Thursday, February 28, 2013

Sinopsis : That Winter The Wind Blows – Episode 06

Standard


Oh Young merasa “jimat” milik Oh Soo itu sangat berguna baginya sehingga memintanya. Oh Soo merasa bimbang memberikan jimat yang sebenarnya pil euthanasia kepada Oh Young. Oh Soo berusaha mengambil kembali pil itu dari tangan Oh Young dan tidak akan memberikannya karena hanya ada satu-satunya didunia ini.

Oh Soo sepertinya sudah lelah dirundung masalah dan moodnya lagi buruk. Oh Soo meminta Oh Young untuk kembali kekamarnya dan tidur. Oh Young malah mengajak Oh Soo untuk tidur bersama. Oh Soo merebahkan tubuhnya di ranjangnya dan menolak permintaan Oh Young. Oh Soo memberikan petunjuk arah agar Oh Young bisa keluar. Oh Young tetap bersikeras dengan permintaannya sehingga nada suara Oh Soo meninggi . Dengan tegas Oh Soo mengatakan bahwa walaupun bersaudara , mereka tidak bisa tidur bersama.
Oh Soo mulai kehabisan akal menghadapi permintaan Oh Young yang manja dan mempertanyakan sebagai kakak apalagi yang harus diajarkan pada Oh Young sebagai adiknya. Oh Young menjawab bahwa Oh Soo harus mengajarkan semuanya sebagai kakaknya. Tetapi akhirnya Oh Young meminta maaf karena tahu suasana hati Oh Soo sedang buruk. Oh Young mengaku bahwa sejak kehilangan penglihatan telah berubah menjadi gadis yang egois.
***
Moochul merasa rencananya berjalan lancar dan menyuruh salah satu pegawainya untuk mendekati Jinmi dan meminjamkan uang pada Jinmi. Pada saat itu Boss Kim datang menanyakan perkembangan kasus hutang Oh Soo dengan nada ketus. Boss Kim merasa Moochul seorang bajingan dan merasa pantas memanggilnya bajingan karena telah menebar kebaikan pada Moochul selama ini dengan memberikan sebuah klub malam dan mengeluarkannya dari penjara.

Moochul tanpa mengenal takut malah menghampiri Boss Kim dengan sikap menantang dan bahkan sempat meludahi wajah Boss Kim. Boss Kim yang marah hendak berkelahi dengan Moochul tapi dilerai oleh anak buah mereka masing-masing.
***
Oh Young sulit tidur ditengah malam sehingga membuka jendela kamarnya agar lonceng kecil bisa berdenting dan membuatnya tenang. Suara lonceng kecil itu terdengar sampai kamar Oh Soo. Oh Soo menghampiri kamar Oh Young dan menutup jendela karena khawatir Oh Young masuk angin.
Oh Young yang dalam posisi setengah tertidur merajuk kalau Oh Soo tidak mau tidur bersamanya maka harap Oh Soo membiarkan jendela itu terbuka . Oh Young berdalih hanya bisa tidur jika mendengar suara lonceng. Oh Young merasa lebih takut tidak bisa tidur daripada menghadapi sakit flu.
Kehabisan akal , Oh Soo mengalah dan menemani Oh Young tidur. Oh Young tersenyum manis merasa menang. Oh Soo benar-benar naik ke ranjang Oh Young dan bersiap menemani adik palsunya yang manja ini untuk tidur. Oh Young mendadak meminta pendapat Oh Soo tentang Myungho.
Oh Soo tampak kurang antusias dan dengan ringan mengemukakan bahwa kalau ayahmu (eh ayah) menganggap Myungho baik maka artinya dia pria yang baik. Tetapi Oh young bersikeras meminta pendapat pribadi Oh Soo mengenai Myungho. Oh Soo akhirnya mengaku bahwa Myungho bukan pria yang menyenangkan.
Oh Young tersenyum memanfaatkan topik dengan menggoda bahwa Myungho seperti Oh Soo yang bisa mendadak baik , membentak dan berubah dingin kepadanya. Oh Young mengaku bahwa dahulu Pengacara Jang pernah menasehati agar jangan pernah bertemu pria seperti Oh Soo karena kehidupan akan menjadi lebih buruk.
Topik pembicaraan mereka berubah menjadi “jimat” (baca : pil euthanasia) . Oh Young tetap bersikeras meminta jimat milik Oh Soo dengan mengiming-imingi surat wasiat yang sudah dia siapkan untuk Oh Soo. Oh Soo menjadi galau melihat surat itu dan teringat pula perkaatan Moochul didepan makam Heejoo.
Akhirnya Oh Soo setuju bahwa “jimat” itu milik bersama antara Oh Young dengan Oh Soo. Oh Young mengingatkan bahwa Oh Soo punya dua janji terhadapnya , yakni akan ada disisi Oh Young saat dibutuhkan dan jimat itu menjadi milik berdua. Akhirnya Oh Young bisa tertidur disamping Oh Soo.
***
Keesokan harinya , Heesun mendatangi rumah keluarga Oh. Heesun tanpa mempedulikan Sekretaris Wang dan pelayan rumah terus menerobos masuk mencari Oh Soo. Giliran Jinsung yang baru bangun merasa kaget dan terganggu oleh kehadiran Heesun.

Pada akhirnya Jinsung , Heesun tertegun melihat Oh Soo dan Oh Young tidur bersama. Heesun mendorong Jinsung hingga Jinsung terpental ke salah satu lukisan di kamar Oh Young. Jinsung terperanjat karena tanpa sengaja dia melihat bagian rahasia dibelakang lukisan itu. Tak lama kemudian Sekretaris Wang pun tertegun melihat Oh Young dan Oh Soo tidur bersama .  Jinsung segera menarik Heesun keluar rumah dan Sekretaris Wang membuka jendela kamar Oh Young dan berusaha membangunkan mereka. Oh Soo terbangun terlebih dahulu dan mendapat teguran dari Sekretaris Wang.

Diluar rumah , Heesun bertengkar dengan Jinsung. Jinsung merasa wajar kakak dan adik tidur bersama karena Jinsung juga tidur bersama dengan Jinmi adiknya. Sedangkan Heesun tidak terima kenyataan bahwa Oh Soo tidur bersama Oh Young.  Heesun jengkel dan hendak menampar Jinsung tapi berhasil ditangkisnya. Sebelum pertengkaran mereka berlanjut , Oh Young ternyata sudah bangun dan menyapa mereka diluar rumah. Heesun menenangkan diri dan mengajak Oh Young untuk minum kopi bersama.
Sementara itu Oh Soo bertengkar dengan Sekretaris Wang. Oh Soo dimarahi Sekretaris Wang , tetapi Oh Soo juga balas menghardik bahwa apa salahnya kakak dan adik tidur bersama , Oh Soo pun mengaku bahwa dia hanya tidur sambil berpelukan dengan Oh Young.
Giliran Oh Soo terus mengomeli Sekretaris Wang. Oh Soo mempertanyakan apakah Sekretaris Wang tahu bahwa Oh Young mengidap insomnia. Menurut Oh Soo , Oh Young tidak tahu apa-apa karena Sekretaris Wang tidak becus dalam mendidiknya. Kali ini Sekretaris Wang tidak bisa membalas dan hanya terdiam.
Sekretaris Wang mengingatkan bahwa masalah Oh Young akan selesai jika dia menikah dengan Myungho. Oh Soo melampiaskan kekesalan setelah Sekretaris Wang pergi dengan cara memukul tembok gipsum hingga retak. Pada saat itulah Jinsung menemui Oh Soo dan melaporkan bahwa Heesun akan memberitahu Oh Young .
***

Heesun mengajak Oh Young ke kafe milik Jongtae untuk berbincang. Setelah Mira datang menghidangkan sesuatu maka Mira pun kembali bekerja. Heesun mulai menginterogasi Oh Young dengan menanyakan apa betul Oh Soo menemani Oh Young bermain sepeda motor. Heesun menjadi semakin kesal setelah tahu kenyataannya.
Heesun : “Apakah Oh Soo mengatakan bahwa unni-ku meninggal karena kecelakaan motor ?”
Oh Young : ……..
Heesun : “Setelah unni-ku meninggal , Oh Soo berjanji untuk tidak mengendarai sepeda motor lagi. Walaupun aku memohon pun , Oh Soo tidak mau melakukannya lagi. Keparat ”
Oh Young jadi meminta maaf mendengar hal itu dan mengatakan bahwa Oh Soo tidak bersalah karena Oh Young sendiri yang memintanya. Heesun mulai menjelek-jelekkan Oh Soo sebagai penipu dan sekarang Oh Soo bersikap baik pada Oh Young karena hendak menipunya.
(Ditempat lain Oh Soo dan Jinsung mulai berlari menyusul ke kafe).
Heesun juga mengungkap bahwa ada dua Oh Soo . Oh Young tentu tahu bahwa memang ada dua Oh Soo seperti yang dia jumpai setahun lalu. Heesun kembali menjelek-jelekan Oh Soo dengan mengatakan bahwa oppa Oh Young itu orang baik sedangkan oppa Oh Soo yang sekarang ini merupakan penipu , playboy dan penjudi yang selalu mempermainkan wanita. Heesun mengira Oh Young sudah terpedaya oleh Oh Soo bahkan telah menyukainya padahal Oh Soo datang demi uang dan memanfaatkan Oh Young.

Pada saat itulah Oh Soo datang menghampiri meja dimana Oh Young dan Heesun berada. Heesun masih berani meracau bahwa Oh Soo memiliki hutang 78 miliar karena seorang wanita. Oh Soo merasa perlu menampar Heesun agar membuatnya diam dan Jinsung pun ikut memarahi Heesun.
Kerusakan yang disebabkan oleh Heesun ini terlalu besar selama dia “bernyanyi” menjelek-jelekaan Oh Soo sebelumnya. Oh Young jadi terpengaruh dan curiga pada Oh Soo : “Apa yang dikatakan Heesun itu benar adanya ? Bahwa kau baik padaku bukan sebagai adik tetapi karena membutuhkan uang ? Apa begitu ? Tolong jawab aku !!”
Oh Young tampak terpukul dan mengingatkan bahwa surat wasiat untuk Oh Soo jumlahnya jauh lebih besar daripada yang dibutuhkan Oh Soo . Tetapi selama Oh Young masih hidup maka Oh Soo tidak akan mendapatkan sepeserpun darinya. Sesudah itu Oh Young meninggalkan kafe itu. Oh Soo berusaha mengikuti Oh Young dan tanpa sepengetahuannya diam-diam Moochul pun mengikuti mereka.
Tentu saja keributan di cafe ini tidak luput dari perhatian Jongtae dan istrinya. Sekretaris Wang pun mulai berpikir curiga saat mendengar laporan Mira mengenai keributan di cafe.
Oh Soo terus mengikuti Oh Young dengan perasaan bersalah. Oh Young pun tersandung sepeda yang terparkir tetapi Oh Soo tidak sempat membantu karena Oh Young sudah terlebih dahulu berdiri kembali. Moochul memperhatikan semua itu dengan senyuman.
***
Sesampainya dirumah , Oh Young di interogasi oleh Sekretaris Wang mengenai keributan di cafe. Oh Young mengaku hanya berdebat kecil dengan Oh Soo. Giliran Oh Young yang membahas adik Sekretaris Wang. Oh Young mempertanyakan apa adik Sekretaris Wang masih meminta uang dari Sekretaris Wang dan hanya mengambil uang tanpa mengunjungi Sekretaris Wang. Oh Young juga bertanya mengenai orang tua Sekretaris Wang yang berkebun strawberry . Nyonya Wang bercerita bahwa dia masih pulang setiap minggu keempat dan  orangtuanya masih berkebun . Oh Young pun gadis bodoh dan tahu Sekretaris Wang sedang membohonginya . Oh Young mengingat cerita sebelumnya bahwa sudah dua tahun orangtua Sekretaris Wang berhenti berkebun karena dilanda angin topan. Oh Young menyindir bahwa orang yang berbohong akan sulit mencocokkan setiap versi cerita.
Oh Young menyadari bahwa Oh Soo akan pergi dalam waktu dua bulan lagi dan akan kembali memainkan kebohongan ini terus dan terus . Oh Young merasa jenuh sekaligus merasa seru. Mendadak Oh Young mengambil tas dan jaketnya. Sepertinya Oh Young akan berkencan dengan Myungho . Sekretaris Wang bertanya apakah Oh Young sudah memikirkan pernikahannya? Oh Young menjawab bahwa Oh Soo menginginkan adiknya untuk menikah.
***
Heesun sedang gundah gulana di toko bunga miliknya karena kehebohan di cafe yang barusan. Tiba-tiba Oh Soo datang didepan toko Heesun dan memintanya keluar. Begitu bertemu , Heesun langsung menampar Oh Soo dua kali. Heesun meradang bahwa Heesun sangat menyukai Oh Soo. Sebagai seorang wanita , Heesun dapat mengamati cara Oh Soo menatap Oh Young dan betapa nyamannya Oh Soo tertidur disamping Oh Young.

Heesun terus memberondong Oh Soo sambil menangis . Heesun mempermasalahkan uang yang bisa menyelamatkan nyawasa Oh Soo dari ancaman kematian Moochul. Bagi Heesun apa salahnya Oh Young memberikan uang pada oppanya ? Heesun menjadi menangis histeris di dada Oh Soo . Jinsung mengamati mereka dari jauh.
***
Oh Young sedang bersama dengan tunangannya , Myungho. Myungho menitipkan kartu nama Moochul yang tadinya hendak diberikan langsung pada Sekretaris Wang , untuk dititipkan pada Oh Young. Oh Young menyanggupi dan menyimpan kartu nama Moochul kedalam tasnya.
***
Oh Soo datang mengunjungi kedai milik orangtua Jinsung. Ibu Jinsung menyambut Oh Soo masuk tetapi ayah Jinsung seperti kesal dengan Oh Soo karena dulu Oh Soo sempat menjual sapi milik keluarga Jinsung dan akibatnya keluarga Jinsung harus hidup menderita di Seoul. Ibu Jinsung membela Oh Soo bahwa pada saat itu sapi dijual karena terkena wabah penyakit. Walaupun terlihat kesal , terlihat bahwa ayah Jinsung menyukai Oh Soo. Ibu Jinsung pun sudah menganggap Oh Soo sebagai putranya sendiri. Ibu Jinsung menanyakan apa Oh Soo tidak terkena masalah lagi (seperti biasa yang terjadi sebelumnya). Oh Soo mengatakan tidak dengan sungkan. Ibu Jinsung mengingatkan bahwa jangan sampai Oh Soo masuk penjara lagi .
Ibu Jinsung sedemikian ramah pada Oh Soo , lain halnya dengan Jinsung yang cemberut dan tidak mempedulikan Oh Soo. (Apa Jinsung cemburu karena melihat Heesun berpelukan dengan Oh Soo sebelumnya? ).
***
Oh Young melanjutkan kencan dengan Myungho . Mereka sedang menikmati soju. Myungho tampak kurang antusias dalam kencan ini (sungguh tidak tahu diri) .  ………..Skippp
***
Benar saja , Jinsung bersikap dingin pada saat Oh Soo menemuinya. Jinsung menghindari Oh Soo dengan alasan sedang sibuk mengirim pesanan. Oh Soo berusaha meminta maaf karena telah menampar Heesun. Jinsung tetap tidak mempedulikan Oh Soo dan ngeloyor pergi dengan sepeda motornya.
Pada saat itu Oh Young menelepon Oh Soo dan mengaku sedang mabuk. Oh Young dengan sinis mengatakan bahwa inilah saat yang tepat bagi Oh Soo untuk membunuhnya.
Dalam perjalanan , Jinsung menerima telepon dari Moochul . Moochul menawarkan agar Jinsung berkerja padanya dan meninggalkan Oh Soo. Moochul menakuti Jinsung bahwa Jinsung bisa terlibat karena terlihat berdekatan dengan Oh Soo. Moochul mengingatkan agar Jinsung berbakti pada orangtuanya , tinggalkan Oh Soo dan bergabung dengan Moochul. Moochul mengingatkan bahwa Sora pun sedang mencari jejak Oh Soo dan juga Moochul mengaku telah memberikan pil beracun pada Oh Soo.  Demikianlah Moochul mengingatkan Jinsung atas permasalahan Oh Soo yang menumpuk.
Oh Soo menyusul ke tempat yang disebut Oh Young. Oh Soo menyaksikan Oh Young dan Myungho sedang bertanding minuman. Api cemburu melanda hati Oh Soo ketika melihat Myungho mengambil kesempatan dengan mencium Oh Young.

Oh Soo tak tahan lagi dan melabrak mereka. Oh Soo mengaku bahwa Oh Young memintanya menjemputnya. Oh Young berdiri sambil terhuyung-huyung karena pengaruh minuman. Myungho menyanggupi untuk mengantar Oh Young pulang . Oh Soo terlihat jengkel saat mereka berlalu dari hadapannya.
Saat Oh Soo hendak meninggalkan tempat itu , telepon Myungho ternyata berdering. Oh Soo iseng mengangkat ponsel Myungho dan mendengar suara seorang wanita yang berucap : “Kau sedang dimana suamiku ? “. Oh Soo jadi tersadar bahwa Myungho ternyata sudah menikah.
Entah kenapa akhirnya Oh Soo dan Oh Young pulang bersama . Didalam mobil yang sedang melaju , Oh Young memulai topik kematian . Bagaimana imajinasi Oh Young tentang kematian , kecelakaan lalu lintas . Tetapi Oh Young mengingatkan bahwa Oh Soo harus hati-hati karena seorang kakak yang rela menipu adiknya demi uang tentu punya alasan kuat untuk hidup , jadi Oh Young berpandangan bahwa Oh Soo tidak boleh mati bersamanya. Pada saat itu Oh Soo tampak berusaha menahan kekesalannya.
Oh Young kembali meracau bahwa mengenang masa bahagia antara Oh Young dan Oh Soo walaupun merasa dihianati oleh Oh Soo . Rupanya Oh Young masih terpengaruh oleh ucapan Heesun. Oh Young kembali memamerkan imajinasinya atas kematian (sungguh bukan topik lazim untuk dibicarakan). Oh Young bertanya-tanya apakah dia harus membuka sabuk pengaman sehingga tabrakan kecil akan membuat Oh Young terlempar. Kecelakaannya akan bertemakan seorang kakak yang baik membawa adiknya pulang dalam keadaan mabuk.
Oh Soo yang tidak tahan mendengar racauan Oh Young kemudian menghentikan mobilnya. Oh Soo meyakinkan Oh Young bahwa Heesun sedang berbohong. Oh Young keluar dari mobil diikuti oleh Oh Soo.
Oh Soo meyakinkan Oh Young bahwa mudah saja bagi Oh Soo membunuh Oh Young jika memang menginginkannya . Jika Oh Soo datang untuk uang , Oh Soo bisa melakukan hal itu karena banyak kesempatan mulai dari insiden kereta api (Episode  2) , di sungai (Episode 4) dan seterusnya.

Akibat pembicaraan sarat emosi ini , keduanya menjadi menangis di jalanan. Oh Young dengan frustasi memohon agar Oh Soo mengatakan pada Oh Young agar Oh Young bisa mempercayai Oh Young.
***
Jinsung masuk kamar Oh Soo. Rupanya Jinsung terpengaruh ucapan Moochul dan sedang mencari pil beracun itu dikamar Oh Soo. Jinsung berhasil menemukannya di chest drawer dalam kamar Oh Soo.
Sementara itu Oh Soo sudah sampai kerumah dan membopong Oh Young yang masih dalam keadaan mabuk. Sekretaris Wang bertanya ada apa yang terjadi ? Tetapi Oh Soo meminta Sekretaris Wang menghubungi Myungho saja. Oh Soo meminta Sekretaris Wang keluar dan Oh Soo pun akan keluar jika Oh Young sudah tertidur.

Oh Soo kemudian memeriksa keadaan Oh Young dan menyentuh tangan Oh Young yang terlihat tertidur. Ternyata Oh Young belum tertidur . Oh Young terjaga dan mengatakan bahwa hari itu adalah ciuman pertamanya. Oh Soo bertanya apa Oh Young menyukainya ? Oh Young menjawab bahwa ciuman itu tidak sesuai yang diharapkan. Oh Soo menggoda bahwa ciuman pertama Oh Young yang sesungguhnya adalah dengan Oh Soo. Sebelum tidur Oh Young meminta konfirmasi apakah Oh Soo bisa dipercaya ? Oh Soo mengiyakan.  Pada saat Oh Young mulai tertidur , Oh Soo jadi merenungkan kehidupannya yang buruk , betapa Oh Soo yang tidak punya alasan untuk hidup malah memperjuangkan kehidupannya sendiri dengan membohongi gadis buta seperti Oh Young . Oh Soo pun sekaligus mengenang masa indah bersama Oh Young.
Pada saat kembali ke kamar , Oh Soo melihat Jinsung . Pada saat itu Jinsung memperlihatkan foto dalam ponselnya yang ternyata adalah brankas rahasia yang tersembunyi dibalik lukisan dalam kamar Oh Young. Menurut Jinsung , brankas itu sudah tua dan sangat mudah bagi Heesun untuk membobolnya. Tetapi Oh Soo enggan melibatkan Heesun lebih jauh dalam hal ini. Jinsung jadi marah karena Heesun sudah dilibatkan sejak awal dan melakukan banyak hal untuk Oh Soo.
Jinsung menegaskan bahwa dia selalu ada dipihak Oh Soo. Walaupun melalui berbagai hal buruk bersama Oh Soo , bahkan saat Oh Soo menjual sapi ayah Jinsung dan menggunakannya sebagai modal taruhan dan juga saat ibu Jinsung mengupayakan banyak hal untuk membebaskan Oh Soo dari penjara , walaupun banyak hal buruk yang terjadi , Jinsung mengaku tidak pernah membenci Oh Soo.
Jinsung ternyata mempermasalahkan pil beracun yang dapat membunuh orang. Walaupun kehidupan Jinsung kurang baik tetapi baginya sangat tabu untuk membunuh orang. Jinsung mengaku tidak bisa membiarkan Oh Soo membunuh orang lain , terlebih lagi Oh Young yang melalui masa bahagia bersama dan berencana membunuhnya dengan pil beracun ? Apa itu masuk akal ? desak Jinsung.  Oh Soo akhirnya setuju dengan ide Jinsung untuk membobol brankas di kamar Oh Young.

Oh Young dan Oh Soo kembali terlihat mesra keesokan paginya. Mereka berdua memakan coklat sambil menonton televisi. Setelah itu Oh Soo mempertanyakan kesiapan Oh Young bertemu dengan keluarga Myungho. Oh Young malah menyuapi Oh Soo dengan coklat. Oh Soo juga bertanya apakah Oh Young menyukai Myungho ? Oh Young menjawab bahwa baginya Myungho hanya pria yang dijodohkan oleh ayahnya.
Oh Young kemudian pergi bersama Sekretaris Wang dan Pengacara jang untuk bertemu dengan keluarga Myungho. Mereka berbincang ringan dalam mobil Pengacara Jang. Sekretaris Wang pun mengaku ikut berbahagia jika Oh Young merasa bahagia. Pada saat itu Oh Soo menelepon Oh Young dan mengatakan tidak bisa ikut dalam pertemuan karena ada urusan penting mengenai Italia. Oh Young terlihat kesal mendengar hal ini.
Oh Soo lalu mulai memberikan komando pada Jinsung dan Heesun untuk mulai bergerak.
Pengacara Jang dan Sekretaris Wang  sudah sampai lokasi dan sedang menunggu kedatangan keluarga Myungho. Sekretaris Wang tampak gelisah memperhatikan jam dan merasa Oh Young sudah terlalu lama berada di bathroom.
Tak lama kemudian keluarga Myungho sudah datang tetapi menunggu diluar. Orangtua ternyata sungkan menemani Myungho menemui pihak keluarga Oh Young. Orangtua Myungho merasa Myungho akan dikutuk jika melakukan perjodohan dengan Oh Young sekalipun Oh Young gadis yang kaya dan buta , karena untuk itu Myungho harus mencampakkan Soyun . Pada saat itu Oh Young ternyata mendengarnya dan ibu Myungho juga menyadari kehadiran Oh Young. Pembicaraan keluarga Myungho jadi terhenti karenanya. Oh Young mengaku harus pulang duluan karena sedang flu .

Oh Soo sementara itu sedang beraksi di rumah keluarga Oh. Oh Soo menanti pelayan hingga kondisi dinilai aman .
(Tanpa diduga Oh Soo , Oh Young sudah mengajak Sekretaris Wang dan pengacara Jang untuk pulang kerumah. Sekretaris Wang kebingungan dengan apa yang terjadi tetapi Oh Young tidak menjelaskan. )
That Winter The Wind Blows 07 - 01
Oh Soo sudah masuk dalam kamar Oh Young dan memeriksa brankas dibalik lukisan dengan hati-hati. Oh Soo menggunakan peralatan stetoskop untuk mencoba membuka brankas itu.
Disaat bersamaan Oh Young dan rombongan sudah kembali kerumah . Oh Young bergegas kembali ke kamar . Sementara itu Oh Soo berhasil membuka brankas itu yang ternyata berisi surat2 penting dan batangan emas .
Oh Soo menjadi panik pada saat mendengar kehadiran Oh Young dan Sekretaris Wang mendekati kamar. Oh Soo segera menutup dan merapihkan kembali brankas dan menutupnya kembali dengan lukisan.
That Winter The Wind Blows 07 - 02
Oh Soo bersembunyi dibalik pintu pada saat Sekretaris Wang menyiapkan Oh Young untuk tidur. Sekretaris Wang menyadari ada yang tidak beres dengan melihat tubuh seseorang dibalik pintu dan lukisan yang miring. Oh Soo tertangkap basah oleh Sekretaris Wang.

Sinopsis Lengkap That Winter The Wind Blows (2013) [Episode 1] [2] [3] [4] [5] [6] [7] [8] [9] [10] [11] [12] [13] [14] [15] [16-Tamat]


0 comments:

Post a Comment