Wednesday, April 3, 2013

Sinopsis : That Winter The Wind Blows – Episode 15

Standard


Dirumahnya , Oh Young sedang bernostalgia menyaksikan ulang film yang pernah ditonton bersama Oh Soo. (menonton dengan pendengaran saja ? )  Oh Young tersenyum sendiri menikmati film itu dan menikmati pula kenangan indah bersama Oh Soo.

Sementara itu Oh Soo sedang sibuk mencari player-player besar dalam perjudian mendatang bersama Boss Kim. Tiba-tiba gelang lonceng yang merupakan kado ultah dari Oh Young berbunyi. Oh Soo jadi sedih kembali dingatkan pada kenangan bersama Oh Young. Oh Young dan Oh Soo secara bersamaan sedih ditempat mereka masing-masing.

Jinsung bertemu dengan Boss Kim dan bernegosiasi. Boss Kim mengatakan bahwa sudah sepakat terlebih dahulu dengan Oh Soo untuk tidak menyertakan Jinsung dalam perjudian mendatang. Boss Kim berdiplomasi bahwa tidak bisa membayangkan Oh Soo bisa bermain tanpa Jinsung. Akhirnya Jinsung melakukan satu kesepakatan lain diluar pengetahuan Oh Soo. Setelah Jinsung pergi , anak buah Boss Kim memperlihatkan foto Jinmi pada Boss Kim yang kemudian tersenyum licik . Diam-diam Namjae memperhatikan mereka.
Ditempat lain , Oh Soo sedang membonceng Heesun . Pikiran Oh Soo sepertinya tidak konsentrasi dan Heesun pun merasakan Oh Soo seperti patung yang sedang mengemudikan motor. Ternyata mereka hendak minum soju berdua disuatu tempat . Soo menuangkan soju berkali-kali pada Heesun dan mereka saling bersulang.

Di kebun kaca pada malam hari , Pengacara Jang melaporkan pada Oh Young bahwa Oh Soo tidak mengambil uang yang diberikan. Pengacara Jang juga berkata bahwa dia merasa bahwa Oh Soo benar-benar menyukai Oh Young. Oh Young seperti tidak berminat membahas hal itu lebih jauh. Pengacara Jang mencari basa-basi lain untuk mengalihkan pembicaraan . Dia berminat menyiramkan bunga untuk Oh Young . Oh Young menolak dan hendak menyiramnya sendiri pasca operasi. Oh Young juga merasa badannya demam dan meminta waktu operasinya diundur sehari. Pengacara Jang jadi menduga jangan-jangan Oh Young memang tidak berniat untuk diperasi.
Oh Young membahas pekerjaan Pengacara lain yang sedang menangani kasus pembunuhan tetapi Pengacara Jang memang seperti malas mengurus pekerjaannya sendiri . Oh Young jadi menegur Pengacara Jang agar memikirkan pekerjaannya juga , karena tak mungkin juga Jang berada disisinya terus menerus.
Ditempat minum , Heesun kembali penasaran kenapa Oh Soo tidak mengambil uang yang sudah dipelupuk mata. Apakah Oh Soo ingin terlihat keren (jaim) ? Heesun juga mempermasalahkan pengorbanannya selama ini dalam membantu Oh Soo. Oh Soo tentu saja tahu pengorbanan Heesun selama ini. Oh Soo malah terus tersenyum dan membuat Heesun semakin jengkel mengira Oh Soo hendak membuat kain menjadi handuk. Heesun berpendapat bahwa jika orang menjadi pembunuh maka berlakulah sebagai pembunuh , dan jika menjadi hitam berlakulah seperti hita , bagi Heesun , tingkah Oh Soo sangat membingungkan. Oh Soo malah mengamini , bahwa jika dirinya menjadi pembunuh sampai akhir kenapa malah harus jatuh cinta ? Heesun semakin kehabisan akal menghadapi Oh Soo yang tak menentu ini. Oh Soo menjelaskan bahwa dia meninggalkan rumah keluarga Oh dengan menyisakan wibawa karena masih mencintai Oh Young dan berharap bertemu kembali suatu saat . (status quo maksudnya , itu sebabnya Oh Soo juga tidak mencoba menjelaskan dan meminta maaf pada Oh Young atas perbuatannya) . Setelah itu Oh Soo mewek di depan Heesun. Heesun bohwat (kehabisan akal) menghadapi Oh Soo. (Lah Oh Soo jadi curhat ?) Oh Soo menyesal seharusnya sejak awal tidak membuat Oh Young jatuh cinta kepadanya.
Beberapa hari kemudian Oh Soo berusaha menelepon Oh Young tapi tidak mendapat tanggapan. .

Sementara itu Heesun khawatir Jinsung kembali terjerumus ke dunia perjudian . Jinsung berusaha menenangkan Heesun. Heesun memeluk Jinsung sambil terus menduga hal buruk yang akan dilakukan Jinsung. Jinsung menegaskan bahwa ini hal terakhir yang akan dia lakukan dan setelah selesai maka Jinsung akan kembali ke desa. Oh Soo datang memecah suasana mesra mereka berdua . Heesun tahu Oh Soo hendak membicarakan sesuatu dengan Jinsung dan akhirnya pergi duluan.
Oh Soo mengatakan bahwa tidak ada lagi pembicaraan antara dirinya dengan Boss Kim. Oh Soo mendesak Jinsung apakah Jinsung benar-benar mengerti dan tidak ikut campur dalam masalah kali ini. Jinsung merasa lebih tenang karena Moochul tidak akan ikut campur dalam masalah perjudian kali ini. Dua karib ini terlihat seperti punya rencana masing-masing.

Ditempat lain , Sekretaris Wang memandang dari kejauahn orang tuanya yang sudah renta tetapi terlihat masih mesra dan hidup bahagia.
Di rumah keluarga Oh , Oh Young sedang sarapan bersama Pengacara Jang , Mira ,  Jongtae dan isterinya . Ternyata Pengacara Jang yang sengaja memanggil teman-teman Oh Young karena tak bisa memakan apa yang disuguhkan oleh pelayan rumah dan akhirnya Pengacara Jang memasak sendiri. Ternyata masakan Pengacara Jang disukai oleh semua. Oh Young kemudian mengingatkan Pengacara Jang untuk mengurus pekerjaannya ditempat lain. Pengacara Jang tampak enggan tetapi akhirnya setuju pergi setelah Oh Young masuk rumah sakit.
Oh Soo menemui Dr Sunhee dirumah sakit. Oh Soo terkejut mendengar Oh Young mengundurkan jadwal operasinya sehari. Disisi lain , Dr Sunhee juga menanyakan kabar mengenai Moochul . Melihat respon Oh Soo , Dr Sunhee menyimpulkan Oh Soo tidak tahu bahwa kondisi Moochul sudah kritis. Tak lama Oh Soo berlalu , Namjae menyampaikan pesan Moochul untuk meminta obat peredam rasa sakit sembari menitip pesan pada orangtua mereka. Dr Sunhee terlihat jengkel dan menegaskan bahwa dirinya bukan perawat Moochul , lalu  tidak menghiraukan Namjae.
Oh Soo kembali mencoba menelepon Oh Young tetapi tetap tidak diangkat. Oh Soo berusaha mengirim pesan via ponselnya tetapi mengurungkannya. Oh Soo semakin diingatkan pada Oh Young ketika dijalan selalu bertemu dengan gadis buta . Oh Soo akhirnya bertemu kembali dengan gadis buta tersebut di tempat menunggu bis. Oh Soo akhirnya ikut naik bis dan membantu gadis buta terserbut. Bus itu melaju dan ditengah perjalanan Oh Soo melihat Oh Young sedang bersama dengan Mira dkk . Oh Soo menatap Oh Young dan kawan-kawan dari jendela bis untuk sesaat.

Bus melaju sesaat membahwa Oh Soo pergi. Oh Soo tampaknya tidak bisa menekan kerinduannya , akhirnya keluar dari bus dan menyusul Oh Young dkk. Oh Young mengintai acara makan Oh Young bersama temannya . Dari tempat duduknya , Oh Soo bisa dengan puas mengamati wajah Oh Young dengan diam-diam. Oh Soo juga menumpang taksi untuk mengikuti taksi yang membawa Oh Young dan Mira. Disuatu titik , Oh Soo akhirnya memerintahkan supir taksi untuk mengejar taksi Oh Young sampai posisi taksi itu berjajaran , dan Oh Soo bisa kembali mengamati dalam-dalam wajah Oh Young dari taksi yang berbeda. Mira tampaknya menyadari Oh Soo tetapi taksi yang membawa Oh Soo sudah mendahului taksi mereka.





Mira kemudian melihat Oh Soo turun dari taksi dan berjalan dengan arah yang berlawanan. Mira bertanya pada supir taksi sejak kapan taksi lain mengikuti taksi mereka. Supir taksi tidak mengetahuinya. Mira akhirnya memberitahu Oh Young bahwa telah melihat Oh Soo . Oh Young bertanya balik pada Mira apakah Oh Soo keliatan baik-baik saja.

Moochul menemui Heesun di toko bunganya. Heesun tampak antipati dengan Moochul
Heesun  : “Apakah kau orang yang paling menyedihkan didunia ini , lebih dari aku yang kehilangan kakakku ? Lebih dari orangtuaku yang kehilangan puteri mereka ? Kau merasa yang paling menderita sedunia ? Sungguh lucu. Kau hanya kehilangan cinta sepihakmu , tetapi kau bertingkah sebagai pria yang paling sial sedunia. Bagaimanapun aku mencoba , tetapi aku tetap tak bisa memahamimu , sungguh. ”
Moochul : “ Itu sebabnya aku mencoba untuk memahami diriku sendiri. “
Heesun : “ Apa ?”
Moochul : “ Kau dan seluruh dunia tak bisa memahamiku.Aku akan memahami diriku sendiri. Didunia ini bukan aku satu-satunya orang yang kehilangan wanita yang dia cintai. Didunia ini banyak pria yang ditolak cintanya , pria yang hidupnya kacau karena keluarganya miskin . Jika kau melihat dunia ini ada banyak yang seperti mereka. Hal seperti ini bukan hanya terjadi pada diriku.”
Heesun : “Kau sudah dewasa ? “
Moocuhul : “Tapi Heesun…aku juga ingin hidup dengan baik.” (Moochul s) Diusia enam belas tahun , ibuku , ayahku dan adik-adiku , delapan nyawa berada ditanganku , kakamu yang senyumnya indah , dia menangis dan mati dihadapanku. Sulit menerima kenyataan itu. Jika aku terlahir kembali , aku tak ingin hidup seperti ini. Tetapi bagaimanapun bagiku , inilah akhir bagiku. Heesun ….walaupun semua orang didunia ini mengutukku , cara hidupku yang seperti ini , aku ingin memahami karena aku tak punya pilihan selain hidup sebagai orang bodoh. Karena jika bahkan aku tak memahami diriku sendiri , maka aku akan tampak sangat menyedihkan. “ (Setelah uraian panjang lebar , Oh Soo mencium bunga dan merasakan harumnya bunga. )
Heesun : “Apa kau sakit ? Wajahmu tampak aneh , pergilah kerumah sakit , kau tampak kurang sehat.”
Moochul tampak tak mempedulikan ucapan dan anjuran Heesun.
Diluar Namjae sudah menunggu bossnya. Namjae menganjurkan Moochul untuk kerumah sakit . Moochul tampak tidak mengacuhkan Namjae. Namjae berusaha menghentikan langkah bossnya . Namjae : “Soo tidak tahu apa tujuanmu , demikian juga dengan Heesun dan Jinsung pun tidak tahu bahwa kau selama ini melindungi mereka , kalau tidak pasti Jinsung dan Oh Soo sudah mati ditangan Boss Kim. Bahwa kau melindungi mereka selama ini……” . Moochul tetap pergi meninggalkan Namjae . Sementara itu Namsik diam-diam terus membuntuti Moochul.

Disebuah ruangan , Oh Soo sedang menatap tajam . Tampaknya ada banyak orang penting didunia hitam dan Oh Soo sedang bernegosiasi. Seorang yang tampak pemimpin diantara mereka mulai berbicara . Orang itu menegaskan bahwa kecuali Oh Soo mau sedikit mengalah , mereka tak akan mau berjudi dengannya. Orang itu tahu bahwa Boss Kim suka bermain curang.

Oh Soo : “Baik . Lakukan seperti itu. Kasino punya Boss Kim dan kalian yang jadi bandarnya. Dan kartunya kalian yang bawa agar tidak ada yang merasa dicurangi.
X : “Kasinonya juga diganti . Disini.”
Oh Soo : “Itu tak bisa . Aku harus memenangkan uang kalian juga , tetapi , tujuanku adalah menginjak Boss Kim. Jika Boss Kim tidak ikut , uang yang akan kalian menangkan menjadi sedikit. Bukan begitu ? ”
X : “Baik , setuju.”
Oh Soo : “Katakan pada Boss Kim bahwa semua peraturan permainan , kalian yang menentukannya. Jika dia menolak , bilang padanya untuk lupakan saja perjudian ini. Ini semakin menarik. Benar kan ? ”
Orang-orang itu tampak setuju dengan ide Oh Soo dan Oh Soo pun meninggalkan ruangan itu dengan wajah penuh percaya diri.
Dikamarnya , Oh Young sedang tidur bersama Mira tetapi tampaknya Oh Young tidak bisa tidur.

Sementara itu ditempat lain Sekretaris Wang sedang membaca sebuah buku dan berusha menulis surat dengan huruf Braille . Isi pesannya : “ Perasaan ingin saling bertemu tertahan dalam hati kita. Mungkin lebih baik hidup jauh terpisah satu sama lain hingga akhir. Dengan demikian , kapanpun itu ….dengan harapan yang ada , maka kita bisa hidup terus.” Sedang asik menulis surat dengan tekun , ponsel Sekretaris Wang berdering. Ternyata dari Oh Young .
Sekretaris Wang : “Apa yang terjadi , Oh Young ? Oh Young ? “
Oh Young : “……….”
Sekretaris Wang : “ Oh Young , kau ………apa ada yang salah ? “
Oh Young : “Seharusnya kau tak berkata seperti itu . Orang yang mengusirmu dari rumah dan kemudian menghubungimu tengah malam begini . Kau bahkan tak mengutuk (aku) dan masih dengan nada peduli bertanya apa yang terjadi . Jika kau bertanya begitu padaku , lalu aku harus menjawab apa ? “
Sekretaris Wang : “Kenapa ? Apa kau susah tidur ? Apakah kau takut dengan operasi besok. “
Oh Young : “Sedikit. Apa yang kau lakukan sendirian setiap hari ? Jangan berbohong dan bilang kau ada dirumah. Kau tak bisa pulang kerumah karena ayahmu keras kepala. Katakan padaku. Apa yang kau lakukan sendirian setiap harinya. “
Sekretaris Wang : “Kenapa kau mengatakannya seperti itu , tak ada yang bisa kukatakan. Aku sudah terbiasa berbohong. ”
Oh Young : “Benar-benar hidup yang menyedihkan.”
Sekretaris Wang : “Aku pasti berumur panjang melihatmu bercanda seperti ini. Tidurlah . Setelah operasi selesai , telepon lagi aku seperti ini , yah ? ”
Oh Young : “Kututup yah .”
Mereka berdua berbincang via ponsel dengan mata berkaca-kaca. Oh Young setelah itu masuk kamar yang pernah ditinggali oleh Oh Soo . Dia menyentuh parfum di chest furniture bergaya neo-klasik dan mengenang kehadiran Oh Soo . Oh Young mencoba tidur di ranjang Oh Soo dan mengenang kembali bagaimana salah satu tangan Oh Soo menjadi bantal gulingnya. Oh Young mengenang kenangan indah mereka bersama sampai akhirnya menyadari bahwa itu hanya ilusi , bahwa dia sedang sendirian saja.
http://hansinema.files.wordpress.com/2013/05/that-winter-the-wind-blows-15-20.jpg

Ditempat lain lagi , Heesun hendak ikut dengan Jinsung ke rumah sakit tetapi Jinsung khawatir Heesun akan kembali meminta uang pada Oh Young .
Mira yang mulai cemas berlari panic sambil berusaha menelepon Oh Young , tetapi tidak berhasil. Mira mulai menangis karena khawatir akan keselamatan Oh Young dan mencoba menyetop taksi agar bisa kembali dengan cepat. Ditempat lain Pengacara Jang juga terjebak macet dan terus berusaha menelepon Oh Young tapi sia-sia.

Dirumah sakit Oh Soo semakin cemas setelah tahu Oh Young sendiri yang mengundurkan jadwalnya. Pada saat itu Oh Young menelepon Oh Soo.
Oh Soo :”Oh Young.”
Oh Young : “Hai.”
Oh Soo : “Iya. Hai .”
Oh Young : “Aku tak menjawab teleponmu , jadi aku meneleponmu kembali. Aku juga penasaran ingin tahu kabarmu.”
Oh Soo : “Ya . Tapi kau sedang dimana Young ? Bukannya kau hari ini seharusnya masuk rumah sakit? “
Oh Young : “Benar , sekarang aku sedang dirumah sakit.”
Oh Soo : “Tidak , justru aku yang sedang dirumah sakit. Kau dimana ? ”
Oh Young : “……….. kau memergokiku. Aku dirumah. Tiba-tiba aku takut berbaring untuk dioperasi . Membayangkan terbaring diatas meja bedah yang dingin , seorang diri , sangat menakutkan. Tapi jangan khawatir , sekarang Pengacara Jang sedang dalam perjalanan. Aku akan segera pergi kerumah sakit. Bel rumah berbunyi , Pengacara Jang sudah datang.  ”
Dr Sunhee (sedang berdiri disamping Oh Soo) : “Pengacara Jang menelepon bahwa dia bilang tidak bisa menghubungi Oh Young.”
Oh Soo : “ Young , Young , apa kau sudah menonton videonya ?” (Oh Soo mulai berlari kencang meninggalkan rumah sakit )
Oh Young : “Tidak.”
Oh Soo : “Oh Young , Video itu berisi segala hal yang ingin kusampaikan padamu . Young pergilah kerumah kaca . “
Oh Young : “Tidak ada lagi yang perlu kudengar darimu. Sudah kubilang aku memahamimu.”
Oh Soo : “ Walau tak ada yang ingin kau dengar , tetapi masih ada yang ingin kukatakan. Oh Young , teleponnya jangan ditutup , dengarkan aku. ”
Oh Young : “………” (Teleponnya ditutup)
Oh Soo berlari kencang lagi meninggalkan rumah sakit dan berusaha mencari taksi. Tetapi tidak ada taksi dan Oh Soo terus berlari sampai pinggir jalan. Moochul datang membawa mobilnya tepat dihadapan Oh Soo.
Sementara itu Oh Young menuruni tangga dan memasuki dapur. Tampaknya dia sedang mencari pisau yang berada diatas island.
Moochul keluar dari mobil dan langsung menghajar Oh Soo . Oh Soo masih minta maaf karena ada urusan penting jadi tak sempat bicara . Moochul kembali menghajarnya , lagi dan lagi . Oh Soo terpaksa harus membela diri dan mendorong balik Moochul kearah moncong mobilnya.

Oh Soo : “Sudah kubilang kita bicarakan urusannya nanti !!! Nanti!! Oh Young dalam bahaya dan jika aku tak pergi sekarang maka Oh Young akan ……..”| (dengan mata melotot sangking marahnya)
Moochul : “Kalian berdua sangat serasi . Cinta yang kalian miliki , aku selalu bertanya apakah ada namanya cinta didunia ini . Ternyata cinta itu benar-benar ada. (Moochul tampak kepayahan dan kondisi fisiknya lemah tanpa pukulan Oh Soo sekalipun). …”Seperti saat aku pertama bertemu denganmu., aku ingin mengucapkan perpisahan terakhir.
Giliran Oh Soo yang kaget dengan pernyataan Moochul. Moochul malah menyerahkan kunci mobilnya. Moochul berjalan dengan kepayahan dan sepertinya kondisi tubuhnya sudah sangat kritis (tetapi sejak dulu menolak mendapat perawatan yang ditawarkan kakaknya) . Sementara Oh Soo mengambil kunci yang ditawarkan Moochul dan segera melarikan mobil Moochul .
Sebuah mobil mendekati Moochul dengan lampu yang terang menyilaukan. Orang itu turun dari mobilnya dan langsung menusuk perut Moochul yang memang sudah kepayahan.

Oh Soo terus mengendarai mobil milik Moochul . Dalam hatinya Oh Soo berkata : “Aku harus mengatakan ini pada Oh Young . Maafkan aku . Aku mencintaimu dan kita belum berakhir. Mari bertemu lagi. Walau hanya kebetulan , untuk sekali saja , aku sangat berharap bisa menemuimu. Meskipun aku tak bisa mengatakan semuanya karena akan tampak seperti beralasan. “
Oh Young sedang menyirami dirinya dengan air , dan mempersiapkan tangannya untuk……?” Pada saat itu Oh Soo sudah sampai kerumah keluarga Oh dan terus berlari sambil berjanji pada dirinya sendiri agar mengatakan hal-hal sudah dipikirkan sebelumnya ketika menyetir . Bagi Oh Soo , Oh Young adalah alasan terakhir yang membuatnya ingin hidup seperti manusia.
Darah kental mengalir pada lengan telapak tangan Oh Young , kemudian menetes demi setetes kedalam genangan air menimbulkan riak kecil dan hanyut perlahan-lahan. Oh Soo sudah sampai kedalam rumah dan melihat Oh Young sudah pingsan kehabisan darah. Oh Soo berusaha menyadarkan Oh Young dengan mengguncang badannya tetapi tidak berhasil . Oh Soo semakin panik .
Tinggal satu episode lagi . Apakah Oh Young akan mati ?

Sinopsis Lengkap That Winter The Wind Blows (2013) [Episode 1] [2] [3] [4] [5] [6] [7] [8] [9] [10] [11] [12] [13] [14] [15] [16-Tamat]


0 comments:

Post a Comment