Monday, April 15, 2013

Sinopsis : Gu Family Book – Episode 03

Standard


Rahib Sojung merasakan satu fenomena aneh di ruang kerjanya . Dia memutuskan kembali ke “Taman Cahaya Rembulan”. Benar saja , ketika Sojung memasuki goa , dia melihat Seohwa sedang melahirkan bayinya.

Seohwa dalam kondisi jiwa yang rapuh. Dia tadinya hendak menghabisi bayinya , yang dipikir akan berwujud siluman seperti Wolryung. Dia bagaimanapun ibu yang punya naluri keibuan terhadap anaknya.
Sojung menghampiri mereka . Tak lama Sojung menyiapkan makanan sup untuk Seohwa. Menurut Sojung , bayi itu punya kemiripan dengan Wolryung . Seohwa mengaku tidak ingat lagi mengenai Wolryung.
Sojung kemudian menjelaskan bahwa Wolryung semestinya bisa selamat asalkan menikam Seohwa ketika sedang dikepung . Tetapi Wolryung tak sanggup melakukan karena mencintai Seohwa. Sojung meminta Seohwa menyimpan pusaka pedang kayu itu sebagai harta terakhir Wolryung yang tulus mencintai Seohwa.
***
Seohwa makin terpukul karena merasa bersalah pada Wolryung dan bayinya. Dia berjalan dengan kaku dan sorot penuh dendam menghampiri Pejabat Gwan yang sedang menerima tamu dari Jepang dan ditengah kerumunan orang banyak.

Seohwa tidak takut lagi dan perlahan berjalan mendekati posisi Pejabat Gwan dengan pisau kayu terhunus. Seohwa menghujamkan pisau itu dan Pejabat Gwan terluka dibagian muka. Seohwa masih belum puas dan menghujamkan pisaunya sekali lagi untuk menghabisi Pejabat Gwan. Malang nasib Seohwa ketika pengawal terdekat segera menebas tubuh Seohwa dengan pedang.
Seohwa langsung tersungkur dan matanya masih terus memandang Pejabat Gwan sebelum akhirnya tewas. Pejabat Gwan hanya bisa memandang dengan terkejut sambil memegangi wajahnya yang berlumuran darah.
***
Rahib Sojung membaca surat yang ditinggalkan oleh Seohwa . Dalam surat itu Seohwa memohon agar Sojung melindungi bayi yang baru terlahir itu agar hidupnya tidak menyedihkan dan kesepian seperti Wolryung. Ini adalah permohonan terakhir dari seorang ibu yang hina , aku Seohwa dalam suratnya.
***
Tuan Park sedang bersama koleganya di pinggir sungai ketika dikejutkan suara bayi yang ada dikeranjang. Park tergopoh-gopoh masuk sungai untuk menyelamatkan bayi itu. Para hadirin merasa janggal ada ibu yang tega membuang bayinya seperti itu.

Pada saat itu Rahib Sojung muncul dan memamerkan kemampuan ramalnya. Menurut Sojung kalau saja Tuan Park mau merawat bayi itu maka akan dilimpahi rejeki yang besar.
Tuan Park bertanya apa betul jika membesarkan bayi ini maka semua masalahnya akan berakhir ?
Rahib Sojung mengeluarkan gelang mustika dan menaruhnya ke lengan bayi . Kemudian Sojung bertanya pada Tuan Park.
“Apa kau mau berjanji kalau bayi ini tidak akan melepaskan gelang sampai umur 20 tiba ? ”
“Apa ini ? ”
“Gelang pengusir setan.”
“Pengusir setan ?”
“Jika kau menjaga agar gelang ini tetap berada di tangan anak ini sampai umur 20 maka semua perbuatan baikmu akan mendapatkan balasan. Semua yang kau lakukan akan berhasil.”
“Kau berharap aku percaya padamu ? ” Tuan Park masih meragukan Sojung.
“Hutan , pepohonan dan angin akan menjadi saksi dari ucapanku.”

Benar saja tak lama angin kencang muncul menerpa Tuan Park dkk. Tuan Park mulai yakin .
Rekan-rekan tuan Park mengucapkan selamat atas keberuntungan Tuan Park dan ikut membantu memilihkan nama untuk sang bayi. Bayi itu akhirnya diberikan nama Choi Kang-Chi yang berarti yang dibuang ke sungai.
Tuan Park mulai tersenyum pada bayi dalam keranjang itu.
Sejak itu mulailah kehidupan baru bagi Choi Kang-Chi yang merupakan anak blasteran manusia dan siluman.
***
Tahun demi tahun berlalu . Kehidupan kota bergulir dan seorang pria tua bercerita pada kerumunan orang banyak mengenai kisah seorang pria yang terhormat menjadi kaya setelah mengadopsi seorang bayi. Menurut pencerita tua itu apapun yang dilakukan pria terhormat itu menjadi berhasil dan pria terhormat itu menjadi orang terkaya dan semua harta propertinya begitu besar laksana istana.

( Tuan Park memang pria terhormat yang baik hati sehingga namanya menjadi tersohor . Tuan Park pernah membebaskan seorang pencuri .  Dia lebih memilih untuk memberikan dua kantung makanan untuk sang pencuri , dimana satu kantung untuk dimakan oleh si pencuri dan satu kantung lain untuk ditanam. Tuan Park berjanji akan membeli kembali hasil tanaman si pencuri.  Kebijakan Tuan Park inilah yang meruntuhkan si pencuri. Sang pencuri takluk oleh kebaikan Tuan Park dan menyembah-nyembah sambil berterimakasih. )
Rahib Sojung juga berada diantara kerumunan pendengar dan tersenyum puas mendengar cerita itu. Tetapi salah seorang pendengar cerita tiba-tiba bertanya kepada si pencerita tua . Dia ternyata seorang gadis jelita bernama Dam Yeo-Wool (Suzy Bae) mengenai nasib bayi yang dibesarkan tuan terhormat itu. Sang Pencerita mulai ragu saat harus membahas tentnag bayi tersebut …..Rahib Sojung pun kaget dengan pertanyaan Yeowool .
***

Ekspresi muka Kangchi berubah . Namun sesaat kemudian Kangchi tertawa menghibur diri bahwa Chungjo tidak akan cocok dengan pernikahan seperti itu. Kangchi merasa mengenal sekali kepribadian Chungjo.
Pada saat itu Madam Yoon (istri dari Tuan Park dan ibu Chungjo)  muncul dan pelayan panik . Chungjo meminta Kangchi segera kabur melalui jendela.
Madam Yoon tak sabar dan segera masuk kamar anaknya. Saat itu Kangchi sudah kabur tetapi jendela masih terbuka lebar.
Madam Yoon menduga bahwa Kangchi tadi ada disini. Chungjo menyangkal dugaan ibunya. Madam Yoon mengingatkan bahwa pernikahan Chungjo sangat penting sedangkan Kangchi hanyalah pria dari kalangan rakyat jelata.
Madam Yoon kemudian meminta Chungjo melayani calon ibu mertuanya yang sedang menunggu. Chungjo gadis yang patuh terhadap perintah ibunya .
***
Kangchi tampak terguncang mendengar rencana pernikahan Chungjo yang disukainya . Dia merenung diatas atap.
Tak lama Kangchi turun dari atap dan pada saat itu pula Taesoo muncul dan menegurnya. Taesoo mengingatkan bahwa ibunya telah meminta Kangchi tidak berkunjung ke bangunan Chungjo.
Kangchi menyangkal dan mengaku hanya lewat saja. Pada saat hendak pergi , Taesoo menahan Kangchi dengan memegang lengannya dan memberitahu seorang preman bernama Ma Boongchool sedang mencarinya.
Kangchi dan Taeseo kemudian menghadapi Bongchool , pria kasar yang masih menunggu bersama kawanannya.
Taesoo membisikkan sesuatu untuk mengingatkan agar Kangchi menyelesaikan masalah ini dengan tenang karena sedang ada tamu penting di penginapan. Kangchi tak peduli dan menghadapi kawanan itu dengan sewotnya.
“Kau pikir tempat apa ini ? ”
” Penginapan Seratus Tahun .”
“Lantas siapa aku ?”
“Kau Choi Kang Chi !!! ”
“Jika kau tahu maka jangan cari gara-gara disini . Siapapun yang membuat ulah disini akan berhadapan dengaku !!” ancam Kangchi.
” Lihat siapa ini. Kau bukan siapa-siapa . Kau hanya anak yatim piatu yang dibesarkan di tempat ini.” ledek Bongchool
Taeseo mulai marah mendengar Bongchool mengungkit latar belakang Kangchi. “Beraninya kau berkata seperti itu ?!! ” tegur Taeseo.
“Kau itu hanyalah bocah nakal tanpa orangtua yang mengganggu orang lain. Kau hanya mengandalkan dukungan dari Tuan Park . Kau sudah menjadi bajingan diantara orang-orang baik. ”

Kangchi mulai geram dan melayangkan tendangan tepat di tubuh Bongchool sehingga terjengkang. Taesoo mulai cemas keributan itu akan mengganggu tamu penting. Tetapi Kangchi sudah emosi dan menghitung sampai hitungan ketiga memerintahkan agar Bongchool dkk untuk pergi .
“Satu!!”
“Dua !!”
“Tiga !!”
Kangchi akhirnya mencoba melayangkan pukulan tetapi dicegah oleh Taeseo. Bongchool juga ingin membalas dan dicegah oleh Taeseo.
Taeseo menawarkan uang 10 nyang pada Bongchool agar tidak memperpanjang kasus ini. Bongchool merasa 10 nyang saja tidak cukup dan meminta  20 nyang .
Kangchi gusar mendengar permintaan yang tak tahu diri itu . Kangchi mendorong Taeseo untuk menjauh dan memegangi kerah baju Bongchool . Taeseo hanya bisa mengeluhkan sikap Kangchi . Sementara Bongchool menaikkan tuntutannya menjadi 30 nyang karena ulah Kangchi.
Taeseo akhirnya mendorong Kangchi menjauh dan menyanggupi tuntutan Bongchool. Kangchi kesal dan berseru kenapa tidak 50 koin saja sekalian.
Kangchi mengambil sebuah sapi dan menghujamkan sapu itu hingga lantai halaman jebol oleh sapu. Kangchi menantang kalau Bongchool dkk bisa membuatnya kembali ke sapu itu maka akan mendapatkan 50 nyang.
Bongchool dkk tergiur dengan tantangan itu (menangkap Kangchi dan membawanya kembali ke sapu itu) . Kangchi kemudian melesat untuk kabur dan dikejar oleh para kawanan itu.
***
Chungjo sedang melayani calon ibu mertuanya dengan menyuguhi teh . Sementara itu Kangchi sedang bermain kucing-kucingan dengan Bongchool dkk. Kangchi dan Bongchool semakin mendekati posisi bungalow tempat dimana Chungjo berada.
Chungjo dan Madam Yoon mencoba menenangkan tamunya . Tak lama Madam Yoon dan Kangchi menyaksikan sendiri pertarungan antara Kangchi dan kawanan Bongchool.

Kangchi bahkan terlempar persis di posisi Chungjo dan ibunya berada. Bongchool sudah tak sabar lagi menanti 50 nyang sebagai imbalan menangkap Kangchi . (hahaha)
Pada saat itu Taeseo menyusul bersama para pengawal. Tak lama Tuan Park juga menyusul dan menegur keributan apa yang terjadi ? Bongchool tampak jerih menunduk melihat Tuan Park.
***
Tuan Park melemparkan 50 nyang seperti yang dijanjikan Kangchi. Sementara Kangchi sendiri hanya bisa bersujud didepan sapu yang barusan . Kangchi hanya bisa memandang Bongchool dengan kesal.
Kepala pelayan menghampiri Kangchi dan terus mengomeli agar Kangchi lebih bisa bersikap dewasa. Tuan Park mengajukan pertanyaan klise , apakah Kangchi berkelahi karena seseorang merusak bangunan ataukan karena melihat seorang lemah ditindas ?
Kangchi menjawab dengan menyesal dirinya punya temperamen buruk dan tidak bisa mengontrol diri. Kangchi memohon maaf pada Tuan Park.
Tuan Park orang bijaksana yang bisa memaklumi jiwa muda yang terkadang temperamental. Tetapi Tuan Park mengingatkan bahwa Kangchi kini sudah dewasa dan harus mulai membantu Taeseo untuk mengurus Penginapan Seribu Tahun. Tuan Park meminta Kangchi untuk berlutut selama seharian untuk merenungkan perbuatannya. Tuan Park pun berlalu.
***

Bagi Chungjo , pernikahan sama dengan melindungi keluarganya. Sebagai seorang wanita biasa dalam keluarga , maka pernikahan ini bisa menjamin kesejahteraan ayahnya dan keluarganya.
Kangchi dengan polos merasa bisa melindungi bisnis penginapan dan juga keluarga Park. Kangchi merasa dirinya kuat dan bisa melindungi semua orang . Chungjo tersenyum merasa kekuatan saja tidak cukup , dibutuhkan juga politik untuk itu.
“Apa kau menyukaiku ? ” desak Kangchi tiba-tiba.
“Kangchi …” sahut Chungjo.
“1 . 2. 3. ……..” Kangchi memberi waktu Chungjo untuk menjawab
“………” Chungjo terdiam
“1 . 2. 3. ……..” Kangchi kembali memberi waktu Chungjo untuk menjawab.
Si cantik Chungjo mencium pipi Kangchi . Kangchi merasakan sensasi yang aneh dan terpana ditengah rintik-rintik salju .

Chungjo kemudian masuk kembali ke bangunan setelah tersenyum manis . Sementara Kangchi kegirangan dan lompat-lompat untuk merayakan ciuman.
Diam-diam Madam Yoon memperhatikan dengan khawatir teringat bahwa waktu Kangchi tinggal satu bulan lagi untuk genap berusia 20 tahun. Tuan Park sebelumnya merasa hubungan Kangchi dan Chungjo tidak ada bedanya dengan saudara karena dibesarkan bersama. Tetapi Madam Yoon kini menyaksikan sendiri keintiman mereka . Madam Yoon bertekat akan mengusir Kangchi.
***
Seorang peramal tua meramalkan kalau Yeowool tidak akan beruntung dalam kehidupan cintanya. Peramal itu ternyata kurang sakti karena mengira Yeowool itu pria . Sebagai pria perlu sedikit lemak di wajah dan juga berbahu lebar sehingga wanita akan jatuh cinta. Menurut peramal itu Yeowool seorang pria yang kurus dan lemah.  Gon yang mendampingi Yeowool hanya bisa tersenyum mendengar ocehan si peramal.
Yeowool memberitahu bahwa dirinya adalah gadis. Peramal merasa Yeowool makin buruk lagi nasibnya . Mana ada yang mau dengan gadis yang berpakaian dan berpenampilan seperti pria. Peramal itu menasehati sebagai seorang gadis harus lemah lembut dan feminim untuk menarik perhatian pria. (Kalau ramal getu doank sih gw juga bisa hehe)

Yeowool kemudian makan bersama Gon disebuah tempat. Yeowool meratap nasibnya yang malang karena akan hidup sendirian sampai tua dan mati. Gon menenangkan agar Yeowool tidak terlalu mempedulikan perkataan si peramal itu.
Yeowool kemudian bertanya apakah memang betul seorang gadis yang pandai bermain pedang dan panah itu tidak menarik bagi pria. Gon salah tingkah menjawab pertanyaan Yeowool .
Pada saat itu terdengar suara seseorang . “Bahkan sepatu tua pun memiliki pasangan , kenapa pula manusia harus hidup sendirian. ? Ternyata itu suara Rahib Sojung.
Yeowool dan Gon menatap pria tua yang ternyata berada di meja seberang. Yeowool jadi penasaran dan menghampiri meja Sojung , menduga pria tua itu peramal.

Menurut Sojung , jiwa Yeowool masih bersih dan polos. Yeowool senang mendengar hal ini dan meminta Sojung untuk meramalnya dengan menyodorkan telapak tangan untuk dibaca. Gon hendak mencegah namun Yeowool menyuruh untuk diam.
Menurut Sojung , Yeowool akan segera bertemu dengan jodohnya. Yeowool antusias dan penasaran apa ciri-ciri jodohnya. Sojung malah menganjurkan agar Yeowool menghindari jodohnya . Yeowool semakin penasaran.
Menurut Sojung lagi jika memang sudah bertemu tentu akan sulit terhindar dari takdir . Tetapi setiap manusia masih bisa memilih takdirnya. Sojung terkenang pula betapa dulu temannya (Wolryung) bertemu dengan seorang gadis dan akhirnya mati mengenaskan.
Yeowool hendak pergi bersama Gon. Tetapi Rahib Sojung memberikan petunjuk bahwa saat bulan sabit tepat muncul diatas pohon persik maka itu pertanda buruk bagi Yeowoo. Sojung menyarankan agar Yeowool menghindari seseorang saat itu terjadi.
***
Tuan Park menerima sebuah surat dengan stempel busur dan panah . Melihat surat ini Tuan Park seperti khawatir dan tergesa-gesa hendak meninggalkan Penginapan Seribu Tahun untuk bertemu dengan seseorang ditempat lain.
Tuan Park pamit kepada istrinya . Istrinya paham dan merasa sudah ada Taeseo yang bisa mengurus masalah penginapan. Namun dalam hati Madam Yoon inilah saat yang tepat untuk mengusir Kangchi .
Taeseo di ruangan lain menyuruh Kangchi untuk mengerjakan dan menghitung pembukuan penginapan. Kangchi mengeluhkan pekerjaan yang tak disukainya ini. Taeseon beralasan ini karena penginapan rugi 50 nyang karena Kangchi.
Kangchi menawarkan lebih baik dirinya mengerjakan pekerjaan seperti membersihkan penginapan daripada harus berurusan dengan pembukan ini. Taeseo tetap bersikeras memaksa Kangchi mengerjakan pembukuan.
Setelah Taeseo pergi , Kangchi dengan kesal menggebrak meja dan buku pembukuan . Tetapi kaki meja malah patah karena energi Kangchi yang besar. Kangchi hendak memperbaiki meja dan pada saat itu pelayan Chungjo menyampaikan sebuah surat pada Kangchi.
Ternyata pelayan Chungjo itu disuruh Madam Yoon sebagai bagian dari rencana Yoon untuk mengusir Kangchi.
***

Tuan Park mengunjungi sebuah tempat militer. Ternyata Tuan Park menemui Polisi Dam (yang dulu pernah memburu Wolryung dan Seohwa sampai ke Taman Cahaya Rembulan).
Polisi Dam memanggil Tuan Park berkaitan dengan misteri pembunuhan beruntun yang menimpa orang-orang kaya . Menurut dugaan Polisi Dam , Tuan Park bersama Penginapan Seribu Tahun akan menjadi sasaran selanjutnya.
***
Kangchi mendatangi sebuah tempat seperti rumah turbin tradisional. Disana pelayan Chungho sudah menanti dan berbohong bahwa Chungjo sudah menunggu dalam rumah itu.
Ternyata Kangchi hanya menjumpai Madam Yoon yang langsung menuduh Kangchi , seorang anak pria dengan asal -usul tidak jelas , berani-beraninya mencintai Chungjo.
Kangchi membela diri bahwa cintanya kepada Chungjo adalah tulus walau dia hanya rakyat jelata. Madam Yoon semakin gusar dan menyuruh para pengawal penginapan untuk menghajar Kangchi dan membuangnya ke jalanan.
Para pengawal tidak enak hati karena mengenal Kangchi . Tetapi mereka tidak ada pilihan lain selain mematuhi nyonya majikan.
***
Sebuah rombongan besar mengiringi satu kereta tandu yang ternyata berisikan Pejabat Gwan. Diam-diam Pejabat Gwan itu dibuntuti oleh Yeowool dan Gon. Gon segera mengirim kabar pada seseorang dengan melepas burung.

***
Kangchi diikat dan dipukuli . Madam Yoon hanya memberikan dua pilihan . Kangchi bisa memilih pergi meninggalkan Penginapan Seribu Tahun atau dibuat tidak bisa kembali (dihabisi). Kangchi tentu keberatan karena merasa Penginapan Seribu Tahun sudah seperti rumah dan keluarganya sendiri.
Para pengawal mulai melaksanakan perintah Madam Yoon setelah sebelumnya meminta maaf pada Kangchi karena hanya melaksanakan perintah majikan.
Kangchi memberontak dan dengan kekuatan penuh melepaskan dirinya dari tali pengikat yang mustahil bisa dilakukan oleh manusia biasa.
Kangchi melarikan diri di kesebuah tempat.
***
Yeowool dan Gon sudah menuntaskan tugasnya mengikuti rombongan Pejabat Gwan. Yeowool tiba-tiba teringat ramalan Rahib Sojung bahwa dia akan bertemu jodohnya di mana bulan sabit akan muncul di atas pohon persik. Dan Yeowool harus menghindari orang yang akan muncul pada saat itu.
Gon menenangkan agar Yeowool tidak terlalu menganggap serius ramalan Sojung. Yeowool merasa terngiang-ngiang terus.
Pada saat itu Yeowool mendengar ada keributan didekat mereka. Gon dan Yeowool kemudian berpencar untuk mencari sumber kegaduhan.
Ternyata Kangchi berhasil dikejar oleh para pengawal penginapan . Pemimpin pengawal mulai percaya bahwa Kangchi bukan manusia biasa karena bisa bertahan terus. Para pengawal sampai perlu melemparkan bubuk misterius untuk mengatasi Kangchi.
Pada saat itu Yeowool turun tangan menyelamatkan Kangchi dengan wajah tertutup tudung kepala. Kangchi dalam keadaan setengah sadar memperhatikan penolongnya. Tak lama Yeowool menarik Kangchi dan membawanya kabur.
Saat itu Gon datang dan menghadang para pengawal untuk membiarkan Yeowool pergi. Tetapi salah satu pengawal memilih untuk mengejar Yeowool dan Kangchi.
Yeowool berlari kencang membawa Kangchi sehingga tudungnya terlepas dan rambutnya terurai . Kangchi dalam keadaan linglung mengira Chungjo datang menyelamatkannya.
Mereka tiba-tiba dihadang oleh seorang pengawal. Pengawal itu mengayunkan pedang kearah Yeowool . Pada saat itu Kangchi mengerahkan sisa tenagannya untuk pasang badan sambil menghajar pengawal dengan sarung pedang.

Pengawal itu roboh tak sadarkan diri. Kangchi dalam keadaan setengah sadar menenangkan Yeowool dan berjanji akan melindunginya. (Ini yang jadi penolong Yeowool atau Kangchi? )
Tak lama kemudian Kangchi pingsan dalam pelukan Yeowool. Pada saat itu Yeowool terpana karena melihat tanda alam sesuai ramalan Sojung bahwa akan muncul bulan sabit diatas pohon persik.

Apakah Yeowool akan menuruti nasehat dan ramalan Sojung ?

0 comments:

Post a Comment