Monday, April 22, 2013

Sinopsis : Gu Family Book – Episode 05

Standard


Yeowool dan Kangchi mulai bersiap untuk menghadapi pasukan ninja yang punya kekuatan mistik. Yeowool dengan permainan pedannya dan Kangchi dengan kekuatan alaminya bahu membahu menghajar kawanan ninja.

Apa daya setiap menghajar salah satu ninja ternyata hanya ilusi belaka . Kawanan ninja itu tiada habisnya sehingga Kangchi mulai kebingungan.
***
Sementara itu Tuan Park  langsung bertanya siapa gerangan Sojung palsu ini dan memanggil pengawal diluar. Sojung palsu ini langsung berubah wujud dan menghunuskan pedang ke arah Tuan Park.

Disaat genting muncul Kepala Pengawal datang menyelamatkan Tuan Park. Sang ninja terkepung dan putus asa akhirnya hendak membacok Tuan Park . Kepala Pengawal lagi-lagi menyelamatkan majikannya.
***
Kangchi merasa frustasi karena kawanan ninja itu seperti tiada habisnya. Setiap dihabisi mereka berubah menjadi asap. Dan jumlah ninja tetap saja tidak berkurang. Yeowool menjelaskan bahwa sebenarnya mereka sedang menghadapi satu orang saja. Yang diperlukan adalah menemukan ninja yang asli.
Sementara itu ninja yang tadi mengancam Tuan Park mencoba melarikan diri dan terus dikejar Kepala Pengawal Penginapan bersama anak buahnya.
Ditengah kemelut , seorang ninja melompat tinggi dengan pedang terhunus mengarah kepada Yeowool. Disaat itu pula Kangchi memasang badan dengan menjadikan tangannya sebagai tameng untuk melindungi Yeowool.
( Yeowool jadi teringat dulu ketika kecil seorang anak laki-laki datang menyelamatkannya dari ancaman anjing liar dengan cara menjadikan tangannya tameng untuk digigit anjing liar itu. )
Walaupun tangannya tertusuk pedang , Kangchi tersenyum dan gelangnya pun berpendar menyala. Kangchi puas karena menemukan ninja yang sesungguhnya. Kangchi menghajar ninja itu hingga terjengkang dan roboh di gundukan jerami. Bersamaan dengan itu ninja-ninja ilusi menghilang dengan sendirinya.
Ditempat lain Kepala Pengawal berhasil melukai tangan dari ninja yang sempat mengancam Tuan Park. Sialnya , si ninja sempat kabur dengan melemparkan senjata asap.
Yeowool prihatin pada awalnya melihat luka di tangan Kangchi. Yeowoo jadi teringat dulu anak kecil di hutan juga mengucapkan dan berperilaku sama dengan Kangchi.
Yeowool menjitak Kangchi karena dianggap ceroboh terhadap nyawanya sendiri. Menurut Yeowool , seharusnya Kangchi menghindari serangan pedang , bukan malah membiarkan menyambut dengan tangan sampai terluka seperti itu.
Kangchi juga jengkel karena Yeowool tidak berterimakasih sudah diselamatkan olehnya. Yeowool semakin tersinggung karena merasa bukan gadis yang lemah yang harus dilindungi. Yeowool kembali memukul kepala Kangchi untuk kesekian kalinya.

(Dulu ketika Yeowool kecil , Kangchi juga menyelamatkannya dari serangan anjing liar. Setelah itu Kangchi membawakan minuman untuk Yeowool.
Yeowool cilik panik melihat luka Kangchi. Anehnya Kangchi tidak merasakan apa-apa walau pada akhirnya tetap kesakitan juga. Kangchi cilik mengaku tinggal di Penginapan Seribu Tahun.
Kangchi Cilik menjelaskan bahwa tidak ada yang perlu ditakuti dari binatang di hutan. Yang paling berbahaya justru manusia. Kangchi cilik tidak merasa takut apapun.
Lucunya saat itu sebuah laba-laba besar muncul dan Kangchi berteriak ketakutan. Giliran Yeowool cilik yang malah menjadikan laba-laba sebagai mainan.
Yeowool menyindir Kangchi yang katanya tidak takut apapun tetapi takut sama laba2. Yeowool mencandai Kangchi dengan pura-pura ada laba didekat Kangchi.
Kangchi cilik panik dan menghindar dan akhirnya tak sengaja menyeruduk Yeowool hingga keduanya terjatuh dalam posisi bertindihan dan muka saling berhadapan.
Keduanya sempat salah tingkah . Kangchi kemudian memohon agar Yeowool tidak membocorkan rahasia ketakutannya pada laba-laba. Yeowool mencandai apa yang akan terjadi jika melanggar ? Kangchi mengaku akan menikahi Yeowool. )
Yeowool kini melampiaskan kejengkelannya pada sebuah pohon . Gon muncul bertanya apa yang terjadi dan kenapa Yeowool terluka ? Yeowool menjelaskan ada pembunuh bergaya ninja  yang datang ke penginapan dan kemungkinan besar adalah suruhan Pejabat Gwan.
***
Pelayan melaporkan pada Chungjo bahwa Kangchi terluka parah dibagian lengan saat mencoba menangkap pembunuh. Chungjo tentu saja khawatir terhadap keselamatan Kangchi.

Kangchi ditempat lain sedang diobati oleh ayah angkatnya , Kepala Pelayan Choi. Kangchi menjerit seperti anak kecil saat di obati oleh ayah angkatnya itu. Kepala Pelayan Choi malah memarahi Kangchi yang terlalu ceroboh dah melakukan hal yang berbahaya tanpa meminta pertolongan pada yang lain.
Kangchi menjelaskan bahwa sebenarnya dia tidak sendirian tetapi bersama dengan …………(Kangchi belum tahu nama Yeowool). Kangchi baru mengetahui namanya sebagai “Tuan Dam” (Yeowool menyaru sebagai pria) .
Disaat bersamaan Gon muncul untuk memberikan obat kiriman Yeowool untuk Kangchi. Kangchi merajuk bahwa mengirim obat itu seperti sama dengan menganggapnya anak perempuan. Gon tak peduli rajukan itu dan hendak mengambil kembali obat yang sudah diberikan.
Kangchi enggan memberikan kembali dan menyampaikan titip salam terima kasih pada Yeowool.
***

Gon kembali ke kamar hotel . Tetapi dia melihat Yeowool hanya mengenakan baju dalam . Gon serentak membalikkan muka pertanda risih . Yeowool segera menanyakan kabar mengenai Kangchi.
Gon melaporkan hal yang berbeda dengan yang sebenarnya . Padahal aslinya Gon adu mulut dengan Kangchi . Kangchi sampai emosi dan hendak menghajar Gon . Aksi Kangchi ini segera dihentikan oleh rekan-rekan penginapan.
Gon buru-buru meninggalkan kamar karena merasa risih .
***

Bukan Pejabat Gwan kalau tidak mengelak. Pejabat Gwan pura-pura bodoh tidak mengerti apa yang terjadi.
Taeseo dengan tegas meminta Pejabat Gwan untuk datang ke penginapan untuk menyelidiki kasus ini. Pejabat Gwan merasa terhina oleh bocah ingusan di hadapannya.
Taeseo juga tidak kalah geram menghardik bahwa jika Pejabat Gwan memang terlibat dalam usaha mencelakakan ayahnya , Taeseo mengancam tidak akan tinggal diam.
Taeseo juga memberitahu bahwa sebenanrya ayahnya sudah wanti-wanti agar Taeseo menghormati Pejabat Gwan yang merupakan asisten mentri. Taeseo sudah mencoba untuk sesopan mungkin dan masih mendesak agar Pejabat Gwan datang meminta maaf kepada ayahnya.
Konflik antara Pejabat Gwan dengan Keluarga Park tidak terhindarkan lagi rupanya. Taeseo juga belum menyadari betapa lihainya Pejabat Gwan (Keluarga Mentri Yoon , ayah Seohwa pun berakhir tragis karena Pejabat Gwan).
***
Semakin dekat dengan hari pernikahannya , Chungjo makin merasa bimbang. Chungjo terus teringat kepada Kangchi yang merupakan cinta monyetnya dan betapa kemaren malam Chungjo berpelukan dengan Kangchi.
Diluar , Sojung mendatangi penginapan dan duduk disebelah Kangchi. Kangchi merasa curiga karena Sojung terus memperhatikan gelangnya.
Sojung tiba-tiba mengucapkan sesuatu yang aneh bahwa waktu Kangchi tinggal 10 hari lagi. Kangchi penasaran apa dirinya mengenal Sojung ?
Sojung memberikan nasehat agar Kangchi tidak tinggal di penginapan malam ini karena ada kekuatan jahat yang akan datang mengacaukan tempat ini. Sojung menasehati agar Kangchi meninggalkan penginapan ini sebelum matahari terbenam dan tidak kembali sampai matahari terbit.
Sojung menarik lengan Kangchi dan memperhatikan gelangnya seraya mengatakan agar Kangchi menuruti nasehatnya.
***

Yeowool dan Gon menemui Taeseo. Taeseo segera mengenali Yeowool dan menyambutnya dengan riang. Kangchi baru tahu Yeowool sudah berada di penginapan sejak beberapa hari lalu. Goon diam-diam memperhatikan dengan pandangan tidak suka terhadap keakraban mereka.
***
Polisi Dam berdiskusi dengan Tuan Park mengenai ulah Pejabat Gwan. Polisi Dam menjelaskan bahwa teknik pembunuh ninja itu berasal dari negri Jepang. Tuan Park jadi curiga Pejabat Gwan sedang berkomplot dengan bangsa asing.
Pada saat itu Sang Penjabat (yang pernah menyaksikan kegagahan Kangchi menghajar preman) juga masuk menemui Polisi Dam dan Tuan Park. Polisi Dam memperkenalkan Sang Penjabat ini sebagai Gubernur Lee Soonshin.
***
Kangchi berusaha mencari Rahib Sojung kesana kemari namun tidak ketemu. Kangchi curiga Sojung mengetahui rahasia asal usulnya. Kangchi menanyakan pada salah satu rekan penginapan .
Sang rekan itu tidak tahu mengenai Sojung dan malah melaporkan bahwa ada tamu penting yang mengunjung penginapan. Yang dimaksud adalah Gubernur Lee.
***
Gubernur Lee ternyata meminta dukungan finansial untuk dana militer. (Tuan Park adalah pengusaha terkaya di Korea).  Tuan Park sempat sangsi dan menanyakan untuk apa dana tersebut. Polisi Dam memotong dan meminta Tuan Park menghormati Gubernur Lee.

Tuan Park menjelaskan bahwa sebagai seorang pengusaha , maka akan teliti terhadap aliran uang dan penggunaannya.
Gubernur Lee menjelaskan bahwa jika meletus perang , negri Korea membutuhkan kapal laut yang tangguh untuk melindungi kawasan perairan. Gubernur Lee merasa kemampuan militer Korea masih belum memadai. Gubernur Lee menduga bahwa musuh (Jepang) punya ratusan kapal yang siap menyerbu Korea.
Tuan Park bertanya bahan apa yang bisa membuat kapal menjadi kuat ? Polisi Dam memotong dan menyebut pertanyaan Tuan Park itu bersangkutan dengan rahasia militer.
Gubernur Lee menoleh dan salah satu ajudannya membawakan segulung kertas. Gubernur Lee membuka lembaran kertas itu dan terlihatlah rancangan kapal besar berkepala naga bersenjatakan meriam.
Tuan Park tertegun melihat rancangan kapal ini. Gubernur Lee menjelaskan bahwa untuk itulah dia menemui Tuan Park . Kapal ini rencananya untuk melindungi Korea tetapi pemerintah menolak memberikan dukungan dana. Ini adalah undangan patriotik bagi Tuan Park untuk terlibat dalam bela negara.
Tuan Park tiba-tiba memanggil Taeseo dan memintanya untuk menutup jendela karena pembicaraan teramat penting dan rahasia.
***
Gon dan Yeowool yang sedang berada diluar bangunan menjadi bingung melihat Taeseo menutupi jendela. Pada saat itulah Kangchi datang dan menegur apa yang sedang dilakukan Gon dan Yeowool.
Yeowool merasa itu bukan urusan Kangchi.
Kangchi dengan belagu menjelaskan bahwa semua urusan di penginapan adalah urusannya. Yeowool jengkel dan meminta Gon agar membungkam Kangchi.


Akibatnya Gon kembali bersitegang dengan Kangchi. Kepala Pengawal Hanno datang untuk melerai dengan galaknya. Yeowool hanya tersenyum menyaksikan hal itu.
***
Taeseo membuka ruang rahasia dalam ruang rapat itu. Gubernur Lee dan Polisi Dam terpana saat diajak Tuan Park untuk masuk.
Ternyata Tuan Park menunjukkan kekayaannya yang melimpah yang dapat digunakan oleh Gubernur Lee untuk dana militer.
Taeseo mulai menerangi ruangan dan terlihatlah keseluruhan ruangan yang memperlihatkan kekayaan Tuan Park yang melimpah.
Tuan Park dan Gubernur Lee saling memberi hormat.
***
Pejabat Gwan terkejut mendengar laporan bahwa Gubernur Lee mengunjungi penginapan. Pejabat Gwan merasa sudah saatnya bergerak.
Pejabat Gwan menemui kepolisian lokan dan mengadukan salah satu anak buahnya hilang dan ini berhubungan dengan penghianatan negara. Pejabat Gwan mengingatkan Kapten Polisi bahwa terjadi pemberontakan pimpinan Jung Yul-Ip dua tahun sebelumnya dan seluruh negara menjadi kacau.
Kapten polisi tentu saja teringat kasus nasional itu. Pejabat Gwan mengaku telah mengirimkan anak buah untuk menyelidiki tetapi hilang di Penginapan Seratus Tahun.
***
Tuan Park melepas kepergian Gubernur Lee. Tiba-tiba pandangan Gubernur Lee mengarah kepada Kangchi (yang pernah dilihatnya menghajar preman menolong rakyat). Tuan Park memanggil Kangchi dan menyuruhnya memberi hormat pada Gubernur Lee.
Kangchi akhirnya maju memberi hormat. Gubernur Lee bertanya apakah Kangchi adalah putera dari Tuan Park.  Tuan Park membenarkan bahwa Kangchi sudah dianggap sebagai puteranya sendiri. Tuan Park juga menjelaskan bahwa Kangchi adalah pemuda yang gigih dan bertanggung jawab .
Tuan Park merekomendasikan Kangchi untuk menjadi anak buah Gubernur Lee. Kangchi yang polos menentang ide Tuan Park. Kangchi menegaskan hanya akan melayani dan dibimbing oleh Tuan Park. Baginya hal terbesar dalam hidupnya adalah membantu Taeseo dan Penginapan ini. Gubernur Lee memuji Tuan Park dikelilingi banyak orang baik disekitarnya.
***
Polisi Dam berjalan ditemani oleh Gon dan putrinya Yeowool. Polisi Dam menanyai putrinya tentang Choi Kangchi. Yeowool berkomentar bahwa Kangchi adalah anak yang selalu merasa diri sendiri hebat. Tetapi Yeowool buru-buru menambahkan bahwa Kangchi adalah pemuda yang jujur dan bersih hatinya.
Polisi Dam tiba-tiba bertanya apakah Yeowool dekat dengan Kangchi. Yeowool buru-buru membantah. Gon hanya bisa tersenyum mendengarnya.
Polisi Dam berpesan agar Yeowool dan Gon ikut mengawasi penginapan ini. Gon melepas kepergian Polisi Dam yang merupakan gurunya. Sebelum pergi Polisi Dam berpesan agar Gon mengawasi Kangchi jika terjadi sesuatu yang aneh. Gon mengiyakan permintaaan gurunya.
***

Tuan Park maju berhadapan dengan Pejabat Gwan. Tuan Park menuduh Pejabat Gwan bersekongkol dengan pihak asing dengan menyewa ninja berilmu gaib.
Pada saat itu seorang polisi menemukan sebuah surat (dari Polisi Dam) yang bertanda busur dan panah. Pejabat Gwan mengambil surat itu dan tertera nama Bi Jo.
Pejabat Gwan membenarkan bahwa Bi Jo adalah nama yang digunakan para penghianat untuk menyebutnya. Pejabat Gwan mendesak komandan polisi untuk segera menangkap Tuan Park.
Komandan polisi gentar untuk menangkap Tuan Park yang dihormati ini. Pejabat Gwan terus mendesak agar Tuan Park ditangkap.

Tuan Park dan Taeseo diikat untuk ditangkap. Pejabat Gwan kembali mengulangi ancamannya terhadap Mentri Yoon (kakek Kangchi) bahwa putri Tuan Park akan dikirimkan ke rumah gisaeng.   (Penonton mulai tidak tahan melihat kebejadan Pejabat Gwan).
Pada saat kritis Kangchi menampakkan diri dan langsung melepas tali dari Tuan Park dan Taeseo. Kangchi juga mengancam Pejabat Gwan untuk lekas pergi dari tempat ini.
Komandan polisi menghardik Kangchi agar tidak ikut campur. Kangchi membela Tuan Park yang selalu menyumbang pajak dengan baik dan juga menolong rakyat miskin .
Kangchi menuding kalau Tuan Park benar-benar penghianat , bagaimana dengan Pejabat Gwan ? Pejabat Gwan seorang pejabat yang hidup dari hasil pajak dan bertingkah menjadi orang hebat padahal sehari-hari kerjanya membuang waktu dirumah gisaeng. Dan karena bosan maka sering mengganggu orang yang tidak bersalah.
Pejabat Gwan benar-benar merasa terhina dan memerintahkan agar Kangchi ditangkap. Seorang pengawal Gwan menghampiri dengan pedang terhunus tetapi dengan mudah Kangchi mengatasinya. Kangchi dengan sinis menuding orang sudah kalah omongan lantas mengeluarkan pedang.
Seorang pengawal lain mengambil pedang dan hendak menusuk Kangchi. Tak terduga , Tuan Park pasang badan untuk melindungi Kangchi.

Tuan Park tertusuk pedang dan sekarat. Sebelum meninggal , Tuan Park berpesan bahwa dia selalu menganggap Kangchi sebagai anaknya sendiri dan memohon agar Kangchi melindungi Taeseo dan Chungjo.
Kangchi marah dan fenomena alam yang aneh terjadi ketika angin keras berada disekeliling Tuan Park dan Kangchi. Rahib So Jung juga merasakan terjadi sesuatu di penginapan.
Yeowool sedang berada ditempat lain berlatih pedang dan merasakan sedang ada sesuatu di hotel.
Kangchi tidak bisa menahan kemarahannya lagi dan matanya berubah menjadi biru dan dengan ekspresi muka menyeramkan dia mengancam akan membunuh Pejabat Gwan.

0 comments:

Post a Comment