Thursday, February 14, 2013

Sinopsis : That Winter The Wind Blows – Episode 02

Standard


Pengacara Jang mengira Oh Soo adalah Soo , putra pewaris Grup PL . Dia memberikan kartu nama dan memperkenalkan diri sebagai pengacara Grup PL. Oh Soo terlihat bingung dengan tubuh dan wajah penuh darah karena baru ditusuk oleh pisau Moochul .

Pengacara Jang  juga berusaha menggugah ingatan Oh Soo . “Ada apa Oh Soo , kau sama sekali tidak mengingatku ? “. Oh Soo mendadak berubah pikiran dan pura-pura mengingat Pengacara Jang yang disebutnya semakin tua.
Pada saat itu Jinsung datang dan terperanjat melihat Oh Soo penuh darah . Jinsung mengira Pengacara Jang itu yang melakukan. Oh Soo menarik paksa Jinsung naik tangga untuk  masuk rumah loteng milik Soo. Pengacara Jang menyusul dan terus mengetuk pintu , sementara Oh Soo terus membungkam mulut Jinsung agar diam. Pengacara Jang berkata dari balik pintu berharap Oh Soo bisa ke rumah keluarga Oh dan menemani Oh Young yang kesepian. Pengacara Jang juga mengira Oh Soo masih kesal karena Jang baru menghubunginya sekarang. Oh Soo sambil membekap mulut Jinsung , berjanji akan menghubungi Pengacara Jang kembali. Pengacara Jang pun lalu pergi meninggalkan tempat itu.

Didalam rumah loteng milik Soo , Oh Soo mengobrak-ngabrik barang peninggalan Soo untuk mencari tahu sesuatu yang membuatnya penasaran . Jinsung hanya dapat memandangnya dengan bingung. Oh Soo melihat dompet Soo , kartu identitasnya , foto keluarga didompetnya , arsip-arsip Soo yang menyimpan berita mengenai perusahaan ayahnya. Setelah itu Oh Soo yakin bahwa mendiang Soo memang benar putra pemilik PL Grup .
Jinsung berpikir bahwa hal itu tidak penting lagi karena Soo sudah meninggal. Oh Soo mendadak mengutarakan niatnya untuk menyamar jadi Soo . Jinsung jadi terkaget.
Oh Soo sedang lari pagi dan  Jinsung sedang menjemur pakaian di rumah loteng milik Soo . Saat itu dia menceritakan pengalaman kemaren malam pada Heesun , mengenai Pengacara Jang , mengenai niat Oh Soo untuk menyamar menjadi Soo. Heesun mengira Jinsung dan Oh Soo sudah sinting. Jinsung jadi mengomeli Heesun .
Jinsung : “Yah kami memang sudah sinting , kami memang gila , lalu kenapa ? Hyung sudah nyaris mati lalu apa salahnya menjadi kakak dari seorang gadis kaya raya ? Kau akan mengadukan kami ? Adukan saja , bajingan !!
Heesun : “Kai pikir aku tidak akan melakukannya ? Dasar bajingan gila ! “
Jinsung : “ Tidak , kupikir kau akan melakukannya , dasar kau bajingan gila . Silahkan lakukan saja. Kakakmu menyusahkan Oh Soo dengan kematiannya dan sekarang kau hiduo tetapi sama saja menyusahkan. Kenapa kalian berdua tidak bunuh dia saja? Apa yang telah Oh Soo lakukan pada kalian sampai kalian bertingkah seperti ini ? ”
Heesun : “Dia mencampakkan kakakku.”
Jinsung : “ Jika dia tidak menyukainya maka dia berhak mencampakkannya.!!”  (Heesun gusar mendengar ini dan hendak menampar Jinsung tetapi ditepis oleh Jinsung) .”Jika laki-laki dan perempuan tak saling menyukai lagi , wajar jika mereka berpisah , lalu apa masalahnya ? Menangis tanpa alasan… “
Pada saat itu Oh Soo menampakkan diri dan mereka pun terdiam. Jinsung terus mengomel sambil naik ke atas tangga dan mengadukan pada Oh Soo bahwa Heesun hendak membocorkan rahasia Oh Soo pada PL Group kalau Oh Soo adalah Soo yang palsu . Jinsung membumbui bahwa jika Oh Soo mati ditangan Moochul maka Heesun akan mengirim bunga ke pemakaman Oh Soo. Oh Soo membasuh tangan seperti tidak terjadi sesuatu .
Heesun mendadak mengusulkan agar Moochul dilaporkan ke polisi saja. Jinsung menganggap bahwa itu adalah ide buruk dan kembali mengomel bahwa Oh Soo baru saja ditikam dan dipukuli beberapa hari yang lalu . “Apa lagi yang harus kau ketahui agar kau mengerti ? Dasar gila !!” umpat Jinsung dari atas tangga sebelum dia masuk rumah loteng.
Heesun lalu menghampiri Oh Soo dan berkata : “Kau …sebesar itukah keinginan untuk hidup ? Kau sangat takut mati ?” . Pada saat ini ingatan Oh Soo melayang pada saat Moochul menikamnya. Heesun melanjutkan , “Jika kau saja takut mati , apalagi dengan kakakku ? Lagipula kau tak peduli pada hidupmu khan ? Tidak masalah jika kau mati , kenapa kau harus menipu demi mempertahankan hidupmu ? Apa kau benar-benar ingin hidup ? Kau yang ditinggalkan sejak kau lahir. Kenapa ? Kau ingin menemukan ibumu yang meninggalkanmu dan membalas dendam ? “

(Ingatan Oh Soo melayang kembali pada masa remajanya ketika seorang teman memberikan uang yang dititipkan seorang wanita. Wanita itu melihat Oh Soo dari jauh dan tampak enggan bertemu langsung. Oh Soo remaja saat itu memanggil wanita itu : “Jika kau memang ibuku , berhenti !! Jika kau mengenalku …” . Wanita itu panic dan tampak menghindar , serta memanggil taksi. Oh Soo remaja hanya bisa menangis meminta wanita itu berhenti , menyerukan bahwa dia tidak akan minta uang , tinggal dengan wanita itu. Tetapi wanita itu berlalu dengan taksinya) .
Oh Soo berkata pada Heesun . “Dia meninggalkanku di bawah pohon dan datang sekali untuk melihatku. Dia memberiku 5800 won . Aku ? Peduli pada wanita itu ?Tidak , itu tak mungkin !!”
Heesun : “Lalu kenapa ? Kau tidak memiliki alasan untuk hidup , lalu kenapa ? Yang kau lakukan hanya makan sehari tiga kali seperti seekor babi.”
Oh Soo : “Untuk hidup , apa kau harus memiliki alasan ? Walaupun aku tak memiliki alasan untuk hidup. Aku hidup karena mataku terbuka dipagi hari, karena aku masih bernafas . Kenapa ? Apa jika seseorang tidak punya alasan untuk hidup , apa berarti dia tidak boleh hidup ? Jika hidup seperti ini memalukan , sekarang aku merasa sangat malu. Tetapi kau tahu , Heesun. Karena aku masih hidup maka aku masih ingin melanjutkan hidup. “
Pada saat ini Heesun dan Oh Soo sama-sama terharu dan bersedih. Ketika itu Moochul yang sedang bermain cube mencoba memanggil dari bangunan seberang . Moochul mengingatkan Oh Soo agar tidak mendekati Heesun. (niat benar mantaunya) .
Oh Soo melanjutkan ceritanya. “Jika dulu Heejoo mencintai Moochul dan bukan aku , apa menurutmu Heejoo sampai sekarang masih hidup ? Pergilah . “ Oh Soo beranjak dari kursinya dan Heesun terdiam.
Dirumah, Oh Young sedang berlari diatas treadmill . Pengacara Jang memberikan kabar pada Oh Young bahwa dia telah menemukan kakak Oh Young. Diluar perkiraan , Oh Young tampak kurang senang mendengar kabar ini. Pada saat itu Sekretaris Wang datang membawakan minuman. Oh Young sambil menghentikan larinya , kemudian menyindir kalau mendiang ayahnya memang khawatir pada kesepian Oh Young , semestinya ayahnya tidak bercerai.
Oh Young juga memotong Pengacara Jang dengan mengatakan : “Jika dia khawatir kesendirianku semestinya sejak awal dia tidak bercerai. Ayah lebih memilih Sekretaris Wang , sedangkan ibu lebih memilih kakak dan meninggalkanku. Sekarang aku tak butuh kakakku lagi karena sudah ada Sekretaris Wang yang mengekangku 24 jam . Tapi kurasa Sekretaris Wang tidak akan senang dengan kehadiran kakak.”
Sekretaris Wang menanggapi bahwa tidak ada alasan dirinya tidak senang dengan kehadiran kakaknya Oh Young. “Kau salah paham padaku”
“Benarkah aku salah paham , mendadak aku jadi ingin menemui kakak “, sahut Oh Young sambil meloyor pergi.
***
Ditempat lain , “tim sukses” Oh Soo , Jinsung dan Heesun tampaknya sudah mempersiapkan rencana mensukseskan penyamaran Oh Soo menjadi kakaknya Oh Young. Jinsung membeli sebuah mobil keren untuk Oh Soo dan Heesun mulai mengumpulkan detail-detail keluarga Oh . Jinsung tampak senang dengan bantuan Heesun sambil mencandainya : “Kau melakukan hal ini bukan karena kau suka pada Oh Soo khan ? Kau milikku , walaupun berkaitan dengan Oh Soo , aku tak bisa membiarkannya memilikimu , “ gombal Jinsung.

***
Sekretaris Wang menginformasikan via ponsel pada Myungho mengenai kemungkinan kedatangan “kakak”-nya Oh Young kerumah keluarga Oh.
Pada saat itu Jinsung sedang mengemudikan mobil membawa serta Oh Soo dan Heesun untuk melihat lokasi gedung PL . Setelah melihat situasi , Jinsung menyimpulkan bahwa uang 7.8 miliar won hanya masalah sepele bagi perusahaan sebesar itu.
Sekretaris Wang mengingatkan Myunghoo bahwa keaslian identitas Oh Soo harus dipastikan dan bahkan kalau perlu melakukan test DNA untuk itu. Pada saat itu Myungho yang juga sedang mengemudi keluar gedung berpapasan dengan mobil Jinsung. Myungho mengakhiri pembicaraan dengan Sekretaris Wang karena Jinsung terus membunyikan klakson. Myungho turun dari mobil dan hampir bertengkar dengan Jinsung. Oh Soo yang lebih sabar akhirnya turun tangan untuk meredakan suasana dan meminta maaf pada Myunghoo . Percecokkan pepesan kosong ini pun berakhir.
Pengacara Jang mengirim pesan SMS pada Sekretaris Wang yang isinya mengatakan Oh Soo sudah menghubungi Pengacara Jang dan Oh Soo akan datang kerumah . Pada saat itu Sekretaris Wang sedang mempersiapkan Oh Young untuk tidur dengan merapihkan kamar Oh Young.
Menjelang tidur , ingatan Oh Young melayang pada kenangan dimana beberapa tahun lalu , ibunya membawa kakaknya pergi. Pada waktu itu Oh Young cilik berusaha mengejar dan memanggil ibunya namun tidak digubris.
***
Oh Soo mulai mempersiapkan rencananya dengan matang. Oh Soo belajar mengikuti tulisan Soo yang asli . Jinsung menganggap Oh Soo terlalu serius dan memandang enteng Oh Young yang buta. Tetapi Oh Soo mengingatkan bahwa Oh Young yang ditemui setahun yang lalu bukanlah tipe gadis bodoh. Jinsung melaporkan bahwa dia telah mempersiapkan segalanya dari kartu identitas palsu sampai dokumen yang bersangkutan dengan restoran Italia agar lebih meyakinkan.

Myunghoo seperti tidak sungkan terus mendesak Oh Soo memperlihatkan bekas luka bakarnya. Jinsung kemudian sengaja menumpahkan air kelengan baju Oh Soo. Oh Soo dengan cuek membuka lengan kemejanya dan terlihatlah bekas luka bakar ditangannya. (Oh Soo memang cerdik , dia menjaga gengsinya tidak mau memperlihatkan begitu saja , tetapi melalui sebuah kesengajaan). Seluruh orang diruangan itu terperanjat melihat bekas luka itu. Oh Soo memang sebelumnya sudah mempersiapkan dengan sengaja melukai lengannya dengan air panas sehingga mendapat luka persis dengan mendiang Soo .  Oh Soo kemudian mengeluarkan metronome dan meletakkannya di piano.

Tak lama kemudian Oh Young menampakkan diri dan menuruni tangga. Oh Young langsung menanyakan kenapa setahun yang lalu kakaknya tidak mencarinya , padahal saat itu Presiden Oh sedang dalam kondisi kritis dan akhirnya meninggal dunia , malah baru sekarang Oh Soo menampakkan diri. Oh Young jadi mencurigai maksud kedatangan Oh Soo demi warisan yang sangat besar. Oh Young bahkan meminta Pengacara Jang menjelaskan bahwa semua harta Presiden Oh hanya diwariskan untuk Oh Young seorang. Sesudah itu Oh Young ngeloyor meninggalkan ruangan menuju halaman depan rumah.
Oh Soo hendak menyusul “adik palsunya” untuk berbicara , namun Oh Young dengan galaknya berbalik mengayunkan tongkat dan mengenai pipi Oh Soo , dan tergores. (Tampaknya ini bukan awal yang mudah bagi Oh Soo menjalin keakraban dengan Oh Young).
Oh Soo lalu kembali keruangan dan mengatakan pada Pengacara Jang dkk , bahwa dia akan tinggal dirumah itu. Oh Soo mengaku bahwa awalnya dia hanya ingin melihat keadaan rumah yang sudah ditinggalkan semenjak dia kecil sebelum berangkat ke Italia. Oh Soo mengaku ingin mencari tahu penyebab anak yang semula ceria menjadi “galak” seperti itu. Pengacara Jang tentu saja senang mendengar hal ini.
***
Setelah pertemuan usai , Myunghoo berdiskusi dengan Pengacara Jang. Myunghoo meragukan identitas Oh Soo , termasuk meragukan fakta bahwa Pengacara Jang bertemu pertama kali dengan Oh Soo yang babak belur. Pengacara Jang menenangkan bahwa pada saat itu Oh Soo berusaha melerai perkelahian orang lain.
***
Sementara itu , Moochul menganjurkan Heesun untuk kembali ke kampung halamannya dan tidak terlalu dekat dengan Oh Soo. Heesun malah mengatakan bahwa Oh Soo baik-baik saja karena sudah menjadi putra seorang Presiden PL.
***
Keesokan harinya , Oh Soo dan Jin Sung datang kerumah keluarga Oh namun Oh Young menolak untuk makan bersama. Oh Soo menyusul ke kamar Oh Young dan tanpa sengaja melihat Oh Young sedang mengganti celana. Oh Young mengatakan bahwa dia sudah bukan gadis cilik lagi  , sehingga Oh Soo menutup pintu kembali.
Demikian pula pada saat hari berganti malam , di ruang makan yang lain sedang menunggu Oh Young yang tak juga turun untuk makan malam bersama. Kembali Oh Soo menjadi penasaran dan hendak menyusul Oh Young. Sebelum itu Jin Sung mengingatkan agar Oh Soo berhati-hati terhadap Oh Young , yakni Oh Soo harus menjadi “kakak” yang baik agar rencana berjalan lancar.
Oh Soo menukas bahwa dirinya memahami watak tipikal gadis kaya yang selalu dimanja , karena itu Oh Soo berpendapat bahwa Oh Young harus diperlakukan dengan buruk. Jin Sung kembali mendebat bahwa diapun punya adik perempuan dan Oh Soo tidak akan sanggup melunakkan Oh Young dengan caranya.
Oh Soo menuju ruang kolam renang dan menunggu Oh Young selesai berenang. Oh Young kemudian keluar dari kolam dan memakai baju seperti handuk. Oh Soo langsung beraksi dengan seolah kecewa dengan sikap Oh Young yang sudah berubah . Oh Soo mempertanyakan apakah ini cara Oh Young menyambut kakak kandung yang sudah tidak bertemu selama 20 tahun lebih ?
Oh Soo kembali mempertanyakan kenapa Oh Young terus mempermasalahkan tentang uang. Oh Soo bahkan tidak peduli kalau ayah mereka lebih memilih untuk mewariskan semuanya pada Oh Young. Oh Soo merasa bisa saja menggugat setengah warisan keluarga itu tapi Oh Soo tidak mau melakukan itu.
Oh Young terlihat emosi :
“Kau pikir aku itu kasar? Tetapi didepanmu aku adalah gadis buta . Ketika kau meninggalkanku di usia enam tahun , mataku masih normal . Tetapi kemudian aku tidak bisa melihat. Bagaimana rasanya menjadi buta ? Jika kau memang mencintaiku seperti layaknya kakak yang mencintai adiknya seharusnya sebelum kau mengeluh kekasaranku atau warisanku , seharusnya kau bertanya tentang apa yang terjadi pada mataku. Katakan kau juga merasa sakit karena adikmu tidak bisa melihatmu. “
***
Di café , Jinsung dan Heesun sedang membahas perkembangan terakhir. Jinsung melaporkan bahwa Oh Young menolak bertemu dengan Oh Soo. Heesun menenangkan bahwa dia sudah mengenal Oh Soo dan pasti Oh Soo sedang memutar otak untuk menaklukkan Oh Young.
***
Benar saja , Oh Soo sedang mengikuti dan memantau Oh Young. Oh Soo menyadari bahwa Oh Young ternyata pembina anak-anak yang juga tuna netra seperti dirinya. Oh Soo terus membuntuti Oh Young sampai ke mall. Disana Mira memberitahu Oh Soo bahwa Oh Young sudah menunggu. Pada saat itu dua anak kecil bermain disekitar tempat Oh Young berdiri. Tanpa sengaja mereka menjatuhkan tongkat Oh Young. Bukan bantuan yang datang , Oh Young malah dihardik oleh ibu dari kedua anak itu dan dengan ketus menyuruh Oh Young untuk tinggal di rumah jika memang dia buta.
Oh Young menerima perlakuan ketus itu dengan sabar seraya menolak bantuan orang-orang disekitar yang ingin menolongnya. Akibatnya Oh Young terjatuh ke kolam. Orang-orang menyaksikan tanpa daya karena Oh Young bersikeras tidak mau dibantu. Disaat itulah Oh Soo datang dan memberitahu orang-orang disekitar bahwa Oh Young adalah adiknya.
Oh Soo kemudian menyindir Oh Young dan mengingatkan bahwa sebelumnya Oh Young sendiri mengatakan kepada anak tuna netra binaannya kalau harus membuka hati dan menerima bantuan ketika sedang bermain. Oh Soo mendesak Oh Young apakah akan terus menolak bantuannya. Oh Young pun akhirnya meraih tangan Oh Soo . Oh Soo menyemangati Oh Young agar tetap berdiri tegak dan meninggalkan tempat itu dengan percaya diri.

Di tempat pemberhentian kereta api Oh Soo berusaha memeriksa luka Oh Young. Pada saat itu Oh Soo menerima SMS dari Mochul .
”Kau punya adik yang kaya ? Gadis yang disampingmu itu ? Kau pasti sedang tergesa-gesar”
Oh Soo kemudian melihat kondisi sekitar mencari keberadaaan Mochul . Mochul malah kembali mengirim SMS :
“Apa kau pikir dia akan memberimu 7.8 miliar won ? Tetapi , Oh Soo , apa yang terjadi jika dia mati ?”
Setelah melakukan terror psikologis melalui SMS , Mochul meninggalkan tempat itu. Dan Oh Soo seperti memikirkan ide-ide yang tersirat dari SMS yang dikirim oleh Mochul. (Jika Oh Young mati maka Oh Soo akan mendapatkan warisan) .
Uniknya Oh Young pun mendadak memberikan “tawaran menggiurkan” pada Oh So : “Jika kau memang kembali untuk mendapatkan uangku , ada satu cara mudah untuk bisa mendapatkannya. Sekarang saatnya , keretanya  …bila keretanya mendekat kau bisa dorong aku.”
Kereta semakin mendekat dan Oh Soo menjadi bimbang dengan perubahan situasi yang cepat ini . Antara memikirkan SMS Mochul dan tawaran Oh Young. Oh Soo tergerak untuk meraih tubuh Oh Young.

Sinopsis Lengkap That Winter The Wind Blows (2013) [Episode 1] [2] [3] [4] [5] [6] [7] [8] [9] [10] [11] [12] [13] [14] [15] [16-Tamat]


0 comments:

Post a Comment