Tuesday, May 7, 2013

Sinopsis : Gu Family Book – Episode 10

Standard


Kangchi masih bingung pada apa yang dirasakan tangannya saat menyentuh dada Yeowool. Yeowool pun salah tingkah dalam situasi yang aneh . Keduanya reflek menjauh dengan wajah yang kikuk. Kangchi masih bingung tonjolan apa yang dirasakan oleh tangannya tadi.


Kepala Pengawal Seo semakin curiga mendengarkan suara dibalik tembok. Tukang Chun dan Gon berusaha meyakinkan Kepala Pengawal Seo bahwa tidak ada suara . Kepala Pengawal Seo tidak percaya dan meminta Gon dan Tukang Chun agar menyingkir dari lukisan tembok itu.
Kepala Pengawal Seo meminta beberapa anakbuahnya untuk bantu memeriksa lukisan setinggi tembok itu. Lukisan itu ternyata bergeser . Kepala Pengawal Seo semakin curiga dan berusaha menggeser tembok palsu dibalik lukisan.

Kepala Pengawal Seo ternyata tidak sanggup menggeser karena dibalik pintu Kangchi dan Yeowool sibuk pula untuk menahan pintu itu. Pengawal Seo akhirnya menyerah tetapi tetap curiga dan hendak melaporkan masalah ini pada Pensiunan Gwan . Pengawal Seo meminta anak buahnya untuk mengawasi ruangan ini.
Kangchi dan Yeowool lega untuk sesaat. Tetapi mereka kembali kikuk karena insiden dada Yeowool tersebut.
Polisi Dam mulai bergerak cepat begitu mendengar anaknya dan Kangchi terjebak di ruang rahasia. Taeseo ikut khawatir mendengar perkembangan ini.
***
Pensiunan Gwan tentu saja masih sibuk bersenang-senang menikmati musik dan beberapa gisaeng yang cantik. Pensiunan Gwan terus memandangi Chungjo yang terdiam kaku dengan pandangan cabul.
Pensiunan Gwan meminta Chungjo untuk mendekat. Chungjo membangkang dan mengancam bunuh diri dengan menggigit lidahnya. Wolsan mencoba menegur juniornya . Tetapi Chungjo tidak peduli dan merasa tak sudi menjadi bahan mainan Pensiunan Gwan.
Pensiunan Gwan malah semakin berminat pada Chungjo yang dirasa sangat mirip dengan Seohwa (mendiang ibu Kangchi) .
Madam Chun muncul disaat yang tepat menyelamatkan Chungjo dengan mengajukan alasan bahwa Chungjo belum resmi menjadi gisaeng dan masih menjalankan pelatihan.
Chungjo mengikuti Madam Chun sampai ke ruang kerjanya. Chungjo menyatakan lebih baik mati daripada satu ruangan dengan pembunuh ayahnya.
Madam Chun meminta Chungjo agar bersabar . Dengan bertahan hidup , Chungjo masih punya kesempatan untuk membalas dendam . Madam Chun juga mempersilahkan Chungjo punya kebencian tetapi jadikanlah kebencian itu sebagai alasan untuk terus bertahan hidup.
Memang nasehat Madam Chun terdengar aneh tetapi sebenarnya dia punya kebijaksanaan dari sudut pandang profesi gisaeng.
Chungjo bergegas keluar karena galau . Pada saat itu seorang pelayan pria masuk membawakan surat . Dalam surat itu Madam Chun harus membuat Pensiunan Gwan mabuk dengan tujuan agar Pensiunan Gwan tidak meninggalkan rumah gisaeng selama empat hari.
Surat itu ternyata dari Polisi Dam.
Madam Chun mulai menjalankan rencana. Pensiunan Gwan diberikan pelayanan istimewa sehingga betah dirumah gisaeng. Kepala Pengawal Seo pun dibuat tidak bisa bertemu dengan majikannya.

***
Yeowool dan Kangchi masih terjebak dan dalam situasi yang canggung karena insiden buah dada. Kangchi mulai bosan terkurung dan memperhatikan peti harta sepanjang dinding gelap itu. Kangchi memperkirakan harta keluarga Park sebanyak 5000 nyang . Uang sebanyak itu bisa membuat belasan kapal perang.

Yeowool sendiri mulai tidak enak badan dan semakin pucat. Kangchi berinisiatif melepaskan baju luarnya untuk melindungi Yeowool. Pada saat itu Kangchi menyadari Yeowool terluka infeksi dibagian tangan yang disebabkan oleh cakaran Kangchi saat dalam mode siluman.
Kangchi jadi ingin membawa Yeowool keluar. Yeowool keberatan karena prioritas misi mereka adalah harta keluarga Park yang dibutuhkan untuk membangun belasan kapal perang untuk melindungi Jose0n-Korea.
***
Kepala Pengawal Seo tak berdaya karena tak sanggup menemui majikannya. Kepala Seo akhirnya mencoba memaksa masuk.
Pada saat itu Pensiunan Gwan mabuk berat dan makin kurang ajar terhadap Chungjo. Pensiunan Gwan terus meracau memuji kecantikan Chungjo dan menyebutnya sebagai Seohwa (mendiang ibu Kangchi).

Wolsan melihat hal ini terpaksa membujuk Pensiunan Gwan untuk beristirahat karena mabuk. Pensiunan Gwan tanpa malu malah membaringkan kepalanya ke pangkuan Chungjo. (Alamak tua bangka tidak tahu diri).
Pengawal Seo sudah masuk dan mencoba menemui majikannya. Madam Chun turun tangan dan menghadang Pengawal Seo. Madam Chun memerintahkan agar Pensiunan Gwan dibawa untuk beristirahat di kamar. Demikian Madam Chun terus mengulur-ngulur waktu sesuai rencana Polisi Dam.
Chungjo sendiri wajahnya pucat karena ketakutan dan kebencian muncul menjadi satu. Dia teringat betapa dulu pernah mencium Kangchi saat dihukum oleh Tuan Park. Pada saat galau seperti itu Chungjo semakin teringat pada Kangchi.
***
Taeseo merenung diaula dalam keadaan setengah gelap. Taeseo kemudian bangkit dan memutuskan untuk melakukan sesuatu.
Di ruang rahasia kondisi Yeowool semakin buruk . Kangchi memanggil Yeowool secara formal sebagai Tuan Muda Dam. Yeowool keberatan dan minta disebut namanya saja .
(Kangchi jadi teringat hal yang sama disuatu masa kanak-kanaknya bersama seorang anak gadis cilik di hutan. Gadis cilik yang berani mencandainya dengan laba-laba. Kangchi juga teringat saat diselamatkan oleh Yeowool dari kejaran Kepala Pengawal Hanno yang disuruh oleh Madam Yoon.)
Beban Kangchi semakin berat. Disatu sisi dia harus merebut harta keluarga Park disisi lain dia harus menyelamatkan Yeowool yang sakit berat.
***
Polisi Dam sudah mendengar kabar Taeseo menghilang. Taeseo ternyata nekat mendatangi Penginapan Seratus Tahun.
Pelayan Hong kaget melihat kedatangan Tuan Muda Taeseo. Taeseo segera meminta Hong menyampaikan pesan kepada Gon untuk menjemput orang terjebak didalam . Taeseo sendiri berniat untuk mengalihkan perhatian musuh. Hong lekas pergi .
Taeseo kini dikepung oleh para pengawal . Perkelahian pun terjadi dan terdengar ke telinga Gon dan para pengawal Pensiunan Gwan yang sedang berjaga diruangan itu. Para pengawal terpancing untuk menyusul ke tempat perkelahian.


Gon mengambil kesempatan untuk masuk ke ruang rahasia. Gon marah melihat Yeowool pingsan dan sedang berada dipelukan Kangchi. Tetapi Gon lekas membawa Yeowool pergi . Tinggallah Kangchi seorang diri bertahan diruang rahasia dan mencari cara untuk membawa harta keluarga Park.
Hong juga penasaran dan mencoba masuk ke ruang rahasia. Hong dan Kangchi terkejut satu sama lain. Tetapi tak lama Kangchi menyadari dia membutuhkan bantuan Hong.
Pertempuran masih berlangsung diluar . Kangchi dengan bantuan berhasil menarik tirai besar untuk menutupi tembok . Gon sendiri mulai bergerak cepat mengungsikan Yeowool dengan memerintahkan salah satu juniornya.
Gon kembali membantu Taeseo. Taeseo keberatan. Taeseo berpendapat kalau identitas Taeseo ketahuan maka akan membahayakan posisi Markas Keluarga Dam yang bisa dituduh menyembunyikan penghianat.
Sayang sekali , Kepala Seo justru muncul dan Taeseo berada dalam keadaan genting. Taeseo menyadari bahwa Kepala Seo inilah yang menghipnotisnya. Satu-satunya cara untuk melepaskan hipnotis itu dengan cara membunuh Pengawal Seo. Apakah Taeseo sanggup ?

Tentu saja tidak . Taeseo malah tunduk pada Kepala Pengawal Seo yang dulu menghipnotisnya. Bagaikan boneka , Taeseo menunjuk ke arah ruang kerja mendiang ayahnya (yang kini telah menjadi ruang kerja Pensiunan Gwan) sebagai tujuan kedatangannya kesini.
Kepala Pengawal Seo kaget dan bergegas menyusul ke arah ruang rahasia. Pengawal Seo mendobrak paksa dan berhasil menemukan ruang rahasia dan melihat harta keluarga Park yang berlimpah.
***
Gon sudah kembali kemarkas dan melaporkan bahwa misi telah gagal dan nasib Taeseo tidak dapat dipastikan. Polisi Dam sungguh kecewa mendengar hasil ini. Tukang Chun menenangkan Polisi Dam bahwa masih ada Kangchi yang berada diruang rahasia.
Polisi Dam tentu saja kaget karena tidak merasa menyertakan Kangchi dalam misi ini. Polisi Dam menduga ada seseorang  yang membocorkan. Polisi Dam segera menjenguk Yeowool yang masih pingsan. Disana ada Guru Gongdal yang sedang merawat Yeowool. Polisi Dam langsung menanyakan apa Gongdal yang memberitahu rahasia misi ini kepada Kangchi ?
Guru Gongdal menjawab tidak dan mengaku hanya sedang bertaruh dengan Kangchi sebelumnya.
Kangchi sendiri seperti sangat tenang di ruang rahasia itu . Kangchi bahkan sempat-sempatnya berolahraga ringan untuk meregangkan otot. Memangnya apa rencana Kangchi ?

***
Kali ini Pengawal Seo beruntung bisa masuk ke Chunhwagwan disaat Pensiunan Gwan terbangun juga. Pensiunan Gwan lekas kembali ke penginapan diiringi para pengawalnya dengan tergesa-gesa.
Sebelum masuk , Pensiunan Gwan melihat para pelayan mempersiapkan bahan makanan untuk disumbangkan kepada Tentara Angkatan Laut (pimpinan Jendral Lee tentunya).

Pensiunan Gwan sempat bingung. Pelayan Choi menjelaskan bahwa sudah tradisi bagi orang-orang kaya di daerah itu untuk mengirimkan bantuan makanan kepada markas angkatan laut.
Pensiunan Gwan tidak sempat berpikir lama karena ada urusan yang lebih penting . Pensiunan Gwan dipandu oleh Pengawal Seo menuju ruang rahasia. Pensiunan Gwan meminta Pengawal Seo menunggu diluar . Pensiunan Gwan masuk sendirian ke ruang rahasia. Apa yang terjadi ?
Ternyata Pensiunan Gwan hanya melihat ruang kosong dan harta benda sama sekali tidak ada. Pensiunan Gwan marah dan memanggil Pengawal Seo. Pengawal Seo masuk dan bingung karena sebelumnya melihat dengan mata kepala sendiri kalau banyak sekali harta keluarga Park di ruang ini.

***
Pelayan Choi memasuki ruang rahasia dan melaporkan perkembangan kepada Kangchi. Pelayan Choi menanyakan apa harta perak itu sudah diamankan ?
Kangchi mengangguk dan menyingkirkan kain besar yang sekilas seperti tembok. Harta perak itu masih tersusun rapih tidak kemana-mana.
Kangchi tersenyum memberikan isyarat pada ayah angkatnya kalau ini saatnya bergerak.
***
Sia-sia saja para pengawal Pensiunan Gwan mengobrak-ngabrik semua karung . Hasilnya nihil dan semua isinya memang beras.
Para tentara dan Jendral Lee tentu saja keberatan bahan makanan untuk mereka terbuang begitu saja.
Jendral Lee langsung berkata tajam pada Pensiunan Gwan yang tidak menemukan barang malah menghamburkan bahan makanan untuk tentara .
Pensiunan Gwan tentu saja bukan tipe ksatria dan tidak tahu malu mengatakan akan mengganti bahan makanan tersebut. Pensiunan Gwan juga menyindir bahwa sebenar-benarnya sia-sia mengirim bahan makanan untuk tentara di masa damai . (Pensiunan Gwan bermaksud hendak mengatakan kalau tentara hanya makan gaji buta).
Jendral Lee marah besar dan menjelaskan bahwa peran tentara tetap penting dimasa damai sekalipun . Tentara harus siap sedia disaat muncul serangan mendadak.
Jendral Lee memberikan perintah pada anak buahnya untuk mengumpulkan bahan makanan yang terbuang karena merupakan hasil jerih payah rakyat. Jendral Lee juga memerintahkan agar bantuan dan termasuk orang-orang dari Penginapan Seratus Tahun ditolak untuk seterusnya di markas ini.
Jendral Lee berlalu dan para tentara mengepung  untuk mengusir Pensiunan Gwan dkk .

Pada saat itu Kangchi baru saja tiba membawa tiga gerobak penuh. Kangchi dengan diplomatis menanyakan untuk apa Pensiunan Gwan berada di markas angkatan laut. Kangchi menatap beras yang terbuang karena ulah Pensiunan Gwan .
Kangchi kembali berkata tajam kalau Pejabat Gwan pasti akan membusuk di neraka karena telah menelantarkan makanan . Pensiunan Gwan sangat marah tetapi tidak bisa berbuat apa-apa kecuali bertanya balik untuk apa Kangchi berada di markas angkatan laut ?  Kangchi dengan santai mengakui dirinya sedang menjalankan tugas dari mendiang Tuan Park.
Pengawal Seo dengan reflek coba menghadang Kangchi. Seorang tentara segera menghunuskan pedang ke arah leher Pengawal Seo dan memperingatkan bahwa sesuai perintah Jendral , tidak ada seorangpun dari pihak penginapan yang diperkenankan berada di markas angkatan laut.
Pengawal Seo masih penasaran bagaimana cara Kangchi meloloskan diri (dengan harta) ? Kangchi mengancam secara halus dengan mengatakan dirinya adalah bukan manusia .
Pensiunan Gwan walaupun marah jelas tidak akan berkutik menghadapi kekuatan tentara. Dia hanya bisa memandang pasrah bahwa harta yang hampir menjadi miliknya hilang begitu saja.
Pensiunan Gwan hanya berani melampiaskan amarahnya diruang rahasia saat kembali pulang.
***
Jendral Lee memeriksa kotak – kotak yang dikirim oleh Kangchi . Jendral Lee memastikan bahwa betul seluruh peti itu berisikan uang perak yang menjamin Jendral Lee sanggup membuat belasan kapal perang dengan dana sebesar itu.
Jendral Lee merasa puas dan sangat berterimakasih pada Kangchi. Kangchi merendah karena merasa hanya menjalankan pesan terakhir Tuan Park. Kangchi dengan ragu berusaha menagih satu bukti dari Jendral Lee.
Jendral Lee mengiyakan bahwa janji tetaplah janji yang harus ditepati.
***
Guru Gongdal memeriksa topi kebesaran Jendral Lee bolak balik. Guru Gongdal ternyata terobsesi dengan topi jendral . Kangchi menambahkan bumbu bahwa hubungannya dengan Jendral Lee memang dekat karena tidak mungkin Jendral Lee mau meminjamkan topi kebesarannya ke sembarang orang.
Guru Gongdal mengangguk percaya kali ini. Kangchi agak cemas kalau Gongdal akan merusak topi ini karena harus dikembalikan besok. Gongdal memakai topi itu dan dengan narsis menanyai Kangchi apakah terlihat keren ?
Gongdal memenuhi janji dengan meminta Kangchi menyebutkan permintaannya. Permintaan Kangchi sederhana saja , yakni ingin makan enak.
Mata Kangchi berbinar melihat ayam berkuah yang tampak lezat. Kangchi menikmati ayam itu sepenuh hati. Kangchi dan Gongdal seperti dua anak kecil yang kegirangan melihat keinginan masing-masing terwujud.

Polisi Dam bersama Gon memandang dari kejauhan. Kini Polisi Dam percaya omongan Jendral Lee bahwa Kangchi akan membawa kesuksesan di kubu Jendral Lee.
***
Taeseo dipaksa mengakui kalau dia bersembunyi di markas keluarga Dam. Pensiunan Gwan memutuskan lain yaitu membebaskan Taeseo dengan syarat menyelidiki akan digunakan untuk apa uang sebanyak itu oleh Jendral Lee.
Taeseo menolak dengan tegas. Pensiunan Gwan menggunakan Chungjo untuk memaksa Taeseo. Pensiunan Gwan memberitahu bahwa nasib Chungjo berada ditangannya. Taeseo harus membawa informasi sebelum matahari terbenam besok hari atau Chungjo akan merasakan akibat keputusan kakaknya.
Taeseo bebas dan menyelidiki sendiri bahwa benar Chungjo berada di rumah gisaeng. Taeseo terenyuh melihat adiknya harus hidup sebagai gisaeng. Pada saat itu Chungjo juga terlihat sedang sibuk meminta maaf pada pelanggan karena menjatuhkan sesuatu. Taeseo menangis .
***
Yeowool sudah siuman dalam busana baju serba hitam dan rambut terurai . Yeowool teringat bahwa dia terakhir masih menjalankan misi. Kenapa sekarang terbangun di kamar sendiri.
Yeowool keluar ruangan dan hanya melihat Kangchi sedang sibuk menyapu halaman. Yeowool hendak memanggil Kangchi tetapi teringat insiden buah dada di ruang rahasia.
Yeowool berbalik arah untuk kembali ke kamar dengan perasaan malu. Kangchi kali ini melihat dan memanggil Yeowool. Kangchi langsung menghampiri dan memeriksa suhu tubuh Yeowool dengan memegang dahi Yeowool dan memegang dahinya sendiri.

Yeowool dalam kondisi menutupi dada dengan kedua tangannya menanyakan apa misi berhasil ? Apa gara-gara aku pingsan misi itu gagal ?
Kangchi kali ini mendekatkan mukanya lebih dekat ke muka Yeowool. Selama ini aku tertipu . Biasanya khan wanita tidak pernah mencemaskan soal perak-perak itu. Kangchi memang sudah tahu kalau Yeowool seorang gadis.
Yeowool kesal karena Kangchi mengalihkan topik dan kembali mendesak Kangchi untuk memberitahukan masalah misi merebut harta keluarga Park.
Kangchi akhirnya memberikan warta gembira bahwa misi itu berhasil dan seluruh uang perak sudah dikirim ke markas angkatan laut. Yeowool kegirangan sehingga lupa diri dan memegangi rambut Kangchi dan mengacaknya untuk merayakan keberhasilan.

Kegembiraan mereka tidak berlangsung lama karena keduanya ingat sesuatu dan saling menjauh. Kangchi memegang lengan Yeowool dan memeriksa luka Yeowool
(Sebelumnya diruang rahasia itu Kangchi memang cemas melihat Yeowool semaput. Muncul butiran cahaya biru disekitar tetapi luka Yeowool tak kunjung sembuh. Kangchi terpikir sesuatu dan melukai tangannya sedikit agar darah keluar. Darah Kangchi diarahkan kearah luka Yeowool. Ternyata mujarab , luka Yeowool benar-benar cepat pulih.
Pada saat itu Taeseo baru datang dengan kondisi mata tertutup dan langsung memanggil Kangchi.
***
Pensiunan Gwan menghadap Madam Chun untuk mengirimkan Chungjo ke kamarnya. Pensiunan Gwan bermaksud mengambil keperawanan Chungjo malam ini. (Bagi gisaeng melepas keperawanan pertama kali adalah bagian dari ritual dalam profesi gisaeng.)
Chungjo ternyata mendengarkan diluar pintu dan tergetar mendengar rencana Pensiunan Gwan sampai tanpa sadar menjatuhkan apa yang sedang dipegangnya.
***
Taeseo di ruang aula berlutut dengan mata tertutup dan memohon agar Kangchi membebaskan Chungjo dari rumah gisaeng. Yeowool diam-diam menguping mendengarkan mereka.

0 comments:

Post a Comment