Tuesday, April 23, 2013

Sinopsis : Gu Family Book – Episode 06

Standard


Kangchi tidak bisa menahan kemarahannya lagi dan matanya berubah menjadi biru dan dengan ekspresi muka menyeramkan dia mengancam akan membunuh Pejabat Gwan.

Hubungan Kangchi dengan Tuan Park memang sangat mendalam. Tuan Park seorang pria yang bijaksana padahal dia sekaligus pengusaha terkaya pada jaman itu. Itu sebabnya Rahib Sojung pun “menitipkan” Kangchi kepada Tuan Park.


Dulu ketika Kangchi cilik marah karena dihina sebagai anak yang terbuang disungai. Tuan Park memperlihatkan kebijaksanaannya dengan menegur teman-teman Kangchi untuk tidak menghinanya lagi. Tuan Park berpandangan bahwa hubungan keluarga belum tentu harus sedarah , tetapi juga oleh cinta , cinta dalam pengertian luas tentunya. Tuan Park sudah menganggap Kangchi sebagai anaknya sendiri dan mengejek Kangchi sama dengan mengejek Tuan Park.  Kangchi sangat puas dan bersyukur memiliki Tuan Park. Sejak saat itu Kangchi sedemikian setia kepada Tuan Park dan sudah menganggap sebagai ayahnya sendiri, vice versa.
Kini, Kangchi melihat sendiri Tuan Park sekarat karena kejahatan Pejabat Gwan. Kangchi langsung menghantam sasaran sebelum dicegah oleh Rahib Sojung yang mendadak menampakkan diri. Dua kekuatan besar yang mistis saling bersikukuh dengan alasannya sendiri .

Rahib Sojung mencegah karena paham kalau sampai sifat alami Kangchi keluar maka tidak ada siapapun yang bisa menahannya dan malam ini akan menjadi pembantaian dari Kangchi yang berubah menjadi buas.  Tiba-tiba angin kencang mereda dan seluruh yang ada disitu melihat Kangchi sudah menghilang secara misterius.
Yeowool dan Gon hanya bisa mengamati dari atap sementara Taeseo meratap kematian ayahnya yang tragis.


***
Polisi Dam dan Gubernur Lee mendengar kabar kematian Tuan Park dan kekayaan Tuan Park yang besar pun masih tersimpan rapih dalam ruang rahasia , tidak ada seorangpun yang tahu kecuali Gubernur Lee , Polisi Dam dan Taeseo.
Pagi harinya , jenazah Tuan Park sudah berada diatas gerobak yang hina. Sungguh kontras dengan statusnya sebagai orang terkaya di Korea pada saat itu. Seluruh keluarga Park dan pengikutnya digiring keluar dengan paksa. Chungjo bahkan sampai terjatuh dan menerima tamparan dari salah satu petugas.
Sementara itu kabar mengenai keluarga Park sudah menyebar ke rakyat sekitar . Rakyat tidak percaya bahwa Tuan Park seorang penghianat. Rakyat melakukan protes keras sehingga memaksa petugas untuk mengultimatum agar rakyat diam atau akan dibunuh.
Ajaibnya , gerobak jenazah Tuan Park tidak mau beranjak walaupun didorong dengan empat orang sekalipun. Madam Yoon akhirnya berinisiatif untuk menyentuh jenazah suaminya dan memohon pada suaminya agar rela meninggalkan tempat itu. Akhirnya gerobak jenazah bisa bergerak dan seluruh Keluarga Park digiring untuk dipenjara.

***
Bahwa hukum bisa dijungkirbalikkan ternyata betul. Kangchi menjadi buronan tersangka pembunuh Tuan Park. Pejabat Gwan tentu menghindari resiko dianggap pembunuh seorang pria terhormat seperti Tuan Park dan menjadikan Kangchi sebagai kambing hitam.
Poster hadiah untuk penangkapan Kangchi pun disebar. Bongchool dkk termasuk yang tergiur dengan hadiah penangkapan Kangchi. Sementara rakyat yang sangat menghormati Tuan Park menganggap Kangchi tidak tahu diri karena tega membunuh ayah angkatnya sendiri. Rahib Sojung juga mengamati perkembangan dengan sedih .
***
Yeowool melihat perkembangan situasi dan ketidakadilan ini memutuskan untuk turun tangan. Gon keberatan karena berpendapat Yeowool harus melapor dulu pada ayahnya. Yeowool tetap bersikukuh karena jika mengikuti saran Gon semuanya akan terlambat.
Gon gelisah karena menyelamatkan Kangchi sama dengan mengundang bahaya bagi Keluarga Dam kelak. Yeowool tampak tidak peduli dan tetap hendak mencari Kangchi. Gon pun tak kuasa menghalangi niat Yeowool.
***
Keluarga Park dan para pengikutnya sudah sampai dipenjara . Sementara Taeseo sendiri akan di interogasi (tentunya sambil disiksa). Dapat dimengerti Taeseo yang bernasib paling buruk karena sebelumnya pernah memancing kemarahan Pejabat Gwan.
Madam Yoon tidak menerima kemalangan putranya ini dan memprotes keras. Malah Taeseo yang terpaksa menenangkan ibunya sendiri. Taeseo merasa akan baik-baik saja dan meminta ibunya tidak khawatir.
Seperti biasanya dalam drama kerajaan , Taeseo dibawah ke kursi penyiksaan untuk di introgasi. Komandan polisi muncul untuk memimpin interogasi. Aktor utamanya tentu Pejabat Gwan yang mengawasi dari ruang tertutup.
Keluarga Park dan para pengikut tak berdaya mendengar dari kejauhan teriakan tuan mudanya yang sedang disiksa. Yang paling terpukul tentu Madam Yoon mendengar anak yang dilahirkan dari rahimnya harus tersiksa seperti itu.
Madam Yoon memohon belas kasihan bagi Taeseo namun tidak digubris. Chungjo sibuk menenangkan ibunya agar tabah. Madam Yoon ikut merasa tersiksa mendengar jeritan penderitaan Taeseo sehingga akhirnya jatuh pingsan.
Chungjo mencoba tegar dan meminta seluruh pengikut keluarga Park untuk tabah dan jangan menangis. Chungjo dalam hati tinggal menggantungkan harapan pada pertolongan Kangchi. Satu-satunya orang yang diandalkan keluarga Park namun menghilang secara misterius.
***
Kangchi sedang berada di goa (tentu saja goa di Taman Cahaya Rembulan). Kangchi melihat keluar dan terheran melihat Rahib Sojung datang membawakan makanan untuknya.  Kangchi langsung bertanya bagaimana kabar Keluarga Park pada Sojung ? dan mengapa dirinya malah ada di goa ini ?  Kangchi kecewa pertanyaannya tidak digubris sehingga memutuskan untuk pergi.
Rahib Sojung berusaha mencegah dan mengatakan nasib Penginapan Seratus Hari tidak akan berubah walaupun Kangchi kembali. Rahib Sojung meminta agar Kangchi bertahan selama 10 hari di tempat ini.  Kangchi berang karena bagaimana mungkin mengabaikan keluarga Park yang telah membesarkan dirinya ?
Rahib Sojung juga mulai emosi karena usahanya selama ini tidak dianggap oleh Kangchi. Rahib Sojung mengingatkan kalau Kangchi tidak berada di penginapan tentu Tuan Park tidak akan mati dengan cara seperti itu.
Rahib Sojung mulai menyebut bahwa ini adalah harapan terakhir mendiang ibunya Kangchi . Kangchi tertegun.
***

Taeseo benar-benar babak belur. Sungguh disayangkan nasib tuan muda yang simpatik ini harus berakhir setragis itu. Pejabat Gwan datang menggodanya dengan mengungkit kenapa Keluarga Park tidak melaporkan Pejabat Gwan terlebih dahulu.
Sebelumnya Taeseo memang pernah melabrak Pejabat Gwan dan mengancam akan mengadukan ke aparat kepolisian . Tetapi Tuan Park ketika itu melarang karena menghormati Pejabat Gwan sebagai seorang asisten mentri. Pejabat Gwan terus menggoda karena keputusan Taeseo itulah yang membunuh ayahnya sendiri secara tidak langsung.  Taeseo hanya bisa memaki tanpa daya di kursi hukumannya.
Pejabat Gwan kembali ke ruangannya dan menerima laporan bahwa Kangchi tidak berhasil ditemukan. Pejabat Gwan rupanya lebih merasa terancam oleh Kangchi . Kepala Pengawal juga menjelaskan bahwa kekuatan misterius Kangchi mungkin berasal dari gelang yang dikenakannya. Pejabat Gwan sangat penasaran dengan Kangchi ini sehingga meminta para pengawal untuk menangkapnya hidup-hidup.
Setelah itu Pejabat Gwan menerima laporan dari komandan polisi bahwa proses interogasinya tidak menggembirakan karena tidak mendapatkan pengakuan sedikitpun dari mulut Taeseo. Pejabat Gwan tetap tenang karena merasa sudah memiliki barang bukti dan juga kambing hitam bernama Kangchi.
Pejabat Gwan juga memberikan petunjuk pada komandan bahwa Penginapan mewah itu bisa diambil alih jika ahli warisnya dibunuh untuk kemudian dibeli dengan harga murah. Tak cukup dengan itu , Pejabat Gwan juga memberikan iming-iming kenaikan pangkat pada sang komandan.
***
Taeseo dikembalikan ke penjara. Segenap keluarga Park dan para pengikut sangat terpukul melihat derita tuan muda mereka. Madam Yoon masih tak sadarkan diri sejak interogasi terhadap Taeseo dimulai. Dalam keadaan babak belur , Taeseo masih sempat menanyakan kabar Kangchi.  Semua mengira Kangchi melarikan diri dan menjadi salah satu penyebab kematian Tuan Park.
Bongchool dkk ditempat lain mulai mencari jejak Kangchi karena tergiur pada hadiah . Bongchool pun turut memanfaatkan fitnah yang tersebar bahwa Kangchi adalah pembunuh Tuan Park. Tingkah memuakkan Bongchool ini tidak luput dari pengawasan Gon dan Yeowool.
Gon seperti terus mengungkapkan keengganannya untuk ikut mencari Kangchi . Bagi Gon mencari Kangchi sama dengan mencari jarum ditumpukan jerami. Yeowool masih merasa optimis karena menganggap Kangchi seorang yang ceroboh dan akan meninggalkan petunjuk untuk dilacak.
Giliran Bongchool yang mengawasi Gon dan Yeowool. Bongchool dan salah satu anteknya terus membuntuti mereka sampai ke hutan. Bongchool mulai disibukkan oleh rekannya sendiri yang bawel dan mengeluh pergi sejauh ini.  Pada saat itu Gon muncul dihadapan Bongchool . Gon menemukan poster buronan Kangchi dari Bongchool. Gon kemudian memutuskan untuk mengusirnya dari hutan.
Yeowool pun memisahkan diri dari Gon tanpa pamit karena melihat gerak gerik pengawal Pejabat Gwan disekitar hutan. Disebuah tempat Yeowool disergap oleh seseorang . Secara reflek Yeowool melawan dan menghunus pisaunya. Ternyata Kangchi .

Kangchi meminta Yeowool diam dalam posisi yang seperti berangkulan . Kangchi terus mengawasi sekitar sampai para pengawal Pejabat Gwan pergi menjauh. Yeowool yang aslinya adalah wanita tentu saja risih tubuhnya terhimpit sedekat itu dengan seorang pria (nyetrum).

Setelah dirasa aman , Kangchi mulai menatap Yeowool. Kangchi merasa dalam jarak sedekat itu Yeowool seperti gadis cantik , untung saja Kangchi mengenal Yeowool sebagai pria . Yeowool memberitahu bahwa warga sekitar penginapan mulai mencari Kangchi karena fitnahan Pejabat Gwan dan juga iming-iming hadiah.
Kangchi mencandai Yeowool sebagai seorang yang lupa belajar tata krama karena tidak pernah berterimakasih setelah berulang kali diselamatkan oleh Kangchi. Kangchi menasehati kalau terus-terusan seperti maka Yeowool akan punya kebiasaan buruk.
Pada saat itu sebuah tangan kuat menarik Kangchi dan langsung menghajarnya. Ternyata Gon emosi melihat perlakuan Kangchi pada Yeowool dan mengucap sinis kalau omong kosong Kangchi juga akan menjadi kebiasaan.

Kangchi dan Gon kembali bersitegang sebelum Yeowool melerai mereka. Yeowool berpendapat bahwa ini waktu yang kritis ,  jenazah Tuan Park sudah dua hari dipamerkan , sementara keluarga Park disiksa terus-terusan , Kangchi dianggap sebagai pembunuhnya.  Yeowool meminta Kangchi bersembunyi sambil menunggu waktu yang tepat untuk memulihkan nama baiknya yang menjadi korban fitnah.
Kangchi tertegun mendengar kabar mengenai Keluarga Park dan semakin bertekad untuk menyelamatkan keluarga Park. Kangchi tidak mempedulikan himbauan Yeowool dan turun gunung. Yeowool mengira Kangchi sudah menyerah begitu saja.
(Sebelumnya Rahib Sojung berjanji akan menceritakan segalanya asalkan Kangchi bersedia tinggal di tempat ini selama 10 hari. Kangchi tidak peduli dengan kabar orangtuanya karena merasa sudah dibuang ke sungai dan dibesarkan oleh Keluarga Park. Rahib Sojung menjelaskan bahwa orangtua Kangchi punya alasan untuk itu. Kangchi tidak peduli dan ngotot turun gunung. )
Tanpa Kangchi sadari , selain Rahib Sojung , Bongchool juga mengawasi Kangchi yang sedang turun gunung.
***
Kangchi kembali ke penginapan dan sedih melihat Penginapan Seratus Tahun sudah berbeda , menjadi sepi tanpa gairah. Tiba-tiba muncul salah satu pelayan setia Keluarga Park.
Kangchi menenangkan rekannya dan berjanji akan menyelamatkan keluarga Park yang sedang dipenjara.
Sementara itu di penjara , Chungjo dibawa paksa oleh petugas. Chungjo melawan saat hendak dibawa . Petugas itu mengingatkan bahwa Keluarga Park sudah terbukti bersalah dan Taeseo akan di eksekusi besok sementara Chungjo akan dibawa ke rumah gisaeng.
Chungjo menantang agar kasus ini dibawa ke pengadilan lagi untuk dibuktikan bahwa mendiang Tuan Park tidak bersalah. Taeseo dalam keadaan luka parah pun mempertanyakan keadilan apa yang membuat satu keluarga hancur karena surat yang tidak jelas .
Petugas itu tanpa kebal dengan cercaan dan mengingatkan kembali bahwa Taeseo akan di eksekusi besok hari. Segenap keluarga Park dan pengikutnya tidak berdaya untuk mencegah.
***
Komandan polisi melaporkan pada Pejabat Gwan bahwa rencana sudah dijalankan. Pejabat Gwan puas mendengar laporan ini. Pejabat Gwan yakin bahwa Kangchi akan segera muncul berdasarkan laporan dari Bongchool yang mata duitan.
Chungjo yang malang mulai dibawa menuju kurungan gerobak yang hina. Petugas yang mengawal tiba-tiba meninggalkan Chungjo untuk sesaat untuk buang hajat.
Chungjo merenungkan nasibnya sambil menggantungkan satu-satunya harapan pada Kangchi . Tanpa dinyana , Kangchi benar-benar muncul untuk menolong. Chungjo kaget dengan kemunculan Kangchi yang mendadak.
Kangchi meminta maaf atas keterlambatannya dan hendak membebaskan Chungjo. Chungjo tiba-tiba teringat bahwa Taeseo yang luka parah di penjara lebih membutuhkan pertolongan Kangchi.

Kangchi enggan meninggalkan gadis yang dicintainya itu. Tetapi akhirnya Kangchi mematuhi dan bergegas pergi menolong Taeseo. Sebelumnya Kangchi pamit dengan mencium kening Chungjo.
Gerak gerik Kangchi diam-diam diawasi oleh salah satu pengawal Pejabat Gwan.
***
Kangchi tiba di penjara dan disambut oleh ayah angkatnya , Kepala Pelayan Choi. Kangchi cemas melihat keadaan Taeseo yang parah. Kangchi juga menghampiri kurungan khusus wanita dan menghadap Madam Yoon.
Kangchi menawarkan akan membawa Madam Yoon keluar dari penjara. Madam Yoon takut akan menyulitkan dalam perjalanan kabur dan lebih mengkhawatirkan nasib Taeseo.
Madam Yoon kali ini melunak dan menyampaikan pesan terakhir agar Kangchi bisa memulihkan nama baik ayahnya (Madam Yoon kali ini menyebut suaminya sebagai ayah Kangchi) dan juga melindungi Taeseo dan Chungjo. Kangchi tentu saja menyanggupi . (Kangchi memang seorang yang berjiwa ksatria dan tidak mendendam atas perilaku Madam Yoon yang buruk semenjak kecil). Madam Yoon terharu mendengar kesediaan Kangchi.

Fenomena alam mulai berubah menyambut sesuatu yang mengerikan. Kangchi teringat bahwa dia harus menolong Chungjo , tetapi tubuhnya mulai berubah wujud dan matanya berpendar hijau menyeramkan.


Luka-luka yang dideritanya berangsur-angsur pulih dan jari-jarinya muncul cakar yang menyeramkan bagaikan seekor serigala. Yeowool sudah menyusul dan terpana melihat kenyataan yang diduganya . Ternyata Kangchi seorang monster.

0 comments:

Post a Comment