Thursday, March 7, 2013

Sinopsis : That Winter The Wind Blows – Episode 08

Standard
That Winter The Wind Blows 08 - 12

Oh Soo menerima telepon dari pegawai toko. Ternyata Oh Young sedang kepayahan fisiknya dan menolak untuk dibawa ke rumah sakit. Tentu saja Soo heran karena merasa sudah mengantarkan adiknya pulang.


Tetapi Oh Soo akhirnya menyusul ke mall dan menemukan Oh Young sedang kesakitan memegangi kepalanya. Oh Soo menggotong Oh Young ditengah keramaian mall dan disaat itulah Oh Soo bertemu dengan Sora . Mereka saling terperanjat.
That Winter The Wind Blows 08 - 01
Wajah Oh Soo (Jo In-sung)  berubah pada saat melihat Sora , sebaliknya Sora pun menatap mereka dengan tampang cemburu. Bagi Oh Soo kesehatan Oh Young (Song Hye-kyo) lebih penting maka dia mengabaikan Sora dan mengantar Oh Young kerumah sakit.  Saat Sora sedang memandang mereka pergi , Lee Myung-ho (Kim Young-hoon) ternyata sudah datang dan memanggilnya karena memang sudah ada janji. Tetapi diam-diam Heesun (Jung Eun-ji ) mengawasi mereka dan melaporkan segera pada Jinsung (Kim Bum).
Oh Soo mengantar Oh Young ke Unit Gawat Darurat di rumah sakit. Soo dilarang masuk tetapi dia melengkapi proses administrasi. Oh Soo menerima laporan dari Jinsung bahwa Sora sedang bertemu dengan Myungho. Menyadari kondisi gawat , Jinsung dan Heesun segera menyusul ketempat pertemuan Sora dan Myungho.
That Winter The Wind Blows 08 - 02
Disebuah cafe , Myungho sedang menanyai Sora. Dia menunjukkan sebuah foto yang memperlihatkan wajah Soo (kakak kandung Oh Young yang sebenarnya) disebelah kiri , Oh Soo ditengah dan Jinsung dikanan. Myunghoa mulai menunjuk wajah Soo  dan menanyakan Sora , inikah yang berkencan denganmu ? Sora menjawab tidak , dan mengatakan bahwa pria itu , Soo , sudah meninggal sejak lama. Sora lalu mengatakan bahwa yang berkencan dengannya adalah pria yang berada ditengah di foto , yakni Oh Soo.  Myungho terperanjat karena keterangan yang diberikan Sora berbeda dengan Moochul sebelumnya.
That Winter The Wind Blows 08 - 03
Tiba-tiba ponsel Sora berdering. Ternyata Jinsung meneleponnya dan mengatakan sedang didepan cafe. Sora celingak-celinguk mencari dimana mereka. Ternyata Jinsung sedang bersama Heesun berdiri di depan kaca cae membelakangi posisi duduk Myungho. Jinsung to the point menyampaikan pesan dari Oh Soo apakah Sora masih memandang Oh Soo sebagai teman? . Sora mengiyakan . Jinsung melanjutkan dan meminta Sora agar “mengurus” Myungho dan menjanjikan Sora bahwa Oh Soo akan meneleponnya nanti. Sora tidak lekas percaya dan meminta nomer telepon Oh Soo. Jinsung tidak memberikannya , dan meyakinkan Sora kalau Oh Soo selalu memegang perkataannya. Lalu Jinsung mengajak Heesun pergi menjauh dari cafe. Heesun sempat bingung dengan ucapan Jinsung tadi kepada Sora . Tetapi Jinsung mengatakan bahwa dia hanya menjalankan instruksi dari Oh Soo. Sesudah itu Jinsung menghubungi Dong-il.
That Winter The Wind Blows 08 - 18

That Winter The Wind Blows 08 - 04
Keesokan harinya , Oh Young memasuki gedung perusahaan bersama dengan Oh Soo disampingnya. Sebagai pewaris tunggal Grup PL , para pegawai memberikan penghormatan pada kedatangan Oh Young.Oh Young bingung melihat fenomena itu tetapi Oh Young mengatakan kalau memang Oh Soo menyukai kondisi seperti itu bersamanya . Oh Soo ternyata lebih menyukai Italia.
That Winter The Wind Blows 08 - 05
Mereka menuju area dapur bergaya modern yang besar. Oh Young mengatakan pada Oh Soo bahwa dia juga pernah bermimpi menjadi seorang koki dan ini saatnya untuk membuktikan. Di island yang berada ditengah dapur , Oh Young mulai membuat kue berdasarkan panduan dari internet mobile di ponselnya. Oh Soo ingin membantu Oh Young tetapi Oh Young ingin mengerjakannya sendiri. Barulah pada saat Oh Young hendak menggunakan pisau , Oh Soo menjadi khawatir karena mata Oh Young buta.
That Winter The Wind Blows 08 - 06
That Winter The Wind Blows 08 - 07
Bagaikan kakak yang baik dan mesra , Oh Soo merangkul Oh Young dari belakang dan mereka berdua mulai mengolah kue bersama sambil mengobrol. Oh Soo menanyakan kenapa Oh Young kemaren pergi sendirian ke mall dan jatuh semaput seperti itu. Oh Young lantas menjelaskan bahwa itu karena dia sedang mempersiapkan sebuah kado (entah untuk siapa). Oh Soo bersikeras bahwa seharusnya Oh Young mengajaknya ke mall agar dapat menjaga Oh Young dengan baik. Mereka meneruskan membuat kue sambil bersenda gurau dan mulai bermain kotor dengan mengoleskan bahan kue ke muka masing-masing.
That Winter The Wind Blows 08 - 08
Karena wajah belepotan maka  mereka membersihkan wajah masing-masing . Wajah Oh Soo sudah bersih kembali dan dia melihat Oh Young sedang membereskan barang. Rupanya Oh Young sedang mencari lonceng kecil dalam tasnya dan akhirnya dia menemukannya dan menggengamnya erat.  Mereka berdua bersiap mengenakan baju mantel tebal . Oh Soo mempersiapkan kaus kaki Oh Young dengan dua lapis.
That Winter The Wind Blows 08 - 09
Kemudian mereka keluar berjalan berdua di jembatan yang dilapisi salju tebal. Tiba-tiba para pegawai PL menyampaikan pesan dari Sekretaris Wang agar tidak ke puncak gunung karena terlalu berbahaya. Oh Soo tetap bersikeras dan lagipula Oh Young tidak takut. Para pegawai kewalahan dan akhirnya membiarkan mereka berdua naik keatas.
That Winter The Wind Blows 08 - 10
Angin dingin terasa dikaki Oh Young ketika mereka berdua mulai naik gunung dengan kursi yang menggantung udara dan terus berjalan perlahan , tetapi Oh Young menikmati belaian angin dingin ini. Oh Soo mendeskripsikan pada Oh Young bahwa rumah , orang , gunung , semuanya sedang berada dibawah kakinya .  Oh Young kembali merasakan semilir angin dingin yang membuatnya nyaman. Oh Soo berjanji bahwa dia akan membawa Oh Young di tempat yang anginnya benar-benar nyaman.
That Winter The Wind Blows 08 - 12
Setelah tiba dilokasi , Oh Soo menggendong Oh Young dalam pundaknya dan mulai berjalan diantara barisan pohon yang meranggas , kemudian Oh Soo menurunkan adiknya. Oh Young merasa iba dengan Oh Soo yang dari tadi menggendongnya di cuaca bersalju ini , “Aku adik yang jahat bukan ? ” . Oh Young menasihati Oh Soo agar mencari gadis yang baik dan bisa melihat mendengar serta berbicara dengan baik. Tentu saja Oh Soo (yang playboy) pernah berkencan dengan wanita normal seperti itu dan bagi Oh Soo itu sangat membosankan.
That Winter The Wind Blows 08 - 13
Oh Young : “Berapa banyak wanita yang pernah kau kencani ?
Oh Soo :”Hmm begitu banyak sampai tak bisa kau bayangkan.
Oh Young : “Kau playboy yah ?”
Oh Soo : “Aku hanya seorang pria yang disukai gadis-gadis.”
Oh Soo menaruh headset di kepala dan telinga Oh Young dan memintanya untuk menggunakan terus sampai dibuka kembali oleh Oh Soo.  Dan Oh Soo kembali menggendong Oh Young di pundaknya. Setelah tiba di tempat yang dituju , Oh Soo membuka headset yang dikenakan Oh Young.
Oh Young merasakan sebuah suara lonceng. “Suara ini ? ” guman Oh Young, Suara lonceng bergemerincing di tengah pepohonan yang jarang. Oh Soo sambil memeluk Oh Young dari belakang  : “Aku meletakkan lonceng disini untukmu. Sebenarnya suara ini berasal dari ranting beku yang saling beradu karena tertiup angin. Nanti setelah oppa pergi . bahkan ketika kau kehilangan lonceng. Kapanpun angin musim dingin berhembus maka pepohonan akan bersuara seperti ini. Tetapi yang paling kuharakan adalah kamu dapat melihat lagi , lebih dari apapun. Karena kau sangat…cantik dan menakjubkan.” Oh Young matanya mulai berkaca-kaca dan membalikkan badannya untuk mencium pipi Oh Soo. ” Oh Soo : “Aku harusnya mencium oppa seperti ini khan ? ”
That Winter The Wind Blows 08 - 14
Malam hari tiba , Oh Soo sedang melamun dikamar . Kamar itu bernuansa sederhana dengan tiang kayu polos empat sisi . Latar belakang ranjang adalah panel padded wall berwarna cream.  yang terbagi dalam dua kolom dan empat baris . Didepan ranjang terdapat mini bar dengan rancangan storage tergantung. Tak lama kemudian Oh Young datang merajuk ingin tidur ditemani kakaknya. Oh Young sambil meraba tembok karena sedang tidak menggunakan tongkat sebagai pemandu :”Kau ingin memeriksaku 24 jam kalau aku sakit atau tidak khan ? Kalau begitu kita harus bersama-sama. Oh yah , kau bilang saudara tidak  tidur di ranjang yang sama. Aku akan membawa selimutku.Ada buku dikamarku dan tolong bacakan untukku.” Oh Soo bercanda : “Sulitnya merawat adik.”
Oh Young berbaring dikasur sementara Oh Soo duduk dibawah ranjang sedang  membacakan buku seperti permintaan Oh Young. Oh Soo sibuk membaca padahal Oh Young sudah tertidur pulas. Oh Soo : “Kau sudah tidur?” Oh Soo dengan penuh kasih sayang membenarkan posisi tidur Oh Young dan terus memandangi wajah Oh Young. Rupanya Oh Soo mulai berniat mencium Oh Young. Ketika bibir Oh Soo hampir mendarat dibibir Oh Young , Oh Soo mendadak mengurungkan niatnya.
That Winter The Wind Blows 08 - 11
Akhirnya Oh Soo tertidur di lantai dan Oh Young terbangun dan mulai berjalan dengan hati-hati takut membangunkan Oh Soo.
Di dapur Oh Young mulai meracik sesuatu diatas island. Rupanya dia sedang mempersiapkan kopi. Oh Young masih berhati untuk tidak membuat kegaduhan kecil yang bisa membangunkan Oh Soo.
Pagi hari tiba dan Oh Soo terjaga oleh panggilan telepon dari Oh Young yang mengucapkan selamat ulang tahun. Oh Young memintanya menuju ruang living. Rupanya Oh Young sudah mempersiapkan hadiah ulang tahun. Oh Soo tentu saja tidak sadar hari ulang tahun kakak kandung Oh Young yang asli. Oh Soo memandang kue dan lilin kecil diatas meja . Oh Soo meniup lilin dan mengambil kalung (yang dibeli oleh Oh Young ketika mendadak jatuh sakit di mall). Sebuah kalung berornamen hitam dengan lonceng kecil ditengahnya. Oh Soo mengenakannya di tangan kiri dan mulai membunyikan lonceng kecil di kalung itu. Oh Soo juga mulai mencicipi kue ulang tahun buatan Oh Young.
Beginilah pikiran lengkap dalam hati Oh Soo  :” Jika aku bisa menghentikan waktu maka inilah saatnya. Bahwa seharusnya aku tidak mendekati Oh Young lagi. Bahwa permainan berbahayaku sudah melewati batasnya. Peringatan jauh dalam hatiku …seharusnya saat itu aku mendengarkan bahwa tak seharusnya aku terlalu percaya diri. Pemikiran sombong bahwa kau bisa bermain-main dengan cinta….untuk pertama kalinya aku merasa yakin bahwa akulah yang akan terluka dalam permainan berbahaya ini.”
That Winter The Wind Blows 08 - 15
That Winter The Wind Blows 08 - 19
Oh Soo dan Oh Young juga sedang bersiap-siap. Oh Young merapihkan dasi yang dikenakan Oh Soo. Oh Soo masih merasa tak nyaman pergi ke acara tersebut , tetapi Oh Young membujuknya bahwa acara itu mungkin acara terakhir Oh Young sebagai presiden PL . Oh Young meminta Oh Soo untuk hadir sebagai kakaknya dan juga untuk memandang mendiang Presdir Oh. Oh Soo dan Oh Young bergandengan tangan menuju lokasi acara. Tetapi terlihat sesaat bahwa ada pertanda sakit kepala Oh Young kambuh . Oh Young berusaha menahan sakit dan bersikap senormal mungkin.
That Winter The Wind Blows 08 - 16
MC acara memulai acara dengan resmi dan Oh Soo membimbing Oh Young menuju podium. Semua hadirin tepuk tangan kecuali Myungho yang tidak suka dan Heesun tertawa sinis pertanda iri. Tetapi  Jinsung melihat bahwa Oh Soo tulus berakting sebagai kakak Oh Young. Mendadak Jinsung kaget dengan kehadiran Sora di acara ini.
Oh Young memperkenalkan Oh Soo sebagai kakaknya didepan para tamu yang kebanyakan adalah pemegang saham. Oh Young juga mengisyaratkan bahwa kapan saja Oh Soo bisa mengambil posisi presiden tetapi Oh Soo tampak tidak tertarik dengan perusahaan. Giliran Oh Soo yang berbicara singkat didepan podium dan kembali para peserta memberikan tepuk tangan . Oh Soo hendak turun dari podium tetapi melihat Sora diantara para tamu. Sora memberi isarat dari jauh pada  Oh Soo agar menemuinya diluar ruangan. Heesun panik tetapi Jinsung menenangkannya dan mengingatkan bahwa tugas mereka adalah mengawasai Myungho dan biarlah Sora menjadi urusan Oh Soo.
Oh Young berkeringan dingin karena tegang pada saat melanjutkan pidatonya. Oh Young akhirnya memulai presentasi. Diluar Oh Soo bertemu dengan Sora. Diam-diam orang suruhan Myungho membuntuti mereka. Oh Soo tiba-tiba meminjam ponsel Sora. Ternyata Oh Soo menggunakannya untuk menelepon Boss Kim. Sora kaget dan berusaha mengambil kembali ponselnya , tetapi Oh Soo menjauh sambil terus berbicara di ponsel dan Sora mengejarnya. Oh Soo : ” Yah , ini Oh Soo , Boss Kim. Apa kau mengawasi pacarmu ? Aku berusaha keras untuk membayar 78 miliar won-mu kembali . Tetapi pengalih perhatian seperti Sora ini mulai menggangguku. Kau seharusnya mengawasi pacarmu.” (Oh Soo melempar ponsel Sora ke lantai dan Sora menangis).
Para pemegang saham tampak puas dengan perkembangan yang terjadi antara Oh Soo dan Oh Young. Mereka puas karena tampaknya Oh Soo tidak berniat merebut kekuasaan sebagai presiden. Myungho dan Sekretaris Wang turut mengiyakan pendapat para tamu penting ini. Pengacara Jang masih sibuk kasak kusuk menyelidiki identitas Oh Soo melalui ponsel.
That Winter The Wind Blows 08 - 17
Oh Soo masuk kembali ke ruangan dan melihat Oh Young sudah tidak ada ruangan . Ternyata Oh Young sudah kembali kerumah. Oh Soo mendadak ingat pil euthanasia itu dan khawatir Oh Young akan menggunakannya. Oh Soo sudah kembali kerumah dan langsung mencari dimana pil mematikan itu sambil mencari Oh Young. Oh Young tampak kepayahan dan tak kuat menahan gelas yang sedang dipegangnya. Gelas terjatuh ke lantai mengagetkan Oh Soo yang segera menyusulnya. Oh Young terhuyung kehilangan kesadaran dan terjatuh. Oh Soo kaget melihat tempat pil mematikan berada tak jauh dari posisi Oh Young terjatuh.

Sinopsis Lengkap That Winter The Wind Blows (2013) [Episode 1] [2] [3] [4] [5] [6] [7] [8] [9] [10] [11] [12] [13] [14] [15] [16-Tamat]


0 comments:

Post a Comment