Monday, April 29, 2013

Sinopsis : Gu Family Book – Episode 7

Standard


Luka-luka yang dideritanya berangsur-angsur pulih dan jari-jarinya muncul cakar yang menyeramkan bagaikan seekor serigala. Yeowool sudah menyusul dan terpana melihat kenyataan yang diduganya . Ternyata Kangchi seorang monster.

Kangchi dalam wujud siluman mulai beraksi untuk menghabisi pengepungnya. Yeowool mulai ketakutan melihat pembantaian dan wujud Kangchi ini.
Yeowool melarikan diri dari tempat pertempuran . Demikian paniknya sampai Yeowool menabrak Gon yang sedang mencarinya. Gon penasaran apa yang sesungguhnya terjadi ? Yeowool menyebutkan ada sesuatu hal buruk yang terjadi. Gon dan Yeowool mendengar jeritan kesakitan dari kejauhan.


Kangchi dalam wujud siluman , kekuatannya menjadi berlipat ganda dan tak sadar sepenuhnya. Kangchi membantai para pengawal Pejabat Gwan yang mengeroyoknya , mencabik-cabiknya hingga tewas berguguran.
Dalam keadaan masing linglung , Kangchi berjalan dengan teringat satu tujuan , yakni menyelamatkan Chungjo. Apa daya Kangchi pun mengalami kelelahan dan jatuh pingsan. Hujan deras turut mewarnai malam yang mengerikan ini.
***
Bagaimana dengan nasib Chungjo ?
Chungjo mengulang kisah Seohwa (ibunya Kangchi) sebagai seorang gadis dari keluarga terhormat yang menolak untuk masuk Gisaeng. Rumah gisaeng istana masih dipimpin oleh Madam Chun.
Madam Chun mengingatkan bahwa Chungjo adalah putri penjahat dan tidak ada pilihan lain selain menjadi gisaeng. Madam Chun merasa masalah benar atau salahnya Tuan Park bukan urusannya . Tanggung jawab Madam Chun adalah mendidik calon gisaeng yang dikirim ke rumah itu. Tapi tentu saja sikap ngotot Chungjo mengingatkan Madam Chun pada Seohwa puluhan tahun silam.

Sebagaimana Seohwa dahulu , Chungjo pun diikat di pohon “rasa malu” karena membangkang. Chungjo tidak berdaya selain menangis mengenang mendiang ayahnya.  Kepala pelayan rumah gisaeng pun bingung karena sejak insiden Seohwa , baru kali ini Madam Chun kembali memerintahkan seorang gadis untuk diikat dipohon itu.
***

***
Gon menjumpai Yeowool sudah tidak berada dikamarnya saat pagi hari.
Ditempat lainnya , Kangchi mulai siuman dan berjalan sambil menahan sakit. Kangchi secara samar-sama teringat insiden kemaren malam dan mencoba kembali ke tempat pembantaian. Saat kembali Kangchi tidak menemukan apa-apa dan mulai curiga dirinya hanya bermimpi buruk saja.
Rahib Sojung muncul dan memberikan penjelasan bahwa Kangchi adalah setengah manusia – setengah mahluk gaib . Kangchi terkejut kalau ayahnya ternyata siluman. Sojung menegur agar Kangchi lebih sopan karena ayahnya sebenarnya mahluk suci penjaga gunung ini selama seribu tahun.
Rahib Sojung menyesalkan sikap Kangchi yang tidak mau bersabar menunggu 10 hari. Padahal jika Kangchi sabar maka dirinya akan berubah menjadi manusia seutuhnya.  Sojung meminta Kangchi tetap berada digunung-hutan ini sambil mencari cara untuk mengendalikan kekuatannya.

Kangchi tidak menerima kenyataan kalau dirinya setengah siluman dan mulai emosi dengan mencekik kerah jubah Sojung. Pada saat itu fisik Kangchi sedikit berubah dimana cakar di jarinya keluar dan matany berwarna hijau.
Kangchi hendak kembali menjadi manusia dan menyodorkan manik-manik merah seraya bertanya apakah cukup dengan gelang itu untuk kembali jadi manusia ? Sojung diam tak bergeming sampai Kangchi bersujud memohon agar Sojung membantunya mengembalikan dirinya jadi manusia.  Yeowool dari kejauhan menyaksikan mereka berdua.
***
Chungjo melalui hari yang menyakitkan dengan tubuh terikat dan hanya mengenakan baju dalam. Dia menjadi sasaran pandangan masyarakat sekitar yang terkesan menghina. Chungjo kembali berharap dalam hati agar Kangchi datang untuk menyelamatkannya .
Orang yang ditunggu Chungjo sedang galau karena identitas barunya sebagai setengah siluman. Kangchi merenung sambil menatap cerminan dirinya di permukaan air.
Chungjo akhirnya pingsan dan dibawa masuk ke rumah gisaeng. Saat siuman , Chungjo langsung menyantap bubur dengan lahapnya. Madam Chun menegur apakah Chungjo kini mengerti betapa pentingnya kehidupan ? Apa Chungjo masih memelihara harga diri sebagai gadis terhormat ?
Madam Chun memperingatkan kalau Chungjo tidak merubah pandangannya akan kembali diikat ke pohon “rasa malu”. Chungjo terdiam sambil memakan bubur dan menangis.
***
Yeowool membuntuti Kangchi dan Sojung sampai ke goa di Taman Cahaya Rembulan. Terlihat Sojung sedang menyodorkan makanan untuk Kangchi.
Kangchi yang sedang galau menolak untuk makan. Sojung jengkel karena sudah tiga hari Kangchi mogok makan.
Yeowool menjadi tidak tahan untuk menghampiri dan langsung menggeplak kepala Kangchi dari belakang.  Kangchi secara reflek menoleh dengan ekspresi marah. Tetapi tak lama Kangchi melongo menyadari Yeowool datang .

Yeowool langsung mengomeli Kangchi yang tak mau makan. Kangchi bingung kenapa Yeowool tidak merasa Kangchi itu aneh (sebagai setengah siluman). Yeowol merasa hanya mata Kangchi saja yang berubah warna dan heran kenapa Kangchi jadi enggan hidup hanya karena seperti itu.
Yeowool kembali menyodorkan makanan. Kangchi kembali menolak untuk makan. Yeowool jengkel dan kembali memukul kepala Kangchi. Yeowool mengeluhkan Kangchi yang lemah hanya karena masalah kecil.

Kangchi merasa bukan masalah kecil lagi karena dirinya berubah menjadi monster. Yeowool kembali mengingatkan toh Kangchi masih hidup. Menurut Yeowool , Kangchi tidak akan menemukan solusi dengan hanya bersedih saja.
Kangchi makin jengkel. Yeowool kembali mengingatkan kalau Kangchi tetaplah Kangchi apapun yang terjadi.
Kangchi mengeluh kalau dirinya tidak ingat persis apa yang terjadi kemaren malam dan berapa orang yang dibunuh. Kangchi hanya ingat kalau tubuhnya menjadi panas seperti dibakar api dan tulang seperti hancur. Kangchi mengaku dapat mendengar dan mencium apapun.
Yeowool menghibur kalau Kangchi tetaplah Kangchi. Seorang monster tidak akan bersedih seperti Kangchi sekarang ini. Kangchi tampak tersentuh dan bola matanya kembali menghitam normal. Sojung dan Yeowool terkejut melihat perubahan di matanya. Tetapi tak lama bola mata Kangchi kembali berubah menjadi hijau.
Sojung jadi teringat pernah memberikan ramalan agar Yeowool menghindari takdir . Apa maksudnya Yeowool dan Kangchi ?
***


***
Kangchi berjuang melawan dirinya sendiri , sisi manusia versus sisi siluman. Kangchi juga merasakan kesakitan akibat dampak perubahan wujud terus menerus sampai Kangchi mengaduh kesakitan dan meminta pertolongan.
Yeowool yang berada diluar tidak tega mendengarnya dan berharap agar Kangchi bisa bertahan. Sojung meminta Yeowool untuk tidak ikut campur kali ini.
Didalam gua , sisi siluman dalam diri Kangchi memenangkan pertarungan . Muncul nafsu membunuh dari Kangchi yang mulai beringas. Penampilan Kangchi kali ini lebih mirip iblis.
Sojung menyadari gejala bahaya dan meminta Yeowool untuk meninggalkan gunung ini. Yeowool tidak ada pilihan untuk segera kabur pergi.
Yeowool segera kembali ke markas ayahnya dan melaporkan perkembangan yang terjadi.
Sementara itu di gua , Rahib Sojung tidak berhasil mengatasi Kangchi yang beringas. Bahkan nyawa Sojung hampir terancam. Sojung memaklumi bahwa keberingasan Kangchi ini akibat akumulasi darah siluman yang tertahan selama 20 tahun dan menunggu untuk dilampiaskan.
(Ditempat lain Chungjo dalam bahaya karena digiring untuk menemui Pejabat Gwan.)
Kangchi dalam wujud yang beringas turun gunung menuju kota. Gon datang menghadangnya. Kangchi masih bisa menahan gejolak liarnya dan tidak ingin bertarung dengan Gon. Tetapi Gon bersikeras menghadangnya sehingga pertarungan Gon versus Kangchi tidak terhindarkan.
Gon tentu saja bukan tandingan bagi Kangchi dalam wujud siluman. Gon hampir saja celaka kalau Rahib Sojung tidak muncul disaat yang tepat melemparkan gelang ke lengan Kangchi.
Kangchi berangsur-angsur kembali dalam wujud manusia normal. Kangchi berusaha melepaskan gelang pusaka itu. Rahib Sojung mendekat dan memberikan pilihan apa Kangchi tetap ingin menjadi siluman atau tidak ? Kangchi walaupun ragu-ragu akhirnya menyerah.
***
Madam Chun kaget mendengar laporan bahwa Chungjo menuju kamar dimana Pejabat Gwan berada. Chungjo sendiri sedang didampingi salah satu gisaeng senior bernama Wolsan.
Wolsan memaksa agar Chungko memberikan hormat dalam posisi berdiri di luar pintu ruangan. Kali ini Pejabat Gwan bersikap lunak dan memaklumi sikap Chungjo.
Pejabat Gwan dengan jiwa cabul berdiplomasi bahwa untuk menikmati sebuah minuman  , maka harus melihatnya dulu , kemudian mencium dan baru menikmati rasa minuman itu. Rupanya Pejabat Gwan mengibaratkan tubuh molek Chungjo sebagai minuman. Sungguh cabul penjabat yang satu ini.
Chungjo merasa terancam oleh perkataan Pejabat Gwan dan mulai ketakutan. Chungjo memohon agar kembali ke kamar. Wolsan tidak mengijinkan dan malah menamparnya. Wolsan dengan arogan merasa dirinya adalah gisaeng terbaik dirumah gisaeng ini.
Wolsan hendak menampar Chungjo sekali lagi tetapi Madam Chun muncul dan menghentikan aksi Wolsan. Madam Chun menjelaskan pada Pejabat Gwan bahwa Chungjo belum resmi sebagai gisaeng dan belum melalui pelatihan sehingga tidak pantas berada diruangan itu. Madam Chun langsung menyuruh pelayannya untuk membawa Chungjo pergi.
Pejabat Gwan memperingatkan agar Madam Chun tidak mengulangi kesalahan yang sama seperti insiden Seohwa 20 tahun lalu.
Chungjo sementara itu sudah aman dan hanya bisa merasakan dendam sekaligus ketakutan yang amat sangat.
***
Kangchi diikat dan digiring untuk menghadap Polisi Dam. Kangchi memprotes diperlakukan seperti penjahat.
Polisi Dam menenangkan bahwa pihaknya tidak ingin mencelakakan Kangchi dan malah hendak membantunya. Kangchi tidak percaya dan minta dilepaskan.
Polisi Dam mengambil keputusan aneh , yakni menyerahkan Kangchi ke pihak kepolisian. (Agak membingungkan posisi Tuan Dam saat ini karena di awal drama ini menjabat sebagai polisi berpangkat tinggi. Apakah Tuan Dam sudah pensiun ? )
Yeowool tidak percaya ayahnya bisa setega itu menyerahkan Kangchi pada polisi yang korup dan berada dalam kendali Pejabat Gwan. Polisi Dam menenangkan anaknya bahwa memang itulah rencana dari Jendral Lee.
***

Pagi hari Kangchi sudah berada di tangan kepolisian lokal. Ada begitu banyak saksi mata yang ikut menonton termasuk Bongchool dan para warga , dan juga Yeowool bersama Gon. Pejabat Gwan juga ikut mengawasi dari ruang yang tidak begitu kelihatan dari luar.
Kapten Polisi dengan gaya sok berwibawa langsung bertanya. “Apa kau tahu kejahatan yang kau lakukan ? ”
“Tidak tahu. Kejahatan seperti apa ? ”
“Kau membunuh Tuan Park . Kau juga membebaskan Taeseo dan membunuhi para prajurit. Kejahatanmu itu pantas untuk diganjar dengan hukum mati.!!”
“Apa ? Hukuman mati ? Aku senang menyerahkan nyawaku tetapi aku ingin membunuh seseorang disini !!”
“Siapa?”
“Orang yang telah memfitnah Tuan Park dan menghancurkan keluarganya demi mengambil alih Penginapan Seratus Tahun ! Jika aku sanggup membunuhnya maka aku akan memberikan lebih dari sekedar nyata. ”
Kapten polisi sudah geram dan mengancam akan membunuh Kangchi langsung ditempat tanpa perlu dikirim ke penjara.  Tetapi Pejabat Gwan terprovokasi dan muncul di depan publik .
“Kau katakan kau akan memberikan lebih dari sekedar nyawamu ?” tanya Pejabat Gwan.

Kangchi mendadak beringas melihat musuh besarnya dan hendak menerkamnya. Para pengawal mencegah usaha Kangchi ini.
“Apa yang lebih berharga dari nyawamu ? ” lanjut Pejabat Gwan.
“Nafsuku untuk membunuhmu !! ”
“Sekedar keinginanmu saja ? Aku memberikan satu kesempatan untukmu untuk hidup dan berkerja untukku. Jika kau setia mengabdi padaku maka kehidupan mewah siap menantimu.” Pejabat Gwan meremehkan Kangchi.
“Aku tak butuh kekayaanmu yang hina itu !! Aku tak butuh apapun selain nyawamu !!”
“Sungguh disayangkan.” sahut Pejabat Gwan.
Kapten Polisi memerintahkan anak buahnya untuk menghabisi Kangchi. Sementara Kangchi pun sudah bersiap melepaskan gelang agar mendapatkan kekuatan siluman.

Yeowool hendak turun tangan tetapi dicegah oleh Gon.
Pada saat itu Jendral Lee muncul. Beliau demikian berwibawa dan merubah suasana pagi itu menjadi lebih angker.
Pejabat Gwan menghardik menanyakan siapa gerangan Jendral Lee itu. Jendral Lee memperkenalkan diri dan jabatannya sebagai seorang jendral dan mengaku telah mendapatkan laporan bahwa anak buahnya , yakni Kangchi , ditangkap dan karenanya Jendral Lee langsung datang kemari.

(Sejak kapan Kangchi jadi anak buah Jendral Lee? Tentu Jendral Lee punya alasan dan rencana sendiri. Tetapi kehadiran seorang jendral berpangkat tinggi tentu merubah posisi Kangchi )


0 comments:

Post a Comment