Tuesday, April 16, 2013

Sinopsis : Gu Family Book – Episode 04

Standard


Tak lama kemudian Kangchi pingsan dalam pelukan Yeowool. Pada saat itu Yeowool terpana karena melihat tanda alam sesuai ramalan Sojung bahwa akan muncul bulan sabit diatas pohon persik. Adegan ini mengingatkan saat Seohwa jatuh pingsan dalam pelukan Wolryung.

***
Rahib Sojung berjalan sambil mengamati Penginapan Seribu Tahun. Pada saat itu Taeseo mendapatkan laporan dari pelayan bahwa ada rombongan tamu yang datang.
Ternyata yang datang adalah rombongan Pejabat Gwan. Seperti biasanya Pejabat Gwan dan kaki tangannya dengan arogan menuntut pihak penginapan agar menyediakan kamar untuk semua rombongan.
Taeseo mewakili penginapan meminta maaf karena penginapan sedang penuh dan hanya tersisa beberapa kamar , otomatis tidak cukup untuk menampung semua rombongan Pejabat Gwan.
Taeseo bingung dengan kondisi ini dan berunding dengan para pelayan penginapan. Taeseo juga mengkhawatirkan Kangchi yang mendadak menghilang dari penginapan.
***
Yeowool perlahan mendekati Kangchi. Dia termenung mengingat kembali ramalan Sojung yang mengatakan Kangchi ini mungkin jodohnya karena muncul disaat bulan sabit tepat diatas pohon persik.

Yeowol berusaha menyentuh Kangchi yang belum sadarkan diri. Yeowol terkaget karena mendadak Kangchi mendengkur. Pada saat itu Gon datang dan Yeowol melaporkan bahwa Kangchi belum sadarkan diri.
Gon membangunkan Kangchi dengan paksa. Kangchi belum juga terbangun sehingga Gon menghunuskan pedang dan diarahkan pedangnya untuk menghujam ke arah Kangchi.
Pada saat itu naluri Kangchi terbangkitkan dan mendadak bangun karena bahaya datang. Kesadaran Kangchi pulih dan dia langsung menghardik Gon yang nyaris saja membunuhnya.
Kangchi akhirnya memperkenalkan identitasnya sebagai Choi Kangchi dari “Penginapan Seribu Tahun”. Kangchi merasa sudah memperkenalkan diri dan menuntut Gon dan Yeowol untuk memperkenalkan diri juga.
Gon menolak memperkenalkan diri karena merasa tidak mengenal Kangchi. Kangchi kesal dan ingin menghajar Gon. Apa daya Gon terlalu tangguh bagi Kangchi yang hanya mengandalkan kekuatan dan tidak menguasai ilmu bela diri. Kangchi jatuh bangun berkali-kali dan Gon meledek Kangchi tidak mungkin mengalahkannya dalam 100 tahun .
Yeowool akhirnya melerai dan memperkenalkan dirinya sebagai penolong Kangchi. Kangchi tidak percaya Yeowool yang menolongnya sehingga Yeowool kesal dan langsung menghajar dengan tendangan ke wajah Kangchi.
***

Gon dan Yeowol mulai curiga dan menggiring Kangchi dalam keadaan terikat menuju Penginapan Seribu Tahun. Kangchi memprotes perlakuan itu dan membela diri bahwa Gon duluan yang mencoba menusuknya dengan pedang.
Gon dan Yeowol curiga kalau Kangchi pencuri uang atau bahkan penggoda wanita karena itu dikejar2 orang. Kangchi tidak percaya dan jengkel bisa dituduh seperti itu dan merasa malu diikat seperti itu.
Pada saat itu seorang pelayan penginapan memergoki di jalan dan menemukan Kangchi dalam keadaan terikat bersama orang asing. Pelayan itu menghampiri Kangchi dan bertanya apa yang terjadi dan siapa dua orang asing ini?
Kangchi bingung menjawab sehingga mengaku Gon dan Yeowol sebagai temannya. Gon dan Yeowol tersenyum geli  mendengar hal itu. Kangchi bahkan membuktikan dengan merangkul Yeowol untuk membuktikan hubungan yang dekat.
Yeowol keberatan dirangkul seperti itu dan menghardik Kangchi untuk melepaskan dirinya. Sang pelayan jengkel melihat Kangchi seperti tidak serius dan melaporkan ada masalah serius di Penginapan Seribu Tahun.
***
Pejabat Gwan dengan arogan tidak menerima penjelasan bahwa kamar penginapan penuh. Pejabat Gwan merasa spesial tetapi Taeseo berpendapat bahwa semua tamu harus diperlakukan sama sekalipun yang dihadapinya adalah raja sekalipun.
Pejabat Gwan murka dan salah satu pengawalnya segera mengeluarkan pedang untuk mengancam Taeseo yang sama sekali tidak gentar.

***
Madam Yoon , Chungjo dan pelayannya juga sedang membahas masalah genting di penginapan karena kedatangan Pejabat Gwan. Sang pelayan khawatir tuan muda Taeseo akan terluka . Chungjo menanyakan bagaimana kabar Kangchi. Madam Yoon merasa salah tingkah mendengar pertanyaan putrinya. (Madam Yoon memang payah , kalau saja ada Kangchi tentu dia akan membela penginapan dengan setia , apapun yang terjadi).
***
Kangchi cemas mendengar kabar itu tetapi teringat ancaman Madam Yoon sebelumnya. Kangchi akhirnya memohon agar Yeowol melepaskan ikatan di tangannya.  Yeowool seperti pernah melihat tatapan mata seperti Kangchi entah dimana.
***
Pejabat Gwan bersilat kata menuduh Taeseo meletakkan aturan penginapan diatas raja . (akibat kesalahan perkataan Taeseo sendiri). Pejabat Gwan menuduh Taeseo menghina raja dan melakukan penghianatan.
Pejabat Gwan bertanya sekali lagi pada Taeseo , apa betul semua tamu di penginapan ini diperlakukan sederajat ? Apa tak ada pengecualian sedikitpun termasuk kepada raja ? (Lihai sekali Pejabat Gwan ini dalam bersilat lidah)
Pada saat itu Madam Yoon datang dan memohon maaf atas Taeseo yang masih muda dan belum pengalaman. Pejabat Gwan menolak menerima penjelasan . Madam Yoon akhirnya berlutut dan menawarkan agar dirinya saja yang dihukum menggantikan Taeseo .
Pada saat itu Pejabat Gwan melihat Chungjo . Pejabat Gwan terpana melihat Chungjo seakan Seohwa yang telah meninggal. Kelihatannya Pejabat Gwan yang sudah uzur itu mulai tertarik melihat kecantikan Chungjo.  Pada saat itu Kangchi muncul memasang badan melindungi Chungjo.
Fenomena alam terjadi saat angin mendadak berhembus kencang. Taeseo tersenyum manis melihat kedatangan Kangchi. Sementara itu Gon dan Yeowol mengamati situasi dari atap bangunan .
Pejabat Gwan tentu saja lebih meremehkan Kangchi yang posisinya rendah. Kangchi memperkenalkan dirinya sebagai orang yang bertanggung jawab atas masalah keamanan di hotel ini.
Madam Yoon berusaha mencegah Kangchi untuk ikut campur tetapi Taeseo pun mencegah niat ibunya. Taeseo jelas percaya pada kesetiaan dan keberanian Kangchi.
Kangchi langsung mendebat Pejabat Gwan sebagai bangsawan terhormat tetapi berperilaku kasar. Pejabat Gwan terperanjat melihat ada rakyat jelata yang berkata selancang itu. Kangchi juga mempermasalahkan bagaimana mungkin rombongan Gwan bisa menghunus pedang pada Taeseo yang telah memberitahu dengan sopan bahwa penginapan sudah penuh dan menuduhnya melakukan penghianatan terhadap negara ?
Pejabat Gwan mengancam Kangchi dengan reputasinya sebagai orang penting. Tetapi ancaman itu tidak berhasil pada Kangchi yang polos. Kangchi malah terang-terangan mengusir Pejabat Gwan.


Pejabat Gwan benar-benar emosi dan para pengawalnya segera mengepung Kangchi. Yeowol hendak turun tangan tetapi Gon mencegahnya di atap bangunan.
Kangchi tidak gentar menghadapi para pengeroyok bersenjata. Tidak seperti di hutan ketika menghadapi orang sendiri , kali ini Kangchi tidak sungkan dan langsung menghajar semua pengepung dengan gagah berani. Bahkan kepala pengawal pun tidak berkutik karena gerakan Kangchi lebih cepat dan gantian pedang terhunus ke leher kepala pengawal Gwan.
Kepala pengawal sempat melihat ada keanehan dalam gelang milik Kangchi yang berpendar merah. Dengan posisi masih memegang pedang yang mengarah ke leher kepala pengawal , Kangchi menantang apakah Pejabat Gwan ingin memperpanjang masalah ini atau tidak ?
Pejabat Gwan tertawa dan merasa Kangchi itu lucu. Pejabat Gwan juga berdiplomatis mengatakan bahwa “Penginapan Seribu Tahun” ini ternyata tempat yang menarik sambil mengarahkan pandangan cabulnya kepada Chungjo.
Pejabat Gwan akhirnya meninggalkan penginapan bersama rombongan. Kepala pengawal sempat memperhatikan sekali lagi gelang di tangan Kangchi dengan curiga.
Gon mengamati diam-diam dan tidak menyangka Pejabat Gwan akan pergi dengan tenang seperti itu. Sementara itu Yeowol sepertinya terpana melihat kegagahan Kangchi yang tidak disangkanya.
***
Tuan Park Musol sudah kembali dan langsung menyelidiki kasus semalam. Tuan Park mempermasalahkan kenapa para pengawal penginapan tidak berada ditempat saat kejadian. (Tentu saja para pengawal sedang sibuk mengejar Kangchi akan perintah Madam Yoon).
Kangchi melihat gelagat dan dengan ksatria menanggung kesalahan orang lain dengan mengakunya sebagai kesalahannya sendiri. Tuan Park tidak percaya karena untuk apa tujuh pengawal mencari Kangchi semata.
Kangchi terus mencoba menutupi kesalahan Madam Yoon dan para pengawal sampai akhirnya Tuan Park marah besar karena merasa dibohongi. Yang ada kepala pengawal dan Kangchi saling berebut untuk mengakui kesalahan.

Taeseo mencoba menenangkan kemarahan ayahnya dan mengingatkan yang terpenting adalah mengetahui maksud kedatangan Pejabat Gwan. Madam Yoon berpendapat lain karena tahu reputasi Pejabat Gwan yang punya reputasi buruk dalam pembunuhan dan wanita.
Madam Yoon merasa lebih baik Tuan Park dan Taeseo menemui Pejabat Gwan untuk meminta maaf sebelum Pejabat Gwan membalas dendam pada penginapan ini.
Tuan Park dan Taeseo mengikuti anjuran Madam Yoon untuk menemui Pejabat Gwan. Pejabat Gwan saat itu sedang bersenang-senang dengan para wanita cantik dan terlihat malas menerima dua orang penginapan yang kemaren malam telah menghinanya.  Apa yang akan terjadi ?
***
Kangchi menghadap Madam Yoon dengan posisi bersujud. Madam Yoon mempermasalahkan kenapa Kangchi kembali lagi padahal sudah diperingatkan agar tidak kembali ? Kangchi beralasan bahwa dia khawatir akan keselamatan penginapan.
Madam Yoon tetap menyalahkan campur tangan Kangchi sehingga masalah penginapan dengan Pejabat Gwan semakin rumit.
Kangchi jadi mengeluh kenapa Madam Yoon membencinya sejak kecil. Madam Yoon beralasan bahwa Kangchi adalah pembawa sial yang bisa mencelakakan Taeseo dan Chungjo. Madam Yoon bahkan meragukan kalau Kangchi bukan manusia . Kangchi bingung dengan perkataan Madam Yoon.
Pada saat itu seorang pelayan datang sehingga Madam Yoon mempersilahkan Kangchi untuk pergi.
Kangchi berjalan lesu melihat Chungjo sedang dikelilingi para pelayan yang sedang mempersiapkan pernikahannya yang tinggal hitungan minggu. Kangchi kemudian menghampiri sebuah pohon bunga sambil merenung.
Saat itu Yeowol mendadak muncul mengusik Kangchi. Yeowol menggoda bahwa kini dirinya tahu kenapa Kangchi gundah gulana . Ternyata karena Kangchi mencintai putri pemilik penginapan yang beda kelas sosialnya.
Kangchi merasa terganggu oleh kehadiran Yeowool dan menanyakan untuk apa Yeowool berada di penginapan ini. Yeowool berkilah bahwa dirinya menjadi tamu di hotel ini dan menginap di kamar kecil yang tersisa. Walau begitu Kangchi tetap memperingatkan agar Yeowool tidak mencampuri urusan pribadinya.
Baru saja Kangchi berlalu , Yeowool seperti sengaja menjitak kepala Kangchi dengan tongkat bambu. Kangchi berbalik dengan sewot dan reflek menarik tongkat bambu sehingga tubuh Yeowool ikut terbawa mendekati posisi Kangchi.
Yeowool berkilah bahwa dipikir Kangchi bisa menghindari serangan sederhana seperti itu. Kangchi sambil jengkel mengaku bahwa memang dirinya tak bisa menghindar. Kangchi mengusap kepalanya yang linu terkena pukulan.
Yeowool masih tak percaya Kangchi yang sedemikian gagah tadi malam bisa mudah dipukul seperti itu. Kangchi menjelaskan bahwa dirinya hanya melawan kalau dalam posisi terpaksa .
Yeowool masih penasaran dan menantang Kangchi untuk berkelahi. Kangchi tertawa meremehkan Yeowool yang akan hancur kalau berani berkelahi dengannya.
Kangchi akan pergi . Yeowool belum puas dan bertanya apa betul Kangchi takut dengan laba-laba ? Kangchi bingung tahu darimana Yeowool ? Tetapi Kangchi pura-pura membantah dan pergi.
Pada saat itu Yeowool tiba-tiba berteriak ada seekor laba-laba. Kangchi reflek ketakutan dan menghindar secara sembarang sampai memegangi bahu Yeowool .

Kangchi barulah menyadari dirinya telah diperdaya. Sambil berlagak cuek , Kangchi meninggalkan Yeowool sendirian.
Kangchi sendiri penasaran darimana Yeowool tahu rahasia pribadinya yang takut dengan laba-laba. Sementara Yeowool menyadari bahwa dirinya ternyata mengenal Kangchi , entah dimana ?
***
Pejabat Gwan benar-benar arogan dan membiarkan Tuan Park dan Taeseo menunggu diluar ruangan . Seorang gisaeng mengingatkan Gwan bahwa tamunya sudah menunggu lama. Pejabat Gwan masih tidak peduli tetapi tak lama akhirnya dia menyuruh para gisaeng untuk mempersilahkan Tuan Park masuk.
Tuan Park mengutarakan niatnya untuk meminta maaf atas insiden tadi malam di penginapan. Pejabat Gwan langsung menuntut agar Choi Kangchi dipukul 200 kali.
Tuan Park kaget dan merasa tuntutan seperti itu hanya pantas untuk seorang pembunuh. Tuan Park membela Kangchi yang sebenarnya anak baik dan sudah dianggap sebagai putranya sendiri.

Pejabat Gwan tampak seekor katak buruk rupa yang siap melumat kupu-kupu. Pejabat Gwan meminta “Penginapan Seribu Tahun” sebagai gantinya atau Chungjo yang cantik rupawan. Pejabat Gwan tampaknya memang sudah berniat cari gara-gara dengan mengajukan tuntutan yang tidak masuk akal.
Tuan Park tampak menahan emosi dan tetap setenang mungkin. Demikian juga dengan Taeseo.
Tuan Park teringat nasehat Polisi Dam bahwa dirinya mungkin akan menjadi target Pejabat Gwan berikutnya.
Tuan Park membuktikan ucapannya yang menganggap Kangchi sudah seperti putranya sendiri. Tuan Park bersedia menerima hukuman pukulan 200 kali untuk menggantikan Kangchi.
Walau demikian akhirnya Tuan Park dan Taeseo dibiarkan kembali pulang dengan utuh. Kepala pengawal bingung dengan keputusan Pejabat Gwan.
Pejabat Gwan menjelaskan bahwa Tuan Park demikian di hormati di daerah ini. Memukuli Tuan Park 200 kali sama saja dengan membangkitkan kemarahan rakyat. Lagipula Tuan Park punya rencana lain untuk menghabisi Park Musol dan mengkambinghitamkan Kangchi.
***
Kangchi membuntuti Gon dan Yeowool yang sedang berjalan . Sia-sia saja Kangchi membuntuti karena Gon dan Yeowool tampak sudah pengalaman dan menghilang disaat yang tepat.
Diam-diam Yeowool mengamati Kangchi yang celingak-celinguk sambil bertanya apakah ini Kangchi yang mengalahkan pengawal Guan dengan gagah berani itu ?
Gon yang pendiam angkat bicara dan menjelaskan bahwa Kangchi merespon sesuai sikon yang ada.
Kangchi masih bingung dengan menghilangnya Gon dan Yeowool. Tetapi perhatiannya tertuju pada aksi preman pimpinan Bongchool yang sedang memalak rakyat.
***
Gon dan Yeowol menemui seorang pejabat lain sambil membahas pembunuhan misterius dalam lima belas hari terakhir yang kebetulan bersamaan dengan rute perjalanan Pejabat Gwan.  Sang Penjabat itu menduga ada kepentingan yang lebih besar lagi dari sekedar mengincar tempat bisnis .
Perbincangan mereka terhenti karena ada keributan di dekat mereka.
Ternyata Kangchi menghajar para preman termasuk Bongchool di jalanan.
Yeowool memperhatikan keributan yang disebabkan Kangchi . Sang Pejabat bertanya apakah Yeowool mengenali Kangchi ? Yeowool menjelaskan bahwa pemuda itu berasal dari Penginapan Seribu Tahun.
Kangchi menarik salah satu preman untuk dikumpulkan menjadi satu disaksikan oleh rakyat disekitar. Kangchi langsung menodong dalam tiga hitungan agar Bongchool dkk menyerahkan uang.
Bongchool sambil menggerutu menyerahkan uang beberapa keping. Kangchi tidak puas dan merasa uang itu terlalu sedikit. Kangchi mengancam akan mencari sisa uang ditubuh para preman dan akan memukul tiga kali untuk setiap koin yang ditemukan.
Bongchool dkk ketakutan dan langsung menyerahkan seluruh uang. Sang Pejabat menyaksikan juga peristiwa itu dan merasa tingkah Kangchi itu dagelan , berani berbuat kejahatan di siang bolong. Yeowool yang berada disampingnya hendak turun tangan juga.
Kangchi mulai mengembalikan uang itu kepada rakyat yang mulai berbaris untuk mengantri.


Rakyat bersorak sorai dan Sang Pejabat mulai mengerti ternyata Kangchi lagi mengerjai para preman . Yeowool juga tersenyum . Demikian juga dengan rahib Sojung yang diam-diam mengamati.
Yeowool melihat kehadiran Rahib Sojung dan menyusulnya untuk menanyakan mengenai ramalan sebelumnya. Rahib Sojung berkata bahwa salah satu dari mereka akan mati. Yeowool kaget dan masih bertanya apakah dirinya yang mati atau Kangchi ?
Rahib Sojung berujar bahwa hidup dan mati , takdir adalah Kehendak Langit. Sojung kemudian pergi berlalu. Yeowool shock mendengar ramalan ini.
***
Kangchi membawakan ayah angkatnya , Kepala Pelayan Choi , arak yang dihadiahkan rakyat karena jasa Kangchi mengusir preman. Kepala Pelayan Choi jadi khawatir karena takut Bongchool dkk akan kembali membuat masalah.  Kangchi menenangkan bahwa dirinya tidak melukai kawanan preman itu.
***

Tuan Park sedang berada diruangannya sambil membaca buku. Tiba-tiba Rahib Sojung muncul dalam ruangan.
Tuan Park menyapa dengan ramah kedatangan Sojung.
(Ditempat lain , Pejabat Gwan tampak menikmati permainan catur dengan seorang gisaeng seakan mensimulasikan serangan pasukan ninja ke keluarga Park)
Tuan Park bertanya apakah kedatangan Sojung ini berkaitan dengan masa 20 tahun yang akan berakhir. Sojung anehnya penasaran dengan menanyakan ada kekuatan apa dibalik gelang terebut.
Tuan Park mencoba bercerita mengenai gelang dan Kangchi . (Aneh kalau Tuan Park tidak curiga untuk apa Sojung bertanya pada benda yang diberikannya sendiri).
Tetapi Tuan Park memang tidak bodoh . Dia langsung bertanya siapa gerangan Sojung palsu ini dan memanggil pengawal diluar. Sojung palsu ini langsung berubah wujud dan menghunuskan pedang ke arah Tuan Park.
Diluar , sepasukan ninja mulai mengepung Yeowool dan Kangchi.


0 comments:

Post a Comment