Thursday, April 4, 2013

Sinopsis : That Winter The Wind Blows – Episode 16 (Tamat)

Standard


Darah kental mengalir pada lengan telapak tangan Oh Young , kemudian menetes demi setetes kedalam genangan air menimbulkan riak kecil dan hanyut perlahan-lahan. Oh Soo sudah sampai kedalam rumah dan melihat Oh Young sudah pingsan kehabisan darah. Oh Soo berusaha menyadarkan Oh Young dengan mengguncang badannya tetapi tidak berhasil . Oh Soo semakin panik
.

Didepan jalan rumah sakit . Rupanya Namsik sedang berusaha membunuh Moochul. Moochul dalam keadaan fisik lemah karena kanker masih terlalu perkasa bagi Namsik. Moochul masih sanggup mengalahkan Namsik dan bahkan mematahkan tangan Namsik dengan tenaga penghabisannya. Namsik kemudian melarikan diri dan setelah itu Moochul tampak kehabisan tenaga dan terjatuh diatas jalan raya depan rumah sakit.

Pada saat itu Jinsung kebetulan sedang menuju rumah sakit dan melihat Moochul terkapar . Jinsung segera membopong Moochul menuju rumah sakit . Moochul masih berbicara tidak jelas kepada Jinsung tetapi Jinsung memintanya diam karena hampir tiba di rumah sakit. Rupanya Moochul sudah tidak kuat lagi dan meregang nyawa dalam bopongan Jinsung. Jinsung menjadi histeris. Namjae memperhatikan mereka dari jauh. Pada saat itu Dr Sunhee juga sedang berlari entah kemana.

Dr Sunhee malah kerumah keluarga Oh . Oh Young tampaknya selamat dan sedang berbaring lemah diranjang dalam pengawasan Dr Sunhee. Diruang kamar Oh Young ada Mira , Pengacara Jang, Joongtae  dan yang lainnya , sementara Oh Soo sedang berada diluar rumah.
Dr Sunhee hendak pergi dan berpapasan dengan Oh Soo yang hendak masuk rumah. Dr Sunhee mengatakan bahwa adiknya sudah meninggal dunia , diberitahu oleh Jinsung sebelumnya. Dr Sunhee juga memberitahu Oh Soo bahwa Moochul akan dimakamkan besok hari , juga Moochul memang sudah sakit sejak lama dan tampaknya Dr Sunhee tidak terlalu berduka dengan kematian adiknya , Oh Soo yang tampaknya bersedih karena sempat bertemu Moochul sebelum kematiannya.

Dirumah sakit , Jinsung dan Heesun membesuk jenasah Moochul . Heesun terlihat sedih (terlebih lagi sebelumnya Moochul pernah berbincang serius kepada Heesun seakan “pamit” untuk menyampaikan kata-kata terakhir).
Keesokan pagi , Oh Young masih belum sadarkan diri . Oh Soo terus mendampinginya disamping ranjang Oh Young dengan ekspresi wajah sedih dan khawatir. Mendadak Oh Young siuman dan mengatakan bahwa dikamarnya ada Oh Soo . Oh Soo membunyikan lonceng kecil di kalungnya yang merupakan kado ultah dari Oh Young .  Ditempat lain , Pengacara Jang berusaha membujuk Sekretaris Wang untuk kembali ke Seoul.
Namjae mulai bergerak berkaitan dengan kematian bossnya , Moochul. Anak buahnya menyeret Namsik dihadapan Namjae dan Jinsung. Namjae menjelaskan pada Jinsung bahwa uang yang dipinjam Jinsung sebelumnya adalah umpan untuk Jinsung. Jinsung menjadi kesal dan berusaha menghajar Namsik sebelum dicegah oleh yang lain. Namsik kemudian dibawa oleh anak buah Namjae entah kemana. Namjae mengingatkan Jinsung agar berhati-hati pada Boss Kim.

Dikamar Oh Young , Oh Soo masih tertidur padahal Oh Young sudah bangun. Oh Young mulai menggerakkan tangannya untuk meraba wajah Oh Soo . Oh Young juga teringat ucapan Oh Soo sebelumnya mengenai rekaman video diruang rahasia.

Oh Young pun menuju ruang rahasia untuk memutar rekaman video Oh Soo. Dalam rekaman video itu  Oh Soo berkata : “Pada saat kamu menonton video ini. Aku tidak akan berada disisimu, meninggalkamu , bahkan jika itu sulit , aku masih bisa menanggungnya , bahwa kebenaran seseorang , tidak bisa melakukan apapun untuk orang lain , itu membuat hatiku sakit , sekarang kamu … Oh Young , untuk pertama kalinya aku ,setelah bertemu dirimu , berpikir bahwa dunia itu adil . Untuk pertama kalinya , bagi aku yang dibuang seperti sampah (oleh ibuku) jadi tidak bersedih karena kamu . Aku berharap operasi kamu berjalan dengan lancar. Oh Young , jika ini akhir antara kita , selalu hiduplah dengan baik , tetapi jika ini bukan akhir dari kita , maka suatu hari nanti marilah kita bertemu lagi. Jika kita bertemu lagi , aku ingin memberi tahu hal-hal yang belum pernah kuceritakan padamu. Aku akan memberitahu kesan pertama aku saat melihatmu , ketika aku mulai mencintaimu , betapa cantiknya kamu (pada saat ini Oh Young sedang menangis tapi jadi tersenyum mendengar kegombalan Oh Soo) …dan semua dosaku yang tidak bisa kuberitahukan padamu , dan juga seberapa besar kakak kandungmu mencintaimu , dan juga …..”
Oh Young tak tahan dan mematikan video itu. Pada saat itu Oh Soo sudah terbangun dan menuruni tangga mencari Oh Young. Pada saat itu pula Oh Young sudah kembali dari ruang rahasia. Oh Young merajuk bilang lapar dan Oh Soo menawarkan sup kentang buatannya. Oh Soo pun menggendong Oh Young kedapur untuk mulai memasak.  Oh Young tampak menikmati masakan buatan Oh Soo.  Oh Soo bercerita bahwa Jinsung dan Sunhee akan kembali ke desanya , dan kemungkinan mereka akan menikah , jika mereka memiliki anak…….
Oh Young memotong perkataan Oh Soo. Oh Young mengatakan bahwa ketika Pengacara Jang datang , Oh Soo harus pergi dari rumah itu.
Oh Young merasa masih belum bisa memaafkan Oh Soo , bahkan ketika Oh Soo mengatakan tidak punya alasan . Oh Young benar-benar tidak mengerti meskipun Oh Young tidak ingin mengakuinya. Bagi Oh Young , bahkan jika Oh Soo tidak jadi mengambil koper berisi uang , kondisinya tetap akan sulit kembali seperti semula .

Oh Soo : “Aku tahu”
Oh Young : “Seperti yang kau bilang dalam video . Jika bukan akhir dari mereka , dan jika operasi berhasil dan jika aku masih hidup , dan kita bertemu kembali , kamu harus menjawab semua pertanyaanku dengan jujur , tentang kau mencintaiku , tentang rasa bersalahmu , dan apa rasa sakitmu sama dengan rasa sakitku yang dibohongi  , dan juga dimana kau mengubur kakakku , dimana kau menabur abu jenasahnya, kamu harus menjawab semua pertanyaanku dengan jujur. Tapi semu alasan kamu jika memang kebetulan …………………”
Oh Young terus menumpahkan perasaannya sehingga Oh Soo menangis dan menutup mukanya sendiri dengan kedua tangannya. Oh Young lalu memegang wajah Oh Soo
Oh Young : “Lihatlah aku , untuk kamu , aku masih memiliki banyak kata yang belum terucapkan , tetapi , hari , ini , tidak akan menjadi hari terakhir kita berdua. Jika operasi berakhir dengan baik , kemudian , seperti saat ini , kita akan dapat berbicara lagi khan , kau dan aku ?
Oh Soo kemudian mencium bibir Oh Young dengan perasaan mendalam . Mereka saling mengaku mencintai satu sama lain dan mereka berpelukan sambil menangis .

Oh Soo kembali membawa Oh Young kekamarnya dan menalikan tali lonceng pada lengan Oh Young. Oh Soo pamit karena ada urusannya dan dengan penuh cinta menciumi dahi dan pipi Oh Young. Oh Soo berjanji bahwa setelah operasi berhasil dan bisa melihat , Oh Soo berharap dapat membuat Oh Young bahagia. Oh Young dengan senyum bahagia merelakan Oh Soo pergi karena masih ada urusan.
Oh Soo menelepon Sekretaris Wang . Secara ksatria , Oh Soo mengatakan dirinya kekanak-kanakan karena membiarkan Sekretaris Wang meninggalkan Oh Young . Oh Soo memohon Sekretaris Wang kembali ke sisi Oh Young karena Oh Soo merasa hanya Sekretaris Wang yang bisa dipercaya untuk mendampingi Oh Young. Sekretaris Wang tentu saja terharu mendengar pengakuan Oh Soo. Perseteruan mereka berdua tampaknya akan berakhir.
Pada saat itu , Pengacara Jang juga mengingatkan uang yang dibutuhkan Oh Soo . Tetapi Oh Soo menolak dan mengatakan uang itu tidak berguna . Pengacara Jang bertanya apakah kematian Moochul sudah mengakhiri masalah ? Oh Soo pura-pura mengiyakan (padahal masih ada urusan dengan Boss Kim). Oh Soo melihat jendela kamar Oh Young dan mereka saling membunyikan lonceng kecil yang mereka miliki.
Keesokan pagi sudah waktunya sarapan. Pengacara Jang dan Oh Young sarapan bersama. Oh Young merasa sarapan pagi itu lebih wangi dari biasanya. Pelayan memuji ketajaman hidung Oh Young. Tiba-tiba terdengar suara Sekretaris Wang memberikan petunjuk menu makanan sesuai arah jarum jam. Rupanya sesuai permohonan Oh Soo , Sekretaris Wang sudah kembali kerumah keluarga Oh . Oh Young terharu dengan kedatangan Sekretaris Wang dan meraba-raba lengannya . Tangan mereka saling berpegangan dan Pengacar Jang ikut bahagia melihat kerukunan mereka.

Di restorant milik orang tua Jinsung , mereka sedang berkemas-kemas hendak pindah kedesa. Wajah mereka semua tampak sumringah termasuk Oh Soo. Jinsung protes pada ayahnya karena tidak membantu berkemas. Ayah Jinsung beralasan sedang menikmati minuman terakhirnya. Heesun juga bercanda dengan calon mertuanya .

Sementara itu dirumah sakit , Dr Sunhee senang dengan Oh Young yang tampak bahagia . Menurut Dr Sunhee itu akan memperbesar peluang kesembuhan Oh Young yang saat itu sedang didampingi pula oleh Sekretaris Wang dan Pengacara Jang.
Sekretaris Wang membuat pengakuan bahwa Oh Young tidak bisa hidup sendiri bukan karena tak bisa melihat , tetapi karena manusia selalu butuh pertolongan orang lain  , seperti Sekretaris Wang yang bisa terus hidup karena ada Oh Young. Sekretaris Wang menghibur Oh Young kalau setelah operasi masih tak bisa melihatpun , tidak usah terlalu bersedih dan Sekretaris Wang sambil menangis akhirnya mengakui bahwa dirinya bersalah pada Oh Young. Mereka saling berpelukan. Oh Young bercanda bahwa Sekretaris Wang buruk dalam cara memeluk orang dan jika saja Oh Young tahu lebih awal bahwa Sekretaris Wang begitu menyayanginya , Oh Young tidak akan begini kesepian.
Di restoran orangtua Jinsung , Oh Soo hendak pamit pada Heesun dan Jinsung. Oh Soo juga bilang kalu perjudian kali ini akan berlangsung lama , dan ia akan datang kerumah sakit setelah perjudian usai . Oh Soo juga meminta Heesun dan Jinsung agar lekas kembali ke desa. Heesun mencoba memintah Oh Soo memeluknya sebagai perpisahan . Oh Soo becanda apakah Jinsung tidak keberatan pacarnya dipeluk pria lain didepannya. Jinsung hanya tersenyum .
Oh Soo dan Jinsung akhirnya tiba di lokasi perjudian . Oh Soo tampak percaya diri sedangkan Jinsung menatap Namjae seolah hendak memberi pesan melalui tatapan mata.

Boss Kim menjelaskan mengenai peraturan dan hadiah 7 miliar won bagi pemenang. Permainan dimainkan oleh dua orang dalam satu tim terkecuali Oh Soo yang akan bermain tunggal. Boss Kim mempersilahkan setiap peserta untuk menggunakan kartu masing-masing dan tidak boleh lebih dari tiga ronde. Para penjudi kelas kakap ini kemudian masuk ruangan masing-masing.

Oh Soo mulai bermain dengan penuh percaya diri.  Sementara itu Oh Young sedang menjelang operasi dirumah sakit. Baik Oh Young dan Oh Soo sedang bertaruh hidup dan mati dalam ranah perjudian yang berbeda , permainan kartu Oh Soo dan operasi Oh Young.
Oh Soo sempat rehat sejenak merenungkan perkataan Oh Young. Pada saat itu Jinsung dan Boss Kim menampakkan diri membuat Oh Soo terkaget (bukankah mustinya Jinsung sedang bersama keluarganya menuju desa ? Oh Soo kesal dengan Bos Kim dan hendak melabraknya , tetapi Oh Soo malah jadi bertengkar dengan Jinsung. Lagipula sudah terlanjur dan Oh Soo membiarkan Jinsung menemaninya berjudi.

Ditempat lain , keluarga Jinsung sudah siap mudik ke desanya. Diam-diam seseorang mengawasi mereka dari dalam mobil .
Oh Soo menerima tiga kartu terbuka , 456 dan dua kartu tertutup  (kelihatannya kartu yang payah tetapi sebenarnya masih bisa tersusun menjadi 34567) . Oh Soo “memirit” kartu itu dan benar saja terdapat kartu 3 dan 7 . Berarti seri 34567 dan kartu yang cukup baik . Jinsung ikut mengintip kartu dan ikut percaya diri . Anehnya Oh Soo menyerah begitu saja. Jinsung menjadi bingung dengan sikap Oh Soo begitu juga dengan Boss Kim yang sedang menonton.

Putaran berikutnya , Oh Soo mendapatkan triple tiga (333Q2), kartu yang juga cukup baik walau tidak sebaik kartu sebelumnya. Oh Soo kembali menutup kartunya dan tidak ikut. Jinsung semakin bingung.

Jinsung mengajak Oh Soo keluar dan Jinsung mendampratnya, “Apa yang kau ingin lakukan ? “. Oh Soo tidak menjawab malah bertanya pada Boss Kim yang menampakkan diri depan mereka . “Bagaimana ? Giliran kamu tuh “. Boss Kim menghampiri mereka bersama satu anak buahnya. Oh Soo melanjutkan : “Jika aku kalah , seperti perjanjian itu , aku akan mati . Kamu takkan dapatkan uang dariku dan mereka menang semuanya.. ” Jinsung jadi sadar akan siasat sahabatnya dan mulai tersenyum. Boss Kim termakan provokasi Oh Soo dan Boss Kim berusaha mencengkram kerah leher baju Oh Soo. Oh Soo mendorong balik Boss Kim . Boss Kim akhirnya terpancing ikut main juga.

Perjudian kembali dimulai . Oh Soo mendapat kartu awal 9 spade dan satu kartu tertutup. Jinsung menantang semua peserta untuk mempertaruhkan semuanya. Boss Kim kembali terprovokasi untuk mempertaruhkan semuanya dengan wajah gusar. Jinsung mendadak menelepon seseorang dan kamera CCTV disekitar perjudian berlangsung menyala. Perjudian itu direkam secara live ternyata sebagai bukti. Namjae menerima telepon Jinsung . Tampak Namjae sedang bersama para anak buahnya dan dua orang tampak sedang berlutut sambil menunduk (anak buah Boss Kim sepertinya?).

Jinsung memperingatkan bahwa jika salah satu dari Oh Soo dan Jinsung tidak bisa keluar dengan selamat setelah mereka menang maka Namjae akan memanggil polisi . Oh Soo tersenyum melihat kenakalan Jinsung. Boss Kim tampak semakin gusar sedangkan petaruh lain malah ketawa terkekeh. Jinsung mengingatkan Boss Kim bahwa Oh Soo tidak menggunakan uang mereka , tetapi Boss Kim menyangkalnya , maka Jinsung tidak bisa percaya Boss Kim begitu saja dan sudah mempersiapkan kemungkinan buruk.
Jinsung meminta perjudian kembali dilanjutkan dan disambut tepuk tangan oleh salah satu peserta. Sedangkan Oh Soo terus melihat jam tangannya karena teringat Oh Young akan dioperasi malam ini. Sudah jam 8.00.
Dirumah sakit , Oh Young didampingi Mira , Pengacara Jang dan Sekretaris Wang sedang menuju ruang operasi. Dr Sunhee pun mulai bersiap bersama para asistennya untuk segera mengoperasi Oh Young.

Di meja judi , Oh Soo sedang menghadapi pertaruhan terakhir dimana semua petaruh telah menyertakan seluruh taruhannya. Oh Soo telah membuka tiga kartu . Isinya adalah 9Q10 yang semuanya spade dan dua kartu tertutup.
Sementara Boss Kim tertawa terbahak-bahak merasa bakal menang. Kartu Boss Kim adalah AAA77 . Sementara petaruh lain selain Oh Soo sudah menyerah kalah dan menggebrak meja pertanda kesal .

Oh Soo : 910QXX (dua kartu misterius)
Boss Kim : AAA77 (fullhouse).
Tampaknya harapan Oh Soo menang semakin tipis. Kartu Oh Soo 9Q10 (Spade) , artinya ada kemungkinan mendapat urutan tertinggi berupa 910JQK (Spade) , kartu berurut satu warna yang sulit dikalahkan oleh kartu apapun . Tetapi kemungkinan ini kecil kalau dua kartu sisanya tidak seperti yang diharapkan akan sama sekali rusak kartu yang dimiliki Oh Soo.
Oh Soo menatap tajam Boss Kim dan menggenggam tangan Jinsung. Boss Kim mulai me-rem tawanya . Oh Soo meninggalkan ruangan dan menyerahkan kartunya pada Jinsung untuk melanjutkan. Boss Kim penasaran hendak membuka kartu Oh Soo . Jinsung mencegahnya dan membuka sendiri kartu Oh Soo. Benar saja , urutan kartu tertinggi 910JQK semuanya kartu spade , straight flush . Boss Kim kalah .

Oh Soo berjalan keluar dan hendak menuju rumah sakit. Didalam ruang judi terjadi perkembangan lain. Jinsung mulai cemas tatkala Boss Kim mengancam Jinsung dengan memerintahkan anakbuahnya untuk  mengancam keluarga Jinsung yang sedang dalam perjalanan pulang ke desa. Jinsung semakin cemas ketika Boss Kim melemparkan ponselnya dimana ada foto Jinmi dalam ponsel Boss Kim . Boss Kim kini melemparkan pisau pada Jinsung untuk digunakan ………..untuk apa ?
Oh Soo sedang menelepon Mira untuk menanyakan kabar Oh Young. Oh Soo senang laporan Mira. Pada saat Oh Soo berbalik , sebuah pisau menusuk perutnya dan Oh Soo tak percaya …karena……yang menusuknya adalah Jinsung. Oh Soo tampaknya terluka lebih parah dibandingkan pada saat Moochul menusuknya dulu. Oh Soo tampak menahan kesakitan yang amat sangat dan terjatuh . Mata Oh Soo tampak seperti orang sekarat dan melotot tak percaya Jinsung akan menghianatinya. Pada saat Jinsung hendak menusuknya lagi , Jinsung gemetaran tidak tega dan juga menangis. Oh Soo terhuyung-huyung dan akhirnya terjatuh di lantai.


Apakah Oh Soo akan tewas ?
***
Setahun telah berlalu . Oh Young tampaknya sudah sembuh dan sedang bersama komunitas tuna netra. Myungho juga tampak ikut serta dengan mata tertutup. Mereka masuk café milik Jongtae dan memulai acara membaca buku bersama. Mereka semua tampak menikmati acara itu.

Oh Young lalu pergi dengan taksi seorang diri. Taksi itu meluncur menuju jalan yang sangat indah karena dipenuhi pohon sakura. Oh Young tampak sedang menikmati pemandangan (sudah tidak buta lagi ? ). Oh Young meminta supir taksi agar menurunkannya disini.
Oh Young seperti hendak menggunakan tongkatnya tetapi mengurungkannya. Pada saat itu dia melihat suara lonceng kecil dan merasa mengenali suara lonceng itu. Seorang pemuda dengan setelan biru sedang menaiki sepeda dan melewati Oh Young. Dari kalung lonceng dilengan pria itu semestinya adalah Oh Soo (masih hidup ?) . Lalu pemuda itu berhenti sejenak dan sempat memandang Oh Young sekilas. (Tampilan video mulai sengaja dibikin blur)


Di desa , Jinsung tampak kesal melihat Heesun sedang dibonceng oleh pria lain dan ini sudah ketiga kalinya.  Heesun malah sengaja menggodanya . Mereka mendadak membahas hendak membawa bunga apa ketempat Oh Soon anti. Wajah Jinsung tampak berubah dan menjawab singkat , dan mengatakan akan membawa bunga yang mirip Oh Young . Heesun tampak setuju .
Oh Young masuk kesebuah café . Seorang pelayan wanita menyambutnya dan sudah mempersiapkan tempat untuk Oh Young di area outdoor. Pada saat itu sebuah lukisan bunga yang khas (sepertinya lukisan karya Oh Soo). Oh Young duduk dimeja dan pelayan datang membawakan teh . (Pelayan itu hanya keliatan tangan saja dan terlihat mengenakan gelang kado ultah Oh Young untuk Oh Soo). Oh Young kemudian menikmati suguhan tehnya.
Oh Young kemudian berbicara ……kepada pelayan pria yang sedang berdiri dekat railing pagar .


TAMAT

Sinopsis Lengkap That Winter The Wind Blows (2013) [Episode 1] [2] [3] [4] [5] [6] [7] [8] [9] [10] [11] [12] [13] [14] [15] [16-Tamat]





(bentara.asia)

0 comments:

Post a Comment