikan padamu .” sahut Kangchi
“Apa yang hendak kau sampaikan ? ”
“Aku menemukan orangtua kandungku . ”
“Orang tua kandungmu ?”
“Sebenarnya ayahku adalah ………” Kangchi mulai bimbang untuk mengatakan .
Pada saat itu Bongchool datang bersama anakbuahnya. Bongchool membuat telah membawa pemburu terbaik dari kawasan selatan. Bongchool tidak main-main karena Kangchi langsung tertangkap oleh belitan rantai.
Chungjo hanya bisa pasrah tetapi mendadak terperanjat melihat Taeseo muncul tiba-tiba. Chungjo berusaha memanggil tetapi kakaknya langsung menghampiri Kangchi .

Taeseo langsung mengatakan hendak membunuh Kangchi.
Kangchi jadi melongo dan teringat diskusi dengan Guru Gongdal yang meragukan bahwa apa yang dianggap keluarga oleh Kangchi belum tentu menganggap Kangchi sebagai keluarga. Guru Gongdal waktu itu mengingatkan bahwa manusia lebih lemah dari yang dipikirkan , dan bisa menjadi kejam karenanya.
Taeseo memberikan alasan bahwa dirinya hanya ingin melindungi Chungjo yang merupakan keluarga satu-satunya yang masih tersisa. Taeseo memohon maaf sebelum menghabisi Kangchi sambil menarik gelang pusaka dari lengan Kangchi.


0 comments:

Post a Comment